Anda di halaman 1dari 2

Uji fungsi tiroid.

Konsentrasi tiroksin bebas adalah satu-satunya metode langsung


untuk memperkirakan fungsi tiroid yang mengkompensasi perubahan kapasitas
globulin pengikat-tiroksin (TBG). Meskipun kadar serum yang terikat triiodotironin
(T3) dan tiroksin (T4) meningkat selama kehamilan , kadar bebas titoksin tetap
berada dalam rentang normal. Ambilan triiodotironin oleh resin (ambilan resin T3),
yang merupakan ukuran tak langsung dari kemampuan peningkatan T4, cendrung
berada dalam rentang hipertiroid selama kehamilan, suatu indikasi akan
tersedianya lebih banyak tempat pengkiatan. Karena T4 serum meningkat dan
ambilan resin T3 menurun, indeks s T4 bebas tepat sama selama kehamilan.
Penentuan kadar bebas T4 akan memakan waktu, sukar, dan mahal, dan indeks
bebas tiroksin dapat digunakan sebagai perkiraan tak langsung konsentrasi bebas
tiroksin selama kehamilan. Nilai-nilai dari uji fungsi tiroid selama kehamian
diperlihatkan pada table.
Fungsi tiroid janin . sebelum 10 minggu kehamilan tidak terdapat iodium organic
dalam toroid janin. Pada usia 11 sampai 12 minggu, tiroid janin dapat menghasilkan
idotironin dan T4, dan pada usia 12 sampai 14 minggu tiroid ini dapat
mengkonsentrasi iodium. Hormone perngsan tiroid janin (TSH), T4, dan kadar
tiroksin bebas menunjukan bahwa poros hipofisis tiroid yang matang dan otonom
sudah terdapat di awal 12 minggu kehamilan.
Dalam cairan amnion, konsentrasi T4 dan T3 pembalik mencapai puncak pada 25
sampai 30 minggu dan kemudian menurun, sementara konsentrasi T3 terus
meiningkat disepanjang kehamilan. Apakah adanya kadar cairan amnion dari
aktivitas hormone tiroid mencerminkan kompartemen janin masih tak diketahui,
meskipun kadar T3 dalam cairan amnion telah digunakan untuk diagnosis prenatal
pada kelainan tiroid janin.
Transfer palsenta hormone tiroid. Terdapat transfer yang minimal pada
penyebrangan t4 dan t3 ke dalam plasenta. Analog hormone dan tiroid, dengan
bobot molekul yang lebih kecil, dengan pengikatan protein yang menurun, dan
dengan daya larut lemak yang meningkat, akan melitasi sawar palsenta jauh lebih
mudah dan secar potensial dapat digunakan untuk mempengaruhi status janin
tampa menimbulkan tirotoksikosis ibu.
Terapi. Karena terapi iodium radioaktif di kontraindikasikan selama kehamilan, maka
digunakan perawatan medis atau pembedahan ablasi sebagian pada kelenjar tiroid.
Aliran utama terapi antitiroid adalah tioamida, yang menghambat sintesis tetapi
bukan pelepasan dari hormone tiroid. Ini biasanya memerlukan waktu selama 1
minggu untuk pengendalian penuh. Propiltiourasil (PTU) dan metimazol (Tapazole)
telah digunakan secara bergantian, meskipun PTU mempunyai keuntungan lain
untuk menghambat pengubahan dari T4 menjadi T3.
Sekali diagnosis tiroid telah dibuat, pasien harus dimulai dengan 100 sampai 150
mg PTU setiap 8 jam. Setelah gejala mereda dan kadar serum T4 telah kembali

normal, dosis PTU harus segera harus segera diturun kan secara berangsur angsur
sekitar 100 mg/ hari untuk menghindari eksaserbasi gejala.
Karena PTU dapat melintasi plasenta tanpa kesulitan, perhatian utama selama
terapi ibu adalah terjadinya gondok dan hipertiroidisme janin. Tindak lanjut klionik
pada kasus ini menujukan bahwa hanya 1 sampai 5 persen anak-anak yang
terpapar TPU mengalami gondok. Gondok neonatal yang berhubungan dengan
terapi tidak besar dan obstruktif, dan tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa
terapi PTU dapat mengakibatkan kretinisme. Anak-anak yang terpapar tioamida
saat dalam rahim mencapai perkembangan fisik dan intelektual penuh dan
mempunyai pemerikasaan fungdi tiroid normal. Ekskresi pada air ssus ibu tidak
melebihi 0.025 persen dari dosis harian ibu yang berikan dan tidak terjadi
perubahan dalam ujin fungsi tiroid pada neonates yang disusui.
Ada keuntungan dalam pengguanaan penghambat reseptor- dalam hubungan
dengan PTU. Propanolol dalam dosis sebesar 40 mg setiap 6 jam dapat digunakan.
Tetapi, terdapat laporan yang melibatkan propanolo sebagai obat penyebab
ketrbelakangan pertumbuhan dalm rahim, kematian janin, gangguan respon janin
terhadap stress hipoksia, dan hopoglikemia, bradikardi setelah kelahiran. Karena itu,
obat itu harus digunakan dalam keadaan akut untuk mengendalikan gejala akut
damaoi PTU mencapai efeknya.penangan pembedahan pada pasien hamil dengan
hipertiroid dianjurkan hanya kalau perwatan medis gagal. Kini beberapa pasien
menjalani tiroidektomi subtitao selama kehamilan. Dianjurkan untuk menunda
pembedahan sampai triwulan kedua, karena angka abortus spontan tertinggi
selama trimester pertama. Untuk pengendalian tirotoksikosis yang cepat sebelum
pembedahan, penambahan propanolol, 40 mg setiap 6 jam, dan kalium iodide, 100
mg perhari selama 5 sampai 7 hari, biasanya menghasilkan kemajuan yang jelas
dalam seminggu.