Anda di halaman 1dari 15

Pengertian

Otoklaf adalah peralatan sterilisasi panas basah (menggunakan uap)


yang biasa digunakan untuk sterilisasi material-material yang diperlukan
dalam proses produksi.Peralatan tersebut perlu disterilisasi agar kelak saat
kontak dengan produk tidak menyebabkan kontaminasi. Sebelum digunakan
otoklaf terlebih dahulu divalidasi untuk membuktikan bahwa otoklaf
berfungsi dengan baik dan mampu menghasilkan material yang steril.
Prinsip Autoklaf
Uap panas yang dihasilkan oleh autoklaf bersumber dari uap panas
yang dihasilkan oleh api. Autoklaf dapat dioperasionalkan pada suhu 1151500C. Sterilisasi efektif bila dilakukan pada lamanya waktu, misalnya pada
media nutrisi yang volumenya 25-50ml disterilisasikan di autoklaf dengan
suhu 121C selama 15-20 menit pada tekanan 1.5kg/cm2. Agar autoklaf
dapat difungsikan maka pemeliharaan dan perawatannya harus selalu
diperhatikan.
Pendahuluan
Autoklaf terutama ditujukan untuk membunuh endospora, yaitu sel
resisten yang diproduksi oleh bakteri, sel ini tahan terhadap pemanasan,
kekeringan, dan antibiotik. Pada spesies yang sama, endospora dapat
bertahan pada kondisi lingkungan yang dapat membunuh sel vegetatif
bakteri tersebut. Endospora dapat dibunuh pada suhu 100 C, yang
merupakan titik didih air pada tekanan atmosfer normal. Pada suhu 121 C,
endospora dapat dibunuh dalam waktu 4-5 menit, dimana sel vegetatif
bakteri dapat
dibunuh hanya dalam waktu 6-30 detik pada suhu 65 C.
Perhitungan waktu sterilisasi autoklaf dimulai ketika suhu di dalam
autoklaf mencapai 121 C. Jika objek yang disterilisasi cukup tebal atau
banyak, transfer panas pada bagian dalam autoklaf akan melambat,
sehingga terjadi perpanjangan waktu pemanasan total untuk memastikan
bahwa semua objek bersuhu 121 C untuk waktu 10-15 menit. Perpanjangan
waktu juga dibutuhkan ketika cairan dalam volume besar akan diautoklaf
karena volume yang besar membutuhkan waktu yang lebih lama untuk
mencapai suhu sterilisasi.
Terdapat tiga jenis autoklaf, yaitu gravity displacement, prevacuum
atau high vacuum, dan steam-flush pressure-pulse. Perbedaan ketiga jenis
autoklaf ini terletak pada bagaimana udara dihilangkan dari dalam autoklaf
selama proses sterilisasi.
Gravity Displacement Autoclave
Udara dalam ruang autoklaf dipindahkan hanya berdasarkan
gravitasi.Prinsipnya adalah memanfaatkan keringanan uap dibandingkan
dengan udara, sehingga udara terletak di bawah uap. Cara kerjanya dimulai
dengan memasukan uap melalui bagian atas autoklaf sehingga udara
tertekan ke bawah. Secara perlahan, uap mulai semakin banyak sehingga
menekan udara semakin turun dan keluar melalui saluran di bagian bawah
autoklaf, selanjutnya suhu meningkat dan terjadi sterilisasi. Autoklaf ini

dapat bekerja dengan cakupan suhu antara 121-134 C dengan waktu 10-30
menit.
Prevacuum atau High Vacuum Autoclave
Autoklaf ini dilengkapi pompa yang mengevakuasi hampir semua
udara dari dalam autoklaf. Cara kerjanya dimulai dengan pengeluaran udara.
Proses ini berlangsung selama 8-10 menit. Ketika keadaan vakum tercipta,
uap dimasukkan ke dalam autoklaf. Akibat kevakuman udara, uap segera
berhubungan dengan seluruh permukaan benda, kemudian terjadi
peningkatan suhu sehingga proses sterilisasi berlangsung. Autoklaf ini
bekerja dengan suhu 132-135 C dengan waktu 3-4 menit.
Steam-Flush Pressure-Pulse Autoclave
Autoklaf ini menggunakan aliran uap dan dorongan tekanan di atas
tekanan atmosfer dengan rangkaian berulang. Waktu siklus pada autoklaf ini
tergantung pada benda yang disterilisasi.

