Anda di halaman 1dari 18

Cara Menghitung Tetesan Infus

Sunday, December 16th 2012. | Lain-lain


advertisement

Buat anda seorang perawat ataupun praktisi gizi wajib tahu cara
menghitung tetesan infus. Tetesan infus tidak boleh sembarangan ada Cara Menghitung
Tetesan infus yang harus dipakai. Pemberian cairan melalui infus merupakan tindakan
memasukkan cairan melalui intravena yang dilakukan pada pasien dengan bantuan perangkat
infus. Tindakan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit serta sebagai
tindakan pengobatan dan pemberian makanan.
Mengetahui cara menghitung tetesan infus dapat membatu kita dalam menentukan seberapa
banyak jumlah tetesan infus dalam tiap menit kepada klien. Hal ini bisa membantu kita
mengetahui berapa jumlah zat gizi yang dikandungnya. Untuk mengerti dan memahami
bagaimana cara menghitung tetesan infus , coba simak contoh cara menghitung tetesan infus
dalam bentuk kasus berikut ini.
Dokter meresepkan kebutuhan cairan NaCl 0,9 % pada Tn A 1000 ml/12 jam. faktor drips
(tetes) 15 tetes/1 ml. berapa tetes per menit cairan tersebut diberikan?
Strategi menjawab kasus

Ketahui jumlah cairan yang akan diberikan

konversi jam ke menit (1 jam = 60 menit)

masukkan kedalam rumus (Jumlah cairan yang dibutuhkan dikali dengan faktor
drips, lalu dibagi dengan lamanya pemberian)

Jadi jawabannya dari soal di atas adalah


(1000 x 15)/(12 x 60) = 15.000/720 = 20.86 dibulatkan jadi 21
Jadi, cairan tersebut harus diberikan 21 tetes/menit.

Dengan mengetahui jumlah tetesan yang pada akhirnya kita akan tahu berapa ml cairan yang
masuk ke pasien maka kita akan dapat mengetahui berapa zat gizi yang telah / akan diterima
pasien dalam kurun waktu tertentu dengan cara membaca komposisi zat yang ada dalam cairan
tersebut. Komposisi zat dalam cairan infus bisa anda lihat di label kemasannya.
Terkadang kita agak kesulitan dalam menghitung tetesan infus yang akan kita berikan kepada
seorang pasien, berikut tips2 nya
CARA MENGHITUNG TETESAN INFUS
1 cc = 20 tetes makro = 60 tetes mikro
contoh soal cara menghitung tetesan infus 1
infus 600 cc diberikan kepada seorang pasien 20 tetes makro/ menit habis dalam berapa jam?
jika dalam micro?
jawab : 1 cc = 20 tetes makro > berarti pasien diberikan 1 cc/ menit
infus yang tersedia 600 cc > = akan habis dalam 600 dibagi 60 menit = 10 jam
untuk menghitung dalam micro anda tinggal mengalikan 3,
micro = 3 x 10 jam = 30 jam
contoh soal cara menghitung tetesan infus 2
berapa tetes macro per menit tetesan 600 cc infus RL harus diberikan agar habis dalam 4 jam?
jawab : 600 cc dibagi 4 jam = 150 cc > ini jumlah cc RL yang harus diberikan per jamnya
150 cc dibagi 60 = 2,5 cc / menit. ini jumlah cc RL yang harus diberikan per menitnya.
1 cc = 20 tetes makro = 60
tetes mikro jadi 2,5 cc = (2,5 x 20) = 50 tetes makro
tetes makro = (2,5 x 60) 150 tetes mikro.
Demikian penjelasan menngenai cara menghitung tetesan infus. Semoga cara menghitung
tetesan infus ini bisa bermanfaat.
Pencarian terkait cara menghitung tetesan infus : cara menghitung tetesan infus mikro dan
makro, faktor tetesan infus, cara menghitung tetesan infus pada anak, artikel cara menghitung
tetesan infus, cara menghitung tetesan infus pada bayi, cara menghitung tetesan infus per menit,
Contoh Soal :
Pasien an Bapak Hendi akan diberikan cairan sebanyak 2000ml dalam waktu 24 jam, diketahui
infus set yang digunakan adalah infus set makro dengan Faktor Tetesan 20 tetes/ml. Pertanyaan,
berapakah kecepatan tetesan infus untuk Pak Hendi tersebut?
Jawab :
Diketahui :
Jumlah cairan yang akan diberikan (ml) : 2000 ml

