Anda di halaman 1dari 3

CintyaAryadeviS.

Home

Profil

Login

KeepMovingForward

MNCSebagaiAgenDalamEPI

Pengumuman

29April2013dalamEkonomiPolitikInternasionalOlehcintyaryafisip11

Multi-National Corporation (MNC) adalah aktor-aktor baru dalam


dinamika hubungan internasional yang menandakan awalnya era ekspansi
pasar. Indikasi era ekspansi pasar ini adaah muncul dan semakin
menjamurnya perusahaan-perusahaan kapitalisme. Dalam menanggapi
fenomena kemunculan MNC ini, tokoh Marxis, Karl Marx, berpendapat
bahwa pada dasarnya kemunculan MNC ini didasakan pada kebutuhan
dari kaum kapitalis untuk dapat secara terus-menerus melakukan proses
kapitalisme (Magdoff, 1978: 165). Kapitalisme yang semakin meluas ini
kemudian mampu memicu akumulasi modal dari tiap-tiap perusahaan agar
mampu tetap bertahan di ranah persaingan pasar. Pengakumulasian modal
ini dilakukan oleh perusahan-perusahan besar yang telah memiliki nama
dengan mengambil langkah merger atau akuisisi dengan perusahaanperusahaan lainnya yang lebih kecil dan dirasa akan memberikan
keuntungan bagi perusahaan tersebut (Magdoff, 1978: 166).
Kapitalisme pasar ini diawali dari terjadinya Revolusi di Eropa pada abad
16 hingga awal abad 17 yang mana kemudian revolusi ini kemudian
mengubah wajah perekonomian dunia dengan kemunculan pasar global.
Pada abad-abad ini, pasar global ini cederung bersifat lebih terpusat
pada apa yang menjadi kebutuhan dari negara-negara Barat. Lebih
tepatnya di Eropa Barat. Sejak saat itu, banyak MNC mulai bermunculan
di negara-negara kapitalis karena sehubungan dengan kebutuhannya,
seperti yang telah penulis singgung sebelumnya. Sehubungan dengan
tumbuhny MNC di negara-negara kapitalis, industry-industri baru pun
juga bermunculan dengan mengusung penggunaan teknologi termutakhir.
Industri-industri ini pada umumnya berkembang menjadi industry besar
yang memproduksi barang-barangnya dalam jumlah yang besar sehingga
dibutuhkan modal yang tidak sedikit untuk menjalankan industry
tersebut. Sebut saja industry-industri tersebut seperti industry alat
teknologi, kendaraan bermotor, atau manufaktur. Kemunculan industryindustri ini lantas memicu atmosfer persaingan diantara para perusahaan
di masing-masing industri ini guna mengamankan permodalannya yang
dinvestasikan dengan skala dan jumlah yang besar. Untuk mampu
bertahan dan bersaing dengan perusahaan lainnya, masing-masing dari
perusahaan harus memiliki inovasi dan terobosan untuk menarik
pelanggan serta melakukan suatu perbaikan pada produksinya (Magdoff,
1978: 168). Serta melakukan perlindungan atas sumber dayanya.
MNC ini sendiri muncul bukan saja dengan alasan adanya kebutuhan
negara-negara Barat untuk melacarkan aksi ekspansinya di ranah global.
Kemunculan dan bertumbuh-kembangnya MNC ini oleh Magdoff (1978) di
jabarkan menjadi berdasarkan 4 faktor yang menjadi pendorongnya.
Faktor pertama adalah keberadaan sistem moneter internasional
Bretton Woods System. Bretton Woods System memberikan
kontribusinya berupa kerangka kerja terkait dengan keuangan. Dengan
adanya sistem Bretton Woods ini, para investor asal Amerika dengan

Kategori
AnalisisHubunganInternasional(13)
EkonomiPolitikInternasional(10)
GeopolitikdanGeostrategi(6)
GlobalisasidanStrategi(9)
KosmopolitanismeNasionalismedan
Fundamentalisme(4)
MasyarakatSipilGlobal(3)
OrganisasiInternasional(8)
PemikiranPolitikBarat(1)
PendidikanKewarganegaraan(7)
PengantarGlobalisasi(2)
PerbandinganPolitikLuarNegeri(3)
PolitikdanKeamananInternasional(4)
PrinsipPrinsipEkonomiInternasional(8)
RezimrezimInternasional(8)
SistemPolitikAmerikaSerikat(19)
StrategidanTataKelolaStrategi(2)
StudiStrategisIndonesiaI(10)
TeoriHubunganInternasional(14)
Umum(3)

