Anda di halaman 1dari 113

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

METODE PELAKSANAAN

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

I.

PENDAHULUAN

Tahap pelaksanaan Pekerjaan PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


ini merupakan tahapan untuk mewujudkan setiap rencana yang dibuat oleh
pihak perencana. Pelaksanaan pekerjaan merupakan tahap yang sangat penting
dan membutuhkan pengaturan serta pengawasan pekerjaan yang baik sehingga
diperoleh hasil yang baik, tepat pada waktunya, dan sesuai dengan apa yang
sudah direncanakan sebelumnya.
Tahap

pelaksanaan

pekerjaan

merupakan

tahap

yang

menentukan

berhasil

tidaknya suatu proyek, oleh karena itu perlu dipersiapkan segala sesuatu
yang berhubungan dengan teknis pekerjaan, rencana kerja, serta tenaga
pelaksana khususnya tenaga ahli yang profesional yang dapat mengatur
pekerjaan dengan baik serta dapat mengambil keputusan-keputusan mengenai
masalah-masalah yang ditemui di lapangan.
Dalam pelaksanaan fisik suatu proyek bisa saja timbul masalah-masalah yang
tidak terduga dan tidak dapat diatasi oleh satu pihak saja. Untuk itulah
diperlukan adanya rapat koordinasi untuk memecahkan dan menyelesaikan
masalah bersama-sama. Dalam rapat koordinasi dihadiri oleh :

Konsultan proyek

Koordinator dan para pelaksana

Pihak pemilik (owner) jika diperlukan

Pihak perencana / arsitek jika diperlukan


Hal-hal yang dibahas dan diselesaikan dalam rapat koordinasi meliputi :

Kemajuan ( progress)

Masalah-masalah dan solusinya menyangkut pelaksanaan di lapangan

Realisasi pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai dibandingkan dengan

pekerjaan di lapangan

time schedule yang telah direncanakan

Masalah administrasi yang menyangkut kelengkapan dokumen kontrak

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Sasaran yang akan dicapai untuk jangka waktu ke depan

Dalam tahap pelaksanaan, semua pelaksanaan pekerjaan di lapangan mengikuti


rencana yang telah dibuat oleh pihak perencana. Antara lain gambar rencana
dan

segala

detailnya,

jenis

material,

dan

dokumen

lainnya.

Tahap

selanjutnya kontraktor mengerjakan shop drawing sebagai gambar pelaksanaan


dengan ruang lingkup serta detail yang lebih sempit kemudian untuk tahap
akhir kontraktor membuat as built drawing sebagai gambar akhir sesuai
dengan yang ada di lapangan yang digunakan sebagai laporan akhir .

II.

RUANG LINGKUP PEKERJAAN

Metode palaksanaan untuk kegiatan Pekerjaan PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU


(REG16-14) ini disesuai dengan kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya
dilapangan antara Lain :
1.

Pekerjaan Persiapan

3.

Pekerjaan Struktur

4.

Pekerjaan Arsitektur

5.

Pekerjaan Arsitektur Non Standart

5.

Pekerjaan Mekanikal Dan Elektrikal

6.

Pekerjaan Mekanikal Dan Elektrikal Non Standart

III. PEKERJAAN KONSTRUKSI


Dalam hal ini, pelaksanaan pekerjaan yang akan uraikan adalah tentang
pekerjaan yang dilaksanakan di Pekerjaan PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG1614), pelaksanaan pekerjaan antara lain :
Site Planing
Mobilisasi Alat dan Bahan
Uitzt dan Pasangan Profil
Pengukuran

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Barak Kerja dan Gudang Bahan


Persiapan Qualty
Listrik
Air
Dokumentasi
Survey dan Gambar

Uraian

tahap-tahap

pekerjaan

dari

item-item

pekerjaan

di

atas

dijelaskan berikut ini:


a) Site Planning
Pengaturan lapangan proyek diperlukan untuk mengakomodasikan:
Work Shop
Gudang Material

b) Mobilisasi Alat dan Bahan


Pada saat mempersiapkan

sebelum dimulai pelaksanaan

dilakukan mobilisasi sumber daya manusia dan


penunjang pelaksanaan pekerjaan.
sarana transportasi

pekerjaan akan

peralatan sebagai

Sumber daya manusia menggunakan

umum sedangkan peralatan proyek seperti alat

berat akan menggunakan trailer.

c) Uitzet dan Pasangan Profil


Sebelum lanjutan

pekerjaan tahap

berikutnya, terlebih

dahulu

menentukan dan membuat patok sebagai acuan titik koordinat dan


elevasi pekerjaan.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Peralatan yang diperlukan:


Alat ukur (Theodolite dan Water Pass)
Meteran
Palu
Cangkul
Bahan yang dipergunakan:
Kayu/patok
Cat
Paku
Benang
Pelaksanaan:
Melakukan pengukuran dengan mengambil referensi dari titik Bench
Mark (BM) yang telah ditentukan harganya yang terbuat dari Beton
permanent.
Untuk

mempermudah

pelaksanaan

dibuat

Patok

simpanan

sedekat

mungkin dengan pekerjaan dan aman dari gangguan (diambil dari


Patok BM yang sudah ada)
Menentukan titik elevasi dan posisi yang akan dikerjakan.
Tandai patok acuan atau patok pedoman dengan cat berwarna merah
untuk mempermudah dilihat oleh yang mengerjakan.
Mencatat dan memindahkan Elevasi dari
Patok BM

Patok BM sudah dipindahkan ke


Patok simpanan dekat dengan
lokasi pekerjaan dan aman dari
gangguan

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

d) Pengukuran
Sebelum

pelaksanaan,

dilaksanakan

pekerjaan setting out,

diperlukan Joint Survey bersama-sama

dimana

antara Kontraktor, Engineer/

Konsultan dan sebagai pemilik proyek. Hasil survey akan dipakai untuk
keperluan

shop

drawing

dan

perhitungan

kuantitas

aktual

volume

pekerjaan.

e) Barak Kerja dan Gudang Bahan


Kantor Kontraktor, Work Shop, Barak Pekerja lengkap dengan furniture
dan isi bangunan yang dipersyaratkan
dipersiapkan

bersamaan

dalam dokumen lelang akan

dengan pekerjaan setting out. Bangunan-

bangunan tersebut akan ditempatkan disekitar proyek. Dalam pembuatan


kantor

tersebut,

fasilitas

disekitarnya

akan

selalu

dijaga

dan

dirawat.

f) Persiapan Quality
Pembuatan Site Mix yang diperlukan dan yang akan dipakai pada
pelaksanaan pekerjaan di
lain-lain, tetapi
laboratorium

proyek ini,

Kontraktor tidak

seperti site mix

beton dan

akan mengadakan peralatan

sendiri. Uji material akan dilakukan di laboratorium

perseorangan atau umum yang berkualitas dan disetujui oleh Direksi.

g) Listrik
Pengadaan listrik proyek untuk pelaksanaan pekerjaan diadakan dari
penggunaan listrik dengan genset yang ditempatkan pada lokasi yang
bebas dari penyebab gangguan kebisingan atau listrik yang sudah
tersambung dari PLN.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

h) Air
Pengadaan

air

kerja

akan

diadakan

dari

pompa

sumur

dalam

dan

didistribusikan melalui pompa air dan penampungan air.

i) Komunikasi
Untuk komunikasi dengan pihak direksi dan konsultan, kontraktor akan
menggunakan

telekomunikasi

lainnya. Juga digunakan

dari

untuk

Telkom

maupun

cellular

operator

para pelaksana di lapangan.

j) Dokumentasi
Sepanjang

periode kontrak, Kontraktor akan menyediakan dokumentasi

berupa foto berwarna yang menunjukkan kemajuan dari pekerjaan yang


dilaksanakan. Untuk setiap laporan progres bulanan, Kontraktor akan
menyerahkan

kepada Direksi berupa 2 (dua) cetakan foto berwarna,

ukuran kartu pos (9 cm x 12 cm).

Pada akhir penyelesaian pekerjaan,

Kontraktor akan menyerahkan kepada Direksi.

k) Survey dan Gambar


Joint Survey akan dilakukan bersama dengan Konsultan dan Direksi
untuk menetapkan suatu sistim titik tetap (Bench Mark) dan titiktitik kontrol
teliti.

yang akan ditandai dengan jelas dan dicatat dengan

Instrumen pengukuran yang akan digunakan

survey ini adalah:

1 unit water pass

1 unit theodolith

1 unit total station

2 unit bak ukur

dalam kegiatan

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Gambar Purna Bangun (As Built Drawing) setelah mendapat persetujuan


dari

Direksi,

selanjutnya

akan

dimintakan

tanda

tangan

Direksi dan Kontraktor. Setelah PHO, 1 (satu) set seluruh

bersama
As Built

Drawing asli, 1 (satu) set blue print, serta arsip elektronik akan
diserahkan kepada Direksi.

IV.

PERALATAN

Suatu proyek agar lancar dan memenuhi targer mutu dan waktu harus didukung
oleh peralatan yang memadai. Supaya dalam penyediaan alat bisa berfungsi
secara optimal perlu adanya manajem peralatan yang tertib. Dalam manajemen
ini

diperhatikan

penyewaan,

masalah

pembelian

pengolahan

dan

masalah

peralatan
perawatan

proyek
alat.

terdiri

Hal

ini

dari
untuk

mengefektifkan keberadaan alat dilapangan.


Peralatan pada proyek diantaranya termasuk kepemilikan oleh kontraktor
tersendiri, tapi untuk alat alat berat kebanyakan dengan sewa karena
biaya akan lebih murah. Perelatan pada peralatan pada proyek akan diuraikan
dibawah ini.

a. Theodolith

Theodolith merupakan alat bantu dalam proyek untuk menentukan as


bangunan dan titik-titik as kolom pada tiap-tiap lantai agar bangunan
yang dibuat tidak miring. Alat ini dipergunakan juga untuk menentukan
elevasi tanah

dan elevasi tanah galian timbunan. Cara operasionalnya

adalah dengan mengatur nuvo dan unting-unting di bawah theodolith.


Kemudian menetapkan salah satu titik sebagai acuan. Setelah itu,
menembak

titik-titik

ditetapkan tadi.

yang

lain

dengan

patokan

titik

awal

yang

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

b. Waterpass

Waterpass adalah alat yang digunakan untuk menetukan elevasi / peil


lantai, balok, lain lain yang membutuhkan elvasi. Alat ini sanagt
berguna untuk mengecek ketebalan lantai saat pengecoran, sehingga
lantai yang dihasilkan dapat datar. Selain itu, waterpass juga dapat
digunakan untuk pengecekan bekisting pada kolom.

c. Vibrator
Pada pengecoran beton dibutuhkan kepadatan yang utuh sehingga tidak
terdapat rongga dalam adukan beton, karena rongga tersebut dapat
mengurangi

mutu

dan

kekuatan

beton.

Dalam

pelaksanaan

pengecoran

dibutuhkan vibrator yang fungsinya untuk memadatkan adukan beton pada


saat setelah pengecoran.
Vibrator

merupakan

menggetarkan
rongga-rongga

adukan
udara,

alat

penggetar

beton

yang

sehingga

mekanik

belum
beton

yang

mengeras
menjadi

digunakan

agar
lebih

untuk

menghilangkan
padat.

Cara

operasionalnya dengan cara memasukkan selang penggetar ke dalam adukan


beton yang telah dituang ke dalam bekisting.
Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan alat ini adalah :
Ujung belalai vibrator dimasukkan dalam adukan beton dengna posisi
vertikal
Ujung vibrator diusahakan untuk tidak mengenai tulangan baja.
Penggetaran dilakukan sekitas 10-15 detik untuk datu posisi titik.
Penggetaran

dilakukan

selapis

demi

selapis

untuk

mendapatkan

pemadatan yang diinginkan.


Ujung vibrator dicabut perlahan-lahan secara perlahan-lahan dari
adukan sehingga bekasnya dapat meutup kembali.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

d. Concrete Mixer
Concrete Mixer atau yang sering disebut molen berguna untuk mencampur
dan mengaduk material beton agar lebih homogen. Adanya sirip sirip
pada bagian dalam drum, memungkinkan teraduknya material dari adukan
beton secara merata pada waktu berputar. Alat ini digunakan khusus
untuk volume pekerjaan yang relatif kecil dan non struktural seperti
pembuatan lantai kerja, pemasangan bata, plesteran dan lain lain.
Drum pengaduk mempunyai dua macam kecepatan gerak, yaiti gerak untuk
mengatur posisi drum dan gerak untuk mencampur adukan.
a. Pompa Air
b. Alat Pemotong Besi
c. Alat Pemotong Keramik
d. Schafolding

e.

Sondir

Sondir adalah alat berbentuk silindris dengan ujungnya berupa konus.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Sondir test merupakan salah satu pengujian penetrasi yang bertujuan untuk
mengetahui daya dukung tanah pada setiap lapisan serta mengetahui kedalaman
lapisan pendukung yaitu lapisan tanah keras. Hal ini dimaksudkan agar dalam
mendesain pondasi yang akan digunakan sebagai penyokong kolom bangunan
diatasnya memiliki factor keamanan (safety factor) yang tinggi sehingga
bangunan diatasnya tetap kuat dan tidak mengalami penurunan atau settlement
yang dapat membahayakan dari sisi keselamatan akan bangunan dan penghuni
didalamnya. Uji Sondir dapat digunakan untuk mengetahui profil tanah,
kepadatan

relatif

(untuk

pasir),

kuat

geser

tanah,

kekakuan

tanah,

permeabilitas tanah atau koefisien konsolidasi, kuat geser selimut tiang,


dan kapasitas daya dukung tanah.

V.

MATERIAL

Didalam pelaksanaan suatu proyek, diperlukan adanya pengelolaan bahan dan


peralatan yang baik untuk menunjang kelancaran pekerjaan. Penyimpangan
terhadap bahan-bahan bangunan perlu mendapat perhatian khusus mengingat
adanya bahan-bahan bangunan yang sangat peka terhadap kondisi lingkungan,
seperti semen dan juga baja tulangan yang peka terhadap pengaruh air dan
udara sekitar. Pengaturan dan penyimpangan bahan-bahan dan peralatan dalam
proyek menjadi tanggung jawab bagian logistik dan gudang.
Mengingat rencana pekerjaan Proyek Pembangunan yang dibatasi oleh waktu,
diusahakan penempatan material yang tepat dan seefisien mungkin sehingga
dapat mempercepat dan mempermudah pekerjaan. Di samping itu, penempatan
material yang baik dan tertata rapi akan mendukung efektifitas kerja dan
keselamatan kerja.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

1. Pasir (Agregat Halus)


Pasir

digunakan

untuk

pekerjaan

non

struktural

seperti

pekerjaan

pembuatan lantai kerja, plesteran, dan digunakan untuk campuran adukan


beton yang dikerjakan di lapangan. Agregat halus yang digunakan sebagai
bahan pengisi pada proyek ini harus memenuhi beberapa syarat berikut :
a. Butiran butiran pasir kasar, tajam dan keras, harus bersifat kekal
( tidak hancur karena pengaruh cuaca ).
b. Pasir terdiri dari butir butir yang beraneka ragam.
c. Pasir tidak boleh mengandung zat organik terlalu banyak.
d. Pasir laut tidak boleh digunakan di dalam semua mutu beton, kecuali
dengan menggunakan petunjuk petunjuk dari lembaga pemeriksaan bahan
bahan yang diakui.
e. Mendapat persetujuan dari pengawas lapangan.

2. Agregat Kasar
Agregat kasar berupa butir butir yang beraneka ragam besarnya dan
apabila diayak harus memenuhi kriteria sisa di atas ayakan 31,5 mm
harus 0 % berat, sisa di atas ayakan 4 mm harus berkisar antara 90 %
sampai 98 % berat dan selisih antara sisa sisa kumulatif di atas dua
ayakan yang berurutan adalah maksimum 60 % dan minimum 10 % berat.
Adapun syarat syarat dari agregat kasar adalah sebagai berikut :
Agregat

kasar

untuk

beton

dapat

berupa

kerikil

sebagai

hasil

desintegrasi alami dari batuan batuan atau berupa batu pecah yang
diperoleh dari pemecahan batu.

Agregat kasar harus terdiri dari butir butir yang keras dan tidak
berpori.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1 %.

Agregat kasar tidak boleh mengandung mengandung zat zat yang dapat
merusak beton.

3. Semen
Semen digunakan sebagai bahan pengikat dalam pekerjaan konstruksi,
antara lain digunakan untuk pasangan batu bata dan plesteran. Dalam
proyek ini digunakan

Semen Gresik yang telah disetujui oleh pengawas.

Hal hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan persediaan semen :


a. Sebelum diangkut ke lapangan untuk digunakan,

semen harus dijaga

agar tidak lembab.


b. Dalam

pengangkutan

semen

harus

terlindung

dari

hujan

dan

zak

(kantong) asli dari pabriknya dalam keadaan tertutup rapat.


c. Tinggi tumpukan maksimum tidak lebih dari 2 m atau maksimal 10 zak.
Hal ini untuk menghindari rusaknya semen yang berada pada tumpukan
yang paling bawah akibat beban yang berat dalam waktu yang cukup lama
sebelum digunakan sebagai bahan bangunan.
d. Karena penimbunan semen dalam waktu yang lama juga akan mempengaruhi
mutu semen, maka diperlukan adanya pengaturan penggunaan semen secara
teliti. Sehingga dalam hal ini semen lama harus dipergunakan terlebih
dahulu.

4. Air
Air untuk pembuatan dan perawatan beton tidak boleh mengandung minyak,
asam, alkali, garam garam, bahan bahan organis atau bahan bahan
lain yang merusak beton dan baja tulangan. Dalam hal ini sebaiknya

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

dipakai air bersih yang dapat diminum. Bilamana mungkin menggunakan air
PDAM

5. Bata Ringan
Bata ringan atau disebut hebel atau celcon. Material bata ringan ini
pembuatannya sudah sangat modern dimana material ini dibuat dengan
menggunakan mesin pabrik. Bata ini cukup ringan, halus dan memilki
tingkat kerataan yang baik. Bata ringan ini diciptakan agar dapat
memperingan beban struktur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat
pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat
proses pemasangan dinding berlangsung.
a. Bata hebel dibuat dengan mesin di pabrik. Bata ini cukup ringan,
halus, dan memiliki tingkat kerataan yang baik.
b. Bisa langsung diberi aci tanpa harus diplester terlebih dulu, dengan
menggunakan semen khusus. *Bahan dasar acian/semen tersebut adalah
pasir silika, semen, filler, dan zat aditif. Untuk menggunakannya,
semen ini hanya dicampur dengan air. Tetapi bisa juga menggunakan
bahan seperti pemasangan batako.
c. Umumnya memiliki ukuran 60 cm x 20 cm dengan ketebalan 810 cm.
d. Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan:
a. Bata hebel/celcon = 8 buah
b. Semen instan = 11,43 kg
c. Air = 0,150,16 liter

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

VI. KENDALI MUTU


Pengendalian mutu dalam suatu proyek merupakan hal yang penting, sebab akan
menentukan kualitas dari hasil pelaksanaan apakah telah sesuai dengan
spesifikasi yang telah ditentukan. Tinjauan pengendalian dalam proyek yang
harus

diperhatikan

pengendalian

adalah:

tenaga

kerja,

pengendalian
pengendalian

mutu
waktu,

bahan

dan

teknis,

peralatan,

biaya

serta

pengendalian kesehatan keselamatan kerja (K3).

