Anda di halaman 1dari 7

Laporan Praktikum Pengukuran

Pengukuran cos pada Tahanan Paralel

Disusun oleh :
Nama
NIM
Kelas

: Nia Lestiana
: 3.22.14.3.14
: KE-2D

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG


JURUSAN TEKNIK MESIN
PROGAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI
2015

LAPORAN PERCOBAAN
Percobaan No.
Judul
Nama pelapor
Nama pathner

Kelas
Dosen pembimbing
Tanggal pengukuran
Tanggal penyerahan

:7
: Pengukuran Cos pada Tahanan Paralel
: Nia Lestiana
(3.22.14.3.14)
:1. M. Tamam Rosyadi (3.22.14.3.13)
2. Radhitia Wicaksana (3.22.14.3.15)
3.Riyan Nika
(3.22.14.3.16)
4.Rizky Faijur Rohman (3.22.14.3.17)
: KE-2D
: 1. Wahyono, ST, MT
2. Suwarti , ST, MT
: 02 november 2015
: 09 november 2015

A. Topik
Pengukuran Faktor Daya

B. Tujuan
1. Memahami arti dari faktor daya.
2. Menganalisa pengaruh tahanan resistif dan tahanan induktif dalam berbagai
variasi.
3. Mengukur besarnya faktor daya pada rangkaian.

C. Landasan Teori
Faktor daya atau faktor kerja adalah perbandingan antara daya aktif (watt) dengan
daya semu/daya total (VA), atau cosinus sudut antara daya aktif dan daya semu/daya total .
Daya reaktif yang tinggi akan meningkatkan sudut ini dan sebagai hasilnya faktor daya
akan menjadi lebih rendah. Faktor daya selalu lebih kecil atau sama dengan satu. Besarnya
faktor daya secara teori dapat diperoleh dengan persamaan:
P
Cos = V . I
Secara teoritis, jika seluruh beban daya yang dipasok oleh perusahaan listrik memiliki
faktor daya satu, maka daya maksimum yang ditransfer setara dengan kapasitas sistem
pendistribusian. Sehingga, dengan beban yang terinduksi dan jika faktor daya berkisar dari
0,2 hingga 0,5, maka kapasitas jaringan distribusi listrik menjadi tertekan. Jadi, daya
reaktif (VAR) harus serendah mungkin untuk keluaran kW yang sama dalam
rangka meminimalkan kebutuhan daya total (VA).
Perbaikan faktor daya dapat dilakukan dengan cara kompensasi kapasitif menggunakan
kapasitor. Beban yang bersifat resistif hanya mengkonsumsi daya aktif, beban bersifat
induktif hanya mengkonsumsi daya reaktif, dan beban bersifat kapasitif hanya memberikan
daya reaktif. Besarnya faktor daya pada beban resistif nilainya selalu satu. Alat ukur yang
digunakan untuk mengukur besarnya faktor daya disebut sebagai cos meter. Terdapat 2
jenis cos meter yaitu cos meter prinsip elektrodinamis dan cos meter dengan azas
kumparan silang.

D. Gambar Rangkaian
V

V
W

A
V

E. Alat yang digunakan


1. Power supply (1 phasa ~)
2. Wattmeter analog
3. Wattmeter Digital
4. Lampu (beban)
5. Kabel Banana dan Crocodile

F. Langkah Kerja
1. Menyiapkan alat yang akan digunakan
2. Merangkai rangkaian seperti pada gambar.
3. Amperemeter pada wattmeter dihubungkan seri dengan rangkaian, kemudian keluaran
dari ampere ini dihubungkan kembali ke digital wattmeter. Keluaran dari digital
wattmeter di hubungkan ke beban, dari beban kemudian menuju ke phasa netral pada
power suply. Sedangkan voltmeter yang ada di wattmeter dihubungkan paralel dengan
beban.
4. Meng-onkan power supply.
5. Menyalakan beban (1 lampu).
6. Mengamati dan mencatat hasil pengukuran yang di tunjukkan oleh wattmeter,
amperemeter maupun voltmeter.
7. Mengulangi langkah 5 dan 6 tetapi dengan menggunakan beban yang berbeda (2 lampu
dan 3 lampu).
8. Mematikan power suply.

G. Data Hasil Percobaan


No
.
1.
2.
3.

