Anda di halaman 1dari 14

RANCANGAN USAHA AGRIBISNIS

BUSSINESS PLAN Rialasa Coffee Soap

Disusun Oleh:
Kelas G Kelompok 3
1. Sabila Nauliya
145040107111002
2. Rifki Safreza
145040107111021
3. Adam Putera Wirawan 145040107111043
4. Nur Inas Safitri
145040107111053
5. Tamia Dwi Martha
145040107111073

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016

1.

RINGKASAN EKSEKUTIF
Rialasa merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi barang.
Perusahaan Rialasa ini berdiri pada tanggal 13 Maret 2016. Awal berdirinya
perusahaan ini adalah karena adanya tugas kuliah yang mengharuskan untuk
memproduksi suatu barang, kemudian salah satu anggota memberikan sebuah
ide yakni mengolah ampas kopi menjadi sabun ampas kopi. Setelah
mempertimbangkan lagi, tren saat ini memang bidang kecantikan seperti
kosmetik, pembersih dan lain-lain, selain itu sekarang semua orang mulai
kembali kea lam dan mengurangi penggunaan zat kimia yang bersifat merusak.
Melihat peluang pasar tersebut maka dibuatlah sebuah produk sabun yang
terbuat dari ampas kopi yakni Rialasa Coffee Soap. Mengingat kandungan
dari ampas kopi ini sangat bagus untuk kecantikan terutama perawatan kulit,
namun kebanyakan ampas kopi ini masih kurang dimanfaatkan dan dibuang
sebagai limbah saja, sedang meski terkadang masyarakat masih ada yang suka
mengolahnya secara langsung seperti menggunakannya sebagai scrub,
kebanyakan orang lebih senang dengan hal yang praktis dan langsung bisa
mereka pakai. Maka dari itu kami ingin memberikan sebuah produk sabun
dengan khasiat ampas kopi yang bisa langsung digunakan oleh konsumen.
Alamat Rialasa ini sendiri berada di Jalan Sunan Kalijaga Dalam No. 9A
Dinoyo Malang tepatnya dibelakang gerbang belakang Universitas Islam
Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Rialasa buka mulai pukul 16.00 s.d
21.00 WIB setiap harinya, agar Rialasa dapat berjalan dengan baik. Rialasa juga
mempunyai e-mail untuk kritik dan saran, bisa juga untuk order pesanan
melalui rialasa@gmail.com atau melalui telepon ke no 081333199216.
Pelanggan juga dapat melihat info Rialasa melalui instagram Rialasa Malang.
Visi dari perusahaan Rialasa ini ialah untuk menjadi perusahaan yang paling
produktif dan inovatif yang mampu bersaing di kancah pasar Indonesia.
Sedangkan misi dari perusahaan Rialasa ini diantaranya:
a. Menciptakan tenaga kerja yang ahli dan kompeten
b. Memberikan konsumen kepuasan
c. Menyuguhkan sebuah produk yang inovatif dan masih jarang ada di pasaran
2

2.