1. Pengendalian Mutu Bahan


Kualitas bahan dalam pekerjaan sangat menentukan untuk bisa mencapai
ketentuan

dalam

spesifikasi

yang

telah

direncanakan,

sehingga

pengendalian mutu bahan sangatlah penting akan keberhasilan pembangunan


dalam suatu proyek.
Standard yang ditetapkan menggunakan dari American Concrete Institute
(ACI), American Standard for Testing and Material (ASTM), Standard
Nasional Indonesia (SNI).
a.

Agregat

Untuk agregat yang akan digunakan untuk bahan beton dari pihak plant
akan dilakukan uji lab apakah memenuhi syarat atau tidak dan dari pihak
pelaksana akan meminta hasil tes tersebut. Jika dilakukan secara kasat
mata, untuk mengetahui pasir tersebut bagus dengan cara menggenggam
jika menggumpal berarti pasir tersebut tidak bagus.

b.

Semen Portland

Pada semen porland butiran-butiran tidak boleh mengumpal keras, untuk


penyimpanannya tidak boleh dalam keadaan lembab untuk lebih menjaga
semen tetap baik maka diberi bantalan kayu sebagai tempat dibawahnya.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

c.

Beton Bertulang

Merupakan material yang sangat penting dalam beton bertulang, sehingga


perlu dijaga mutu dan kualitasnya. Untuk mengetahui mutu besi baik
maka harus memenuhi syarat-syarat sebagi berikut :
a. Bebas dari kotoran-kotoran, lapisan minyak, karat, dan tidak retak
atau mengelupas.
b. Mempunyai penampang yang sama rata.
c. Ukuran disesuaikan dengan shop drawing.
Untuk tempat penyimpan sebaiknya diberi bantalan kayu dan

tempat yang

kering unruk menghindari karat.

d. Beton
Untuk pengujian mutu beton dilakukan dengan cara slump tes untuk
pengujian dilapangan dan uji kuat tekan jika hasil slump sesuai
spesifikasi.

1)

Uji Slump

Pengujian
berhubungan

ini

bertujuan

dengan

mutu

untuk
beton.

mengetahui
Dalam

kadar

Pakubuwono

air

beton

untuk

yang

pondasi.

Pengujian dengan menggunakan kerucut Abrams, sebagai berikut :

Menyiapkan kerucut abrans dengan diameter atas 10 cm, bawah 20 cm


dan tinggi 30 cm yang diletakkan pada bidang datar namun tidak
menyerap air.

Adukan beton yang akan diuji dimasukkan dalam tiga lapis sambil
ditusuk 25 kali dengan tongkat baja agar adukan menjadi padat.

Setelah kerucut dibuka, kemudian diukur pada 3 tempat kemudian


diambil rata-rata

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Setelah kerucut dibuka, kemudian diukur pada 3 tempat kemudian


diambil rata-rata

Adukan beton yang tidak sesuai dengan nilai slump

rencana akan

direject.

2)

Uji Kuat Tekan (Crushing Test)

Tes uji kuat tekan ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton
karakteristik (kuat tekan maksimum yang dapat diterima oleh beton
sampai beton mengalami kehancuran). Cara pengujiannya :
Menyiapkan silinder berdiameter 15cm dengan tinggi 30 cm, yang
telah diolesi pelumas pada bagian dalam.
Kemudian adukan beton dimasukkan ke silinder dalam tiga lapis
sambil ditusuk-tusuk hingga 30 kali.
Cetakan yang telah diberi kode itu kemudian didiamkan 24 jam dan
direndam dalam air (curing) selama 7 hari. Setelah itu barulah
diuji dengan crushing test.

e.

Admixture

Secara umum ada dua jenis bahan tambah yaitu bahan tambah yang
berupa mineral (additive) dan bahan tambah kimiawi (chimical
admixture).

Bahan

tambah

admixture

ditambahkan

pada

saat

pengadukan atau pada saat pengecoran. Sedangkan bahan tambah


additive ditambahkan pada saat pengadukan. Bahan tambah admixture
biasanya dimaksudkan untuk mengubah perilaku beton pada saat
pelaksanaan

atau

untuk

meningkatkan

kinerja

beton

pada

saat

pelaksanaan. Untuk bahan tambah additive lebih banyak bersifat


penyemenan sehingga digunakan dengan tujuan perbaikan kinerja
kekuatannya.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

2. Pengendalian Mutu Peralatan


Perawatan akan peralatan merupakan hal yang penting untuk kelancaran
pelaksanaan pekerjaan. Peran mekanik akan sangat berguna untuk mencegah
tertundanya pekerjaan akibat dari kerusakan peralatan. Akan tetapi jika
kerusakan sudah tidak dapat ditangani oleh para mekanik, maka peralatan
tersebut

akan dikirim ke bengkel pusat. Untuk menghindari penundaan

waktu maka pelaksana harus mempunyai cadangan yang dapat digunakan


secara cepat seperti ketika pengecoran dilaksanakan, concrete pump yang
digunakan sebanyak 4 buah dengan ditambah 1 buah concrete pump dalam
keadaan stanby.

3. Pengendalian Tenaga Kerja


Tenaga kerja dalam suatu proyek merupakan hal yang mutlak. Penempatan
tenaga kerja yang sesuai dengan jumlah dan kemampuannya dapat menunjang
tercapainya efisiensi dalam suatu pekerjaan proyek, oleh karena itu
diperlukan suatu pengendalian mutu tenaga kerja. Pemilihan mandor untuk
melaksanakan

pekerjaan

secara

borongan

haruslah

tepat.

Maka

tim

pelaksana harus hati-hati dalam pemilihan mandor, sebab akan menentukan


mutu sekaligus ketepatan waktu selesai proyek.
Setiap tenaga kerja yang dibawa oleh para mandor haruslah sudah
mempunyai pengalaman yang sesuai dengan keahliannya, seperti pembesian,
pembobokan, bekisting hingga pengecoran.

4. Pengendalian Waktu
Untuk

menghindari

adanya

keterlambatan

pelaksanaan

maka

perlunya

pengendalian waktu yang berdasarkan pada time schedule pekerjaan.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Keterlambatan pekerjaan pada suatu proyek akan berpengaruh pada cost.


Maka untuk mempermudah pelaksaan dilapangan, manager sebaiknya membuat

schedule yang lebih sederhana akan tetapi tetap mengacu pada time
schedule yang dikeluarkan oleh engineering sebab

tidak semua paham

akan pembacaan master schedule. Agar dapat berlangsung tepat waktu,


maka time schedule digunakan sebagai kontrol untuk mengatur tingkat
prestasi pekerjaan dengan lamanya pelaksanaannya. Sehingga pekerjaan
apa yang harus dikerjakan lebih dahulu dan kapan harus dimulai dapat
terjadwal

dengan

baik,

sehingga

kemungkinan

keterlambatan

dapat

diperkecil.
Manfaat dari time schedule antara lain :

Sebagai pedoman kerja bagi pelaksana terutama menyangkut batasan


waktu dan pelaksanaan tiap pekerjaan yang dilaksanakan.

Sebagai koordinasi bagi pimpinan proyek terhadap semua pelaksanaan


pekerjaan.

Sebagai tolak ukur kemajuan pekerjaan di setiap harinya, sehingga


progress report setiap waktu dapat dilihat.

Sebagai evaluasi tahap akhir dari setiap pelaksanaan pekerjaan.

Setiap item pekerjaan pada time schedule mempunyai prosentase bobot


sendiri-sendiri sedangkan Time schedule menyatakan pembagian waktu
terperinci untuk setiap jenis pekerjaan, mulai dari permulaan sampai
akhir pekerjaan sehingga kumulatif prosentase bobot pekerjaan ini akan
membentuk kurve S. Untuk kurva S terdiri dari kurva S rencana dan kurva
S realisasi. Fungsi kurva S adalah :

Menentukan waktu penyelesaian tiap bagian pekerjaan proyek.

Menentukan besarnya biaya pelaksanaan proyek.

Mengetahui

progress

pekerjaan

yang

dihasilkan

perencanaan, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi.

dilapangan

dengan

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

5. Pengendalian Teknis Pekerjaan


Pada pelaksanaana dilapangan biasanya akan mengalami problem pada item
pekerjaaan tertentu. Pengendalian Teknis Pekerjaan menunjukkan tahap
untuk pengawasan dan kontrol terhadap kualitas pekerjaan. Hal ini
memerlukan suatu menajemen kualitas agar hasil pekerjaan dapat tercapai
mutu sesuai rencana proyek. Jika permasalahan

yang dihadapi memerlukan

perhitungan teknis maka pihak engineering akan membuat metode repair


yang kemudian akan diajukan terlebih dahulu kepada konsultan perencana.

6. Progress Report
Pengendalian hasil pekerjaan di lapangan dimaksudkan untuk mengetahui
perkembangan dan permasalahan di proyek melalui laporan kemajuan dan
koordinasi proyek. Laporan kemajuan proyek dikerjakan secara berkala
untuk mengetahui sejauh mana kemajuan dari proyek itu.

a. Laporan Harian
Laporan harian dibuat setiap hari secara tertulis oleh pihak pelaksana
proyek

dalam

melakukan

tugasnya

dan

dalam

mempertanggungjawabkan

terhadap apa yang telah dilaksanakan serta untuk mengetahui hasil


kemajuan pekerjaannya apakah sesuai dengan rencana atau tidak. Laporan
ini dibuat untuk memberikan informasi bagi pengendali proyek dan
pemberi tugas melalui direksi tentang perkembangan proyek. Dengan
adanya laporan harian ini, maka segala kegiatan proyek yang dilakukan
tiap hari dapat dipantau.
Laporan harian berisikan data data antara lain :

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

1) Waktu dan jam kerja


2) Pekerjaan yang telah dilaksanakan maupun yang belum
3) Keadaan cuaca
4) Bahan bahan yang masuk ke lapangan
5) Peralatan yang tersedia di lapangan
6) Jumlah tenaga kerja di lapangan
7) Hal hal yang terjadi di lapangan.

b. Laporan Mingguan
Laporan mingguan bertujuan untuk memperolah gambaran kemajuan pekerjaan
yang

telah

dicapai

dalam

satu

berdasarkan

laporan

harian

minggu

selama

satu

yang

bersangkutan,

minggu

tersebut.

disusun
Laporan

mingguan berisikan antara lain :


1) Jenis pekerjaan yang telah diselesaikan.
2) Volume dan prosentase pekerjaan dalam satu minggu itu.
3) Catatan catatan lain yang diperlukan.

Prosentase pekerjaan yang telah dicapai sampai dengan minggu tersebut


dapat diketahui dengan memperhitungkan semua laporan mingguan yang
telah dibuat, ditambah dengan bobot prestasi pekerjaan yang telah
diselesaikan pada minggu itu. Dari prosentase pekerjaan yang telah
dicapai

pada

minggu

ini

kemudian

dibandingkan

dengan

prosentase

pekerjaan yang telah dicapai pada minggu yang bersangkutan, maka akan
diketahui prosentase keterlambatan atau kemajuan yang telah diperoleh.
Laporan

mingguan

tidak

dapat

dipisahkan

dengan

time

schedule

pelaksanaan pekerjaan yang telah disusun oleh pihak Kontraktor Utama


dengan persetujuan Project Manager.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

c. Laporan Bulanan
Laporan bulanan pada prinsipnya sama dengan laporan mingguan, yaitu
untuk memberikan gambaran tentang kemajuan proyek. Untuk tujuan itu
dibuatlah rekapitulasi laporan mingguan maupun laporan harian dengan
dilengkapi foto foto

pelaksanaan pekerjaan selama bulan yang

bersangkutan. Laporan bulanan dilaporkan kepada Pemilik Proyek (Owner).

d. Rapat Koordinasi Bulanan


Rapat

koordinasi

pembangunan,

bulanan

Owner,

diadakan

Konsultan

dengan

Perencana,

dihadiri
Konsultan

oleh

panitia

Pengawas

dan

Kontraktor Utama. Dalam rapat ini dibahas hal hal yang berhubungan
dengan

pelaksanaan serta masalah masalah

teknis yang timbul di

lokasi proyek dan perkembangan proyek yang sedang berjalan serta


koordinasi masing masing

unsur proyek yang terlibat langsung.

7. Pengendalian Biaya
Perlunya pengendalian biaya adalah untuk dapat mengetahui jumlah biaya
dengan realisasi pekerjaan. Fungsi dari pengendalian biaya agar dari
Rencana Anggaran Biaya (RAB) tidak membengkak dalam pelaksanaannya.
Jikapun adanya pembengkakan maka perlunya evaluasi biaya.
Salah

satu

penyebab

terjadinya

pembengkakan

biaya

adalah

adanya

kesalahan dalam pelaksanaan dilapangan sehingga membutuhkan perbaikan


yang tentu saja menambah biaya dari segi biaya material maupun tenaga
kerja, maka untuk menghindari adanya pembengkakan biaya yaitu dengan
cara melakukan pelaksanaan dilapangan dengan baik dan hati-hati.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Pengendalian biaya ini biasanya dilakukan dengan membuat rekapitulasi


biaya yang telah dikeluarkan. Setiap dilakukan pembelian material,
bagian logistic mencatat jumlah material yang dibeli dan besarnya biaya
yang dikeluarkan. Sedangkan pengendalian biaya tenaga kerja dilakukan
dengan memeriksa daftar presensi pekerja selam satu minggu dan besarnya
biaya yang dikeluarkan untuk membayar gaji pekerja. Besar total biaya
ini yang akan selalu dikontrol dan dievaluasi sebagai pengendalian
biaya. Selain itu, total biaya yang telah dikeluarkan ini juga dapat
digunakan untuk menyusun kurva-S realisasi dan untuk mengestimasi
prosentase pekerjaan proyek yang telah dicapai.

8. Pengendalian K3
Jaminan

keselamatan

dan

kesehatan

kerja

sangat

diperlukan

untuk

melindungi para pekerja dari segala kemungkinan terjadinya kecelakaan


kerja. Perlindungan tenaga kerja dalam suatu proyek dimaksudkan agar
tenaga kerja dapat bekerja dengan aman dalam melakukan pekerjaannya.
Target K3 sendiri adalah zero accident selama pelakasanaan di
lapangan sehingga perlunya penyusunan:

a.

Safety Plan

Identifikasi bahaya kerja, dan penanggulangannya, rencana penempatan


alat-alat pengamanan seperti pagar pengaman, jarring pada tangga dan
tepi bangunan, railing serta rambu-rambu K3 serta rencana penempatan
alat-alat kebakaran (tabung pemadam api), dan lain-lain.
b.

Security Plan

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Prosedur

keluar

masuk

bahan

proyek,

prosedur

penerimaan

tamu,

identifikasi daerah rawan di wilayah sekitar proyek, dan prosedur


komunikasi di proyek.

c.
Lokasi

House Keeping
penempatan

penimbunan

material

dan

jumlah

bekas,

toilet

pengaturan

gudang, barak pekerja dan lain-lain.

pekerja,

tempat

sementara

kantor,

jalan

sementara,

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

VII. METODE PELAKSANAAN

1. Pekerjaan Persiapan
Hal- hal yang dilakukan pada tahapan ini adalah :
a. Lapangan terlebih dahulu harus dibersihkan dari rumput, semak, akarakar pohon.
b. Sebelum pekerjaan lain dimulai, lapangan harus selalu dijaga, tetap
bersih dan rata.
c. Segala

macam

sampah-sampah

dan

barang-barang

bongkaran

harus

dikeluarkan dari tapak proyek, dan tidak dibenarkan untuk ditimbun di


luar pagar proyek meskipun untuk sementara.
d. Semua sisa-sisa bongkaran bangunan lama, seperti pondasi, jaringan
listrik/pipa- pipa dan lain-lain yang masih ada menurut penilaian
Konsultan MK jika dibiarkan ditempat akan mengganggu pekerjaan tapak,
seperti

pekerjaan

tata

hijau

(landscaping),

pembuatan

jalan,

penanaman rumput dan lain-lain harus dibongkar dan dikeluarkan dari


tapak.
e. Semua

biaya

pembongkaran

sisa-sisa

tersebut

diatas

adalah

atas

tanggungan Kontraktor dan pelaksanaannya setelah mendapat persetujuan


tertulis dari Pemberi Tugas.
f. Pembuatan Papan Nama Proyek
Papan Nama Proyek akan dibuat dan dipasang pada awal pelaksanaan
kegiatan. Papan Nama Proyek ini dibuat dari triplek t. 6 mm dengan
ukuran 100 x 120 cm, ditopang kayu kaso (5/7) kelas 2 (borneo)dengan
tinggi 250 cm dari permukaan tanah dan dicat dasar warna yang sesuai
dan huruf cetak berwarna hitam yang berisi informasi mengenai cakupan
kegiatan yang akan dilaksanakan, antara lain :

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Nama Kegiatan

Pekerjaan yang harus dilaksanakan

Biaya pekerjaan/ nilai kontrak

Sumber dana

Jangka waktu

Nama penyedia jasa

Papan nama proyek dipasang pada lokasi yang mudah dilihat oleh
masyarakat, serta tidak mengganggu lalu lintas.

g. mobilisasi, kontraktor harus memberitahukan dan meminta persetujuan


terhadap jenis / kapasitas alat berat yang akan digunakan kepada
konsultan pengawas lapangan.
h. Segala

resiko

yang

diakibatkan

oleh

pekerjaan

mobilisasi

dan

demobilisasi menjadi tanggung jawab kontraktor.


i. Pembuatan Pagar Pengaman
Pagar pengaman proyek ini dimaksudkan untuk memberikan batas pekerja
dan aktifitas di luas proyek dan juga sebagai pengaman dalam semua
hal aktifitas didalamnya.

Pagar terbuat dari seng gelombang dengan tinggi 1,83 m dan kayu
usuk 5/7 dan kayu dolken.

