Anda di halaman 1dari 4

Analisis Limbah Industri Ammonia

Pabrik amoniak merupakan salah satu jenis industri yang berpotensi sebagai sumber
pencemar lingkungan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya bahan kimia yang digunakan serta
temperatur dan tekanan operasi yang tinggi.
Buangan pabrik dapat berupa emisi,buangan cair maupun buangan padat. Beberapa
sumber emisi adalah Flue gas dari primary reformer, Vent gas dari CO 2 removal, Breathing gas
dari oil buffers, Fugitive emissions (dari flanges, stuffing boxes, dll), Purge dan flash gases dari
synthesis section (biasanya ditambahkan ke bahan bakar primary reformer) dan Non-continuous
emissions (venting dan flaring).
1) Limbah gas
- Carbon dioxide (CO2)
- Flue gas dari primary reformer
- Gas lainnya : gas lainnya dihasilkan dari gas hasil pembakaran dan digunakan sebagai
system pemanas. Jika pada akhirnya akan dibuang ke lingkungan perlu adanya
penghilangan sehingga hanya flue gas yang dibuang ke lingkungan. Polutan lainnya
dalam flue gas antara lain; NOx yang dinyatakan sebagai NO 2, SO2 (tergantung jenis
-

bahan bakar), CO.


Vent gas dari CO2 removal. Bergantung pada kebutuhannya, kebanyakan produk CO2
akan dibuang ke udara. Dalam buangan ini terdapat pula sejumlah kecil gas sintesa

dan uap solvent.


Breathing gas dari cadangan oli. Emisi ini mengandung NH3, gas sintesa dan oli

pelumas.
Emisi fugitive. Jenis emisi ini berasal dari flange, kotak penyimpanan dan lain-lain.
Purge gas dan flash gas. Emisi ini mengandung amoniak serta NOX.
Non-continuous emissions. Yang tergolong pada non-continuous emission ini antara
lain adalah NOX yang terjadi selama flaring gas sintesa..

2) Limbah cair
- Proses kondesat : air yang digunakan sebagai umpan fluida untuk boiler
- Blow down water yang berasal dari steam generator : tidak berbahaya dan dapat
-

dimanfaatkan untuk aliran fluida pendingin


Blow down water yang berasal dari aliran fluida pendingin: dapat digunakan
sebelum dibuang tergantung pada tingkat konsentrasi dan kandungan inhibitor korosi,
kekuatan stabiliser dan biocides

Air limbah yang berasal dari proses demineralisasi pada umpan masuk boiler : dapat

dialiri setelah tahap neutralisasi


Limbah larutan alkali dari CO2 scrubbing

Pada kondisi normal, tidak terdapat limbah cair


3) Limbah padat
- Lumpur : lumpur dihasilkan pada aliran fluida pendingin dimana penghilangan
-

lumpur dapat menggunakan metoda sesuai komposisi pengotor.


Sisa katalis dan purification masses: umur katalis selama 2 sampai 8 tahun
tergantung penggunaan tertentu dan metode operasi. Ketika katalis sudah tidak dapat
digunakan, akan digantikan dengan yang baru. Kebanyakan katalis mengandung
jumlah penting dari oksida dan sulfida logam berat Co, Ni, Mo, Cu, Zn dan Fe, yang
tidak larut dalam air

The M. W. Kellogg Company has developed a closed system, consisting of a stripper and ion
exchange unit, that recovers and treats process condensate. The stripper removes ammonia,
carbon dioxide, and methanol from the process condensate leaving concentration levels of
approximately 20, 40, and 50 ppm in the gas, respectively. The stripper overhead is then
condensed to retrieve the aqueous ammonia. The process condensate is recycled to the ammonia

unit and therefore is not contributing to effluent discharge. Since the recycled condensate is used
as feedwater for the high pressure steam system, the amount of water needed to be demineralized
is reduced, subsequently decreasing the amount of effluent discharged from the demineralizer.
Although this stripper system has been favorable in its demonstrated control, certain
disadvantages are associated with its operation, such as the entire amount of condensate is not
reused, a great amount of steam is required, and air pollutant emissions are not eliminated
entirely.
M.W. Kellogg Company telah mengembangkan suatu system tertutup, yang terdiri dari stripper
dan unit penukar ion yang merecover dan mengolah kondensat dari proses. Stripper
menghilangkan ammonia, karbondioksida, dan methanol dari kondensat sehingga konsentrasi
akhirnya menjadi masing-masing maksimum 20, 40, dan 50 ppm dalam gas. Hasil atas stripper
dikondensasi untuk mendapatkan larutan ammonia. Kondensat dari proses di-recycle ke unit
ammonia sehingga tidak masuk ke dalam limbah yang akan dibuang. Karena kondensat yang direcycle digunakan sebagai feedwater untuk system uap bertekanan tinggi, jumlah air yang
dibutuhkan untuk didemineralisasi menjadi berkurang, sehingga mengurangi jumlah air limbah
yang akan dibuang dari demineralizer. Meskipun system stripper ini lebih di sukai di dalam
demonstrasi control

Efek Produksi Amonia Terhadap Lingkungan


Buangan industri amoniak dapat mengganggu kesehatan kerja dan lingkungan sekitar.
Oksida nitrogen, NOx dan oksida sulfur, SOx akan menimbulkan hujan asam sehingga dapat
merusak tumbuh-tumbuhan dan kehidupan air. Klorida, Cl, dapat merusak sistim pernapasan dan
membran mucous mata. Padatan tersuspensi akan mengganggu pernapasan, jarak pandang,
mengakibatkan iritasi mata, dan pada beberapa padatan dapat mengakibatkan pengendapan pada
saluran pernapasan dan tumbuh-tumbuh

Wiwoho, Djoko. 2000. Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dengan Penerapan


Teknologi Proses Terbaik BEST AVAILABLE TECHNIQUES Untuk Produksi

Amoniak. Jurnal Teknologi Lingkungan, Vol.1, No. 2.


VGYAN, Inc. 1995. Control and Pollution Prevention Options for Ammonia

Emissions. EPA-456/R-95-002.
EFMA. 2000. Production Of Ammonia. Belgium