Faktor tetesan/drip : 20
Lama pemberian dalam jam : 24 jam
2000ml x 20 tts
24 x 60 mnt
40000 tts
240 mnt
= 27.78
= dibulatkan menjadi 28 tetes/menit
Sebagai seorang praktisi gizi kita kadang dihadapkan untuk menghitung jumlah zat gizi pada
pasien yang sedang diinfus. Menentukan jumlah tetesan infus dalam tiap menit kepada klien
akan dapat membantu kita mengetahui berapa jumlah zat gizi yang dikandungnya. Untuk
mengerti dan memahami bagaimana menghitung jumlah tetesan infus , bisa anda pelajari kasus
dibawah
ini.
Contoh
kasus
Dokter meresepkan kebutuhan cairan Nacl 0,9 % pada Tn A 1000 ml/12 jam. faktor drips (tetes)
15 tetes/1 ml. berapa tetes per menit cairan tersebut diberikan?
Strategi
menjawab
kasus
1.
Ketahui
jumlah
cairan
yang
akan
diberikan
2.
konversi
jam
ke
menit
(1
jam
=
60
menit)
3. masukkan kedalam rumus (Jumlah cairan yang dibutuhkan dikali dengan faktor drips, lalu
dibagi dengan lamanya pemberian)
Jadi jawabannya adalah (1000 x 15)/(12 x 60) = 15.000/720 = 20.86 dibulatkan jadi 21
Cairan tersebut harus diberikan 21 tetes/menit.
Dengan mengetahui jumlah tetesan yang pada akhirnya kita akan tahu berapa ml cairan yang
masuk ke pasien maka kita akan dapat mengetahui berapa zat gizi yang telah / akan diterima
pasien dalam kurun waktu tertentu dengan cara membaca komposisi zat yang ada dalam cairan
tersebut biasanya ada pada label kemasannya.
Terkadang kita agak kesulitan dalam menghitung tetesan infus yang akan kita berikan kepada
seorang pasien, berikut tips2 nya
RUMUS
1 cc = 20 tetes makro = 60 tetes mikro
contoh soal :
1. infus 500 cc diberikan kepada seorang pasien 20 tetes makro/ menit habis dalam berapa jam?
jika dalam micro?

jawab : 1 cc = 20 tetes makro > berarti pasien diberikan 1 cc/ menit


infus yang tersedia 500 cc > = akan habis dalam 500 dibagi 60 menit = 8,333 jam
kalo dalam micro tinggal di kali 3 aja. jadinya = 24,99 jam.
2. berapa tetes macro per menit tetesan 500 cc infus RL harus diberikan agar habis dalam 4 jam?
jawab : 500 cc dibagi 4 jam = 125 cc > ini jumlah cc RL yang harus diberikan per jamnya
125 cc dibagi 60 = 2,083 cc / menit. ini jumlah cc RL yang harus diberikan per menitnya.
1 cc = 20 tetes makro = 60 tetes mikro jadi 2,083 cc = (2,083 x 20) 41,66 tetes makro = (2,083 x
60) 124,98 tetes mikro
HUKNAH TINGGI DAN RENDAH SERTA SUPPOSITORIA
A. Pengertian
Huknah tinggi adalah Memasukkan cairan melalui anus sampai ke kolon
asenden dengan menggunakan kanul rekti
Huknah rendah adalah Memasukkan cairan hangat melalui anus sampai ke
kolon desenden dengan menggunakan kanul rekti.
B.
1.
a.
b.
2.
a.
b.
c.

Tujuan
Huknah tinggi
Membantu mengeluarkan fesces akibat konstipasi
Tindakan pengobatan/pemeriksaan diagnostik
Huknah rendah
Merangsang peristaltik usus, sehingga pasien dapat buang air besar
Mengosongkan usus sebagai persiapan tindakan operasi
Sebagai tindakan pengobatan

C.
1.
2.
3.
4.

Indikasi
Pasien yang obstipasi
Pasien yang akan di operasi
Persiapan tindakan diagnostika misalnya ( Pemeriksaan radiologi )
Pasien dengan melena

D.
1.
2.
3.

Kontraindikasi
Pasien dengan diverticulitis, ulcerative colitis, Crohns disease, post operasi,
pasien dengan gangguan fungsi jantung atau gagal ginjal,
keadaan patologi klinis pada rektum dan kolon seperti hemoroid bagian dalam atau hemoroid
besar, tumor rektum dan kolon.

E.
1.
a.

Persiapan
Huknah tinggi
Persiapan pasien
Mengucapkan salam terapeutik
Memperkenalkan diri

Menjelaskan pada klien dan keluarga tentang prosedur dan tujuan

tindakan yang akan

dilaksanakan.
Penjelasan yang disampaikan dimengerti klien/keluarganya
Selama komunikasi digunakan bahasa yang jelas, sistematis serta tidak mengancam.
Klien/keluarga diberi kesempatan bertanya untuk klarifikasi
Privacy klien selama komunikasi dihargai.
Memperlihatkan kesabaran , penuh empati, sopan, dan perhatian serta respek selama

b.