Dipasang mengelilingi lahan proyek

j. Administrasi, pelaporan dan dokumentasi

Administrasi

yang

dimaksud

yaitu

pengurusan

perijinan,

pelaporana, termijn, atau surat menyurat lainya yang berhubungan


dengan pelaksanaan kegiatan.

Dokumentasi dibuat sebanyak beberapa kali yaitu foto kondisi


sebelum pelaksanaan pekerjaan 0 %, foto kondisi pelaksanaan 25 %,
50 %, 75 % dan foto kondisi selesai pelaksanaan.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Penyajian dokumentasi pelaksanaan pekerjaan dibuat dalam album


foto secukupnya dengan perlalatan kamera digital.

k. Penerangan, keamanan dan keselamatan kerja


Unsur-unsur penunjang keamanan yang bersifat material diantaranya
sebagai berikut.

Baju kerja

Helm

Kaca mata

Sarung tangan

Sepatu

Unsur-unsur

penunjang

keamanan

yang

bersifat

nonmaterial

adalah

sebagai berikut.
a)

Buku petunjuk penggunaan alat

b)

Rambu-rambu dan isyarat bahaya.

c)

Himbauan-himbauan

d)

Petugas keamanan

Tujuan Keselamatan Kerja :

Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja.

Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman


dan effisien.

Menjamin proses produksi berjalan secara aman

l. Pengadaan air bersih dan air kerja

Untuk

kepentingan

pelaksanaan

pekerjaan

selama

proyek

berlangsung, akan memperhitungkan Biaya penyediaan air bersih

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

tidak mengandung lumpur guna keperluan air kerja, air minum untuk
pekerja danair kamar mandi/wc.

Air yang dimaksud adalah air bersih yang berasal dari PAM atau
sumber

air,

serta

pengadaan

pemasangan

pipa

diistrusi

air

tersebut bagi keperluan pelaksanaan pekerjaan dan untuk keperluan


Direktur Keet, kantor kami, kamar mandi/WC atau tempat-tempat
lain yang dianggap perlu.

Kami akan menyediakan sumber tenaga listrik untuk keperluan


pelaksanaan

pekerjaan,

kebutuhan

Direktur

Keet/Gudang

dan

penerangan Proyek pada malam hari sebagai keamanan selama proyek


berlangsung selama 24 jam penuh dalam sehari.
m. Pembersihan lokasi pekerjaan
Pembersihan

lahan

kotoran/sampah

dan

dilakukan
akar-akar

pada
kayu.

areal

pekerjaan

Pembongkaran

dari
bangunan

segala
lama

dilaksanakan dengan tidak menggangu/merusak bangunan lain yang telah


ada. Sebelum memulai pekerjaan pembangunan pagar, penyediaan jasa
wajib membersihkan lokasi dari puing-puing, tumbuh-tumbuhan, batubatuan serta benda lainnyayang dianggap dapat menggangu pelaksanaan
Pemabangunan. RSNI.T-12-2002 (B.8) dan pembuatan jalan sementara
RSNI.T-12-2002 (B.4)

n. Soil Test
Penyelidikan tanah dengan menggunakan Sondir atau Cone Penetration
Test dilakukan dalam beberapa tahap pekerjaan. Mulai dari survey
lokasi, penentuan titik sondir, melakukan penyondiran, menganalisa
hasil penyondiran dan membuat rekonmendasi untuk pemakainya.
Flowchart penyelidikan tanah yang biasa dilakukan dapat dilihat pada
bagan dibawah ini :

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Alur kerja penyelidikan tanah

Dari bagan di atas, pertama kali pekerjaan yang dilakukan adalah


survey lokasi sondir. Dalam survey ini melihat luas lokasi, kontur
lokasi dan hal-hal lain yang nanti dapat dijadikan bahan pertimbangan
dalam penyondiran ataupun dalam hal transportasi alat sondirnya.
Survey ini digunakan untuk menentukan titik sondirnya, sebaiknya
titik sondir didasarkan pada rencana pembangunan yang sudah dibuat.
Setelah survey selesai maka pekerjaan lapangan dapat dilakukan.
Penentuan urutan pengeboran titik-titik yang sudah ditentukan
sebaiknya didasarkan efektifitas dalam perpindahan alat sehingga
tidak memerlukan tenaga yang berlebihan. Dahulukan titik-titik yang
berdekatan. Pada saat pengeboran memakai alat sondir ini operator
mencatat kedalaman, tahanan ujung konus dan tahanan gesek konus yang
ditunjukan oleh jarum pada angka-angka manometer. Pencatatan
dilakukan setiap kedalaman 20 cm. Hal ini dilakukan sampai angka
tahanan konus mencapai angka maksimal. Biasanya untuk bangunan 2-3
lantai pada angka 170, tetapi hal ini disesuaikan dengan permintaan
perencana. Dalam satu hari biasanya dapat menyelesaikan pengeboran 45 titik sondir, tergantung kedalaman dan kesulitannya. Data-data
hasil sondir kemudian dianalisa oleh ahli sipil, dalam analisa ini
dibuat grafik tiap titik dan tabel hasil sondirnya. Dari analisa data

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

ini dapat ditentukan sebaiknya bangunan menggunakan pondasi dangkal


atau pondasi dalam.
Rekomendasi yang diberikan selain tipe pondasi (dangkal/dalam) juga
simulasi daya dukung tiang pancang dengan diameter tertentu.

Hasil uji sondir hanya salah satu faktor dalam menentukan jenis pondasi
atau konstruksi bawah bangunan. Masih banyak faktor-faktor lain yang
harus dipertimbangkan, misalnya beban-beban yang ditopang oleh bangunan
tersebut, baik beban mati maupun beban hidup.
o. Pengukuran dan pemasangan titik tetap
Pengukuran dilakukan untuk mengetahui ketinggian dan keadaan topografi
daerah pekerjaan secara memanjang (long section) dan secara melintang (
cross section) sebelum pekerjaan dimulai yang disebut MC 0%. Setelah
pengukuran

dilaksanakan

maka

akan

dihasilkan

gambar

yang

akan

dilengkapi dengan rencana letak bangunan dan sebagai acuan pekerjaan di


lapangan. Cara Pelaksanaan sebagai berikut :
Penyedia jasa harus menyiapkan peralatan ukur, termasuk pekerja,
patok-patok,

serta

peralatan

lainnya

yang

diperlukan

untuk

pengukuran. Penyedia jasa harus menggunakan alat ukur yang mempunyai


tingkat ketelitian yang tinggi untuk pengukuran.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Pekerjaan ini dimulai dengan memasang patok yang terbuat dari balok
kayu 4/6 dengan jarak yang telah ditentukan.
Patok patok yang telah dipasang tidak bolah goyang dan berpindah
tempat karena telah memiliki elevasi yang didasarkan pada BM sekitar
setelah dilakukan Pengukuran.
Setelah data pengukuran diperoleh dan diolah maka akan dihasilkan
gambar kerja (working drawing) sebagai panduan pekerejaan di lapangan
yang harus disetujui terlebih dahulu oleh direksi.
Setelah

pekerjaan

lapngan

selesai

maka

diadakan

pengecekan

dan

pengukuran ulang di lokasi pekerjaan (MC 100%) untuk membuat gambar


purna laksana (asbuilt drawing) sebagai tanda pekerjaan selesai.
Asbuilt drawing dinyatakan selesai bila direksi telah menyetujui.
Penyedia jasa harus segera menyerahkan semua data survai serta hasil
perhitungan dan gambar-gambar dari pengukuran MC 0% dan MC 100%
kepada direksi secepatnya, dengan rincian sebagai berikut :
a) Data ukur 1 (satu) asli dan 1 (satu) rekaman
b) Gambar dengan ukuran A3 sebanyak 3 (satu) asli (kalkir) dan 1 (satu)
rekaman serta ukuran A3 sebanyak 2 (dua) rekaman.

p. Direksi keet, bedeng kerja dan gudang bahan


Direksi keet, bedeng kerja dan Gudang dibuat sedemikian rupa sehingga
kemanan barang-barang terjamin. Gudang ini diberei pintu dan jendela
kaca dilengkapi dengan satu stel meja tulis buku tamu dan buku
instruksi
diperlukan.

serta

satu

lemari

untuk

menyimpan

berkas-berkas

yang

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

2. Pekerjaan Struktur
a. Pekerjaan Tanah

Pekerjaan galian pondasi dilakukan dengan teliti terlebih dahulu


dengan menetapkan layout titik as pondasi sesuai gambar rencana
yang disetujui

oleh Direksi Lapangan.

Galian pondasi yang dilaksanakan sebaiknya diperiksa terhadap


penempatan, kedalaman, lebar, dan kondisi dasar galian. Sebelum
pemasangan pondasi hasil galian harus disetujui secara tertulis
oleh Direksi Lapangan.

Sebelum

pondasi

dikerjakan

harus

diperhatikan

adanya

stek

tulangan kolom, stek tulangan sloof dan sparing pipa plumbing


yang menembus pondasi.

Pekerjaan galian tanah untuk pondasi tidak boleh dimulai sebelum


bouwplank serta tanda dasar 0.00, sumbu dinding dan tiang.

Semua unsur-unsur

pengganggu yang terdapat didalam atau dekat

galian seperti akar- akar, tunggul-tunggul,

kayu-kayu, batuan

dan sebagainya harus dikeluarkan / disingkirkan dari lokasi


pekerjaan.

Galian pondasi harus dijaga agar tidak digenagi air dengan cara
memompa atau dengan Setelah selesai dilakukan pekerjaan pemadatan
akan dilakukan pengetesan kepadatan.

Pengurungan dan pemadatan :


Menyiapkan area urugan (keadaan lapangan).
Membersihkan lokasi yang akan diurug dari kayu, semak-semak,
sampah, dll.
Menyediakan tanah urug dengan kualitas yang baik.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Lokasi yang akan diurug/ditinggikan dipersiapkan terlebih dulu


supaya terdapat hubungan yang baik antara tanah dasar dengan
tanah urugan.
Jika diperlukan/disyaratkan, tanah bahan urugan diambil di
beberapa tempat sebagai sample untuk pemeriksaan pemadatan di
laboratorium.
Urugan tanah dilakukan lapis demi lapis sesuai spesifikasi
(misalnya tiap 40 cm) dan setiap lapis diikuti dengan
pemadatan.
Untuk pemadatan menggunakan alat sesuai dengan keperluannya
(stamper, baby roller atau alat pemadatan).
Dilakukan test kepadatan tanah di lapangan sesuai spesifikasi
(bila diperlukan).
Kekuatan penahan tanah di sekeliling urugan harus selalu
diperiksa.

b. Pekerjaan Pondasi
Tiang pancang yang dipakai adalah tiang pancang CSP 600 mm panjang
12 m. dan pemancangan dilakukan dengan alat hidrolik hammer, Berikut
Tahapan pekerjaan pemancangan Tiang Pancang beton:
a.

Marking posisi titik-titik pancang

b.

Pemancangan pile dilakukan dengan hidrolik hammer. Pemukulan

c.

d.

dilakukan pada bagian atas tiang (top driving).


Untuk mencegah rusaknya kepala tiang akibat pukulan-pukulan
palu (impact), digunakan packing (cushion) dari plywood setebal
minimal 5 cm. Packing tersebut harus diperiksa dan diganti
secara periodic selama pemancangan.
Tiang dipancang sampai kedalaman yang ditentukan. Pemancangan
dilaksanakan dan dimonitor secara hati-hati, agar tidak terjadi
hal-hal yang tidak diharapkan seperti pecahnya tiang pancang
atau melesetnya posisi dari lokasi yang seharusnya. biasanya

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

tiang
pancang
dikontrol
menggunakan alat
theodolite oleh surveyor.
Pemancangan tiang dihentikan setelah ujung tiang mencapai
kedalaman yang diinginkan, setelah dilakukan control terhadap
kalendering atau final set.
ketegakan

e.

f.

Setelah pekerjaan pemancangan selesai, dilakukan pengetesan


dengan menggunakan/ cara test PDA untuk mengetahui daya dukung
tiang pancang.

Pemancangan Pile Dengan Hidrolik Hammer

Contoh Metode test PDA

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

3. Pekerjan Pilecap
Menggali tanah sesuai dengan elevasi yang telah ditentukan pada
gambar.
Urug Pasir sebagai alas pembuatan lantai kerja pile cap.
Pembuatan lantai kerja pile cap sesuai dengan gambar rencana.
Pembesan Pilecap, untuk perakitan tulangan pile cap dapat langsung
dikerjakan didalam galian pondasi atau dirakit diluar. pilecap
dirakit bersamaan dengan kolom pedestal.

Ilustrasi Pembesian Pile Cap


Memasang bekisting untuk memberi bentuk pile cap.
Kemudian dilakukan pengecoran pile cap. pada saat pengecoran pile
cap gunakan alat concrete vibrator, ini berfungsi untuk memadatkan
beton dan meratakan beton kesegala arah agar tidak terdapat rongga
udara saat pengerasan beton.

Ilustrasi Pengecoran Pile cap

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

yang terakhir yaitu mengurug tanah kembali menutupi lubang pondasi.

4. Pekerjaan

Urugan Pasir

Mengadakan koordinasi sebaik-baiknya dengan pekerjaan lain, yaitu :


Pekerjaan

pasangan pondasi, sloof, rollaag bata, slab beton.

Pekerjaan pasangan lantai ubin, rabat beton, gravel, tempat parkir,


jalan, pengerasan lain dan lain-lain pekerjaan urugan pasir seperti
ditunjukkan dalam gambar.
Cara Pemasangan dan Bahan yang dipakai.
Pasir urug yang dipakai harus berbutir, bersih dari lumpur, biji
bijian, akar-akaran, kotoran-kotoran dan bahan organik lainnya.
Contoh pasir yang akan digunakan akan ditunjukkan
Pengawas untuk mendapatkan

kepada Ahli atau

persetujuannya sebelum bahan tersebut

didatangkan ke lokasi.
Urugan pasir akan dikerjakan sebelum pasangan diatasnya dikerjakan.
Urugan

pasir

akan

dipadatkan

lapis

demi

lapis

sampai

mencapai

ketebalan sesuai gambar. Tebal setiap lapisan padat minimal 5 cm


dengan diairi secukupnya.

5. Pekerjaan pasangan Batu Belah


Bagian-bagian

penting

yang

perlu

diperhatikan

pada

pelaksanaan

pekerjaan pasangan batu adalah material dan cara memasang batu.


Material

pasangan batu terdiri dari :

Agregat halus ( pasir ) yang digunakan diambil dari sungai atau


sumber lainnya, pasir laut tidak diijinkan untuk dipakai.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Air yang digunakan untuk campuran adukan harus air yang bersih, bebas
dari lumpur, minyak, bahan organik, kotoran lain dalam jumlah yang
dapat merusak.
Semen yang digunakan memenuhi standart Indonesia NI 8.
Batu yang pakai adalah batu gunung atau batu sungai, batu keras,
permukaannya kasar serta homogen. Ukuran batu pecah yang digunakan
adalah 10x15 cm sampai dengan 20x25 cm.
Cara pemasangan batu Pecah :
Setiap

pemasangan

batu

pecah

harus

diberi

alas

adukan,

semua

sambungan diisi padat dengan adukan, tebal adukan tidak lebih dari 50
mm serta tidak boleh ada batu satu dengan lainnya tanpa adukan.
Pasangan batu tidak boleh dilaksanakan dalam keadaan hujan yang
deras, akan dapat melarutkan adukan. Pekerja tidak boleh berdiri
diatas pasangan batu atau pasangan batu kosong yang belum mantap.
Periksa dimensi dan elevasi profil dengan alat ukur (oleh juru ukur)
dan minta persetujuan Direksi bila telah selesai gambar kontrak.
Sebelum dipasang, batu harus dibersihkan dari lumpur atau tanah yang
melekat serta basahi dengan air agar ikatan dengan adukan menjadi
kuat.
Pemasangan lapis batu pertama, diawali dengan menghamparkan adukan
setebal 3 - 5 cm, kemudian menyusun batu diatas hamparan dengan jarak
2 3 cm (tidak bersinggungan) pukul atau ketok-ketok batu tersebut
agar terikat kuat dengan adukan.
Isi rongga diantara batu-batu dengan adukan sampai penuh/mampat
dengan

menggunakan sendok adukan.

Bila memerlukan suling-suling resapan sesuai design/kontrak (pada


dinding

penahan, sayap bendung dan sebagainya). Suling dari pipa

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

paralon yang dibungkus ijuk diujung pipa bagian dalam dipasang


bersamaan dengan pasangan batu.
Letak suling resapan merupakan barisan dalam arah horizontal dengan
jarak tertentu sesuai gambar kontrak. Baris pipa suling berikutnya
(diatasnya) dipasang berselang-seling arah vertikal.
Apabila hujan atau setelah selesai, pasangan diitutup plastik agar
pasangan yang masih

baru tersebut tidak rusak karena air hujan.

6. Pekerjaan Beton
Semua alat-alat dan pengangkut harus bersih dari dari segala jenis
kotoran sebelum melakukan adukan beton, supaya menghasilkan beton
berkualitas yang diinginkan.
Campuran/adukan
kerikil/batu

beton

di

bentuk

dari

semen

portland,

pasir,

pecah dan air, semuanya dicampur dalam perbandingan

yang telah ditentukan/serasi

dan diolah sebaik- baiknya sampai

dengan kekentalan yang tepat.


Perbandingan

antara bahan-bahan

pembentuk beton yang dipakai untuk

berbagai pekerjaan sesuai dengan mutu beton yang ditetapkan harus


dipakai dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan.
Perbandingan campuran dan faktor air semen yang tepat akan ditetapkan
atas dasar beton yang dihasilkan, juga mempunyai kepadatan yang
tepat, kekedapan, keawetan atau kekuatan yang kita kehendak, dengan
tidak memakai semen terlalu banyak.
Pengecoran

ke

dalam

cetak

harus

selesai

sebelum

adukan

mulai

mengental. Dalam keadaan suhu normal = 30 menit.


