Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu

hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai
dengan Undang-undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat (1) dan Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Pembangunan
kesehatan harus dipandang sebagai investasi untuk peningkatan kualitas sumber
daya manuasia, disamping pendidikan dan pendapatan. Kesehatan juga
merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi serta memiliki
peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Dalam pelaksanaan
pembangunan kesehatan dibutuhkan perubahan cara pandang (mindset) dari
paradigm sakit ke paradigm sehat, sejalan dengan visi Indonesia Sehat.
Dalam upaya mencapai tujuan pembangunan kesehatan, pemerintah
mendorong pihak swasta untuk turut berperan aktif. Salah satu wujud peran aktif
pihak swasta tersebut adalah berdiri dan dioperasikannya rumah sakit Tumbuh
Kembang. Melalui sarana pelayanan kesehatan milik swasta ini secara tidak
langsung diharapkan akan menunjang program pemerintah, khususnya kota
Bekasi
1.2.

Maksud dan tujuan

1.2.1. Maksud
Maksud kegiatan penyusunan dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah
dalam rangka memenuhi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27
Tahun 2012 tentang izin lingkungan.
1.2.2. Tujuan
Penyusunan dokumen UKL dan UPL kegiatan Rumah Sakit Tumbuh Kembang
adalah untuk memberikan informasi tentang uraian rencana kegiatan yang akan
dilaksanakan, kondisi kualitas lingkungan di lokasi rencana kegiatan, prakiraan
dampak yang akan terjadi dari pelaksanaan rencana kegiatan terhadap
lingkungan serta upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang telah dan

Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan


Rumah Sakit Tumbuh Kembang Bekasi

akan dilakukan.
Kegunaan penyusunan dokumen UKL dan UPL kegiatan Rumah Sakit Tumbuh
Kembang antara lain :
a)

Bagi

Pemerintah,

dapat

dipergunakan

sebagai

masukan

pada

pengambilan keputusan yang menyangkut perijinan dan koordinasi kegiatan


pembagunan

lainnya

sehingga

dicapai

pola

pembangunan

yang

berwawasan lingkungan.
b)

Bagi Pemrakarsa, dapat dipergunakan untuk menetapkan kebijakan dan


pedoman dalam pengelolaan dan pemantaun lingkungan.

c)

Bagi Masyarakat, Studi dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam


memanfaatkan

peluang-peluang

kegiatan

usaha

yang

diciptakan

pemrakarsa. Disamping itu juga dapat dipergunakan sebagai panduan bagi


masyarakat untuk berperan dalam pencegahan dan penanggulangan
dampak negatif serta pengembangan dampak positif. Dengan demikian,
masyarakat di sekitar rencana akan dapat menyerap dampak pada batas
yang dapat diterima (acceptable level).
1.3.

Dasar Hukum

Peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun


daerah yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan laporan ini meliputi:
a.

Undang-Undang

1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang


Kesehatan
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970, Tentang
Keselamatan

dan

Kesehatan

Kerja,

sebagai

acuan

utama

dalam

melaksanakan K3 secara umum pada kegiatan konstruksi yang akan


dilakukan;
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004, Tentang
Pemerintah Daerah, sebagai dasar hukum tentang pembentukan pemerintah
daerah dan kewenangannya;
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2007 tentang
Penataan Ruang, sebagai acuan dalam menganalisa pemanfaatan ruang
terkait dengan rencana kegiatan;
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan
Rumah Sakit Tumbuh Kembang Bekasi

5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas


dan angkutan jalan, digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan
konstruksi yang berkaitan dengan mobilitas kendaraan pengangkutan
peralatan dan bahan yang dibutuhkan dalam tahapan kegiatan konstruksi;
6. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009, Tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dasar hukum dan acuan
secara umum dalam pelaksanaan penyusunan UKL-UPL rencana kegiatan;
7. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009, Tentang
Kesehatan, sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan berkaitan dengan
masalah kesehatan karyawan dan lingkungan.
8. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 18 Tahun 2008 tentang
Pengelolaan Sampah
b. Peraturan Pemerintah
1. Peraturan Pemerintah RI Nomor 43 Tahun 1993 Tentang Prasarana dan Lalu
Lintas Jalan, sebagai acuan pelaksanaan kegiatan konstruksi terkait dengan
prasarana dan lalu lintas jalan.
2.

