Anda di halaman 1dari 51

INDOOR

ACOUSTIC

NOISE CONTROL

NOISE CONTROL

Noise Control in Building

Noise Control in Building

Noise Control in Building

Noise Control in Building

Interior noise criteria

Speech interference levels

NC curves
noise criterions

NC expl.

RC curve
Room criterions

Recommended
STC

Int.Noise Control Barrier

Interior Noise
legislaDon

Interior Noise Control Arch.Design

Int.Noise Control
AbsorpDon

NOISE CONTROL

Exterior Noise
Criteria

Exterior Noise Site planning

Exterior Noise
Barrier

Semi innite Barrier & point source

Semi innite Plane highway

Finite length Plane highway

INDOOR ACOUSTIC

NOISE CONTROL

MENGUKUR
KEBISINGAN
Diukur menggunakan SLM
Dilakukan secara konDnyu dalam waktu tertentu

Ada kemungkinan dapat dilakukan penghitungan secara


manual dengan sistem kebisingan akumulasi:

Perbedaan tingkat

Tambahkan pada suara kekerasan suara


(dalam dB) yang lebih tinggi (dalam dB)*

0-1
2-3
4-8
9
catatan *): memiliki kesamaan/kedekatan frekuensi

3
2
1
0

Contoh:

92 =93 =97
88
86 =94
93 =93
81
=93 =94 =97
81

86
88
92 =93
93

AKUMULASI SUARA DENGAN FREKUENSI


DAN TINGKAT KEKERASAN SAMA PERSIS

Formula:

TB akumulasi = TB tunggal + 10 log n



Contoh:
Sepuluh trompet sama persis jenisnya, diDup bersama-
sama. Masing-masing terompet mengeluarkan suara 70
dB, maka akumulasi kebisingannya adalah:

TB akumulasi = 70 + 10 log 10
= 80 dB

PENGUKURAN SUARA DENGAN


ANGKA INDEX

Bermanfaat untuk mempermudah pembacaan pada


pengukuran yang dilakukan secara konDnyu selama waktu
tertentu.
Pembacaan dengan sistem index menggunakan lambang Lx.
Dimana L adalah Dngkat kebisingan tercatat dan x adalah
karakterisDk pengukuran.
Yang paling banyak digunakan adalah Leq atau equivalent
index. Dimana Leq adalah angka kebisingan tunggal dari hasil
pengukuran Dngkat kebisingan yang uktuaDf.
Untuk pengukuran kebisingan lalu-lintas biasanya L eq,18.

Pada pengukuran yang lain dapat pula digunakan percentage


index.

PERCENTAGE INDEX

L1 adalah Dngkat kebisingan yang muncul 1% dari total jumlah data tercatat
L10 adalah Dngkat kebisingan yang muncul 10% dari total jumlah data tercatat
L50 adalah Dngkat kebisingan yang muncul 50% dari total jumlah data tercatat
L90 adalah Dngkat kebisingan yang muncul 90% dari total jumlah data tercatat

L10 menunjukkan perkiraan kebisingan maksimum yang mengganggu


L50 merupakan kebisingan yang mendekaD standar
L90 merupakan kebisingan latar belakang/background

Kemudian dikenal :

Kebisingan latar belakang (kebisingan yang muncul kontinyu dengan tingkat


kekerasan tidak melibihi 30 dB/40 dB)
Kebisingan (suara yang muncul secara kontinyu atau seketika dengan tingkat
kekerasan diatas standar untuk daerah tersebut)
Kebisingan ambien (kebisingan yang merupakan penggabungan dari
kebisingan latar belakang dan kebisingan dengan fluktuasi tidak lebih dari 6
dB)

Untuk menghitung L90, buatlah persamaan luas area sebesar 10%


(merupakan sisa dari 90% yang telah diambil) dari keseluruhan luas
area histogram dimulai dari sebelah kiri (dari tingkat kebisingan yang
rendah), sebagai berikut:
5(5) + 10x = 0,1 (500)
x = 2,5
Sehingga:
L90 = 50 dBA + 2,5 dBA = 52,5 dBA

Untuk menghitung L50, buatlah persamaan luas area sebesar 50%


(merupakan sisa dari 50% yang telah diambil) dari keseluruhan luas
area histogram di mulai dari sebelah kiri (dari tingkat kebisingan yang
rendah), sebagai berikut:
5(5+10+25) + 30y = 0,5 (500)
y = 1,67
Sehingga:
L50 = 60 dBA + 1,67 dBA = 61,7 dBA

Untuk menghitung L10, buatlah persamaan luas area sebesar


90% (merupakan sisa dari 10% yang telah diambil) dari
keseluruhan luas area histogram di mulai dari sebelah kiri (dari
tingkat kebisingan yang rendah), sebagai berikut:
5(5+10+25+30+15) + 10z = 0,9 (500)
10z = 2,5
Sehingga:
L10 = 70 dBA + 2,5 dBA = 72,5 dBA

Leq kebisingan lalu-lintas


Leq kebisingan lalu-lintas dapat ditentukan
dengan:
Leq = L50 + 0,43 (L1-L50)

Dengan demikian untuk contoh di atas perlu pula
dihitung L1-nya.

DSSF3 EA seengs