Pengecoran suatu unit atau bagian dari pekerjaan dilanjutkan tanpa
berhenti

dan

Direksi/Pengawas.

tidak

terputus

tanpa

adanya

persetujuan

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Pemadatan, adukan dipadatkan dengan dengan cara mengetuk perlahan dan


cara di tusuktusuk pada bekisting /cetakan.
Perawatan beton, blok beton yang baru dicor akan dilindungi dari
cahaya matahari, angin dan hujan, sampai beton itu mengeras dengan
baik, dan untuk mencegah pengeringan terlalu cepat diambil tindakantindakan dengan menyiramkan air secara berkala.
Untuk

beton

bertulang

yang

bersifat

struktur

mutu

beton

yang

digunakan K-225 dimana beton harus mempunyai kekuatan tekan dan


karakteristik sebesar 225 kg/cm2 ( minimal ).
Untuk mendapatkan mutu beton seperti yang disyaratkan ( K-225 ), maka
Pemborong harus membuat MIX DESIGN di Laboratorium Beton milik
Pemerintah / yang ditunjuk oleh Direksi, untuk mendapatkan komposisi
campuran dari bahan - bahan yang digunakan.
Untuk

beton

bertulang

yang

bersifat

praktis,

mutu

beton

yang

digunakan adalah B-1 dimana beton harus mempunyai kekuatan tekan


karakteristik

sebesar 100 kg / cm2

( minimal ) dengan campuran

beton yang disyaratkan adalah 1pc : 2ps : 3kr.


Untuk beton tidak bertulang, adukan dibuat dengan campuran :

Untuk lantai kerja, campuran yang digunakan adalah beton 1pc :


3ps : 5kr.

Untuk neut kusen dan pondasi campran yang digunakan adalah 1pc :
3ps : 5kr.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

7. Pekerjaan Pembesian

1. Untuk pekerjaan pembesian penulangan beton adalah baja tulangan yang


mempunyai mutu U24 (tulangan polos) dan U-32 (tulangan ulir),
berpenampang bulat dengan ukuran disesuaikan dengan gambar rencana.
2. Tulangan beton baja harus dipotong dari batangan-batangan

yang

lurus, tidak bengkok atau cacat lain. Tulangan beton disediakan dalam
panjang penuh yang dicantumkan dalam gambar.
3. Sambungan tidak boleh kurang dari panjang yang dicantumkan dalam
gambar yang selalu
4. Terhadap dudukan diarah ukuran konstruksi yang terkecil ditetapkan
toleransi 6 mm untuk ukuran 60 cm atau kurang dan sebesar 12 mm
untuk ukuran lebih besar dari 60 cm.
5. Terhadap kedudukan bengkokan di arah memanjang dan terhadap kedudukan
batang- batang plat dan dinding ditetapkan toleransi sebesar 50
mm, sedangkan toleransi sebesar 25 mm diberlakukan terhadap
kedudukan akhir dari batang, sengkang- sengkang, lilitan spiral dan
ikatan-ikatan lainnya.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

8. Pekerjaan Bekisting (Cetakan)


1. Bekisting/cetakan

dapat dibuat dari kayu atau plywood sesuai dengan

bentuk dan ukuran yang dikehedaki dan harus memiliki kekuatan dan
kekakuan yang tepat pada tempat dan bentuknya selama pembebanan dan
selama berlangsungnya pekerjaan beton.
2. Semua bekisting/cetakan

harus tersedia alat-alat dan usaha-usaha

yang sesuai dan cocok untuk membuka bekisting/cetakan


permukaan

tanpa merusak

dari beton yang telah selesai dikerjakan.

3. Pemasangan bekisting/cetakan harus betul-betul teliti dan aman pada


kedudukannya, hal tersebut dilakukan untuk mencegah
pengembangan
4. Bahan

atau gerakan

bahan

persyaratan

yang

ada

terjadinya

selama penuangan campuran beton.


digunakan, harus

yang tercantum di dalam PUBI

memenuhi

1970 dan PBI

ketentuan

1971. tebal

papan kayu / kayu lapis yang digunakan, minimal 0,9 cm dengan balok balok penyangga berukuran 5/7 dan atau dia 8 cm, kayu yang digunakan
adalah jenis KAYU KELAS II yang

keras.

5. Pasangan bekisting harus rapih, cukup kuat dan kaku untuk menahan
getaran dan kejutan gaya yang dikirim tanpa berubah bentuk. Kerapihan
dan ketelitian

pemasangan bekisting harus diperhatikan agar setelah

bekisting dibongkar memberikan bidang yang rata.


6. Celah - celah antara papan harus rapat agar pada waktu mengecor air
tidak menembus keluar. Sebelum pengecoran bagian dalam bekisting
harus bersih dari kotoran.
7. Pembongkaran acuan dapat dilakukan setelah beton mengalami periode
pengerasan sesuai dengan persyaratan di dalam PBI 1971.
8. Semua pekejaan lainnya yang berhubungan dan lain - lain harus sudah
dipersiapkan

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Gambar : Pemasangan Bekisting (Cetakan)

9. Pekerjaan Pasangan Bata Ringan


1. Dibuat marking sebagai tanda as dari dinding dan untuk menjamin siku
(sudut) dari setiap pertemuan dinding

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

2. Bata dan dasar lantai yang akan dipasang bata dibasahi (disiram)
lebih

dahulu,

agar

tidak

menyerap/mengurangi

kadar

air

dari

mortar/adukan pasangan

3. Bata dipasang selang seling, dimulai dari kolom perkuatan dinding,


agar tidak membentuk siar tegak yang menerus untuk mencegah keretakan
dinding
4. Setiap tinggi bata kurang lebih 100 cm, pasangan dinding dihentikan
untuk diikat dengan kolom perkuatan (kolom perkuatan dicor). Selama
proses

pemasangan

dinding,

vertikalitas

dan

kelurusan

selalu

dikontrol dengan benang


5. Pasangan bata juga harus dihentikan pada elevasi dasar balok
perkuatan

dinding,

untuk

memberi

kesempatan

pengecoran

balok

perkuatan
6. Khusus untuk kolom dan balok yang bersifat struktural, tentunya
dicor lebih dulu, baru pemasangan dinding. Dalam hal ini untuk
menjamin hubungan antara kolom dan dinding biasanya disediakan besi
stek yang tertanam dalam kolom

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

7. Setiap luasan 12 meter persegi, dinding harus diikat oleh kolom dan
balok perkuatan

Semua finish dinding mulai dari ujung atas balok pondasi beton ( sloof
) sampai 30 cm diatas permukaan lantai finish yang sudah jadi harus
dibuat dari adukan 1 PC : 2 Pasir ( pasangan trasraam )
Untuk dinding tembok toilet, WC, R. Wudlu, Janitor, dsb, jika tidak ada
ketentuan lain, harus memakai adukan jenis trasraam sampai ketinggian
1,80 m diatas permukaan lantai finish.

10. Pekerjaan Rink Balk


a.

Pekerjaan Bangunan Ring Balok

Pekerjaan ini dipasang disekeliling bangunan dan diatas dinding


tengah pembatas ruangan, pekerjaan pembuatan ring balok ini merupakan
pekerjaan akhir dari pekerjaan pembuatan beton bertulang, adapun
ukuran ring balok yang digunakan adalah 13x15 cm dengan menggunakan

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

delapn batang besi tulangan yang berdiameter 10 mm,12 mm, dan untuk
beughel berdiameter 8 mm.

b. Pembuatan Bekisting Ring Balk


Langkah pertama yang dikerjakan adalah pembuatan bekisting atau
cetakan ring balk, bekisting ini dibuat dari papan cor yang
berukuran

13x15

yang

diletakakan

diatas

balok

penopang

yang

diletakan diatas pemasangan batu bata. Perletakan penahan ini


tidak menggunakan perancah karena disekeliling bangunan telah
dipasang pasangan dinding dari batu bata, hal ini mempermudah
pekerja

dalam

melakukan

balok

penahan

bekisting ini.balok penahan ini dibuat berukuran 5 x 5

cm yang

dipasang setiap jarak 50

pekerjaan

cm.

pemasangan

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

c.

Pembesian Ring Balk

Langkah selanjutnya, setelah bekisting dibuat maka besi tulangan


mulai dirangkai, pembesian ring balk dibuat pada bangku kerja
yang telah disiapkan sebelumnya, pembesian ring balk menggunakan
6 batang besi tulangan yang berdiameter 10 mm, 12 mm dan besi
beuwhel yang berdiameter 8 mm, pertama-tama yang harus dilakukan
pada pekerjaan pembesian adalah pemilihan besi, kemudian diukur
sesuai kebutuhan, pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan
alat meteran dan kapur sebagai alat tulis. Setelah semua tulangan
diukur

kemudian

dipotong

sesuai

dengan

ukuran

yang

sudah

ditentukan.
Setelah semua tulangan dirangkai kemudian diangkat keatas untuk
dimasukan dan diletakkan didalam bekisting ring balk.kemudian
disatukan dengan cara diikat pada besi kolom yang dilebihkan, hal
ini agar tulangan menyatu dengan tulangan kolom dan beton yang
dihasilkan menyatu dengan baik, kemudian tiap tiga meter dipasang
besi yang dilebihkan, besi ini berfungsi sebagai angker untuk
mengikat kuda-kuda atap.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

d.

Pekerjaan Pengecoran Ring Balk


Pekerjaan

pengecoran,

dilakukan

setelah

semua

siap

dipasang baik tulangan maupun bekisting sudah dipasang dengan


baik, pekerjaan yang dikerjakan selanjutnya adalah pembuatan
adukan campuran beton, campuran ini dibuat dengan perbandingan
: 2 : 3

perbandingan campurannya yaitu 1 semen 2 pasir dan 3

kerikil, campuran ini diaduk dengan menambahkan air sebagai bahan


pencampur.
pengadukan campuran beton ini dilakukan dengan menggunakan
mesin molen agar campuran tersebut dapat merata. Untuk membuat
beton menjadi padat, pemadatannya dilakukan dengan cara mengetukngetuk bekisting dengan palu dan menusuk-nusuk kayu kedalam
campuran beton agar beton menjadi padat, pengecoran ini dilakukan
sampai semua ring balk selesai dicor dengan sempurna.

e.

Pekerjaan Pembukaan Bekisting Ring Balk


Setelah beton dicor kemudian dilakukan perawatan beton

dengan cara menyiram beton dengan air, hal ini dilakukan beberapa
hari sampai beton cukup keras, setelah beton sudah betul-betul
keras maka baru boleh untuk pembukaan bekisting, alat-alat untuk
pembukaan bekisting antara lain adalah linggis, palu dan tang,
pembukaan bekisting dilakukan secara pelan-pelan agar beton dan
bekisting tidak rusak, dalam pembukaan bekisting ini yang pertama
dibuka

adalah

balok

penahan

kemudian

baru

dibuka

papan

bekistingnya. Hal ini dilakukan secara pelan-pelan agar papan


bekistingnya dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya, pekerjaan

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

pembukaan

bekisting

dilakukan

sampai

semua

dibongkar

secara

keseluruhan.

11. Pekerjaan Plesteran dan Pelapis


Semen yang akan digunakan untuk pekerjaan plesteran dan acian sama
dengan yang digunakan untuk pekerjaan beton yang memenuhi standart
Portland Cement.
Pasir yang digunakan pasir yang berbutir, tajam dan keras serta bebas
dari tanah liat/lumpue/campuran lainnya.
Air

yang

digunakan

untuk

adukan dan

plesteran

sama

dengan

persyaratan yang digunakan untuk pekerjaan beton yaitu bebas dari


bahan minyak, bahan organik dan garam asam alkali dan memenuhi NI-3
pasal 10.
Bahan

adukan

dicampur

alat / mesin pengaduk

dalam keadaan kering dan diaduk dengan


sehingga campur benar-benar, baru kemudian

dicampur dengan air hingga merata dalam warna dan konsistensi. Adukan
yang telah mulai mengeras harus dibuang.
Melunakkan adukan yang telah mengeras tidak diperbolehkan.
Sebelum pasangan plesteran dimulai, semua bidang dinding yang akan
diplester, harus dibersihkan dan disiram air dahulu, sedangkan siarsiarnya harus dikeruk sedalam 1 cm.
Pekerjaan plesteran

ini dilaksanakan dengan penuh

keahlian dan

ketelitian. Bidang- bidang plesteran yang tidak rata, berombak atau


retak-retak harus diulangi dan diperbaiki. Untuk kemudahan pekerjaan
plesteran
kelabangan

dapat

dibuat

alur-alur

duga

kepala

plesteran

atau

terlebih dahulu, dengan ketebalan yang sama dengan tebal

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Bidang-bidang

beton yang tampak dan akan diplester, sebelumnya harus

dipahat kasar, kemudian disiram / dibasahi air semen agar plesteran


dapat melekat dengan baik.
Proporsi adukan, plesteran harus mengikuti NI 2-1970, Ni 8 - 1964 atau
dengan proporsi campuran seperti tersebut dibawah ini.
PERBANDINGAN
1 PC : 2 PS

PENGGUNAAN
1.

Untuk pemasangan

batu belah, dinding batu bata, bataco

dan pasangan lain yang kedap air.


2.

Untuk

plesteran pekerjaan tersebut

pada No.

dan

untuk plesteran beton yang kedap air


3.
1 PC

: 3 PS

Untuk pekerjaan pasangan ubin plint dan bata expose.

1.

Untuk Plesteran beton bertulang yang tidak kedap air.

2.

Untuk rolaagh pasangan batu bata dan bata

expose.

1 PC

: 5 PS

1.

Untuk pasangan batu bata yang tidak kedap air.

2. Untuk semua plesteran dinding batu bata tidak kedap air,


untuk bagian dalam maupun luar.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Gambar Plesteran

Gambar Acian

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

12. Pekerjaan Kayu


Meliputi

pengadaan,

pemasangan

dan pengerjaan tenaga kerja, alat-

alat dan bahan- bahan sehubungan dengan pekerjaan kayu kasar, kayu
halus dan mill

work

sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam

gambar.
Melaksanakan

pekerjaan kayu kasar, yaitu pengadaan dan pemasangan

rangka langit- langit, kelos-kelos dan pekerjaan kayu lain yang tidak
disyaratkan secara khusus dalam persyaratan ini.
Melaksanakan pekerjaan kayu halus, yaitu
lemari-lemari built-in, meja-meja counter,

pengadaan dan pemasangan,

pekerjaan-pekerjaan

lambrisering dan

kayu halus lain termasuk rangka daun pintu

kaca, ataupun panil, partisi dan lain-lain seperti ditunjukkan dalam


gambar interior, bila pekerjaan ini tidak diganti dengan alumunium.
Mengadakan

hubungan dan koordinasi kerja dengan

bidang-bidang

lain

seperti : Pekerjaan Pintu, jendela, hardware dan pekerjaan kaca,


pekerjaan langit-langit dsb.
Cara Pengerjaan dan Bahan-bahan.
Selama pelaksanaan, mutu dan kekeringan kayu, harus dijaga dengan
penyimpanannya ditempat yang kering, terlindung dari hujan dan panas
terutama kayu-kayu untuk kosen dan rangka pintu, jendela yang sudah
distel, list langit-langit dan lain-lain.
Sebagai bahan perekat

untuk

sambungan antara kayu dapat dipakai

AICA AIBON putih atau bahan lain yang setaraf, sedangkan


penempelan lembaran
dipakai

perekat

teakwood plywood / multiplex

dan

untuk
formica

setaraf Herferin dengan bahan pengencer yang sesuai

untuk itu, yang disetujui Pengawas.


Derajat kelembaban kayu yang dipakai untuk

kayu dengan ketebalan

kurang dari 1inch ( 2,45 cm) dan papan-papan kayu harus kurang dari

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

12 %

sedangkan

untuk kayu dengan ketebalan

harus kurang dari 15 %.


yang dikirimkan

lebih dari itu

Kelembaban tersebut ditentukan untuk kayu

ke tempat pekerjaan dan harus konstan sampai

pekerjaan bangunan selesai.


Kayu kasar, untuk pekerjaan ini

dipakai kayu kamper medan dan kayu

kruing ( rangka plafond ) atau kayu sekualitas, kecuali untuk kayu


yang diperlihatkan

( exposed) dipakai kamper Samarinda yang termasuk

pekerjaan kayu halus.


Kayu halus, untuk pekerjaan ini ( lambrisering, railing, list,
profil-profil ) dipakai kayu kamper Samarinda atau
yang

melalui proses pengeringan

kayu-kayu

lain

dan pengawetan seperti persyaratan

dan ketentuan dalam gambar.


Plywood, atau

multipleks / kayu lapis dan formica digunakan menurut

catatan yang tertera dalam gambar rencana dan interior.


Pelapisan teakwood harus setebal minimum

4 mm, dimana seperempat

lapisan harus jati kualitas baik. Laminated

wood harus direkat

dengan lem tahan air ( water resistant adhesive ) dengan kekuatan


geser tidak kurang dari 14 kg / cm2 pada suhu 116 oC, sedangkan jika
dipakai formika ( plastic) harus mempunyai 0,5 mm finish buram.
Jika

ada perbedaan yang mencolok antara ukuran dilapangan

ukuran

dan

dalam rencana, hendaknya dilaporkan Ahli /Pengawas untuk

disetujui cara-cara pemecahannya.


Sebelum
terhadap

memulai pekerjaan, periksalah pekerjaan ini


semua bagian yang berhubungan

di lapangan

dengan pekerjaan kayu lain.

Setiap perbaikan, pemindahan atau pembongkaran

dari

pekerjaan ini

karena tidak cocok dengan pekerjaan di lapangan, menjadi tanggung


jawab Pemborong.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Semua pekerjaan kayu yang tampak, dan sisi bawah penggantung langitlangit harus diserut rata, khusunya kayu

untuk

kosen,

rangka

pintu, jendela, kasau-kasau yang diexposed dan bidang-bidang tampak


kayu yang dimelamic harus benar-benar rata, licin dan harus
diselesaikan dengan baik dan rapi.
Kayu yang akan dicat atau berhubungan dengan bahan-bahan yang dicat,
harus diberi oil borne atau water borne preservative. Coaltarcreosote atau larutan-larutan creosote lain tidak boleh dipakai
untuk ini.
Semua pekerjaan kayu kasar yang dalam penyelesaiannya akan
tersembunyi seperti bagian dalam kosen yang menempel ke tembok, harus
diberi cat dasar / meni sebelum dipasang.
Semua

pekerjaan kayu halus yang akan mendapat transparan finish

seperti di melamic harus dipilih dasar warna dan serat kayu yang sama
(uniform).

Agar kayu kosen yang telah dipasang,

tidak terkotori

oleh adukan dan lain-lain, dianjurkan agar selama pemasangan


permukaan

kosen ditutup dengan pembungkus

atau bahan lain yang

disetujui Pengawas.
Pekerjaan kayu dan mill work yang telah diselesaikan harus disimpan
pada ruang-ruang yang beratap , kering dan berventilasi baik.
Untuk pengangkeran kosen pada dinding bata boleh dipakai angker besi.
Tetapi apabila kosen-kosen tersebut harus dipasang pada dinding /
kolom beton, maka harus dipakai ramset-power actuated fasteners.
Untuk pengangkeran

kelos-kelos

dipakai wall plug ataupun fisher

plastic dengan ukuran yang sesuai.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

13. Pekerjaan Kusen, Pintu, Dan Jendela


Pekerjaan ini meliputi penyediaan dan pemasangan, pengerjaan tenaga
kerja,

peralatan

dan

bahan-bahan

sehubungan

pekerjaan Kusen, Daun Pintu/Jendela,

dengan

penyelesaian

dan Kaca sesuai persyaratan dan

ketentuan dalam gambar.


