Anda di halaman 1dari 37

Laporan Skripsi

Jurusan Teknik Industri

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Pada era persaingan pasar global dewasa ini, tuntutan konsumen atas

peningkatan kualitas produk dan jasa bertambah. Terjadi pula peningkatan


penawaran produk dan jasa dengan harga lebih bersaing di China, Vietnam, dan
India (Dale, 2003:2). Satu hal yang sangat berarti dalam meningkatkan kinerja
untuk menghadapi tantangan persaingan tersebut adalah melalui perbaikan
berkelanjutan (Continous Improvement) pada aktivitas bisnis yang terfokus pada
konsumen, meliputi keseluruhan organisasi dan penekanan pada fleksibilitas dan
kualitas. Oleh karena itu, kualitas dan pengelolaannya dikaitkan dengan perbaikan
berkelanjutan dilakukan oleh banyak perusahaan agar dapat mendorong
peningkatan pasar dan memenangkan persaingan. Perusahaan yang tidak mengelola
perubahan tersebut akan ketinggalan. Sejalan dengan pergeseran paradigma
organisasi dari market oriented ke resources oriented, maka salah satu cara
yang bisa ditempuh oleh perusahaan adalah dengan membenahi sumber daya yang
dimilikinya agar bisa bertahan dalam persaingan jangka panjang.
Kualitas merupakan salah satu jaminan yang diberikan dan harus dipenuhi
oleh perusahaan kepada pelanggan, termasuk pada kualitas produk, karena kualitas
suatu produk merupakan salah satu kriteria penting yang menjadi pertimbangan
pelanggan dalam memilih produk. Selain dimata pelanggan kualitas juga
merupakan salah satu indikator penting bagi perusahaan untuk dapat eksis ditengah

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

ketatnya persaingan dalam dunia industri, oleh karena itu diperlukan perbaikan dan
peningkatan kualitas secara terus menerus dari perusahaan sesuai dengan
spesifikasi dan kebutuhan pelanggan. Pengendalian kualitas pada suatu produk
sangat penting untuk menghindari adanya kecacatan atau ketidaksesuaian dalam
proses produksi yang hampir terjadi disetiap perusahaan karena adanya kenyataan
bahwa tidak ada proses produksi yang selalu baik dan menghasilkan produk yang
sama persis,selalu saja ada variasi-variasi dari produk yang dihasilkan. Dengan
adanya pengendalian kualitas ini, diharapkan dapat menghasilkan produk yang
mempunyai kualitas sesuai dengan standart yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Salah satu cara yang tepat adalah dengan mengimplementasikan Total
Quality Management (Muluk, 2003: 3). Secara empiris implementasi TQM juga
diakui sangat berarti dalam menciptakan keunggulan perusahaan di seluruh dunia.
Beberapa penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa implemetasi TQM secara
efektif berpengaruh positif terhadap: motivasi kerja karyawan (Bey, Nimran, dan
Kertahadi, 1998); meningkatkan kepuasan karyawan dan menurunkan minat untuk
pindah kerja (Boselie dan Wiele, 2001); pengurangan biaya dan meningkatkan
kinerja bisnis (Huarng dan Yao, 2002); kinerja manajerial (Laily (2003); dan
peningkatan kualitas sumber daya manusia (Sularso dan Murdijanto, 2004).
Pendekatan TQM juga sangat berorientasi pada manajemen orang. Implementasi
TQM mensyaratkan berbagai perubahan organisasional dan manajerial total serta
fundamental yang mencakup: visi, misi, orientasi strategik, dan berbagai praktek
manajemen vital lainnya.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

Hubungan implementasi TQM dengan budaya kualitas antara lain dijelaskan


oleh Hadjosoedarmo (2004, 42), bahwa dengan melaksanakan prinsip-prinsip TQM
maka akan dapat diciptakan iklim yang kondusif bagi perwujudan budaya kualitas
sebagai:
1. Tata laku anggota organisasi akan berubah; sesudah semua sistem dibenahi
dan kepemimpinan cukup kuat maka karyawan yang telat dididik dan
diberdayakan lambat laut akan menunjukan tata laku kualitas dan mulai
mengembangkan kebiasaan kerja yang baik. Tata laku karyawan yang baik
tersebut perlu dipelihara dengan menjaga linkungan kerja yang kondusif.
2. Di kalangan para karyawan akan terbentuk sikap kualitas, apabila tata laku
yang baik tersebut selalu dipertahankan dan diperkuat sepanjang waktu
melalui kepemimpinan serta perbaikan sistem dan pendidikan yang
kontinyu maka mereka sksn terinternalisasi dengan sikap dan nilai pribadi
yang kondusif terhadap kualitas. Para karyawan akan mulai mengerti dan
menghargai mengapa mereka harus mengerjakan pekerjaannya secara benar
sejak awal, di samping baik untuk dirinya juga baik untuk organisasinya.
3. Di dalam organisasi dapat diciptakan budaya kualitas. Jika sikap kualitas
telah berkembang sepanjang waktu dan menyebar di kalangan karyawan
maka perubahan ini akhirnya akan menuju budaya kualitas. Tahap ini
biasanya terjadi setelah beberapa tahun implementasi TQM (Cortada,
1993:180)
Metode Six Sigma sebagai salah satu metode baru yang paling populer
merupakan salah satu alternatif dalam prinsip-prinsip pengendalian kualitas yang

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

merupakan terobosan dalam bidang manajemen kualitas (Gasperzs, 2005: 303)


dengan saran kualitas dramatik yang memiliki kapabilitas produk dan proses 3,4
cacat untuk setiap satu juta bebas cacat aktivitas atau peluang. Six Sigma dapat
dijadikan ukuran kinerja sistem industri yang memungkinkan perusahaan
melakukan peningkatan yang luar biasa dengan terobosan strategi yang aktual. Six
Sigma juga dapat dipandang sebagai pengendalian proses industri yang berfokus
pada pelanggan dengan memerhatikan kemampuan proses. Dilain sisi Six Sigma
memiliki beberapa manfaat yang telah terbukti mencakup pengurangan biaya,
peningkatan produktivitas, pertumbuhan pangsa pasar, pengurangan cacat (defect)
dan pengembangan produksi atau jasa. Selain itu penerapan Six Sigma terstruktur
dimana terdapat 5 langkah yang harus dilalui yaitu define, measure, analyze,
improve, control (DMAIC). Dalam penerapannya Six Sigma juga melibatkan
elemen perusahaan agar penerapan Six Sigma dapat berhasil untuk meningkatkan
kualitas produksi sehingga dapat mencapai keuntungan yang maksimal bagi
perusahaan itu sendiri.
PT.Mitrapak Era mandiri sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di
bidang manufaktur juga telah menerapkan Total Quality Management sejak lama.
Hal ini adalah langkah yang tepat bagi PT. Mitrapak Era Mandiri dalam
meningkatkan kualitas produk dengan mengutamakan kepuasan konsumen.
Perusahaan ini juga telah memperoleh sertifikat Sistem Manajemen Mutu Standar
ISO 9001:2000 dan diterapkannya Total Quality Management oleh Mitrapak Era
Mandiri dengan memaksimalkan seluruh sumber daya dan komponen perusahaan
diharapkan akan dapat memberikan dampak yang positif terhadap kinerja karyawan

