Anda di halaman 1dari 7

Resensi Buku LEADERSHIP ITU Dipraktekin

Judul

: LEADERSHIP ITU Dipraktekin

Penulis

: Tim Wesfix

Jumlah Halaman : 142 + x


Tahun terbit

: 2015

ISBN

: 978-602-375-180-8

Di zaman yang serba modern seperti ini sungguh sangat mudah untuk
membagi hasil karya ataupun informasi yang kita miliki , baik secara online
dengan media social , ataupun dengan web serta blog-blog yang kita miliki .
Namun cara paling efektif itu tetap dengan menggunakan buku disertai bahasa
yang mudah dimengerti seperti yang dilakukan beberapa kumpulan seorang
penulis yang tergabung dalam suatu tim yaitu Tim Wesfix
Tim wesfix adalah kumpulan dari beberapa penulis yang memiliki aspirasi
untuk membagi ilmu . Melalui medium buku , Tim wesfix memberikan informasi
yang disajikan secara sederhana namun enak dibaca . Bahkan tema nya pun
tidak begitu membosankan yakni humaniora dan kreativitas . Dilihat dari
beberapa buku yang sudah diterbitkan seperti ; Leadership Itu Dipraktekin , Kaya
Itu Dipraktekin , Ikhlas Itu Dipraktekin , Big Basuki , dll bahasa yang digunakan
tim ini memang sungguh kreatif dan mudah dipahami . Bahkan dari segi judul
pun bisa dibilang agak slengekkan atau tidak baku tapi justri itulah yang menjadi
daya tarik dari buku tersebut .
Mengapa judul dari buku yang mereka terbitkan sebagian menyertakan
kata dipraktekin ?? mungkin karena kata dipraktekin itu bahasa yang
mudah diingat dan yang pasti praktik merupakan inti dari pengalaman dan
pengalaman adalah hal yang berharga dan tidak bisa ditukar dengan kepuasan
yang lain . Seperti halnya dalam sebuah kepemimpinan , menjadi pemimpin
adalah kodrat tapi ketrampilan memimpin hanya bisa dikuasai jika kita
mengambil waktu untuk mempraktikkan cara cara meraihnya .

Mengapa harus memimpin ?? karena kepemimpinan masih menjadi kunci


dalam kesuksesan, apalagi seperti saat ini . Masa ini, kita seolah berdiri di
sebuah bukit yang siap longsor, oleh sebuat gerak patahan . Berbagai pijakan
yang kita miliki digoyang oleh aneka perubahan yang datang teramat cepat,
mulai dari perubahan paradigma manual digital, perubahan mindset terhadap
energy hijau/tabarukan, tantangan multikulturalisme, hingga hal yang sepele,
seperti kesenjangan antar-generasi.
Chris Lowney dalam bukunya Heroic Leadership menggaris bawahi
tentang makna leadership sebagai sesuatu yang esensial bagi setiap orang .
Mengapa esensial ?? Sebab , masing masing dari kita , harus melewati sebuah
tahap menyakitkan , yaitu tahap memimpin diri sendiri . Itu berarrti kita harus
melewati masa masa susah untuk melewati kegamangan , sikap sambalewa
( malas malasan ) atau egoisme . Tanpa tahap tersebut , mustahil kita bisa
cukup dewasa untuk memimpin orang lain . Melewati masa masa susahh disini
adalah praktik , apabila kita telah berhasil memimpin diri kita sendiri berarrti kita
sudah mempunyai sedikit bekal untuk memimpin orang lain .
Dalam salah satu adikaryanya yang berjudul Phaedrus , Plato (filsuf Yunani
kuno) menuliskan tentang perumpamaan kereta kuda. Jiwa manusia menurutnya,
seperti sebuah kereta dengan 2 kuda. Si kuda pengendara mesti mengendalikan
2 kuda tersebut. Dan kedua kuda tersebut merupakan cerminan sifat dari diri
manusia itu sendiri. Kuda yang pertama adalah kuda yang bagus, terdidik,
dengan karakter yang baik. Sedangkan kuda yang kedua adalah kuda yang tidak
terdidik dengan baik dan mempunya karakter yang jelek. Si pengendara adalah
intelek, alias akal budi, yang tahu tentang nilai-nilai yang benar. Dia tahu mana
arah yang harus ia tuju. Intelek atau pikiran harus mengarahakan kuda pertama,
yakni diarahkan pada dorongan rasional. Sementara kuda kedua adalah
dorongan irasional. Kuda pertama melambangkan jiwa kita yang cenderung
melakukan hal-hal positif, dan kuda kedua adalah jiwa kita yang cenderung
melampiaskan nafsu sebanyak-banyaknya, hingga terkadang melanggar prinsipprinsip.
Pengendalian diri merupakan kata kunci dalam kehidupan semua manusia.
Inti dari pengendalian diri tidak lain adalah mempimpin diri sendiri, sehingga kita
menjadi orang yang seimbang , dan dapat berjalan mulus ke tujuan yang benar.
Itulah alasan mengapa memimpin itu adalah kodrat. Jika kita sukses dalam
mengendalikan kedua kuda yang ada pada diri kita maka kita akan mampu
memetik kepercayaan dari orang lain, di level yang lebih tinggi dan di area yang
lebih luas.
If your action inspire others to dream more, learn more, do more, and
become more, you are a leader.(John quincy Adams)
Artinya ketika tindakanmu mampu menginspirasiakan orang lain untuk bermimpi
lebih, belajar lebih, melakukan hal yang lebih, dan menjadi lebih maka kamu
adalah pemimpin. Maksudnya ketika semua tindakan yang anda lakukan bisa
menjadi contoh, menjadi panutan, dan menjadi penyemangat untuk melakukan
yang lebih maka anda adalah seorang pemimpin, orang yang berada di bawah
pimpinan anda akan senang karena atasan atau pemimpinnya bisa menjadi
contoh yang baik untuknya bahkan semua anggota anda akan meniru atau ingin
menjadi seperti anda.

