Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada masa ini, pemerintah ataupun lembaga sektor publik dituntut
untuk mampu mengelola pemerintahan secara efektif dan efisien sesuai
dengan prinsip-prinsip good governance. Aspek-aspek seperti sumber daya
manusia, tata laksana, dan sistem internal oganisasi sangat mempengaruhi
proses pengelolaan pemerintahan yang efektif dan efisien tersebut. Dengan
begitu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta juga organisasi publik
yang ada diharapkan mampu untuk mengembangkan kapasitasnya masingmasing

dalam

rangka

mencapai

kinerja

yang

berkualitas.

Kinerja

pemerintahan ataupun organisasi publik sangat tergantung pada proses


pengembangan kapasitas yang dilakukan. Kinerja pemerintahan ataupun
organisasi publik akan mendapatkan hasil yang berkualitas apabila proses
pengembangan kapasitas yang ada dilaksanakan dengan tepat.
Capacity Building

mengacu kepada proses

dimana individu,

kelompok, organisasi, kelembagaan, dan masyarakat mengembangkan


kemampuannya baik secara individual maupun kolektif untuk melaksanakan
fungsi mereka, menyelesaikan masalah mereka, mencapai tujuan-tujuan
mereka secara mandiri. Dengan demikian yang dimaksud pengembangan
kapasitas organisasi sektor publik di sini mengacu kepada proses
pengembangan kapasitas organisasi sektor publik dalam menjalankan fungsi,
menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan-tujuan organisasinya atau dalam
kata lain kemampuan organisasi sektor publik dalam menjalankan
pemerintahan.

Menurut

Grindle

(1997)

dalam

Nuryasin

(2014:1)

pengembangan kapasitas (Capacity Building) merupakan serangkaian strategi


yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan responsivitas
dari kinerja pemerintahan, dengan memusatkan perhatian kepada dimensi: (1)
pengembangan sumberdaya manusia; (2) penguatan organisasi; dan (3)
reformasi kelembagaan.
Seperti yang diungkapkan oleh (Grindle, 1997), bahwa setidaknya ada
3 aspek inti yang perlu dilihat dalam pengembangan kapasitas kelembagaan
yaitu

sumber

daya

manusia,

penguatan

organisasi,

dan

reformasi

kelembagaan. Melihat konteks pengembangan sumber daya manusia,


perhatian diberikan kepada pengadaan atau penyediaan personel yang
profesional dan teknis. Kegiatan yang dilakukan antara lain training,
pemberian gaji/upah, pengaturan kondisi dan lingkungan kerja dan sistem
rekruitmen yang tepat. Dalam kaitannya dengan penguatan organisasi, pusat
perhatian ditujukan kepada sistim manajemen untuk memperbaiki kinerja dari
fungsi-fungsi dan tugas-tugas yang ada dan pengaruran struktur mikro.
Aktivitas yang harus dilakukan adalah menata sistim insentif, pemanfaatan
personel yang ada, kepemimpinan, komunikasi, dan struktur manajerial.
Menurut Grindle (1997) dalam Keban (2000:7) berkenaan dengan reformasi
kelembagaan, perlu diberi perhatian terhadap perubahan sistem dan institusiinstitusi yang ada, serta pengaruh struktur makro.
Parameter yang dapat digunakan untuk melihat seberapa baiknya
kapasitas pemerintah ataupun organisasi sektor publik dapat dilihat dari
kualitas pelayanan publik, kualitas birokrasi, kompetensi aparat pemerintah,
dan indepedensi pegawai negeri sipil terhadap tekanan politik (Sekolah Tinggi
Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara Makassar). Data yang
dikeluarkan oleh World Bank menunjukkan bahwa Indeks Efektivitas
Pemerintah Indonesia berada di posisi paling rendah dibandingkan negaranegara lain di ASEAN. Skor Indeks Efektivitas Pemerintah Indonesia saat ini

hanya berada pada skor -0,29 (dari skala -2,5 sampai +2,5). Seperti yang
diungkapkan oleh Kepala Pusat Kajian Kinerja Kelembagaan LAN Dr. Anwar
Sanusi MPA, salah satu penyebab rendahnya Indeks Efektifitas Pemerintahan
Indonesia adalah besarnya struktur kelembagaan pemerintah. Selain itu,
aspek-aspek lain seperti rendahnya kualitas pelayanan publik, buruknya
kualitas birokrasi, dan hal lainnya juga menjadi penyebab rendahnya Indeks
Efektivitas Pemerintahan Indonesia saat ini.
Kondisi pemerintahan pada saat ini sangat lemah sebagai akibat dari
salah urus yang terjadi pada masa lampau dan masa ini, maka muncul
inisiatif