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

dan kualitasnya serta lebih inovatif. Pada produk sabun Sunlight yaitu varian 800,
400, 200, 85 dan 20 ml tidak lepas dari adnya kecacatan dan ketidaksesuaian atas
kualitas dari standart produk yang telah ditetapkan, kecacatan yang dominan lebih
mengarah pada fisik produk itu sendiri sehingga perlu adanya identifikasi atas
faktor-faktor yang menyebabkan kecacatan dan ketidaksesuaian produk yang
dihasilkan serta mencari tindakan-tindakan yang dilakukan untuk pemeliharaan dan
perawatan dan memberikan solusi terbaik guna mengurangi jumlah kecactan
produk. Dari kelima varians tersebut fokus dari penelitian cacat produk
dikhususkan pada varians 800 ml dan 400 ml yang memiliki banyak problem
kecacatan produk. Kecacatan tersebut antara lain seperti ngeblek (kemasan
terkelupas), netto tidak masuk standart, topseal, bottomseal, printing tidak sesuai,
barcode salah, code fibrate salah dan lubang gantung. Dari latar belakang diatas
maka diperlukan penerapan pengendalian kualitas dengan metode Six Sigma
(DMAIC) yang dibantu dengan tools dari Six Sigma yaitu check, sheet, diagram
paretto, cause and effect digram, fishbone dimana nantinya didapatkan jenis cacat
apa saja yang ada pada produk, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi sehingga
nantinya dapat dilakukan improvement dan controlling untuk mengurangi
kecacatan atau ketidak sesuaian pada produk yang dihasilkan. Sedangkan konsep
Kaizen digunakan untuk perbaikan secara berkesinambungan yang berarti tindakan
perbaikan terus menerus yang meliputi setiap orang, termasuk manajer maupun
pekerja, perbaikan tersebut meliputi pemeliharaan dan penyempurnaan. Tindakan
pemeliharaan meliputi penetapan kebijakan, penunjuk peraturan, SOP (standart
operation prosedur) dan pengawasan sedangkan tindakan perawatan diantaranya

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

adalah training-training yang dilakukan sebagai penambah wawasan. Dari dua


kegiatan tersebut maka dapat disimpulkan solusi-solusi untuk pemeliharaan dan
perawatan di PT. Mitrapak Era Mandiri. Salah satu implementasi Kaizen yaitu
penerapan 5 S (five-s). Setiap kata S disini merupakan inisial dari lima kata dalam
bahasa Jepang, sebagai berikut:
1. Seiri yang berarti ringkas
2. Seiton yang berarti rapi
3. Seiso yang berarti resik
4. Seiketsu yang berarti rawat
5. Shitsuke yang berarti disiplin

1.2

Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka permasalahan yang akan

dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:


1. Bagaimana peningkatan kualitas produk di PT. Mitrapak Era Mandiri
dengan pendekatan metode Six Sigma ?
2. Bagaimana peningkatan kualitas produk di PT. Mitrapak Era Mandiri
dengan pendekatan konsep kaizen ?
3. Bagaimana usulan perbaikan untuk peningkatan kualitas produk di PT.
Mitrapak Era Mandiri?

1.3

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini berdasarkan atas perumusan masalah diatas

adalah:

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

1. Mengidentifikasi cacat produk di PT. Mitrapak Era mandiri dengan


pendekatan metode Six Sigma.
2. Mengidentifikasi cacat produk di PT. Mitrapak Era Mandiri dengan
pendekatan konsep kaizen.
3. Memberikan usulan perbaikan untuk peningkatan kualitas produk
dengan metode six sigma dan pendekatan kaizen.

1.4

Manfaat Penelitian
Bagi Perusahaan
1. Sebagai tambahan informasi kepada pihak manajemen perusahaan dalam
menentukan standarisasi kualitas produk
2. Sebagai bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan maupun pihak
lain yang berkepentingan dalam menjalankan kualitas produk
Bagi Penulis
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat dan penambahan
pengetahuan dengan membandingkan antara materi yang diperoleh di
bangku kuliah dengan yang ada di perusahaan

1.5

Batasan dan asumsi


Pembatasan masalah dilakukan dengan tujuan agar pokok masalah yang

diteliti tidak melebar dari topik yang ditentukan. Oleh karena itu dalam penyusunan
skripsi ini batasan masalah yang diberikan adalah sebagai berikut:
1. Penelitian hanya dilakukan di departement produksi.
2. Penelitian dilakukan pada varian produk ukuran 800 dan 400 ml.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

3. Metode yang digunakan adalah Six Sigma dan konsep Kaizen.


4. Analisa yang dilakukan tidak melibatkan biaya.
a) manajemen perusahaan dalam menentukan standarisasi kualitas
produk
b) Sebagai bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan maupun
pihak lain yang berkepentingan dalam menjalankan kualitas
produk.

1.6

Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan penelitian ini, sistematika penulisan yang digunakan

adalah sebagai berikut:


BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dijelaskan tentang hal-hal yang melatar-belakangi


dilakukannya penelitian ini, kemudian permasalahan yang akan diteliti, selain
itu tujuan dan manfaat yang akan diperoleh dari penelitian ini yang juga
disertai dengan batasan dan asumsi yang digunakan dalam penelitian.
BAB II

LANDASAN TEORI

Pada bab ini berisi teori-teori yang berkaitan dengan penelitian, dimana teoriteori tersebut dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan langkah-langkah
penelitian dengan maksud agar tujuan awal dari penelitian ini dapat tercapai.
BAB III

METODE PENELITIAN

Pada bab ini berisikan tahapan-tahapan secara sistematis yang digunakan


untuk memecahkan permasalahan yang ada dalam penelitian ini. Dan

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

tahapan-tahapan tersebut merupakan kerangka yang dijadikan sebagai


pedoman dalam penelitian.
BAB IV

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Pada bab ini berisi langkah yang ditempuh untuk mengumpulkan data yang
diperlukan

kemudian

melakukan

pengolahan

data

sesuai

dengan

permasalahan yang ada.


