Anda di halaman 1dari 11

TERMODINAMIKA FISIKA

Nama : Innesya Agita Putri


Nim : 201310410311079
Kelas : farmasi B
Jurusan : farmasi
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
TAHUN AJARAN 2013/2014

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa, karena
atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka saya boleh menyelesaikan
sebuah karya tulis dengan tepat waktu.
Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul "
TERMODINAMIKA", yang menurut saya dapat memberikan manfaat yang
besar bagi kita untuk mempelajari termodinamika fisika.
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon
permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang
saya buat kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca.
Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima
kasih dan semoga allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat
memberikan manfaat.

Malang, 20 Oktober 2013

Innesya Agita Putri

A. PengertianTermodinamika
Termodinamika adalah satu cabang fi sika teoritik yang berkaitan
dengan hukum-hukum pergerakan panas,dan perubahan dari panas
menjadi bentuk-bentuk energi yang lain.Istilah ini diturunkan dari
bahasa yunani Therme (panas) dan dynamis (gaya).Cabang ilmu ini
berdasarkan pada dua prinsip dasar yang aslinya diturunkan dari
eksperimen,tapi kini dianggap sebagai aksiom.prinsip pertama
adalah hukum kekekalan energi,yang mengambil bentuk hukum
kesetaraan panas dan kerja.Prinsip yang kedua menyatakan bahwa
panas itu sendiri tidak dapat mengalir dari benda yang lebih dingin
ke benda yang lebih panas tanpa adanya perubahan dikedua benda
tersebut.

B. Sistem Termodinamika
Sistem termodinamika adalah bagian dari jagad raya yang
diperhitungkan.semua batasan yang nyata atau imajinasi
memisahkansistem dengan jagad raya,yang disebut lingkungan.
Ada tiga jenis sistem termodinamika berdasarkan jenis pertukaran
yang terjadi antarasistem dan lingkungan:

Sistem Terisolasi
Sistem ini tidak terjadi pertukaran panas,benda atau kerja
dengan lingkungan.Contoh dari sistem terisolasi adalah wadah
terisolasi,seperti tabung gas terisolasi.

Sistem Tertutup
4

Pada sistem ini terjai pertukaran energi tapi tidak terjadi


pertukaran benda dengan lingkungan.Rumah hijau adalah contoh
dari sistem tertutup dimana terjadi pertukaran panas tetapi tidak
terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan.
Apakah suatu sistem terjadi pertukaran panas,kerja atau
keduanya biasanya dipertimbangkan sebagai sifat
pembatasnya.Pembatas adibiatik yaitu tidak diperbolehkan
pertukaran panas sedangkan pembatas rigid yaitu tidak
memperbolehkan pertukaran kerja.

Sistem Terbuka
Pada sistem ini terjadi pertukaran energi dan benda dan
lingkungannya.sebuah pembatas memperbolehkan pertukaran benda
disebutpermeabel.Samudra merupakan contoh dari sistem terbuka.

C. KeadaanTermodinamika
Ketika sistem dalam keadaan seimbang dalam kondisi yang
ditentukan,inidisebut dalam keadaan pasti (atau keadaan
sistem).Untuk keadaan termodnamika tertentu,banyak sifat dari
sistem di spesifi kasikan.Properti ini tidak bergantung dengan jalur
dimana sistem ini membentuk keadaan tersebut,disebut fungsi
keadaan dari sistem.Bagian selanjutnya dalam seksi ini hanya
mempertimbangkan properti,yang merupakan fungsi keadaan.

D. Hukum Hukum Dasar Termodinamika


Hukum hukum termodinamika pada prinsipnya menjelaskan
peristiwa perpindahan panas dan kerja pada proses
5

termodinamika.Terdapat 4 hukum dasar yang berlaku di dalam


sistem termodinamika,yaitu :
Hukum Awal
Termodinamika hukum ini menyatakan bahwa apabila dua
buah benda yang berada didalam kesetimbangan thermal
digabungkan dengan sebuah benda lain,maka ketiga-tiganya
berada dalam kesetimbangan thermal.

