Anda di halaman 1dari 2

HUBUNGAN USIA, JENIS KELAMIN DAN LUAS LESI DERMATITIS

ATOPIK DENGAN TINGKAT KUALITAS HIDUP PENDERITA DI RSUD


TUGUREJO SEMARANG
Eka Oktaviani Saputri1, dr. Retno Indrastiti, Sp.KK2, dr. Ika Dyah Kurniati3

The Relationship of age, sex, and spacious of atopic dermatitis lesions with
the level of patients quality of life in Tugurejo regional public hospital in
Semarang
ABSTRAK
Latar Belakang: Dermatitis atopik adalah keadaan peradangan kulit kronis dan residif, disertai
gatal kelainan kulitnya berupa papul, gatal, yang kemudian mengalami ekskoriasi dan
likenifikasi, distribusinya di lipatan (fleksural). Dermatitis atopik tidak menyebabkan kematian,
tetapi akibat yang ditimbulkan dapat ditinjau dari berbagai aspek, diantaranya dari faktor
kesehatan, fisik, estetika dan juga sosial seperti kurangnya pecaya diri, depresi, terjejasnya
interaksi sosial, dan juga perasaan malu akan penyakitnya sehingga dapat mempengaruhi
kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia, jenis kelamin dan luas
lesi dengan tingkat kualitas hidup penderita dermatitis atopik di RSUD Tugurejo Semarang.

Atopic dermatitis is the inflammation of chronic and residif skin accompanied


by papules and itching in which the skin suffers excoriation and lichenification
in the shape of folds (flexural). Atopic dermatitis does not cause death, but its
causes can be detected by some aspects, such as health factors, physical factor,
aesthetic factor, and also social factor (including not confident, depression,
asocial, and mortification because of this disease). This research is aimed to
analyze the relationship of age, sex, and spacious of atopic dermatitis lesions
with the level of patients quality of life in Tugurejo regional public hospital in
Semarang
Metode: Studi observasional dengan desain cross sectional yang dianalisis dengan Uji Fishers
exact dengan tingkat kemaknaan 95% yang meliputi analisis univariat, bivariat dan multivariat
terhadap variabel usia, jenis kelamin dan luas lesi dermatitis atopik dengan kualitas hidup
penderita di RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian ini menggunakan data primer dengan Indeks
Kualitas Hidup Dermatologi (IKHD) dan rekam medis sebagai data sekunder. Sampel dalam
penelitian ini sebanyak 30 sampel. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan
dengan cara purposive sampling.

Method: In this study, the writer used observational study and cross sectional
design to analyzed the data. It was conducted by using Fishers exact test in the
level of significance 95% covering un-variet analysis, bivariate, multivariate
toward variable of age, variable of sex, and variable of spacious of atopic
dermatitis lesions with the level of patients quality of life in Tugurejo regional
public hospital in Semarang. Dermatology life of index (IKHD) was primer
research data while medical records were seconder data. There were 30 samples
of research that were taken purposively.

Hasil: Responden penelitian adalah 43,3% laki-laki dan 56,7% perempuan dengan kategori usia
paling banyak adalah kategori lansia usia 45-65 tahun (70%) dan kategori luas lesi paling
banyak adalah luas lesi berat (56,70% ). Terdapat hubungan antara luas lesi dengan tingkat
kualitas hidup (p=0, 049) sedangkan tidak terdapat hubungan antara usia dengan tingkat kualitas
hidup (p=0,195), dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kualitas hidup
(p=0,242). Luas lesi merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup
(p=0,047).

Result: The percentage of men respondents is 43.3% and women respondents is


56.7%. These are dominated by elderly category; 45-65 years old (70%). The
most spacious of lesions category is weight spacious of lesions (56.70%). The
writer found that there is the relationship of spacious lesions with quality of life
level (p=0.049). Conversely, there is no relationship of age and sex with quality
of life level (p=0.242). The spacious of lesions is the most influential variable to
quality of life (p=0.047).
Kesimpulan: Semakin berat luas lesi maka semakin besar pengaruh terhadap kualitas hidup
penderita.

Conclusion : The heavier of lesions spacious, the greater of influence on life


quality of patients.
Kata kunci: dermatitis atopik, usia, jenis kelamin, luas lesi, kualitas hidup.

Key words : atopic dermatitis, age, sex, spacious of lesions, life quality.