Anda di halaman 1dari 8

HIGIENE SANITASI DAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR MINUM PADA DEPOT AIR

MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI KECAMATAN WENANG KOTA MANADO TAHUN 2014
Ririn Bakari*, Woodford B. S. Joseph*, Ricky C. Sondakh*

*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi

ABSTRACT
Water is the most important substance of human life after the air. Among many purposes of water, the most
important purpose is the use for drinking. Human needs to drinking water could be fulfilled with one of them is
by Refill Water Drinking Water Depot (DAMIU). People great tendency of ready-made drinking water makes
refill drinking water station shuld be controlled in order that the drinking water produced by them can be
consumed. The purpose of this research is to know about hygiene, sanitation, and bacteriological quality of
drinking water in the Refill Drinking Water Station (DAMIU) in Wenang District Manado City.
This research is descriptive survey with cross-sectional study approach. Interview with questionnaires
to determine refill drinking water depot hygiene and sanitation and laboratory test to determine bacteriological
quality of drinking water.
The result of this research is 8 (88,9%) DAMIU have score over 70, whereas 1 (11,1%) DAMIU has
score under 70. For bacteriological quality, 7 (77,8%) DAMIU doesnt contain Coliform and E.coli whereas 2
(22,2%) DAMIU contain Coliform and E.coli with over 0 amount.
Showed that 8 (88,9%) DAMIU had qualified sanitary hygiene, whereas 1 (11,1%) DAMIU hadnt
qualified. For bacteriological quality, 7 (77,8%) DAMIU had qualified whereas 2 (22,2%) DAMIU hadnt
qualified.
Keywords: Refill Drinking Water Station, Hygiene Sanitation
ABSTRAK
Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan manusia setelah udara. Diantara kegunaan-kegunaan air
yang begitu beragam, kegunaan yang sangat penting adalah kebutuhan untuk minum. Kebutuhan penduduk
terhadap air minum dapat dipenuhi salah satunya oleh Depot Air Minum. Kecenderungan penduduk untuk
mengkonsumsi air minum siap pakai demikian besar sehingga DAMIU perlu diawasi agar air minum yang
dihasilkan aman dikonsumsi oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tentang higiene sanitasi
dan kualitas bakteriologis air minum pada Depot Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Wenang Kota Manado
Penelitian ini merupakan survei deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Wawancara dengan
menggunakan kuesioner untuk menentukan kondisi higiene sanitasi DAMIU dan tes laboratorium untuk
menentukan kualitas bakteriologis air minum DAMIU.
Hasil penelitian adalah 8 (88,9%) DAMIU memiliki skor diatas 70, sedangkan 1 (11,1%) DAMIU
memiliki skor dibawah 70. Untuk kualitas bakteriologis, 7 (77,8%) DAMIU tidak mengandung Coliform dan
E.coli sedangkan 2 (22,2%) DAMIU mengandung Coliform dan E.coli dengan jumlah diatas 0.
Menunjukkan bahwa 8 (88,9%) DAMIU telah memenuhi syarat higiene sanitasi fisik, sedangkan 1
(11,1%) DAMIU tidak memenuhi syarat. Untuk kualitas bakteriologis air minum, 7 (77,8%) DAMIU memenuhi
syarat dan 2 (22,2%) DAMIU tidak memenuhi syarat
Kata Kunci: Depot Air Minum, Higiene Sanitasi

PENDAHULUAN

perlu dilakukan penelitian mengenai higiene

Air merupakan zat yang paling penting dalam

sanitasi dan kualitas bakteriologis air minum

kehidupan setelah udara. Sekitar tiga per empat

pada Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di

bagian dari tubuh kita terdiri dari air dan tidak

Kecamatan Wenang Kota Manado.

seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5


hari tanpa minum air. Selain itu, air juga

METODOLOGI PENELITIAN

dipergunakan

mencuci,

Jenis penelitian ini adalah penelitian survei

mandi, dan membersihkan kotoran yang ada di

deskriptif. Populasi DAMIU pada penelitian ini

sekitar rumah. Air juga digunakan untuk

adalah seluruh DAMIU yang berada di

keperluan

pemadam

Kecamatan Wenang yaitu berjumlah 6 DAMIU

kebakaran, tempat rekreasi, transportasi, dan

dan populasi operator adalah sebanyak 28

lain-lain. (Chandra, 2012)

operator. Sampel DAMIU adalah jumlah

untuk

industri,

memasak,

pertanian,

Kebutuhan penduduk terhadap air minum


dapat dipenuhi melalui air yang dilayani oleh
sistem perpipaan (PAM), air minum dalam

populasi dan sampel operator diambil masingmasing 1 operator pada setiap DAMIU.
Penilaian

obervasi

sanitasi

dilakukan

dan

wawancara

kemasan (AMDK) maupun Depot Air Minum.

dengan

Kecenderungan

untuk

menggunakan kuesioner dan checklist diukur

mengkonsumsi air minum siap pakai demikian

menggunakan format pemeriksaan fisik dari

besar, sehingga usaha depot pengisian air

buku

minum tumbuh subur dimana-mana yang perlu

Penyelenggaraan Higiene Sanitasi Depot Air

diawasi, dibina dan diawasi kualitasnya agar

Minum Isi Ulang (DAMIU) Kementrian

selalu aman dan sehat untuk dikonsumsi

Kesehatan tahun 2010 dengan skala nominal.

masyarakat. (Depkes, 2010)

Kualitas bakteriologis Total Colifrom dan E.

penduduk

cara

higiene

Pedoman

Pelaksanaan

dan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan

coli diuji melalui pemeriksaan laboratorium

oleh Marpaung, M dan Marsono, B tahun

dengan menggunakan metode uji tabung ganda

2013, terdapat 4 depot dari 10 depot air minum

dengan skala rasio dengan persyaratan sesuai

isi ulang yang diperiksa di Kecamatan Sukolilo

Permenkes RI No. 492/MENKES/PER/IV/

Kota Surabaya masih belum memenuhi baku

2010.

mutu total coliform maksimum yang diijinkan


yaitu 0 per 100 ml.

TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN

Untuk wilayah Wenang, petugas sanitasi

Tempat penelitian adalah di Depot Air Minum

dari Puskesmas Wenang belum melakukan

Isi Ulang (DAMIU) Kecamatan Wenang Kota

pemeriksaan terhadap 10 depot yang berada di

Manado. Tempat pemeriksaan sampel air

wilayah kerja. Berdasarkan hal tersebut, maka

minum adalah di Balai Teknik Kesehatan

Lingkungan (BTKL) Kelas I Manado. Waktu

mengakibatkan adanya bakteri yang terdapat

penelitian dilakukan pada bulan April sampai

pada air minum yang dihasilkan oleh DAMIU

dengan November 2014.

tersebut.
Ketergantungan masyarakat terhadap air

HASIL DAN PEMBAHASAN

minum isi ulang menyebabkan pengawasan

Kategori Kondisi Higiene Sanitasi Fisik

peralatan yang digunakan DAMIU harus

DAMIU di Kecamatan Wenang

dilakukan secara terus-menerus agar air minum

Kategori untuk menentukan kelayakan kondisi

yang dihasilkan memenuhi syarat kesehatan.

higiene

sanitasi

fisik

DAMIU

dinilai

berdasarkan pedoman format pemeriksaan fisik

Kondisi Higiene Sanitasi Fisik DAMIU di

dari

Kecamatan Wenang

buku

Pedoman

Pelaksanaan

dan

Penyelenggaraan Higiene Sanitasi Depot Air

Hasil

Minum Isi Ulang (DAMIU) Kementrian

DAMIU di Kecamatan Wenang Kota Manado

Kesehatan tahun 2010. Berdasarkan penelitian

tahun 2014 dengan menggunakan pedoman

yang dilaksanakan, hasil kategori DAMIU di

format pemeriksaan fisik dari buku Pedoman

Kecamatan Wenang adalah sebagai berikut:

Pelaksanaan dan Penyelenggaraan Higiene

Tabel

Sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU)

No

1.

Distribusi Kategori Kelayakan


Higiene Sanitasi Fisik DAMIU di
Kecamatan Wenang Kota Manado
Tahun 2014

Kondisi Higiene Sanitasi Fisik


Memenuhi Syarat
Tidak Memenuhin Syarat

1
2

8
1

88,9
11,1

Jumlah

100,0

Persyaratan depot dinyatakan memenuhi syarat


kelayakan fisik jika nilai pemeriksaan telah
mencapai angka 70 atau lebih.

