Anda di halaman 1dari 16

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN

Kelompok 1

PRAKTIKUM IV
PENGUJIAN KUAT TEKAN DAN
MODULUS ELASTISITAS BETON
A. Tujuan
1. Untuk menentukan kuat tekan dan modulus elastisitas beton.
2. Memeriksa pengaruh bahan tambah pada mix design dan kuat tekan
beton.
B. Dasar Teori
Kekuatan tekan adalah kemampuan beton untuk menerima gaya
tekan persatuan luas. Kuat tekan beton mengidentifikasikan mutu dari
sebuah struktur. Semakin tinggi kekuatan struktur dikehendaki, semakin
tinggi pula mutu beton yang dihasilkan (Mulyono, 2004).
Nilai kuat tekan beton didapat dari pengujian standar dengan benda
uji yang lazim digunakan berbentuk silinder. Dimensi benda uji standar
adalah tinggi 300 mm dan diameter 150 mm. Tata cara pengujian yang
umumnya dipakai adalah standar ASTM C39-86. Kuat tekan masingmasing benda uji ditentukan oleh tegangan tekan tertinggi (fc) yang
dicapai benda uji umur 28 hari akibat beban tekan selama percobaan
(Dipohusodo, 1996).
Rumus yang digunakan untuk mendapatkan nilai kuat tekan beton
berdasarkan percobaan di laboratorium adalah sebagai berikut (ASTM
C39-86):
'

f c=

P
A
Dimana :

fc = Kuat tekan (Mpa)


P = Beban (N)
A = Luas penampang benda uji (mm2)

3A KONSTRUKSI GEDUNG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

27

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


Kelompok 1

Tolak ukur yang umum dari sifat elastis suatu bahan adalah modulus
elastisitas, yang merupakan perbandingan dari tekanan yang diberikan
dengan perubahan bentuk persatuan panjang, sebagai akibat dari tekanan
yang diberikan itu (Murdock dan Brook, 1986).
Pengujian ini menggunakan alat Concrete Compression Testing
Machine yang dilengkapi dengan dial pengukur regangan vertikal.
Metode pengujian sesuai standar ASTM C469-87. Nilai modulus
elastisitas beton bervariasi tergantung dari mutu atau kekuatan beton, umur
pengujian beton, sifat-sifat (kekuatan) agregat halus, kasar dan semen,
kecepatan pembebanan, jenis dan dimensi benda uji yang dipakai (Wang
dan Salamon, 1993). Modulus elastisitas sangat penting untuk menetukan
kekuatan dan lendutan beton. Besarnya modulus elastisitas dihitung
berdasarkan persamaan :
E=

S 2S 1
20 , 00005
Dimana :
E

=Modulus Elastisitas (MPa)

S1

= Tegangan untuk regangan 0,00005

S2

= Tegangan 40% dari tegangan hancur ultimate.

= Regangan yang menghasilkan S2

Menurut ACI, untuk beton berbobot normal rumus pendekatan


Modulus Elastisitas (Ec) adalah sebagai berikut :
Ec =4700 f ' c

3A KONSTRUKSI GEDUNG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

28

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


Kelompok 1

C. Peralatan dan Bahan


Peralatan yang digunakan
1. Timbangan, ketelitian 0.001 gr
2. Mesin kuat tekan (Concrete Compression Testing Machine)
3. Alat Compressometer-Extensometer
Specimen
1. 6 buah beton silinder 15cm x 30 cm
- 3 buah beton normal (N)
- 3 buah beton dengan bahan tambah (B)
D. Langkah Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Menyiapkan benda uji silinder yang telah di capping dan telah diambil
data diameter, tinggi , dan beratnya.
3. Mengatur alat Compressometer-Extensometer pada benda uji silinder.
4. Melakukan setting alat Compressometer-Extensometer pada benda uji
silinder.
5. Menempatkan

benda

uji

silinder

Compressometer-Extensometer

yang

pada

telah

mesin

dipasangi

alat

tekan.

Dial

uji

Compressometer dan Extensometer diatur ke angka nol.


6. Menekan benda uji perlahan-lahan, selanjutnya beban, displacemant
longitudinal dicatat setiap penambahan 50 KN.
7. Mencatat

hasil

pembacaan

beban

dan

pembacaan

dial

Compressometer-Extensometer, sampai benda uji hancur.