Hukum Pertama
Jika kalor diberikan kepada sistem, volume dan suhu sistem
akan bertambah (sistem akan terlihat mengembang dan bertambah
panas). Sebaliknya, jika kalor diambil dari sistem, volume dan suhu
sistem akan berkurang (sistem tampak mengerut dan terasa lebih
dingin). Prinsip ini merupakan hukum alam yang penting dan salah
satu bentuk dari hukum kekekalan energi.
Q = W +U
Dimana Q adalah kalor, W adalah usaha, dan U adalah
perubahan energi dalam. Secara sederhana, hukum I termodinamika
dapat dinyatakan sebagai berikut.
Jika suatu benda (misalnya krupuk) dipanaskan (atau digoreng) yang
berarti diberi kalor Q, benda (krupuk) akan mengembang atau
bertambah volumenya yang berarti melakukan usaha W dan benda
(krupuk) akan bertambah panas (coba aja dipegang, pasti panas
deh!) yang berarti mengalami perubahan energi dalam U.
Aplikasi : Mesin-mesin pembangkit energi dan pengguna
energi.Semuanya hanya mentransfer dengan berbagai cara.

Hukum kedua
Termodinamika hukum kedua terkait dengan entropi.Entropi adalah
tingkat keacakan energi.Hukum ini menyatakan bahwa total entropi dari
suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkatkan
waktu,mendekati nilai maksimumnya.

Hukum ketiga
Hukum termodinamika ketiga terkait dengan temperatur nol
absolut.Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem
mencapai temperatur nol absolut,semua proses akan berhenti da
entropi sistem akan mendekati nilai minimum.Hukum ini juga
menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada
temperatur nol absolut bernilai nol.
Aplikasi : kebanyakan logam bisa menjadi superkonduktor pada
suhuyang sangat rendah,karena tidak banyak acakan gerakan kinetik
dalam skala mokuler yang mengganggu aliran elektron. Penerapan
Hukum Termodinamika Pertama pada Beberapa proses
Termodinamika.

Hukum pertamatermodinamika dilakukan dalam empat proses,Yaitu:


Proses Isotermal
Suatu sistem dapat mengalami proses termodinamika dimana terjadi
perubahan-perubahan di dalam sistem tersebut. Jika proses yang terjadi
berlangsung dalam suhu konstan, proses inidinamakan proses isotermik.
Karena berlangsung dalam suhu konstan, tidak terjadi perubahan energi
dalam (U = 0) dan berdasarkan hukum I termodinamika kalor yang
diberikan sama dengan usaha yang dilakukan sistem (Q = W). Proses

isotermik dapat digam barkan dalam grafik p V di bawah ini. Usah a yang
dilakukan sistem dan kalor dapat dinyata kan sebagai
Q = W = nRT 1n

Dimana V2 dan V1 adalah volume akhir dan awal gas.

Proses Adiabatik
Dalam proses adiabatik tidak ada kalor yang masuk (diserap) ataupun
keluar (dilepaskan) oleh sistem (Q = 0). Dengan demik ian, usaha yang
dilakukan gas sama dengan perubahan energi dalamnya (W = U).
Jika suatu sistem berisi gas ya ng mula-mula mempunyai tekanan dan volu
me masing-masing p1 dan V1 mengalami proses adi abatik sehingga
tekanan dan volume gas beru bah menjadi p2 dan V2, usaha yang dilakukan
gas dapat dinyatakan sebagai
W=

(p1V1-p2-V2)

Dimana adalah konstanta yang diperoleh perbandin gan kapasitas


kalor molar gas pada tekanan dan volume konstan dan mempunyai nilai
yang lebih besar dari 1 (> 1).
Proses adiabatik dapat digambarkan dalam grafik grafik p V dengan bentuk
kurva yang mirip dengan grafik p V pada pada proses isotermik namun
dengan kelengkungan yang lebih curam.

