Anda di halaman 1dari 18

Status Psikiatri

Nama : Mirad aditya


Dokter Pembimbing :

NIM : 030 10 179 FK TRISAKTI


Tanda Tangan:

dr.Jonli indra , Sp.KJ

I. IDENTITAS PASIEN
Nama
: Nn, N
Tempat/Tgl. lahir : Jakarta, 21 Januari 1985
Jenis kelamin
: Perempuan
Agama
: Islam
Pendidikan
: SMA
Pekerjaan
: Tidak bekerja
Status perkawinan : Belum Menikah
Alamat
: Kampung Baru
Nama DPJP
: dr. Ismoyowati, Sp.KJ
Masuk RS tanggal : 23 Juli 2016
Rujukan/datang sendiri/keluarga : Datang diantar keluarga
Riwayat perawatan: Kutilang, Cempaka
II. RIWAYAT PSIKIARTIK
Autoanamnesis :
Tanggal 5 Agustus 2016, pukul 16.00, di bangsal Cempaka.
Tanggal 6 Agustus 2016, pukul 16.30, di bangsal Cempaka.
Tanggal 7 Agustus 2016, pukul 16.25, di bangsal Cempaka.
Alloanamnesis
: dengan kakak kandung pasien (tinggal bersama dan mengurus pasien)
Tanggal 7 Agustus 2016, pukul 14.00, via telepon.
a. KELUHAN UTAMA
Mengamuk tanpa sebab di rumah 5 jam sebelum dibawa ke RS.
b. RIWAYAT GANGGUAN SEKARANG
Pasien dibawa ke IGD RSJSH oleh keluarga dengan keluhan mengamuk tanpa
sebab di rumah sebelum dibawa ke RS. Menurut keluarga, pasien sering terlihat bicara
sendiri, merasa ada orang yang merekam apa yang pasien lakukan dan sering mendengar
bisikan bisikan ditelinga. Menurut pasien, hal tersebut sudah terjadi sejak 1 SMP. Pasien

menjadi sulit tidur karena merasa ada hantu dan polisi yang akan menggrebek rumahnya.
Pasien sebelumnya sudah pernah direhabilitasi sebanyak 2 kali. Pasien minum obat
teratur berupa Trihexilphenidyl, chlopromazin, satu obat lagi keluarga pasien lupa. Dua
hari sebelum masuk rumah sakit, pasien keluar rumah dengan menggunakan kacamata
hitam dan sempat terserempet mobil karena berjalan ditengah-tengah jalan. Atas rujukan
lurah setempat, pasien dianjurkan untuk dirawat di rumah sakit jiwa.
Saat diwawancarai di bangsal, pasien masih mengetahui bulan dan tahun saat ini,
tempat ia berada saat ini, namun tidak mengetahui kenapa ia dibawa ke RSJSH. Pasien
masih mendengar bisikan-bisikan dan yakin bahwa ada orang yang merekam dia. Pasien
juga sering menyebut nama Faisal yang merupakan mantan pacarnya.
c. RIWAYAT GANGGUAN SEBELUMNYA

Saat kelas 2 SMA (2002), pasien diajak oleh temannya pergi ke Stadium Club ,
disana pasien menggunakan narkoba jenis inex dan ekstasi, ganja dan lexotam.
Namun pasien digrebek oleh polisi karena penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan
menyebabkan pasien di Drop Out dari sekolah. Pasien juga diputusin oleh pacarnya
setelah kejadian itu. Hal tersebut membuat pasien mengurung diri dan sempat
melakukan bunuh diri dengan menggunakan beling .

Pada tahun 2003, Pasien pernah bekerja menjadi SPG pada salah satu departemen
store di Jakarta selama 2 bulan. Pasien mengaku berhenti karena kelelahan. Keluarga
mengaku, pasien sering pulang dengan keadaan menangis karena merasa ada yang
ingin menjahati dirinya. Pasien juga pernah pulang dengan keadaan tangan terkena
sayatan silet, saat ditanya pasien tidak mengetahui siapa yang melakukan itu pada
dirinya.

Pasien pernah mencuri sepatu di Ramayana dan menukarnya dengan sandal yang
sedang pasien pakai. Mulai saat itu, Pasien yakin bahwa bos Ramayana dan polisi
selalu memantaunya melalui kamera. Pasien juga mendengar bisikan di telinganya
yang pasien yakini merupakan bos Ramayana yang menagihnya membayar hutang .
Namun saat ditanya, keluarga tidak mengetahui hal ini .