ArtikelTerbaru
DampakdampakMasyarakatSipilGlobal
PerananMasyarakatSipilGlobal
MasyarakatSipildanMasyarakatSipilGlobal
WTO,OrganisasiInternasionalWarisan
BrettonWoodsSystem
OrganisasiAliansiMiliterdanKeamanan,
NATO

adanya sistem Bretton Woods ini, para investor asal Amerika dengan
mudah dapat menanamkan investasinya di luar negeri, yang juga
ditunjang dengan adanya World Bank untuk semakin memudahkan proses
penyebaran investasi asing di seluruh negara di dunia (Magdof, 1978:
170). Dapat dilihat bahwasanya indikasi dominasi Amerika Serikat
terhadap penyebaran investasi asing sangat kentara dan kental yang
terus berlanjut hingga saat ini yang mana hal ini diawali pada era
berakhirnya Perang Dunia II.
Setelah itu beralih menuju ke faktor yang kedua, yakni adanya Marshal
Plan. Marshal Plan ini dirancang oleh Amerika Serikat hanya berlaku di
Eropa sebagai upaya untuk pembangkitan dan pembangunan kembali
perekonomian Eropa yang mengalami krisis setelah bertahun-tahun
lamanya berjibaku dengan peperangan. Marshal Plan yang digagas oleh
Amerika Serikat ini berupa sebuah bantuan keuangan. Namun, mengapa
hanya bagi Eropa padahal dampak perang juga dirasakan secara global?
Alasannya cukup sederhana, karena Eropa adalah aliansi politik dan
ekonomi yang terbesar bagi Amerika Serikat (Magdoff, 1978: 172).
Berdasarkan alasan tersebut, tak heran mengapa Amerika Serikat
begitu getolnya untuk menanamkan investasinya di Eropa yang
adakalanya dirasa terlalu berlebihan hingga memunculkan MNC ini di
wilayah Eropa.
Faktor pendorong yang ketiga adalah faktor adanya perencanaan untuk
melakukan kontrol dan mempengaruhi baik pada negara aliansi dan
negara sekutu (Magdoff, 1978: 173). Faktor keempat ini agaknya masih
memiliki keterkaitan dengan faktor sebelumnya, yaitu faktor
terdapatnya Marshal Plan. Hal ini dapat dipahami bahwa dengan
pemberian bantuan keuangan kepada Eropa, yang mana di dalam Eropa
tidak hanya terdapat aliansi dari Amerika Serikat namun juga sekutu,
negara-negara di Eropa akan merasa berhutang budi kepada Amerika
Serikat yang telah memberikan bantuan yang tidak hanya uang, tetapi
juga dalam hal militer. Dengan demikian, Amerika Serikat telah
mengantongi tiket untuk memudahkan penanam investasinya di seluruh
Eropa. Kemudian faktor yang terakhir adalah faktor masuknya teknologi
di seluruh aspek di dunia. Setelah Perang Dunia II berakhir, perubahan
dan pertumbuhan teknologi mulai membuat masyarakat dunia sedikit
demi sedikit dipaksa untuk mengakrabi diri dengan teknologi. Di era
Perang Dunia II berkecamuk pun teknologi telah menyusupi beberapa
aspek dalam upaya memenangkan perang seperti dalam alat komunikasi,
alat tempur, persenjataan, dan lain sebagainya. Dengan adanya perang,
mau tak mau negara harus membekali diri dengan teknologi yang
termutakhir agar tidak kalah dengan negara sekutu. Atau paling tidak
agar dapat membentengi diri dari serangan musuh yang dapat terjadi
sewaktu-waktu. Hal ini menjadi masa panen bagi perusahaan-perusahaan
yang bergerak di industri yang terkait dengan peperangan tersebut dan
kemudian menjadi bisnis yang menguntungkan dan menjanjikan di era
tersebut (Magdoff, 1978: 173).
Seperti banyak hal di dunia lainnya, MNC ini pun juga memiliki pengaruh
atau dampak yang positif maupun negatif. Seperti yang diungkapkan
oleh Magdoff, adapun dampak positif dari keberadaan MNC di ranah
perekonomian internasional adalah memungkinkan semakin terbuka lebar
adanya lapangan pekerjaan yang baru bagi para pekerja atau buruh di
host country atau negara tujuan. Kemudian dampak positif lain dari
kemunculan MNC ini adalah memungkinkan terjadinya transfer teknologi
antara negara asal (home) dengan negara tujuan (host) (Magdoff, 1978:
194). Namun, MNC ini tak hanya membawa dampak positif saja kepada
perekonomian internasional, tetapi juga dampak negatif. Adapun dampak
negatif dari berkembangnya MNC ini misalnya adalah perasaan terancam
yang dirasakan oleh negara tujuan (host). MNC yang tumbuh subur
dikhawatirkan akan mengikis kedaulatan dari negara tujuan karena
kapitalisme yang terjadi mampu mendominasi negara-negara sedangkan
negara-negara tersebut bisa saja terpinggirkan. Kepentingan dari
masing-masing MNC dalam suatu negara host apabila mengalami
perubahan dan pergeseran mau tak mau turut dirasakan oleh negara.
MNC ini adakalanya, atau mungkin seringkali, lebih bersifat
menguntungkan salah satu pihak saja. Tentunya disini pihak yang
diuntungkan adalah negara home. Serta bukan hal yang mustahil apabila
kelak sebuah MNC akan menguasai sumber daya alam yang merupakan
milik negara host bila hal tersebut telah berkaitan dengan
kepentingannya sendiri (Magdoff,1978: 185).