PROFIL BISNIS DAN INDUSTRI


A. Analisis Industri
1. Latar belakang dan tinjauan industri
Mandi adalah salah satu kebiasaan hidup manusia sehari-hari, yang
berguna untuk membersihkan seluruh tubuh darikeringat dan kotoran
yang melekat. Salah satu cara untuk membersihkan tubuh pada waktu
mandi tersebut adalah denganmenggunakan sabun mandi. Sabun mandi
sudah sangat populer di masyarakat dan hampir seluruh lapisan
masyarakat memakainya. Sekarang ini sabun semakin banyak jenisnya
dan dengan menambahkan ampas kopi sebagai salah satu komposisi dari
sabun akan menambahkan nilai manfaat dalam sabun serta menjadi nilai
tambah dalam pemanfaatan limbah, karena ampas kopi sendiri jarang
dimanfaatkan padahal memiliki kandungan yang baik untuk perawatan
kulit dan kecantikan.
2. Tren yang penting
Tren pasar saat ini adalah kosmetik atau alat-alat pembersih yang
modelnya bersifat alami atau back to nature yang mengurangi
kandungan kimia serta memanfaatkan limbah yang masih berguna.
Melihat tren tersebut maka dicampurlah sabun dengan komposisi ampas
kopi, sehingga menjadi sebuah produk sabun yang sesuai dengan tren
saat ini
3. Tingkat pertumbuhan
Pertumbuhan dari produk sabun ini bisa dikatakan sedikit lambat tapi
selalu meningkat secara stabil dan tidak mengalami penurunan secara
drastic mengingat sabun sendiri merupakan produk yang pasti selalu
dipakai setiap orang.
4. Faktor kunci kesuksesan dalam industri
Hal yang menjadi faktor kunci kesuksesan dalam industry sabun ini
terutama adakah dari segi kualitas produk dan pemasaran. Untuk sukses,
produk harus menarik dan disukai serta memberi manfaat bagi
konsumen. Pemasaran yang baik juga akan mendukung tersebarnya
produk ini kepada konsumen.

B. Pandangan untuk tahap-tahap pertumbuhan di masa depan (awal, tumbuh,


dan dewasa)
Pada awal masa pertumbuhan usaha ini konsumen dipandang masih belum
cukup tertarik pada produk, sehingga perlu diberikan promosi promosi
untuk menarik perhatian konsumen. Di masa tumbuh nanti produk ini sudah
memiliki beberapa konsumen tetap, dan produk semakin tersebar di
kalangan masyarakat. Terakhir pada masa kedewasaan pertumbuhannya
maka produk ini sudah terpercaya oleh konsumen, sehingga jumlah
konsumen berada pada puncaknya dan usaha akan mengalami keuntungan
yang maksimal.
C. Sasaran dan Tujuan Perusahaan
1. Pemasaran
Pasar sasaran atau konsumen yang kami pilih adalah remaja hingga
dewasa yang memiliki rentang usia 15-28 tahun yang memiliki tingkat
aktivitas tinggi, serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap
kecantikan
2. Operasional
Sasaran operasional atau perusahaan yang akan bekerjasama sejauh ini
tidak ada karena bahan bahan relative mudah didapatkan di pasar
3. Keuangan
Sasaran untuk keuangan sendiri tidak ada karena memang modal dari
perusahaan ini berasal dari tiap-tiap anggota perusahaan, dan jika
terdapat kerugian maka akan ditanggung dan di diskusikan bersama.
3.

STRATEGI BISNIS
A. Citra dan posisi yang diinginkan di pasar
Citra yang ingin dibentuk oleh kami adalah, produk sabun ini adalah produk
sabun yang memiliki khasiat ampas kopi dan sangat ramah lingkungan.
B. Analisis SWOT
- Strength
Kekuatan dari usaha ini adalah produk ini sendiri yang menarik karena
mengandung ampas kopi yang masih jarang digunakan masyarakat,
Produk sabun sendiri selalu digunakan masyarakat. Kemudian untuk
-

biaya pembuatannya sendiri juga relative murah.


Weakness
4

Kelemahan yang dimiliki adalah pemasaran yang masih kurang efektif.


Produk ini juga masih diproduksi dalam jumlah sedikit mengingat
-

keterbatasan biaya, tenaga kerja dan peralatan yang dimiliki.


Opportunity
Gejolak global pada semua sektor sebagai akibat fluktuasi harga minyak
dunia. Hal ini banyak mempengaruhi kestabilan pasar sabun alternatif
sehingga terjadi reduksi modal pada perusahaan lain. Saat ini kondisi
ekonomi mulai stabil sehingga membuka kesempatan emas bagi
perusahaan baru untuk tumbuh dan berkembang. Pada umumnya pasar
sabun alternatif menyerang pada pasar pedesaan. Adanya lahan yang
belum digarap dengan optimum ini akan menjadi suatu lahan pemasaran

