Anda di halaman 1dari 15

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

A. Pengertian Bahan Ajar (Materi pembelajaran)


Materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang di
kembangkan berdasarkan standar kompotensi lulusan (SKL), standar kompotensi (SK),
kompetensi dasar (KD) pada standar isi yang harus di pelajari oleh sisiwa dalam rangka
mencapai kompetensi yang telah di tentukan.
B. Sumber belajar dan bahan ajar tampak sama tetapi berbeda
1. sumber belajar adalah bahan mentah untuk penyusunan bahan ajar.
2. sumber belajar adalah segala bahan yang baru memiliki kemungkinan untuk di jadikan
bahan ajar, sehingga masih berada pada tingkatan mempunyani potensi yang mampu
menimbulkan proses belajar. Sedangkan bahan ajar adalah bahan yang sudah secara
aktual di rancang secara sadar dan sistematis untuk pencapaian kompetensi peserta
didik secara utuh dalam kegiatan pembelajaran.
3. semua buku atau program audio, video, dan komputer yang berisi materi pelajaran yang
dengan sengaja di rancang secara sistematis, walaupun di jual di pasar bebas, maka
bahan-bahan tersebut dinamakan bahan ajar. Sementara, jika dengan tidak sengaja di
rancang secara sistematis, maka tidak bisa menyebutnya secara bahan ajar, meskipun
bahan-bahan ajar tersebut mengandung materi pelajaran.
C. Fungsi pembuatan bahan ajar
kembali kepada persoalan utama, yaitu tentang pentingnya pembuatan bahan ajar,
maka ada dua klasifikasi utama fungsi ajar sebagaimana diuraikan sebagai berikut:
1. Fungsi bahan ajar menurut pihak yang memanfaatkan bahan ajar.
a. Fungsi bahan ajar bagi pendidik, antara lain :
Mengetahui waktu pendidik dalam mengajar
Menugubah peran pendidik dari seorang pengajar menjadi seorang fasilitator.
Meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif; sebagai
pedoman bagi pendidik yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses
pembelajaran dan merupakan subtansi kompetensi yang sistematisnya di ajarkan
kepada peserta didik;
Sebagai alat evaluasi pencapaian atau penguasaan hasil pembelajaran
b. Fungsi bahan ajar bagi peserta didik antara lain:
Peserta didik dapat belajar tanpa harus ada pendidik atau teman peserta didik
yang lain
Pesersta didik dapat belajar kapan saja dan dimana saja yang dia kehendaki

Peserta didik dapat belajar sesuai kecepatannya masing- masing


Peserta didk dapat belajar menurut urutan yang dipilihnya sendiri
Membantu potensi peserta didik untuk menjadi pelajar/mahasiswa yang mandiri,
Sebagai pedoman bagi peserta didik yang akan mengarahkan semua aktivitasnya
dalam proses pembelajaran dan merupakan subtansi kompetensi yang seharusnya
yang dipelajari atau di kuasainya.

2. Fungsi bahan ajar menurut strategi pembelajaran yang di gunakan, berdasarkan strategi
pembelajaran yang digunakan, fungsi bahan ajar dapat dibedakan antara lain:
a. Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran klasikal,antara lain ;
Sebagai media utama dalam proses pembelajaran
Sebagai satu satunya informasi serta pengawas dan pengendali proses
pembelajaran (dalam hal ini, peserta didik bersifat pasif dan belajar sesuai
kecepatan pendidik dalam mengajar);
Sebagai penunjang media pembelajaran individual lainnya
b. Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran kelompok antara lain;
Sebagai bahan yang terintegrasi dalam proses belajar kelompok
Sebagai bahan pendukung bahan belajar utama, dan apabila dirancang sedemikian
rupa maka dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
.
3. Isi materi pembelajaran
a. Pengetahuan sebagai materi pembelajaran
b. Keterampilan sebagai materi pembelajaran Materi pembelajaran yang berhubungan
dengan keterampilan antara lain kemampuan mengembangkan ide, memilih,
menggunakan bahan, menggunakan peralatan,dan teknik kerja.
4. Sikap atau nilai sebagai materi pembelajaran Materi pembelajaran yang tergolong sikap
atau nilai adalah materi yang berkenaan dengan sikap ilmiah, anatara lain:
a. Nilai-nilai kebersamaan, mampu bekerja berkelompok dengan orang lain yang
berbeda suku, agama, dan sastra sosial
b. Nilai kejujuran, mampu jujur dalam melaksanakan observasi, eksperimen, tidak
memanipulasi data hasil pengamatannya
c. Nilai kasih sayang, tak membeda bedakan orang lain yang mempunyai karakter sama
dan kemampuan sosial ekonomi yang berbeda semua sama-sama makhluk tuhan;
d. Tolong menolong, mau membantu orang lain yang membutuhkan tanpa
mengharapkan imbalan apapun.
D. Prinsip- prinsip pengembangan materi pembelajaran
1. Prinsip
a. Prinsip relevansi artinya keterkaitan, materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada
kaitan atau ada hubungannya dengan pencapain standar kompetensi, kompetensi dasar
dan standar isi.