Daya (Watt)

Arus(A)

Tegangan(V)

Cos

80
120
200

0,07
0,49
0,90

206
206
206

5,55
1,19
1,08

H. Analisa
Pada pembahasan kali ini, asumsi yang digunakan adalah sistem listrik menggunakan
sumber tegangan berbentuk sinusoidal murni dan beban linier. Beban linier adalah beban
yang menghasilkan bentuk arus sama dengan bentuk tegangan.Pada kasus sumber
tegangan berbentuk sinusoidal murni, beban linier mengakibatkan arus yang mengalir pada
jaringan juga berbentuk sinusoidal murni.
Pada percobaaan ini kami menggunakan lampu pijar sebagai beban resistif. Beban
resistif (R) yaitu beban yang terdiri dari komponen tahanan ohm saja (resistance). Beban
jenis ini hanya mengkonsumsi beban aktif saja dan mempunyai faktor daya sama dengan
satu. Tegangan dan arus sefasa.
Faktor yang menyebabkan adanya cos phi adalah daya aktif yang disebabkan adanya
tegangan dan arus yang mengalir. Pengukuran cos phi dapat di lakukan dengan dua cara,
cara yang pertama yaitu menggunakan cos phi meter. Sedangkan cara yang kedua yaitu
kita mengukur arus, tegangan dan daya terlebih dahulu baru kemudian kita menghitung cos
phi secara teori. Pada percobaan ini kami menggunakan cara yang kedua yaitu cara
pengukuran daya secara tidak langsung. Berikut adalah perhitungan cos phi dengan data
yang terlihat pada tabel :

Cos 1 =

P
V .I
80
206 . 0,07

= 5,55
Cos 2 =

P
V .I
120

= 206 . 0,49
= 1,19
Cos 3 =

P
V .I
200

= 206 . 0,90
= 1,08
Dari hasil perhitungan yang diperoleh ternyata didapat cos phi yang nilainya melebihi
1. Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan teori dimana cos phi pada lampu pijar yaitu sama
dengan satu. Dan juga cos phi maksimal pada sebuah beban adalah 1. Berikut adalah
prosentase kesalahan yang dialami jika cos phi secara teori kita anggap 1.
Prosentase kesalahan (X) =

hasil praktek hasil teori


x 100 %
hasil teori

a. Prosentase kesalahan pada R1


Prosentase kesalahan (X) =

5,51
x 100 %
1

= 450 %
b. Prosentase kesalahan pada R2
Prosentase kesalahan (X) =

1,191
x 100 %
1

= 19 %
c. Prosentase kesalahan pada R3

Prosentase kesalahan (X) =

1,081
x 100 %
1

= 8 %
Pada percobaan dengan 1 lampu prosentase kesalahan yang diperoleh yaitu sangatlah
besar, bahkan boleh dibilang ini adalah kesalahan yang fatal. Kesalahan ini mungkin
disebabkan kerena pada saat praktek kita kurang teliti atau salah melihat selektor pada
wattmeter sehingga pengkalian skala pada wattmeter juga salah. Selain itu kesalahan juga
mungkin terjadi pada penulisan arus yang dihasilkan. Pada percobaan ini arusnya sangatlah
kecil yaitu hanya 0,07.
Pada percobaan 2 dan 3 juga terdapat kesalahan namun kesalahan yang terjadi tidak
sebesar pada percobaan 1. Kesalah yang terjadi yaitu sebesar 19 % dan 8 % saja.kesalahan
mungkin disebabkan karena usia alat yang sudah tua dan semakin panasnya alat ukur
tersebut . Usia dari alat ukur akan mempengaruhi kinerja dari alat ukur menjadi tidak
akurat apalagi kaitannya dengan elektrivitas . Kesalahan dalam membaca hasil pengukuran
juga akan mempengaruhi hasil dari pengukuran.

I. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah di lakukan dapat disimpulkan beberapa hal antara lain :
1. Cos pada lampu pijar yaitu sama dengan 1. Karna tidak ada hambatan lain, sehingga
arus ayang mengalir pada beban adalah beban aktif saja.
2. Faktor daya atau faktor kerja adalah perbandingan antara daya aktif (watt) dengan
daya semu/daya total (VA). Faktor yang menyebabkan adanya cos phi adalah daya
aktif yang disebabkan adanya tegangan dan arus yang mengalir.
3. Pada percobaan 1 cos yang didapat yaitu sebesar 5,5 dengan prosentase kesalahan
450 %. Pada percobaan 2 cos yang didapat yaitu sebesar 1,19 dengan prosentase
kesalahan 19 %. Pada percobaan 3 cos yang didapat yaitu sebesar 1,08 dengan
prosentase kesalahan 8 %.

Daftar Pustaka
https://adienaruto.wordpress.com/just-know/karakteristik-beban-ac/
https://www.scribd.com/doc/112972078/Laporan-Individu-PraktikumPengukuran-Faktor-Daya
http://dokumen.tips/search/?q=LAPORAN+Pengukuran+Faktor+Daya