Mengadakan koordinasi dan hubungan kerja dengan pekerjaan lain yang
masih berkaitan dengan pekerjaan Kusen, Daun Pintu/Jendela, dan Kaca.

Cara Pengerjaan dan Bahan


Persyaratan dan Bahan-bahan
Apabila tidak ditentukan lain dalam gambar, semua persyaratan umum
yang dipakai sama dengan persyaratan pada pekerjaan alumunium,

dan

pekerjaan lain yang sudah dijelaskan secara khusus.

Persyaratan bahan
Bahan

: Alumunium framing system, dari produk dalam

negeri ex.
Finishing

: Untuk Alumunium di Bronze.

Bahan yang diproses pabrikan harus diseleksi terlebih dahulu


dengan seksama sesuai dengan bentuk toleransi, ukuran, ketebalan,
kesikuan,

kelengkungan,

pewarnaan

yang

disyaratkan

Direksi/Konsultan Perencana.
Persyaratan

kusen

alumunium

yang

dikerjakan

seperti

yang

ditunjukkan dalam detail gambar termasuk bentuk dan ukurannya.


Ketahanan

terhadap air dan angin

untuk setiap type harus kuat

Bahan yang akan diproses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu


sesuai dengan bentuk toleransi ukuran, ketebalan,
kelengkungan dan pewarnaan yang disyaratkan.

kesikuan,

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Untuk keseragaman warna disyaratkan, sebelum proses fabrikasi warna


profil-profil harus diseleksi secermat mungkin. Kemudian pada waktu
fabrikasi unit-unit, jendela, pintu partisi dan lain-lain, profil
harus diseleksi lagi warnanya
warna yang sama.
sedemikian

sehingga dalam tiap unit didapatkan

Pekerjaan mesin potong, mesin punch, drill,

sehingga

diperoleh hasil yang telah dirangkai untuk

jendela bukaan dinding dan pintu

mempunyai toleransi ukuran untuk

tinggi dan lebar 1 mm sedangkan untuk diagonal 2 mm.


Accessories
Sekrup dari stainless steel galvanized kepala tertanam,

weather

strip dari vinyl, pengikat alat penggantung yang dihubungkan dengan


alumunium

harus ditutup caulking dan sealant. Angkur-angkur untuk

rangka/kusen terbuat dari steel plate tebal 2-3 mm, dengan lapisan
seng tidak kurang dari (13) micron sehingga dapat bergeser. Tidak
boleh ada sekrup yang dilepas diluar. Untuk itu harus digunakan
rivets atau las.
Bahan Finishing
Treatment untuk permukaan kusen jendela dan pintu yang bersentuhan
dengan bahan alkali seperti beton, adukan atau plesteran dan bahan
lainnya harus diberi lapisan finishing dari laquer yang jernih atau
anti corrosive treatment dengan insulating varnish seperti aspaltic
varnish atau bahan insulation lainnya.

Syarat-syarat Pelaksanaan
Sebelum memulai

pelaksanaan kontraktor diwajibkan meneliti gambar-

gambar dan kondisi dilapangan (ukuran dan peil lubang) dan membuat
contoh jadi untuk semua detail sambungan dan profil alumunium yang
berhubungan dengan system konstruksi bahan lain.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Prioritaskan proses fabrikasi sudah siap sebelum pekerjaan dimulai,


dengan membuat lengkap dahulu shop drawing dengan petunjuk Direksi
atau Perencana,

meliputi gambar denah, lokasi, merek, kualitas,

bentuk dan ukuran.


Semua

frame

dikerjakan

atau kusen

baik

untuk dinding,

jendela

dan

pintu

secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan

kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan.


Pemotongan alumunium hendaknya dijauhkan dari material besi pada
permukaanya. Disarankan untuk mengerjakannya pada tempat yang aman
dengan hati-hati tanpa menyebabkan keruskan pada permukaannya.
Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan
sekrup, rivet, stap dan harus cocok. Pengelasan harus rapih untuk
memperoleh kualitas dan bentuk yang sesuai gambar.
Angkur-angkur untuk rangka atau kusen alumunium terbuat dari steel
plate setebal 2-3 mm dan ditempatkan pada interval 300 mm.
Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup
anti karat stainless steel, sedemikian rupa sehingga hair line dari
tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap
air sebesar 1.000 kg/cm2
Dapat cocok dengan jendela geser. Jendela putar dan lain-lain.
Sistem kusen dapat menampung pintu kaca frameless.
Untuk system partisi, harus mampu moveable dipasang tanpa harus
dimatikan secara penuh yang merusak baik lantai maupun langitlangit.
Mempunyai

accessories yang mampu mendukung

kemungkinan

diatas.

Untuk fitting hard ware dan reinforcing materials yang mana kusen
alumunium

akan

kontak

dengan

besi,

tembaga

atau

lainnya

maka

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

permukaan metal yang bersangkutan harus diberi lapisan chromium untuk


menghindari kontak korosi.
Toleransi pemasangan kusen alumunium

disatu sisi dinding adalah 10-

15 mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/grout.


Khusus untuk pekerjaan jendela geser alumunium agar diperhatikan,
sebelum rangka kusen terpasang. Permukaan bidang dinding horizontal
(pelubangan dinding) yang melekat pada ambang bawah dan atas harus
waterpass.
Untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama pada
ruang yang dikondisikan hendaknya ditempatkan mohair dan jika perlu
dapat digunakan synthetic rubber atau bahan dari synthetic resin.
Penggunaan ini pada swing door dan double door.
Sekeliling tepi kusen yang terlihat perbatasan

dengan dinding agar

diberi sealant supaya kedap air dan suara.

a. Pekerjaan Daun Pintu/Jendela


Periksalah

semua

ukuran-ukuran

memulai pekerjaan ini. Perbedaan

yang

kritis

dilapangan

sebelum

dan hal-hal yang tidak mamuaskan,

akan dapat mempengaruhi pekerjaan ini, supaya dilaporkan dan diajukan


cara pemecahanya untuk disetujui ahli/pengawas.
Pintu-pintu harus mempunyai

kerenggangan pada pintu samping, atas

dan bawah sebesar 1,58 mm. Sisi kunci lock edge harus mempunyai
kerataan selebar 3 mm pada 30 mm, untuk pintu tunggal dan 1,58 mm
pada 50 mm untuk pintu ganda.
Sisi

atas dan bawah dari semua daun pintu kayu harus dilapis dengan

dua lapis Vernish Water Resistant dan semua daun pintu exterior harus
diusahakan supaya tahan air ( Water Reppelent Pressevative treated ).

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Dua pintu pagar berupa pintu sorong sesaui gambar rencana, terbuat
dari bahan metal. Pintu ini harus dapat dibuka dan ditutup dengan
mudah dan ringan.

b. Pekerjaan Kaca
1. Semua kaca yang dipakai produksi dalam negeri, kwalitas ex ASAHI MASS
FLOAT GLASS dengan ketentuan dapat menahan beban angin sebesar 122
kg/ m2, tebal dan ukuran sesuai persyaratan

dan ketentuan dalam

gambar adalah 3mm dan 5mm, kecuali kaca daun pintu depan dengan
ketebalan 12mm, sedang untuk dinding kaca ketebalanya 10mm.
2. Kaca yang harus dipakai :
Bebas dari gelembung ( ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat
didalam kaca ).
Bebas dari komposisi kimia yang dapat menggangu pandangan.
Bebas dari garisi-garis retak didalam tebal kaca dan bebas dari
gumpilan/tonjolan pada sisi panjang/lebar.
Bebas

dari

bintik-bintik

(spots),

awan

(cloud)

dan

goresan

(scratch).
3. Semua kaca, kecuali cermin adalah jenis tinted heat absorsing glass
dengan warna grey dan mempunyai visible ray transmission factor
sebesar 61-72%.
4. Dempul dan karet yang dipergunakan untuk memasang kaca pada kusen
atau frame kayu/alumunium/logam daun jendela dan pintu pagar tidak
menimbulkan suara pada waktu menerima getaran, harus dari kualitas
baik, produksi pabrik yang disetujui Ahli/Pengawas.
5. Dempul untuk memasang

kaca pada waktu diterima dan akan digunakan

didalam kaleng, tidak boleh dalam keadaan kering dan sudah keras.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

6. Bahan

pembersih

kaca

harus

diajukan

dan

mendapat

persetujuan

Pengawas.

Cara Pengerjaan
Periksa semua pekerjaan lain yang bersangkutan ditempat, sebelum
mulai pekerjaan pemasangan

kaca. Laporkan kepada Pengawas

jika ada

kelainan yang dapat mempengaruhi pekerjaan.


Kaca harus dipotong sedemikian rupa, menurut ukuran dan bentuk kusen
dengan kelonggaran yang cukup, sehingga bias dipasang dengan mudah
tanpa kekerasan dan tidak pecah waktu kaca mengembang.
Bila

didapat

pasangan

kaca

pada

kusen

kayu,

alur

kayu

harus

dibersihkan, diplamour dan dicat dengan lapisan cat minyak sebelum


kaca dipasang.
Kaca dipasang dan didkukuhkan dengan memakai dempul kaca dan list
kaca dipaku. Kaca yang telah dipasang harus tertanam rapi dan kokoh
pada rangkanya, terutama pada sudut-sudutnya.
Untuk pemasangan kaca pada rangka alumunium, harus face badded dengan
poly

isothylene

sealent

dan

back

bedded

dengan

rubber

based

elastometric sealent serta mempunyai jarak minimum 3.1 mm dengan


permukaan alumunium.
Setelah selesai dipasang, semua kaca harus dibersihkan dengan bahanbahan yang disetujui Pengawas, kemudian kaca harus dilindungi

dari

kerusakan dan benturan dan diberi tanda agar mudah terlihat kaca-kaca
yang retak, pecah atau ada goresan- goresan harus diganti.
Penutup atap utama terbuat dari zink alume rangka baja.
harus mengajukan contoh bahan untuk disetujui oleh Pengawas.

Pemborong

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

c. Pekerjaan (daun pintu) Kaca Frameless


Tebal bahan kaca minimal 12 mm,
kebutuhan

dan

sesuai

yang

ukuran dan lokasi pemasangan


ditunjukkan/dinyatakan

dalam

sesuai
detail

gambar.
Bahan kaca yang digunakan

dari mutu AA setara memenuhi persyaratan

dalam PUBI 1982 pasal 63 dan memenuhi SII 0189-78.


Toleransi bahan :

Untuk ukuran panjang dan lebar dari toleransi yang diijinkan


maksimum 2.00 mm.

Dari kesikuan bahan kaca akibat pemotongan

lembaran kaca yang

digunakan yang berbentuk segi empat panjang harus mempunyai sudut


siku serta tepi potongan yang rata dan lurus, dengan toleransi
kesikuan maksimum 1.5 mm untuk setiap 1 meter panjang.

Adukan untuk ketebalan bahan kaca lemabaran

dengan toleransi

kesikuan maksimum 0.30 mm.


Segala peralatan dan alat-alat Bantu atau pelengkap
dalam

pekerjaan

daun

pintu

frameless

harus

terbuat

stainless steel atau sesuai yang disyaratkan


bersangkutan

yang diperlukan
dari

bahan

dari pabrik yang

dan sesuai petunjuk Direksi/Pengawas.

Syarat-syarat Pelaksanaan

Sebelum

pekerjaan dilakukan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti

dengan seksama gambar-gambar

untuk itu dan keadaan lapangan yang

ada, termasuk mempelajari bentuk, pola lay-out/penempatan, cara


pemasangan, mekanisme dan detail-detail gambar yang ada.

Letak engsel (floor hinges), locks dan handle pintu harus diukur
dengan teliti dan seksama sehingga pintu dapat bergerak dengan
sempurna.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Hasil pemasangan daun pintu harus rata dengan permukaan rangka


kusen/frame, siku, tidak membentur permukaan lantai dan semua
peralatan yang dipasang dapat berfungsi dengan baik dan sempurna.

Bahan kaca yang digunakan

harus bebas dari gelembung,

komposisi kimia yang dapat mengganggu

bebas dari

pandangan,

bebas dari

keretakan, bebas dari gumpilan tepi (tonjolan), bebas dari benang


(string) dan gelombang (wave), bintik- bintik (spots) dan awan
serta goresan dan bebas dari lengkungan.

Semua bahan kaca sebelum dan sesudah dipasang harus mendapat


persetujuan Direksi/Pengawas.

Semua sisi kaca bekas pemotongan

dan sisi-sisi yang lain, harus

digurinda sampai licin, rata dan halus.

Pekerjaan ini

harus dikerjakan oleh

tenaga-tenaga

yang khusus

dan telah berpengalaman dalam bidang pemasangan pintu frameless


dan hasil pemasangan harus baik, sempurna dan seluruh peralatannya
dapat berfungsi dengan baik.

Bahan yang telah terpasangan harus dilindungi dari kerusakan


akibat pekerjaan yang lain dan terlindung dari segala benturan
serta diberi tanda pengaman yang dapat mudah dikenalnya.

Sebelum memulai pelaksanaan, Kontraktor

akan meneliti gambar dan

kondisi lapangan serta membuat gambar Shop Drawing.

GAMBAR

URAIAN

Lokasi, jenis bukaan, engsel-engsel

Denah
Daftar Jenis
Pintu
Shop Drawing
Detail

Merk, kualitas, bentuk, ukuran, jendela material


finish, tipe, anti corrosive treatment, glass
hardware

dan lain-lain.

Tipe / jenis ukuran, finished surface glazing


method,

lokasi

dan

installation

mothod

of

hardware, lokasi / kedudukan pintu dan jendela,


Setting is Finished Doors and Windows

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Semua ukuran dan bentuk kusen maupun daun pintu,

jendela, bouvenlight

yang tercan
tum

dalam Gambar Kerja adalah ukuran jadi. Ukuran kayu sudah diserut

halus dan siap di Finishing, harus lurus, tanpa cacat dan noda-noda
lain.
Setiap bagian dari pekerjaan ini yang buruk, tidak memenuhi persyaratan
seperti yang tertulis dalam buku ini maupun yang tidak sesuai dengan
Gambar Kerja, ketidakcocokan, kesalahan maupun kekurangan lain akibat
kelalaian dan ketidaktelitian Kontraktor dalam Gambar Pelelangan dan
atau perbaikan

Finish yang tidak memuaskan akan ditolak dan harus

diganti hingga disetujui

Konsultan Pengawas Perbaikan, Perubahan dan

Penggantian harus dilaksanakan serta biaya Kontraktor dan tidak dapat


di Claim sebagai pekerjaan tambah maupun penambahan waktu.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Perubahan bahan / material karena alasan tertentu harus diajukan kepada


Konsultan Pengawas

untuk mendapatkan persetujuan secara tertulis. Semua

perubahan yang disetujui dapat dilaksanakan tanpa adanya biaya tambahan


yang mempengaruhi kontrak, kecuali untuk perubahan yang mengakibatkan
pekerjaan kurang akan diperhitungkan sebagai Pekerjaan Kurang.
Semua pekerjaan yang telah dikerjakan dan atau telah terpasang harus
segera dilindungi terhadap pengaruh cuaca dengan cara yang memenuhi
syarat.
Meliputi pengadaan

dan pemasangan

semua jenis bahan penutup atau

seperti yang tertera atau disebut dalam gambar rencana.


Mengadakan koordinasi dengan disiplin

lain,

pekerjaan pemasangan atap, seperti

yang

berkaitan

dengan

pekerjaan kayu dan pekerjaan

logam ( kuda-kuda baja ) dan lain-lain.


Sebelum bahan-bahan penutup atap didatangkan ke lapangan pekerjaan,
contoh semua bahan yang akan digunakan akan diajukan terlebih dahulu
untuk dimintakan persetujuan Pengawas / Perencana.
Penutup atap
untuk

untuk bangunan

pemasangan

akan

yang menggunakan Genteng Keramik

mengikuti

petunjuk

pabrik

pembuatnya,

kemiringan atap disesuaikan dengan gambar perencanaan


Untuk bangunanbangunan

yang menggunakan atap plat beton yang

dilindungi oleh wather profing dan screed + kawat ayam pelindung


wather profing.
Untuk bangunan penutup atap akan diberi lapisan alumunium foil
single sided sebagai penahan lapisan-lapisan diatasnya.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

13. Pekerjaan Elektrikal


a.

Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan elektrikal
arus kuat dan arus lemah.

Approval material yang akan digunakan.

Persiapan lahan kerja.

Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja


dan alat bantu kerja disiapkan.

b.

Pemasangan sparing kabel


Sparing dipasang dulu apabila ada pengecoran beton lantai, untuk
menghindari bobokan beton pada saat penyambungan kabel antar
lantai.

Pemasangan instalasi kabel

Kabel vertical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit,


dimana pipa tersebut harus ditanam dulu pada dinding bata sebelum
dinding diplester. Supaya tidak mudah bergerak pada saat dinding
diplester, maka pipa yang ditanam diberi klem dengan jarak sekitar 1
m.

Kabel horizontal dipasang pada plat lantai beton dengan menggunakan


pipa pelindung conduit yang diberi perkuatan klem dengan jarak sekitar
1 m, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan maintenance. Pemasangan
kabel horizontal harus sejajar, tidak boleh saling melintas.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Pemasangan kabel Ladder


Faktor penting dari kabel Ledder yang harus diperhatikan adalah
kapasitas Ledder versus load kabel, bukan hanya jumlah kabel yang harus
diperhitungkan melainkan berat kabel menjadi prioritas untuk
dipertimbangkan. Faktor eksternal lainnya yang berpengaruh pada
kekuatan dan reliability kabel Ledder adalah, tiang penyangga, beam,
pengelasan, dinding, gantungan, assesories, pekerja yang terlibat
pemasangan dan lain-lain.
Simak berikut ini beberapa aturan penting yang berlaku secara umum pada
pemasangan
kabel
Ledder.
1. Ledder atau ladder tidak boleh dipasang menghalangi akses ke
equipment misalnya akses ke tangga, ke pintu, ke man hole.
2. Ledder atau ledder tidak boleh di pasang pada vessel bergerak
seperti silo dengsn timbangan sehingga mengakibatkan gerk silo
terhambat.
3. Bila dipasang tumpuk maka diantara keduanya, antara Ledder atas
dengan
Ledder
bawah
minimal
berjarak
30
cm.
4. Ledder tidak boleh dipasang pada zona mudah terbakar, kecuali
mempunyai
specifikasi
fire
prove
atau
fire
retardan.
5. Pengerjaan pemasangan harus dilakukan oleh tenaga yang berpengalaman
dan
paham
tentang
peraturan
safety
dan
kelistrikan.
6. Kabel rray untuk kabel power harus dipisahkan dari kabel Ledder
untuk
kabel
signal.
7. Peraturan international tentang petunjuk praktis pemasangan kabel
Ledder ada dalam aturan NEMA VE 2 Mengenai design diterangkan dalam
peraturan NEC article 392, NEMA VE 1, and NEMA FG 1. Mengenai petunjuk

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

keamanan bekerja dalam pemasangan kabel Ledder diterangkan pada buku


petunjuk safety NFPA 70E.