2.
a.

berkomunikasi dan melakukan tindakan


Membuat kontrak (waktu, tempat dan tindakan yang akan dilakukan)
Pasien disiapkan dalam posisi tidur miring ke kanan (posisi sim)
Persiapan alat
Sarung tangan bersih
Selimut mandi atau kain penutup
Perlak dan pengalas bokong
Irigator lengkap dengan canule recti, selang dan klemnya
Cairan hangat sesuai kebutuhan (misalnya cairan Nacl, air sabun, air biasa)
Bengkok
Pelicin (vaselin, sylokain, Jelly 2% /pelumas larut dalam air
Tiang penggantung irigator
Jika perlu sediakan pispot,air pembersih dan kapas cebok/tissue toilet
Huknah rendah
Persiapan pasien
Mengucapkan salam terapeutik
Memperkenalkan diri
Menjelaskan pada klien dan keluarga tentang prosedur dan tujuan tindakan yang akan

dilaksanakan.
Penjelasan yang disampaikan dimengerti klien/keluarganya
Selama komunikasi digunakan bahasa yang jelas, sistematis serta tidak mengancam.
Klien/keluarga diberi kesempatan bertanya untuk klarifikasi
Privacy klien selama komunikasi dihargai.
Memperlihatkan kesabaran , penuh empati, sopan, dan perhatian serta respek selama

berkomunikasi dan melakukan tindakan


Membuat kontrak (waktu, tempat dan tindakan yang akan dilakukan)
Pasien disiapkan dalam posisi tidur miring ke kiri (posisi sim)
b. Persiapan alat

Sarung tangan bersih

Selimut mandi atau kain penutup

Perlak dan pengalas bokong

Irigator lengkap dengan canule recti, selang dan klemnya

Cairan hangat sesuai kebutuhan (misalnya cairan Nacl, air sabun, air biasa)

Bengkok
Pelicin (vaselin, sylokain, Jelly 2% /pelumas larut dalam air
Tiang penggantung irigator
Jika perlu sediakan pispot,air pembersih dan kapas cebok/tissue toilet

F.
1.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Prosedur
Huknah tinggi dan huknah rendah
Pintu ditutup/pasang sampiran
Mencuci tangan
Perawat berdiri disebelah kanan klien dan pasang sarung tangan
Pasang perlak dan pengalas
Pasang selimut mandi sambil pakaian bagian bawah klien ditanggalkan
Atur posisi klien sims miring kiri (huknah rendah) dan posisi sims miring

kanan (huknah tinggi)


g. Sambung selang karet dan klem (tertutup) dengan irigator
h. Isi irigator dengan cairan yang sudah disediakan
i. Gantung irigator dengan ketinggian 40-50 cm dari bokong klien
j. Keluarkan udara dari selang dengan mengalirkan cairan ke dalam bengkok
k. Pasang kanule rekti dan olesi dengan jelly
l. Masukkan kanule ke anus, klem dibuka, masukkan cairan secara perlahan
m. Jika cairan habis, klem selang dan cabut kanul dan masukkan kedalam
bengkok
n. Atur kembali posisi klien dan minta klien menahan sebentar
o. Bantu klien ke WC jika mampu, jika tidak tetap dalam posisi miring lalu
pasang pispot dibokong klien.
p. Klien dirapihkan
q. Alat dirapihkan kembali
r. Mencuci tangan
s. Melaksanakan dokumentasi :
Catat tindakan yang dilakukan dan hasil serta respon klien pada lembar
catatan klien
Catat tanggal dan jam melakukan tindakan dan nama perawat yang
melakukan dan tanda tangan/paraf pada lembar catatan klien
G. Perbedaan huknah tinggi dan huknah rendah
No Perbedaan
1. - Tindakan

Huknah rendah
- Tindakan memasukkan

Huknah tinggi
-Tindakan memasukkan cairan

cairan hangat dari rectum

hangat dari rectum

kedalam kolon desenden

dimasukkan kedalam kolon

asenden.
2

- Tujuan

- Mengosongkan usus sebagai -Membantu mengeluarkan


persiapan tindakan operasi,

fases akibat konstipasi atau

colonoscopy

impaksi fekal

3.

- Kanul enema

-Kanula Recti

-Kanula usus

4.

- Posisi

-Posisi sims miring kekiri

-Posisi sims miring ke kanan


-750-1000ml

5.

- Jumlah cairan hangat yang -500 ml


diberikan untuk dewasa

6.

- Tinggi irigator

- 30-45 cm dari tempat tidur


- 30 cm dari tempat tidur

No
1.
2.
3.
4.
5.

Usia
Bayi
Toddler atau preschool
Anak usia sekolah
Remaja
Dewasa

Jumlah larutan
150-250 ml
250-350 ml
300-500 ml
500-750 ml
750-1000 ml

H. Suppositoria
Suppositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk , yang
diberikan melalui rectal,vagina ,atau uretra.Bahan dasar suppositoria yang
umum digunakan adalah lemak coklat,gelati tergliserinasi,minyak nabati
terhidrogenasi,campuran polietilen glikol berbagai bobot molekul dan ester
asam lemak polietilen glikol(anonim 1995)
1. TUJUAN PENGGUNAAN SUPPOSITORIA
a. Untuk tujuan lokal, seperti pada pengobatan wasir atau hemoroid dan
penyakit infeksi lainnya, suppositoria juga dapat digunakan untuk tujuan
sistemik karena dapat diserap oleh membran mukosa dalam rektum. Hal ini