b. Prinsip konsistensi keajegan, jika kompetensi dasar yang harus di kuasai siswa satu
macam, maka materi pembelajaran yang harus diajarakan juga harus meliputi satu
macam.
c. Prinsip kecukupan artinya materi yang di ajarkan hendaknya cukup memadai dalam
membantu siswa menguasai siswa kompetensi dasar yang diajarkan.
2. Cakupan dan urutan materi pembelajaran
a. Cukupan materi pembelajaran.
Dalam menentukan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran perlu
memperhatikan beberapa aspek, yaitu:
Aspek kognitif (fakta, konsep, prinsip, dan prosedur)
Aspek afektif, dan
Aspek psikomotorik.
1. Kognitif (proses berfikir )
Kognitif adalah kemampuan

intelektual

siswa

dalam

berpikir,

menegtahui dan memecahkan masalah.


Menurut Bloom (1956) tujuan domain kognitif terdiri atas enam
bagian

a. Pengetahuan (knowledge)
mengacu kepada kemampuan

mengenal

materi

yang

sudah

dipelajari dari yang sederhana sampai pada teori-teori yang sukar.


Yang penting adalah kemampuan mengingat keterangan dengan
benar.
b. Pemahaman (comprehension)
Mengacu kepada kemampuan memahami makna materi. Aspek ini satu
tingkat di atas pengetahuan dan merupakan tingkat berfikir yang
rendah.
c. Penerapan (application)
Mengacu kepada kemampuan menggunakan atau menerapkan materi
yang sudah dipelajari pada situasi yang baru dan menyangkut
penggunaan

aturan

kemampuan

berfikir

dan

prinsip.

yang

lebih

Penerapan
tinggi

merupakan

daripada

tingkat

pemahaman.

d. Analisis (analysis)
Mengacu kepada kemampun menguraikan materi ke dalam komponenkomponen atau faktor-faktor penyebabnya dan mampu memahami
hubungan di antara bagian yang satu dengan yang lainnya sehingga
struktur dan aturannya dapat lebih dimengerti. Analisis merupakan
tingkat

kemampuan

berfikir

yang

pemahaman maupun penerapan.


d. Sintesa (evaluation)

lebih

tinggi

daripada

aspek

Mengacu kepada kemampuan memadukan konsep atau komponenkomponen sehingga membentuk suatu pola struktur atau bentuk baru.
Aspek ini memerluakn tingkah laku yang kreatif. Sintesis merupakan
kemampuan tingkat berfikir yang lebih tinggi daripada kemampuan
sebelumnya.
f. Evaluasi (evaluation)
Mengacu kemampuan memberikan pertimbangan terhadap nilai-nilai
materi untuk tujuan tertentu. Evaluasi merupakan tingkat kemampuan
berfikir

yang

Urutan-urutan

seperti

yang

tinggi.

