Anda di halaman 1dari 3

IkaDeviHardianti

Home

Profil

Login

Berpacumenjadiyangterbaik

Penulis
ikadevihardianti
fisip12

Tanggal

ProspekKeamanandalam
Globalisasi

23March2014

Kategori
Globalisasidan
Strategi

Respon
0komentar

Pengumuman

ProspekKeamanandalamGlobalisasi

Victor Cha (2000:392) mendefinisikan globalisasi sebagai reorganisasi spasial


dalamproduksi,industri,finansialdanarealainyangmenyebabkankeputusanlokal
memiliki dampak global dan kehidupan seharihari dipengaruhi oleh peristiwa
global. Globalisasi memberikan penetrasi terhadap ide dan pemikiran individu
sehinggatiapindividubisamelakukanaktualisasidiri.Padaabad20perannegara
semakinberkurangkarenaarusinformasidanteknologiyangpesatmemungkinkan
berbagaipengaruhmasukdannegaratidakkuasamembendungnya.Isukeamanan
menjadihalkrusialketikaberbicaramengenaiglobalisasi.Dampakglobalisasipada
isu keamanan seringkali dihubungkan dengan pola perubahan agenda keamanan
pasca Perang Dingin. Fakor paling penting dari globalisasi adalah teknologi yang
memungkinkan pembuatan senjata semakin mudah dilakukan (Falkenrath,1998
dalam Cha,2000:393). Kelompok ektremis bisa dengan mudah melakukan
pertemuanvirtualmelaluiaksesinternet,melakukanmengorganisirkegiatansecara
transnasional dan mendapatkan informasi secara bebas. Dengan kata lain,
globalisasimeningkatkanpotensiancamankeamanan.
Globalisasimengubahspektrumagendancakupandalamancamankeamanan.Agen
dari ancaman keamanan tidak hanya negara, tetapi juga aktor non negara.
Pertarungan terjadi diantara bagianbagian dalam negara, contohnya milisi etnis,

PEMENANGLOMBAWEBDAN
BLOGUNIVERSITASAIRLANGGA
2015
PengumumanPemenangWebdan

Kategori
GlobalisasidanStrategi(8)
MBPEurasia(5)

gerilyawan paramiliter, kultus, organisasi keagamaan, organisasi kriminal dan


teroris (Cha,2000:394). Target dari ancaman keamanan dalam globaliasasi

PemikiranPolitikBarat(2)

bukanlahnegarasecarakhusus,tetapijustruindividuyangadadinegaratersebut.
Ancamankeamananmenjadisulituntukdiukur,ditemukan,dipantaudandideteksi

PengantarGlobalisasi(9)

(Freedman,1998:56Reinicke,1997:134 dalam Cha,2000:394). Pola masuk dan


penyebaranancamantidakkasatmata,tetapidampaknyabersifatdestruktif.

PengantarHI(24)

ArtikemananpascaPerangDinginlebihluasdarisekedarkeamananmiliterdilevel
nasional (Cha,2000:394). Kekerasan manusia, penyebaran penyakit, narkotika,
kriminalitasdankonfliketnisadalahcakupanbarudariancamankemanan.Kategori
ancaman bertransfomasi dari high politic menjadi low politic. Berdasarkan data
dari World Development Indicator setiap hari lebih dari 8.000 orang meninggal
karena AIDS, setiap jam hampir 600 orang terinfeksi AIDS dan setiap menit
seorang anak meninggal karena AIDS. Ancaman dari penyebaran penyakit justru
lebih berbahaya daripada ancaman teroris karena mobilitas manusia yang
sedemikianpesatdantidakbisadibendung.
Ancaman keamanan yang menyertai globalisasi sebagian besar justru bersifat non
fisik. Cha (2000,395) menyatakan bahwa revolusi dalam militer tidak bergantung
pada greater firepower tetapi bergantung pada greater information and
technology. Akses untuk jual beli senjata dapat didapatkan oleh siapapun, terbukti
dengan$50yangdihasilkandaripasarsenjataglobalolehaktornonnegaramelalui
perannya sebagai produsen, konsumen dan pedagang dari senajata tersebut.
Ancaman lain datang dari privatisasi aset nasional dan kemajuan teknologi yang
memberikan peluang bagi kelompok tertentu untuk memiliki plutonium atau
melakukan pengayaan uranium. Kemungkinan untuk menciptakan senjata
pemusnahmasallebihbesar.
Victor Cha dalam tulisannya memaparkan beberapa strategi yang bisa digunakan
dalam mengahadapi ancaman keamanan di era globalisasi. Pertama, melalui
kemananintermestik.Ancamankeamananbukanlagimenjadimasalahsatunegara
saja, tetapi sudah menjadi masalah internasional. Transnasionalisasi keamanan
menjadikan pembagian antara keamanan internal dan eksternal menjadi kabur
(Katzenstein,1996 dalam Cha,2000:397). Di Eropa kemananan intermestik
diwujudkanmelaluipendirianTREVIdanSchengenAccord. TREVI didirikan oleh
Minister of the Interior and Justice dari negara anggota Uni Eropa untuk
melakukan koordinasi terkait ancaman terorisme dan kriminalitas internasional.
Schengen Accord merepresentasikan konvergensi antara keamanan internal dan
eksternal dengan tujuan untuk kontrol perbatasan, penangkapan pelaku kriminal
lintas negara, prosedur pencari suaka dan pengungsi (Katzenstein,1998 dalam
Cha,200:397).