Selain harus membuat dirinya menjadi lebih baik seorang pemimpin juga
mempunyai tumpukan tugas yang harus ia lakukan sebagai seorang pemimpin.
Seorang pemimpin memiliki 3 hal pokok (area) untuk dipegang yakni ; Kinerja
(task), tim (team), individu. Pertama, pemimpin mengelola cara-cara untuk
menyelesaikan kinerja. Kedua, pemimpin mengelola kebutuhan kelompok kerja.
Ketiga, pemimpin mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan nyata dari setiap
individu. Dalam 3 hal tersebut , seorang pemimpin memiliki fungsi-fungsi
sebagai berikut : (1) Planning, (2) Initiating, (3) Controlling , (4) Supporting, (5)
Informing, (6) Evaluating. Keenam tugas tersebut dijalanakan secara silmultan,
namun tetap terencana dengan baik. Jika salah satu diantaranya tidak berjalan,
tentu akan ada kejanggalan yang dirasakan tiap-tiap komponen dalam organisasi
tersebut. Sesungguhnya, didalam fungsi planning, terdapat satu tugas lagi yang
tidak kalah pentingnya yaitu coaching. Coaching berarti melakukan pembinaan
terhadap kader-kader masa depan, yang kelak akan menggantikan dirinya.
Seorang pemimpin sudah merencanakan dengan matang siapa penggantinya,
begitulah pemaparan secara jelas oleh John Adair dalam bukunya How To Grow
Leaders.
Selain itu John Adair dalam bukunya How To Grow Leaders membagi
pemimpin dalam 3 level . Tiga pemimpin tersebut adalah ; Team leader ,
Operational Leader dan Strategic Leader . Ketiganya dibedakan oleh tanggung
jawab dan kualitas visi yang dimiliki . Tanggung jawab dapat dilihat dari
bagaimana cara kita dalam memimpin , seperti Sindrom Kepiting atau bahkan
dengan Sindrom Ayam, dengan menjaga prinsip diri sendiri atau dengan cara
lainnya . Kemudian ketika menjadi pemimpin kita harus mempunyai visi yang
jelas sehingga maksud dan arahannya bisa diimplementasikan secara baik oleh
pemimpin pemimpin fungsi operasional di bawahnya . Visi merupakan sebuah
nilai unggul dari seorang pemimpin
Burton Nanus, seorang professional di bidang administrasi bisnis dalam
bukunya Visionary Leadership juga menjelaskan bahwa setidaknya sebuah visi
yang baik, harus melibatkan hal-hal berikut : (1) Menarik komitmen dan
menyemangati orang-orang, (2) Menciptakan makna dalam kehidupan para
pekerja, (3) Membangun sebuah standar kesempurnaan (excellence), (4)
Menjembatani masa kini dengan masa depan, dan (5) Mengubah status quo.
Selain visi ada juga yang disebut integritas dalam diri seorang pemimpin.
Apa itu integritas ?? integritas secara sederhana berarti kesesuaian antara apa
yang diucapkan, apa yang diyakini, dengan apa yang dilakukan. Ciri utama
integritas adalah keteladanan. Sebagai pemimpin, Anda tidak perlu mencari
muka dan mencari wadah untuk meminta orang lain mengutip kata-kata anda.
Anda tidak butuh strategi ini-itu untuk membuat orang sadar kebaikan-kebaikan
anda. Sebab, integritas anda adalah sebuah pelita, yang tak akan bisa
kehilangan nyalanya, tak akan hilang hangatnya.
Orang mungkin tak langsung menangkap kesan itu, namun perlahanperlahan mereka akan menyadari kehadiran anda. Sebab, kejujuran dan nilainilai menyapa hati. Lagipula, integritas seseorang bukanlah bertujuan untuk
menjadikan diri ini terkenal. Mengapa ?? karena kesesuaian sikap dan kata-kata
dimaksudkan untuk memimpin diri sendiri, menjadikan diri ini sebagai orang
yang berguna.