Dan untuk

depot yang tidak memenuhi syarat, jika nilai


pemeriksaannya kurang dari angka 70.
Hasil dari tabel 1 diatas menunjukkan 8
depot telah memenuhi syarat sedangkan 1
depot

tidak

memenuhi

syarat.

Hal

itu

dikarenakan kurangnya pemeliharaan terhadap


alat-alat

yang

digunakan.

Sehingga

penelitian yang dilakukan pada 9

Kementrian Kesehatan dapat dilihat pada tabel


1 sebagai berikut:

Tabel 2. Distribusi Kondisi Higiene Sanitasi Fisik pada 9 DAMIU di Kecamatan Wenang Kota
Manado Tahun 2014
No

Kondisi Higiene Sanitasi Fisik

Sumber Air
Bahan baku
Air minum
Pengangkutan air baku memiliki izin pengangkutan air
Kendaraan tangki air terbuat dari bahan yang tidak dapat melepaskan zat-zat
4
beracun ke dalam air
5
Ada bukti tertulis/sertifikat air baku berasal dari sumber air tertentu
6
Pengangkutan air baku paling lama 12 jam sampai ke depot air minum
Pengawasan Proses Pengolahan
7
Tendon air bahan baku terlindung dari sinar matahari
Bahan tendon air terbuat dari bahan yang tidak dapat melepaskan zat-zat beracun
8
ke dalam air
Tabung Filter
Tabung filter terbuat dari bahan food grade dan mudah pemeliharaannya serta
9
tahan tekanan tinggi
10
Dimungkinkan dilakukan sistem back washing
Micro Filter
11
Bahan mikro filter terbuat dari bahan food grade
12
Terdapat lebih dari satu mikro filter () dengan ukuran berjenjang
13
Mikro filter masih sesuai masa pakai
Peralatan Pompa dan Pipa Penyalur Air
Terdapat pompa stainless yang berkekuatan tinggi
14
15
Terdapat alat petunjuk tekanan air
Pipa penyalur menggunakan bahan food grade
16
Peralatan Sterilisasi / Desinfeksi
Terdapat peralatan sterilisasi, berupa Ultra Violet atau Ozonisasi dan atau peralatan
17
desinfeksi lainnya yang berfungsi dan digunakan secara benar
18
Peralatan sterilisasi / desinfeksi masih dalam masa efektif membunuh kuman
Pencucian Botol (gallon)
Ada fasilitas pencucian botol (gallon)
19
20
Ada fasilitas pembilasan botol (gallon)
Pengisian Botol (gallon)
21
Ada fasilitas pengisian botol (gallon) dalam ruangan tertutup
22
Tersedia tutup botol baru yang bersih
Tidak ada stock botol (gallon) yang telah diisi, lebih dari 1x24 jam di depot air
23
minum
Operator
24
Berperilaku hidup bersih dan sehat
Operator/penanggungjawab/pemilik memiliki surat keterangan telah mengikuti
25
kursus hygiene sanitasi depot air minum
Pengawasan Tikus, Lalat dan Kecoa
26
Terhindar dari tikus, lalat dan kecoa
Lantai, Dinding dan Langit-Langit
27
Konstruksi lantai, dinding dan langit-langit kokoh dan kuat
Pencahayaan
28
Pencahayaan cukup baik
Lain-Lain Kegiatan
Ada akses terhadap fasilitas sanitasi
29
30
Secara umum terlihat bersih, rapih dan teratur
31
Ada contoh produk air minum sebagai sampel
MS = Memenuhi Syarat
TMS = Tidak memenuhi Syarat
1
2
3