dikemukakan

di

atas,

seperti

ini

sebenarnya masih mempunyai bagian-bagian lebih spesifik lagi. Di


mana di antara bagian tersebut akan lebih memahami akan ranahranah psikologi sampai di mana kemampuan pengajaran mencapai
Introduktion Instruksional. Seperti evaluasi terdiri dari dua kategori
yaitu Penilaian dengan menggunakan kriteria internal dan Penilaian
dengan menggunakan kriteria eksternal. Keterangan yang sederhana
dari

aspek

kognitif

seperti

dari

urutan-urutan

di

atas,

bahwa

sistematika tersebut adalah berurutan yakni satu bagian harus lebih


dikuasai baru melangkah pada bagian lain.
Aspek kognitif lebih didominasi oleh alur-alur teoritis dan abstrak.
Pengetahuan akan menjadi standar umum untuk melihat kemampuan
kognitif

seseorang

dalam

proses

pengajaran.

2. Afektif (Nilai atau Sikap)


Afektif atau intelektual adalah mengenai sikap, minat, emosi, nilai
hidup

dan

operasiasi

siswa.

Menurut Krathwol (1964) klasifikasi tujuan domain afektif terbagi lima


kategori

a. Penerimaan (recerving)
Mengacu kepada kemampuan memperhatikan dan memberikan respon
terhadap sitimulasi yang tepat. Penerimaan merupakan tingkat hasil
belajar terendah dalam domain afektif.
b. Pemberian respon atau partisipasi (responding)
Satu tingkat di atas penerimaan. Dalam hal ini siswa menjadi terlibat
secara afektif, menjadi peserta dan tertarik.

c. Penilaian atau penentuan sikap (valung)


Mengacu kepada nilai atau pentingnya kita menterikatkan diri pada
objek atau kejadian tertentu dengan reaksi-reaksi seperti menerima,
menolak atau tidak menghiraukan. Tujuan-tujuan tersebut dapat
diklasifikasikan menjadi sikap dan opresiasi.
d. Organisasi (organization)
Mengacu kepada penyatuan nilai, sikap-sikap yang berbeda yang
membuat lebih konsisten dapat menimbulkan konflik-konflik internal
dan membentuk suatu sistem nilai internal, mencakup tingkah laku
yang tercermin dalam suatu filsafat hidup.
e. Karakterisasi / pembentukan pola hidup (characterization by
a

value

or

value

complex)

Mengacu kepada karakter dan daya hidup sesorang. Nilai-nilai sangat


berkembang nilai teratur sehingga tingkah laku menjadi lebih konsisten
dan

lebih

mudah

diperkirakan.

Tujuan

dalam

kategori

ini

ada

hubungannya dengan keteraturan pribadi, sosial dan emosi jiwa.


Variable-variabel di atas juga telah memberikan kejelasan bagi proses
pemahaman taksonomi afektif ini, berlangsungnya proses afektif
adalah akibat perjalanan kognitif terlebih dahulu seperti pernah
diungkapkan bahwa:
Semua sikap bersumber pada organisasi kognitif pada informasi dan
pengatahuan yang kita miliki. Sikap selalu diarahkan pada objek,
kelompok atau orang hubungan kita dengan mereka pasti di dasarkan
pada

informasi

yanag

kita

peroleh

tentang

sifat-sifat

mereka.

Bidang afektif dalam psikologi akan memberi peran tersendiri untuk


dapat menyimpan menginternalisasikan sebuah nilai yang diperoleh
lewat kognitif dan kemampuan organisasi afektif itu sendiri. Jadi
eksistensi afektif dalam dunia psikologi pengajaran adalah sangat
urgen untuk dijadikan pola pengajaran yang lebih baik tentunya.
3. Psikomotorik (Keterampilan)
Psikomotorik adalah kemampuan yang menyangkut kegiatan otot dan
fisik.
Menurut Davc (1970) klasifikasi tujuan domain psikomotor terbagi lima
kategori yaitu :

