Anda di halaman 1dari 14

TUGAS KELOMPOK

ANALISIS VARIANSI TERAPAN


TWO-WAY ANALYSIS OF COVARIANCE

Disusun oleh :
1. Jusriaty M Purba

(11/314053/PA/13755)

2. Novalia P Sinaga

(11/314072/PA/13759)

3. Dwi Rully Hardina

(11/316709/PA/13837)

4. Nuruul Aini Utami

(11/316955/PA/14073)

5. Rahmaningrum K

(12/334675/PA/14908)

6. Naufal Ibnu Amzani

(12/336539/PA/15089)

Dosen Pengampu

: Prof. Dr. Sri Haryatmi, M.Sc.

PROGRAM STUDI STATISTIKA


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2015

ANALISIS KOVARIANSI DUA ARAH


TWO-WAY ANALYSIS OF COVARIANCE

I.

Pengertian

Pengertia ANACOVA
ANACOVA merupakan teknik analisis yang berguna untuk meningkatkan presisi sebuah
percobaan karena didalamnya dilakukan pengaturan terhadap pengaruh peubah bebas lain yang
tidak terkontrol. ANACOVA digunakan jika peubah bebasnya mencakup variable kuantitatif
dan kualitatif. Dalam ANACOVAdigunakan konsep ANOVA dan analisis regresi.
ANACOVA dilakukan dengan menambahkan variablel concomitant pada model
ANOVA yang memuat efek faktor dengan satu atau lebih variablel tambahan yang berelasi
dengan variablel dependen (Y). Penambahan ini bertujuan mengurangi variansi kesalahan
(error) dalam model.
Peubah-peubah dalam ANACOVA dan tipe datanya :

Secara spesifik, uji ANACOVA menggunakan asumsi layaknya uji ANOVA, bersifat
homoskedastik, artinya tidak mengandung masalah heteroskedastisitas dimana nilai residual
memiliki keragaman yang konstan, dan data setidaknya memiliki standar error yang kecil.
Analisis kovariansi juga harus memenuhi asumsi-asumsi berikut ini :
Galat percobaan berdistribusi normal ~ (0, 2 )
Masing-masing populasi untuk setiap level faktor memiliki variansi yang sama
Data observasi, Y independen
Hubungan antara X dan Y bersifat linear dan bebas dari perlakuan atau kelompok
percobaan.
X bersifat tetap dan tidak berkorelasi (bebas) dengan perlakuan yang dicobakan.

Tujuan ANACOVA adalah sebagai berikut :

Untuk mengetahui/melihat pengaruh perlakuan terhadap peubah respon dengan


mengontrol peubah lain yang kuantitatif.

Mendapatkan kemurnian pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen

Mengontrol kondisi awal sebelum penelitian dengan cara pre & post tes

Mengontrol variabel luar yang secara teoritis akan mempengaruhi hasil penelitian

Pengertian ANACOVA Dua Arah


Merupakan perluasan dari anacova 1 arah. Apabila dalam anacova 1 arah hanya terdapat 1
faktor, sedangkan dalam anacova 2 arah terdapat 2 faktor.

II. Model Anakova


= + + + () + +
Keterangan :
= nilai pengamatan pada satuan pengamatan ke-r yang memperoleh taraf ke-i dari faktor 1
dan taraf ke-k dari faktor 2
.. = overall mean (rata-rata keseluruhan)
= taraf ke-i pengaruh faktor 1
= taraf ke-k pengaruh faktor 2
() = pengaruh interaksi taraf ke-i faktor 1 dan taraf ke-k faktor 2
= galat yang muncul dari satuan percobaan ke-r yang memperoleh kombinasi perlakuan ik
(taraf ke-i dari faktor 1 dan taraf ke-k dari faktor 2)
= nilai pengamatan ke-ikr pada variabel konkomitan
= koefisien regresi antara dengan
III. Estimasi Parameter

Kemudian menentukan jumlah-jumlah kuadrat terkoreksi. Berawal dari persamaan regresi

= (
) + . Jumlah kuadrat galat terkoreksi merupakan selisih kuadrat
antara amatan dengan persamaan regresi. Berikut penjabaran perhitungan jumlah kuadrat:

Dengan derajat bebas= gbn 1 1= gbn 2

Untuk mendapatkan uji hipotesis tentang penagruh faktor 1, 2, dan interaksinya, perlu
diperoleh jumlah kuadrat terkoreksi untuk faktor-faktor tertentu. Total dari masing-masing
bentuk (A, B, dan AB) diperoleh dengan menambahkan galat ke bentuk jumlah kuadrat
dan jumlah hasil kali (A+E, B+E, AB+E).

