Anda di halaman 1dari 2

Nama

: Zulfina Agustin
No. Mahasiswa : 15/391867/PEK/21313
Kelas
: Reguler 67 A
Mata Kuliah
: Business Ethics
Dosen
: Bpk. Supriyadi, M.Sc, C.M.A, Ph.D
RESUME BAB 3 SISTEM BISNIS
Dalam dunia bisnis tentunya terdapat berbagai kontroversi, salah satunya adalah
kontroversi seputar kebijakan industri. Kebijakan industri ini melahirkan dua ideologi
sistem bisnis, yaitu sistem pasar dan sistem perintah. Yang dimasud dengan sistem
perintah ialah sebuah otoritas membuat keputusan tentang apa yang akan diproduksi,
siapa yang akan memproduksi dan siapa yang akan mendapatkan. Alternatif sistem
perintah ini ialah sistem pasar bebas yang dimana semua perusahaan masing-masing
dimiliki oleh individu yang berbeda dan mencari keuntungan dengan cara yang
berbeda membuat keputusan atas apa yang akan diproduksi dan bagaimana
memproduksinya.
Beberapa pendukung pasar bebas seperti Locke memberikan gagasan bahwa hak
properti pribadi adalah hak yang diberikan oleh alam dan telah ada sebelum adanya
pemerintahan, pemerintah wajib menghargai dan melindungi hak properti pribadi
yang tercipta dari usaha dan pertukaran. Terdapat empat kelemahan dalam pendapat
Locke, yaitu: a. Ketidak jelasan asumsi bahwa individu memiliki hak alami b. Konflik
antara hak negatif dan positif c. konflik antara hak dan prinsip keadilan d. Asumsi
individualistik yang dibuat Locke serta konfliknya dengan kewajiban untuk
memberikan perhatian. Adam Smith berpendapat bahwa pasar bebas disertai dengan
properti pribadi menjamin bahwa ekonomi akan menghasilkan apa yang diiginkan
konsumen bahwa harga yang ditetapkan adalah serendah mungkin, dan bahwa
sumberdaya yang digunakan seefisien mungkin sehingga utilitas ekonomi para
anggota masyarakat dapat dimaksimalkan. Pendapat Adam Smith ini dirasa keliru,
karena bahwa semua sumber dana yang digunakan untuk produksi akan dibebankan
kepada konsumen dan produsen akan menekan biaya untuk mendapatkan
keuntungan sebesar mungkin.
Dalam perkembangannya, pasar bebas ini lambat laun akan berevolusi menjadi
pasar kapitalis yang dimana didalam nya terjadi empat bentuk pengasingan yaitu, a.
Masyarakat kapitalis memberikan penguasaan atas hasil usaha para pekerja pada
orang lain, b. mengasingkan pekerja dari aktivitasnya sendiri, c. mengasingkan orangorang dari diri mereka sendiri dengan menanamkan pandangan keliru atas apa yang
mereka butuhkan dan inginkan, d. Mengasingkan manusia satu sama lain dengan
memisahkan mereka ke dalam kelas-kelas sosial yang bertentangan dan tidak
sederajat serta menghancurkan komunitas dan hubungan perhatian.
Menanggapi berbagai kontra ini, muncul sebuah kesimpulan perpaduan antara
peraturan pemerintah, pasar bebas parsial, dan kepemilikan pribadi terbatas atau
yang disebut dengan pasar campuran. Ekonomi campuran ini mempertahankan
sistem pasar dan kepemilikan pribadi namun sekaligus bergantung pada kebijakan
pemerintah untuk mengatasi kekurangan-kekurangannya.
Kembali kepada gagasan Locke mengenai hak properti pribadi yang berkaitan
dengan kepemilikan individu serta gagasan sosial yang menekankan kepemilikan
sumberdaya secara kolektif. Terdapat perdebatan sengit mengenai properti intelektual
yang diciptakan oleh teknologi modern. Properti intelektual adalah properti yang
terdiri dari objek-objek abstrak dan nonfisik, properti intelektual bersifat non eksklusif.
Sedangkan gagasan tidak bisa dimiliki atau menjadi properti pribadi dan tetap
menjadi properti semua orang, namun ekspresi gagasan dapat memperoleh hak cipta.
Para pengikut Locke dan Smith bersikeras bahwa tingkat intervensi pemerintah
yang ditolerir sistem ekonomi campuran lebih banyak merugikan dibandingkan
menguntngkan. Sementara pendukung sistem ekonomi campuran menyatakan bahwa