Fitting yaitu komponen untuk menyambung kabel tray yang berbeda ukuran
atau menyambung kabel tray dengan tray lain yang arahnya tidak lurus
atau berbelok, atau penyambungan dengan sistim percabanangan , gambar
dibawah ini menunjukkan salah satu contoh fitting yaitu untuk
menyambungkan 4 tray , fitting model ini disebut cross fitting.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Pemasangan panel
Panel listrik dipasang pada dinding yang sudah ditentukan, rata dan
tidak miring.
Semua kabel yang masuk ke dalam panel listrik diberi tanda sesuai
dengan kegunaannya dan dilengkapi dengan ring karet supaya lubang
panel bagian atas dapat terlindung dari debu/kotoran. Khusus untuk
kabel dengan 16 mm2 harus diberi sepatu kabel dalam panel.

Pada sisi pintu panel bagian dalam harus dibuat diagram instalasinya
termasuk daya cadangan yang sudah direncanakan, hal ini perlu untuk
memudahkan bila ada perbaikan instalasi.

Pemasangan fitting dan armature


Fitting dan armature dipasang setelah kabel ditest ketahanannya, agar
tidak terjadi bongkar/pasang armature.
Pemasangan saklar dan stop kontak
Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata, jangan
lupa gunakan cutter.

Pasang conduit dan inbow dos.

Tunggu sampai plester dinding akhir.

Sambungan saklar, stop kontak dengan aslinya.

Pasang saklar dan stop kontak, gunakan waterpass agar rata.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Pemasangan instalasi Fire Alarm

Pada saaat pengecoran plat lantai, pekrjaan instalasi Fire Alarm,


Telp dan Sound System dpt segera dimulai dengan pemsangan sparing
conduit bersamaan dengan pembesian plat lantai.

Setelah bekesting plat lantai dibongkar maka pekerjaan wiring kabel


untuk Fire Alarm ,Telepon dan Sound System dapat segera dimulai sesui
shop drawing yang disetujui.

Test tahanan kontinuitas.

Pada saat pekerjaan dinding , spring dan wiring Fire Alarm da telepon
dipasag pada dinding dimana titik Fire Alarm ( bell, manual station,
dll) dan outlet telepon nanti diletakkan.

Setelah dinding dilakukan finishing, ceiling sudah terpasang


dankondisi keamanan sudah terjamin (ruang terkunci) maka titik Fie
Alarm dan detector, outlet telepon dapt seger dipasang.

Setelah itu dilnjutkan dengan connectin instlasi ke terminal box Fire


dan TB telepon dimasing-masing lantai.

Connection terminal box per lantai dengan MDF Fire Alarm.

Untuk pekerjaan ini dilakukan test kontinuitas.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Pemasangan system TV
Pendistribusian sinyal meliputi spur unit (distributor), cupler / spliter
dan TV outlet. Spur unit dharus ditempatkan sesuai fungsi dan kemudahan
dari mantenance. Dan coupler harus ditempatkan di tempat yang terlindung
dan mempunyai jarak yang cukup aman dari pengaruh interferensi instalasi
listrik (yang menggunakan suplay tegangan 220 Vac / 50 Hz terutama di atas
plafon
Dalam perkabelan biasanya yang digunakan jemis coaxial 7C-2V pada
trunk line dan dan 5C-2V pada TV outlet atau setara dengan losses yang
memadai pada frekwensi 200 Mhz dipasang dalam konduit.
Ada beberapa sumber siaran MATV dalam suatu gedung, diantaranya:
sumber siaran dari teretrial TV local, dan sumber siaran dari satelit.
Sumber siaran dari terestrial TV Local bisanya menggunakan antena Yagi
sedang sumber siaran dari satelit menggunakan antena parabola.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Gbr diagram skematik MATV

Pekerjaan Pentanahan dan penangkal petir


Pemasangan sistem pembumian atau yang lebih dikenal dengan grounding
adalah sebagai instalasi pengaman dari arus lebih yang berbahaya bagi
manusia maupun peralatan elektronik. Persyaratan nilai grounding dari
suatu instalasi adalah </= 5 ohm, hasil tersebut merupakan standar
nasional untuk grounding. Standar lain pada suatu sistem grounding
yaitu spesifikasi material untuk kabel penghantar, yaitu memiliki luas
penampang >/= 50mm2. Sehingga dua hal tersebut yang menjadi acuan dan
standar awal untuk pemasangan sistem grounding. Acuan dan standar di
atas dipergunakan untuk seluruh jenis sistem pembumian yang ada.
Tetapi spesifikasi hasil grounding biasa ditentukan oleh pihak
customer, dengan berbagai alasan dan kepentingan.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Pemasangan Sistem Pembumian


Pemasangan sistem pembumian dan grounding perlu diperhatikan tujuan
serta fungsinya. Untuk jenis pembumian sendiri terdiri beberapa macam
kategori yang disesuaikan dengan metode masing - masing. Walaupun
banyak jenis dan macamnya, hal terpenting dari sistem pembumian adalah
standar nilai resistan pembumian grounding. Mengacu pada fungsi
utamanya yaitu pembumian yang di buat dengan tujuan menghubungkan
suatu rangkaian yang tedapat faktor kelistrikan di dalamnya dengan
media bumi. Pemilihan bumi bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan
bumi media netral, serta paling aman dan efektif dari segi teknis.
Dengan menggunakan media bumi yang tidak terbatas, membuat berapun
nilai
kebocoran
arus
yang
terjadi
bukan
menjadi
masalah.
Metode pembumian ialah pencapaian resistan pembumian dengan nilai
seminimal mungkin hingga mendekati 0 ohm. Hal ini dilakukan karena
mengacu pada rumusan nilai arus akan berbanding terbalik dengan nilai
resistan pembumian (grounding). Dengan nilai resistan pembumian yang
sangat kecil juga mempengaruhi kecepatan hantar arus bocor. Hal ini
perlu perancangan sistematis untuk pemasangan pembumian grounding yang
tepat sasaran, karena berhubungan dengan komponen elektronik yang
memiliki detail spesifikasi kelistrikan yang sangat berpengaruh.

Pembumian Penangkal Petir


Pembumian dan grounding pada suatu instalasi kelistrikan terdiri dari
beberapa material seperti, kabel BC 50mm (minimal), pipa besi, busbar
connector, skoen klem, copper rod, bentonit dan lainnya. Material
tersbut merupakan rincian material penyusun sistem pembumian. Tetapi
material yang disebutkan di atas tidak semuanya digunakan, sehingga
tergantung akan spesifikasi material dari instalasi pembumian yang

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

diharapkan. Hanya material standart yang umum digunakan seperti kabel


BC, copper rod dan pipa besi. Sebagai informasi penting untuk
diketahui,
pembumian
untuk pemasangan
penangkal
petir tidak
diperkenankan untuk disatukan (join) dengan instalasi pembumian
lainnya, dengan kata lain harus berdiri sendiri. Hal ini menjadi
peringatan keras dikarenakan telah diatur dalam perundangan tentang
pengawasan instalasi penyalur petir. Penjelasannya adalah dikawatirkan
loncatan arus induksi yang belum terbumikan dengan sempurna menyambar
dan mengalir ke instalasi lainnya, sehingga menimbulkan efek yang
merusak.

Pembumian Tidak Standar

Hasil dari sistem pembumian grounding dipengaruhi oleh resistan tanah


pada daerah tersebut. Untuk nilai resistan tanah dapat dilihat dari
unsur dan jenis tanah, lebih detailnya dapat dilakukan pengukuran
langsung menggunakan alat ukur. Semakin besar nilai resistan tanah
maka semakin besar juga hasil sistem pembumian yang diperoleh. Untuk
hasil sistem pembumian di atas 5 ohm, maka perlu untuk disusutkan lagi
sehingga sesuai dengan hasil yang diharapkan. Semakin kecil nilai
resistan grounding, maka semakin baik dan terjamin efektifitas sistem
pembumian tersebut.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

14. Pekerjaan Planfond


1. Bahan yang akan digunakan adalah produksi dalam negeri dengan tebal 9
mm untuk bagian dalam bangunan. Mempunyai bidang datar dan halus,
seragam ukurannya dan tidak cacat.
2. Memasang langit-langit pada ruangan-ruangan yang dinyatakan dalam
Gambar.
3. Memasang

kerangka

langit-langit dari kayu seperti yang dinyatakan

dalam Gambar Rencana.


4. Sebelum memasang lembaran-lembaran kami akan memeriksa bahwa kerangka
hollow 4x4 dan 2x4 bahan galvanis untuk tumpuan pemasangan telah
sesuai dengan Gambar, baik letak,

bentuk maupun ukurannya.

5. Semua bahan pada saat akan dipasang harus dalam keadaan bersih dan
tanpa cacat, kerusakan akibat
menjadi

pengangkutan /

penyisipan sepenuhnya

tanggungan Pemborong.

6. Seluruh Konstruksi kerangka plafond hubungannya dengan konstruksi


atap (Kuda-kuda) dan dinding harus sesuai dengan Gambar Rencana.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

15. Pekerjaan Lantai


Pekerjaan

ini

meliputi

penyediaan

tenaga

kerja,

bahan-bahan,

dan

peralatan yang dibutuhkan untuk terlaksananya pekerjaan ini dengan


hasil terbaik. Yang dimaksud pekerjaan lantai ini tidak terbatas pada
seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar saja, melainkan juga
sesuai dengan petunjuk Pihak Konsultan Pengawas.
Pekerjaan ini terdiri atas:
a. Pekerjaan Pasangan Lantai Rabat Beton (screed)
Sebelum memulai pondasi beton terlebih dahulu dibuat lantai rabat
untuk dudukan pondasi beton dengan spesificasi campuran 1 pc: 3 ps; 5
kr, campran dicampukan dn dihamparkan merata ke rencana lantai kerja
dan diratakan. Dimensi rabat beton mengacu pada gambar kerja.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

b. Pekerjaan Pasangan Lantai Keramik


* Untuk lantai Keramik dipasang diatas hamparan pasir padat setebal 5
cm atau sesuai dengan Gambar Rencana. Ubin dipasang dengan adukan 1
PC : 4 Ps, tebal adukan 3 cm. Celah antara ubin lebarnya 2 mm
dan setelah pasangan cukup kering disiram pasta semen, kemudian
dibersihkan dengan serbuk gergaji.
* Pemotongan Keramik
Pada prinsipnya pemotongan

ubin harus dihindarkan, bila terpaksa

harus dipotong maka potongan tersebut


ukuran ubin.

tidak

boleh

kurang dari

Pemotongan harus dilaksanakan dengan hati-hati dan rapi

dengan menggunakan mesin pemotong

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

c. Pekerjaan Pasangan Lantai dan dinding Keramik KM/WC

Rendam keramik yang akan dipasang kurang lebih 15-30 menit sebelum
digunakan.
Hal ini membuat bagian bawah keramik yang masih berpori dapat
menyerap air, sehingga sewaktu diberi adukan semen bisa menempel
atau menyatu

Tempelkan adukan semen dan pasir pada dinding yang akan dipasang
keramik.
Lalu biarkan sebentar, supaya agak mengering. Usahakan agar adukan
semen dan pasirnya jangan terlalu encer agar dapat menempel dengan
baik pada dinding.

Ketika hendak diletakkan pada dinding, beri kembali sedikit air pada
bagian belakangnya.

Berikan adukan semen pada bagian belakang keramik.


Ratakan lapisan semen tersebut. Untuk bagian pinggir keramik jangan
diberi semen terlalu tebal, karena ketika keramik ditekan/dipukul
untuk meratakan permukaannya, lapisan semen yang di tengah akan lari
ke arah pinggir dan mengisi ruang kosong tersebut.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Letakkan keramik pada posisinya lalu tekan/pukul dengan palu karet


agar permukaannya sejajar dengan tali atau keramik disebelahnya.

Untuk keramik dinding, pemasangan dimulai dari bagian paling atas ke


bagian paling bawah. Untuk menahan agar posisi keramik tidak melorot
ke bawah, gunakan paku sebagai pengganjal. Setelah itu
berikan spacer atau patokan besar nat keramik.
Bisa menggunakan berbagai macam benda yang kira-kira sesuai tebalnya
serta sama ukurannya satu dan lainnya. Lalu tekan/pukul dengan palu
karet sehingga keramik menjepit spacertersebut. Ini dimaksudkan agar
besarnya nat keramik sama semua (seragam). Cek kembali apakah
permukaannya sudah rata dengan bagian atas, bawah atau sampingnya.
Karena dalam proses produksinya, kemungkinan terdapat beberapa buah
keramik yang kondisinya melengkung, sehingga bagian pojok atas kiri
atau kanan sudah rata tetapi bagian bawah kiri atau kanannya bisa

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

jadi menonjol keluar atau malah masuk ke dalam. Isi bagian samping
dan bawah keramik agar tidak ada sisa ruang kosong. Agar keramik
tidak kosong bagian dalamnya, sehingga kurang kuat bila mengahadapi
tekanan nantinya. Siapa tahu di bagian tersebut akan dipasang tempat
handuk yang perlu di bor. Bila bagian tersebut kosong maka keramik
akan mudah pecah. Jangan lupa dilap permukaan keramiknya. Pada waktu
pemasangan biasanya permukaan keramik akan terkena adukan semen.
Memang keramik memiliki lapisan glaze yang membuat kotoran dan semen
tidak mudah menempel, tetapi alangkah baiknya jika keramik Anda yang
baru ini dibersihkan supaya terlihat bersih dan mengkilap. Biarkan
untuk beberapa waktu,agar adukan semen mengering dan keramik diam
pada tempatnya ketika paku tahanan dicabut. Bila keramik bergeser
kembali setelah dicabut paku penahannya, rapikan kembali keramik pada
posisi yang benar dan berikan sedikit semen kering pada bagian bawah,
atas atau sampingnya. Hal ini untuk mempercepat adukan semen supaya
mengering dan mengeras. Untuk pemasangan keramik berikutnya prosesnya
mengulang kembali dari atas. Namun sebelum meletakkan
keramik, pastikan bagian samping atau bawah keramik sebelumnya bersih
dari gumpalan atau sisa-sisa semen. Agar tidak ada yang mengganjal
diantara kedua keramik dan besarnya nat bisa disesuaikan atau
disamaratakan.
d.

Pekerjaan Lantai meja keramik

Pelaksanaan pekerjaan meja beton


Pasang bata yang elevasinya disesuaikan dengan tinggi meja

dapur.

Pasang bekesting multiplek dan diberi perkuatan dengan kaso.


Beri lubang pada bekesting untuk sparing penempatan alat
sanitair.
Bekesting untuk plat untuk meja beton dibuat dengan ketebalan

10 cm.

Fabrikasi besi beton dengan perkuatan kawat beton.

Letakkan besi beton yang sudah difabrikasi diatas bekesting.


Apabila diperlukan, pasang stek besi pada bagian dinding.

Pasang beton decking sesuai dengan kebutuhan.

Cek elevasi dan kerataan meja beton sebelum di cor.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Setelah bekesting dan pembesian siap, tuang adukan beton cor


kedalam bekesting secara merata dan dipadatkan.

Setelah cor kering dapat dilanjutkan dengan pemasangan keramik.

16. Pekerjaan sanitasi


Yang termasuk

dalam pekerjaan

ini adalah : Pengadaan, pemasangan,

pengujian, percobaan, dan pemeliharaan instalasi.


Cara Pelaksanaan
1. Semua jaringan dan pelengkap sanitair akan dipasang dengan rapi dan
teliti dengan penempatan sesuai dengan Gambar Kerja, tanpa ada
kebocoran-kebocoran.
2. Sambungan pipa PVC menggunakan Rubber Ring Joint.
3. Pipa mendatar dibuat dengan kemiringan minimum
4. Setelah selesai pemasangan

1% (satu persen).

harus dilakukan pengujian yang disaksikan

oleh Direksi / Pengawas.


Pekerjaan

instalasi

sistim

ini

meliputi

seluruh

pengangkutan

dan

pengadaan bahan-bahan serta peralatan-peralatan utama, peralatan bantu,


peralatan

untuk

instalasi,

tenaga

kerja,

pembuatan

alat-alat,

pemasangan, termasuk pengadaan listrik dan air untuk keperluan pengujian


dan keperluan kerja. Keterangan-keterangan

yang tidak dicantumkan di

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

dalam spesifikasi maupun dalam gambar tetapi perlu untuk pelaksanaan


pekerjaan instalasi secara keseluruhan harus juga dimasukkan ke dalam
pekerjaan ini.
1. Penyetelan seluruh sistim agar lengkap dan dapat bekerja dengan baik
sesuai dengan persyaratan dokumen pelelangan dan gambar-gambar yang
ada.
2. Pengadaan pemasangan

seluruh sistem instalasi Mekanikal / Elektrikal

sesuai dengan gambar dokumen, spesifikasi dan lainnya sesuai dengan


kontrak.
3. Segala sesuatu mengenai lingkup pekerjaan ini yang masih kurang
jelas, Kontraktor

dapat menanyakan lebih lanjut kepada Direksi /

Pengawas, Konsultan atau pihak lain yang ditunjuk untuk ini.


4. Apabila sampai terjadi kelalaian dan kekurangan, Kontraktor harus
bertanggung-jawab atas kerugian-kerugian yang mungkin terjadi.
5. Semua

pengadaan,

pemasangan

dan

pengujian

pekerjaan

Mekanikal / Elektrikal harus berdasarkan gambar dokumen


sesuai dengan

instalasi

lengkap dan

spesifikasi teknik, serta adendum lainnya.