yang prosektif.
Threat
Ancaman dari usaha ini adalah adanya pesaing-pesaing yang sudah
memiliki konsumen tetap dan sulit untuk menarik konsumen yang sudah

memiliki kepercayaan tinggi pada perusahaan pesaing tersebut


C. Problem yang berpotensi muncul
Problem yang berpotensi akan muncul dalam usaha ini adalah tingkat
kompetisi yang tinggi dari perusahaan pesaing serta fluktuasi harga minyak
yang akan mempengaruhi harga produk yang akan dipasarkan
D. Hambatan dan resiko
Hambatan yang akan muncul diantaranya adalah kompetisi yang ketat
dengan perusahaan pesaing, sehingga resikonya kita harus selalu membuat
strategi agar bisa sama atau bahkan unggul dari perusahaan pesaing
E. Perencanaan kontingensi, yaitu perencanaan yang memuat tindakan
alternatif untuk mengantisipasi kondisi yang di luar perkiraan
Perencanaan kontingensi yang dilakukan perusahaan diantaranya adalah
dengan menyimpan kas sebagai antisipasi fluktuasi harga bahan baku,
kemudian menyimpan stok produk agar produk dapat selalu disupply dan
mengikutkan perusahaan dalam asuransi.
F. Strategi kompetitif (kepemimpinan biaya, diferensiasi, fokus)
Strategi kompetitif yang dilakukan perusahaan diantaranya menetapkan
harga yang sesuai dengan kualitas produk dan tidak memberatkan
konsumen. Untuk produk ini sendiri tidak dilakukan diferensiasi karena
5

memang hanya terdapat satu produk, tetapi dari segi pemasaran terdapat
diferensiasi harga bagi konsumen yang melakukan pemesanan diluar area
Kota Malang. Fokus dari usaha ini selain untuk meraup keuntungan dari
menjual produk yang dirasa masih baru dan awam dikenal masyarakat, juga
untuk melestarikan lingkungan dengan mengurangi limbah disekitar.
4.

PRODUK PERUSAHAAN
A. Deskripsi
1. Ciri-ciri produk
Produk sabun ini berbentuk persegi panjang dengan warna kecoklatan
dan dikemas menggunakan karton yang telah dilabeli Rialasa Coffee
Soap
2. Manfaat untuk pelanggan
Manfaat yang didapat pelanggan adalah produk tersebut dapat
membersihkan kulit sekaligus merawat kulit agar tetap bersih, halus dan
segar. Selain itu manfaat lain yang diperoleh adalah rasa bangga karena
sudah ikut campur melestarikan lingkungan dengan mengurangi limbah.
3. Jaminan
Jaminan yang diberikan karena memang produk ini masih baru maka
produsen menerima kritikan dan saran dari konsumen, dan bila terdapat
kerusakan pada barang konsumen dapat langsung menukarnya pada
perusahaan.
4. Keunikan
Keunikan dari produk ini adalah ampas kopi yang menjadi komposisi
bagi sabun.
B. Uraian mengenai proses produksi (bila memungkinkan)
1. Bahan baku
Bahan baku sabun ampas kopi ini diantaranya adalah ampas kopi,
NaOH, minyak kelapa sawit dan minyak kelapa
2. Biaya
Biaya yang dikeluarkan dalam satu kali produksi relative murah yakni
Rp 277.050
3. Pemasok utama
Usaha ini masih belum memiliki pemasok tetap, karena bahan baku
dapat dibeli dan dicari dengan mudah dipasar.
C. Penawaran produk atau jasa di masa yang akan datang

\Sabun sendiri merupakan salah satu kebutuhan tetap, karena setiap orang
selalu ingin badannya bersih, maka dari itu penawaran akan sabun ini tentu
akan terus meningkat
5.