Semenjak berhenti kerja, pasien hanya berdiam diri dirumah . Pasien bicara mulai
ngaco dan sering membanting barang dirumah. Keluarga pasien pernah membawa
pasien ke pengobatan alternative, seperti rukiyah dan bekam , namun tidak ada hasil.

Pada tahun 2008, Pasien menjalani rehabilitasi di Joglo selama 1 bulan. Pasien
diberikan haloperidol dan trihexipenidil. Setelah keluar dari rehab, pasien putus obat.

Pada tahun 2009, pasien diajak teman nya untuk kembali menggunakan narkoba jenis
inex, ekstasi, ganja dan lexotam setiap kali pergi clubbing. Pasien mengaku hanya
menggunakan sebulan sekali. Pasien dibelikan obat-obatan tersebut dari laki-laki
yang Os temui, kemudian mengajaknya melakukan hubungan seksual. Riwayat OD
tidak ada, riwayat putus obat tidak ada. Hal ini tidak diketahui oleh keluarganya.

Pada tahun 2011, pasien kembali direhab di persatuan yayasan mental bhakti medika
di Cidodol selama 3 bulan. Setelah keluar dari rehab, pasien mengaku tidak pernah
menggunakan narkoba lagi.

Selama di rehab, Keluarga pasien mengaku pasien

menjadi lebih tenang setelah keluar dari rehabilitasi. Setelah keluar dari rehab,
keluarga pasien menebus obat yang sama setiap bulannya. Pasien rutin minum obat
sebelum akhirnya dibawa ke RSJSH.

Pada tahun 2015, menurut keluarga, pasien tambah sering bicara sendiri dan sering
berhalusinasi dan sering menyatakan keinginanya untuk menikah. Pasien tidak dapat
tidur pada malam hari karena dia merasa bos Ramayana sedang memantaunya dan
polisi akan datang menggrebek rumahnya. Pasien juga sering melihat bayangan hantu
disaat malam hari. Pasien menyakini kalau bos Ramayana dendam pada dirinya
sehingga menyuruh laki-laki untuk menyakitinya, hal ini yang menyebabkan pacarpacarnya meninggalkannya. Di rumah, pasien kebanyakan menghabiskan hari dengan
tidur. Pasien mangaku tidur mulai dari jam 9 malam sampai jam 4 sore setiap harinya.
Pasien tidak mau membantu pekerjaan rumah karena merasa dirinya masih kecil.

Pasien pernah sakit Hepatitis A pada umur 8 tahun

200322

2008
2009
2011

18

202020202022020162015
2016 (saat ini)

Thn 17
Usia

201123
33

Tah

2002

2003

2008

2011

2016

Keluhan:
-gejala

Keluhan:
-sering mengamuk
-tidak mau membantu pekerj

un
Keluhan:
Keluhan:
Keluhan:
-sulit tidur
-bicara ngaco
-pasien
-kadang
diam
-suka
mendenga
saja di kamar
mengamuk
-tidak
r bisikan -membanting
beraktivitas
-pernah bunuh
diri
beling

dengan

bos
Ramayana

barang

mengamuk
berbicara

dan
kacau

semakin parah
-gejala
EPS
muncul

sehari-hari karena merasa ma


kecil
-sering

keluar

rumah

menyebrang sembarangan

yang
menagih
hutang
pada
dirinya.
4

-berhenti
kerja

Gejala:
-gejala

Gejala:
-episode

psikotik

depresif
-perilaku agresif

Gejala:
-episode depresif
-perilaku agresif

Gejala:
-perilaku agresif
-gejala psikotik

Keterangan:
1. Tahun 2002 : pasien menggunakan obat jenis inex, ekstasi, lexotam dan ganja.
2. Tahun 2008: pasien direhab di joglo selama 2 minggu. Setelah keluar dari rehab, kembali
putus obat.
3. Tahun 2009 : pasien diajak teman nya untuk kembali menggunakan narkoba jenis inex,
ekstasi, ganja dan lexotam setiap kali pergi clubbing. Pasien mengaku hanya
menggunakan sebulan sekali. Riwayat OD tidak ada, riwayat putus obat tidak ada. Hal ini
tidak diketahui oleh keluarganya.
4. Tahun 2011: pasien di rehab di persatuan Yayasan Mental Bhakti Medika di Cidodol
selama 3 bulan. Selanjutnya obat ditebus setiap bulan tanpa kontrol ke dokter.
d. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI
Riwayat prenatal dan perinatal
:
o Pasien merupakan anak ke 9 dari 10 bersaudara. Pasien lahir spontan ditolong
oleh bidan. Pasien merupakan anak yang direncanakan. Pasien lahir dalam
keadaan sehat dan langsung menangis. Riwayat komplikasi kelhiran, trauma dan

cacat bawaan disangkal.


