Anda di halaman 1dari 7

Desfa Rahmi

10-171

LAPORAN KASUS
I.

II.

IDENTITAS PASIEN
Nama Pasien
: Tn. K
Umur
: 58 tahun
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Pekerjaan
: Petani
Alamat
: Tanah Garam
No. MR
: 300038
Anamnesis
a. Keluhan utama :
Kedua jari tangan dan jari kaki terasa nyeri sejak 3 bulan yang lalu
b. Riwayat Penyakit Sekarang :
Kedua jari tangan dan jari kaki terasa nyeri sejak 3 bulan yang lalu.
Nyeri dirasakan seperti panas dan pegal serta seperti ditusuk-tusuk
sampai pasien sakit apabila berjalan dan menggerakkan jari-jarinya.
Nyeri terutama dirasakan pasien pada waktu malam dan pagi hari
sebangun tidur dan mulai berkurang bila pasien sudah mulai

beraktifitas.
Terdapat benjolan pada sendi-sendi jari kaki dan tangan pasien sejak
1 bulan yang lalu. Benjolan awalnya kecil dan lama- lama menjadi

besar
Demam tidak ada
Riwayat trauma tidak ada
Riwayat minum minuman yang mengandung alcohol disangkal
BAK jumlah dan warna biasa
BAB warna dan konsistensi biasa.

c. Riwayat Penyakit Dahulu


:
Pasien tidak pernah menderita keluhan seperti ini sebelumnya
Riwat Hipertensi, DM, Jantung dan asma di sangkal

d. Riwayat Pengobatan
:
Pasien tidak pernah mengkonsumsi jamu dan obat-obatan.
e. Riwayat Penyakit Keluarga
:
Tidak ada anggota keluarga yang mempunyai keluhan yang sama.
f. Riwayat Psikososial
:
Kebiasaan makan pasien selalu memakan makanan seperti tempe,

III.

tahu, kacang dan jeroan hampir setiap hari


Pasien mengaku jarang berolahraga
Riwayat merokok (+) sejak umur 14 tahun dan sudah berhenti

sejak 2 tahun yang lalu


Riwayat konsumsi alcohol (-)

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum
Kesadaran
Tekanan darah
Frekuensi nadi
Frekuensi nafas
Suhu
BB
TB
BMI

: Baik
: Composmentis
: 120/70 mmHg
: 81 x/menit
: 20 x/menit
: 36,5 oC
: 63 kg
: 165 cm
: 23, 14 ( normoweight )

Status generalis
Kepala-Leher
Kulit

: Berwarna sawo matang, ikterus (-), sianosis (-)

Kepala

: Bentuk normal, tidak teraba benjolan, rambut


berwarna hitam

terdistribusi merata, tidak mudah

dicabut
Mata

OD : Bentuk normal, Konjungtiva anemis ( - ), sklera


tidak ikterik, palpebral superior et inferior tidak edema,
pupil bulat dengan diameter kurang lebih 3 mm, reflek
cahaya (+),

OS : Bentuk normal, Konjungtiva anemis ( - ), skelra


tidak ikterik, palpebral superior et inferior tidak edema,
pupil bulat dengan diameter kurang lebih 3 mm, reflek
cahaya (+),
Telinga

: Bentuk normal, liang telinga lapang, tidak ada sekret,

Hidung

tidak ada serumen


: Bentuk normal, tidak ada deviasi septum nasi, tidak

Mulut

ada sekret
: Bentuk normal, perioral tidak sianosis, bibir lembab,
lidah tidak kotor, arkus faring simetris, letak uvula di
tengah, faring tidak hiperemis, tonsil T1-T1, mukosa

Leher
Thorax
PARU
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

mulut tidak ada kelainan


: Pembesaran KGB -/-

: simetris pada keadaan statis dan dinamis


: fremitus kanan = kiri
: sonor dikedua lapangan paru
: ronki ( - ), wheezing ( - ), ekspirasi memanjang ( - )

JANTUNG
Inspeksi
: ictus cordis tidak terlihat
Palpasi
: ictus cordis teraba di 2 jari medial linea midklavikularis
sinistra RIC V
Perkusi
: Batas kanan jantung linea sternalis dextra ICS V
Batas atas jantung di ICS II
Batas kiri jantung pada 2 jari medial linea midklavikularis
sinitra RIC V

Auskultasi : bunyi jantung 1 dan 2 reguler, bising (-), gallop (-)

ABDOMEN

Inspeksi
Palpasi

: tidak terlihat adanya kelainan


: nyeri tekan(-), hepar tidak teraba, lien tidak teraba
3

Perkusi
: tympani
Auskultasi : bising usus normal

Ekstremitas
Superior

: Bengkak pada ibu jari dan telunjuk tangan kanan serta pada
telunjuk tangan kiri, edema (-), sianosis (-)

Inferior

: Bengkak pada ibu jari kaki kanan dan kiri, edema (-),
sianosis (-)

kekuatan motorik

IV.

