Anda di halaman 1dari 3

UNIVERSITAS TERBUKA

FAKULTAS EKONOMI (NON PENDAS)


PROGRAM STUDI MANAJEMEN S1

Tuton Pengantar Ekonomi Makro / EKMA 4116


Tutor
: Zulfahmi, SE, M.Si
Nama Mahasiswa : Alief Sukma Abi Perwira
NIM
: 023946884

Tugas 1
14 Maret - 20 Maret

Jawablah Pertanyaan-pertanyaan berikut ini.


1. Jelaskan hubungan antar unit-unit ekonomi dalam bagan "circular flow"
2. Apa yang dimaksud dengan resesi ekonomi, apa penyebabnya, dan pernahkan perekonomian
kita mengalaminya
Jawablah dengan bahasa sendiri. Terima Kasih

JAWABAN TUGAS I

Tuton Pengantar Ekonomi Makro/


Nama Mahasiswa : Alief Sukma Abi Perwira
NIM
: 023946884
1. Jelaskan hubungan antar unit-unit ekonomi dalam bagan "circular flow"
Dalam siklus aliran pendapatan suatu perekonomian dibagi menjadi empat bidang atau sektor
utama sebagai pelaku ekonomi di mana setiap sektor memiliki hubungan interaksi masing-masing
dalam menciptakan pendapatan dan pengeluaran.
a. Sektor Rumah Tangga
Terdiri dari individu-individu yang bersifat homogen.
1) Hubungan dengan Perusahaan
rumahtangga melakukan pembelian barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan
untuk konsumsi.
rumah tangga mendapatkan pendapatan berupa gaji, upah, sewa, dividen, bunga, dll
dari perusahaan.
2) Hubungan dengan Pemerintah
rumah tangga menyetorkan sejumah uang sebagai pajak.
rumah tangga menerima penerimaan berupa gaji, bunga, penghasilan non balas jasa, dll.
3) Hubungan dengan Dunia Internasional
rumah tangga mengimpor barang dan jasa dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan
hidup.
b. Sektor Perusahaan
Gabungan unit kegiatan yang menghasilkan produk barang dan jasa.
1) Hubungan dengan RumahTangga
perusahaan menghasilkan produk-produk barupa barang dan jasa yang dikonsumsi oleh
masyarakat.
perusahaan memberikan penghasilah dan keuntungan kepada rumah tangga barupa
gaji, deviden, sewa, upah, bunga, dsb.
2) Hubungan dengan Pemerintah
perusahaan membayar pajak kepada pemerintah.
perusahaan menjual produk dan jasa kepada pemerintah.
3) Hubungan dengan Dunia Internasional
perusahaan melakukan impor atas produk barang maupun jasa dari luar negri.
c.

Sektor Pemerintah
Bertindak sebagai pembuat dan pengatur kebijakan masyarakat dan bisnis.
1) Hubungan dengan RumahTangga
pemerintah menerima setoran pajak rumah tangga untuk kebutuhan operasional,
pembangunan, dan lain-lain.
2) Hubungan dengan Perusahaan
pemerintah mendapatkan penerimaan pajak dari pengusaha.
pemerintah membeli produk dari perusahaan berdasarkan dana anggaran belanja yang
ada.

d. Sektor Dunia Internasional / Luar Negeri


hubungan ekspor dan impor produk barang dan jasa dengan luar negeri.
1) Hubungan dengan RumahTangga
dunia internasional menyediakan barang dan jasa untuk kepentingan rumah tangga.
2) Hubungan dengan Perusahaan
dunia internasional mengekspor produknya kepada bisnis-bisnis perusahaan.

2. Apa yang dimaksud dengan resesi ekonomi, apa penyebabnya, dan pernahkan perekonomian kita
mengalaminya
Dalam ekonomi makro, resesi atau kemerosotan adalah kondisi ketika produk domestik bruto (GDP)
menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam
satu tahun.
Resesi dapat mengakibatkan penurunan pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja,
investasi, dan keuntungan perusahaan. Resesi ekonomi yang berlangsung lama disebut depresi
ekonomi.
Penyebab resesi ekonomi, antara lain:
a. fenomena productivity gap (kesenjangan produktivitas) yang erat berkaitan dengan lemahnya
alokasi aset ataupun faktor-faktor produksi.
b. fenomena diequilibrium trap (jebakan ketidak seimbangan) yang berkaitan dengan
ketidakseimbangan struktur antarsektor produksi.
c. fenomena loan addiction ( ketergantungan pada utang luar negeri) yang berhubungan dengan
perilaku para pelaku bisnis yang cenderung memobilisasi dana dalam bentuk mata uang asing
(foreign currency).
Resesi ekonomi pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1997-1998 dimana menjadi waktu yang
paling suram dalam cerita perekonomian Indonesia, resesi ekonomi yang berjalan tahun 1997 dan
1998 tersebut berkembang semakin buruk dalam tempo cepat dan dampak krisis pun sangat nyata
dirasakan oleh masyarakat dan dunia usaha pada saat itu.
Dana Moneter Internasional (IMF) yang mulai mencoba memberikan bantuan sejak Oktober 1997
tidak terbukti dapat segera memperbaiki stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah pada saat itu,
bahkan situasi menjadi semakin tidak terkendali dan krisis ekonomi Indonesia saat itu tercatat
sebagai yang terparah di Asia Tenggara. Dalam tahun 1998 dengan cepat berkembang menjadi krisis
ekonomi, berlanjut lagi krisis sosial kemudian ke krisis politik.

-------------------Terimakasih