digunakan terutama bila penggunaan obat per oral tidak memungkinkan


seperti pada pasien yang mudah muntah atau pingsan.
b. Untuk memperoleh kerja awal yang lebih cepat
c. Untuk menghindari kerusakan obat oleh enzim didalam saluran
gastrointestinal dan perubahan obat secara biokimia didalam hati.
2. CARA KERJA OBAT :
Ketoprofen adalah suatu anti inflamasi non steroid, yang termasuk dalam golongan AINS
turunan dari asam propionat. Ketoprofen memiliki aktivitas anti inflamasi, anti piretik dan
analgesik secara sentral dan perifer.
Ketoprofen menghambat sintesa prostaglandin dengan cara menghambat ensim siklooksigenase.
3. INDIKASI :
Rematik inflamasi kronis
Rematik abartikuler
Serangan Gout atau kondrokalsinosis
Artritis akut dan poliartritis
Skiatika dan nyeri pada pinggang bawah
Eksaserbasi kongestif pada osteoartritis
Sebagai analgetik setelah operasi atau setelah melahirkan
4. KONTRA INDIKASI :
Penderita dengan riwayat reaksi hipersensitif terhadap Ketoprofen, Asetosal, AINS lainnya
seperti serangan asma, atau reaksi alergi tipe lain.
Reaksi anafilaksis berat dan fatal pernah dilaporkan meskipun jarang.
Penderita dengan riwayat rektitis atau protekragia.
5. EFEK SAMPING :
Gangguan pada saluran cerna : gastralgia, nyeri perut, mual, muntah, diare, konstipasi.
Reaksi hipersensitivitas : kemerahan, urticaria, angioedema, serangan asma, bronkospasme,

reaksi anafilaksis (termasuk syok).


Gangguan pada sistem saraf pusat dan perifer : pusing, parestesi dan konvulsi, sakit kepala,

somnolence, gangguan emosi.


Gangguan pendengaran : tinitus.
Gangguan pada darah : trombositopenia, anemia yang umumnya karena perdarahan kronis,

agranulositosis, aplasia sumsum tulang.


Over dosis : Efek samping yang diamati pada keadaan overdosis adalah : hipertensi,
bronkospasme dan hemoragi gastrointestinal. Pada kejadian ini dapat diberikan terapi simtomatik
dan supportive.

6. PERINGATAN DAN PERHATIAN :


Hati-hati diberikan pada penderita dengan riwayat tukak lambung.

Pada awal pengobatan fungsi ginjal harus dipantau dengan cermat pada pasien dengan gangguan
hati. Sirosis dan nefrosis, pasien yang menerima pengobatan diuretik, pasien dengan gangguan
ginjal kronis, terutama pada pasien usia lanjut. Pada pasien-pasien ini pemberian ketoprofen
dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke dalam ginjal disebabkan oleh penghambatan

prostaglandin dan berakibat gagal ginjal.


Seperti halnya dengan AINS lain, bila terdapat infeksi, maka aktivitas antiinflamasi, analgesik
dan antipiretik ketoprofen dapat menutupi tanda-tanda umum perkembangan infeksi misalnya

demam.
Pada pasien dengan pemeriksaan fungsi hati abnormal, atau dengan riwayat penyakit hati, kadar
transaminase harus dinilai secara berkala terutama pada pengobatan jangka panjang. Pernah

dilaporkan adanya ikterus dan hepatitis karena ketoprofen walaupun jarang.


Bila terjadi gangguan penglihatan misalnya penglihatan kabur maka pengobatan harus

dihentikan.
Hati-hati pemberian pada wanita hamil dan menyusui.
7. INTERAKSI OBAT :
Dengan AINS lain, termasuk salisilat dosis tinggi : dapat meningkatkan risiko tukak lambung

dan perdarahan.
Antikoagulan oral, heparin parenteral dan tiklopidin : meningkatkan risiko perdarahan yang

disebabkan penghambatan agregasi trombosit.


Lithium : risiko peningkatan kadar litium dalam plasma, kadang-kadang mendekati kadar toksis,

karena penurunan ekskresi litium melalui ginjal.


Metotreksat dengan dosis lebih dari 15 mg/minggu : akan terjadi peningkatan risiko toksisitas
darah dari metotreksat, sehubungan dengan penggantian metotreksat yang terikat dengan protein

dan penurunan klirens ginjal.


8. DOSIS :

SUPRAFENID Supositoria :
Bila dikombinasikan dengan pemberian per oral pada waktu pagi dan siang, dosis lazim adalah

1 supositoria dimasukkan ke dalam rektum.


Bila tidak dikombinasikan dosis lazim adalah 2 x 1 supositoria perhari, dimasukkan ke dalam

rektum.
9. KEMASAN :
Dus, isi 10 Supositoria
No. Reg : DKL 0315616553 A1
10. HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Simpan di tempat sejuk (8 C - 15 C) dan kering

Dibuat oleh PT. COMBIPHAR


Bandung - Indonesia
untuk PT Meprofarm

11. PEMBERIAN OBAT


a. Persiapan
Persiapan Klien
o Cek perencanaan Keperawatan klien.
o Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan, dan reaksi yang akan terjadi

o
o
o
o
o

setelah pemberian obat.