Riwayat perkembangan fisik
: tidak terdapat kelainan
Riwayat perkembangan kepribadian:
o Masa kanak awal (0-3 tahun)
Pasien merupakan anak yang aktif dengan proses tumbuh kembang sesuai dengan
anak-anak seusianya.
o Masa kanak menengah (3-11 tahun)
5

Pasien merupakan anak yang patuh, rajin belajar, dan selalu mengerjakan tugas
sekolah. Tidak ada masalah saat sekolah. Pasien dikenal sebagai anak yang suka
o

bergaul dengan orang lain.


Masa kanak akhir (pubertas)
Pasien memiliki banyak teman , pasien juga merupakan anak yang periang, pasien
adalah anak yang dikenal ramah dilingkungan tempat tinggalnya
o Masa dewasa : sulit dinilai

Riwayat pendidikan
o Menurut keluarga pasien, pasien merupakan murid yang rajin dan pintar. Prestasi
pasien cukup baik, tidak pernah tinggal kelas.
o Pasien dikeluarkan dari sekolah kelas 2 SMA karena penyalahgunaan obat-obatan
terlarang, dan tidak melanjutkan sekolah lagi setelah kejadian itu.

Riwayat pekerjaan
o Pada tahun 2002, Pasien pernah bekerja menjadi SPG pada salah satu department
store di Jakarta selama 2 bulan. Pasien mengaku berhenti karena kelelahan.

Kehidupan beragama
o Menurut keluarga , sebelum sakit, pasien rajin sholat dan mengaji.

Kehidupan perkawinan/psikoseksual :
o Pasien belum pernah menikah. Pasien sering melakukan hubungan seksual dengan
orang yang ditemuinya di club. Pasien mangaku sudah pernah hamil 5 kali dan
menggugurkannya. Hal ini dilakukan oleh desakan kakaknya. Pasien sering
melakukan hubungan seksual dengan laki-laki yang ditemuinya di club dan
medesaknya untuk menikahinya.

e. RIWAYAT KELUARGA
?
?

= Nn. N (pasien), dengan gangguan psikiatri


= Perempuan
= Laki-laki
? = pasien dan keluarga tidak ingat

Pasien merupakan anak ke-9 dari 10 bersaudara. Pasien tinggal bersama dengan kakak ke-7
bersama suami dan 1 anak dan ayah serta ibu. Seluruh kakak pasien sudah menikah. Pada
keluarga pasien, anak ke-2 dan anak ke-4 pernah menggunakan narkoba. Pada keluarga pasien,
tidak di dapatkan adanya riwayat gangguan jiwa.
f. RIWAYAT PELANGGARAN HUKUM
Pasien pernah mencuri sepatu disalah satu department store di Jakarta. Pasien pernah
digrebek polisi pada kelas 2 SMA, karena penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
7

g. KEHIDUPAN SOSIOEKONOMI SEKARANG


Pasien tinggal serumah dengan ayah , ibu , dan kakak kandungnya berserta suami dan 1
anak . Pasien selama ini dibiayai oleh kakak-kakaknya. Hubungan dengan anggota
keluarganya kurang baik.
III. STATUS MENTAL (7 Agustus 2016)
a. DESKRIPSI UMUM
1. Penampilan
Perempuan, usia 31 tahun, memakai kaos berwarna cokelat, celana selutut
berwarna coklat, rambut pendek, tampak terawat. Pasien tidak menggunakan
perhiasan maupun riasan wajah. Kontak mata ada
2. Kesadaran
a. Kesadaran neurologik : compos mentis
b. Kesadaran psikiatrik : tampak terganggu
3. Perilaku dan psikomotor
:
a. Sebelum wawancara : pasien sedang duduk di kursi dekat kamar
b. Selama wawancara : pasien duduk dengan tenang disamping pemeriksa,
dan menatap wajah pemeriksa saat diajak bicara. Tidak ada perlambatan
gerakan, kejang. Semua pertanyaan dijawab dengan cukup baik oleh
pasien.
c. Sesudah wawancara : pasien menjabat tangan saat diminta bersalaman
untuk mengakhiri percakapan dan mengucapkan terima kasih dan meminta
izin untuk makan malam.
4. Sikap terhadap pemeriksa
: kooperatif dan sopan
5. Pembicaraan
: lancar, spontan, volume cukup, artikulasi jelas,
intonasi cukup.
b. ALAM PERASAAN
1. Mood
: labil
2. Afek
: luas
3. Keserasian
: tidak serasi

