Anda di halaman 1dari 3

VIJAIINDOPUTRAPURBA

Home

Profil

Login

DiplomatJalanan

MenggunakanPendekatandanLeveldalamMenganalisis
KebijakanLuarNegeriSuatuNegara
26September2013dalamPPLNOlehvijaiindofisip11

Pengumuman
PengumumanPemenangWebdanBlog
Terbaik2014
GadgetPhotoFiesta2014

Hubunganinternasionalmerupakansebuahkajianstudiyangmempelajaribagaimanainteraksisatu

PemenangLombaPenulisanBlogHutan

ataubeberapaaktordenganaktorlain.Interaksiyangdilakukanolehaktorberdasarkankepentingan

GreenpeaceIndonesia

aktor tersebut. Dalam sebuah negara, untuk menganalisa sebuah kebijakan luar negeri, dan segala
yang berkaitan dengan tersebut sangat sulit untuk menentukan secara integral apakah kebijakan

Kategori

tersebuthanyaberorientasinegaraatautidak.Namunharusdilihatdenganmenggunakanunitunit

EPI(8)

tertentu (Level of Analysis/LOA) dan tentunya dengan menggunakan kaca mata yang ada yakni
teoriteori yang ada. Pada pembahasan kali ini akan dibahas mengenai bagaimana hubungan lebih
jelas antara hubungan internasional dan kebijakan luar negeri (Foreign Policy Analysis/ FPA),
bagaimana perspektif dalam Hubungan Internasional menjelaskan tentang subjek dari FPA. Dan
diakhir, akan kita lihat bagaimana level analisis membantu kita dalam menganalisa kebijakan luar
negeritersebut.
Negara dalam melakukan aktivitasnya tentu saja menggunakan kebijakan luar negeri untuk

GEOGEO(6)
GLOBSTRA(8)
JurnalPIHI(11)
KosmoNasFun(4)
MBPAsteng(1)

merespon fenomena yang ada terjadi. Untuk melakukan pemetaan terhadap kebijakan luar negeri,

MBPAsTim(13)

perlu adanya sebuah studi mengenai kebijakanl luar negeri. Breuning (2007) menegaskan bahwa

MSG(3)

studi kebijakan luar negeri berusaha untuk memahami aksi negara secara khusus dan perilakunya
kepada negara lain dan lingkungan internasional secara umum. Ditambah lagi, memberikan

Opinion(5)

beberapa alternatif kepada pembuat keputusan dalam merespon fenomena dalam lingkup

PEI(9)

intenasional. Untuk memahami fenomena yang ada, tentu saja dapat mempertimbangkan fokus
penelitian (Singer, 1961). Apakah secara partial atau integral, apakah level makro atau mikro.

PPLN(2)

Memang mempelajari fenomena secara integral memberikan pemahaman yang komprehensif dan

STKS(0)

memang setiap detail peristiwa tidak bisa terpecahpecah secara sendirisendiri. Namun, untuk

TeoriHubunganInternasional(12)

mendapatkankedalamandankejelasan,keputusanuntukmenganalisasecaraparsialmenjadipilihan
yangtepat.
Dalam mempelajari fenomena atau peristiwa yang ada, tentunya penstudi hubungan internasional

Umum(1)

ArtikelTerbaru

akanmenganalisisbagaimanakebijakaninternasionalsuatunegaradenganmenggunakanalatyakni
pendekatan(Approach)danLevelofAnalysis(LOA).Dalammelakukananalisispolitikluarnegeriini

TargetMasyarakatSipilGlobal

tigapendekatandalamstudihubunganinternasionalyaknirealisme,liberalismedankonstruktivisme

TargetMasyarakatSipilGlobal

mencoba memberi solusi untuk menjadi alat dalam analisis politik luar negeri. Namun, perlu kita
ketahuibahwapendekatantersebutbukanmerupakanpenjelasantunggal,namunmemilikicabang
cabangpendekatanyangberbeda,meskipunmemilikiasumsidasaryangsama.

PerkembanganMasyarakatSipilGlobaldalam
Globalisasi
MenggunakanPendekatandanLeveldalam

Realisme membantu mempertajam analisa politik luar negeri dengan menanamkan aturan dasar.

MenganalisisKebijakanLuarNegeriSuatu

Realisme memiliki tiga asumsi dasar yakni groupism, egoism dan powercentrism. Dari ketiga

Negara

asumsi dasar tersebut diturunkan beberapa percabangan seperti offensive realism, defensive
realism,Balanceofpower,BalanceofTreat,softbalancing,hegemonicstabilitymaupunsoftbalancing

KebijakanLuarNegeridanPerkembangannya

(Wohlforth 2008). Liberalisme melihat bahwa penciptaan perdamaian di antara negaranegara


liberal merupakan fokus yang paling tepat. Kebebasan, demokrasi dan kerjasama menjadi asumsi
dasar dari liberalis. liberalisme dalam memahami politik luar negeri adalah dengan menyoroti

ArtikelTerpopuler
(5)NationalPower

bagaimana individu dan gagasan mereka, kekuatan sosial, dan institusi politik dapat memberi efek
langsungpadahubunganluarnegeri(Doyle,2008).Salahsatuvariandariliberalisyaknidemocratic
liberal,economicliberal,dsb.