Hasil Penilaian
MS
TMS
N
%
N
%
9
7
8

100,0
77,8
88,9

0
2
1

0,0
22,2
11,1

88,9

11,1

8
9

88,9
100,0

1
0

11,1
0,0

88,9

11,1

100,0

0,0

100,0

0,0

0,0

100,0

9
9
9

100,0
100,0
100,0

0
0
0

0,0
0,0
0,0

9
9
0

100,0
100,0
0,0

0
0
9

0,0
0,0
100,0

8
8

88,9
88,9

1
1

11,1
11,1

0
9

100,0
100,0

9
0

100,0
0,0

8
7

88,9
77,8

1
2

11,1
22,2

88,9

11,1

0,0

100,0

0,0

100,0

100,0

0,0

100,0

0,0

100,0

0,0

9
8
1

100,0
88,9
11,1

0
1
8

0,0
11,1
88,9

Hasil di atas dapat diuraikan sebagai berikut:

mengalirkan air tekanan tinggi secara

1. Sumber Air

terbalik sehingga kotoran atau residu yang

DAMIU

di

Kecamatan

menggunakan

sumber

Warembungan,

sedangkan

Wenang

air
1

dari
DAMIU

selama ini tersaring dapat terbuang keluar.


(Depkes, 2010)
Semua DAMIU tidak menerapkan sistem

menggunakan sumur bor milik pribadi.

back washing. Saat ditanyakan, petugas

Semua DAMIU yang mengambil air baku

maupun pemilik DAMIU bahkan tidak

dari mata air Warembugan memiliki hasil

mengetahui apakah sistem back washing

bahan baku, kendaraan tangki air bahan

tersebut.

baku, izin pengangkutan dan lamanya

4. Peralatan Pompa dan Pipa Penyalur Air

pengangkutan air bahan baku menjadi

Depkes 2010 menyebutkan bahwa pompa

relatif sama.

air sebaiknya terbuat dari stainless, dengan

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan

kekuatan

No.

berfungsi mendorong air melalui filter yang

492/Menkes/Per/IV/2010

tentang

tekanan

tinggi

ada.

memenuhi

dan 2

menambahkan seluruh mesin dan peralatan

DAMIU tidak memenuhi syarat. Artinya 2

yang kontak langsung dengan air harus

DAMIU tersebut tidak layak dikonsumsi

terbuat dari bahan tara pangan (food grade),

oleh masyarakat.

tahan korosi dan tidak bereaksi dengan

bakteriologis

2. Pengawasan Proses Pengolahan

Menperidag

yang

Persyaratan Kualitas Air Minum, 7 DAMIU


syarat

Dalam

yang

2004

bahan kimia. Namun semua DAMIU yang

Tendon air sebaiknya terbuat dari bahan

ada

food grade, seperti stainless steel atau poly-

menggunakan pipa yang memenuhi syarat

vinyl-carbonate. Berdasarkan hasil di atas,

atau yang terbuat dari bahan tara pangan.

tendon air bahan baku untuk 1 DAMIU


tidak terlindung matahari. Hal ini
menyebabkan

DAMIU

dapat
tersebut

di

Kecamatan

Wenang

tidak

5. Peralatan Sterilisasi/Desinfeksi
Proses

desinfeksi

dengan

ozon

menggunakan konsentrasi ozon minimal 0,1

mengandung bakteri E. coli dan Total

ppm dan residu

Coliform melampaui ambang batas yang

pengisian berkisar antara 0,06-0,1 ppm.

ditentukan.
menyebabkan

Karena

dapat

Untuk proses desinfeksi dengan Ultra Violet

perkembangan

bakteri

(UV) dengan panjang gelombang 254 nm


atau kekuatan 2537oA dengan intensitas
minimum 10.000 mw detik per cm2.

3. Tabung Filter
back

setelah

suhu

menjadi lebih cepat.

Sistem

ozon sesaat

washing

adalah

cara

pembersihan tabung filter dengan cara

(Menperindag, 2004)

Hasil yang didapatkan di lapangan, terdapat


1

DAMIU

yang

mempunyai

alat

7. Pengisian Botol (gallon)


Menurut

Menperindag

pengisian

berfungsi lagi dan tidak dalam masa efektif

menggunakan

membunuh

dilakukan dalam tempat pengisian yang

Hal

ini

yang

dilakukan

2004,

sterilisasi/desinfeksi, namun sudah tidak

kuman.

wadah

tahun

alat

serta

higienis.

mengandung bakteri Total Coliform dan E.

terdapat DAMIU yang melakukan pengisian

coli melampaui ambang batas.

pada ruangan yang terbuka. Tepatnya,

Perilaku dan pemeliharaan yang baik pada

tempat pengisian botol telah rusak namun

DAMIU akan mempengaruhi kualitas air

tidak diperbaiki oleh pemilik DAMIU. Juga

produksi

masih

baik.