c. GANGGUAN PERSEPSI
1. Halusinasi
2. Ilusi
3. Depersonalisasi
4. Derealisasi

: (+) halusinasi auditorik


: (-)
: (-)
: (-)
8

d. FUNGSI INTELEKTUAL
1. Taraf pendidikan
2. Pengetahuan umum
3. Kecerdasan
4. Konsentrasi

: SMA
: baik ( pasien mengetahui nama presiden saat ini)
: baik (pasien tidak pernah tinggal kelas)
: konsentrasi cukup ( saat diminta mengeja kata MEJA

secara terbalik, pasien mampu menjawab dengan tepat)


5. Perhatian
: perhatian cukup ( pasien sesekali teralih perhatiannya
terhadap kegiatan atau orang yang lewat didepannya)
6. Orientasi:
a. Waktu : baik (pasien dapat membedakan pagi, siang dan malam hari)
b. Tempat: baik (pasien mengetahui dirinya sekarang berada di RSJSH)
c. Orang : baik ( pasien mengetahui sedang diwaancarai oleh dokter muda
dan mengenal beberapa pasien lain yang berada di satu bangsal dengan
pasien)
7. Daya ingat:
a. Jangka panjang
b. Jangka pendek

: baik (pasien mengingat tanggal lahirnya sendiri)


: baik ( pasien mengingat menu makan pagi dan

kegaiatan yang dilakukan di RS)


c. Segera
: baik ( Saat diakhir wawancara, pasien masih dapat
mengingat nama dokter muda)
8. Pikiran abstrak
: baik (pasien dapat membedakan antara apel dengan jeruk)
9. Visuospasial
: baik ( pasien mampu menggambar segilima bertumpuk)
10. Kemampuan menolong diri: baik (pasien bisa mandi , makan dan berpakaian
sendiri)
e. PROSES PIKIR
1. Arus pikir
a. Produktifitas
: Banyak ide
b. Kontinuitas
: Koheren, Sirkumtansial
c. Hendaya bahasa
: (-)
2. Isi pikir
a. Waham
: (+) waham bizarre
Pasien yakin dirinya direkam dan seluruh dunia menonton dirinya
: (+) waham kejar
Pasien yakin dirinya dimatai-matai oleh bos Ramayana dan pasien yakin
polisi akan menggrebek rumahnya.
b. Preokupasi
: (+)
Pasien menyatakan keinginannya untuk menikah , dan pasien sering
menyatakan kesedihannya karena putus dengan Faisal
c. Obsesi
: (-)
d. Fobia
: (-)
9

e. Gagasan rujukan
f. Gagasan pengaruh

: (-)
: (-)

f. PENGENDALIAN IMPULS
Baik (riwayat terganggu).
g. DAYA NILAI
1. Daya nilai sosial
2. Uji daya nilai

: baik (riwayat terganggu)


: baik ( pasien mengatakan bila ia menemukan dompet

dijalan, ia akan memberikannya kepada petugas setempat).