BAB V

ANALISA DATA

Pada bab ini dilakukan analisa terhadap hasil pengolahan data yang telah
dilakukan untuk mencari pemecahan masalah yang dibahas.
BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini berisikan kesimpulan dari hasil yang didapatkan pada penelitian
ini, yang selanjutnya dari kesimpulan tersebut dapat diberikan suatu saran
atau usulan kepada PT. Mitrapak Era Mandiri Surabaya.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1

Definisi Kualitas
Konsep kualitas banyak dibahas dalam studi-studi manajemen, pengertian

atau makna atas konsep kualitas sendiri telah diberikan oleh banyak pakar
manajemen dengan berbagai sudut pandang, sehingga menghasilkan definisidefinisi yang beragam. Tjiptono (1995 : 51) berkaitan dengan konsep kualitas
mengemukakan bahwa konsep kualitas sering dianggap sebagai ukuran relatif
kebaikan suatu produk barang atau jasa yang terdiri dari kualitas desain dan kualitas
kesesuaian. Kualitas desain merupakan fungsi spesifikasi produk, sedangkan
kualitas kesesuaian adalah suatu ukuran tentang seberapa jauh suatu produk mampu
memenuhi persyaratan atau spesifikasi kualitas yang ditetapkan.
Definisi kualitas menurut Vincent Gaspersz (2005) adalah totalitas dari
karakteristik suatu produk yang menunjang kemapuannya untuk memuaskan
kebutuhan yang dispesifikasi atau diterapkan. Sedangkan menurut Feigenbaum
(1991) kualitas merupakan keseluruhan karektiristik produk dan jasa yang meliputi
marketing. Engineering, manufacture, dan maintenance, produk dan jasa tersebut
dalam pemakaiannya sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.
Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk,
layanan, manusia, proses, lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
Pendapat lain mengenai pengertian kualitas dikemukakan oleh Triguno (1997 : 76)
yang mengatakan bahwa kualitas adalah suatu standart yang harus dicapai oleh

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

10

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

seseorang atau kelompok atau lembaga atau organisasi mengenai kualitas sumber
daya manusia, kualitas cara kerja , proses dan hasil kerja atau produk yang berupa
barang atau jasa . Dengan demikian, berkualitas mempunyai arti memuaskan
kepada yang dilayani, baik internal maupun eksternal, dalam arti optimal
pemenuhan atas tuntutan atau persyaratan pelanggan atau masyarakat.
Pengertian yang dikemukakan Triguno menunjukkan bahwa konsep kualitas
berkaitan erat dengan pencapaian standart atau target yang diharapkan atau tuntutan
dari pihak yang dilayani. Dalam kaitan terlihat bahwa konsep kualitas terkait erat
dengan pelanggan atau masyarakat yang dilayani. Sebagian ahli membahas konsep
kualitas dan kaitannya dengan pelanggan atau yang lazim disebut juga dengan
istilah konsep kualitas berfokus pada pelanggan modern
2.1.1 Definisi Total Quality Management
TQM diartikan sebagai perpaduan semua fungsi dari perusahaan ke dalam
falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork,
produktivitas serta kepuasan pelanggan (Pawitra, 1993 : 135). Definisi lainnya
menyatakan TQM merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang
mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus
menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungannya (Tjiptono dan
Diana, 2001 : 4).
Dasar pemikiran perlunya TQM, yakni bahwa cara terbaik agar bersaing dan
unggul dalam persaingan global adalah dengan menghasilkan kualitas yang terbaik.
Untuk

menghasilkan

kualitas

terbaik

diperlukan

upaya

perbaikan

berkesinambungan terhadap kemampuan manusia, proses dan lingkungannya. Cara

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

11

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

terbaik agar dapat memperbaiki kemampuan komponen komponen tersebut secara


berkesinambungan adalah dengan menerapkan peran TQM. Penerapan TQM dalam
suatu perusahaan dapat memberikan beberapa manfaat utama yang pada gilirannya
meningkatkan laba serta daya saing perusahaan bersangkutan.
Tujuan utama TQM adalah untuk merorientasi sistem manajemen, perilaku
staf, fokus organisasi dan proses-proses pengadaan pelayanan sehingga lembaga
penyedia pelayanan bisa berproduksi lebih baik, pelayanan yang lebih efektif yang
memenuhi kebutuhan, keinginan dan keperluan pelanggan
Manfaat utama penerapan TQM pada sektor publik adalah perbaikan
pelayanan, pengurangan biaya dan kepuasan pelanggan. Perbaikan progresif dalam
sistem manajemen dan kualitas pelayanan menghasilkan peningkatan kepuasan
pelanggan. Sebagai tambahan, manfaat lain yang bisa dilihat adalah peningkatan
keahlian, semangat dan rasa percaya diri di kalangan staf pelayanan publik,
perbaikan hubungan antara pemerintah dan masyarakatnya, peningkatan
akuntabilitas dan transparansi pemerintah serta peningkatan produktifitas dan
efisiensi pelayanan publik.
TQM hanya dapat dicapai dengan memperhatikan karakteristik sebagai
berikut:
1. Fokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.
2. Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas.
3. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan
pemecahan masalah.
4. Memiliki komitmen jangka panjang.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

12

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

5. Membutuhkan kerjasama tim (teamwork).


6. Memperbaiki proses secara berkesinambungan
7. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan.
8. Memberikan kebebasan yang terkendali.
9. Memiliki kesatuan tujuan.
10. Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan (Tjiptono & Diana
2001:5).
Prinsip-prinsip yang mempedomani TQM mencakup:
a). Promosi lingkungan yang berfokus pada mutu
b). Pengenalan kepuasan pelanggan sebagai indikator kunci pelayanan
bermutu dan
c). Perubahan sistem, perilaku dan proses dalam rangka menjalankan
perbaikan selangkah demi selangkah dan terus menerus terhadap
barang dan pelayanan yang disediakan oleh sebuah organisasi
Lingkungan yang berfokus pada mutu adalah sebuah organisasi dimana
pengadaan pelayanan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan pelanggan
dan dengan biaya terjangkau menjadi konsensus di kalangan anggota organisasi
tersebut. Inti pendekatan semacam ini adalah tingkat kepuasan pelanggan terhadap
pelayanan, yang dengan sendirinya menunjukkan efektifitas pelayanan. Kunci
untuk mengatasi tantangan tersebut di atas adalah mempromosikan perubahan pada
sistem manajemen dan perilaku organisasi penyedia pelayanan. Hal ini mencakup
membangun komitmen untuk perubahan, mempromosikan partisipasi semua pihak
terkait dan memberdayakan tim kerja. Komitmen untuk merubah pendekatan