Penelitiannya

di

mesin

menyebabkan DAMIU tersebut terdeteksi

yang

Namun

dan

dengan

terdapat

lapangan,

DAMIU

masih

yang

tidak

menunjukkan diantara 6 DAMIU dengan

memenuhi syarat untuk tutup botol yang

kategori

dan

bersih. Hal tersebut berakaitan dengan

pemeliharaan alat, terdapat 4 DAMIU yang

tempat penyimpanan botol yang tidak

belum memenuhi parameter total coliform.

higienis.

cukup

dalam

perilaku

(Marpaung, 2013)

8. Operator

6. Pencucian Botol (gallon)

Perilaku hidup bersih dan sehat operator

Fasilitas pencucian maupun pembilasan

memiliki 6 aspek yang menjadi acuan.

botol harus ada di pada setiap DAMIU.

Namun peneliti hanya mengambil 1 dari

Namun, semua depot hanya memiliki

keenam

fasilitas pembilasan saja. Setelah ditanyakan

operator

kepada pemilik, mereka berpendapat bahwa

melayani konsumen. Semua operator setiap

fasilitas pembilasan sudah termasuk dengan

DAMIU di Kecamatan Wenang tidak

pencucian.

mencuci tangan saat melayani konsumen

Pencucian

harus

tersebut,

mencuci

tangan

yaitu

apakah

setiap

kali

dengan

dan tidak memiliki surat keterangan telah

menggunakan berbagai jenis deterjen tara

mengikuti kursus higiene sanitasi depot air

pangan (food grade) dan air bersih dengan

minum. Karena tidak mengikuti kursus

suhu berkisar 60-85oC, kemudian dibilas

higiene sanitasi depot air minum, para

dengan air menum/air produk secukupnya

operator masih kurang pengetahuan tentang

untuk menghilangkan sisa-sisa deterjen

pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat

yang

mempengaruhi kualitas air minum yang

dipergunakan

(Menperindag, 2004)

dilakukan

aspek

untuk

mencuci.

dihasilkan DAMIU.

9. Lain-Lain Kegiatan

memiliki akses sanitasi berupa tempat

Akses sanitasi pada DAMIU dapat berupa

sampah dan jamban.

tempat cuci tangan, jamban dan tempat


sampah. Walaupun tidak semua DAMIU

Kualitas Bakteriologi Air Minum DAMIU

memiliki fasilitas sanitasi berupa tempat

Hasil pemeriksaan kualitas bateriologi DAMIU

cuci

di Kecamatan Wenang dapat dilihat pada tabel

tangan,

namun

semua

DAMIU

di bawah ini:
Tabel 3. Distribusi Kualitas Bakteriologis Air Minum pada DAMIU di Kecamatan Wenang Kota
Manado Tahun 2014
MPN/100ml
No

Depot

TotalColiform
Hasil
Kriteria
0
MS
0
MS
3,6
TMS
0
MS
2,2
TMS
0
MS
0
MS
0
MS
0
MS
TMS = Tidak memenuhi Syarat

1
Depot AM 1
2
Depot AM 2
3
Depot AM 3
4
Depot AM 4
5
Depot AM 5
6
Depot AM 6
7
Depot AM 7
8
Depot AM 8
9
Depot AM 9
MS = Memenuhi Syarat

E. coli
Hasil
0
0
3,6
0
2,2
0
0
0
0

Kriteria
MS
MS
TMS
MS
TMS
MS
MS
MS
MS

Hasil yang didapatkan dari laboratorium Balai

dari 8 depot yang diperiksa tidak memenuhi

Teknik

syarat Total Coliform untuk air minum, yaitu

Kesehatan

Lingkungan

Pengendalian Penyakit

Kelas

dan

Manado,

terdapat 2 DAMIU yang tidak memenuhi

lebih dari 0/100ml.