3. Daya nilai realitas
: terganggu
h. TILIKAN
Derajat I pasien tidak merasa dirinya sakit
i. RELIABILITAS
Dapat dipercaya saat dikonfirmasi dengan keluarga,informasi yang diberikan sesuai

IV. PEMERIKSAAN FISIK


A. STATUS INTERNUS
Keadaan umum:
o Kesan gizi
: cukup
o Kesadaran
: compos mentis
Tanda vital:
o Tekanan darah
: 120/70
o Nadi
: 90x/m
o Suhu
: 36,70C
o Pernapasan
: 18x/m
Kulit: kuning langsat, ikterik (-), sianosis (-), turgor baik, kelembaban normal
Kepala: normosefal, rambut hitam , distribusi merata, tidak mudah rontok
Mata: pupil bulat, isokor, simetris, refleks cahaya +/+, konjungtiva anemis -/-,

sklera ikterik -/Hidung: bentuk normal, septum deviasi (-), sekret -/Telinga: normognatia, nyeri tekan -/-, radang -/Mulut: bibir pucat (-), sianosis (-), trismus (-), tonsil T1/T1, tonsil/faring hiperemis

(-)
Leher: tidak teraba pembesaran KGB dan tiroid. Terdapat kekakuan
Paru:
10

o
o
o
o

Inspeksi: bentuk dada simetris, retraksi (-)


Palpasi: gerakan dada simetris
Perkusi: sonor pada seluruh lapang paru
Auskultasi: suara napas vesicular +/+, ronkhi -/-, wheezing -/-

Jantung:
o Inspeksi: ictus cordis tidak tampak
o Palpasi: ictus cordis teraba
o Perkusi: batas jantung DBN
o Auskultasi: BJ I-II regular, murmur (-), gallop (-)
Abdomen:
o Inspeksi: bentuk datar
o Palpasi: supel, NT (-), hepar dan lien tidak teraba membesar
o Perkusi: timpani seluruh lapang abdomen
o Auskultasi: bising usus (+)
Ekstremitas: akral hangat, udem (-), CRT < 2 detik

B. STATUS NEUROLOGIK
Saraf kranial
Refleks fisiologis
Refleks patologis
Motorik
Sensibilitas
Fungsi luhur
Gejala EPS

: dalam batas normal


: dalam batas normal
: tidak ada
: terganggu
: dalam batas normal
: terganggu
: akatinasia (-), bradikinesia (-), rigiditas (+), resting tremor

(-), distonia (-), tardive diskinesia (+)

V. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tanggal
Pemeriksaan
23 juli 2016

Nama Test

Hasil

Flag Unit

Nilai Rujukan

HEMATOLOGI
11

Darah Lengkap
Hemoglobin
Eritrosit
Leukosit
LED
Hitung Jenis
Eusinofil
Basofil
Batang
Segmen
Limfosit
Monosit
Trombosit
Hematokrit
KIMIA DARAH
GDS
SGOT
SGPT
Ureum
Creatinin
URINE
Warna
Kejernihan
Ph
Bj
Eritrosit
Lekosit
Epitel
Bakteri
Kristal amorf

11,3
4,9
9,010
18

g/dL
juta/mm
ribu mm3
mm/jam

13,5-18,0
4,2-5,4
4000-10.000
< 20

0
1
0
65
23
11
433,000
34,0

%
%
%
%
%
%
ribu U/L
gr%

0-1
1-3
2-6
50-70
20-40
2-8
130-450ribu
40-54

61
15
15
17
0,7

mg/dL
U/L
U/L
mg/dl
mg/dl

<180
<38
<41
15-45
0,5-0,9

Kuning
Keruh
1,010
8,5
0-1
1-2
++
+
+

VI. PENEMUAN BERMAKNA


Pasien dibawa ke IGD RSJSH oleh keluarga dengan keluhan mengamuk tanpa
sebab di rumah sebelum dibawa ke RS. Menurut keluarga, pasien sering terlihat bicara
sendiri, merasa ada orang yang merekam apa yang pasien lakukan dan sering mendengar
bisikan bisikan ditelinga. Dua hari sebelum masuk rumah sakit, pasien keluar rumah
dengan menggunakan kacamata hitam dan sempat terserempet mobil karena menyebrang
seenaknya. Atas rujukan lurah setempat, pasien dianjurkan untuk dirawat di rumah sakit
jiwa.