Referensi:

ArtikelTerpopuler
PendidikanKewarganegaraandanPancasila
DampakdampakMasyarakatSipilGlobal
HakdanKewajibanSelakuWargaNegara
GeopolitikdanGeostrategiRusia
KonsepdanDefinisi

KomentarTerbaru
jamtangankw.netdiPentingnyaStudy
Globalisasi
ChristindiKonstitusiAmerika
MIFdiGeopolitikdanGeostrategiRusia
agenfiforlifdiDampakdampakMasyarakat
SipilGlobal
CarolineHowarddiDampakdampak
MasyarakatSipilGlobal

Arsip
February2013
March2012
March2013
March2014
April2012
April2013
May2012
May2013
May2014
June2012
June2013
July2011
September2013
October2013
November2013
December2012

Blogroll
ArtProject
Quran
ThisDayinHistory
UNAIR

Clocklink

DailyPainters
D a ilyP a int e rs
Art G a lle ry

Referensi:
Harry, Magdoff. 1978. The Multinational Corporation and Development
A Contradiction?, dalam Imperialism: From the Colonial Age to the
Present,New York: Monthly Review Press, pp. 165-197.

ReadMore|Respon:0komentar

contemporary
originalartforsale
www.dailypainters.com

TinggalkanKomentar
Nama

Email

Web

Komentar

Feedjit

LiveTrafficFeed
AvisitorfromIndonesia
viewed"CintyaAryadeviS."
1minago
AvisitorfromIndonesia
viewed"CintyaAryadeviS."
1minago
AvisitorfromSurabaya,
JawaTimurviewed"Cintya
AryadeviS."1hr57mins
ago
AvisitorfromMountain

tanpahttp://

VerificationCode :

MyPet

Kirim

View,Californiaviewed
"CintyaAryadeviS."4hrs
22minsago
AvisitorfromIndonesia
viewed"CintyaAryadeviS."
4hrs28minsago
AvisitorfromDepok,Jawa
Baratviewed"Cintya
AryadeviS."5hrs54mins
ago
AvisitorfromJakarta,
JakartaRayaviewed"Cintya
AryadeviS."7hrs30mins
ago
AvisitorfromKualaLumpur
viewed"CintyaAryadeviS."
8hrs25minsago
AvisitorfromBandung,
JawaBaratviewed"Cintya
AryadeviS."8hrs41mins
ago
AvisitorfromMountain
View,Californiaviewed
"CintyaAryadeviS."8hrs
58minsago
RealtimeviewGetFeedjit

Pengunjung

191.744

Home|Profil|Login
Copyright2011DSI|WebsiteTemplatesbyFreeCSSTemplates