Coliform

merupakan

indikator

persyaratan mikrobiologi. 2 DAMIU tersebut

pencemaran terhadap air minum karena bakteri

masing-masing mengandung bakteri E. coli

ini hanya terdapat pada usus manusia. Jika

sebanyak 3,6 dan 2,2 MPN/100ml air.

bakteri ini terdeteksi pada air minum, maka air

Hal ini dapat terjadi antara lain karena

minum tersebut sudah tercemar oleh tinja

filter yang digunakan dalam proses pengolahan

manusia. Apabila kualitas air minum yang

air

dihasilkan

minum

dibersihkan,

yang

jarang

peralatan

diganti

atau

sterilisasi/desinfeksi

tidak

menimbulkan

memenuhi

gangguan

syarat,

penyakit

akan
pada

berupa ozon maupun UV yang sudah tidak

manusia. Maka dari itu, air minum yang

berfungsi

aktif

dihasilkan oleh DAMIU harus dilakukan

membunuh kuman dan sanitasi petugas yang

pemeriksaan secara rutin agar dapat mencegah

tidak diperhatikan.

pencemaran

dan

tidak

dalam

masa

Penelitian yang dilakukan oleh Pradana,


M dan Marsono, B di Kecamatan Sukodono,
Sidoarjo tahun 2013 didapati 4 depot (50%)

masyarakat.

dan

aman

dikonsumsi

oleh

KESIMPULAN
1.

2.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan

DAFTAR PUSTAKA

pada 9 DAMIU di Kecamatan Wenang,

Chandra,B.2012.

terdapat 8 DAMIU yang memenuhi syarat

Lingkungan.

higiene sanitasi dan 1 DAMIU tidak

Kedokteran EGC

Pengantar
Jakarta:

Kesehatan

Penerbit

Buku

memenuhi syarat higiene sanitasi menurut

Departemen Kesehatan RI. 2010. Pedoman

pedoman pelaksanaan penyelenggaraan

Pelaksanaan Penyelenggaraan Higiene

hygiene sanitasi depot air minum Depkes

Sanitasi

tahun 2010.

Direktorat

Terdapat 2 DAMIU mengandung bakteri

Lingkungan Kementrian Kesehatan RI

Total Coliform dan E. coli lebih dari 0

Marpaung, dkk. 2013. Uji Kualitas Air Minum

atau tidak memenuhi syarat kesehatan.

Isi

Depot

Air

Minum.

Jenderal

Ulang

Di

Jakarta:

Pengendalian

Kecamatan

Sukolilo

Surabaya Ditinjau Dari Perilaku Dan


SARAN

Pemeliharaan Alat. Jurnal Teknik Pomits

1.

Vol.2, No.2, 2013, Hal 166-170.

Semua DAMIU harus menerapkan higiene


sanitasi
secara

2.

melakukan

rutin

pemeriksaan

terhadap

kualitas

Menteri Kesehatan RI. 2010. Peraturan Menteri


Kesehatan

RI

No.

492

bakteriologis air minum, agar air yang

/MENKES/PER/IV/2010

dihasilkan memenuhi syarat kesehatan dan

Persyaratan Kualitas Air Minum. Jakarta:

layak dikonsumsi oleh masyarakat.

Menteri Kesehatan RI

DAMIU yang tidak memenuhi syarat


harus

3.

dan

segera

mengganti

peralatan

tentang

Menteri Perindustrian Dan Perdagangan RI.


2004. Keputusan Menteri Perindustrian

desinfeksi, mengubah letak tendon air

Dan Perdagangan RI

menjadi tidak terkena langsung matahari

/Kep/10/2004 Tentang Persyaratan Teknis

dan mengganti tutup botol gallon dengan

Depot Air Minum Dan Perdagangannya.

yang lebih bersih agar menghasilkan air

Jakarta:

minum yang memenuhi syarat kesehatan.

Perdagangan RI

Pemerintah Kota Manado meningkatkan


pemeriksaan

maupun

Menteri

No.

651/MPP

Perindustrian

Dan

Pradana, dkk. 2013. Uji Kualitas Air Minum Isi

pengawasan

Ulang Di Kecamatan Sukodono, Sidoarjo

terhadap usaha depot air minum agar air

Ditinjau Dari Perilaku Pemeliharaan

yang

Alat. Jurnal Teknik Pomits Vol.2, No.2,

dikonsumsi

tidak

menimbulkan

gangguan kesehatan pada masyarakat.

2013,

Hal

83-86.