a. Peniruan
terjadi ketika siswa mengamati suatu gerakan. Mulai memberi
respons serupa dengan yang diamati. Mengurangi koordinasi dan
kontrol otot-otot saraf. Peniruan ini pada umumnya dalam bentuk
global dan tidak sempurna.
b. Manipulasi
Menekankan perkembangan kemampuan mengikuti pengarahan,
penampilan, gerakan-gerakan pilihan yang menetapkan suatu
penampilan melalui latihan. Pada tingkat ini siswa menampilkan
sesuatu menurut petunjuk-petunjuk tidak hanya meniru tingkah
laku saja.
c. Ketetapan
memerlukan kecermatan, proporsi dan kepastian yang lebih tinggi
dalam penampilan. Respon-respon lebih terkoreksi dan kesalahankesalahan dibatasi sampai pada tingkat minimum.
d. Artikulasi
Menekankan koordinasi suatu rangkaian gerakan dengan membuat
urutan yang tepat dan mencapai yang diharapkan atau konsistensi
internal di natara gerakan-gerakan yang berbeda.
e. Pengalamiahan
Menurut tingkah laku yang ditampilkan dengan paling sedikit
mengeluarkan energi fisik maupun psikis. Gerakannya dilakukan
secara

rutin.

Pengalamiahan

tertinggi

merupakan

dalam

tingkat

domain

kemampuan
psikomotorik.

Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa domain psikomotorik


dalam

taksonomi

instruksional

pengajaran

adalah

lebih

mengorientasikan pada proses tingkah laku atau pelaksanaan, di


mana sebagai fungsinya adalah untuk meneruskan nilai yang
terdapat lewat kognitif dan diinternalisasikan lewat afektif sehingga
mengorganisasi dan diaplikasikan dalam bentuk nyata oleh domain
psikomotorik ini.

e. Penentuan urutan materi pembelajaran Materi pembelajaran yang sudah di tentukan


ruang lingkup serta kedalamannya dapat di urutkan melalui dua pendekatan pokok:
Pendekatan prosedural, langkah demi langkah.
Pendekatan hierarkis, urutan tingkatan atau jenjang.
Fungsi dan Manfaat Bahan Ajar
a. Fungsi bahan ajar
Fungsi bahan ajar adalah sebagai motivasi dalam proses kegiatan belajar mengajar
yang dilakukan oleh guru dengan materi pembelajaran yang kontekstual agar siswa

dapat melaksanakan tugas belajar secara optimal. Menurut Furqon (2009), bahan ajar
berfungsi sebagai berikut:
1) Pedoman bagi Guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses
pembelajaran,

sekaligus

merupakan

substansi

kompetensi

yang

seharusnya

diajarkan/dilatihkan kepada siswanya.


2) Pedoman bagi Siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses
pembelajaran,

sekaligus

merupakan

substansi

kompetensi

yang

seharusnya

dipelajari/dikuasainya.
3) Alat evaluasi pencapaian/ penguasaan hasil pembelajaran
4) Membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar
5) Membantu siswa dalam proses belajar
6) Sebagai perlengkapan pembelajaran untuk mencapai tujuan pelajaran.
7) Untuk menciptakan lingkungan / suasana balajar yang kondusif
b. Manfaat Bahan Ajar
1) Bagi guru
Adapun manfaat bahan ajar bagi guru adalah
a) Diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan
belajar peserta didik.
b) Tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh.
c) Memperkaya sistem pembelajaran karena dikembangkan dengan menggunakan
berbagai referensi.
d) Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar.
e) Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta
didik karena peserta didik akan merasa lebih percaya kepada gurunya.
f) Menambah angka kredit jika dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan.
2) Bagi perserta didik
Selain bermanfaat bagi guru,bahan ajar juga bermanfaat bagi peserta didik, antara lain:
a) Kehidupan pembelajaran di sekolah sangat dekat dengan buku ajar atau bahan
ajar.Buku ajar memiliki peran penting yaitu sebagai media yang digunakan oleh siswa
untuk menyerap ilmu (Henrowo:2006) menyatakan sebuah buku akan membantu
menyalakn otak siswa apabila buku tersebut dapat membuatnya senang dab nyaman
sehingga Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.
b) Kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap
kehadiran guru.
c) Mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus
dikuasainya.
3. Bentuk
bentuk sumber belajar dan bahan ajar Sumber belajar Kategori sumber belajar
yang bisa kita jumpai ,yakni:

