Anda di halaman 1dari 6

Orang pada umumnya yakin perusahaan-perusahaan raksasa yang mapan tidak akan pernah

bangkrut. Mengalami penurunan mungkin iya, tetapi tidak untuk bangkrut. Bagaimana mungkin
bangkrut? WorldCom, perusahaan komunikasi terbesar kedua di Amerika terpaksa harus
menyatakan pailit pada tahun 2002 setelah ketahuan melakukan kecurangan dalam laporan
keuangannya.
WorldCom pada saat itu sebenarnya merupakan perusahaan telekomunikasi yang besar.
Dengan jumlah karyawan mencapai 80.000, WorldCom menyediakan layanan telepon jarak
jauh dan memiliki backbone jaringan Internet terbesar. WorldCom berawal
dari merger perusahaan Long Distance Discount Services, Inc (LDDS) dengan Advantage
Companies Inc. Bernard Ebbers yang sebagai pendiri LDDS ditunjuk sebagai CEO
WorldCom.

WorldCom setelah menyatakan diri pailit menggantikan namanya menjadi MCI Inc dan belakangan diakuisisi
Verizon Communication pada tahun 2005
Pada awal tahun 2000 perusahaan komunikasi tersebut sudah mulai mengalami kemerosotan yang
disebabkan oleh dot-com buble. Pendapatan mengalami penurunan dan utang semakin banyak. Nilai saham
juga terus mengalami penurunan. Melihat kondisi tersebut Bernard Ebbers sebagai CEO, Scott Sullivan
sebagai CFO dan David Myers sebagai auditor senior memutuskan mengambil langkah keluar dengan cara
mengubah laporan keuangan. Ada dua cara yang mereka tempuh. Yang pertama, mereka membukukan line
cost sebagai pemasukan, padahal pada kenyataannya merupakan pengeluaran. Dan yang kedua, mereka
meningkatkan pendapatan dengan entri akun palsu yang ditulis sebagai akun pendapatan perusahaan yang
tidak teralokasi.

Bernard Ebbers mengendarai sendiri mobil Mercedes Benz-nya ke penjara, setelah dijatuhi hukuman kurungan
25 tahun.
Cynthia Cooper salah satu auditor internal WorldCom merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan pelaporan
keuangan di situ. Kecurigaannya semakin nyata ketika dia menanyakan perihal keuangan kepada Sullivan,
sang CFO yang dibalas dengan menyuruhnya untuk tidak ikut campur. Pada masa-masa itu WorldCom
menggunakan jasa perusahaan Arthur Andersen sebagai auditor eksternal independen. Sedangkan Arthur
Andersen sendiri dalam terlilit skandal Enron tidak lama yang lalu. Jadi bisa dibilang kredibilitas perusahaan
Arthur Andersen sendiri mulai dipertanyakan.

Cynthia Cooper saat itu menjabat sebagai Vice President dalam divisi Internal Audit WorldCom
Cynthia bersama beberapa rekannya membentuk sebuah tim kecil untuk melakukan investigasi. Mereka harus
mengaudit keuangan pada malam hari secara sembunyi-sembunyi supaya tidak diketahui atasan untuk
mencari kebenaran. Tetapi perjuangan para tim ini tidaklah sia-sia. Pada bulan Mei mereka berhasil
menemukan sebuah lubang pada laporan keuangan perusahaan mereka.

Cooper lalu memutuskan menghubungi kepala komite audit mengenai penemuan timnya. Pada tanggal 20 Juni
diselenggarakan rapat komite audit dewan direksi untuk mendengarkan Cooper dan Sullivan. Pada pertemuan
itu sang CFO berusaha menjelaskan strategi akuntasi yang dilakukan dia dan berusaha mendapat dukungan
dari para dewan, namun gagal. Pada tanggal 24 Juni, komite audit meminta Sullivan dan Myers untuk
mengundurkan diri sebelum rapat dewan direksi hari berikutnya jika tidak ingin diberhentikan.
Myers mengundurkan diri. Sedangkan Sullivan enggan mengundurkan diri, sehingga dipecat. Pada hari
berikutnya WorldCom mengumumkan kenyataan keadaan keuangan perusahaan mereka keluar. Akhirnya
seluruh dunia mengetahui kalau perusahaan ini telah memalsukan pendapatannya sebanyak 3,8 miliar dolar
US. Perusahaan WorldCom kemudian menyatakan dirinya pailit. Kebangkrutan WorldCom merupakan
kebangkrutan terbesar dalam sejarah Amerika pada saat itu dengan nilai asetnya sebesar 103,9 miliar dolar
US. Ebbers akhirnya diganjar penjara selama 25 tahun karena terbukti ikut terlibat dalam penipuan pelaporan
akutansi. Sedangkan Sullivan sendiri dikenakan hukuman 5 tahun penjara.
Peristiwa ini membuktikan sebuah perusahaan yang dari luar terlihat normal sebenarnya bisa saja merupakan
sebuah ilusi yang menyesatkan para pemegang saham. Umumnya ilusi yang dipancarkan oleh perusahaan ini
tidak lain adalah laporan keuangan yang dipalsukan. Demikianlah kisah sang perusahaan pemilik jaringan
Internet terbesar ini menemui kehancurannya.