untuk

meningkatkan

kemampuan

pemerintahan

melalui

pengembangan kapasitas. Inisiatif ini nampaknya sangat menentukan kinerja


pemerintahan di masa mendatang dan kini mulai disadari sebagai langkah
awal yang sangat vital dalam pembenahan kemampuan pemerintah. Indikator
utama yang digunakan untuk menilai kinerja pemerintahan pada saat ini
adalah good governance dan capacity building. Good governance
sebagaimana telah diuraikan memuat nilai-nilai yang dijanjikan kepada
masyarakat, sedangkan capacity building memuat nilai-nilai tentang
kelayakan dari strategi yang ditempuh pemerintah dalam memenuhi janji
tersebut (Keban, 2000). Oleh karena itu, capacity building menjadi salah satu
hal penting saat ini bagi pemerintah maupun organisasi sektor publik yang ada
di Indonesia sebagai kerangka pembenahan kemampuan pemerintahan
ataupun organisasi.
Berbicara mengenai capacity building, di Indonesia sendiri ada
beberapa instansi ataupun lembaga pemerintah yang berfungsi untuk
mengembangkan kapasitas kelembagaan pemerintah ataupun organisasi sector
publik. Salah satunya adalah Lembaga Administrasi Negara, Lembaga ini
berfungsi memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kapasitas
aparatur negara dan sistem administrasi negara guna mewujudkan tata
pemerintahan yang baik. Lembaga Administrasi Negara sebagai lembaga

khusus yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas kelembagaan sektor


publik mempunyai peran penting disini. Selain harus mengembangkan dari
sisi kualitas sumber daya manusia organisasi sektor publik, lembaga ini juga
harus memperhatikan dua aspek lainnya yaitu penguatan organisasi dan
reformasi kelembagaan. Oleh karena itu, Lembaga Administrasi Negara
dituntut untuk mampu mewujudkan tata pemerintahan baik dan berkualitas
dengan

mengembangkan

kapasitas

kelembagaan

pemerintah

ataupun

organisasi sektor publik yang ada.


Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang
Kedudukan, Tugas, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) sebagaimana telah beberapa
kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2013,
disebutkan bahwa

Lembaga Administrasi

Negara mempunyai tugas

melaksanakan tugas pemerintahan di bidang administrasi negara sesuai


dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Lembaga
Administrasi Negara bertugas untuk melaksanakan pengkajian, penelitian dan
pengembangan di bidang administrasi negara serta pendidikan dan pelatihan
untuk pegawai negeri sipil. Lembaga Administrasi Negara dituntut untuk
menjadi pionir (role model) bagi reformasi administrasi dan membuktikan diri
sebagai organisasi pemerintah yang berkinerja tinggi. Lembaga Administrasi
Negara juga berhubungan langsung dengan Kementerian Pemberdayaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam pelaksanaan tugasnya. Dapat
dikatakan bahwa Lembaga Administrasi Negara merupakan lembaga yang
mempunyai fungsi dalam pengembangan di bidang administrasi negara dan
dalam pelaksanaan fungsinya didukung juga oleh lembaga pemerintahan
lainnya.
Melihat kondisi faktual saat ini, peran Lembaga Administrasi Negara
dapat dikatakan penting dalam rangka peningkatan kapasitas kelembagaan
sektor publik yang ada di Indonesia. Adanya Lembaga Administrasi Negara

diharapkan mampu membantu pemerintah ataupun lembaga sektor publik


yang ada dalam rangka meningkatkan kapasitasnya masing-masing melalui
berbagai kajian ataupun pelatihan-pelatihan. Melihat hal tersebut dan juga
didukung oleh teori capacity building yang dipelajari selama masa
perkuliahan menjadi sesuatu yang menarik apabila dibahas lebih lanjut. Teori
Capacity Building setidaknya mengungkapkan bahwa ada 3 aspek yang harus
diperhatikan dalam meningkatkan kapasitas pemerintahan ataupun organisasi
sektor publik yaitu pengembangan sumber daya manusia, penguatan
organisasi, dan reformasi kelembagaan. Oleh karena itu, menjadi hal menarik
apabila membandingkan fungsi dari Lembaga Administrasi Negara dengan
teori capacity building yang selama ini dipelajari.
Dewasa ini sering dijumpai seorang lulusan baru dari perguruan tinggi
yang mengalami kesulitan dalam menghadapi kenyataan di lapangan. Hal ini
ini disebabkan karena kurang tersedianya lulusan yang siap dalam
menghadapi fenomena atau permasalahan sosial di dunia kerja yang ternyata
jauh berbeda dengan apa yang di dapat di bangku perkuliahan. Berdasarkan
hal tersebut, Fakultas Ilmu Administrasi Jurusan Ilmu Administrasi Publik
Universitas Brawijaya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk
melakukan kegiatan praktek kerja (magang) dalam rangka memberikan
pengalaman dan juga pengenalan terhadap kondisi dunia kerja yang
sebenarnya. Dengan berbekal materi ataupun teori-teori yang didapat dalam
perkuliahan diharapkan mahasiswa mampu melihat dan menbandingkannya
dengan keadaan yang nyata di lapangan. Oleh karena itu, dengan kesempatan
yang diberikan maka kami memutuskan untuk melaksanakan kegiatan praktek
kerja (magang) di Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia dengan
tujuan bisa mengaplikasikan ataupun membandingkan teori administrasi
publik yang kami pelajari selama masa perkuliahan.
Sesuai dengan judul yang akan kami angkat yaitu Peran Lembaga
Administrasi Negara Dalam Upaya Pengembangan Kapasitas (Capacity