a. Pengelompokan sumber belajar berdasarkan tujuan pembuatan dan bentuk atau isinya,
sementara itu menurut bentuk isinya, sumber belajar dibedakan menjadi lima macam,
yaitu;
Tempat atau alam sekitar
Benda
Orang
Buku
Peristiwa
b. Pengelompokkan sumber belajar berdasarkan jenisnya.
Langkah langkah pengembangan materi pembelajaran Secara garis besar langkah
langkah pengembangan materi pembelajaran meliputi:
Mengidentifikasi aspek aspek yang terdapat dalam standar komptensi dan
kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rajukan pengembangan materi
pembelajaran
Mengidentifikasi jenisjenis materi pembelajaran
Memilih materi pembelajaran yang sesuai atau relevan dengan standar kompetensi
dan kompetensi dasar yang telah teredintifikasi
Memilih sumber materi pembelajaran dan selanjutnya mengemas materi
pembelajaran tersebut
a) Memilih sumber materi pembelajaran
1. Sumber materi pembelajaran
Buku teks
Laporan hasil penelitian
Jurnal (penerbitan hasil penelitian dan pemikiran ilmiah)
Pakar bidang studi
Profesional
Standar isi
Penerbitan berkala seperti harian, mingguan, dan bulanan h. Internet
Media audio visual (TV, video, VCD, kaset audio)
Lingkungan (alam, sosial, seni budaya, teknik, industri, ekonomi)
2. Bahan pertimbangan pemilihan materi pembelajaran Cakupan materi pelajaran
adalah sedimikian luasnya sehingga pemilahan mana yang akan di pakai sebagai
materi pembelajaran yang kita sajikan untuk di pelajari siswa merupakan
keputusan yang relatif sulit, walaupun kita berhasil mengedintifikasikan materi
pembelajaran secara global dengan mencermati SK dan KD.

3. Jenis pengembangan
a. Penyusunan
b. Pengadaptasian
c. Pengadopsian

d. Perevisian
e. Penerjemahan
4. Pengemasan materi pembelajaran, hak cipta, dan penjiplakan
5. Setelah berhasil mengidentifikasi materi pembalajaran dan memilih sumber
materi pembelajaran, langkah selanjutnya adalah memutuskan dalam bentuk apa
materi pembelajaran tersebut disajikan kepada siswa. Berikut ini adalah uraian
tentang hak cipta, dikutip dari http:id.wikipedia.org/. Hak Cipta (lambang
internasional:) adalah hak ekslusif yang diberikan oleh pemerintah untuk
mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu
6. Bentuk pengemasan materi pembelajaran
A. Buku teks pelajaran Buku teks pelajaran seharusnya mempunyai dua misi
utama,:
Optimalisasi pengembangan pengetahuan deklaratif
Pengetahuan prosedural. Pengetahuan tersebut harus menjadi target utama
dari buku pelajaran yang di gunakan disekolah
1. Standar pengembangan buku teks pelajaran.
Standar penilaian di rumuskan dengan melihat tiga aspek utama, yaitu :
a) Standar yang berkaitan dengan aspek materi yang harus ada dalam setiap
buku pelajaran adalah sebagai berikut:
Kelengkapan materi
Keakuratan materi
Kegiatan yang mendukung materi
Kemuktahiran materi
Upaya meningkatkan kompetensi siswa
Pengorganisasian materi mengikuti sistematika keilmuan
Materi mengembangkan keterampilan dan kemampuan berfikir
Materi yang merangsang siswa untuk melakuakn inkuiry
Penggunaan notasi, simbol, dan satuan
b) Standar yang berkaitan dengan aspek penyajian yang harus ada dalam
setiap buku pelajaran adalah sebagai berikut:
Organisasi penyajian umum
Organisasi penyajian bab
Penyajian mempertimbangkan kebermaknaan dan kebermanfaatan
Melibatkan siswa secara aktif
Mengembangkan proses pembentukan pengetahuan
Tampilan umum
Variasi dalam cara penyampaian informasi
Meningkatkan kualitas pembelajaran
Anatomi buku pelajaran
Memperhatikan kesetaraan gender dan kepedulian terhadap
lingkungan
c) Standar yang berkaitan dengan aspek bahasa/keterbacaan yang harus ada
dalam setiap buku pelajaran adalah sebagai berikut:

Bahasa indonesia yang baik dan benar.