12

Saat diwawancarai di bangsal, pasien masih mengetahui bulan dan tahun saat ini,
tempat ia berada saat ini, namun tidak mengetahui kenapa ia dibawa ke RSJSH. Pasien
masih mendengar bisikan-bisikan dan yakin bahwa ada orang yang merekam dia. Pasien
juga sering menyebut nama Faisal yang merupakan mantan pacarnya.
Pada tahun 2002, pasien diajak oleh temannya pergi ke Stadium Club , disana
pasien menggunakan narkoba jenis inex dan ekstasi. Namun pasien digrebek oleh polisi
karena penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan menyebabkan pasien di Drop Out dari
sekolah. Pasien juga diputusin oleh pacarnya setelah kejadian itu. Hal tersebut membuat
pasien mengurung diri dan sempat melakukan bunuh diri dengan menggunakan beling .
Menurut pasien, pasien melakukan hal itu karena disuruh oleh bisikan yang ada
ditelinganya. Pasien sempat direhab di joglo selama 2 minggu. Setelah keluar rehab,
pasien putus obat.
Pasien pernah menyuri sepatu di Ramayana dan menukarnya dengan sandal yang
sedang pasien pakai. Mulai saat itu, Pasien yakin bahwa bos Ramayana dan polisi selalu
memantaunya melalui kamera. Pasien juga mendengar bisikan di telinganya yang pasien
yakini merupakan bos Ramayana yang menagihnya membayar hutang .
Pada tahun 2009, pasien diajak teman nya untuk kembali menggunakan narkoba
jenis inex, ekstasi, ganja dan lexotam setiap kali pergi clubbing. Pasien mengaku hanya
menggunakan sebulan sekali. Pasien dibelikan obat-obatan tersebut dari laki-laki yang Os
temui, kemudian mengajaknya melakukan hubungan seksual. Riwayat OD tidak ada,
riwayat putus obat tidak ada. Hal ini tidak diketahui oleh keluarganya.
Pada tahun 2011, pasien kembali direhab di persatuan yayasan mental bhakti
medika di Cidodol selama 3 bulan. Setelah keluar dari rehab, pasien mengaku tidak
pernah menggunakan narkoba lagi. Selama di rehab, pasien diberi 3 macam obat yaitu
CPZ , THP , satu obat lagi keluarga pasien lupa. Setelah meminum obat, pasien merasa
kaku, bicara pelo. Keluarga pasien mengaku pasien menjadi lebih tenang setelah keluar
dari rehabilitasi. Setelah keluar dari rehab, keluarga pasien menebus obat yang sama
setiap bulannya, Pasien rutin minum obat tersebut sampai 21 juli 2016, sebelum akhirnya
dibawa ke RSJSH.
13

Pada tahun 2015, menurut keluarga, pasien tambah sering bicara sendiri dan
sering berhalusinasi dan sering menyatakan keinginanya untuk menikah. Pasien tidak
dapat tidur pada malam hari karena dia merasa bos Ramayana sedang memantaunya dan
polisi akan datang menggrebek rumahnya. Pasien juga sering melihat bayangan hantu
disaat malam hari. Pasien menyakini kalau bos Ramayana dendam pada dirinya sehingga
menyuruh laki-laki untuk menyakitinya, hal ini yang menyebabkan pacar-pacarnya
meninggalkannya. Di rumah, pasien kebanyakan menghabiskan hari dengan tidur. Pasien
mangaku tidur mulai dari jam 9 malam sampai jam 4 sore setiap harinya. Pasien tidak
mau membantu pekerjaan rumah karena merasa dirinya masih kecil.
Pada pemeriksaan pskiatri ada fisik didapatkan : kesadaran neurologis compos
mentis, terdapat halusinasi auditorik tipe commenting , kontinuitas sirkumtansial,
terdapat waham bizarre, waham kejar. Daya nilai realita terganggu, tilikan derajat 2.
Terdapat gejala ekstrapiramidal berupa tardive diskinesia.

VII. DIAGNOSIS MULTIAKSIAL


Aksis I

: F.25.2 Gangguan Skizoafektif tipe campuran

Aksis II

: Tidak ada

Aksis III : G24.8 tardive dyskinesia akibat neuroleptika


Aksis IV : - riwayat masalah keluarga
Aksis V

: GAF current: 40-31


GAF HLPY

: 60-51

VIII. EVALUASI MULTIAKSIAL


Aksis I

: - termasuk gangguan kejiwaan, karena:


14

Gangguan fungsi/hendaya dan disabilitas: gangguan fungsi sosial


Distress: marah-marah, mengamuk, bicara sendiri, tidak mau
beraktivitas,

-tidak termasuk gangguan non-organik, karena:

Tidak ada riwayat sakit atau trauma yang berarti


Penggunaan obat psikotropika 7 tahun yang lalu
Tidak ada gangguan kesadaran neurologis

- termasuk gangguan psikotik, karena:

Halusinasi auditorik : sering mendengar bisikan bos Ramayana yang


menyuruhnya untuk membayar hutang dan suara polisi yang sering

mengomentari apa yang pasien lakukan.