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

13

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

organisasi dalam hal pengadaan pelayanan bermula dari tingkat manajer senior,
tetapi perubahan itu sendiri dimanifestasikan oleh seluruh staf pada semua lapisan.
Agar TQM berhasil, maka baik klien maupun tim kerja harus menjadi mitra
aktif dalam pengambangan pelayanan. Secara khusus, agar pelanggan puas maka
staf harus memiliki keahlian yang dibutuhkan dan rasa memiliki terhadap
pelayanan. Pegawai pada semua tingkatan harus bisa melatih keleluasaan dalam
memenuhi kebutuhan pelanggan, baik di dalam maupun di luar organisasi. Di
Indonesia, cakupan pengambilan keputusan pegawai negeri masih relatif kecil,
karena mereka harus menunggu izin dari atasan mereka. Untuk berpindah dari
lingkungan yang struktural dan hierarkis menuju ke pemberdayaan pegawai, perlu
perubahan perilaku, ilmu dan pengetahuan baru yang cukup subtansial. Perubahanperubahan struktural utama yang diperlukan untuk mendukung proses ini mencakup
pengenalan dan penghargaan terhadap kreatifitas serta inovasi, pengenalan
perbaikan yang progresif dan berlanjut serta mengadakan pelatihan untuk para staf
secara terus menerus. Urgensi pengadaan pelatihan dan pendidikan secara
berkesinambungan tidak bisa dipandang remeh. Untuk mencipatakan tim kerja
yang terberdayakan, maka semua orang dalam lingkungan TQM perlu
mendapatkan kemampuan tambahan untuk mengembangkan proses dan kinerja.
Pelatihan keahlian kerja yang spesifik harus disediakan dan diperbaharui terus
menerus untuk merefleksikan proses yang telah berkembang.
Biasanya, tangapan awal terhadap TQM cukup positif, namun kerap hanya
dalam bentuk dukungan verbal semata. Masalah mulai muncul ketika diperlukan
dukungan aktif dari para manajer senior untuk menciptakan atmosfer yang

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

14

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

kondusif, dimana staf bisa bereksperimen dan mempelajari pendekatan baru tanpa
takut disalahkan, atau ketika terjadi tekanan untuk melaksanakan "proyek pesanan"
(top-down). Keadaan ini bisa menyempitkan ruang lingkup TQM dan membuatnya
tidak bisa berjalan dalam jangka panjang. Dalam studi banding program TQM pada
kantor-kantor Dinas diketahui bahwa tipe kepemimpinan sangat instrumental dalam
menanggulangi masalah tersebut. Jika manajemen senior hanya memberikan
dukungan verbal, maka staf akan merespon prinsip-prinsip TQM hanya di mulut
saja. Sebaliknya, jika manajemen senior berpartispasi aktif dalam proses, maka
akan terjadi perubahan kualitatif mengenai kinerja para staf.

2.2

Definisi Kualitas Terkait dengan Six Sigma


Tinggi dan rendahnya kualitas suatu produk yang dihasilkan oleh suatu

perusahaan yang berhubungan langsung dengan kepuasan dan kepercayaan


konsumen. Kualitas merupakan hal yang utama yang mempengaruhi pertimbangan
konsumen dalam membeli suatu produk. Singkatnya kualitas merupakan faktor
kunci dalam menentukan pertumbuhan, perkembangan dan kelangsungan hidup
suatu perusahaan, khususnya pada era sekarang.
Definisi kualitas sangatlah bervariasi, menurut para pakar dibidang kualitas,
kualitas didefinisikan sebagai berikut:
a)

Menurut Vincent Gasperz


Adalah sebagai konsistensi peningkatan dan penurunan variasi
karakteristik produk, agar dapat memenuhi spesifikasi dan kebutuhan,
guna meningkatkan kepuasan pelanggan internal maupun eksternal.

b) Menurut Juran
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

15

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

Kesesuaian dengan tujuan dan manfaatnya


c)

Menurut Deming
Kualitas harus bertujuan memenuhi kebutuhan pelanggan sekarang dan
di masa mendatang

d) Menurut Feigenbaum
Kualitas merupakan keseluruhan karakteristik produk dan jasa meliputi
marketing, engineering, manufacturing, dan maintenance, dalam mana
produk dan jasa tersebut dalam pemakaiannya akan sesuai dengan
kebutuhan dan harapan pelanggan. (pengendalian Kualitas Statistik,
(Dorothea Wahyu A, 3)

2.2.1 Pengertian Six Sigma


Six Sigma adalah suatu sistem yang komprehensif dan fleksibel untuk
mencapai, memberi dukungan dan memaksimalkan proses usaha, yang berfokus
pada pemahaman akan kebutuhan pelanggan dengan menggunakan fakta, data, dan
analisis statistik serta terus menerus memperhatikan pengaturan, perbaikan dan,
mengkaji ulang proses usaha. (Miranda dan Amin, 2002, hal 1)
Menurut Gaspersz, Six Sigma adalah:

Upaya mengejar keunggulan dalam kepuasan pelanggan melalui


peningkatan kualitas terus menerus

Sasaran kualitas dramatik yang memiliki kapabilitas produk dan


proses 3,4 DPMO atau 99,99966% bebas cacat

Ukuran yang mengindikasikan bagaimana suatu proses produksi


industri

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

16

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

Strategi terobosan yang memungkinkan perusahaan melakukan


peningkatan luar biasa ditingkatkan bawah(bottom line) melalui
proyek-proyek Six Sigma.

Suatu pendekatan menuju tingkat kegagalan nol (zero deffects


oriented)

Pengendalian proses berfokus pada kapabilitas industri

Beberapa definisi lain dari Six Sigma adalah sebagai berikut:

Six Sigma adalah sebuah pengukuran , dimana menghitung defect


yang terjadi di dalam sebuah proses dan hasilnya ditampilkan dalam
bentuk angka atau grafik yang mendorong kita melakukan
improvement.

Six Sigma adalah sebuah bentuk benchmark, karena secara umum,


proses yang kita improve, akan dibandingkan dengan yang best in
class

Six Sigma sebagai sebuah visi. Dalam hal ini Six Sigma mengharapkan
tidak terjadi defect dalam sebuah proses yang juga diharapkan oleh
semua organisasi

Six Sigma sebagai suatu sistem yang digunakan untuk menentukan


dimana posisi kita saat ini, apa tujuan kita, bagaimana mencapai
tujuan kita dan bagaimana memonitor pencapaian kita waktu demi
waktu.

Six Sigma adalah sebuah alat atau tools yang digunakan untuk
memperbaiki proses melalui customer focus, perbaikan yang terus-

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

17

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

menerus dan keterlibatan orang-orang baik di dalam maupun di luar


organisasi.
Proses sigma (juga disebut sebagai tingkat sigma) adalah ukuran
kemampuan proses: semakin tinggi sigma proses, lebih mampu proses ini. Proses
Six Sigma memiliki jangka pendek proses sigma dari 6, dan jangka panjang proses
sigma dari 4,5 . Tingkat cacat teoritis untuk Six Sigma proses 3.4 cacat per juta
(DPM).