Persiapan Alat
Baki beralas.
Hanscone sebelah kanan.
Gunting, kain kassa.
Obat pencahar yang diperlukan/Suppositoria.
Pispot dan bengkok.

b. Pelaksanaan
Perawat cuci tangan.
Pasang sampiran dan gunakan sarung tangan jika perlu.
Gunting obat pencahar yang diperlukan.
Ambil dengan kain kassa.
Masukan perlahan-lahan melalui rectal 7 10 cm sampai melewati Spinter ani interna, sambil
pasien disarankan menarik napas panjang.
Anjurkan pasien menahan BAB dulu sampai terasa mules.
Dekatkan pispot dengan pasien.
Catat pemberian obat dan reaksi pasien.
Membereskan alat-alat.
Perawat cuci tangan.
Catat tindakan yang telah dilakukan.
c. Evaluasi
Perhatikan respon klien dan hasil tindakan.
d. Dokumentasi
Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, respon klien, hasil tindakan,nama
obat dan dosis, perrawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan.

SISTEM PEREDARAN DARAH


SISTEM PEREDARAN DARAH
1. Darah
Darah merupakan sistem organ yang berfungsi mengedarkan darah dari jantung
ke selruh bagian tubuh.
Fungsi peredaran darah adalah:
1. Mengangkut zat-zat makanan dan oksigen ke jaringan-jaringan.
2. Mengangkut sampah-sampah, nitrogen kedalam ginja dan karbondioksida
(CO2) ke paru-paru
3. Menjaga ke stabilan tempratur.
4. Mengangkut hormon untuk mengkoordinir keteraturan kerja alat-alat tubuh.
5. Mencegah terjadinya penggumpalan darah.
6. Sebagai pelindung tubuh karena mengandung antibodi.
Darah adalah suatu cairan yang terdiri dari kira-kira 50% plasma dann 50% sel-sel
darah. Plasma itu terdiri dari kurang lebih 90& air dan 10% bagian lagi berupa
padatan yang terdiri dari protein, asam amino, garam, karbohidrat, lemak vitamin,
hormon dan antibodi.
Sel-sel darah terdiri dri 3 jenis yaitu sel-sel darah merah (Eritrosit), sel-sel darah
putih (Leukosit) dan keping-keping darah (Trombosit).
a)
Sel darah merah ( Eritrosit)

Eritrosit mamalia tidak berinti sehingga tidak memiliki DNA. Eritrosit mamalia
berbentuk bkonkaf, yaitu bentuk cakram dengan bagian tengah agak gepeng.
Bentuk ini berfungsi untuk mengoptimalkan pertukarn oksigen. Warna eritrosit
tergantung pada hemoglobin. Fungsi hemoglobin adalah membantu eritrosit
mengikat oksigen (O2). Jika hemoglobin mengikat O2 maka eritrosit akan berwarna
merah. Dalam 1 mm3 ada kurang lebih 5 juta butir sel darah merah.
Sel darah merah di bentuk di sumsum tulang, misalnya di tulang dada, tulang
lengan atas, tulang kaki atas dan tulang pinggul. Sel darh merah tidak dapat hidup
lama, hanya bisa kurang lebih 120 hari.
b)

Sel darah putih (Leukosit)

Leukosit memiliki inti dan kurang lebih dalam tubuh ada 8000 leukosit per mm 3.
Terdapat lima jenis leukosit dalam darah yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, monosit
dan limfosit. Neutrofil, eosinofil dan basofil memiliki granula-granula sehingga
sering disebut granulosit, sesdangkan limfosit dan mososit disebut agranulosit
(tidak bergranula). Secara umum fungsi leukosit adalah memakan kuman-kuman
penyakit atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh dan mengangkut lemak.
c)

Keping-keping darah (trombosit)

Trombosit tidak memilii inti dan kurang lebih ada 200-400 ribu per mm 3 di dalam
tubuh.
Fungsi utamanya adalah sebagai sistem pertahanan,yaitu untuk mengaktifkan
mekanisme penggumpalan darah. Pnggumpalan darah adalah proses dimana
dinding pembuluh darah yang rusak ditutupi oleh gumpalan fibrin agar darah
berhenti. Penggumpalan darah juga membantu mempeerbaiki dinding pembuluh
darah yang rusak. Secara garis besar proses pembekuan darah.
d)

Penggolongan Darah

Walaupun darah manusia kelihatan sama , akan tetapi bila darah sitransfusikan
pada orang lain maka penggumpalan pada prosses transfusi darah tersebut
mungkin saja terjadi. Hal ini disebabkan adanya reaksi antigen-antibosi didalam
darah tersebut.
Di dalam darah merah terdapat 2 antigen (aglutinogen) yaitu A dan B, dan didalam
plasmanya terdapat 2 macam antibodi (aglutinin) yaitu a dan b. Oleh karena itu
terdapat 4 macam golongan darah yang dimiliki manusia tergantung pada antigen
yang dikandungnya, apakah satu jenis antigen, kesua-duanya atau tidak memiliki
antigen sama sekali.

