Anda di halaman 1dari 3

MANAGING ETHICAL RISKS AND OPPORTUNITIES

A. ETHICS AND DECISION MAKING


Ciri Kepribadian: Keputusan bisnis dibuat oleh individu atau komite-komite, yang berasal dari
etika individu-individu yang membentuk bisnis. Faktor-faktor yang mempengaruhi etika yaitu nilai
pribadi, tahap-tahap perkembangan moral dan persetujuan moral. Nilai (values) adalah kepercayaan yang
mendasari seseorang bertindak. Nilai-nilai etika adalah keyakinan preskriptif tentang apa yang benar
dan salah. Jenis-Jenis Nilai: Menurut Rokeach, nilai dibagi menjadi 2 yaitu Nilai terminal (konsepsi
tentang tujuan akhir atau hasil akhir yang diinginkan) dan Nilai instrumental (konsepsi keinginan dari
mode perilaku yang instrumental bagi tujuan yang diinginkan). Nilai Pribadi Moderator: Tiga sifat
pribadi timbul untuk bertindak dari nilai-nilai pribadi seseorang sebagai moderator dalam pengambilan
keputusan kegiata yaitu 1. Kekuatan ego (tingkat kepercayaan diri dan dikaitkan dengan keyakinan
pribadi). 2. Field dependence (cenderung mengandalkan informasi yang mereka miliki atau informasi
yang mereka kembangkan). 3. Locus of control ( Mencerminkan pemahaman individu dari kontro ia
memiliki lebih dari peristiwa kehidupan eksternal percaya bahwa peristiwa dikendalikan oleh takdir,
nasib dan keberuntungan). Tahap Perkembangan Moral: menurut Lawrence Kohlberg yaitu
Preconventional, Konvensional, dan Postconventional. Persetujuan Moral; didasarkan pada 4 komponen
dari suatu tindakan yaitu Besarnya konsekuensi, Kepastian kejahatan, Tingkat keterlibatan dan Tingkat
tekanan untuk memenuhi.
Stakeholder memiliki pengaruh pada keputusan baik etis dan tidak etis. Misalnya saja komisi
sekuritas dan bursa memberlakukan aturan terhadap insider trading dan kontribusi kampanye perusahaan
dan dengan demikian mempromosikan pengambilan keputusan etis.
Budaya Organisasi yaitu seperangkat asumsi, keyakinan, dan nilai-nilai yang telah
dikembangkan dalam organisasi untuk menghadapi lingkungan eksternal dan internal dan yang diteruskan
kepada anggota baru untuk memandu tindakan mereka dalam lingkungan ini.
Sifat Organisasi: Di antaranya adalah iklim organisasi dan tujuan organisasi. Iklim Organisasi:
Benjamin Schneider berpendapat bahwa pada kenyataannya, iklim organisasi banyak. Diskusi ini terbatas
pada iklim etika. Ini termasuk otonomi / kontrol, tingkat struktur, sifat penghargaan, pertimbangan,
kehangatan, dan dukungan. Iklim Etika: Ada kesepakatan dalam literatur empiris bahwa hubungan
pengambil keputusan untuk atasan dan bawahan akan mempengaruhi dimensi etis dari keputusan.
Asosiasi diferensial: Satu dimensi dari hubungan pengambil keputusan melibatkan sejauh mana anggota
asosiasi organisasi berhubungan satu sama lain. Konfigurasi Peran: Dimensi kedua dari hubungan
melibatkan peran yang sebenarnya dimainkan oleh manajer. Peran individu dalam suatu organisasi
tergantung pada hubungan individu dengan individu lain dalam organisasi.
Tujuan Organisasi: Tujuan organisasi dapat dilihat sama dengan nilai terminal organisasi.
Kebijakan: Kebijakan dapat mengambil bentuk kode etik dan / atau menyatakan kebijakan operasi oleh
manajemen puncak. Dimensi Keputusan: Sekali kumpulan alternatif keputusan telah ditetapkan, masing-

masing dievaluasi berdasarkan kriteria yang relevan, seperti ekonomi, politik, teknologi, sosial, dan etika.
Struktur Pengahargaan: Selain kebijakan, struktur penghargaan juga tampaknya mempengaruhi aspek
etika pengambilan keputusan.
Pengambil keputusan: Tahap ini telah diatur dengan pembuat keputusan pribadi yang memiliki
nilai pribadi, fungsi yang dipengaruhi oleh budaya organisasi dengan referensi khusus untuk iklim dan
tujuan

organisasi

serta

stakeholder.

Manajemen

Masalah:

Manajemen

masalah

harus

mempertimbangkan komponen etika. Manajemen masalah secara umum dapat diklasifikasikan dalam
strategik dan taktikal. Keputusan Alternatif: Kumpulan alternatif solusi terdiri dari beberapa
pertimbangan atas alternatif tersebut oleh pengambil keputusan. Aturan dalam profesionalisme organisasi
menjadi bahan acuan pengambil keputusan untuk mengeliminasi alternatif yang tidak beretika. Dimensi
Keputusan: Sekali kumpulan alternatif keputusan telah ditetapkan, masing-masing dievaluasi
berdasarkan kriteria yang relevan, seperti ekonomi, politik, teknologi, sosial, dan etika.
B. MAKING MORAL DECISIONS
Ada 2 kondisi yang bagi manager dalam proses pengambilan keputusan yaitu :
1. Budaya organisasi harus dipertimbangkan dalam etika pengambilan keputusan
2. Manager harus memiliki alat-alat untuk mengevaluasi dimensi-dimensi etis dalam keputusannya