Sederhananya, sigma proses menunjukkan berapa banyak deviasi standar


(sigma) dapat muat di dalam kesenjangan antara rata-rata proses dan batas
spesifikasi terdekat:

Gambar 2.1 Kalkulasi Sigma Untuk Spesifik CTQ


Jika tingkat cacat jangka panjang keseluruhan tersedia untuk semua cacat,
adalah mungkin untuk menyatakan sigma proses untuk seluruh proses (semua CTQ
dan cacat terkait) dengan menempatkan tingkat kecacatan pada Bagan Sigma
Konversi dan menemukan sigma- sesuai tingkat. Biasanya, bagaimanapun, sebuah
proyek Six Sigma akan cukup dipersempit untuk fokus pada satu atau dua itu CTQ,
yang akan dievaluasi secara terpisah untuk tingkat proses sigma mereka.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

18

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

Dalam distribusi normal titik tengah sigma bernilai 3 sigma dimana


masing-masing bagian dalam distribusi terbagi menjadi 6 sigma.

Gambar 2.2 nilai probabilitas 6 sigma


Nilai 6 mencerminkan kualitas dengan nilai propabilitas produk tanpa
cacat dengan probabilitas 99.9 %.

2.2.2 Tahapan Penerapan Six Sigma


Menurut Pete dan Holpp (2002 : 45 - 58), tahap-tahap implementasi
peningkatan kualitas dengan Six Sigma terdiri dari lima langkah yaitu
menggunakan metode DMAIC atau Define, Measure, Analyse, Improve, and
Control.
A. Define
Define adalah penetapan sasaran dari aktivitas peningkatan kualitas Six
Sigma. Langkah ini untuk mendefinisikan rencana-rencana tindakan yang
harus dilakukan untuk melaksanakan peningkatan dari setiap tahap proses
bisnis kunci (Gaspersz,2005:

322). Tanggung

jawab

dari

definisi

proses bisnis kunci berada pada manajemen.


Menurut Pande dan Cavanagh (2002:166) tiga aktivitas utama yang
berkaitan dengan mendefinisikan proses inti dan para pelanggan adalah
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

19

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

1. Mendefinisikan proses inti mayor dari bisnis.


2. Menentukan output kunci dari proses inti tersebut, dan
parapelanggan kunci yang mereka layani.
3. Menciptakan peta tingkat tinggi dari proses inti atau proses strategis.
B. Measure
Measure merupakan tindak lanjut logis terhadap langkah define
dan merupakan sebuah jembatan untuk langkah berikutnya. Menurut
Pete dan Holpp (2002: 48) langkah measure mempunyai dua sasaran
utama yaitu:
1. Mendapatkan data untuk memvalidasi dan mengkualifikasikan
masalah dan peluang. Biasanya ini merupakan informasi kritis
untuk memperbaiki dan melengkapi anggaran dasar proyek yang
pertama.
2. Memulai menyentuh fakta dan angka-angka yang memberikan
petunjuk tentang akar masalah.
Pada tahap ini akan dilakukan pengukuran-pengukuran pada proses
atau kinerja produksi yang berlangsung. Pengukuran tersebut menjadi suatu
standart terhadap CTQ-CTQ yang teridentifikasi dan telah didefinisikan
sebelum dilakukan perbaikan-perbaikan. Terdapat sebuah pendekatan
matematis untuk mengomunikasikan faktor-faktor yang terpentingatau
diubah untuk memperbaiki CTQ, yaitu Y = f(X), dimana Y mewakili
seperangkat variabel respon yang penting atau CTQ. Sedangkan, X mewakili
seperangkat variabel input penting yang mepengaruhi Y.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

20

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

C. Analyze
Pada tahap ini, dari setiap sumber masalah yang ada, akan dilakukan
eksplorasi untuk membuat pemecahanny, hingga akar permasalahannya,
oleh karena itu, dibutuhkan analisi yang tajam untuk menciptakan alternatifalternatif solusi pemecahanny. Setelah variabel-variabel yang dicurigai
terkumpul, lalu dilakukan pengumpulan data dan dieksperimenkan guna
memverivikasi bahwa variabel tersebut memang mempengaruhi tingkat
kecactan yang ada.

D. Improve
Pada tahap ini, solusi yang telah didapat kemudian dilakukan
eksperimen untuk melihat, apakah solusi ini dapat menekan jumlah cacat
sebelumnya. Akan tetapi, perlu adanya prioritas dari perusahaan tentang
CTQ mana yang akan diperbaiki terlebih dahulu, sebab untuk menekan dana
permasalahan untuk diperbaiki. Namun, semua kebijakan tentang perbaikan,
dikembalikan lagi kepada masing-masing perusahaan.

E. Control
Pada tahap operasional siklus DMAIC ini, berfokus tentang
bagaimana upaya menjaga perbaikan agar terus berlangsung. Perbaikan ini
bisa termasuk menentukan standart serta prosedur baru, mengadakan
pelatihan bagi karyawan, dan lain-lain.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

21

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

2.2.3 Analisis Pareto


Diagram pareto adalah grafik batang yang mampu menunjukan masalah
berdasarkan urutan banyaknya kejadian. Masalah yang paling banyak terjadi
ditunjukan oleh grafik batang pertama yang tertinggi serta ditempatkan pada sisi
paling kiri, dan seterusnya sampai maslah yang paling sedikit terjadi ditunjukan
oleh grafik batang terakhir yang terendah serta ditempatkan pada sisi paling kanan.

2.2.4 Fishbone Diagram


Diagram sebab akibat adalah suatu diagram yang menunjukan hubungan
antara sebab akibat. Berkaitan dengan pengendalian proses statistikal, diagram
sebab akibat dipergunakan untuk menunjukan faktor-faktor penyebab (sebab) dan
karakteristik kualitas (akibat) yang disebabkan oleh faktor-faktor penyebab itu.
Diagram sebab akibat ini sering disebut sebagai diagram tulang ikan (fishbone)
karena pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Kaoru Ishikawa dari Universitas
Tokyo pada tahun 1953.
Pada dasarnya diagram sebab akibat dapat dipergunakan untuk kebutuhankebutuhan sebagai berikut:
1. Membantu mengidentifikasi akar permasalahan
2. Membantu membangkitkan ide-ide untuk solusi suatu masalah
3. Membantu dalam penyelesaian atau pencarian fakta lebih lanjut

2.3

Genba kaizen
Kaizen ( )secara harafiah berasal dari kata Kai ( ) yang artinya

perubahan dan Zen () yang artinya baik. Kaizen dapat diartikan secara singkat

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

22

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

yaitu perbaikan atau peningkatan. Menurut Imai (1991:4), kaizen berarti


penyempurnaan berkesinambungan yang melibatkan setiap orang baik manajer
maupun karyawan.
Pada intinya kaizen adalah kesadaran bahwa manajemen harus memuaskan
pelanggan dan memenuhi kebutuhan pelanggan, jika perusahaan ingin tetap eksis,
memperoleh

laba,

dan

berkembang.

