Anda di halaman 1dari 4

PROSEDUR PELAYANAN PASIEN GAWAT DARURAT

STANDAR
PROSEDUR

No.Dokumen:

No.

Halaman :

004/SPO/PP/XII/2015

Revisi :

Tanggal Terbit :

00
Ditetapkan Oleh :

10 Desember 2015

Direktur Terkait

OPERASIONAL
PENGERTIAN

dr.Gatot Soeryo K. PFK..MM


Maksud dari pelayanan gawat darurat adalah bagian dari
pelayanan kedokteran yang dibutuhkan oleh penderita dalam
waktu segera untuk menyelamatkan kehidupannya. Unit
kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan rawat darurat
disebut

dengan

nama

Instalasi

Gawat

Darurat

(IGD).

Tergantung dari kemampuan yang dimiliki, keberadaan IGD


dapat beraneka macam. Namun yang lazim ditemukan adalah
yang tergabung dalam rumah sakit
TUJUAN

1. Mencegah kematian dan kecacatan pada penderita gawat


darurat
2. Menerima rujukan pasien atau mengirim pasien
3. Melakukan penanggulangan korban musibah masal dan
bencana yang terjadi dalam maupun diluar rumah sakit
4. Suatu UGD harus mampu memberikan pelayanan dengan
kualitas tinggi pada masyarakat dengan problem medis aku

KEBIJAKAN

Semua fasilitas yang tersedia di igd sesuai dengan fungsinya


untuk memenuhi kebutuhan akan pelayanan emergensi

PROSEDUR

1. Melakukan tindakan keperawatan mengacu pada


standar prosedur operasional yang telah ditentukan
sesuai dengan tingkat kegawatan pasien, berdasarkan
prioritas tindakan :

a. Pelayanan keperawatan gawat darurat rumah sakit


1) Melakukan triase,
2) Melakukan tindakan penanganan masalah
penyelamatan jiwa dan pencegahan kecacatan,
3) Melakukan tindakan sesuai dengan masalah
keperawatan yang muncul.
Contoh: Jalan nafas tidak efektif
Tindakan Mandiri Keperawatan
a) Monitor pernafasan : rate, irama,
pengembangan dinding dada, ratio inspirasi
maupun ekspirasi, penggunaan otot
tambahan pernafasan, bunyi nafas, bunyi
nafas abnormal dengan atau tanpa stetoskop,
b) Melakukan pemasangan pulse oksimetri,
c) Observasi produksi sputum, jumlah, warna,
kekentalan,
d) Lakukan jaw thrust (khusus pasien dengan
dugaan cedera servikal ), chin lift, atau head
tilt,
e) Berikan posisi semi fowler atau berikan posisi
miring aman
f) Ajarkan pasien untuk nafas dalam dan batuk
efektif,
g) Berikan air minum hangat sesuai kebutuhan,
h) Lakukan phisioterapi dada sesuai indikasi,
i) Lakukan suction bila perlu
j) Lakukan pemasangan Oro Pharingeal
Airway (OPA), Nasopharyngeal Airway
(NPA), Laryngeal Mask Airway (LMA)
Tindakan Kolaborasi
a) Beri obat sesuai indikasi : bronkodilator,
mukolitik, antibiotik, steroid,

b) Pemasangan EndoTracheal Tube (ETT)


2. Melakukan monitoring respon pasien terhadap tindakan
keperawatan,
3. Mengutamakan prinsip keselamatan pasien ( patient
safety ), dan privacy,
4. Menerapkan prinsip standar baku ( standar precaution ),
UNIT TERKAIT

Mendokumentasikan tindakan keperawatan.


Ugd