Kita terlahir bukan sebagai barang kodian. Satu sama lain tidak sama, dan
tidak harus sama. Jika lingkungan anda adalah orang-orang konformis, bukan
berarti anda menyerah untuk menjadi setipe dengan mereka. Prinsip memang
tidak berdiri sendiri. Prinsip biasanya berhubungan erat dengan mimpi, cinta,
atau passion anda.
Keputusan untuk menjaga prinsip tersebut sering terbentur ketakutan
untuk dianggap beda, dianggap tidak normal, atau dianggap ambisius. Padahal,
kenyataanya, perbedaan itu tidak masalah. Sejauh anda mengikuti nilai yang
sudah jelas menguntungkan, buat apa anda memperlambat diri atas nama
kebersamaan?. Keteguhan memegang prinsip menjamin orang pada keadaan
yang stabil , yang bisa meyakinkan orang-orang bahwa anda bisa dipercaya.
Jika anda terpanggil menjadi pemimpin, nilailah lagi, sejauh mana anda
menjaga api integritas anda dari tekanan lingkungan yang tidak produktif. Jangan
mau menjadi bagian dari kawanan kepiting. Menjadi kepiting berarti menjadi
orang yang terlalu pengecut untuk menjalankan prinsip yang benar. Anda
mungkin saja selamat dengan cara melebur dengan kawanan seperti itu, tapi
anda tidak akan naik ke jenjang yang lebih tinggi dengan cara demikian. Alih-alih
menjadi pemimpin, anda hanya akan diingat sebagai sembarang orang.
Begitulah yang disebut sindrom kepiting.
Integritas anda bukan saja dari kekakuan prinsip anda, dan pengaturan
pembagian kerja yang ketat. Namun menjaga integritas juga dapat
diimplementasikan dengan action yaitu berani terjun membantu tugas yang
seharusnya menjadi tugas dari bawahan anda. Anda menunjukkan bahwa
prinsip-prinsip yang anda tekankan bukanlah sekedar wacana teoritis yang jauh
dari pengamalannya.
Selain itu , sikap terjun ini bisa menguntungkan bagi anda seorang
pemimpin, yaitu : Pertama, anda bisa secara dekat permasalahan yang ada.
Kedua, ini bisa menjadi cara yang tepat untuk menunjukkan pada bawahan
anda bahwa prinsip dan prosedur yang anda canangkan bisa anda terapkan
sendiri. Dengan kata lain anda menjadi teladan implementasi untuk mereka.
Ketiga, dengan terjun, anda meyakinkan pada bawahan anda, bahwa mereka
adalah kolega; tidak ada rentang yang tajam antara bawahan-atasan, sehingga
anda sendiri tidak merasa alregi mengerjakan tugas-tugas mereka.
Posisi sebagai seorang pemimpin dengan sendirinya menuntut anda untuk
bertemu dengan banyak orang. Selain bertemu dengan karyawan anda atau
bawahan anda, anda juga dituntut untuk bertemu dengan orang-orang diluar
lingkaran anda atau dalam dunia bisnis disebut relasi bisnis. Sebagai pemimpin
anda harus pandai dalam memelihara hubungan dengan kolega maupun dengan
relasi bisnis anda, karena mereka adalah komponen penting untuk memperluas
bisnis anda atau untuk memperkenalkan siapakah diri anda sebenarnya.
Membangun empati merupakan kekuatan yang paling dasyat yang bisa
dimiliki oleh seorang pemimpin dalam berelasi dengan sesama kolega maupun
relasi bisnis. Fortiter in re, suavite in modo merupakan bahasa latin yang sangat
terkenal. Artinya, keraslah dalam prinsip, namun lembutlah dalam penyampaian.
Prinsip memang harus anda pegang, namun ada banyak cara yang tepat untuk
menyampaikannya.