Bagian dari Autoklaf :


1. Tombol pengatur waktu mundur (timer)
2. Katup pengeluaran uap.
3. Pengukur tekanan
4. Klep pengaman
5. Tombol on-off
6. Termometer
7. Lempeng sumber panas
8. Aquades (H2O)
9. Sekrup pengaman
10. Batas penambah air.
Cara penggunaan
1. Sebelum melakukan sterilisasi cek dahulu banyaknya air dalam autoklaf. Jika
air kurang dari batas yg ditentukan,maka dapat ditambah air sampai batas

tersebut. Gunakan air hasil destilasi, utk menghindari terbentuknya kerak


dan karat.
2. Masukkan peralatan dan bahan. Jika mensterilisasi botol bertutup ulir,maka
tutup hrs dikendorkan.
3. Tutup autoklaf dengan rapat lalu kencangkan baut pengaman agar tidak ada
uap yang keluar dr bibir autoklaf. Klep pengaman jgn dikencangkan terlebih
dahulu.
4. Nyalakan autoklaf, diatur timer dengan waktu minimal 15 menit pada suhu
121C.
5. Tunggu sampai air mendidih sehingga uapnya memenuhi kompartemen
autoklaf dan terdesak keluar dari klep pengaman. Kemudian klep pengaman
ditutup (dikencangkan) dan tunggu sampai selesai. Penghitungan waktu 15'
dimulai sejak tekanan mencapai 2 atm.
6. Jika alarm tanda selesai berbunyi, maka tunggu tekanan dlm kompartemen
turun hingga sama dengan tekanan udara di lingkungan (jarum pada
preissure gauge menunjuk ke angka nol).Kemudian klep-klep pengaman
dibuka dan keluarkan isi autoklaf dengan hati-hati.
Cara Kalibrasi Autoklaf
Untuk mendeteksi jika autoklaf bekerja dengan baik atau sempurna
dapat digunakan dengan pengujian mikroba yang bersifat termofilik dan
memiliki endospora yaitu Bacillus Stearothermophilus. Dalam bentuk kertas
spora strip dimasukan kedalam autoklaf dan disterilkan, setelah proses
sterilisasi kemudian ditumbuhkan pada media. Jika media tetap bening maka
autoklaf bekerja secara baik.
Cara Pemeliharaan Autoklaf
Apabila autoklaf telah selesai digunakan, maka air aquadest yang
ada di dalam autoklaf sebaiknya dibersihkan atau dikuras bagian dalamnya
menggunakan lap kering. Selanjutnya simpan autoklaf pada tempat yang
kering dan bersih
Sumber: http://analismuslim.blogspot.com/2011/11/autoklaf.html
Kalibrasi
Tujuan: Kalibrasi Autoclave digunakan untuk menguji apakah fungsi alat, suhu,
waktu dan tekanan sudah benar.
Pengujian dapat dilakukan dengan menggunakan
1. Autoclave indkator Tape
Caranya:
Rekatkan indocator tape secara melingkar pada kemasan yang akan di sterilisasi.
Pada aur\toclave yang besar, kemasan diletakkan pada bagian atasa atau bagian
bawah Autocalve.

Atur suhu , waktu dan tekanan


Hdupkan Autoclave
Setelah selesai, baca indicator tape dengan melihat perubahan warna yang terjadi
pada garis-garis diagonal. Bila Proses Seterilisasi berjalan dengan baik, garis-garis
diagonal berubah warna dari putih menjadi coklat ke hitam-hitaman.
2. Bacillus stearothermophilus
Cara:
Masukkan Bacillus stearothermophilus dalam bentuk liofilisasi ke dalam autoclave
Atur suhu, waktu dan tekanan
Hidupkan Autoclave Setelah selesai, ambil Bacillus stearothermophilus dan tanam
pada agar darah (blood agar) dan inkubasikan pada suhu 40 60 oC selama 24
sampai 48 jam.
Proses sterilisasi berjalan baik apabila tidak ada pertumbuhan Bacillus
stearothermophilus
Sumber: http://rizqimurtafiah.blogspot.com/2011/12/pemeliharaan-dan-kalibrasialat.html

Kumpulan Tips
(http://servicealatlab.com/kumpulan_tips.ph
p)
5 Cara Jitu Merawat Autoclave, (Hirayama)
1. Pastikan listrik selalu stabil.
2. Gunakan Selalu minimal Aquadest
3. Selalu kuras air pada chamber autoclave, (max 5 x Operasional)
4. Pastikan air dalam chamber selalu cukup.
5. Selalu Kalibrasi Autoclave, (Setahun sekali).
4 Cara Jitu Merawat Oven & Incubator, (Memmert)
1. Pastikan listrik selalu stabil.
2. Letakkan alat pada suhu +6C s/d 45C , Humidity 75%
3. Usahakan bersihkan chamber dalam sebelum dan sesudah pemakaian
4. Selalu kalibrasi alat (setahun sekali).
Validasi Autoclave
Monday, December 31, 2012

Adi Firmansyah

No comments

Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook


A.

