Anda di halaman 1dari 11

Pengaruh Cahaya terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Tanah

Posted on January 9, 2015 by

semoga laporan penelitian berikut ini, bermanfaat bagi teman-teman.


LAPORAN PRAKTIKUM
PENGARUH CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN BIJI KACANG TANAH

Disusun Oleh:
Bayu Khoirul M.(6)
Laili Niamah(14)
Laili Ulfa H.(15)
Luthfi Dwi S.(17)
Muhlatus Siriyah(22)
Wahyu Setiyo(33)
Yenny Rossyyta(34)

Kelas XII IPA 2


Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bawu Jepara
2012/2013
BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Allah menciptakan alam ini seisinya dengan penuh keberagaman dan
kesempurnaan. Tidak ada kata sia-sia dan tanpa guna. Semua memiliki nilai lebih
yang kadang tidak diketahui manfaatnya oleh manusia.
Dalam menjalani kehidupan, makhluk hidup memiliki peraturan-peraturan
sendiri. Walaupun antara manusia, tumbuhan dan hewan memiliki ciri kehidupan
masing-masing, namun tidak dapat dipungkiri, bahwa ketiganya adalah makhluk
Allah yang memiliki kekhususan tersendiri.
Diantara ketiga makhluk hidup di atas, tumbuhan memiliki karakter yang lebih
banyak perbedaannya dengan manusia dan hewan. Hal ini, tentunya sesuai
dengan siklus hidupnya yang tidak terlalu mudah untuk diamati, karena
tumbuhan tidak dapat berpindah tempat secara bebas seperti halnya manusia
dan hewan.
Tumbuhan memiliki banyak faktor yang berpengaruh bagi kelangsungan
hidupnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pertumbuhan dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal
terdiri atas genetika (hereditas) dan hormon. Sedangkan faktor eksternal
meliputi cahaya, suhu, nutrien, dan kelembapan.
Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, adalah
faktor cahaya. Cahaya sangat dibutuhkan oleh tanaman, untuk kelangsungan
hidupnya. Keberadaan cahaya begitu penting karena berasal dari cahaya itulah,
makanan yang diperlukan oleh tanaman dapat terpenuhi melalui proses
fotosintesis.
Adanya anggapan bahwa tanaman pasti akan mati dan terhenti pertumbuhannya
jika tidak terkena cahaya, pada prinsipnya hal ini ada benarnya. Karena cahaya
merupakan salah satu faktor pertumbuhan. Sehingga, tumbuhan atau tanaman
tersebut tidak dapat bertahan hidup lama, seperti halnya tanaman pada
umumnya.
Cahaya memang memiliki peran sangat penting bagi pertumbuhan tanaman.
Sehingga, keberadaannya pun sangat di butuhkan oleh tanaman, pada
umumnya. Sebenarnya, cahaya yang dibutuhkan oleh tanaman tidak harus
cahaya secara langsung dan dalam kapasitas tertentu. Hal ini, seakan
menunjukkan bahwa, yang penting tanaman tersebut terkena cahaya, sehingga
dapat berfotosintesis.
Tumbuhan adalah makhluk yang tidak dapat berpindah tempat sendiri, seperti
halnya manusia ataupun hewan. Untuk itu, sebagai sesama makhluk hidup,
alangkah baiknya jika saling peduli terhadap makhluk hidup lainnya. Namun,
semua tentu harus dilandasi ilmu, sebagai modal untuk memperbaiki kehidupan.