3A KONSTRUKSI GEDUNG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

29

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


Kelompok 1

E. Data Hasil Percobaan dan Perhitungan


Tabel 4.1. Data Hasil Pengukuran Specimen

N
o

Kode
Samp
el

Tinggi
Sampel (mm)

Diameter Sampel
(mm)

t1

t2

t3

d1

d2

d3

d4

Tinggi
Samp
el
(mm)

Diamet
er
Sampel
(mm)

Berat
silinde
r (kg)

Luas
Silinde
r
(mm2)

Volum
e
Silinde
r (m3)

Berat Isi
(kg/m3)

N1

29
8

29
9

29
8

15
0

15
0

15
0

15
0

298,3
3

149,88

12,22

17649,
1

0,0052
7

2320,85

N2

29
7

29
8

29
8

15
0

15
0

15
1

15
2

297,6
7

150,29

12,32

17746,
4

0,0052
8

2332,22

N3

30
0

30
2

30
0

14
9

14
9

15
2

15
5

300,6
7

151,09

12,58

17935,
8

0,0053
9

2332,78

B6

29
9

30
1

30
3

14
9

15
1

15
0

15
3

301,0
0

150,81

12,66

17870,
9

0,0053
8

2353,54

B7

29
7

29
6

29
7

15
0

15
1

15
1

15
3

296,6
7

151,32

12,44

17990,
3

0,0053
4

2330,85

B8

30
2

30
0

29
9

14
9

14
8

15
3

15
1

300,3
3

150,18

12,52

17719,
8

0,0053
2

2352,56

Berat isi=

berat
volume

Berat isi=

12,22
kg
=2320,85 3
0,00527
m

Tabel 4.2. Data Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton Normal

No

Kode
Samp
el

N1

ukuran (mm)

Luas
silinder
(mm2)

298,
33

149,
88

17649,
12

Pembacaa
n

Beba
n
(KN)

Kuat
Tekan
(Mpa)

dial

L
(mm
)

Reganga
n ()

0,0

50

30

0,03

2,8

0,00010

3A KONSTRUKSI GEDUNG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

30

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


Kelompok 1

65

0,06
5

5,7

0,00022

150

90

0,09

8,5

0,00030

200

120

0,12

11,3

0,00040

250

165

0,16
5

14,2

0,00055

300

210

0,21

17,0

0,00070

350

255

0,25
5

19,8

0,00085

400

285

0,28
5

22,7

0,00096

450

335

0,33
5

25,5

0,00112

500

385

0,38
5

28,3

0,00129

550

410

0,41

31,2

0,00137

600

450

0,45

34,0

0,00151

650

485

0,48
5

36,8

0,00163

Analisa perhitungan Kuat Tekan:


f ' c=

100

P
A

f ' c=

650000
=36,83 MPa
17649,12

Analisa perhitungan regangan:


L
0,485

=
=0,0022
t
213,50

3A KONSTRUKSI GEDUNG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

31

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


Kelompok 1

3A KONSTRUKSI GEDUNG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

32

N
o

ukuran (mm)
Kode
LABORATORIUM
Sampel
T 1 D
Kelompok

N2

N3

Pembacaan
Luas
Beban
PENGUJIAN
BAHAN
silinder
(KN)
dia
L
2
(mm )
l
(mm)

Kuat
Tekan
(Mpa)

Regangan
( )

0,0

50

20

0,02

2,8

0,00007

100

50

0,05

5,6

0,00017

150

90

0,09

8,5

0,00030

200

13
0

0,13

11,3

0,00044

250

16
0

0,16

14,1

0,00054

300

21
0

0,21

16,9

0,00071

350

24
5

0,25

19,7

0,00082

400

28
0

0,28

22,5

0,00094

450

33
0

0,33

25,4

0,00111

500

38
5

0,39

28,2

0,00129

525

44
0

0,44

29,6

0,00148

50

20

0,02

2,8

0,00007

100

45

0,05

5,6

0,00015

150

85

0,09

8,4

0,00028

200

12
5

0,13

11,2

0,00042

250

16
5

0,17

13,9

0,00055

300

19
5

0,20

16,7

0,00065

350

22
5

0,23

19,5

0,00075

400

26
5

0,27

22,3

0,00088

450

28
5

0,29

25,1

0,00095

500

33
5

0,34

27,9

0,00111

550

38
5

0,39

30,7

0,00128

0,46
3A KONSTRUKSI GEDUNG 600
5
JURUSAN TEKNIK SIPIL
54
POLITEKNIK NEGERI UJUNG
650PANDANG
0,54

33,5

0,00151 33

36,2

0,00180

297,6
7

300,6
7

150,2
9

151,0
9

17746,4

17935,84

45

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


Kelompok 1

Grafik Kuat Tekan - Regangan


(Beton Normal
40
35
30

Kuat Tekan (MPa)