KomentarTerbaru
TRIGALIHSAKSONOdi(5)NationalPower

Konstruktivis merupakan penjelasan baru yang muncul menanggapi halhal yang tidak secara fokus

dibahasolehrealisdanliberalis.Keanekaragamandarikonstrutivismemembawakacamatabarubagi
kitauntukmemahamianalisapolitikluarnegerimengenaiaktordandinamikanya.Konstruktivisme

Arsip

banyakmenilaimengenaibirokrasi,pembuatankebijakan,danhubungandiantarakebijakannegara

February2013

tersebutdenganinstitusiinternasional.Kelebihanlaindarikonstruktivimesadalahmenyajikandua

March2012

caraberbedadalammemahamipolitikluarnegeri.Pertama,denganmetodologi.Dalammetodologi
inikonstruktivismenggunakanduacarayaitustudikasusdanprocesstracing.Sedangkancarakedua
yakni dengan mempelajari kekuatan pihakpihak yang terlibat. Menurut para konstruktivis,
kepentingan dari aktor kunci politik luar negeri dibentuk secara sosial dan dalam mereka juga
berpendapat bahwa cara terbaik untuk mempelajari analisa politik luar negeri dalam dunia yang

March2013
March2014
April2012

sudah terglobalisasi saat ini adalah dengan mengkombinasikan faktor nasional dan internasional

April2013

transnasional(Checkel,2008).

April2014

Dalam melakukan analisis kebijakan internasional tentunya harus mempertimbangkan cakupan

May2013

permasalahan yang ada yakni dengan level analisis. Level analisis mencakup explanans dan
explanandum. Eksplanan adalah faktorfaktor disekitar yang menjelaskan sesuatu disamping objek

June2012

penelitian (expalandum). Fungsi dari level analisis adalah untuk memudahkan kita melihat suatu

June2013

objek agar tidak melebar kekiri dan kekanan tetapi dengan konsekuensi tidak dapat melihat

July2013

fenomena secara integral atau dengan kata lain melupakan level lain.Terdapat tiga level analisis
Menurut Kenneth Waltz yakni individu, negara dan sistem internasional. Level individu dapat
dijelaskan misalnya faktor ideosinkretik, lingkungan yang mendukung, dsb. Level negara dapat
dijelaskanmisalnyafaktordemakratistidaknyasuatunegara,ataukebutuhanekonomidomestikdsb.
Sementaralevelinternasinaldapatdipahami,misalnyakondisisaatitu,apakahterdapatbalanceof

September2013
October2011
November2011
December2011

powerdsb.
Contoh yang dapat digunakan adalah mengenai kebijakan Rusia memveto usulan Amerika Serikat
dalamintervensimiliterdiSyria.Levelanalisisyangtepatuntukkitagunakanadalahnegara.Rusia

Blogroll

mempertimbangkan apakah setelah intervensi militer dilakukan, kondisi internal Syria akan

AgapeasLove

membaikataujustrusemakinburuk.BelumadajaminansepertikasusnyaIrakpascaIntervensiAS.

Unair

Olehkarenaituteoriyangdigunakanadalahdefensifrealism.
Penggunaan pendekatan dan level analisis dalam memahami pengambilan kebijakan luar negeri
suatunegarasudahmerupakankeputusanyangtepat,meskipunsebenarnyalevelsatudenganlevel
lainnya harus diteliti secara keseluruhan untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif.
Dalam ilmu sosial, melihat melalui salah satu sudut pandang dan cakupan tertentu memang

Vizhai
Vizhai_Indo

TaylorSwift

mempermudah kita untuk fokus pada satu bagian permasalahan. Tetapi, perlu kita pahami pula
bahwa,rasaingintahumanusiaakanselalutumbuh.Melihatdarisudutpandangyangberbedaselain
mendapatkan informasi yang integratif, akan memberikan kepuasan dan keluasan ilmu dan
pengetahuan yang lebih dalam. Rangkaian faktorfaktor yang lengkap dapat memberikan ilmu
pengetahuansejati,karenailmupengetahuanmemangtidakselayaknyaparsial.

Singer, J. David (1961). The LevelofAnalysis Problem in International Relations, World Politics,
14(1)pp.7792.(Softcopydibawah)
Wohlforth,WilliamC.(2008).Realismandforeignpolicyin,SteveSmith,AmeliaHadfield&Tim
Dunne,ForeignPolicy,Theories.Actors.Cases.Oxfordpp.3148.
Doyle,MichaelW.(2008).Liberalismandforeignpolicyin,SteveSmith,AmeliaHadfield&Tim

TaylorSwiftSlideshow:VijaistripfromSurabaya,Java,
Indonesiatowas created by TripAdvisor. See another
Indonesiaslideshow.Takeyourtravelphotosandmake
aslideshowforfree.

Dunne,ForeignPolicy,Theories.Actors.Cases.Oxfordpp.4970.

MotivasiSangPemenang
Checkel,Jeffrey(2008).Constructivismandforeignpolicyin,SteveSmith,AmeliaHadfield&Tim
Dunne,ForeignPolicy,Theories.Actors.Cases.Oxfordpp.7182.

Yangkalahadalahwujudhukumanatas
kegagalan.Pemenangadalahpenghargaanatas
kesuksesannya.(BobGilbert)

HitmanRebornRebornClock
ReadMore|Respon:0komentar

TinggalkanKomentar
Nama

Email

Web

Komentar

tanpahttp://

Sharethis...
Facebook
VizhaiIndoputra

VerificationCode :

Kirim

CreateYourBadge

FollowMeonTwitter

Twitter
Pengunjung

75.926

Home|Profil|Login
Copyright2011DSI|WebsiteTemplatesbyFreeCSSTemplates