Anda di halaman 1dari 2

MANAJEMEN NYERI

Jl. Cendrawasih No. 5-7


Singaraja

No. Dokumen
059 / RSU KU / Dir / SPO
/ III / 2014
Tanggal Terbit

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
I. PENGERTIAN

No. Revisi
01

Halaman

DITETAPKAN OLEH
DIREKTUR RSU KERTHA USADA

10 Maret 2014
dr. GEDE HANDRA PK
Manajemen nyeri menjadi salah satu isu penting dalam proses pemberian
layanan kesehatan kepada pasien. Pada implementasinya pelayanan
bermutu diberikan dengan mempedulikan rasa nyeri yang dialami pasien,
didukung dengan tools pengkajian nyeri yang sesuai dan terdokumentasi
dengan baik serta pemberian manajemen nyeri sesuai pedoman yang

II. TUJUAN

ditetapkan.
Memfasilitasi pasien untuk tindakan pengurangan nyeri, memperbaiki
kualitas hidup, mencegah terjadinya komplikasi (gagal ginjal, ulcus
peptikum akibat penggunaan obat anti nyeri dalam jangka waktu lama)

III. KEBIJAKAN

1.
2.
3.
4.

Surat Keputusan Direktur No.405/119.f/402.212/ 2009


tentang Hak dan kewajiban pasien di RS
Panduan Manajamen Nyeri RSU Kertha Usada

Undang-undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah


Sakit Pasal 32 mengenai Hak dan Kewajiban Pasien
Undang-undang No.29 Tahun 2014 tentang Praktek
Kedokteran Pasal 52 mengenai Hak Pasien

IV. PROSEDUR

1.

Lakukan pengkajian yang komprehensif tentang nyeri, termasuk


lokasi, karakteristik, onset/durasi, frekuensi, kualitas, intensitas,

2.

atau beratnya nyeri dan faktor presipitasi


Amati perlakuan non verbal yang menunjukkan ketidaknyamanan,

3.
4.

khususnya ketidakmampuan komunikasi efektif


Tuangkan hasil pengkajian pada formulir asesmen nyeri
Laporkan hasil pengkajian nyeri kepada dokter penanggung jawab

5.

agar mendapatkan tindak lanjut yang sesuai


Beri informasi kepada pasien/keluarga mengenai penyebab nyeri,
estimasi durasi nyeri yang akan dialami, tindakan antisipasi dan
pencegahan, serta prosedur yang akan dilakukan untuk mengurangi

6.

nyeri
Anjurkan dan motivasi pasien untuk melakukan evaluasi sendiri
tentang faktor faktor yang memperberat atau meringankan nyeri

7.

(misal : temperature ruangan, cahaya, kebisingan)


Ajarkan pasien bagaimana mengurangi atau menghilangkan faktor
yang menjadi presipitasi atau meningkatkan pengalaman nyeri
(misal: ketakutan, kelemahan, monoton, dan rendahnya
pengetahuan)

V. UNIT TERKAIT :

Instalasi Rawat Inap

ICU

HCU