25

N1

20

N2

15

N2

10
5
0
0.0000

0.0010

0.0020

Regangan

Grafik 4.1. Hubungan Kuat Tekan dan Regangan Beton Normal

Tabel 4.3. Data Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton dengan Bahan Tambah

N
o

Kode
Samp
el

B6

B7

ukuran
(mm)
t

301,
00

296,

150,
81

151,

Luas
silinder
(mm2)

17870,9

17990,2

Beba
n
(KN)

Pembacaan

Kuat
Tekan
(Mpa)

Regang
an ()

di
al

L
(mm)

50

18

0,018

2,80

0,0000
6

100

45

0,045

5,60

0,0001
5

150

75

0,075

8,39

0,0002
5

200

10
5

0,105

11,19

0,0003
5

210

13
6

0,136

11,75

0,0004
5

3A KONSTRUKSI GEDUNG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

34

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


Kelompok 1

67

B8

300,
33

32

150,
18

17719,8
5

50

18

0,018

2,8

0,0000
6

100

38

0,038

5,6

0,0001
3

150

65

0,065

8,3

0,0002
2

200

10
5

0,105

11,1

0,0003
5

250

14
0

0,14

13,9

0,0004
7

300

17
0

0,17

16,7

0,0005
7

350

20
5

0,205

19,5

0,0006
9

400

24
5

0,245

22,2

0,0008
3

450

28
5

0,285

25,0

0,0009
6

500

32
5

0,325

27,8

0,0011
0

550

37
5

0,375

30,6

0,0012
6

600

43
5

0,435

33,4

0,0014
7

650

50
5

0,505

36,1

0,0017
0

675

52
0

0,52

37,5

0,0017
5

50

20

0,02

2,82

0,0000
7

100

45

0,045

5,64

0,0001
5

150

85

0,085

8,47

0,0002

3A KONSTRUKSI GEDUNG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

35

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


Kelompok 1

8
200

11
5

0,115

11,29

0,0003
8

250

16
0

0,16

14,11

0,0005
3

280

20
5

0,205

15,80

0,0006
8

Grafik Kuat Tekan - Regangan


(Beton dengan Bahan Tambah
40
35
30

B6

25
Kuat Teakan (MPa)

B7

20

B8

15
10
5
0
0.0000 0.0005 0.0010 0.0015 0.0020
Regangan

Grafik 4.2. Hubungan Kuat Tekan dan Regangan Beton dengan Bahan Tambah
Tabel 4.4. Data Hasil Pengujian Kuat Tekan

3A KONSTRUKSI GEDUNG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

36

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


Kelompok 1

No

Kode
Sampel

Luas
silinder
(mm2)

Beba
n
(KN)

Kuat
Tekan
(MPa)

N1

17649,1

650

36,8

N2

17746,4

525

29,6

N3

17935,8

650

36,2

B6

17870,9

210

11,75

B7

17990,3

675

37,5

B8

17719,8

280

15,80

f'cr
(MPa)

34,2

37,5

Tabel 4.5. Data Modulus Elastisitas


N
o

Kode
Sampel

N1

ukuran (mm)
t

298,3
3

149,8
8

Luas
silinder
(mm2)

Beban
(KN)

17649,12

Pembacaan

Kuat
Tekan
(Mpa)

Reganga
n ()

dia
l

L
(mm)

0,0

50

30

0,03

2,8

0,00010

100

65

0,065

5,7

0,00022

150

90

0,09

8,5

0,00030

200

12
0

0,12

11,3

0,00040

250

16
5

0,165

14,2

0,00055

300

21
0

0,21

17,0

0,00070

350

25
5

0,255

19,8

0,00085

400

28

0,285

22,7

0,00096

3A KONSTRUKSI GEDUNG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

37

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


Kelompok 1

E=

450

33
5

0,335

25,5

0,00112

500

38
5

0,385

28,3

0,00129

550

41
0

0,41

31,2

0,00137

600

45
0

0,45

34,0

0,00151

650

48
5

0,485

36,8

0,00163

S 2S 1
20,00005
Keterangan
E = modulus elastisitas
S1 = kuat tekan (tegangan) untuk regangan 0,00005
S2 = tegangan 40 % dari tegangan hancur ultimate