Istilah-istilah
Kejelasan bahasa.
Kesesuaian bahasa.
Mudah di baca
2. Pengembangan teks buku pelajaran Sebelum buku disusun, alangkah
baiknya terlebih dahuluh di analisis materi yang akan diajarkan. Analisis
materi di sesuaikan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar
dengan mempertimbangakan aspek ruang lingkup, kedalaman dan urutan
penyajiannya
3. Pemilihan buku pelajaran. Buku pelajaran yang ada dilapangan, ditinjau
dari jumlah, jenis, maupun kualitasnya sangat bervariasi. Sementara itu
pada umumnya menjadi rujukan utama dalam proses pembelajaran. Dengan
demikian, jika buku tidak memenuhi standar buku, terutama dalam
kegiatannya denngan konsep dan aplikasi konsep (miskonsepsi, bahkan
salah konsep), buku tersebut menjadi sumber pembodohan, bukan sumber
kecerdasan anak didik, buku yang demikian sangat berbahaya bagi dunia
pendidkan. Adapun kriteria buku untuk sekolah yang dapat di jadikan
standar di dalam pemilihan adalah:
Buku yang dipilih adalah buku yang sudah terstandarisasi (direkomendasi
oleh dirjen dikdasmen depdiknas) dan juga telah direkomendasikan oleh
kepala dinas pendidkan kabupaten/kota masingmasing
Kesesuain latar sosial (tempat dan waktu), dengan wilayah masing
masing
Latar sosial (tempat dan waktu), disamping sesuai diperhatikan pula unsur
nasional dan global
Kesesuaian konteks dalam penyajian buku pelajaran dalam keadaan dan
kondisi sekolah
Kesesuan penyajian dalam buku pelajaran dengan tingkat pemahaman
siswa pada umumnya di sekolah tersebut
Memiliki kesesuaian dengan program pembelajaran yang akan di
kembangkan oleh sekolah
Ada jaminan bahwa buku tersebut tersedia, mudah didapat di pasaran
lokal, dan sesuai dengan kebutuhan sekolah.
B. Modul
1. Pengertian modul
a) Suatu unit bahan yang dirancang secara khusus sehingga dipelajari oleh
pelajar secara mandiri

b) Merupakan program pembelajaran yang utuh, disusun secara sistematis,


mengacu pada tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur.
c) Memuat tujuan pembelajaran , bahan dan kegiatan untuk mencapai tujuan
serta evaluasi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran
d) Biasanya di gunakan sebagai bahan belajar mandiri
2. Komponen modul
a) Modul untuk siswa, berisi kegiatan belajar yang di lakukan siswa
b) Modul untuk guru, berisi petunjuk guru, teks akhir modul, dan kunci
jawaban tes akhir modul.
3. Karakteristik modul
a) Dirancang untuk sistem pembelajaran mandiri
b) Program pembelajaran yang utuh dan sistematis
c) Mengandung tujuan, bahan/kegiatan dan evaluasi
d) Disajikan secara komunikatif dua arah
e) Diupayakan agar dapt mengganti beberapa peran mengajar
f) Cakupan bahasan terfokus dan terukur
g) Mementingkan aktifitas belajar pemakai
4. Struktur modul
a) Pendahuluan Tujuan
Pengenalan terhadap topik yamg akan dipelajari
Informasi tentang pelajaran
Hasil belajar
Orientasi
b) Kegiatan bealajar, meliputi:
Kegiatan belajar I
Judul
Tujuan
Materi pokok Uraian materi, berisi penjelasan, contoh, ilustrasi,
aktas, tugas/latihan, dan rangkuman Tes mandiri
Kegiatan belajar II:
judul,
struktur seperti kegiatan belajar I bentuk aktifitas belajar antara lain:
1. Aktivitas mental/pikiran (aktifvitas yang bersifat memotivasi
untuk berfikir)
2. Aktivitas membaca/menulis (aktivitas yang bersifat memotivasi
untuk mau membaca dan menjawab pertanyaan secara tertulis)
3. Aktifitas melakukan tindakan lain (aktivitas yang bersifat
memotifasi untuk melakukan kegiatan, penelitian, praktikum,
observasi, demonstrasi, tugas pekerjaan rumah)
4. Penutup a) Salam, rangkuman, aplikasi, tindak lanjut, kaitan
dengan modul berikutnya b) Daftar kata penting. c) Daftar
pustaka, d) Kunci tes mandiri Modul yang baik di tentukan
berdasarkan: 1. Kecermatannya (accuracy) 2. Ketepatannya