Golongan Darah

Antigen (Aglutinogen
dalam sel darah merah)

Antibodi (Aglutinin dalam


plasma)

b = (anti B)

a = (anti A)

AB

A dan B

Anti A dan anti B

Golongan darah AB disebut sebagai penerima darah umum (recipient universal),


artinya golongan darah ini dapat menerima sesluruh golongan darah lainnya,
Goongan darah O disebut sebagai pemberi darah umum (donor universal), artinya
golongan darah ini dapat memberi pada seluruh golongan drah lainnya.
e)

Rhesus Faktor

Rhesus faktor atau Rh adalah suatu antigen peting lainnya yang terdapat di dalam
darah.
Manusia ada yang mengandung Rh (Rh positif, di tulis Rh +) dan ada yang tidak
mengandung Rh(Rh negatif, ditulis Rh -). Bila darah dengan Rh+ ditransfusikan pada
orang yang tidak memiliki Rh (Rh-), maka orang tersebut akan dibentuk antibodi
(anti Rh+). Pada transfusi pertama mungkin tidak akan terjadi apa-apa atau kecil
sekali pengaruhnya. Akan tetapi bila transfusi yang kedua dan seterusnya dilakukan
dengan darah yang sama atau darah yang mengandung Rh, maka antibodki yang
dibentuk akan semakin kuat. Hal tersebut dapat nmengakibatkan kerusakan sel-sel
darah pada orang si penerima transfusi darah, karena adanya reaksi antara antigen
(faktor Rh) dengan antibodi (anti Rh). Keruusakn tersebut berupa pecahnya sel-sel
darah (hemolisis) yang dapat menggakibatkan kematian bagi orang tersebut.
Bila seorang ibu dengan Rh mengandung bayi yng memiliki Rh (Rh+), maka si ibu
akan membentuk antibodi yang dapat merusak eritrosit bayi yang dikandungnya.
Kematian bayi yang dikandungnya biasanya akan terjadi pada kehamilan kedua dan
seterusnys.
2.

Pembuluh darah

Bagaiman adarah dapat beredar keseluruh tubuh manusia mulai dari jantung
hingga mencapai sel-sel yang terkecil, pada abad ke-17, penyelidikan tentang
peredaran darah telah dilakukan oleh para ahli. Penelitian tersebut menemukan
bahwa darah didalam tubuh mengalir melalui pembuluh-pembuluh darah. Pembuluh
balik (vena) ditemukan oleh seorang ahli fisiologi dari Inggris yakni William Harvey
(1578-1657) beliau mengadakan percobaan dengan mengikat lengan atasnya tepat
di atas siku. Ternyata saat meraba lengan bawah, dia merasakan ada suatu
pembesaran pembuluh yang kemudian dengan berbagai percobaan ahli lain

disimpulkan bahwa pembuluh balik( vena) yang membawa darah menuju jantung.
Tiga puluh tanhun kemudian, seorang ahli anatomi Italia Marcello Malpighi, berhasil
menemulkan adanya pembuluh kapiler.
a)

Pembuluh Nadi (Arteri)

Pada saat jantung berkontraksi (sistol), darah akan keluar dari bilik menuju
pembuluh nadi
(arteri). Pembuluh nadi adalah pembuluh yang membawa darh dari jantung dan
umumnya mengandung banyak oksigen. Pembuluh ini tebal, elstis, dan memiliki
sebuah katup (Valvula semilunaris) yang berada tepat diluar jantung. Letak
pembuluh nadi biasanya didalam tubuh, hanya beberapa yang terletak di dekat
permukaan sehingga dapat dirasakan denyutnya.
Secara anatomi, pembuluh nadi tersusun atas tiga lapis jaringan.Lapisan
luar berupa jaringan ikat yang kuat dan elastis. Lapisan tengah berupa otot polos
yang berkontraksi secara tak sadar. Otot polos akan meregang pada saat darah
melewatinya sehingga lapisan ini tidak melipat. Lapisan dalam berupa jaringan
endotelium yang melindungi jaringan didalamnya. Pembuluh nadi yang
dilewatidarah adalah sebagai berikut.

Pembuluh Nadi Besar (Aorta)

Aorta adalah pembuluh yang dilewati darah dari bilik kiri jantung menuju keseluruh
tubuh.
Aorta bercabang-cabangh, makin lama makin kecil,, dan disebut pembuluh nadi
(Arteri). Arteri bercabang lagi makin kecil, disebut Arteriola. Arteriola bercabang
halus diseluruh tubuh dan disebut kapiler.
Kapiler sangat halus dan tersusun oleh satu lapis jaringan endotelium.
Kapiler dapat masuk sampai ke sel-sel tubuh. Disinilah terjadi pertukaran gas, air,
dan garam minereal ataupun larutan bahan organik dari kapiler darah dengan selsel tubuh. Kapiler-kapiler akan saling bertautan dan berhubungan dengan kapiler
vena yang dinamakan venula. Darah yang telah beredar dari seluruh tubuh
melewati venula dan menuju vena yang lebih besar, kemudian akhirnya menuju
vena kava (pembuluh balik tubuh) dan kembali ke jantung.