Kaizen

memiliki

tujuannya

yaitu

menyempurnakan mutu, proses, sistem, biaya, dan penjadwalan demi kepuasan


pelanggan. Metode yang digunakan dalam Kaizen untuk mencapai hal tersebut
adalah dengan pertama, mengubah cara kerja karyawan sehingga karyawan bekerja
lebih produktif,

tidak terlalu melelahkan, lebih efisien, dan aman; kedua,

memperbaiki peralatan; ketiga, memperbaiki prosedur.


Ciri kunci dari pendekatan kaizen terhadap manajemen adalah:
a. Memperhatikan proses dan bukan hasil
b. Manajemen fungsional silang
c. Menggunakan peningkatan yang terus menerus
Cane (1998:36) menyatakan, Dalam perusahaan yang ingin menggunakan
prisnip kaizen sudah menjadi ta
nggung jawab setiap orang untuk telibat dalam daur peningkatan. Mereka harus
diberi ilmu pengetahuan, keahlian-keahlian dan peralatan agar sepenuhnya
berpartisipasi bukan hanya berpartisipasi dalam tim mereka sendiri, tetapi juga
berpartispasi dalam tim fungsional silang dan di seluruh organisasi sebagai satu
kesatuan.
Unsur-unsur Budaya Kaizen yang Berkaitan dengan Strategi SDM.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

23

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

a. Komunikasi
b. Perekrutan dan Induksi
c. Bimbingan
d. Kerjasama Tim
f. kepemimpinan Tim
g. Latihan
h. Pengembangan
i. Latihan
j. Penghargaan Terhadap manusia

2.3.1 Prinsip Budaya Kaizen


Kaizen merupakan konsep Jepang yang berarti perbaikan proses secara terus
menerus untuk selalu meningkatkan mutu dan produktivitas output. Pendekatan ini
hanya dapat berhasil dengan baik apabila disertai dengan sumber daya manusia
yang tepat. Faktor manusia merupakan dimensi yang terpenting dalam perbaikan
kualitas dan produktivitas. Hal ini berarti bahwa dalam kaizen itu diupayakan
menuju tujuan yang telah digariskan secara lambat laun, tetapi secara konsisten,
sehingga sesudah suatu kurun waktu tertentu dicapai efek total yang besar dalam
hal proses dan hasil karya persoanal.
Salah satu falsafah kaizen yang paling penting dan konvensional adalah
bahwa proses perbaikan tersebut diusahakanagar tidak membawa konsekuensi
biaya, tetapi justru menghasilkan penghematan.
Tiga aturan dasar dalam penerapan kaizen di tempat kerja adalah sebagai
berikut:
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

24

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

1. Penataan atau 5 S
Penataan atau 5S merupakan unsur yang essensial bagi manajemen yang
baik. Melalui 5S, karyawan mempelajari dan mempraktekan disiplin
pribadi. Karyawan tanpa disiplin pribadi tidak mungkin menghasilkan
produk atau jasa yang berkualitas bagi konsumen.
2. Penghapusan pemborosan (muda)
Pemborosan (muda) merupakan segala macam kegiatan yang tidak
memberikan nilai tambah. Penghapusan pemborosan dapat menjadi cara
yang paling baik, hemat dan efektif dalam meningkatkan produktivitas
dan menurunkan biaya operasi. Kaizen lebih menekankan penghapusan
pemborosan daripada menambah investasi yang diharapkan atau
memberikan nilai tambah.
3. Standarisasi
standar adalah cara terbaik dalam melaksanakan suatu tugas. Oleh karena
produk atau jasa layanan tercipta. Sebagian hasil dari serangkaian proses
maka standar tentu harus diterapkan dan dipatuhi pada setiap proses yang
terlibat guna menjamin kualitas. Menjaga standar adalah cara untuk
menjamin kualitas pada setiap proses dan mencegah terjadinya kesalahan
yang terulang. Standar belum muncul bila 5S dan penghapusan
pemborosan belum dilaksanakan, jadi kegiatan 5S dan penghapusan
pemborosan ini sebaiknya mendahului penulisan standar.
Pandangan terhadap fungsi tugas dan konsep perbaikan, dapat digambarkan
sebagai berikut:

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

25

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

Gambar 2.1 Rumah Genba Kaizen (Masaaki Imai, 1974)

2.3.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Budaya Kaizen


Ada 5 (lima) faktor yang mendukung di dalam Budaya Kaizen yaitu :
1. Teamwork (Tim Kerja)
2. Personal Disipline (Disiplin Pribadi)
3. Improved Morale (Peningkatan Moral)
4. Quality Circle (Kualitas Lingkaran)
5. Suggestion for Improvement (Saran untuk Perbaikan)

2.3.3 Enam Langkah Kaizen


Terdapat enam langkah yang digunakan dalam penyusunan Kaizen yaitu :
1. Menemukan potensi perbaikan
2. Menganalisi metode yang digunakan saat ini
3. Mencetuskan ide orisinil
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

26

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

4. Menyusun rencan penerapan


5. Menerapkan rencana
6. Mengevaluasi metode baru

2.4 Hubungan Antara Kaizen dengan Six Sigma


Hubungan Genba Kaizen dengan Six Sigma dapat dilihat melalui fase Plan,
do, Check, Action dimana Genba Kaizen sebagai fase plan dan Six Sigma sebagai
fase do, check, action. Dalam bangunan genba kaizen yang meliputi perencanaan
dan konsep pekerjaan, pilar pengendalian dan atap pengembangan, Genba Kaizen
menempati lantai dasar sebagai perencanaan dan konsep pekerjaan yang
berkualitas dan konsep improvemental sedangkan pilar Genba Kaizen sebagai
pengendalian dapat dilakukan dengan seven tools dan Six Sigma dan atap Genba
Kaizen sebagai pengembangan dapat menggunakan metode QFD. Sehingga Six
Sigma merupakan fungsi pengendaliatas kualitas dengan mempertimbangkan
konsep dasar Kaizen meliputi Seiri yang berarti ringkas,Seiton yang berarti rapi,
Seiso yang berarti resik, Seiketsu yang berati rawat dan Shitsuke yang berarti
disiplin.
2.5 Kajian Pustaka
Dalam melaukan penelitian, tidak terlepas dari penelitian terdahulu selain
untuk memperkuat hasil, juga untuk membandingkan hasil yang didapat. Sehingga
peneliti dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dari penelitian yang telah
dilakukan.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