Oleh karena itu, untuk mengetahui seberapa penting dan seberapa besar
pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman, terlebih kacang tanah, maka
dilakukanlah penelitian ini. Dalam penelitian ini diharapkan hasilnya sesuai
dengan teori yang telah ada dan disempurnakan melalui penelitian secara
langsung ini.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat di rumuskan tentang,
Bagaimana pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang tanah?
C. TUJUAN PENELITIAN
Karya tulis ini memiliki tujuan untuk :
Mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang tanah.
Mengamati pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang tanah.
D. MANFAAT PENELITIAN
Karya tulis ini di harapkan dapat memberi manfaat secara :
Teoritis
Sebagai upaya pengembangan khasanah keilmuan dan pengetahuan kehidupan
manusia.
Praktis
Penulis, dapat mengetahui secara langsung bagaimana pengaruh cahaya
terhadap pertumbuhan biji kacang tanah.
Masyarakat, sebagai sumber informasi tentang pengaruh cahaya terhadap
pertumbuhan tanaman.
Madrasah, sebagai awal pengembangan penelitian tentang pengaruh cahaya
pertumbuhan tanaman dan penelitian ilmiah lainnya.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. PENGERTIAN PERTUMBUHAN
Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irereversible (tidak dapat
balik) karena adanya pembelahan mitosis/pembesaran sel, dapat pula di
sebabkan oleh keduanya.[1]
Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran, baik volume, bobot,
jumlah sel/protoplasma yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke asal).
[2]

Parameter yang biasa di gunakan pada proses pertumbuhan ialah volume, bobot,
panjang, lebar, atau tinggi tumbuhan.
Berdasarkan kemampuan bagian suatu tumbuhan dalam melakukan
pertumbuhan maka proses pertumbuhan dapat di bagi menjadi sebagai berikut:
Pertumbuhan terbatas (determinate)
Yaitu pertumbuhan sampai ukuran tertentu, kemudian berhenti dan selanjutnya
menjadi tua dan akhirnya mati. Contoh bagian tumbuhan yang melakukan
pertumbuhan determinate ialah daun, bunga, buah, dan ruas.
Pertumbuhan tak terbatas (indeterminate).
Yaitu pertumbuhan yang terjadi secara secara terus menerus selama hidupnya.
Contohnya pucuk batang, ujung akar, dan cambium.
Proses pertumbuhan suatu tanaman diawali dari sebuah sel tunggal (zigot) yang
mengalami pembelahan mitosis berulang-ulang menjadi embrio multisellular
dalam biji. Pada proses ini terjadi pembelahan sel dan di pusatkan pada bagian
khusus dari tumbuhan yang di sebut meristem apical.
B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dapat di bedakan menjadi 2,
yaitu faktor internal yang terdiri atas genetika & hormone. Adapun faktor
eksternal meliputi cahaya, suhu, nutrient, dan kelembaban.
Genetika
Genetika dikenal dengan gen merupakan sumber informasi yang dimiliki oleh sel
organisme. Gen mengendalikan proses fisiologi & biokimia dalam sel sejalan
dengan pertumbuhan & perkembangan. Akan tetapi, faktor genetika ini hanya
akan optimal pembentukan klorofil.[3]
Hormon
Hormon tumbuhan disebut juga fitohormon, merupakan zat yang dapat
menggiatkan sel karena diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan
tanaman.
Cahaya
Cahaya adalah suatu energi yang berbentuk gelombang dan membantu kita
untuk melihat.
Cahaya juga merupakan dasar ukuran meter dimana 1 meter sama dengan jarak
di lalui cahaya vakum pada 1/229,792,458 detik. Kecepatan cahaya didefinisikan
pada kecepatan 299,792,458 meter. Cahaya di butuhkan dalam keseharian.
Suhu