Peraturan Pemerintah RI Nomor 27 tahun 2012 tentang Izin Lingkungan,


sebagai acuan dalam proses penyusunan UKL-UPL dan penerbitan izin

lingkungan.
3.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 101 Tahun 2014 tentang
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
4.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 81 Tahun 2012 tentang


Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah
Tangga

c. Peraturan Menteri
1. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Nomor 16 tahun 2012
tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup, digunakan
sebagai acuan dalam penyusunan UKL-UPL rencana kegiatan.
2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.01/MEN/1980
tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416/Men-Kes/Per/IX/1990 tentang
Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air

Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan


Rumah Sakit Tumbuh Kembang Bekasi

d. Keputusan Menteri
1. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1204/MMENKES/SK/X/2004 tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
2. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 286/Men-Kes/SK/XI/1990 tentang
Kegiatan di Bidang Kesehatan yang Wajib Membuat AMDAL.
3. Keputusan

Menteri

Negara

Lingkungan

Hidup

Nomor

KEP-

58/MENLH/12/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan rumah


Sakit
4. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 58 tahun 1995 tentang
Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan rumah Sakit
5. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 tahun 1995 tentang
Baku Mutu Emisi Udara dari sumber Tidak Bergerak
6. Keputusan

Menteri

Perhubungan

nomor

69

tahun

1993

tentang

penyelenggaraan Angkutan Barang dan Jalan, sebagai acuan dalam


penyelenggaran angkutan barang dan jalan pada saat konstruksi dan
operasional.
7. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Nomor 48 Tahun 1996
tentang Baku Mutu Tingkat Kebisingan, digunakan sebagai acuan untuk
mengetahui baku mutu kebisingan yang ditimbulkan dari dilaksanakannya
rencana kegiatan ini.
8. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 261/Menkes/SK/II/1998 tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja
9. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1335/MENKES/SK/X/2002 tentang
Standar Operasional Pengambilan dan Pengukuran Sampel Kualitas Udara
Ruangan Rumah Sakit
10. Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 08/Men/VII/2010 tentang APD
(Alat Pelindung Diri), digunakan sebagai acuan teknis dalam mengantisipasi
terjadinya kecelakaan kerja yang terjadi dari dilaksanakannya rencana
kegiatan ini.
11. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2003 tentang Baku
Mutu Air Limbah Domestik
e. Peraturan Daerah
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan
Rumah Sakit Tumbuh Kembang Bekasi

1.

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 12 tahun 2010 tentang


.Pengelolaan Sampah

2.

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 11 tahun 2006 tentang


Pengendalian Pencemaran Udara.

3.

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 8 Tahun 2011 tentang


Pengelolaan Air Tanah.

4.

Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 09 Tahun 2013 tentang


Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Serta Limbah Industri
Lainnya.

5.

Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 13 Tahun 2011 tentang Rencana


Tata Ruang Kota Bekasi.

6.

Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 15 Tahun 2009 tentang Retribusi


Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dan Pemberian Izin Penyelenggaraan Sarana
Pelayanan Kesehatan Swasta

f.

Keputusan Gubernur

1.

Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 38 tahun 1991 tentang


Peruntukan Air dan Baku Mutu Air pada Sumber Air di Jawa Barat.

1.4.

Identitas Perusahaan

Nama Pemrakarsa

: PT. Tumbuh Kembang Medika

Akta Pendirian

: Notaris Etty Nugrahawati No. 53 tanggal 30 April 2014

Penanggung Jawab : Ny. Endrastuti


Jabatan

: Direktur Utama

Alamat

: Bumi Pratama Raya Blok M-8, Dukuh Kramat Jati,


Jakarta Timur

Telepon

: 08156418545 (Agus Pramujono)

Kegiatan

: Rumah Sakit Tumbuh Kembang

Alamat Kegiatan

: Jalan Hankam-Kranggan, Kp. Pondok Ranggon RT


004/006 Kelurahan Jati Ranggon, Kecamatan
Jatisampurna, Kota Bekasi Jawa Barat

Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan


Rumah Sakit Tumbuh Kembang Bekasi

Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan


Rumah Sakit Tumbuh Kembang Bekasi

STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT TUMBUH KEMBANG

Keterangan :
: Penanggung jawab
UKL-UPL
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan
Rumah Sakit Tumbuh Kembang Bekasi

I-8