(matching) 3. Kecukupannya (sufficiency) 4. Keterbacaanya


(readability)

5.

Bahasanya

(fluency)

6.

Illustrasinya

(attractiveness) 7. Perwajahannya (impression)


5. Bahasa dalam modul a) Gunakan bahasa percakapan, bersahabat,
komunatif b) Buat bahasa lisan dalam bentuk tulisan c) Gunakan
sapaan akrab yang menyentuh secara pribadi (kata ganti) d) Pilih
kalimat sederhana, pendek, tidak beranak cucu e) Hindari kalimat
pasif dan negatif ganda f) Gunakan pertanyaan retorik g) Sesekali
bisa digunakan kalimat santai,humor, ngetrend h) Gunakan
bantuan ilustrasi untuk imformasi yang abstrak i) Berikan
ungkapan pujian, memotivasi j) Ciptakan kesan modul sebagai
bahan belajar yang hidup
6. Penyajian materi dalam modul a) Gunakan pertanyaan retorik b)
Hindari ancaman c) Berbicara degan pembaca d) Gunakan kata
ganti orang e) Hindari negatif ganda f) Kalimat aktif lebih di
anjurkan g) Lihatlah perasaan pembaca
C. Diktat.
Diktat termasuk salah satu jenis cara pengemasan materi pembelajaran seperti
buku, namun tidak selengakap buku dan digunakan untuk kalangan sendiri
(secara formal, diktat tidak memiliki ISBN). Penyusunan diktat mengacu juga
pada pedoman pengembangan materi pembelajaran. Biasasnya diktat
digunakan untuk kalangan diri sendiri sebagai pendukung teks buku
pelajaran,dan dikarang oleh guru yang bersangkutan. Oleh karana itu isi diktat
seyogianya lebih bersifat kontekstual. Sebelum menyusun diktat hendakanya
dicermati keadaan potensi sekolah, dan lingkungan materi yang di sampaikan
menjadi kontekstual.
D. Lembar Kerja Siswa (LKS) Pemilahan materi pembelajaran seharusnya
berpijak pada pemahaman bahwa materi pembelajaran tersebut menyediakan
aktifitas-aktifitas yang berpusat pada siswa, dan dapat dikemas dalam bentuk
lembar kerja siswa (LKS). Selama ini sering terdengar keluhan bahwa LKS
hanya berisi soalsoal, dan siswa diminta mengerjakannya pada saat jam
kosong atau PR. Tentu saja LKS tidaklah selalu berisi latihan soal. Berikut ini
adalah alternatifalternatif tujuan pengemasan materi pembelajaran dalam
bentuk LKS :