6. Bila dalam spesifikasi ini terdapat klausal-klausal / butir-butir


yang ditulis

/ disebutkan kembali, hal ini bukan berarti klausalnya

dihilangkan,

akan tetapi malah mempertegas spesifikasinya.

7. Kontraktor
/

harus memperhitungkan di dalam harga instalasi Mekanikal

Elektrikal

segala

biaya

pengujian

di

pabrik

pembuatnya

dan

memberikan ijin untuk disaksikan oleh pejabat yang ditunjuk oleh


Pemilik. Sistim pengujian harus disampaikan secara tertulis 1 (satu)
bulan sesudah menerima SPK.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

17. Pekerjaan Pengecatan


1. Pengertian cat disini adalah meliputi emulsi, enamel, fernis, sealer
cement filler dan pelapis-pelapis lain yang dipakai sebagai cat
dasar, cat perantara dan cat akhir.
2. Cat pigmen harus dimasukkan dalam kaleng, untuk cat tembok 15 kg,
untuk cat kayu 10 kg dan untuk cat besi 12 kg dimana tertera nama
perusahaan pembuat, petunjuk pemakaian, formula, warna, nomor seri
dan tanggal pembuatan.
3. Semua cat yang dipakai harus mendapatkan

persetujuan

Konsultan

Pengawas. Untuk cat tembok dipilih dari produksi sekualitas.


4. Plamuur dan dempul untuk pekerjaan cat tembok dan cat kayu digunakan
merk yang sama dengan merk cat yang dipilih.
5. Cat meni disesuaikan dengan cat diatas dan sesuai dengan penggunaan
cat.
6. Semua

cat dan residu yang akan digunakan

harus mendapat persetujuan

Konsultan Pengawas.
7. Bahan pengencer digunakan dari produksi pabrik yang sama dengan bahan
yang akan diencerkan.
8. Mengecat dengan cat tembok semua bidang dinding exterior dan interior
seperti dinyatakan pada gambar.
9. Mengecat dengan cat kayu untuk semua bidang permukaan kayu seperti
dinyatakan pada Pasal 10.3.
10.Meni Kayu untuk semua bidang yang akan di cat kayu termasuk bidang
sambungan kayu.
11.Mengecat semua bidang langit-langit dari bahan Gypsum.
12.Warna dari semua jenis cat akan ditentukan kemudian dari Konsultan
Pengawas.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

13.Untuk dinding luar digunakan cat tahan air yang jenis dan mereknya di
koordinasi dengan Konsultan pengawas.

Cara Pengerjaan
Bidang yang akan dicat sebelumnya dibersihkan dengan cara menggosok
dengan ampelas kemudian didempul sehinga permukaannya rata dan licin
untuk kemudian di cat paling sedikit dua kali dengan roller 20 cm
sampai baik atau dengan cara yang telah ditentukan oleh pabrik.

Cat Kayu
Menggunakan seperti petunjuk dari pabriknya atau sebelum pekerjaan
pengecatan dimulai kayu harus kering dan digosok dengan kertas
ampelas sampai halus dan didempul pada
Meni Kayu
Bidang yang akan dimeni harus bersih dan dalam keadaan kering.
Pengecatan harus merata dan tidak terlihat lagi serat kayunya.
Laburan semua kayu kostruksi atap dengan residu harus secara merata.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Pelaksanaan

pekerjaan

cat

harus

sesuai

dengan

persyaratan

tercantum dalam PTI 1961.

Rencana Pengecatan
Interior
Plestera
n
Langitlangit
Semua

Cat dasar
Cat dasar Pigmen 2

kusen

kayu,

atap expose,
kaso,
terlihat

daun

konstruksi

gording, kasojendela

yang

Cat dasar Pigmen + 2

Exterior
8 kali emulsion
Cat dasar pigmen +2 x
cat emulsi
Cat dasar pigmen +2 x
cat
enamel Doff
Cat dasar pigmen +2 x
cat enamel Doff

yang

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

18. Pekerjaan Penutup Atap


Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas struktur pendukungnya (kolom
atau ringbalk) harus dilaksanakan secara benar dan cermat, agar rangka
atap baja ringan terpasang sesuai dengan persyaratannya. Persyaratan
teknis rangka atap baja ringan di antaranya adalah:
a. Kuda-kuda terpasang kuat dan stabil, dilengkapi dengan angkur
(dynabolt) pada kedua tumpuannya.
b. Semua kuda-kuda tegak-lurus terhadap ringbalk.
c. Ketinggian apex untuk pemasangan nok di atas setiap kuda-kuda rata.
d. Sisi miring atap rata (tidak bergelombang).
e. Tidak ada kerusakan lapisan pelindung.
f. Tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk) akibat kesalahan
pelaksanaan pekerjaan.

Pemasangan kuda-kuda harus mengikuti beberapa langkah kerja sebagai


berikut:
a. Langkah 1: Persiapan kerja
1. Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakkan kuda-kuda, dan
tidak diperkenankan menggunakan gambar draft sebagai panduan.
2. Menyiapkan semua peralatan perlengkapan keselamatan dan kesehatan
kerja, dan memperhatikan petunjuk tentang persyaratan melakukan
pekerjaan di atas ketinggian (lihat bagian keselamatan kerja).

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

3. Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemasangan kuda-kuda, antara


lain: bor dan hexagonal socket, meteran, selang air (waterpass),
alat penyiku, mesin pemotong, gergaji besi, palu, dan sebagainya.
b. Langkah 2: Leveling dan marking
1. Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata
dan siku, dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku
sebagai alat bantu

2. Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua bagian


bangunan dan tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang
ada di bawahnya.
3. Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan
gambar rencana atap.
4. Mengukur jarak antar kuda-kuda

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

c. Langkah 3: Pengangkatan dan pemasangan kuda-kuda


1. Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak mengakibatkan
kerusakan pada rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit .

2. Memasang kuda-kuda sesuai dengan nomornya di atas ring balok atau


wall-plate, berdasarkan gambar kerja

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

3. Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik. Sisi
kanan dan kiri kuda-kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi saat
pekerja melihat kuda-kuda, dengan mulut web dapat dilihat oleh
pekerja. Bagian di sebelah kiri pekerja disebut sisi kiri, sedangkan
yang berada di sebelah kanannya adalah sisi kanan.

4. Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus dengan


ringbalok menggunakan benang dan lot (unting-unting)
5. Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan menggunakan
4 buah screw 12 14 x 20 HEX.

6. Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan


menambahkan balok penopang sementara, agar posisi kuda-kuda tidak
berubah.
7. Mengulangi langkah ke-1 sampai ke-6 untuk mendirikan semua kuda-kuda,
sesuai dengan posisinya dalam gambar kerja.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

8. Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as (maksimum 1,2


meter).
9. Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex), dan
memastikan garis nok memiliki ketinggian yang sama (datar)

10.
Memasang balok nok.
11.
Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, jika bekerja
beban angin. Bracing dipasang di atas top-chord dan di bawah reng.
12.
Bila menggunakan aluminium foil, lapisan ini dipasang terlebih
dahulu di atas truss, jurai dan rafter

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

13.
Memasang reng (roof battens) dengan jarak menyesuaikan jenis
penutup atap yang digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda
diikat memakai screw ukuran 10-16x16 sebanyak 2 (dua) buah

14.
Memasang outrigger (gording tambahan setelah kuda-kuda terakhir
yang menumpu ringbalk). Pada atap jenis pelana, outrigger dapat
dipasang sebagai overhang dengan panjang maksimal 120 cm dari kudakuda terluar, dan jarak antar outrigger 120 cm. outrigger harus
diletakkan dan di-screw dengan dua buah kuda-kuda yang terdekat.

15.
Memasang ceilling battens dengan jarak antar masing-masing
ceilling battens adalah 120 cm. Komponen ini dipasang pada permukaan
bagian atas bottom chord kuda-kuda dan di-screw. Untuk pertemuan
ceilling battens dengan ring balok di beri bantalan bracket yang
diikat memakai 2 (dua) buah dynabolt. Fungsi ceilling battens adalah

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

untuk memperkuat ikatan antar kuda-kuda. Jika diperlukan, sambungan


memanjang ceiling battens sebaiknya tepat diatas bottom chord. Setiap
sambungan harus overlap 40 cm, dan setiap pertemuan dengan bottom
chord harus di-screw. Ceiling battens selanjutnya dapat difungsikan
untuk menahan plafond dan penggantungnya

d. Pemasangan penutup atap


1. Memeriksa ulang pemasangan kuda-kuda sesuai dengan nomor,
kedataran nok maupun sisi atap, dan memastikan support overhang
terpasang dengan benar .
2. Bila menggunakan Aluminium Foil, maka lapisan ini dipasang
terlebih dahulu di atas jurai dan rafter,
3. Menentukan jarak reng sesuai dengan jenis penutup atap yang
digunakan, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan reng (roof
battens) dengan screw 10 16 x 16 HEX. Memasang satu jalur
penutup terlebih dahulu dari bawah ke atas.
4. Pemasangan penutup atap harus lurus dan rapi agar polanya menjadi
rapi dan tidak berbelok belok

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

19. Pekerjaan Plambing


Instalasi Air bersih :

Hal yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah denah Plumbing serta
Diagram Isometri dimana dapat diketahui jalur-jalur instalasi pipa
itu diletakkan.
Pemasangan pipa dilaksanakan setelah pasangan bata dan sebelum
pekerjaan plesteran dan acian, fungsi untuk menghindari bobokan yang
menyebabkan keretakan dinding. (Untuk instalasi dalam bangunan).
Untuk pemasangan di luar bangunan seperti pipa saluran air hujan
dikerjakan setelah pekerjaan plesteran diselesaikan.
Pipa yang melewati plat dak atau balok atau kolom beton harus
dipasang sparing atau pemipaan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan
pengecoran.
Pipa yang posisi/letaknya sudah betul segera ditutup dengan plug/dop
yang tidak mudah lepas (menghindari kotoran/adukan masuk sehingga
terjadi penyumbatan).
Hindari belokan pipa/ knik pipa dengan pembakaran.
Posisi pipa pada kamar mandi harus disesuaikan dengan saniter
Rencana instalasi air bersih diletakkan pada perempatan nat keramik /
as keramik, simetris dengan luas keramik.
Setelah instalasi terpasang segera diadakan test tekanan pipa :
- Untuk pipa Gip maximum 10 Bar
- Untuk pipa PVC maximum 6 Bar

Instalasi air Kotor

Hal yang perlu diketahui :Denah instalasi dan diagram isometris pipa
air kotor serta jalur pembuangan.
Hindari /jangan terlalu banyak percabangan.
Sambungan harus betul-betul rapat.
Untuk air bekas (mandi/cuci) harus dibuat Manhole untuk kontrol
pembersihan (bak kontrol) pada tempat-tempat tertentu.
Untuk lubang saluran pembuang harus diberi saringan.
Sparing harus melebihi rencana peil lantai beton & tebal beton. (
diatas plat = 25 cm, dibawah plat = 15 cm ), bagian atas supaya
ditekuk atau digepengkan / ditutup dengan cara dipanaskan.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Posisi sparing harus sesuai dengan type saniter (jika saniter telah
ditentukan).
Jika saniter belum ditentukan , dipakai sistem Block Out.
Sparing Clean out harus dipasang bersamaan dengan sparing closet
(bila ada), dimana letak sparing clean out berada di samping atau
dekat dengan sparing closet, fungsinya adalah untuk pembersihan
apabila closet terjadi penyumbatan.
Fan out dipasang bila dalam instalasi saluran kotor banyak
percabangan dengan saluran pembuangannya lewat shaft. Fungsinya untuk
mengurangi tekanan udara pada pipa pada saat closet di gelontor
dengan air.
Floor drain supaya diletakkan jauh dari pintu dan dekat dengan
kurasan bak.

Saluran Air Hujan.


1. Pipa diletakkan persis dibawah lobang talang yang telah diberi torong
talang.
2. Pipa saluran air hujan dapat dipasang menempel di dinding luar dengan
menggunakan lem atau dapat ditanam di dinding bila berukuran < 2 .
3. Bila saluran pembuang air hujan berupa saluran tertutup harus dibuat
bak kontrol pada pertemuan pipa air hujan dengan saluran pembuang.
4. Bila terdapat sambungan, arah shock harus sebelah atas, dan
penyambungannya harus benar-benar kuat.
Saluran Pipa Wc ke Septictank

Pipa saluran dari closet menuju ke septictank harus diperhatikan


kemiringannya, karena kemiringan pipa dapat memperlancar penyaluran
kotoran apabila digelontor dengan air, kemiringan minimal 2 %.
Pipa sebaiknya dipergunakan kwalitas yang baik atau minimal type D.
Jangan ada percabangan untuk pipa yang ditanam di tanah (bangunan 1
lantai), karena bila ada penyumbatan susah untuk perbaikannya. Untuk
bangunan bertingkat (ada shaft) harus dibuat clean out dan fan out.

Penyambungan Pipa

Alat : Gergaji, Amplas, Lem PVC, Shell tape, Kunci Pipa


Untuk pipa PVC, dipotong sesuai dengan ukuran ujungnya diamplas
terlebih dahulu dan dibersihkan oleskan lem pada ujung dan dalam

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

shock (penyambung) segera masukkan gerakan arah lurus jangan diputar,


tunggu sampai kering. Apabila belum kering betul posisi sambungan
jangan digerakkan, karena akan menyebabkan lem yang telah dioles
menjadi tidak rekat.
Pada sambungan pipa yang mempunyai drat terlebih dulu dibungkus
sheeltape secukupnya pada drat sisi luar baru dimasukkan drat dalam
dan diputar sampai kencang dan rapat.
Pada penyambungan pipa besi lebih banyak dipakai sistem drat dan
las. Untuk penyenaian pipa minimum 4 baris/alur/drat.

Pekerjaan instalasi plumbing air kotor, air bekas dan vent


Pipa air kotor meggunakan pipas PVC kelas AW yang tahan terhadap
tekanan 10 bar, penyambungan pipa menggunakan lem PVC yang kuat
sehingga tidak mudah bocor.
Tentukan

dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.

Pasang

pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate


valve, fitting dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang
sudah dibuat.

Pasangan

clean out dan accessories lainnya.

Pipa

PVC yang horizontal digantung pada plat lantai beton menggunakan


besi siku dan pipa diikat pada besi siku supaya tidak bergerak saat
menerima beban air.

Pipa

air kotor vertikal ditanam pada dinding, dikerjakan pada saat


dinding belum diplester + aci. Pipa yang ditanam di dinding harus
diklem supaya tidak bergerak saat menerima beban air.

Untuk

pipa yang melintasi lantai


terutama lantai dasar, maka
kedalaman pipa harus cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.

Pipa

yang
akan
disambung,
bagian ujungnya harus dibersihkan
dengan ampelas supaya sambungan dapat lengket dengan kuat.

Untuk

lantai dasar, pipa air hujan diberi bantalan yang cukup kuat agar
sambungan tidak kendor akibat beban air hujan yang dapat menyebabkan
kebocoran.

Pemasangan

vent out untuk instalasi pipa air kotor padat.

Pemasangan

roof drain untuk instalasi pipa air hujan.

Buat

sumur resapan dan bak kontrol.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Testing dan commissioning


Sebelum disambung ke sanitair semua pipa plumbing harus di test dulu
dengan menggunakan tekanan hydrostatis sebesar 5 8 bar selama 24
jam, dimana pada saat itu tidak boleh ada penurunan tanah.

Khusus untuk instalasi air bersih, sebelum digunakan pipa dibersihkan


dahulu (flushing) dari kotoran yang mungkin masih tersisa dalam pipa.
Pembersihan pipa dapat melalui lubang clean out.

Sebelum test commissioning terlebih dahulu dilakukan test intern yang


dimaksudkan apabila ada kegagalan fungsi dari instalasi dan peralatan
yang terpasang dapat segera ditanggulangi/diperbaiki.

Test commissioning
terpasang.

dari

fungsi

masing-masing

peralatan

yang

20. Pekerjaan Pemipaan Hydrant dan Pemadam Kebakaran


a. Sistem Penyambungan Pipa
Menggunakan sambungan ulir/screwed atau las untuk pipa berdiameter
75 mm ke bawah dan menggunakan sambungan flanged untuk diameter pipa
100 mm ke atas dengan maximum dua batang pipa serta pada belokan
minimal 5 kali diameter pipa dari bahan yang sesuai dengan jenis bahan
pipanya (long elbow).
Sambungan flanged dilakukan pada setiap belokan dan pada setiap dua
batang pipa pada pipa lurus.
Untuk mencegah terhadap kebocoran, penyambungan pipa dengan ulir
harus terlebih dulu diberi lapisan red lead cement atau pintalan
khusus dari asbes.
Sedangkan untuk sambungan flanged harus dilengkapi ring dari karet
secara homogen.
b. Penumpu Pipa
Seluruh pipa harus diikat/ditetapkan, kuat dengan dudukan dan angker
yang kokoh (rigit), agar inklinasinya tetap, untuk mencegah
timbulnya getaran dan gerakan.
Pipa horizontal harus ditumpu dengan penyangga dengan jarak antara
tidak lebih dari 2,5 m.
c. Pemasangan Fixtures dan Fitting
Semua fixtures harus dipasang dengan baik dan di dalamnya bebas
dari kotoran yang akan mengganggu aliran atau kebersihan air, dan

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

harus terpasang dengan kokoh (Rigit) ditempatnya lengkap tumpuan


yang mantap.
Semua fixtures, fitting, pipa-pipa hidrant dilaksanakan harus rapi.
Untuk pipa-pipa yang tekanan airnya tinggi (pipa induk), dipasang
balok-balok dari beton dengan campuran yang kuat (K.225) dan
dipasang setiap ada sambungan pipa (tee, elbow, valve ) dan
sebagainya.
Tinggi pemasangan dari lantai + 20 cm (muka tanah jadi).
Perletakan engsel disesuaikan dengan keadaan setempat sehingga
mudah untuk dibuka/tutup.
d. Pekerjaan pemasangan Hydrand
Hydrant Box ini dapat dibagi menjadi dua yaitu berupa Indoor
Hydrant
( terletak di dalam gedung ) atau Outdoor
Hydrant ( terletak di luar gedung ). Pemasangan Hydrant Box ini
biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan luas ukuran ruangan serta
luas gedung. Tetapi untuk ukuran minimalnya diharuskan pada tiap
lantai terdapat minimal satu buah dan begitu pula untuk yang di luar
gedung. Untuk pemasanganHydrant Box di dalam ruangan pada bagian
atasnya ( menempel pada dinding ) harus disertai pemasangan alarm
bel. Pada Hydrant Box terdapat gulungan selang atau lebih dikenal
dengan istilah Hose Reel.