Setiap tumbuhan mempunyai suhu minimum,optimum,& maksimum yang


berbeda-beda. Keberadaan suhu ini erat hubungannya dengan kerja enzim. Jika
suhu terlalu tinggi terlalu rusak rendah, enzim akan rusak.
Nutrient
Nutrient adalah sumber energi dan sumber materi untuk menyintesis berbagai
komponrn sel. Nutrient yang di butuhkan tumbuhan bukan hanya karbondioksida
dan air, tetapi juga unsur-unsur lainnya.
Kelembaban
Kelembaban tanah (habitat tumbuhan) & udara umumnya mempercepat
pertumbuhan. Hal ini terjadi karena sel-sel akan mengalami pembelahan yang
maksimal.
C. CAHAYA SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR PERTUMBUHAN.
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya di
gunakan untuk proses fotosintesis, yaitu membentuk zat makanan.
Cahaya juga mempengaruhi pembentukan klorofil. Efek cahaya meningkatkan
kerja enzim untuk memproduksi zat metabolic untuk pembentukan klorofil.
Sedangkan, pada proses fotosintesis, intensitas cahaya mempengaruhi laju
fotosintesis saat merlangsung reaksi terang. Jadi, cahaya secara tidak langsung
mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena hasil
fotosintesis berupa karbohidrat di gunakan untuk pembentukan organ-organ
tumbuhan.
Meskipun berperan dalam proses fotosintesis dan pembentukan klorofil,
keberadaan cahaya dapat menghambat pertumbuhan. Hal ini terjadi karena
cahaya dapat memacu difusi auksin (cahaya menghambat pertumbuhan
meninggi karena cahaya dapat menguraikan hormon auksin) ke bagian yang
tidak terkena cahaya. Hal ini dapat kita lihat pada tumbuhan yang berada di
tempat gelap akan lebih cepat tinggi dari pada tumbuhan yang berada di tempat
terang. Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap di sebut etiolasi. Namun,
tumbuhan tersebut memiliki batang yang panjang berwarna kepucatan dan daun
berwarna kuning. Tumbuhan tampak pucat dan lemah karena produksi klorofil
terhambat oleh kurangnya cahaya. Sedangkan, pada tumbuhan yang tumbuh di
tempat terang , daun lebih berwarna hijau, tetapi batang menjadi lebih pendek
karena aktifitas hormon pertumbuhan auksin terhambat oleh adanya cahaya.
D. PENGERTIAN BIJI
Biji adalah alat produksi, penyebaran, dan kelangsungan hidup suatu tumbuhan.
Selain itu, bagi tumbuhan berbiji, biji merupakan awal dari kehidupan tumbuhan
baru di luar induknya. (Faidah Rahmawati, dkk., 2007: 2)
Pada biji tanaman dikotil maupun monokotil, plumula merupakan poros embrio
yang tumbuh ke atas yang selanjutnya akan tumnuh menjadi daun pertama,

sedangkan radikula adalah poros embrio yang tumbuh ke bawah dan menjadi
akar primer.
E. HIPOTESIS
Berdasarkan teori pertumbuhan tanaman dan referensi lain yang peneliti baca,
maka hipotesis penelitian ini adalah ada pengaruh cahaya terhadap
pertumbuhan biji kacang tanah
[1] Dra. D. A. Pratiwi et. al; Biologi untuk SMA Kelas XII (Jakarta: Erlangga, 2007),
hal. 2.
[2] Faidah Rachmawati et. al; Biologi: Biologi untuk SMA/MA Kelas XII Program IPA
(Jakarta: Ricardo, 2007), hal. 2.
[3] Begot Santoso, Biologi: Pelajaran Biologi untuk SMA/MA (Jakarta: Interplus,
2007), hal. 9
BAB III
METODE PENELITIAN
A. ALAT DAN BAHAN PERCOBAAN
Gelas plastik bekas/pot 6 buah
Sendok makan
Penggaris
Tanah berhumus
Air
Biji kacang tanah
B. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
tempat
waktu

: MAN Bawu Jepara


: Selasa, 24 Juli 2012 s.d Kamis, 9 Agustus 2012

C. CARA KERJA
Melakukan seleksi biji kacang tanah yang baik dengan cara merendamnya dalam
air selama semalam ( 13 Jam). Yang dipakai adalah biji yang tenggelam, karena
merupakan biji yang baik.
Siapkan 6 gelas plastik bekas yang bersih kemudian bagian bawahnya diberi
lubang.
Masukkan tanah ke dalam gelas plastik tersebut.
Siramkan air ke dalam gelas plastik yang sudah berisi tanah tersebut.

Masukkan masing-masing 5 biji terpilih ke dalam gelas plastik tersebut.