V.
VI.

555

555

555

555

Pemeriksaan Penunjang
Kadar asam urat
Kadar asam urat serum
Diagnosis Kerja
Gout Arthritis stadium kronis bertofus
Anjuran Penatalaksanaan Penyakit
a. Preventif :
Berikut ini contoh-contoh tindakan yang dapat berkontribusi dalam
menurunkan kadar asam urat :
1. Penurunan berat badan (bagi yang obes).
2. Menghindari makanan (misalnya yang mengandung purin tinggi) dan
minuman tertentu yang dapat menjadi pencetus gout.
3. Mengurangi konsumsi alkohol (bagi peminum alkohol).
4. Meningkatkan asupan cairan.
5. Mengganti obat-obatan yang dapat menyebabkan gout (misal diuretik
tiazid).
6. Terapi es pada tempat yang sakit.
Intervensi dengan diet dengan mengurangi karbohidrat menurunkan
kadar urat sampai 18% dan frekuensi serangan gout sampai 67%.
Modifikasi gaya hidup

Banyak pasien gout mempunyai berat badan berlebih. Hiperurisemia


dan gout adalah komponen dari sindrom resisten insulin. Diet dan cara lain
untuk menurunkan insulin dalam serum dapat menurunkan kadar urat dalam
serum, sebab insulin tinggi akan mengurangi ekskresi asam urat. Alkohol
meningkatkan produksi urat dan menurunkan ekskresi urat dan dapat
mengganggu ketaatan pasien. Sebab iti secara rutin membahas diet dengan
pasien dengan gout, dan mengajak pasien merubah gaya hidup yang praktis
yang dapat mengurangi risiko gout, akan sangat berarti.
Biasanya diet sebaiknya diawali hanya pada saat inflamasi telah
terkendali secara total, karena diet ketat akan memperparah hiperurisemia dan
menyebabkan serangan akut gout. Hal yang sama untuk mencegah serangan
gout dengan minum kolkhisin atau NSAID pada saat upaya serius penurunan
berat badan. Separuh dari asam urat dalam tubuh di dapat dari asupan
makanan yang mengandung purin. Diet ketat purin sulit diikuti. Lagi pula
walau diet ketat diikuti, urat dalam serum hanya turun 1mg/dL dan ekskresi
urat lewat urin hanya turun 200mg/hari. Tetapi sayangnya kalau asupan
makanan purin dan alkohol diumbar maka kadar urat dalam serum dapat
melonjak, tidak jarang sampai 12-14mg/dL.
Panduan diet pasien Gout Arthritis

Tujuan Diet Purin :

Menurunkan kadar asam urat dalam darah


5

Membantu memperlancar pengeluaran asam urat

Syarat Diet :

Energy diberikan sesuai kebutuhan tubuh. Bila berat badan berlebih,

kebutuhan energy mengikuti pedoman diet energy rendah


Protein 1-1,2 g/kg BB atau 10-15% dari kebutuhan energy total. Hindari
bahan makanan sumber protein yang mempunyai kandungan purin >150

mg/100g
Lemak tidak lebih dari 10-20% dari kebutuhan energy total. Kelebihan

konsumsi lemak dapat menghambat pengeluaran asam urat


Karbohidrat 65-75% dari kebutuhan energy total, berupa karbohidrat

kompleks
Vitamin dan mineral diberikan sesuai kebutuhan
Banyak minum untuk membantu pengeluaran kelebihan asam urat, 2-3
liter/hari untuk mencegah terjadinya pengendapan asam urat dalam
ginjal ( batu ginjal)

Cara pengaturan diet :

Memasak

memanggang, dan pepes


Banyak makan buah-buahan yang mengandung air untu memperlancar

dengan

merebus,

mengukus,

mengungkap,

menumis,

pengeluaran asam urat


b. Promotif :
1. Menjelaskan kepada pasien bahwa penyakit ini akan kambuh jika
pasien sering mengkonsumsi makanan yang mengandung purin tinggi
2. Menjelaskan komplikasi terburuk dari penyakit ini agar pasien patuh
untuk berobat
c. Kuratif
:
Allopurinol 3 x 100 mg
Indometasin 2 x 25 mg

d. Rehabilitatif :
Jika nyerinya makin bertambah segera dibawa ke puskesmas atau

ke Rumah sakit terdekat.


Pasien disarankan untuk control ke poli penyakit dalam RSUD
Solok agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

VII.

Prognosis

: Dubia at bonam