Rezim(11)
SPAS(12)
SSI1(12)
THI(12)
Umum(1)

ArtikelTerbaru
Week6
Week5
Week4
Week3
Week2

ArtikelPopuler

Kedua, melalui inklusivitas dan multilaterisme sebagai solusi terbaik untuk


menghadapiancamankeamanan.Tindakanyangdiambilberdasarkankepentingan
nasional harus seimbang dengan prinsip dasar untuk berkontribusi terhadap
keamanan global (Cha,2000:398). Pendapat ini diperkuat oleh Reinicke,1997:134

Pengunjung

dalam Cha,2000:398) yang menyatakan bahwa penting untuk membangun aliansi

79.264

yang kuat antar negara, NGO dan individu untuk mendorong pertumbuhan koalisi
kebijakan transnasional. Common Security and Defence Policy (CSDP)
memberikankerangkakerjasamauntukmenciptakankeamananinternasionalbagi
negaranegaraUniEropa.
Ketiga, melalui inovasi birokrasi. Birokrasi Luar Negeri memiliki peran penting
dalam oraganisasi internasional dan NGO dalam hal perwakilan, penempatan dan
kepemimpinansertamerupakankuncidarikeamanandanpolitikdieraglobalisasi
(Cha,2000:398). Di Amerika Serikat, pemerintahan Cilton mendirikan
Undersecretary for Global Affairs yang mengurusi masalah isu lingkungan,
penyebarandemokrasi,isupopulasidanmigrasi.Birokrasiharuspekadantanggap
terhadap isuisu yang bermunculan karena birokrasi lah yang merupakan ujung
tombakpergerakansebuahnegara.
PenulissepakatdenganapayangdituliskanolehVictorChabahwaglobalisasitelah
mengubah kontur keamanan dewasa ini. Ancaman keamanan tidak hanya datang
dari negara tetapi juga aktor non negara, seperti perusahaan, kelompok tertenu
maupun individu. Cakupan ancaman tidak semata dalam kedaulatan dan teritorial
tetapi justru mengarah dalam isu kemanusiaan. Ancaman tidak hanya berupa
weapon terrorism, tetapi juga disease terrorism dan environmental terrorism.
Pemanasan global, penipisan lapisan ozon, hujan asam, hilangya keanekaragaman
hayati dan radioaktif adalah ancaman bagi kesehatan dan lingkungan
(Cha,2000:394). Isuisu yang sedemikian kompleks menjadi katalisator bagi
meningkatnya ancaman dalam globalisasi. Strategi yang dipaparkan oleh Cha
(2000:400) dalam menghadapi ancaman keamanan meliputi preemptive dan
preventive strategy yang mengutamakan integrasi antar aktor dan transformasi
dalamsistemkeamananitusendiri.Penulissepakatdenganstrategitersebutkarena
ancamankeamananharuslahdihadapimelaluilangkahbertahap,keberanianuntuk
melakukan perombakan terhadap sistem lama dan kesiapan untuk berintegrasi
secarakomunal.
Keamananmenjadibentengpertahananpertamabaginegarauntuktetapbertahan
dalam dunia internasional. Namun, globalisasi mulai menggerus sistem keamanan
melaluilahirnyaancamanancamanbaruyanglebihkompleks.Keamananbukanlagi
sekedar aman secara fisik dalam teritorial, tetapi aman yang sesungguhnya adalah
aman dari berbagai isu kesehatan, kekerasan dan lingkungan. Proteksi keamanan
menjadi tanggung jawab semua pihak, baik dalam lingkup domestik maupun
internasional.

Referensi:
Cha,VictorD.2000.GlobalizationandtheStudyofInternationalSecurity,Journal
ofPeaceResearch,Vol.37,No.3,pp.391403.

EuropaAdministration,2010.CommonSecurityandDefencePolicy.[online].dalam
http://europa.eu/legislation_summaries/institutional_affairs/treaties/lisbon_treaty/ai0026_en.htm
[diaksespada23Maret2014].

TinggalkanKomentar
Nama

Email

Web

Komentar

tanpahttp://

VerificationCode :

Blogroll
UNAIR

Kirim

KomentarTerbaru

Arsip
June2011
September2012