Pembuluh Nadi Paru-paru (Arteri Pulmonalis)

Pembuluh nadi paru-paru adalah pembuluh yang dilewati darah dari bilik kanan
menuju
paru-paru (pulmo). Pembuluh ini banyak mengandung karbon dioksida yang akan
dilepaskan ke paru-paru. Didalam paru-paru, yaitu di alveolus, darah melepas
karbon dioksida dan mengikat oksigen. Dari kapiler di paru-paru, darah akan
menuju ke venula, kemudian ke vena pulmonalis dan kembali ke jantung.

b.

Pembuluh Balik (Vena)

Pembuluh balikk adalah pembuluh yang membawa darah kembali ke jantung, yang
umumnya mengandung karbon dioksida. Pembuluh balik (vena0 lebih mudah
dikenali daripada nadi karena letaaknya di daerah permukaan. Seperti halnya nadi,
pembuluh balik juga disusun oleh tiga lapisan, tetapi dinding pembuluh ini lebih
tipis dan tidak elastis. Tekanan pembuluh balik lebih lemah dibandingkan dengan
tekanan pembuluh nadi dan disepanjang pembuluh balik terdapat katup yang
menjaga agar darah tak kembali.
Saat jantung berelaksasi (Diastol), darah dari tubuh dan paru-paru akan masukk ke
jantung melalui vena. Pembuluh balik ini merupakan tempat masuknya darah ke
jantung. Vena diselubungi oleh otot rangka dan memili sebuah katup, yaitu Valvula
seminularis.
Pembuluh balik yang masuk ke jantung adalah sebagai berikut:

Vena Kava

Vena kava bercabang-cabang menjadi pembuluh yang lebih kecil, yaitu vena. Vena
bercabang-cabang lagi menjadi kapiler vena yang disebut venula. Venula berada
didalam sel-sel tubuh dan berhubungan dengan kapiler ateri. Ada 2 macam vena
kava, yaitu vena kava superior dan vena kava inferior.
a.
Vena Kava Superior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO 2 dari bagian atas tubuh (kepala,
leher, dan anggota badan atas) ke seranbi kanan jantung.
b.

Vena Kava Interior

Vena ini membawa darah yang mengendung CO 2 dari bagian tubuh lainnya dan
anggota badan bawah tubuh ke serambi bawah kanan jantung

3.

Jantung

Jantung manusia terletak di rongga dada sebelah kiri, di atas diafragma. Jantung
manusia mempunyai 4 ruang yang terbagi sempurna dan terletak di dalam rongga
dada serta terbungkus oleh perikardia. Perikardia terdiri dari 2 lapis, yakni lamina
pariestalis (sebelah luar) dan lamina viseralis (menempel di dinding jantung).
Diantara ke dua lapis ini terdapat lapis kavum perikardia yang berisi cairan
perikardia.
Jantung terdiri dari empat ruang, yakni dua serambi (atrium) dan dua bilik
(ventrikel). Pada dsarnya, fungsi serambi adalah sebagai tempat lewatnya darah

dari luar jantung ke bilik. Akan tetapi, serambi juga dapat berfungsi sebagai pompa
yang lemah sehingga membantu aliran darah dari serambi ke bilik. Bilik memberi
tenaga yang memberi tenaga yang mendorong darah ke paru-paru dan sistem
sirkulasi tunbuh. Jantung dibentuk terutama oleh tiga jenis otot jantung (miokardia),
yaitu otot seranbi, otot bilik, serta serabut otot perangsang dan penghantar khusus.
Pada sekat antara ke dua serambi terdapat simpul saraf yang merupakan simpul
saraf tak sadar. Simpul saraf ini bercabang-cabang ke otot serambi jantung
kemudian ke luar sebagai suatu berkas yang disebut berkas His. Berkas ini menuju
sekat diantara kedua bilik dan akhirnya bercabang-cabang ke seluruh bilik. Selainitu
, jantung dipenmgaruhi juga oleh saraf simpatetik dan saraf parasimpatetik (nervus
vagu). Rangsangan saraf parasimpatetik menurunkan frekuensi denyut jantung,
sedangkan rangsangan simpatetik meningkatkan frekuensi denyut jantung. Otot
bilik jantung lebih tebal daripada otot bagian seranbi dan bagian sebelah kiri lebih
tebal dari pada bagian kanan.
Diantara serambi dan bilik jantung terdapat katup atriolventrikuler (valvula
bikuspidalis) yang berfungsi mencegah aliran daran dari bilik ke serambi selama
sisitol. Katup semilunaris (katup aorta dan pulmonalis) mencegah aliran balik dari
aorta dan arteri pulmonalis ke bilik selama diastol.
Cara keja
jantung
Otot-otot jantung bekerja dengan sendirinya (berkontraksi) tanpa menurut
kehendak kita. Pada manusia normal biasanya jantung berkontraksi 72 kali setiap
menit dan memompa darah 60 cm3. Priode dari suatu air kontraksi hingga akhir
kontraksi berikutnya disebut siklus jantung. Siklus jantung terdiri dari priode
relaksasi yang dinamakan diastos, yaitu jika serambi jantung menguncup dan bilik
jantung mengembang. Pada saat itu, otot bilik mengendur maksimum dan ruang
bilik mengembang maksimum. Priode kontraksi dinamakan sistol, yaitu jika otot
bilik jantung menguncup dan darah didalam bilik di pompa ke pembuluh nadi paruparu (arteri pulmonalis) ataupun ke aorta secara bersamaan.
Darah yang dipompa keluar jantung memiliki kekuatan dankecepatan
mengalir tertentu. Kekuatan ini dilanjutkan oleh pembuluh nadi. Oleh karena otot
pembuluh nadi elastis, maka nadi ikut berdenyut.
Tekanan darah dapat diukur dengan tensi meter. Yang diukur adalah tekanan
sistol (waktu darah keluar jantung) dan tekanan diastol (waktu darah masuk ke
jantung). Pada orang dewasa yang sehat, umumnya sistol sebesar 120 mmHg dan
diastol sebesar 80 mmHg atau dapat juga di tulis sebagai tekanan arteri = 120/80
(sistol dan diastol). Pada saat itu tekanan kapiler 30/10 dan tekanan vena 10/0.