Worldcom yang merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Amerika


mengumumkan bahwa mereka telah menggelumbungkan arus kas sebanyak $ 3.8
M pada tanggal 25 Juni 2002. Yang menjadi pukulan besar bagi kredibilitas pasar
modal dan tata kelola perusahaan.
Pelanggaran yang dilakukan oleh Manajemen Puncak WorldCom sebegai berikut:
o Penggelembungan tersebut terjadi karena adanya praktik akuntansi yang keliru
dan manipulasi laporan keuangan oleh pihak manajemen puncak perusahaan;
o Praktik akuntansi yang keliru ini dapat terealisasi karena dibantu oleh eksternal
Arthur Andersen dan staf akuntansi perusahaan tersebut;
o Selain praktik akuntansi yang keliru, CEO WorldCom juga menggunakan uang
pereusahaan untuk kepentingan pribadi.
Hukuman yang di dapat oleh Bernie Ebbers dan Scott Sullivan masing-masing
didakwa di sembilan tuduhan:
1.

Satu Dakwaan Konspirasi;

2.

Satu Dakwaan Kecurangan Sekuritas;

3.

Tujuh Dakwaan Temuan Pengaturan Palsu.

1.
Manajemen Worldcom menggelembungkan angka pada periode berjalan
dengan cara:

Biaya jaringan yang telah dibayarkan pihak worldcom kepada pihak ketiga
dipertanggungjawabkan dengan tidak benar. Dimana biaya jaringan yang
seharusnya dibebankan dalam laporan laba rugi, oleh perusahaan dibebankan ke
rekening modal. Hal ini mengakibatkan laba periode berjalan menjadi lebih besar
dari laba yang sebenarnya didapat oleh perusahaan. Dengan cara ini worldcom
mampu meningkatkan keuntungannya hingga $ 3.85 M

Dana cadangan untuk beberapa biaya operasional dinaikkan oleh


perusahaan. Dana cadangan yang sudah terbentuk, nantinya akan dikurangi secara

tidak benar oleh perusahaan untuk memanipulasi jumlah keuntungan yang


diperoleh perusahaan pada periode berjalan. Dengan praktik ini, Worldcom berhasil
memanipulasi keuntungannya sebesar $ 2 M.

2.

Arthur Andersen menyetujui tindakan manipulasi karena :

Tidak adanya integritas dalam praktik audit Arthur Andersen, sehingga


kecurangan yang dilakukan tidak diungkapkan dalam opini auditor.

Adanya hubungan antara AA dengan Sullivan dan Myers yang merupakan


pekerja di KAP AA sebelum bergabung dengan WorldCom.

3.
Cara Dewan Direksi Worldcom mencegah manipulasi yang dilakukan oleh
manajemen :

Dewan Direksi harus membentuk komite audit yang sepenuhnya memenuhi


asas integritas dan independensi. Hal ini agar pengukuran dan pengungkapan atas
LK worldcom dilakukan dengan benar sehingga tidak ada informasi yang ditutupi.

Dewan direksi harus yakin bahwa Sistem Pengendalian Manajemen (SPM)


perusahaan telah dengan baik mengendalikan sistem manajemen worldcom
sehingga tidak terjadi kecurangan oleh pihak manajemen dalam perusahaan.

Menciptakan budaya yang sehat, terbuka dan taat terhadap corporate


governance dan corporate responbility agar perusahaan tidak melakukan kegiatan
yang melanggar etika.

Transparansi dari pihak manajemen baik kepada auditor eksternal maupun


internal.

4.
Alasan para akuntan WorldCom mau diajak bekerja sama dalam
memanipulasi laporan keuangan adalah:

Money : Adanya iming-iming uang dan bonus yang besar bagi para akuntan
jika mereka mau bekerja sama dengan pihak manajemen untuk memanipulasi
laporan keuangan.

Pressure: Adanya tekanan dari atasan untuk memanipulasi laporan kaunagan.


Yangmana jika tidak dituruti akan mengakibatkan para akuntan dipecat.

Culture: Budaya perusahaan, yang menghalalkan segala cara untuk dapat


memperoleh penghasilan, agar perusahaan tetap terlihat baik dimata publik dan
harga saham perusahaan tidak turun drastis.


Internal Control: Lemahnya pengendalian internal perusahaan, sehingga
tindakan manipulasi dan kecurangan dapat terjadi dalam perusahaan.

Chance : Adanya kesempatan untuk memanipulasi LK worldcom, dimana


dalam hal ini semua pihak dari manajemen puncak hingga staf akuntansi dapat
diajak bekerja sama untuk memanipulasi LK perusahaan.

Etika : Kurangnya etika profesi akuntansi, para akuntan yang bekerja di


worldcom tidak berpegang teguh pada etika profesi akuntansi ataupun GAAP,
sehingga mereka bersedia untuk melakukan tindakan yang melanggar kegiatan
kode etik profesi akuntansi.

5.
Dewan direksi menyetujui pemberian pinjaman dana lebih dari $408 juta
kepada Ketua (J.Ebbers) dan CEO karena :

Dengan tujuan untuk membeli saham worldcom ataupun untuk margin calls.
Nmaun, kenyataannya uang pribadi tersebut digunakan CEO worldcom untuk
kepentingan pribadinya sendiri.

6.
Bagaimana dewan memastikan bahwa whistle blower akan berani maju untuk
memberitahukan mereka tentang kegiatan yang dipertanyakan atau meragukan?

Dewan direksi harus memastikan bahwa whistle blower akan berada pada
kondisi yang aman walaupun mereka telah membocorkan kejahatan pihak internal
perusahaan.