1) LKS yang membantu siswa menemukan suatu konsep Salah satu cara
implementasi dikelas adalah dengan cara pengemasan materi pembelajaran
dalam bentuk LKS yang memiliki ciri LKS mengetengahkan terlebih
dahulu suatu fenomena yang bersifat konkrit, sederhana, dan berkaitan
dengan konsep yang akan di pelajari. Berdasarkan pengamatannya,
selanjutnya siswa di ajak untuk mengkonstuksi pengetahuan yang
didapatnya tersebut. LKS jenis ini memuat apa yang harus dilakukan siswa,
meliputi melakukan, mengamati, dan menganalilsis. Rumuskan langkah
langkah yang harus di lakukan siswa kemudian minta siswa untuk
mengamati fenomena hasil kegiatannya, dan berilah pertanyaanpertanyaan
analisis yang membantu siswa mengaitkan fenomena yang diamati dengan
konsep yang akan dibangun siswa dalam benaknya.
2) LKS yang membantu siswa menerapkan dan mengintegrasikan berbagai
konsep yang telah di temukan Di dalam sebuah pembelajaran, setelah siswa
berhasil menemukan konsep, siswa selanjutnya di latih untuk menerapkan
konsep yang telah di pelajari tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
3) LKS yang berfungsi sebagai penuntun belajar LKS ini berisi pertanyaan
atau isian yang jawabannya ada di dalam buku. Siswa akan dapat
mengerjakan LKS tersebut jika ia membaca buku, sehingga fungsi utama
LKS ini adalah membantu siswa menghafal dan memahami materi
pembelajaran yang terdapat di dalam buku.
4) LKS yang berfungsi sebagai penguatan LKS ini diberikan setelah siswa
mempelajari topik tertentu. Materi pembelajaran yang dikemas dalam LKS
ini lebih mengarah pada pendalaman dan penerapan materi pembelajaran
yang terdapat di dalam buku pembelajaran. LKS ini juga cocok untuk
pengayaan.
5) LKS yang berfungsi sebagai petunjuk paraktikum
E. Petunju praktikum
Mengacu Pada Meril Physial Science :Laboratory manual (1995), isi
petunjuk praktikum diorganisasikan sebagai berikut: 1) Penganatar Berisi
uraian singkat yang yang mengetengahkan bahan pelajaran (berupa konsepkonsep IPA) yang di cakup dalam kegiatan. 2) Tujuan Memuat tujuan yang
memuat pemasalahan. 3) Alat Dan Bahan Saat merumuskan alat dan bahan,
yakinkan pada diri anda bahwa peralatan tersebut dapat diperoleh untuk suatu
kelas. 4) Prosedur/langkah kegiatan Merupakan intruksi untuk melakukan

kegiatan selangkah demi selangkah. Bila di anggap perlu, ditampilkan sketsa


gambar untuk mempermudah kerja siswa. 5) Data hasil pengamatan Meliputi
tabeltabel data atau grafik kosong yang dapat diisi siswa untuk membantu
siswa mengorganisasikan data. 6) Analisis Membimbing siswa untuk
melakukan langkahlangkah analisis data sehingga kesimmpulan dapat di
peroleh, dapat berupa pertanyaan atau isian yang jawabannya berupa
perhitungan terhadap data. 7) Kesimpulan Berisi pertanyaanpertanyaan yang
didesain sedemikian rupa sehingga jawabannya berupa kesimpulan (menjawab
permasalahan) 8) Langkah selanjutnya Merupakan kegiatan perluasan, proyek,
atau telaah pustaka yang membantu siswa belajar lebih lanjut tentang materi
pembelajaran yang dia pelajari melalui kegiatan praktikum ini serta
penerapannya dalam bidang- bidang lain.
F. Handout Berdasarkan kamus, handout adalah sesuatu yang di berikan secara
gratis. Di dalam dunia pendidikan, hadout merujuk pada selembar/beberapa
lembar kertas yang berisi tugas atau tes yang diberikan guru kepada siswa.

DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka Belawati Tian.2003.Pengembangan Bahan Ajar.Jakarta:Universitas Terbuka
Akhmad,Sudrajat.2008.Pengembangan Bahan Ajar. Tersedia di http://akhmadsudrajat.
wordpress.com
Andi Sapta. 2009. Pengembangan Bahan Ajar. Tersedia di http://andi-sapta.blogspot.com
Bentar Saputro.2008. Pengertian Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator.
Teredia di http://bentarsaputro.blogspot.com
Depdiknas. 2006. Pedoman Memilih dan Menyusun Bahan Ajar. Jakarta.