27

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

No

Nama
Peneliti
Syaiful
Bachrie,
2007

Judul
Metode
Penelitian
Penelitian
Penerapan
Six Sigma
Stastical
Process
Control
Sebagai
Upaya
Implementasi
Metode Six
Sigma pada
PT. Indonesia
Marine divisi
Boiler

Endy
Firdian,
2008

Aplikasi
Servqual
Metode
dan
Six
Servqual dan Sigma
Six
Sigma
dalam
Menganalisa
Kualitas
Layanan PT.
PLN
(Persero)
Unit
Pelayanan
Jaringan
(UPJ) Dinoyo
malang

Rizky
Perdana
Lubis,
2005

Usulan
Perbaikan
Kualitas
produk CPO
dengan
menggunakan
Konsep
Kaizen di PT.
XYZ

kaizen,
seven tools
pada bagian
proses
produksi
dan alisisi
penerapan
5S,
pemborosan
(muda),

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

Hasil Penelitian
Dengan tujuan mengetahui nilai
SQLdan
DPMO,
menganalisis
stabilitas dan kapabilitas produk,
mencari
faktor-faktor
yang
mempengaruhi
stabilitas
dan
kapabilitas. Setelah dialkukan analisa
dan perhitungan-perhitungan dengan
menggunakan six sigma, maka didapat
kesimpulan bahwa perusahaan berada
pada tingkat kualitas sigma rata-rata
sebesar 3,38-sigma dengan DPMO
sebesar 30.054. Hal ini menunjukan
bahwa perusahaan sudah berada pada
tingkat kualitas Sigma yang cukup baik
meski masih memungkinkan untuk
diperbaiki supaya produk yang
dihasilkan dapat lebih kompetitif
1.
Hasil perhitungan dan analisa
servqual menunjukan bahwa kualitas
pelayanan PT. PLN UPJ dinoyo saat
ini masih belum mampu memberikan
pelayanan secara maksimal kepada
pelanggan. Hal tersebut dilihat dari
nilai harapan konsumen masih terlalu
tinggi dari kepentingan PT. PLN UPJ
Dinoyo.
Sedangkan
pengukuran
tingkat sigma menggunakan metode
six sigma menunjukan bahwalevel
sigma, DPMO, serta tingkat kepuasan
dari kualitas pelayanan PT. PLN UPJ
Dinoyo masih berkisar dilevel 2. Hal
ini menunjukan bahwa kualitas
pelayanan dari PLN masih jauh dari
target dari 6 sigma.
hasil diperoleh pada histogram yang
diperoleh dari check sheet, pareto
diagram terlihat kerusakan yang
terjadi pada bagian pengolahan
kerusakan terbesar adalah adanya
kadar air yang tinggi (33,49%) dan
kadar asam lemak bebas(ALB) yang
tinggi (33,79%). Dari hasil peneliting
dilakukan didapati kerusakan yang
paling besar adalah adanya kadar asam
28

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

lemak bebas (ALB) yang tinggi.


Faktor penyebab terjadinya kerusakan.
Minyak kelapa sawit ini adalah faktor
bahan baku, manusia, lingkungan,
mesin dan metode kerja. Seiri
membedakan barang-barang yang
diperlukan dan tidak diperlukan
dilantai produksi, Seiton menata semua
barang dengan pola yang tertib dan
posisi yang teratur ditempat yang
disediakan., Seiso menjaga kondisi
mesin dan alat kerja dalam keadaan
bersih, Seiketsu berarti tertib pribadi,
dimana operator harus mengikuti
aturan yang ada dan Shitsuke setiap
operator harus membangun disiplin
sendiri.
Joko
Aplikasi Six Six Sigma Dari hasil penelitian tersebut didapat
susetyo, Sigma
dan Kaizen hasil/kesimpulan bahwa nilai DPMO
Winarni, DMAIC dan
untuk pembuatan kaos DADUNG
Catur
Kaizen
sebesar 4509,384 kemungkinan bahwa
Hartanto, sebagai
proses pembuatan kaos tersebut tidak
2007
Metode
sesuai dengan keinginan pelanggan
Pengendalian
atau tidak sesuai denagn spesifikasi
dan
yang telah ditetapkan. Sedangkan
Perbaikan
untuk usulan pengendalian dan
Kualitas
perbaikan kualitas berdasarkan alatProduk
alat implementasi dari kaizen perlu
diadakannya pengawasan yang lebih
ketat lagi dalam hal kebersihan,
perawatan bahan bak, kenyamanan
operator
ditempat
kerjalebih
diperhatikan lagi, memberikan arahan
dan nasehat kepada karyawan pada
saat briefing agar mempunyai sikap
memiliki dan menjaga perusahaan
supaya pekerjaan lebih teliti serta
bertanggung jawab pada setiap
pekerjaannya.
Cyrilla
Pengendalian kaizen dan Hasil dari seminar tersebut adalah jenis
Indri
Kualitas
seven Tools cacat terbanyak terdapat pada benang
Parwati
Produk Cacat
(meleset, loncat, kendor). Jenis cacat
dan Rian dengan
ini disebabkan karena pada proses
Mandar
Pendekatan
pembuatan sarung tangan dan nat
Sakti,
Konsep
mempunyai ketentuan harus kecil atau
2008
Kaizen dan
tipis atau halus. Hal inilah yang
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

29

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

Analisis
Masalah
dengan Seven
Tools

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

membuat para pekerja banyak


mengalami kesalahan. Dari analisis
data terjadi penurunan cacat terbesar
pada Benang (meleset, loncat, kendor)
dari sebesar 35.33% menjadi 19.93 %
dan pada seterika ulang dari sebesar
26% menjadi 11.05% tetapi ada pula
yang mengalami kenaikan cacat
terbesar yaitu pada Benang sisa dari
sebesar 0% menjadi 33.66%. Hal ini
disebabkan cacat benang sisa langsung
ditangani oleh pekerja dan tidak
dimasukkan pada data jenis kecacatan.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai
kaizen, tingkat kualitas suatu produk
sudah meningkat tetapi belum efektif
karena masih ada beberapa jenis
kecacatan yang naik
prosentase
kecacatannya.

