Anda di halaman 1dari 4

1. Apakah filsafat itu? Bagaimana timbulnya dan mengapa perlu dipahami!

Jawab :
a. Kata Filsafat secara bahasa, terdiri dari dua suku kata. Yaitu kata Philo
dan Sophos, Philo yang berarti cinta dan kata Sophos yang berarti
hikmah atau ilmu atau bijaksana. Secara umum filsafat adalah ilmu
pengetahuan yang menyelidiki dan memikirkan segala sesuatunya
secara mendalam dan sungguh-sungguh, serta radikal sehingga
mencapai hakikat segala situasi tersebut.
b. Filsafat timbul ketika manusia merasa kagum dan merasa heran. Pada
tahap awalnya kekaguman atau keheranan itu terarah pada gejala-gejala
alam. Lalu, manusia mulai memikirkan dan berdiskusi akan keadaan
alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak
menggantungkan diri kepada [agama] lagi. Untuk mencari jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan ini maka muncullah pemikiran dari beberapa
tokoh. Pemikiran dari beberapa filsuf inilah yang kemudian menjadi
cikal bakal filsafat. Filsafat pertama kali muncul di Yunani, Orang
Yunani pertama yang bisa diberi gelar filsuf ialah Thales dari Mileta,
sekarang di pesisir barat Turki. Tetapi filsuf-filsuf Yunani yang terbesar
tentu saja ialah: Sokrates, Plato dan Aristoteles.
c. Filsafat perlu untuk dipahami karena filsafat mengantarkan manusia
untuk lebih jernih, mendasar, dan bijaksana dalam berpikir, bersikap,
berkata, berbuat dan mengambil kesimpulan. Filsafat juga diperlukan
manusia dalam upaya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul
dalam berbagai lapangan kehidupan manusia.

2. Kajian filsafat meliputi ontologi, epistemologi, dan aksiologi, Jelaskan dan beri
contoh kajian filsafat dalam ilmu yang anda ketahui!
Jawab :
a. Kajian filsafat :
- Ontologi berarti ilmu hakikat yang menyelidiki alam nyata dan
bagaimana keadaan yang sebenarnya. Ontologi menyelidiki hakikat
dari segala sesuatu dari alam nyata yang sangat terbatas bagi
pancaindra kita.
- Epistemologi adalah pengetahuan yang berusaha menjawab
pertanyaan-pertanyaan seperti apakah pengetahuan, cara manusia
memperoleh dan menangkap pengetahuan dan jenis-jenis
pengetahuan. Definisi lain mengatakan epistemologi adalah suatu
cabang dari filsafat yang mengkaji dan membahas tentang batasan,
dasar dan pondasi, alat, tolok ukur, keabsahan, validitas, dan
kebenaran ilmu, makrifat, dan pengetahuan manusia.
- Aksiologi merupakan suatu pendidikan yang menguji dan
mengintegrasikan semua nilai yang berupa pertanyaan baik atau
bagus dalam kehidupan manusia. Kajian Aksiologi meliputi Etika
atau nilai-nilai keutamaan atau kebaikan dan Estetika atau nilai-nilai
keindahan.
b. Contoh kajian filsafat dalam ilmu ekonomi :
- Secara ontologi

3. Ilmu tidak bersifat statis, melainkan bergerak secara dinamis. Coba jelaskan!
Jawab :
Ilmu tidak bersifat statis, melainkan bergerak secara dinamis maksudnya adalah
ilmu dalam hal perkembangannya tidak bersifat tetap tanpa ada perubahan
(statis), tetapi ilmu itu dapat mengalami perubahan seiring dengan pendapat
atau percobaan yang dilakukan manusia. Perubahan ini bergerak secara dinamis
artinya dalam perkembangannya ilmu tidak bersifat mutlak dan bisa saja terjadi
kekeliruan karena yang menyelidikinya adalah manusia tetapi kekeliruan ini
bersifat sistematik dan bisa digunakan untuk penyelidikan berikutnya. Ilmu
tidak bersifat statis (tetap) juga dikarenakan ilmu memberikan tempat
pengkajian dan pengujian secara kritis dengan metode ilmiah oleh ahli-ahli lain
dalam bidang yang sama.

4. Tidak semua pengetahuan dikategorikan ilmu. Sependapatkah anda dengan


pernyataan tersebut, Jelaskan!
Jawab :
Saya sependapat karena hanya pengetahuan yang telah memenuhi syarat-syarat
objek material dan objek formal saja yang bisa dikategorikan sebagai ilmu.
Setiap bidang ilmu baik itu ilmu khusus maupun ilmu filsafat harus memenuhi
ke dua objek tersebut. Ilmu merupakan suatu bentuk aktiva yang dengan
melakukannya umat manusia memperoleh suatu lebih lengkap dan lebih cermat
tentang alam di masa lampau, sekarang dan kemudian serta suatu kemampuan
yang meningkat untuk menyesuaikan dirinya. Obyek ilmu pengetahuan ialah
dunia fenomenal, dan metode pendekatannya berdasarkan pengalaman
(experience) dengan menggunakan berbagai cara seperti observasi, eksperimen,
survey, studi kasus, dan sebagainya. Pengalaman-pengalaman itu diolah oleh
fikiran atas dasar hukum logika yang tertib. Jadi, untuk menjadi sebuah ilmu
suatu pengetahuan atau kumpulan pengetahuan harus mengalami percobaan
atau penyelidikan baru kemudian dapat ditetapkan sebagai ilmu.

5. Bagaimanakah perkembangan suatu jenis pengetahuan menjadi ilmu? Jelaskan


dan beri contoh!
Jawab :
a. Suatu jenis pengetahuan dapat menjadi ilmu bila telah memenuhi
syarat-syarat obyek ilmu serta telah dilakukan percobaan atau
penyelidikan oleh manusia. Suatu pengetahuan berasal dari wujud
aktivitas dan hasil dari aktivitas manusia. Setelah itu pengetahuan
tersebut dikembangkan dengan menggunakan metode ilmiah yaitu suatu
prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, cara
teknis, dan tata langkah untuk memperoleh pengetahuan baru atau
mengembangkan pengetahuan yang telah ada. Metode yang dapat
digunakan untuk mengembangkan pengetahuan ini dapat berupa
observasi, eksperimen dan klasifikasi. Pengetahuan ini juga harus
melalui kajian ontologi, epistemologi dan aksiologi. Kemudian, jika
pengetahuan tersebut telah memenuhi syarat objek material dan formal,
tersusun secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan maka
pengetahuan tersebut dapat dikatakan sebagai ilmu.
b. Contohnya