Definisi Autoclave (http://jendelafarmasi.blogspot.com/2012/12/validasiautoclave.html)


Autoclave adalah alat yang digunakan untuk sterilisasi media mikrobiologi,
peralatan gelas laboratorium dan dekontaminasi atau membunuh bakteri dengan
menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi 121 0C selama kurang lebih 15
menit.

B.

Mekanisme Kerja Autoclave


Proses Sterilisasi pada Autoclave adalah memanfaatkan panas dan tekanan
uap dalam chamber. Panas dan tekanan tersebut dihasilkan oleh pemanasan
elemen di dalam chamber yang dikondisikan menjadi hampa udara : semakin besar
setting waktu dan suhu yang digunakan maka semakin besar tekanan yang
dihasilkan dalam chamber sehingga proses sterilisasi akan lebih cepat selesai.
Tetapi dalam proses sterilisasi sudah ditentukan besarnya suhu dan lamanya waktu
sterilisasi, tergantung pada hasil kualifikasi nya dan dari setiap bahan / alat yang
akan disterilkan.
Penurunan tekanan pada autoclave tidak dimaksudkan untuk membunuh
mikroorganisme, melainkan meningkatkan suhu dalam autoclave .

Suhu yang

tinggi inilah yang akan membunuh microorganisme. Perhitungan waktu sterilisasi


autoclave dimulai ketika suhu di dalam autoklaf mencapai 121 C. Jika objek yang
disterilisasi cukup tebal atau banyak, transfer panas pada bagian dalam autoclave
akan melambat, sehingga terjadi perpanjangan waktu pemanasan total untuk
memastikan bahwa semua objek bersuhu 121C untuk waktu 10-15 menit.
Perpanjangan waktu juga dibutuhkan ketika cairan dalam volume besar akan di

autoclave karena volume yang besar membutuhkan waktu yang lebih lama untuk
mencapai suhu sterilisasi. Performa autoclave diuji dengan indikator biologi.
C. Jenis-Jenis Autoclave
Ada tiga jenis autoclave berdasarkan perbedaan pada bagaimana udara dihilangkan
dari dalam autoclave selama proses sterilisasi
1.

Gravity Displacement Autoclave

Udara dalam ruang autoclave dipindahkan hanya berdasarkan gravitasi. Prinsipnya


adalah memanfaatkan keringanan uap dibandingkan dengan udara, sehingga udara
terletak di bawah uap. Cara kerjanya dimulai dengan memasukan uap melalui
bagian atas autoclave sehingga udara tertekan ke bawah. Secara perlahan, uap
mulai semakin banyak sehingga menekan udara semakin turun dan keluar melalui
saluran di bagian bawah autoclave , selanjutnya suhu meningkat dan terjadi
sterilisasi. Autoclave ini dapat bekerja dengan cakupan suhu antara 121-134 C
dengan waktu 10-30 menit.
2.

Prevacuum atau High Vacuum Autoclave


Autoclave ini dilengkapi pompa yang mengevakuasi hampir semua udara

dari dalam autoclave.


Cara kerjanya dimulai dengan pengeluaran udara. Proses ini berlangsung
selama 8-10 menit.
Ketika keadaan vakum tercipta, uap dimasukkan ke dalam autoclave . Akibat
kevakuman

udara, uap segera berhubungan dengan seluruh permukaan benda, kemudian


terjadi peningkatan
suhu sehingga proses sterilisasi berlangsung. Autoclave ini bekerja dengan
suhu 132-135 C
dengan waktu 3-4 menit.
3.