Berilah label pada gelas plastic tersebut, masing-masing di dalam ruangan dan
di luar ruangan.
Letakkan gelas plastic A, B, C (di dalam ruangan) di tempat gelap, dan gelas
plastik D, E, F (di luar ruangan) di tempat terang yang terkena sinar matahari.
Siramlah selama 2 hari sekali.
Amati pertumbuhan biji kacang tersebut setiap hari, untuk membedakan
pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang.
Jika biji telah tumbuh, ukurlah panjang batang (tinggi pohon) dari ke enam
tanaman tersebut.
Lakukan pengukuran tersebut setiap hari, kemudian buatlah rata-rata pada
masing-masing pot.
Buatlah grafik pertumbuhan rata-rata tanaman biji kacang.
Buatlah kesimpulan tentang kecepatan pada kecepatan pertumbuhan biji kacang
tanah pada tempat yang berbeda intensitas cahayanya.

BAB IV
ISI DAN PEMBAHASAN
A. PENGARUH CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN
Sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan, cahaya memiliki
pengaruh yang sangat besar bagi kelangsungan hidup suatu tanaman. Karena
cahaya adalah salah satu bahan untuk keberlangsungan fotosintesis. Jika tidak
ada cahaya, maka fotosintesispun tidak jadi berlangsung. Ancaman terbesar
adalah matinya tumbuhan tersebut.
Tumbuhan mempunyai hormon pertumbuhan yang disebut auksin. Hormon ini
membantu proses pemanjangan batang pohon. Apabila terkena cahaya, maka
auksin akan mengurai dan dapat menghambat proses pertumbuhan.. Biji yang
ditanam dan diletakkan di tempat yang gelap akan cepat tumbuh dari pada biji
yang di tanam di tempat yang intensitas cahayanya tinggi. Hal ini karena
auksinnya bekerja secara maksimal. Sedangkan tanaman yang terkena cahaya
matahari secara langsung, auksinnya bekerja secara optimal. Pada tumbuhan di
tempat gelap akan lebih cepat tinggi dari pada tumbuhan yang berada di tempat
terang. Pertumbuhan yang cepat ditempat gelap disebut etolasi. Proses
perkecambahan atau pertumbuhan yang diletakkan dalam lingkungan gelap,
akan tumbuh secara cepat sehingga, batang memanjang berwarna kepucatan
dan daun berwarna kuning. Sedangkan tanaman normal yang terkena cahaya,
batangnya akan berwarna merah dan pertumbuhannya pun tidak secepat
tanaman yang ada di dalam ruangan (tidak terkena cahaya). Jadi, cahaya

berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dari biji sampai tumbuh menjadi


tanaman dewasa
Cahaya tidak hanya membuat tumbuhan memiliki warna yang berbeda, antara
tumbuhan yang terkena cahaya atau yang tidak. Tetapi, ada pula faktor yang
lain. Ketika suatu tumbuhan disinari cahaya dalam suatu sisi, maka pada bagian
tumbuhan yang disinari tersebut akan berhenti tumbuh. Akan tetapi, pada
bagian tumbuhan yang tidak disinari, terjadi pertumbuhan secara normal. Proses
ini terjadi karena cahaya memacu pemindahan auksin menjauhi daerah yang
terkena cahaya sehingga menghambat pertumbuhan pada bagian tersebut.
B. HASIL PENGAMATAN
Pada penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti ada beberapa hal yang harus
diperhatikan supaya hasil penelitian sesuai dengan harapan. Mulai dari pemilihan
bibit, media tanam, dan cahaya yang dijadikan sebagai faktor utama dalam
penelitian ini. Bibit yang baik dapat diperoleh dari biji yang telah direndam
terlebih dahulu. Dalam proses perendaman tersebut, biji yang tenggelamlah
yang dipakai. Karena kualitasnya lebih baik dari biji yang melayang, sewaktu
direndam. Akan lebih baik lagi, jika setelah direndam biji tersebut diberi hormon
dan anti bodi. Sehingga akan menjadi bibit yang unggul. Selain pemilihan bibit,
media tanam pun memiliki peran tersendiri. Media tanam yang baik dapat
berupa tanah yang mengandung humus, atau bertekstur ringan, subur dan
gembur. Seperti yang telah dipakai oleh peneliti dalam penelitian ini. Selanjutnya
adalah faktor utamanya, yaitu cahaya. Cahaya memegang peranan penting
dalam proses fisiologi tanaman, terutama fotosintesis, respirasi, dan transpirasi.
Faktor lingkungan berupa cahaya ini, sangat berpengaruh terhadap
pertumbuhan kecambah/kacang tanah ini. Cahaya yang selain berpengaruh
terhadap proses fotosintesis juga berpengaruh terhadap pertumbuhan setiap
organ dan keseluruhan tumbuhan. Tetapi, banyaknya cahaya yang diperlukan
tidak selalu sama pada setiap tumbuhan.
Dalam penelitian ini, ada beberapa hal yang semakin memperjelas bahwa
cahaya memiliki peranan dalam proses pertumbuhan kacang tanah. Hal ini
sesuai dengan data yang telah didapatkan oleh peneliti. Mulai dari lamanya biji
kacang tanah tumbuh, panjang batang, warna batang, dan daun, serta
ketahanan tumbuhan tersebut. Berikut adalah tabel hasil pengukuran yang telah
dilakukan oleh peneliti:

Panjang Tumbuhan
Dalam Ruangan

Luar Ruangan

No.

Hari ke-

9 (1-8-12)

9.4 cm

12.2 cm

11.4 cm

9.25 cm

9 cm

2.8 cm

10 (2-8-12)

11.8 cm

13.6 cm

14.8 cm

9.5 cm

9.5 cm

4.2 cm

11 (3-8-12)

14.8 cm

14.4 cm

17.8 cm

10.75 cm

10.25 cm

4 cm

12 (4-8-12)

19.2 cm

21.2 cm

20.6 cm

10.4 cm

11 cm

4.2 cm

14 (6-8-12)

19.4 cm

20.6 cm

22.6 cm

11 cm

10 cm

6.4 cm

15 (7-8-12)

20.8 cm

21.8 cm

23.8 cm

11.8 cm

12.8 cm

8.8 cm

16 (8-8-12)

21.6 cm

22.8 cm

25 cm

11.8 cm

12.8 cm

10.4 c

17 (9-8-12)

22.6 cm

22.4 cm

30.2 cm

12 cm

12.6 cm

12.4 c

Adanya tabel pengukuran, yang justru memperlihatkan naik turunnya ukuran


rata-rata dari tumbuhan masing-masing pot, dapat desebabkan oleh kesalahan
pengukuran, bentuk batang yang mulai berubah (dipengaruhi oleh intensitas
cahaya), atau karena kesalahan penghitungan. Karena pada prinsipnya
tumbuhan bersifat irreversible. Sehingga tidak mungkin tumbuhan tersebut
justru menyusut atau mengecil.
Selain data berupa hasil pengukuran, peneliti juga selalu mengamati keadaan
tumbuhan pada masing-masing pot. Seperti warna batang, dan daun, arah atau
gerakan tumbuhan, serta intensitas cahaya yang didapatkan.

Kondisi Tumbuhan
No.

Dilihat Dari

Di dalam ruangan (A, B, C)

Di luar ruangan (D, E, F)

Warna Batang

Pucat

Merah

Warna daun

Pucat dan hijau muda

Hijau tua yang segar

Ukuran batang

Cepat tumbuh panjang

tumbuhnya lebih lama, sehingg


terkesan pendek

Bentuk batang

Membengkok ke arah cahaya

Tegak, lurus

Intensitas cahaya

sangat sedikit, karena


memaksimalkan cahaya yang
masuk ke ruangan

Tidak terlalu banyak, karena ha


setengah hari mendapatkan ca
secara langsung

Berdasarkan tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa cahaya memang


mempengaruhi proses pertumbuhan. Dalam keadaan terang, batang memiliki
auksin yang sedikit, karena auksin mengalami kerusakan jika terkena cahaya