Halusinasi visual : sering melihat hantu
Waham bizarre : pasien yakin ada yang merekam dirimya melalui

kamera sejak umur 5 tahun, dan seluruh dunia menonton dia.


Waham kejar : pasien yakin bahwa bos Ramayana dendam karena ia
pernah mencuri sepatu kemudian menyuruh pacar-pacarnya untuk
menyakiti dirinya. Pasien menyakini bahwa sebab putusnya hubungan
dengan pacarnya disebabkan oleh bos Ramayana. Pasien yakin bahwa
polisi akan datang menggrebek rumahnya sama seperti kejadian waktu

kelas 2 SMA.
- diagnosis kerja adalah Skikzoafektif tipe campuran karena:
Memenuhi criteria umum skizofrenia
Terdapat halusinasi auditorik
Terdapat waham kejar dan waham bizzare
Terdapat gangguan afektif bipolar campuran yang menonjol

Aksis II

: - tidak ada

Aksis III : - berdasarkan alloanamnesis dan hasil pemeriksaan hematologi, tidak ditemukan
gangguan pada kondisi medik umum.

15

Aksis IV : -berdasarkan alloanamnesis, didapatkan riwayat masalah keluarga pada pasien


yaitu pasien merasa dikekang oleh keluarganya. Keluarga pasien tidak menyetujui
pasien untuk menikah.
Aksis V

: GAF current: 40-31 (beberapa disabilitas dalam hubungan dengan realita dan

komukasi , disabilitas berat dalam beberapa fungsi)


GAF HLPY

: 60-51 ( gejala moderate, disabilitas moderate)

IX. PROGNOSIS
-

Quo vitam
Quo functionam

: Dubia ad bonam ( tidak ada gangguan mental organik)


: Dubia ad bonam ( selama pasien meminum obat dengan dosis

yang tepat, gejalanya akan terkontrol sehingga pasien dapat melakukan kegiatan
-

sehari-harinya)
Quo sanationam

: Dubia ad bonam (pasien patuh minum obat dan kakak nya

mengingatkan pasien untuk minum obat)


X. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Faktor yang memperberat:
o Faktor sosial ekonomi rendah
o Onset muda
o Tidak menikah
Faktor yang memperingan:
o Gejala positif
o Dukungan dari kakak pasien untuk tetap berobat
o Stressor jelas
o Tidak terdapat keluarga yang memiliki keluhan yang sama
XI. DAFTAR MASALAH
1. Organobiologik : tardive diskinesia
16

2. Psikiatrik

: marah-marah, mengamuk, banting-bnting barang, halusinasi

auditorik , waham bizarre dan waham kejar.


3. Sosial/keluarga : masalah keluarga, pasien tidak menikah

XII. TERAPI
- Rawat inap
o Indikasi: pasien mengamuk tanpa sebab, sampai membahayakan orang lain
- Medikamentosa:
o Oral:
Clozapin PO 1X 100 mg
Depakote ER PO 1X 500 mg
Lorazepam PO 2X 1mg
o ECT jika diperlukan
- Non-medikamentosa:
Psikoedukasi:
o Menjelaskan pada pasien dan keluarga mengenai penyakit yang dialami pasien,
rencana terapi, efek samping pengobatan, dan prognosis penyakit.
o Mengingatkan pasien dan keluarga tentang pentingnya minum obat sesuai aturan
dan datang kontrol ke poli.
o Menjelaskan pada keluarga pasien bahwa dukungan keluarga akan membantu
keadaan pasien.
Psikoterapi
o Ventilasi : pasien diberikan kesempatan untuk meluapkan hatnya
o Sugesti : menanamkan kepada pasien bahwa gejala-gejala gangguannya akan
hilang atau dapat dikendalikan.
o Reassurance: memberitahukan kepada pasien bahwa minum obat sangat penting
untuk menghilangkan halusinasi.
Sosioterapi :

17

o Melibatkan pasien dalam kegiatan rehabilitasi psikososial berupa latihan


o

keterampilan social di RSJSH (daycare)


Menganjurkan pasien untuk mau bersosialisasi dengan pasien lain.

18