Gambar: Hydrant indoor

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

.
Gambar : Hydrand outdoor

e. Pekerjaan Pemasangan Instalasi Pemadam Kebakaran


PEMASANGAN UNIT POMPA
a. Seluruh unit pompa harus dipasang dan didudukkan diatas fondasi
dengan kuat dan kokoh.
b. Metoda dan persyaratan instalasi pompa, pemipaan serta peralatan
pemipaannya harus mengikuti dan mengacu kepada Standard NFPA-20.
INSTALASI PEMIPAAN
a. Sistem Penyambungan Pipa
- Menggunakan sambungan ulir/screwed atau las untuk pipa
berdiameter 75 mm ke bawah dan menggunakan sambungan flanged
untuk diameter pipa 100 mm ke atas dengan maximum dua batang pipa
serta pada belokan minimal 5 kali diameter pipa dari bahan yang
sesuai dengan jenis bahan pipanya (long elbow).
- Sambungan flanged dilakukan pada setiap belokan dan pada setiap
dua batang pipa pada pipa lurus.
- Untuk mencegah terhadap kebocoran, penyambungan pipa dengan
ulir harus terlebih dulu diberi lapisan red lead cement atau
pintalan khusus dari asbes. Sedangkan untuk sambungan flanged
harus dilengkapi ring dari karet secara homogen.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

b. Penumpu Pipa
- Seluruh pipa harus diikat/ditetapkan, kuat dengan dudukan dan
angker yang kokoh (rigit), agar inklinasinya tetap, untuk
mencegah timbulnya getaran dan gerakan.
- Pipa horizontal harus ditumpu dengan penyangga dengan jarak
antara tidak lebih dari 2,5 m.
c. Pemasangan Fixtures dan Fitting
- Semua fixtures harus dipasang dengan baik dan di dalamnya bebas
dari kotoran yang akan mengganggu aliran atau kebersihan air,
dan harus terpasang dengan kokoh (Rigit) ditempatnya lengkap
tumpuan yang mantap.
- Semua fixtures, fitting, pipa-pipa hidrant dilaksanakan harus
rapi.
- Untuk pipa-pipa yang tekanan airnya tinggi (pipa induk),
dipasang balok-balok dari beton dengan campuran yang kuat
(K.225) dan dipasang setiap ada sambungan pipa (tee, elbow,
valve ) dan sebagainya.
- Tinggi pemasangan dari lantai + 20 cm (muka tanah jadi).
Perletakan engsel disesuaikan dengan keadaan setempat sehingga
mudah untuk dibuka/tutup.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Semua pipa dari besi/baja dalam tanah harus dililit dengan karung goni dan
dilapisi dengan Tar (Tar coated) untuk penahan Korosi atau dengan bahan
anti karat sintesis yang dispesifikasi untuk keperluan pemipaan bawah
tanah. Sedangkan untuk pipa-pipa yang terlihat (exposed) harus diberi tanda
dengan warna atau cat yang warnanya akan ditentukan kemudian oleh Pengawas.
Untuk pipa-pipa dalam ceiling agar mudah dikenali diberikan tanda warna/cat
pada setiap jarak + 4 m dengan arah aliran pada pipa-pipa induk, begitu
pula pipa-pipa pada shaft dimana terletak pintu pemeriksaan. Sebagai
patokan dipakai warna cat sebagai berikut : Untuk jaringan pipa hydrant
dipakai warna merah
Khususnya untuk identifikasi dan penentuan warna cat dari masing masing instalasi Plumbing dan Hydrant akan ditentukan kemudian bersama
Pengawas.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

21. Pekerjaan Struktur Gound Water Tank

Campuran beton yang dipakai dalam pembuatan ground tank harus tepat dan
kedap air (water proof). Dengan perbandingan plesteran semen dengan
pasir yang digunakan adalah 1 : 3. Detail sistem kerjanya adalah sebagai
berikut :

Gambar 1. Tanah digali, lalu diberikan lapisan beton setebal 3- 5 cm


untuk lantai kerja.

Gambar 2. Pemasangan stek tulangan untuk perkuatan dinding Ground Tank.

Gambar 3. Pembuatan lubang peturasan di bawah.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Gambar 4. Pemasangan tulangan wiremesh diameter 10 mm M- 150 (artinya jarak


antar tulangannya 150 mm), untuk konstruksi dengan beton bertulang.
Karena konstruksi ground tank ini menampung air dalam kapasitas yang
relatif besar, maka tekanan yang dihasilkan pun juga besar. Maka
dibutuhkan perkuatan tambahan di ke 4 ujung sudutnya. Perhatikan
tulangan perkuatan tambahan yang dipasang di ujung dinding.

Gambar 5. Penambahan tulangan di ujung- ujung Ground Tank untuk


perkuatan dinding.

Gambar 6. Pemasangan bata untuk pengganti bekisting (karena bagian


dalamnya akan di plester dan dikeramik)

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Gambar 7. Pembuatan manhole dan pemasangan bekisting atas untuk


pengecoran.

Gambar 8. Pembetonan bagian atas.


Pada bagian atas, dibuat manhole sebagai acces untuk masuk ke dalam.
Biasanya untuk menguras dan mengecek keadaan pompa. Setelah pembetonan
selesai, maka ground tank ini harus diuji dulu untuk memastikan bahwa
tidak ada kebocoran, setelah semua fix baru dipasang keramik untuk
perlindungan terhadap lumut dan kemudahan dalam pengurasan.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

22. Pekerjaan Struktur Septiktank (STP)


Tahapan dalam pekerjaan Septiktank (STP) adalah :
a. Gali

tanah

dengan

ukuran

Biotech,

kedalamandisesuaikan

dengan

saluran pipa WC, untuk lebih kuat bua pondasi sesuai ukuran Biotech.
b. Letakkan Biotech kedalam galan tersebut dan atur posisi secara
benar.
c. Sambungkan pipa inlet, outlite da ventilasi.
d. Isi biotech dengan air sampai penuh kemudian mulai timbun dengan
pasir disekeliling Biotech.
e. Jika

kemungkinan

diatasnya

bertulng untuk menutupnya.

akan

dibebani

maka

diperlukan

beon

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

23. Pekerjaan Drainase dan Bak Kontrol


Pekerjaan Drainase
a.

Pekerjaan Drainase akan dimulai dengan melakukan pengukuran


situasi dan elevasi dasar saluran,khususnya outlet dari existing
saluran untuk menentukan ketinggian (arah dan kelandaian)
saluranrencana dengan menggunakan titik ikat yang disetujui dan
diikuti dengan pemasangan patok serta profilkemiringan galian.

b. Saluran drainase yang ada, untuk sementara direlokasi agar tetap


berfungsi sebelum pekerjaan drainase yang permanen selesai
dilaksakan, kondisi ini dimaksudkan untuk menjaga aliran air
disekitar lokasi proyek dalam mengantisipasi musim hujan.
c.

Pekerjaan penggalian dan penimbunan untuk membentuk saluran


drainase akan dilaksanakan secara bertahap dan disesuaikan dengan
progress pekerjaan tersebut diatas.

d. Pada daerah drainase yang telah tergali dan tebentuk serta elevasi
dasar saluran telah sesuai dengan dimensi gambar kerja yang
disetujui dan juga telah dipadatkan, maka sesuai lokasi yang
direncanakanakan dilanjutkan dengan pekerjaan pemasangan batu.
e. Untuk daerah saluran yang terbentuk dengan penimbunan, maka
pekerjaan pemasangan batu kali akandikerjakan apabila pekerjaan
penimbunan tersebut telah memperhatikan sesetabilan.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Pekerjaan Bak Kontrol


Cara pengerjaan yaitu :Tentukan titik mana yang akan dibuatkan bak
control.Besi berfungsi sebagai tiang pondasi pada bak kontrol agar
lebih kuat dan tahan lama, setalah pondasi besi sudah terpasang
lanjut ke pemasangan.Bisa Pakai Bata Merah / Batako untuk menjadi
dinding pada bak kontrol, panjang, lebar, & tinggi sesuai dengan
saluran yang akan terhubung ke bak kontrol. tetapi posisi bak kontrol
harus lebih besar dari saluran air. Setelah dinding terpasang maka
lakukan lah perapihan pada dinding bak kontrol agar terlihat lebih
rapi dan buat tutup bak kontrol nya juga jika suatu saat bermasalah
padasaluran air sangat lah mudah untuk mengecek nya.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

24. Pekerjaan Sarana dan Prasarana Lingkungan Gedung


Cara pengerjaannya:
a. Sebelum Paving Blok dipasang pastikan struktur dari lahan yang hendak
di paving dalam keadaan benar-benar bersih dari kotoran maupun akarakar yang akan menganggu pemasangan dan benar-benar padat. Apabila
belum padat dapat dipadatkan dengan menggunakan mesin Roller (Wales)
atau Stamper kuda. Hal ini agar lahan yang akan dipasang paving
block tidak amblas.
b. Sesuai spesifikasi beban yang akan melewti lahan yang akan dipasang
paving

dengan

material

pendukung

untuk

landasan

area

paving.

Material tersebut dapat berupa : Limeston, Base Couse, Sirdam,


Makadam dll.
c. Pastikan permukaaan lahan yang akan dipaving dalam kondisi rata/sudah
level.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

d. Gelar abu batu mengikuti kemiringan yang telah ditentukan kemudian


ratakan dengan menggunakan jidar kayu.
e. Lakukkan pemasangan pavung block dengan cara maju kedepan, sementara
pekerja pekerja pemasang paving berada diatas paving yang telah
dipasang.

f. Pasang kantin beton sebagai pengunci paving block, agar paving block
yang sudah terpasang tidak bergeser.
g. Untuk tepian lahan/sudut-sudut yang belum terpasang paving block
(las-lasan)potong paving block dengan menggunakan alat potong paving
block /paving block cutter.
h. Setelah lahan 100% sudah terpasang paving block, selanjutnya kita
lakukan pengisian naat paving block tersebut(pengisian joint filler)
dengan menggunakan abu batu.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

i. Padatkan paving block yang sudah terpasang dengn menggunakan baby


roller atau stamper kodok 1 sampai 2 kali putaran agar timbul gaya
saling mengunci atar paving block satu sama lainnya.

j. Bersihkan area lahan yang telah terpasang paving block dari sisa-sisa
abu batu.
25. Pekerjaan Penyambungan Listrik
a. Gambaran Umum
Dalam pemasangan suatu instalasi listrik terdapat prosedur
ditentukan yang telah ditetapkan, diantaranya harus dibuat
gambar rencana berdasarkan denah bangunan yang akan dipasang
instalasi. Spesifikasi dan syarat-syarat permintaan pemesan yang
menguraikan hal-hal yang harus dipenuhi pelaksana, dan batas
waktu yang telah ditentukan. Berdasarkan ayat 401 B3
menjelaskan tentang batasan dan macam-macam gambar yang
harus direncanakan sehubungan dengan pemasangan instalasi
listrik adalah :

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

Gambar situasi, meliputi letak bangunan yang akan dipasang dan


rencana penyambungan jaringan PLN
Gambar instalasi, terdiri dari : rencana penempatan peralatan
listrik, seperti titik lampu, sakelar, kotak-kontak, PHB, dan
sebagainya; rencana penyambungan peralatan listrik dengan alat
pelayannya, seperti akelar dengan lampu, motor dan pengasutnya,
dan lain -lain; data teknis perlatan yang akan dipasang, dan
sebagainya.
Diagram instalasi garis tunggal, yang menjelaskan : diagram PHB,
beban

terpasang,

ukuran

dan

jenis

penghantar,

dan

sistem

pentanahan.

Gambar

rincian

keterangan,

mencakup

ukuran

fisik,

cara

pemasangan alat listrik, cara pemasangan kabel, dan cara kerja


alat kontrolnya (jika memungkinkan).

b. Pengawasan Dan Tanggung Jawab


Berhubungan dengan pengawasan dan tanggung jawab perencanaan dan
pelaksanaan pemasangan instalasi, diatur dalam pasal 910, antara
lain :
Harus mendapat izin dari cabang PLN setempat
Penanggung jawab harus seorang ahli dan memiliki izin yang
berwenang.
Harus diawasi

oleh seorang ahli danbertanggung jawab atas

keselamatan para pekerjanya.


Harus dilaksanakan oleh orang yang memiliki pengetahuan dan
keterampilan tentang itu dan dalam keadaan sehat.
Pekerjaan yang sudah selesai harus dilakukan pemeriksaan dan
pengujian oleh petugas yang berwenang. Pekerjaan itu meliputi :

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

tanda-tanda, peralatan yang dipasang, cara pemasangan polaritas


pentanahan, tahanan isolasi, dan kontinuitas rangkaian.
Apabila hasil pemeriksaan dinyatakan baik, sebelum diserahkan
kepada pemiliknya, maka harus dicoba dengan tegangan dan arus
yang penuh untuk waktu yang cukup lama.
Seorang perencana harus bertanggung jawab terhadap rencana yang
telah dibuatnya.
Pelaksana pemasangan instalasi harus bertanggung jawab terhadap
pekerjaannya dalam jangka waktu tertentu apabila ada kecelakaan
akibat kesalahan pemasangan.

25. PEKERJAAN SAFETY (K3)


Untuk

menjaga

kondisi

keselamatan

proyek

dari

kecelakaan

dan

kesehatan terhadap personil/pekerjaan kami dan masyarakat dan menjaga


dari

kerusakan

terhadap

material

dan

peralatan

yang

dapat

meningkatkan kualitas kerja dan kuantitas manpower kami sehingga


dapat mencegah terjadinya pelanggaran dari kontrak.
Kontraktor utama akan menyediakan prosedur yang sesuai dengan bagian
yang berhubungan dengan tim keselamatan dan kesehatan setempat.
Dan Penyedia Jasa Kontraktor berkewajiban untuk mengusahakan agar
tempat kerja, peralatan, lingkungan kerja dan tata cara kerja diatur
sedemikian
kecelakaan.

rupa

sehingga

tenaga

kerja

terlindung

dari

resiko

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

26. PEKERJAAN PEMBERSIHAN


Sebelum diadakan Serah Terima-1 (Pertama) Pekerjaan, Kontraktoer
pelaksana wajib membersihkan semua bagian Pekerjaan, terutama pada
atap,

lantai

dinding,

pintu/jendela,

plafond

dan

lain-lain.

Kontraktor Pelaksana juga harus membersihkan barang bekas/peralatan


yang diperlukan. Semua sisa materialyang digunakan lagi harus dibawa
ke luar dari lingkungan pekerjaan, sehingga halaman benar-benar
bersih dan rapih.

27. MASA PEMELIHARAAN


Selama masa pemeliharaan Kontraktor Pelaksana berkewajiban untuk
mengganti material yang tidak berfungsi dengan baik, dan bertanggung
jawab atas semua kekurangan dari item pekerja yang telah dikerjakan.

28. KETENTUAN TAMBAHAN


Semua pekerjaan yang terdapat dalam gambar bestek tapi tidak
dinyatakan dalam RKS ini atau sebaliknya, akan tetapi menyangkut
pekerjaan bangunan ini, maka pemborong wajib menyelesaikan sesuai
petunjuk Pengawas Lapangan / Pihak Direksi.
Selain Bestek ringkas ini, semua ketentuan-ketentuan administrasi
pemeriksaan bahan dan mutu pekerjaan serta ketentuan-ketentuan
lain

dari

pemerintah

yang

menyangkut

pelaksanaan

pekerjaan

pembangunan termasuk pula sebagai pedoman penyelenggara pekerjaan


yang harus ditaati oleh Rekanan. Satu dan lain-lain menurut
petunjuk Unsur Teknis yang tidak bertentangan dengan uraian dan
syarat-syarat ini.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

29. URAIAN PEKERJAAN


PEKERJAAN AKHIR
Dalam penyelesaian pekerjaan akhir diantaranya membersihkan bekas
sisa material dan melakukan cek ulang secara teliti dan bersama-sama
dengan

Petugas

Teknis

Kegiatan

terhadap

pekerjaan

yang

telah

dilaksanakan termasuk apabila terdapat kekurang sempurnaan dalam


pelaksanaan.

PEKERJAAN PEMELIHARAAN BERKALA


Masa pemeliharaan selama 180 hari kalender dengan ketentuan apabila
pekerjaan tersebut terdapat kerusakan harus memperbaiki sampai batas
akhir penyerahan II. Kwalitas pekerjaan harus tetap dalam keadaan
baik.

EVALUASI
Evaluasi dilakukan tiap hari untuk mengetahui pelaksanaan baik dari
segi volume maupun kesesuaian dengan ketentuan yang ditetapkan.
Selain evaluasi harian kami juga akan melakukan evaluasi mingguan,
bulanan dan tahap akhir dimana evaluasi ini untuk mendapatkan
persetujuan

dari

pihak

pemberi

pekerjaan

maupun

Direksi

Teknis/Pengawas bahwa pekerjaan telah dilaksnakan sesuai spesifikasi


teknis sehingga akan memudahkan pihak kontraktor untuk menentukan
langkah selanjutnya dalam proses pekerjaan ini guna menyelesaiakan
tahap-tahap berikutnya. Sebelum penyerahan I (pertama) terlebih
dahulu kami akan melakukan pembersihan lokasi pekerjaan secara
menyeluruh baik pada bangunan maupun lokasi sekitarnya yang kami
perkirakan memakan waktu kurang lebih 2 hari kerja.

Metode Pelaksanaan

PEMBANGUNAN RUSUN BENGKULU (REG16-14)


PT. METRO KREASI INDOTEKNIK

LAPORAN AKHIR

DOKUMENTASI

Sebagian bahan laporan akhir akan kami lengkapi dengan foto-foto


dokumentas sebelum, selama, dan sesudah pekerjaan selesai dari 0%,
50% dan 100%. Laporan akhir memuat volume pekerjaan yang telah
terselesaikan dan mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas maupun
pemberi pekerjaan. Dan apabila dalam syarat-syarat teknis,
administrasi dan syarat umum terdapat kekurangan akan digunakan
ketentuan lain yang berlaku.

30. PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam KETENTUAN TEKNIS dan bila
ternyata diperlukan akan dicantumkan dalam Berita Acara Penjelasan
Pekerjaan.
Hal-hal yang timbul dalam pelaksanaan dan diperlukan penjelasan, maka
hal ini akan dibahas dalam rapat Evaluasi Pekerjaan yang diatur oleh
Pengawas Lapangan secara berkala. Demikian uraian metode Pelaksanaan
beserta aspek-aspek yang terkait di dalamnya, semoga uraian diatas
dapat memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk kelengkapan Dokumen
Penawaran Paket.

Jakarta, 4 Mei 2016

Deny Panjaitan
Direktur