Kuadrat tengah terkoreksi dapat diperoleh dengan membagi jumlah kuadrat terkoreksi dengan
derajat bebasnya.

IV. Pemisahan Jumlah Kuadrat


Untuk analisis kovarian 2 arah diperlukan jumlah-jumlah kuadrat dan jumlah hasil kali sebagai
berikut :

Analisis variansi variable Y

.. 2 2

.. 2 2
=

. 2

= 2

Analisis variansi variable X


=
=

.. 2 2

.. 2

. 2

= 2

Analisis variansi variable XY


= ( . . )( . . . . ) =

. . . .

= ( . . )( . . . . ) =

. .

= ( . ) ( . )

= ( . . . . . + )( . . . . . + . . )

= + + +

V. Uji Hipotesis dan Tabel Anacova

Tabel Anacova

Contoh Soal
Peneliti ingin mengetahui apakah metode mengajar ( metode A, B dan C) dan guru (guru 1,
guru 2) mempunyai efek yang sama dalam pembelajaran matematika pokok bahasan bangun ruang
(Y). Serta Ketiga metode dan kedua guru tersebut dicobakan kepada tiga kelas. Akan tetapi seperti
yang sudah diketahui bahwa nilai siswa untuk pokok bahasan bangun ruang tidak lepas dari
kemampuan siswa pada pokok bahasan bangun datar (X) . Untuk keperluan tersebut dari masingmasing kelas diambil secara random sejumlah anak, dan hasilnya adalah sebagai berikut :

Guru 1

Guru 2

Total

Metode A
X
Y
80
80
65
70
60
80
80
50
60
60
70
85
60
70
80
65
50
100
65
65

Metode B
X
Y
80
75
75
45
70
100
66
55
40
50
70
70
100
70
50
60
60
70
50
60

Metode C
X
Y
70
70
80
70
60
90
50
60
50
78
50
60
70
60
50
55
50
80
70
60

670

661

600

725

655

683

Penyelesaian :

Guru 1

i.1.
Ratarata
Guru 2

i.2.
Ratarata
i..
Ratarata

Metode A
X
Y
80
80
65
70
60
80
80
50
60
60
345
340
69
68

Metode B
X
Y
80
75
75
45
70
100
66
55
40
50
331
325
66,2
65

Metode C
X
Y
70
70
80
70
60
90
50
60
50
78
310
368
62
73,6

70
60
80
50
65
325
65

85
70
65
100
65
385
77

70
100
50
60
50
330
66

70
70
60
70
60
330
66

50
70
50
50
70
290
58

60
60
55
80
60
315
63

670

725

661

655

600

683

67

72,5

66,1

65,5

60

68,3

Total
Y

X.1. = 986 Y.1. = 1033


65,73333 68,8666667

X.2. = 945 Y.2. = 1030


63
63
1931

2063

64,3666667 68,76666667

Analisis

Sumber Variasi
Faktor metode
Faktor Guru
Interaksi Metode
dan Guru

Sum of Square
Y
X
XY
1052,6
60
39063
17,63333 563,3333
58540

df
2
1

999,2667

86,66667

62,06667

8349,2
10418,7

5490
6200

1615
99280,2333

24
29

Error
Total

Sumber Variasi
Faktor Metode
Faktor Guru
Interaksi Metode dan
Guru
Error
Total

Adjusted SS
4904,89771
4656,6092

Adjusted df
2
1

Adjusted MS
2452,44886
4656,6092

F
12,113525
23,0006639

5141,46581

2570,7329

12,6977724

4656,47479
19359,4475

23
28

202,455425
691,40884

Uji Hipotesis :
Interaksi AB

Ho
H1

: () = 0

: tidak semua () = 0

(tidak ada efek interaksi metode dengan guru)


(ada efek interaksi metode dengan guru)

Tingkat signifikansi
= 0,05
Statistik Uji :
= 12,6977724
(0,05;2;23) = 3,422
Daerah kritik :
H0 ditolak jika > (0,05;2;23)
Kesimpulan
Karena > (0,05;2;23) maka H0 ditolak, sehingga disimpulkan bahwa ada efek interaksi
antara metode pembelajaran dengan guru

Karena ada interaksi antara metode pembelajaran dengan guru maka analisis berhenti sampai
disini.