Steam-Flush Pressure-Pulse Autoclave


Autoclave ini menggunakan aliran uap dan dorongan tekanan di atas tekanan

atmosfer
dengan rangkaian berulang. Waktu siklus pada autoclave ini tergantung pada
benda yang disterilisasi.
D. UJI PERFORMA / KUALIFIKASI AUTOCLAVE
Kualifikasi pada hakekatnya adalah bagian dari proses validasi. Tujuan dari
kualifikasi adalah untuk memastikan, menjaga dan menjamin peralatan atau
instrumen telah terpasang dan dapat berfungsi secara benar sesuai kriteria yang
diinginkan. Definisi dari kualifikasi merupakan segala kegiatan pembuktian dan
pendokumentasian bahwa sebuah sistem dan atau alat sudah terpasang dengan
benar dan berfungsi secara benar sesuai dengan kriteria yang ditetapkan atau
keinginan pemakai.
Frekuensi kualifikasi /re-kualifikasi dilakukan pada waktu tertentu :
1.

Yang sudah ditentukan oleh perusahaan pembuat

2.

Ada perubahan yang signifikan (perbaikan / modifikasi)

3.

Yang ditetapkan dalam PROTAP masing-masing pengguna berdasarkan

analisa resiko
(1 th atau 2 th sekali)
Untuk mengetahui sejauh mana performa Autoclave yang kita gunakan, sudah
sesuai kebutuhan dan memenuhi persyaratan atau tidaknya harus dilakukan
Performa Qualifikasi (PQ) yang terdiri dari :
1.

Kalibrasi Temperature Sensor : untuk mengetahui kinerja dari sensor / kemampuan


sensing dari sensor

2.

Heat Distribution test : untuk mengetahui pemerataan distribusi panas ke seluruh


ruang dalam autoclave

3.

Heat Penetration Test : untuk mengetahui efektifitas kinerja autoclave pada


material yang di sterilkan, biasanya menggunakan Bioindikator untuk pembuktian
nya

KALIBRASI TEMPERATURE SENSOR AUTOCLAVE


1.

Tujuan

Untuk memastikan, menjaga dan menjamin kinerja / hasil pengukuran yang benar
dan memadai dari peralatan atau instrumen, dalam hal ini sensor temperature.
Kalibrasi merupakan salah satu aspek kritis yang wajib diimplementasikan pada
instrumen dan atau peralatan yang memiliki alat ukur
2.

Definisi

Kalibrasi adalah suatu kegiatan membandingkan suatu nilai ukur antara alat yang
dikalibrasi dengan sebuah standar acuan (kalibrator) atau bahan acuan.
3.

Parameter Kalibrasi

Sensor Suhu adalah parameter yang dikalibrasi pada autoclave


4.

Kalibrator

Dry Well
Temperature Kalibrator
5.

Frekuensi Kalibrasi

Kalibrasi yang baik adalah yang dilakukan secara periodik waktu tertentu
(ditentukan

oleh

pemakai

dan

ditetapkan

dalam

PROTAP

masing-masing)

berdasarkan analisa resiko, pemantauan kinerja alat dan waktu khusus (setelah
perbaikan / modifikasi) karena hingga kini belum ada literatur atau badan yang
menentukan mengenai satu waktu yang tepat.
HEAT DISTRIBUTION TEST
Menempatkan beberapa sensor suhu kalibrator pada sejumlah

titik di dalam

autoclave yang telah ditentukan berdasarkan dimensi autoclave, dikondisikan


dengan suhu dan waktu yang ditentukan dan dipantau menggunakan validator.
HEAT PENETRATION TEST
Proses sama dengan uji pemerataan tetapi ditambahkan material yang disterilkan
dan dibuktikan dengan menggunakan bioindikator.
Perubahan yang bisa terlihat sesudah proses sterilisasi, pada kontrol positif akan
menunjukan

warna

kuning

keruh.

Kata Kunci : Autoclave, Validasi Autoclve, Definisi Autoclvel, Mekanisme Kerja


Autoclave Jenis-Jenis Autoclave

Autoclave (http://analissolo.blogspot.com/2013/01/autoclave_9.html)

utoclave adalah alat pengujian yang berfungsi untuk sterilisasi dengan uap panas bertekanan.
Autoclave digunakan untuk mensterilisasi alat-alat gelas, kayu, plastic, larutan dan medium yang
tidak tahan terhadap suhu tinggi.
Autoclave juga dapat digunakan untuk melisiskan mikroba. Adapun bagian-bagian dari
Autoclave adalah panic luar, panic dalam untuk meletakkan alat dan saluran uap, bagian penutup
terdiri dari penunjuk tekanan dan saluran uap, terdapat katup dan pengunci. Untuk mematikan
spora diperlukan panas basah selama 15 menit pada suhu 121 derajat C.
Autoclave adalah salah satu alat laboratorium yang pasti dimiliki oleh sebuah laboratorium
mikrobiologi. Autoclave digunakan untuk melakukan proses sterilisasi terhadap media dan
peralatan mikrobiologi sebelum dan sesudah melakukan analisa.
Salah satu point terpenting dari Good Laboratory Practices, Cara Pembuatan Obat yang Baik
atau ISO 17025 terkait autoclave adalah bagaimana kita menjamin bahwa autoclave kita
berfungsi dengan baik dalam proses sterilisasi tersebut.
Tindakan yang kita bisa lakukan adalah :