Seperti halnya organ-organ lain diseluruh tubuh, jantung yang terus menerus bekerja juga
memerlukan makanan. Makanan itu diperoleh dari pembuluh nadi tajuk (arteri koronaria).

PEREDARAN DARAH MANUSIA


Ada dua macam peredaran darah dalam tubuh manusia. Peredaran darah dari bilik
kanan jantung menuju paru-paru melewati arteri pulmonalis dan kembali keserambi
kiri jantung melewati vena pulmonalis disebut peredaran darah kecil. Sedangakan
peredaran darah dari bilik kiri jantung keseluruh tubuh melalui aorta dan akhirnya
kembali keserambi kanan jantung melalui vena kava disebut peredaran darah
besar. Oleh karena pada manusia terdapat kedua macam peredaran darah tersebut,
maka manusia dikatakan memiliki peredaran darah ganda.
Pada tubuh manusia, sari-sari makanan diedarkan olehh pembuluh darah dan
pembuluh limfa. Kekuatan untuk mengedarkannya ditimbulkan oleh denyut jantung.
Pada saat bayi dalam kandungan (fetus), jantungnya belum sempurna dan sekat
diantara serambi jantung belum menutup. Pada sekat serambi tersebut terdapat
lubang yang disebut Foraman Ovale sehingga arteri yang menuju paru-paru dan
aortabelum sempurna. Dengan demilian, oksigen dan sari-sari makanan seluruhnya
diperoleh dari ibu melalui plasenta.
Ketika bayi lahir, foramen Ovale telah menutup dan pembuluh-pembuluh darah
telah berfungsi. Akan tetapi, kadang-kadangf saat bayi itu lahir arteri belum
berfungsi dan lubang pada sekat diantara serambi belum menutup. Keadaan ini
dinamakan Penyakit jantung bawaan. Bayi yang menderita penyakit jantung
bawaan biasaanya berwarna kebiruan sehingga dikenal sebagai Blue baby. Bayi
berwarna biru karena kekurangan oksigen dalam darah. Penyakit jantung bawaan
dapat diatasi dengan pembedahan.
KELAINAN DANGANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH
Kelainan dan gangguan pada sistem peredaran darah dapat ditimbulkan karena
pewarisan sifat( keturunan), rusaknya alat peredaran darah akibat kecelakaan, atau
akibat makanan yang dikonsumsi banyak mengandung lemak dan zat kapur. Zat
makanan tersebut dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah atau
berkurangnya elastisitas otot jantung dalam mekanisme pompa dan isap.
Kelainan atau gangguana pada sistem peredaran darah antara lain :

Anemia (kurang darah), dikarenakan kurangnya kadar Hb atau kurannya


jumlah eritrosit dalam darah.

Farises adalah pelebaran pembuluh darah di betis.

Hemoroid (Ambeyen), adalah pelebaran pembuluh darah disekitar dubur


(anus).

Arteriosklerosis, adalah pengerasan pembuluh nadi karena timbunan atau


endapat kapur.

Atherosklerosis adalah pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak.

Embolus, adalah tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang


bergerak.

Trombus adalah tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak


bergerak.

Hemofilia adalah kelainan darah sukar membeku karen afaktor hereditas


(keturunan).

Leukimia (kanker darah) adalah bertambahnya leukosit secara tak terkendali.

Penyakit kuning pada bayi (Eritroblastosis fetalis) adalah rusaknya eritrosit


bayi atau janin akibat aglutinasi dari antibodi ibu, apabila ibu bergolongan
darah Rh- dan embrio Rh+. Penyakit ini terjadi pada kandungan kedua, jika
kandungan pertama embrio juga bergolongandarah Rh +.

Penyakit jantung koroner (PJK), yaitu penyempitan arterikoronaria yang


mengangkut O2 ke jantung.

Talasemia merupakan anemia akibat rusaknya gen pembentuk hemoglobin


yang bersifat menurun.