The easiest way to make employees do their best work is to appreciate


them. (Alexander Den Heijer)
Artinya, cara termudah untuk membuat karyawan melakukan pekerjaan terbaik
mereka adalah menghargai mereka. Jika anda percaya bahwa setiap individu
dalam lingkup kerja anda berharga, dengan sendirinya anda akan menghargai
kolega-kolega anda dengan sepenuhnya, menyambut mereka dengan
sepenuhnya, dan memberikan tempat dalam ingatan anda.
Ingatan itu akan datang dengan sendirinya, karena anda yakin, pekerjaan
di perusahaan ini tidak akan berjalan dengan baik, jika satu orang hilang.
Empati yang baik datang secara alami, yaitu melalui lahirnya kesadaran akan
berharganya setiap individu dalam lingkungan kerja anda.
If you want to be a great leader, remember to treat all people with
respect all times. (Simon Sinek)
Artinya, jika anda ingin menjadi pemimpin yang besar, ingatlah untuk selalu
memperlakukan semua orang dengan hormat setiap saat. Anda sebagai
pemimpin tidak boleh melampiaskan kesalahan anda pada bawahan anda. Jika
seperti itu terjadi maka nanti bawahan anda itu akan mengambing hitamkan
bawahannya lagi dan itu menerus berurutan hingga ke seorang yang menempati
jabatan paling bawah, dan begitulah yang disebut dengan sindrom ayam.
Sebagai pemimpin yang baik anda harus bisa menghormati siapapun dan tidak
pandang bulu. Jika memang terdapat sebuah kesalahan maka selesaikan dan
berikan hukuman yang setimpal kepada seseorang yang melakukan itu tanpa
memandang jabatan yang ia duduki. Dalam hal ini anda perlu teliti dalam
mencari tahu akar permasalahan yang terjadi dengan jelas dan meminta
pertanggungjawaban secara jernih.
Banyak pemimpin- pemimpin yang kurang baik dalam memelihara
hubungan dengan relasi bisnis mereka terutama dengan karyawan mereka.
Padahal komponen yang paling penting dalam sebuah perusahaan itu adalah
karyawan. Jika kita bisa memuliakan karyawan atau kolega kita maka dengan
senang hati mereka akan berjlan bersama dalam prinsip dan tujuan yang sama.
Memimpin itu memang tidak semudah yang dibayangkan . Banyak yang
berpikir itu mudah , sehingga tidak mempersiapakan diri lebih lanjut . Padahal ,
Leadership adalah skill yang perlu dilatih . Bagaimana melatihnya ? Bukan
dengan teori teori atau duduk di sebuah seminar tapi dengan Dipraktekkin .

Dengan desain per halaman yang dinamis dan gaya penyampaian yang
serba visual , serta pembahasan yang singkat padat , Anda akan merasakan
perbedaannya . Buku ini tidak sekedar membuat informasi anda bertambah , tapi
juga akan membuat anda tersenyum , terperangah sekaligus manggut
manggut . Maka dari itu buku ini sangat cocok buat anda terutama bagi remaja ,
pekerja kantor , manajer , entrepreneur dan semuanya yang menyiapkan diri
untuk SUKSES MEMIMPIN .

TUGAS AKHIR MATA KULIAH KEPEMIMPINAN


Resensi Buku LEADERSHIP ITU Dipraktekin
Pembimbing Dr.H. Sukris Sutiyatno.,MM.,M.Hum

Dibuat oleh :
Riska Dwi Handayani
14.11.106

STMIK Bina Patria


Magelang