dalam sistem ekonomi campuran, pemerintah mendukung kepentingan-kepentingan


bisnis dan tindakan membiarkan bisnis menetapkan kebijakan sendiri akan
memperburuk masalah-masalah ekonomi yang terjadi saat ini. Namun ada
kemungkinan bahwa sistem ekonomi campuran merupakan gabungan terbaik dari
keuntungan-keuntungan utilitaria dari pasar bebas dalam kaitannya dengan hak asasi
manusia, keadilan, dan perhatian yang menjadi karakteristik kekuatan dari
perekonomian yang terencana.
ANALISIS KASUS MENGENAI ACCOLADE VS SEGA
Accolade merupakan sebuah perusahaan perangkat lunak di San Jose, california
yang memproduksi serta memasarkan game-game yang bisa dimainkan di console
game sega. Kedua perusahaan ini tidak melakukan kerjasama, sehingga Accolade
tidak mendapatkan lisensi dari sega dan sega tidak mendapatkan profit dari Accolade.
Suatu saat Sega mengalami kerugian, maka sega mengeluarkan teknologi baru
genesis yang dimana hanya game yang diproduksi oleh pihak sega saja yang bisa
dioperasikan oleh console sega. Menanggapi hal ini, accolade berusaha mencari solusi
dengan cara melakukan reverse engineering yaitu menganalisa bagaimana produk
tersebuat dibuat dan bagaimana cara kerjanya. Didapatkanlah source code dari
penelitian tersebut. Dengan didapatkannya sourche kode ini, accolade kembali
memproduksi game-game yang dapat dimainkan di console game sega. Mengetahui
hal tersebut, perusahaan sega merasa dirugikan karena kode tersebut telah dibajak
dan dijual dipasaran secara bebas tanpa izin dari pihak sega. Sega kemudian
mengajukan tuntutan nya ke ranah hukum, dan kasus pun dimenangkan oleh pihak
sega. Accolade diminta untuk menarik semua produknya dari pasar. Namun Accolade
mengajukan banding atas hal ini, Accolade berpendapat bahwa kode rahasia, alat
pengaman yang digunakan oleh pihak sega adalah merupakan properti publik yang
boleh digunakan oleh semua orang. Dan kasus pun dimenangkan oleh pihak Accolade.
Dalam kasus ini, Accolade telah melanggar kode etik karena telah melakukan
penelitian, penduplikasian serta pembajakan teknologi yang digunakan oleh sega
guna mengambil keuntungan dari penjualan game-game ciptaannya. Accolade
melakukan reverse engineering tanpa sepengetahuan dan izin dari pihak sega selaku
pemilik hak cipta produk Genesis, accolade sengaja menyalin private property tanpa
sepengetahuan dari sega.
Pemerintah wajib turun tangan guna memberikan perlindungan terhadap hak
cipta yang dimiliki oleh sega seperti yang dikatakan oleh Locke pemerintah wajib
menghargai dan melindungi hak properti pribadi yang tercipta dari usaha dan
pertukaran. Merujuk pula pada dasar dari ekonomi campuran yang dimana
mempertahankan sistem pasar dan kepemilikan pribadi namun sekaligus bergantung
pada kebijakan pemerintah untuk mengatasi kekurangan-kekurangannya.
Berawal dari alasan sega mengubah teknologinya menjadi berbasis genesis
karena mengalami kerugian yang disebabkan oleh sedikitnya pembeli game sega,
sedangkan produsen game lain justru diuntungkan karena sebelumnya console sega
dapat dengan bebas digunakan oleh game apa pun. Ini artinya permasalahan
sebenanrnya dapat diselesaikan dengan dibuatnya sistem kerjasama antara pihak
sega dan perusahaan produsen game (dalam hal ini accolade). Perusahaan sega
dapat memberikan izin dan lisensi genesis kepada accolade, sedangkan accolade
memberikan sharing profit kepada sega atas game-game yang ia produksi. Dengan
demikian keduanya sama-sama diuntungkan. Alternatif ini mengacu pada prinsip etika
hak dan kewajiban. Konsep hak sendiri ialah klaim atau kepemilikan individu atas
sesuatu. Seseorang dikatakan memiliki hak jika dia memiliki klaim untuk melakukan
tindakan dalam suatu cara tertentu atau jika orang lain berkewajiban melakukan
tindakan dalam suatu cara tertentu kepadanya.