Kualifikasi Autoclave

Kalibrasi Autoclave

Ada 3 jenis Autoclave, antara lain :


1. Gravity Displacement autoclave, udara dalam ruang autoclave dipindahkan hanya berdasarkan
gravitasi. prinsipnya adalah memanfaatkan kekeringan uap dibandingkan kekeringan udara,
sehingga udara terletak di bawah uap.
2. Prevacuum atau High Vacuum Autoclave, autoclave ini dilengkapi pompa yang mengevakuasi
hampir semua udara dari dalam autoclave.
3. Steam-Flush Pressure-Pulse Autoclave, autoclave ini menggunakan aliran uap dan dorongan
tekanan di atas tekanan atmosfer dengan rangkaian berulang.

AUTOCLAVE, OVEN, WATTERBATH, DAN INKUBATOR


(http://eendraswati.blogspot.com/2013/01/autoclave-oven-watterbath-daninkubator.html)
OVEN

Oven adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk memanaskan ataupun mengeringkan
alat gelas,
zat-zat kimia maupun pelarut organik.
Tidak semua alat gelas dapat dikeringkan didalam oven, hanya alat gelas dengan
spesifikasi
tertentu saja yang dapat dikeringkan, yaitu alat gelas dengan ketelitian rendah.
Sedangkan untuk
alat gelas dengan ketelitian tinggi tidak dapat dikeringkan dengan oven.
KOMPONEN

Tombol POWER adalah tombol yang digunakan untuk menghidupkan ataupun mematikan oven.
tombol untuk menyalakan atau mematiakn kipas.
Knop berwarna biru berfungsi untuk menaik turunkan kecepatan putaran kipas.
Pada bagian depan oven terdapat 2 layar yang menunjukkan suhu. Layar PV menunjukkan suhu
alat sedangkan layar SV menunjukkan suhu yang diinginkan.
Tombol SET, UP (panah keatas) dan DOWN (panah kebawah) digunakan untuk mensetting suhu
yang

diinginkan.

Dapat

pula

untuk

mensetting

waktu.

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN :


Bersihkan bagian dalam oven dari sisa contoh atau kotoran lain.
Bersihkan dinding bagian luar dari debu menggunakan lap bersih, jika perlu dapat digunakan sedikit
deterjen
Jika mungkin penggunaan oven hanya di satu titik ukur
Hidupkan oven setiap hari meskipun tidak digunakan.
Jika tidak digunakan hidupkan 1 2 jam
Pastikan voltase input stabil sesuai dengan spesifikasi alat.
Periksalah suhu oven melalui termometer indikator dan pastikan suhu mencapai titik yang
diinginkan. Jika tidak, segera matikan oven.
KALIBRASI

suhu
waktu

AUTOCLAVE
Autoklaf adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu
benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (121 0C, 15 lbs)
Autoklaf terutama ditujukan untuk membunuh endospora, yaitu sel resisten yang
diproduksi oleh bakteri contohnya Bacillus sp.

JENIS JENISAUTOCLAVE
Terdapat tiga jenis autoklaf, yaitu gravity displacement, prevacuum atau high vacuum,
dan steam-flush pressure-pulse.Perbedaan ketiga jenis autoklaf ini terletak pada
bagaimana udara dihilangkan dari dalam autoklaf selama proses sterilisasi

1. Gravity Displacement Autoclave


Udara dalam ruang autoklaf dipindahkan hanya berdasarkan gravitasi.Prinsipnya
adalah memanfaatkan keringanan uap dibandingkan dengan udara, sehingga udara
terletak di bawah uap.
2. Prevacuum atau High Vacuum Autoclave
Autoklaf ini dilengkapi pompa yang mengevakuasi hampir semua udara dari dalam
autoklaf.
3.Steam-Flush Pressure-Pulse Autoclave
Autoklaf ini menggunakan aliran uap dan dorongan tekanan di atas tekanan atmosfer
dengan rangkaian berulang.