STRATEGI PEMASARAN
A. Target pasar
1. Profil demografis
Target pasar disini mencakup nasional, tapi tetap memprioritaskan
daerah Kota Malang
2. Karakteristik pelanggan yang penting
Karakteristik pelanggan yang penting yakni pelanggan mencintai
lingkungan, serta sangat peduli kepada kecantikan dan kebersihan tubuh
mereka. Alangkah lebih baik lagi jika pelanggan memiliki karakter yang
tidak terlalu mempedulikan harga dan sangat menitikberatkan pada
manfaat yang ia peroleh
B. Motivasi pelanggan untuk membeli
Motivasi pelanggan untuk membeli produk ini terutama adalah agar dapat
mengkonsumsi sabun yang memiliki khasiat ampas kopi yang dapat
merawat kulit mereka, serta merupakan salah satu gerakan untuk
mengurangi limbah di masyarakat.
C. Ukuran dan tren pasar
Trend pasar untuk produk sabun ampas kopi dapat di estimasi secara
analisis teknik akan mengalami trend yang akan terus meningkat dimana
produk ini memiliki banyak khasiat ampas kopi yang baik untuk kecantikan
yang dibalut dalam sebuah sabun. Dengan bertambahnya konsumen dan
kepercayaan konsumen terhadap produk ini maka dapat dimungkinkan
dalam kurun waktu satu tahun produk ini telah mendapatkan brand image
yang kuat.
1. Ukuran pasar (berapa besarnya)
Ukuran dari penasaran yang baik adalah dalan kurun waktu satu tahun
produk ini sudah terkenal di kalangan masyarakat dan memiliki brand
image yang kuat di mata konsumen
2. Apakah pasar membesar atau menyusut dan seberapa cepat

Diprediksi pasar dari produk ini akan membesar secara bertahap seiring
dengan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap produk,
mengingat sabun merupakan produk yang selalu digunakan dalam
kehidupansehari-hari.
D. Periklanan dan promosi
1. Media yang digunakan
Media yang digunakan disini ada beberapa macam, yang pertama kami
melakukan kegiatan periklanan dan promosi secara langsung atau face
to face kepada calon konsumen, biasanya pada teman dekat dan
beberapa konsumen pada wilayah yang tidak cukup jauh. Kedua adalah
dengan pamphlet. Ketiga adalah dengan menggunakan media sosial
salah satunya adalah instagram
2. Biaya media
Biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan ini bisa dikatakan relative
murah, karena memang yang mengeluarkan biaya hanya pada
periklanan dan promosi menggunakan pamphlet, itupun tidak terlalu
membebankan biaya operasional dari perusahaan. Selain pamphlet
untuk media lain tidak dipungut biaya.
3. Frekuensi penggunaan
Frekuensi periklanan secara tatap muka langsung dan dengan
menggunakan pamphlet adalah sangat rendah, sedangkan periklanan dan
pemasaran menggunakan media sosial frekuensinya sangat tinggi karena
mudah dan efisien.
4. Rencana untuk membuat publisitas
E. Penetapan harga
1. Struktur biaya
a. Tetap
Loyang cetakan
: 3 x Rp 15.000
= Rp 45.000
Wadah pencampur : 2 x Rp 20.000
= Rp 40.000
Pengaduk
: 2 x Rp 10.000
= Rp 20.000
Total
= Rp 105.000
Biaya penyusutan per tahun
= Rp 1.050
Total biaya tetap
=Rp 106.050
b. Variabel
Minyak Kelapa Sawit:
: 1 x Rp 15.000
= Rp 15.000
Minyak Kelapa
: 2 x Rp 10.500
= Rp 21.000
NaOH
: 1 x Rp 50.000
= Rp 50.000
8