= regangan yang menghasilkan S2

3A KONSTRUKSI GEDUNG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

38

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


Kelompok 1

Nilai S1, S2, dan

dihitung dengan cara interpolasi nilai nilai yang

mendekati nilai S1, S2, dan

yang dibutuhkan.

2,8
0,0001
=
s 1=1,4 MPa
2,8s 1 0,00010,00005

s 2=40 36,8=14,72 MPa

0,00070,00055 17,014,21
0,001618
=
2=
=0,00058
0,0007 2
17,014,73
2,8
-

Analisa perhitungan Modulus Elastisitas:

E=

S 2S 1
20,00005

E=

14,741,41
= 24993,65 MPa
0,000580,00005

Tabel 4.6. Data Hasil perhitungan Modulus Elastisitas

N
o

Kode
Samp
el

Tinggi
sampe
l (mm)

N1

298,33

N2

297,67

Luas
silinder
(mm2)

17649,1
2
17746,4
0

f'C
max
(MPa)

f'C
max
40%
(MPa)

Tegangan
(Mpa)

Regangan

S1

S2

0,00005

0,00058
3

0,037

14,73

1,41

14,7
3

0,030

11,83

2,09
6

11,8
3

0,00005

3A KONSTRUKSI GEDUNG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

0,00045
7

Modulu
s
Elastisi
tas
(GPa)

24,993
23,925

39

E rata rata
(GPa)

24,27

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


Kelompok 1

N3

300,67

17935,8
4

0,036

14,50

2,09
5

14,5
0

0,00005

0,00056
9

23,894

B6

301,00

17870,9
0

0,012

4,70

2,33
9

4,70

0,00005

0,00012
1

33,259

B7

296,67

17990,2
9

0,038

15,01

2,29

15,0
1

0,00005

0,00051
2

27,528

B8

300,33

17719,8
5

0,016

6,32

2,11
9

6,32

0,00005

0,00018
2

31,830

Hubungan Kuat Tekan dengan Modulus Elastisitas


40
35
30
25
Kuat Tekan (MPa)

f(x) = - 0.86x^2 + 45.3x - 560.69


R = 0.43
Hubungan Kuat Tekan
dengan Modulus
Elastisitas

20

Polynomial
(Hubungan Kuat
Tekan dengan
Modulus Elastisitas)

15
10
5
0
20.0 25.0 30.0

Modulus Elastisitas (GPa)

Grafik 4.3. Hubungan Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas

Hubungan Kuat Tekan dan Berat Isi


Hubungan Kuat Tekan dan Berat Isi

f(x) = - 244.23x + 603.89


Kuat Tekan (MPa)
R = 0.14
Linear (Hubungan Kuat Tekan dan Berat
2.32 2.33 2.33 2.34
Isi)
Berat Isi (Ton/m3)

Grafik 4.4. Hubungan Kuat Tekan dan Berat Isi

3A KONSTRUKSI GEDUNG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

40

27,53

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


Kelompok 1

F.

Kesimpulan
Dari pengolahan hasil praktikum di dapat :
1. Kuat tekan beton normal sebesar 34,2 MPa dan kuat tekan beton
dengan bahan tambah sebesar 37,5 MPa.
2. Modulus Elastisitas beton normal sebesar 24,27 GPa dan modulus
elastisitas beton dengan bahan tambah 27,53 GPa.
3. Dengan penambahan bahan tambah, modulus elastisitas beton dengan
bahan tambah lebih besar dibanding beton normal.

G.

Gambar Alat

Mesin kuat tekan

Alat Compressometer-Extensometer

3A KONSTRUKSI GEDUNG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

41

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


Kelompok 1

H. Dokumentasi

Mengatur Dial

Proses Penekanan Benda Uji

Mengatur Benda uji Pada alat Uji Tekan

Benda uji Setelah ditekan

3A KONSTRUKSI GEDUNG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

42