BAGIAN BAGIAN AUTOCLAVE


1. Tombol pengatur waktu mundur (timer)
2. Katup pengeluaran uap
3. pengukur tekanan

4. kelep pengaman
5. Tombol on-of
6. Termometer
7. Lempeng sumber panas
8. Aquades (dH2O)
9. Sekrup pengaman
10. batas penambahan air
INKUBATOR
Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang
terkontrol (umumnya di atas suhu ambient) serta dilengkapi dengan pengatur suhu
dan pengatur waktu.
Semakin kecil ukuran inkubator maka semakin rentan perubahan suhunya saat pintu
inkubator dibuka.
Perlu dipertimbangkan pula keseragaman suhu yang ada didalam dengan
memperhatikan pola penempatan elemen pemanas atau terdapatnya kipas
penyebar suhu.
Pintu kaca yang terdapat pada beberapa model dibiarkan tertutup saat melihat biakan
secara sekilas bertujuan supaya tidak terjadi penurunan suhu.

Berdasarkan kegunaannya secara khusus


(Collins etal, 2004) :
1.Shaker incubator: inkubator yang dilengkapi dengan pengocok untuk aerasi biakan.
2.Cooled incubator: inkubator untuk suhu inkubasi dibawah suhu ambient.
CO2 incubator: inkubator yang mampu menyediakan keadaan kaya karbondioksida.
4. Automatic temperature change incubator: inkubator yang dilengkapi dengan
pengatur perubahan suhu otomatis sehingga tidak perlu memindahkan kultur ke
inkubator lain saat membutuhkan perubahan suhu secara bertahap
5. Portable incubator: inkubator jinjing atau mudah dibawa yang umumnya
diaplikasikan untuk mikrobiologi lingkungan.

6. Incubator room: suatu ruangan yang diubah menjadi inkubator sesuai dengan
keperluan dan syarat mikrobiologisnya.
1.Catat suhu inkubator pada kartu setiap hari sebelum memulai bekerja
2.Bila penyimpangan suhu melebihi 20 , maka pengaturan suhu perlu di setel kembali
3.Bagian dalam inkubator dan rak harus dibersihkan secara teratur dengan disinfektan
WATERBATH
Water Bath merupakan peralatan yang berisi air yang bisa mempertahankan suhu air
pada kondisi tertentu selama selang waktu yang ditentukan.
Prinsip kerja:
Pada saat dingin mensterilisasi steker dihidupkan, dipilih suhu (temperatur) yang
diinginkan (jika memungkinkan) dan atur. Pengaturan harus dilakukan sesuia
dengan pembacaan thermostat (bila tersedia), atau sesuai dengan suatu sistem
pengawasan suhu.
Fungsi Water bath
1. Pemanasan pada suhu rendah 300C sampai 1000C
2. Menguapkan zat atau larutan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi
Macam-macam alat berdasarkan media pemanas :
Tangas air : Jika sebagai media pemanas digunakan air, dalam hal ini wadah bahan yang
akan dipanaskan harus terendam dalam air
Tangas uap : jika sebagai media pemanas digunakan uap air, sehingga wadah bahan
yang akan dipanaskan tidak boleh terendam air.
Macam-macam alat berdasarkan media pemanas :
Tangas minyak : jika sebagai media pemanas digunakan minyak, sehingga dapat
digunakan untuk pemanasan pada suhu yang lebih tinggi antara 170 0C hingga
200 0C
Tangas pasir : jika sebagai media pemanas digunakan pasir, sehingga dapat digunakan
untuk pemanasan pada suhu tinggi hingga lebih dari 200 0C
Bagian-bagian water bath
Pengatur suhu
pengaman kedudukan tinggi air

penangas air bisa dilengkapi motor penggerak sehingga dapat berfungsi sebagai alat
pengocok
elemen pemanas dengan listrik
tangas uap mempunyai satu hingga enam buah lubang untuk menaruh/meletakkan
benda yang akan diuapkan
Cara kerja water bath
1. Air dimasukkan ke dalam bejana
2. Atur suhu yang dikehendaki dan hidupkan water bath
3. Masukkan benda yang akan dipanaskan ke dalam air ( untuk tangas air ) letakkan
benda pada salah satu lubang ( untuk tangas uap ), ingat lubang lain yang tidak
digunakan tetap ditutup
Cara Kalibrasi
Paling tidak dilakukan dua kali per tahun (2x/tahun), termometer waterbath harus dicek
dengan menggunakan termometer terkalibrasi.