Karton Kemasan
: 160 x 500
= Rp 80.000
Ampas Kopi
: 1 x Rp 5.000
= Rp 5.000
Total biaya variabel
= Rp 171.000
Dari biaya tersebut maka dapat dikatakan biya yang dikeluarkan dalam
memproduksi 160 sabun dalam satu kali produksi seharga Rp 277.050.
Karena ingin meraup keuntungan sebesar 70% maka sabun dijual
dengan harga Rp 2.944 per unit
2. Citra yang diinginkan di pasar
Citra yang diinginkan jika dilihat dari segi harga adalah sabun ini
berkhasiat dan dapat dibeli dengan harga yang terjangkau dipasar.
3. Perbandingan terhadap harga-harga pesaing
Dibandingkan dengan sabun lain yang berkisar harga Rp 4.000, bisa
dikatakan sabun ini tergolong murah dan terjangkau bagi masyarakat.
F. Strategi distribusi
1. Saluran distribusi yang akan digunakan
Saluran distribusi yang akan dihunakan antara lain adalah distribusi
langsung kekonsumen, dan dikirimkan melalui paket.
2. Teknik dan insentif penjualan
Teknik penjualan adalah memberikan dengan menuturkan khasiatkhasiat yang dimiliki produk tersebut dan manfaat jika membeli produk
tersebut. Selain itu untuk meningkatkan penjualan, konsumen diberi
insentif contohnya beli 1 gratis 1 pada hari lingkungan, dan lain-lain
6.

ANALISIS PESAING
A. Pesaing yang ada
1. Siapa mereka
Pesaing-pesaing usaha ini adalah produsen produsen sabun yang telah
memiliki brand dan telah dipercaya oleh masyarakat dalam waktu yang
cukup lama. Salah satunya adalah produsen lifebuoy, serta produsen
sabun home made seperti produsen sabun mahkota indah malang, dll
2. Kekuatan
Kekuatan utama yang dimiliki perusahaan pesaing adalah kepercayaan
yang telah mereka bangun dengan konsumen serta citra yang telah
mereka bentuk. Selain itu produk yang mereka jual sudah merupakan
produk yang terjamin baik dari sisi keamanan, dan kualitas manfaatnya

karena mereka sudah melakukan beberapa kali uji coba dalam kurun
waktu yang tidak sedikit dengan ketelitian yang tinggi.
3. Kelemahan
Kelemahan dari perusahaan pesaing, terutama untuk home made
industry adalah masih kurang terkenal di masyarakat luas, dan lebih
aktif dalam pemasaran di media sosial.
B. Calon pesaing
1. Siapa mereka
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya calon pesaing dari usaha ini
adalah perusahaan-perusahaan yang sudah dipercaya oleh konsumen
dan memiliki citra yang kuat. Contohnya adalah produsen sabun
lifebuoy, produsen sabun mahkota indah malang, dan lain-lain.
2. Dampaknya terhadap perusahaan Anda
Dampak adanya perusahaan pesaing ini tentu akan membuat perusahaan
kami kesulitan untuk mendapat pasar, dan harus mencari pasar baru
untuk memasarkan produk tersebut.
7.

URAIAN TIM MANAJEMEN


A. Manajemen dan karyawan kunci
1. Latar belakang
Rialasa memiliki tenaga kerja berjumlah 5 orang. Dipimpin
oleh direktur utama yang bertugas mengatur perusahaan secara
keseluruhan untuk kelangsungan perusahaan agar dapat terus maju dan
berkembang. Direktur utama Rialasa memegang jabatan tertinggi
sehingga berkewajiban sebagai kontrol manager-manager.
Rialasa memiliki 3 manager yang terdiri dari manager
produksi, manager pemasaran, serta manager administrasi dan
keuangan. Manager pemasaran berugas mengatur pemasaran dari
produk sabun Rialasa mulai dari target pemasaran, strategi pemasaran,
sampai ke penjualan produk. Manager pemasaran bertanggung jawab
atas jumlah penjualan produk. Manager pemasaran ditemani oleh aisten
manager yang bertugas membantu manager pemasaran.
Manager Produksi bertugas menyiapkan faktor-faktor produksi
meliputi penyediaan bahan baku serta alat-alat, menjamin kualtitas
10