sehingga pertumbuhan tumbuhan pun terhambat. Tetapi walaupun begitu,


tumbuhan dalam keadaan terang memiliki banyak klorofil dan tumbuh
berkembang. Sedangkan dalam keadaan gelap, batang memiliki banyak auksin
yang bekerja secara maksimal sehingga tumbuh lebih panjang. Tetapi dalam
keadaan gelap ini walaupun tumbuh dengan lebih cepat daripada yang terkena
cahaya, tumbuhan menjadi pucat karena kekurangan klorofil, kurus, tidak
berkembang (mengalami etolasi), batang membengkok ke arah cahaya dan
berumur pendek. Sedangkan warna batangnya sendiri, dipengaruhi oleh
intensitas cahaya tanaman yang di letakkan di luar ruangan, warna batangnya
merah. Hal ini disebabkan oleh paparan cahaya matahari yang kuat. Sedangkan
warna pucat yang di hasilkan oleh tanaman yang berada di tempat gelap, karena
mengalami proses etolasi. Selain yang telah dijelaskan diatas, adapula peran
cahaya yang juga mempengaruhi kelangsungan hidup kacang tanah tersebut. Di
bawah intensitas cahaya yang rendah terdapat tiga pilihan, yaitu pengurangan
kecepatan repirasi, peningkatan luas daun untuk memperoleh permukaan
adsorbs cahaya yang lebih besar, dan peningkatan kecepatan fotosintesis setiap
unit energi cahaya dan luas daun. Sedangkan yang terkena cahaya (di luar
ruangan), maka semakin besar jumlah energi yang tersedia akan memperbesar
jumlah hasil fotosintesis.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Dari hasil penenlitian dapat disimpulkan bahwa :
Cahaya merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan pada tumbuhan.
Tanaman yang terkena cahaya matahari secara langsung (di luar ruangan)
mengalami pertumbuhan lebih lambat, hal ini disebabkan oleh hormone auksin
yang lebih sedikit karena diuraikan oleh cahaya matahari, daunnya lebar dan
tebal, berwarna hijau, batang tegak dan berwarna merah, serta batangnya
kokoh.
Tanaman yang tidak terkena cahaya matahari (di dalam ruangan)
pertumbuhannya lebih cepat, hal ini disebabkan karena hormone auksin sangat
cepat berkembang di tempat gelap. Batangnya lebih tinggi, daunnya tipis,
berwarna pucat, batang melengkung tidak kokoh.
Tempat yang gelap merupakan tempat yang tidak begitu baik untuk
pertumbuhan tanaman, sebaliknya di tempat yang teranglah merupakan tempat
yang baik untuk pertumbuhan tanaman.
B. SARAN

Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk dapat menghasilkan data dan
kesimpulan yang lebih akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.
Dalam pelaksanaan penelitian harus lebih teliti dan cermat, dan diperlukan uji
ulang terhadap hasil penelitian.

Sumber:
Pratiwi, D. A., dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlanggga.
Rachmawati, Faidah, dkk. 2007. Biologi: Biologi untuk SMA/MA Kelas XII Program
IPA. Jakarta: Ricardo.
Santoso, Begot. 2007. Biologi: Pelajaran Biologi untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta:
Interplus.
Faqih, Achmad Alfiyah. 2011. Pengaruh Cahaya Matahari terhadap Pertumbuhan
kacang hijau.
http://alfiyanfaqih.blogspot.com/2011/08/pengaruh-cahaya-matahariterhadap.html
Anonim1. 2012. Pengaruh Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman.
http://sustainablemovement.wordpress.com/2012/03/08/pengaruh-cahayaterhadap-pertumbuhan-tanaman/
Insan, ikhwan 2012. Laporan Praktikum Pengaruh Cahaya.
http://ikhwan-insancita.blogspot.com/2012/05/laporan-praktikum-pengaruhcahaya.html
Maulidya, Aulia Wahyu. 2012. Laporan haasil pngamatan pengaruh cahaya
terhadap kacang hijau.
http://awm-menulis.blogspot.com/2012/07/laporan-hasil-pengamatanpengaruh.html