30

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian disusun dengan tujuan menjelaskan urutan langkahlangkah yang dilakukan dalam mengerjakan sebuah penelitian. Metodologi
penelitian dibuat dengan tujuan agar penyelesaian permasalahan yang menjadi
fokus dalam penelitian ini dapat berjalan secara sistematis dan terarah
Pada bab ini dibahas mengenai langkah-langkah dalam melakukan penelitian.
Dan adapun langkah-langkah yang ada dibagi menjadi empat tahapan, yaitu sebagai
berikut:
1. Tahap identifikasi
2. Tahap pengumpulan dan pengolahan data
3. Tahap analisis dan interpretasi hasil
4. Kesimpulan dan saran
Untuk dapat lebih mudah memahami mengenai setiap tahapan dalam
penelitian yang akan dilakukan, maka dijelaskan lebih rinci lagi yaitu sebagai
berikut :

3.1 Tahap Identifikasi


Untuk tahap yang pertama ini dibahas latar belakang permasalahan dari
penelitian ini, kemudian perumusan masalahyang terjadi bahan penelitian,
menetapkan tujuan dari penelitian, menentukan batasan-batasan dan asumsi-asumsi
yang digunakan didalam penelitian dan juga yang akan diperoleh dari hasil

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

31

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

penelitian yang diperoleh. Untuk jelasnya setiap tahapan yang ada pada tahap ini
adalah sebagai berikut :
3.1.1 Pengamatan Awal
Pengamatan awal berguna untuk melihat objek penelitian sebelum melakukan
tahapan lebih lanjut dan menentukan objek yang akan diteliti. Objek tersebut dapat
berupa tempat, manusia maupun literatur (tulisan)
3.1.2 Perumusan Masalah
Tahapan perumusan masalah adalah tahapan yang terpenting yang harus
dilakukan didalam sebuah penelitian. Karena nantinya perumusan maslah akan
berhubungan secara langsung pada penentuan tujuan dari permasalahan

3.1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan penelitian ditetapkan berdasarkan atas permasalahan yang telah
teridentifikasi dalam tahap perumusan masalah.

3.1.4 Studi Lapangan


Studi lapangan perlu dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi
obyek yang akan diteliti sebelum lanjut ke tahapan yang selanjutnya

3.1.5 Studi Pustaka


Studi pustaka sangat diperlukan dan tidak kalah pentingnya dengan studi
lapangan. Dari data-data yang diperoleh melalui studi lapangan, selanjutnya dataadata tersebut diolah dengan metode-metode yang digunakan untuk menyelesaikan
permasalahan yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Dan metode-metode

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

32

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

tersebut diperoleh dengan membaca dan mempelajari dari berbagai literatur yang
ada seperti buku, jurnal, ataupun skripsi dari penelitian yang sebelumnya.
3.2

Tahap Pengumpulan dan Pengolahan Data


Pada tahap ini peneliti mengumpulkan data untuk mendapatkan informasi dan

data dari obyek yang akan diteliti nantinya. Tahap define, measure, analyse
dilakukan pada tahapan ini.
3.2.1 Define
Pada tahap ini pendefinisian masalah serta tujuan proyek Six Sigma ini
dilakukan dimana pada tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasi produk atau
proses apa yang ingin diperbaiki dan apa yang menjadi critical to quality (CTQ)
1. Identifikasi Produk yang diamati
Data yang menjadi fokus pengamatan adalah produk dan data cacat yang
terjadi di PT. Mitrapak Era Mandiri
2. Identifikasi Critical To Quality (CTQ)
Identifikasi Critical To Quality (CTQ) dilakukan pada proses produksi
guna mengetahui cacat apa saja yang ada pada produk yang diamati.
3. Pembentukan tim Six Sigma
Pembentukan tim Six Sigma yang melibatkan orang-orang yang mengerti
proses produksi Sabun di PT. Mitrapak Era Mandiri.
3.2.2 Measure
Pada tahap ini dilakukan pengukuran-pengukuran terhadap baseline kinerja
dan nilai sigma dari masing-masing proses. Nantinya nilai sigma tersebut akan

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

33

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

dijadikan acuan pada tahap improve yang akan dilakukan. Perhitungan nilai sigma
ini akan menggunakan bantuan kalkulator sigma atau tabel konversi Six Sigma.
3.2.3 Analyse
Mendefinisikan sumber-sumber dan akar penyebab masalah yang dilakukan
dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

Mengidentifikasi cacat yang merupakan masalah utama dengan


menggunakan diagram pareto

Analisa penyebab terjadinya cacat dengan menggunakan diagram sebab


akibat

3.3

Tahap Analisa dan Interpretasi Hasil


Tahap analisa hasil adalah tahap dimana akan dilakukan proses analisis

terhadap hasil-hasil yang didapatkan dari proses pengolahan data. Dimana nantinya
dari proses analisa dan proses analisa dari interpretasi hasil akan dapat menjawab
apa yang menjadi tujuan dari penelitian. Tahap improve dan control dilakukan pada
tahapan ini.
3.3.1 Improve
Tahap improve dilakukan setelah mengetahui akar penyebab permasalahan,
kemudian dilanjutkan dengan menjadi input penyusunan langkah-langkah kaizen
dengan five M checklist dan

five step plan , dimana nantinya usulan ini

direncanakan dan diterapkan guna mengurangi permasalahan yang ada.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

34

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

3.3.2 Control
Control dilakukan setelah didapatkan hasil yang signifikan pada tahap
improvement, jika dengan usulan perbaikan yang diberikan dan memberikan hasil
yang positif atau mengurangi cact yang ada maka tahap control terus dilakukan
3.4

Tahap Kesimpulan dan Data


Dari analisa yang telah dilakukan maka dapat diberikan kesimpulan

berdasarkan penelitian yang menjadi fokus serta pemberian saran dalam kegiatan
penelitian ini.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

35

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

Mulai
Survey pendahuluan
Tahap
Identifikasi

Identifikasi dan Perumusan


Masalah
Tujuan Penelitian

Studi Kepustakaan

Tahap Pengumpulan
dan
Pengolahan Data

Studi Lapangan

DEFINE
1. Identifikasi produk yang diamati
2. Identifikasi CTQ
3. Pembentukan tim Six Sigma
4.

MEASURE

Mengukur baseline kinerja dan posisi Six


Sigma proses produksi
5.

ANALYZE
1. Menentukan cacat dominan (diagram pareto)
2. Menganalisa penyebab terjadi cacat (diagram
sebab akibat)

Gambar 3.1 Flowchart Penelitian

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

36

Laporan Skripsi
Jurusan Teknik Industri

A
Tahap analisa
dan interpretasi
hasil
IMPROVE
1. penyusunan akar penyebab
masalah cacat produk
2. Penyusunan Langkah-langkah
Kaizen

CONTROL
Penyusunan control plan

Tahap
kesimpulan dan
saran

Kesimpulan dan
saran

Selesai
Gambar 3.1 Flowchart Penelitian (lanjutan)

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - ITATS

37