Building) Sektor Publik di Indonesia maka kami ingin melihat fungsi


Lembaga Administrasi Negara (LAN) baik dalam perumusan kebijakan,
dalam mengevaluasi kebijakan yang berkaitan dengan administrasi negara,
dan dalam memfasilitasi berupa bimbingan teknis dan melakukan pengkajian
di bidang reformasi administrasi.
B. Tujuan Magang
1. Tujuan Umum
Diadakannya program magang diharapkan dapat melatih mahasiswa
untuk bekerja mandiri dan belajar dari realita yang ada dalam masyarakat
serta dapat menambah wawasan mahasiswa. Kegiatan Magang pada
dasarnya adalah untuk membandingkan antara teori yang diterima di
perkuliahan dan kenyataan yang terjadi di lapangan. Setelah selesai
mengikuti kegiatan praktek kerja (magang) di Lembaga Administrasi
Negara ini peserta magang diharapkan mampu bertambah wawasannya
serta juga keterampilannya dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuannya
khususnya Ilmu Administrasi Publik serta diharapkan memperoleh
gambaran mengenai tugas, peran, dan fungsi lulusan studi administrasi
publik di unit kerja pemerintahan ataupun swasta. Dengan begitu, peserta
magang sudah mempunyai pemikiran dan gambaran terkait ilmu
administrasi publik yang selama ini dipelajari di masa perkuliahan sebelum
memasuki dunia kerja nyata sesungguhnya.
2. Tujuan Khusus
a. Sebagai wadah untuk mengaplikasikan teori dan keterampilan
praktis yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan ke dalam
praktek di dunia kerja yang sesungguhnya.

b. Untuk menambah wawasan praktis yang terdapat pada instansi


pemerintah sehingga mahasiswa mendapatkan gambaran realitas
kerja yang sesungguhnya.
c. Untuk dijadikan sebagai bekal dalam mempersiapkan diri terjun ke
dalam masyarakat dan dunia kerja yang sesungguhnya.
d. Sebagai sarana melatih mahasiswa untuk menjadi tenaga kerja yang
profesional dan terampil.
C. Manfaat Magang
1. Manfaat Umum
Manfaat umum yang diperoleh dari pelaksanaan magang adalah
tentunya memperoleh tambahan wawasan, keterampilan, dan pengetahuan
tentang dunia kerja yang sesungguhnya serta bisa membandingkan dan
menganalisis langsung materi pembelajaran yang dipelajari selama
perkuliahan dengan realitas yang ada.

2. Manfaat Khusus
Manfaat khusus yang bisa didapat dari pelaksanaan magang yang
dilakukan adalah menambah wawasan dan pengetahuan mengenai konsep
capacity building dalam upaya peningkatan kapasitas pemerintahan dan
lembaga sektor publik.

3. Manfaat Bagi Mahasiswa


a. Dapat mengaplikasikan pengetahuan teoritis yang diperoleh di bangku
perkuliahan serta mampu memberikan analisis ataupun perbandingan
antara ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan
kondisi nyata di dunia kerja.

b. Sebagai

sarana

untuk

memperoleh

pengalaman

kerja

guna

meningkatkan kemampuan diri baik dari sisi keilmuan maupun dalam


bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
c. Dapat menambah dan memperdalam keterampilan serta kreatifitas
sebelum memasuki dunia kerja.

4. Manfaat Bagi Universitas


a. Sebagai

tolok

ukur

melihat

kemampuan

mahasiswa

dalam

mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dipelajarinya di bangku


perkuliahan.
b. Sebagai sarana pengenalan instansi pendidikan jurusan Administrasi
Publik kepada instansi pemerintah yang membutuhkan lulusan atau
tenaga kerja yang dihasilkan oleh Fakultas Ilmu Administrasi
Universitas Brawijaya Malang.

5. Manfaat Bagi Instansi Pemerintah yang Bersangkutan


a. Sebagai sarana untuk menjembatani instansi pemerintah dalam hal ini
Lembaga Administrasi Negara dengan lembaga pendidikan yang dalam
hal ini adalah Universitas Brawijaya khususnya Fakultas Ilmu
Administrasi Program Studi Ilmu Administrasi Publik.
b. Dapat mengetahui kualitas pendidikan yang ada di lingkungan
Universitas Brawijaya khususnya Fakultas Ilmu Administrasi.
c. Dapat melaksanakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial kepada
masyarakat khususnya kepada mahasiswa yang merupakan generasi
muda penerus bangsa.
d. Melalui laporan magang yang dibuat dapat menjadi masukkan ataupun
pertimbangan bagi instansi yang bersangkutan dalam mengevaluasi
kinerja lembaga baik itu dari sisi sumber daya manusia, tata laksana,
maupun arah kebijakan yang dilakukan.