produk, menetapkan standar mutu dari produk. Manager administrasi


dan keuangan bertugas mengatur keuangan, mengurus administrasi, dan
membuat pembukuan.
2. Pengalaman, keahlian, dan pengetahuan yang mereka bawa ke dalam
perusahaan
Tenaga kerja merupakan faktor produksi yang penting karena
merupakan kunci berlangsungnya perusahaan. Direktur utama
diharuskan memiliki kemampuan memimpin serta kemampuan
managemen yang baik. Manager pemasaran memiliki keahlian dalam
pubic speaking sehingga dapat mempengaruhi konsumen serta
kemampuan mengoperasikan komputer dan internet. Manager
Pemasaran juga harus memiliki kreatifitas yang tinggi dalam mengatur
stategi pemasaran baik secara online maupun offline, dibantu dengan
satu orang asisten manager.
Manager produksi diutamakan memiliki pengalaman dalam
membuat produk sabun dan pengetahuan tentang produksi sabun. Selain
itu, manager produksi dibutuhka orang yang cekatan.
Manager Administrasi dan Keuangan harus memiliki keahlian
menghitung arus kas, membuat pembukuan, dan hal-hal lain yang
berkaitan dengan perhitungan. Selain itu, ketelitian yang tinggi sangat
dibutuhkan oleh seorang Manager Administrasi dan Keuangan.
B. Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae)
1. Direktur Utama
Nama : Rifki Safreza
TTL
: Jakarta, 19 Agustus 1996
Alamat : Jakarta
2. Manager Pemasaran
Nama : Sabila Nauliya
TTL
: Sumenep, 29 Januari 1996
Alamat : Simpang Bengawan Solo No 7 Gresik

11

3. Manager Produksi
Nama : Tamia Dwi Martha
TTL
: Salatiga 27 Maret 1996
Alamat : Kauman Lor RT 13/ RW 01 Pabelan Kab Semarang
4. Manager Administrasi dan Keuangan:
Nama : Nur Inas Safitri
TTL
: Malang, 1 Mei 1996
Alamat : Puri Karangasem D327 Malang
5. Assisten Manager Pemasaran
Nama : Adam Putra Wirawan
TTL
: 1 Juni 1996
Alamat : Perumahan Indah 24 C Rampal Malang

8.

PERKIRAAN KEUANGAN
A. Perhitungan HPP
Harga Pokok Produksi
= Total Biaya Produksi/ Jumlah Produksi
= Rp 277.050/ 160
= Rp 2.944/ unit
Harga Pokok Penjualan
= (70% x Rp 1.732)+ HPP
= Rp 1.212 + Rp 1.732
= Rp 2.944
B. Analisis BEP (Break Even Point)
Biaya Tetap
= Rp 106.050
Biaya Variabel
= Rp 171.000
Harga Jual
= Rp 2.944
BEP unit
= Biaya tetap/ (Harga Jual- Biaya variabel)
= Rp 106.050/ (Rp 2.944-Rp 1.068,75)
= Rp 106.050/ Rp 1.875,25
= 57 unit
BEP rupiah
= Biaya tetap/ (1-( Biaya tetap/ Harga Jual)
= Rp 106.050/ (1-(Rp 1068,75/ Rp 2.944)
= Rp 106.050/ 0,64
= Rp 165.703,125
Dari analisis BEP maka dapat dikatakan bahwa akan terjadi impas atau
keadaan dimana usaha tidak untung maupun rugi ketika produksi sabun
sebanyak 57 unit, sedang total penjualan munimal Rp 165.703,125.
C. Analisis Rasio (disertai perbandingan dengan rasio industri sejenis)
R/C Ratio = Total Penerimaan/ Total Biaya
12

= Rp 471.040/ Rp 277.050
= 1,7
Dari R/C ratio tersebut maka bisa dikatakan bahwa setiap Rp 1 yang
dikeluarkan akan mendapat penerimaan sebesar Rp 1,7.

13

DAFTAR PUSTAKA
Andriani, Dwi Retno. 2012. Modul Rancangan Usaha Agribisnis Bussiness Plan.
Malang. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

14