Proses Isokhorik
Jika gas melakukan proses termodinamika dalam volume yang konstan,
gas dikatakan melakukan proses isokhorik. Karena gas berada dalam volume
konstan (V = 0), gas tidak melakukan usaha (W = 0) dan kalor yang
8

diberikan sama dengan perubahan energi dalamnya. Kalor di sini dapat


dinyatakan sebagai kalor gas pada volume konstan QV.
QV =U

Proses Isobarik
Jika gas melakukan proses termodinamika dengan menjaga tekanan
tetap k onstan, gas dikatakan melakukan proses isobarik. Karena gas berada
dalam tekanan konstan, gas melakukan usaha (W = pV). Kalor di sini dapat
di nyatakan sebagai kalor gas pada tekanan konstan Qp. Berdasarkan hukum
I termodinamika, pada proses isobarik berlaku
Qp = w +U Sebelumnya telah dituliskan bahwa perubahan energi dalam
sama dengan kalor yang diserap gas pada volume konstan
QV =U
Dari sini usaha gas dapat dinyatakan sebagai
W = Qp QV
Jadi, usaha yang dilakukan ol eh gas (W) dapat dinyatakan sebagai
selisih energi (kalor) yang diserap gas pada tekanan kons tan (Qp) dengan
energi (kalor) yang diserap gas
pada volume konstan (QV).

E. Penerapan Hukum Pertama Termodinamika pada Manusia


Kita bisa menerapkan hukum pertama termodinamika pada
manusia agar dapat bertahan hidup.Setiap mahluk hidup,baik
manusia,hewan atau tumbuhan tentu saja membutuhkan energi.Kita
9

tidak bisa belajar,jalan-jalan,jika kita tidak berdaya karena


kekurangan energi.

F. Entropi dan Hukum-hukum termodinamika kedua.


Hukum termodinamika kedua menyatakan bahwa kondisikondisi alam selalu mengarah kepada ketidak aturan atau hilangnya
informasi.Hukum ini juga dikenalsebagai Hukum Entropi.Entropi
adalah selang ketidakteraturan dalam suatu sistem.Entropi sistem
meningkat ketika suatu keadaan yang teratur,tersususn dan
terencana menjadi lebih tidak teratur,tersebar dan tidak
terencana.Semakin tidak teratur,semakin tinggi pula
entropinya.Hukum entropi menyatakan bahwa seluruh alam semesta
bergerak menuju keadaan yang semakin tidak teratur,tidak
terencana,dan tidak terorganisir.
Hukum ini disempurnakan pada tahun 1877 oleh Ludwig
Boitzmann.Dalam versinya,entropi nampak sebagai fungsi peluang
darisatu keadaan,semakin tinggi peluang suatu keadaan,semakin
tinggi pula entropinya.Dalam versi ini,semua sistem cenderung
menuju satu keadaan setimbang.Dengan demikia,ketika suatu benda
panas ditempatkan berdampingan dengan sebuah benda
dingin,energi akan mengalir dari yang panas ke yang dingin,sampai
mereka mencapai keadaan setimbang,yaitu memiliki suhu yang
sama.

10

G. Keteraturan dan Ketidakteraturan (konsep Entropi)

Konsep ini diperkenalkan oleh Rudolf Clausius pada abad ke


19,seorang fi sikawan dan matematikawan jerman,untuk
mengukurpelepasan energi menjadi anas danfriksi.Clausius
mendefi nisikan entropi yang muncul dalam proses termal sebagai
energi yang dihamburkan dan dipisahkan oleh temperatur pada saat
proses berlansung.
Seorang fi sikawan Australia Ludwig Boltzmann pada awal abad
ke-20 memberi arti baru pada konsep entropi dan menetapkan
hubungan antara entropi dan keteraturan molekular.Konsep
keteraturan yang diperkenalkan oleh Boltzmann adalah konsep
termodinamika ,dimana molekul-molekul berada dalam gerak yang
konstan. Defi nisi keteraturan di dalam termodinamika berbeda sekali
dengan pengertian-pengertian kaku mengenai keteraturan dan
kesetimbangan dalam mekanika Newtonian.

11