Ethics Tools
Dalam membuat suatu keputusan, manajer membutuhkan alat atau cara yang beretika

untuk

mengevaluasi keputusan apakah beretika atau tidak. Alternatif dari suatu keputusan dapat diterima atau
ditolak berdasarkan pada kriteria ekonomi, politik, teknologi dan sosial.
Bagi seorang manajer dalam pengambilan keputusan harus konsisten mempertimbangkan etika.
Budaya organisasi harus mendukung periaku etis dan manajer harus memiliki alat untuk mengevaluasi
dimensi etika untuk mengambil keputusan alternatif. Yang lebih penting dari keduanya adalah budaya
organisasi. budaya yang mendukung perilaku etis memotivasi manajer untuk mendapatkan alat keputusan
yang diperlukan. mereka Etika dapat dikembangkan melalui program pelatihan dan belajar mandiri.
Kotter dan Heskett berpendapat bahwa untuk berhasil mengubah budaya meningkatkan kinerja, manajer
harus menemukan yang memiliki tiga karakteristik: mereka harus menjadi pemimpin yang efektif,
memiliki perspektif orang luar, dan memiliki sumber daya orang dalam. mereka lebih lanjut menyatakan
kombinasi yang tidak ditemukan pada banyak orang saat ini.
JAWABAN KASUS WORLDCOMS CREATIVE ACCOUNTING
1. Yang merupakan stakeholders dalam kasus ini yaitu Owner / Investors yang telah menanamkan
dananya di Worldcom, Supplier yang menyediakan produk dan Worldcom, Employees dari
Worldcom, Creditor, Customer dari Worldcom, Government, dan Community.

2. Menurut pendapat saya, urutan prioritasnya yaitu Owner /Investor, Creditor, Employee, Customer,
Supplier, Community, Government, and Regulator.
3. Menurut pendapat saya, Iya. kasus tersebut dapat melangar prinsip etika dan norma. Yang dilanggar
yaitu Prinsip Utilitarianism hal itu menekankan tanggungjawab sosial yang harus dilakukan oleh para
pelaku bisnis dengan memilih alternatif yang memberikan manfaat terbesar untuk masyarakat atau
yang mengeluarkan biaya terkecil. Kebijakan yang diambil manajemen Worldcom tidak hanya
melanggar Accounting Standard, tapi juga merugikan secara sosial. Keputusan manajemen untuk
memanipulasi transaksi akuntansi yang terjadi dengan menghapus reserved dan mentransfer biaya
operasi dengan dikapitaliasi merupakan bentuk kecurangan laporan keuangan. Kebijakan tersebut juga
melanggar etika perhatian/kepedulian.
4. Menurut pendapatan saya, Iya. seharusnya Vinson menolak untuk menghapuskan reseved yang
membuat biaya perusahaan berkurang. Sebagai akuntan, Vinson seharusnya menjaga integritas dan
melaksanakan kinerjanya berdasarkan kode etik akuntan dan bekerja secara professional.
5. Menurut pendapat saya, Iya. seharusnnya Vinson menolak untuk mentransfer biaya karen yang sudah
jelas merupakan klasifikasi biaya operasional. Dalam standard akuntansi, telah dipaparkan dengan
jelas mengenai biaya yang bisa dikapitalisasi. Jadi, sebagai akuntan, ketika mengetahui suatu biaya
yang jelas masuk ke operasional, maka Vinson tidak boleh mengkapitalisasikannya.
6. Menurut pendapat saya, apabila Vinson tidak bisa menolak tuntutan manajemen untuk memanipulasi
informasi keuangan, sebaiknya ia melakukan pengunduran diri dari posisi tersebut. Namun, dalam
kasus Vinson tidak dapat melakukan aksi tersebut karena ia khawatir akan kehilangan pendapatan
tetap yang telah menopang kehidupuan tercukupi keluarganya.
7. Menurut pendapat saya, kolega Vinsom seharusnya meyakinkan Vinson jika ia mundur dan
pendapatan berkurang, hal tersebut bukan menjadi masalah yang harus dikhawatirkan karena yang
utama Vinson terbebas dari perusahaan dengan manajemen yang tidak sehat karena melakukan
manipulasi.
8. Menurut pendapat saya, yang bertanggungjawab atas ketidakwajaran perlakuan akuntansi atas
transaksi tersebut yaitu Top Manajemen Worldcom, yaitu CEO, CFO, dan Controller. Karena Mereka
lah yang mengusulkan untuk dilakukannya manipulasi demi menjaga kredibilitas nama baik mereka.
9. Menurut pendapat saya secara legal yang bertanggungjawab atas manipulasi tersebut adalah Buford
Yates selaku Director of General Accounting Worldcom dan Troy Norman selaku Accounting in
charge yang mengawasi perusahaan.
10. Menurut pendapat saya, secara moral yang bertanggungjawab adalah Betty Vinson selaku Senior
Manager di Accounting Department. Karena dia adalah orang yang mengeksekusi tuntutan atasannya
untuk melakukan manipulasi yang pada dasarnya dia berhak untuk menolak permintaan tersebut atau
mundur dari posisinya apabila tidak bisa menolak permintaan manipulasi dari atasannya.