Anda di halaman 1dari 16

Buku Pegangan Tutor

MODUL 1
SESAK NAPAS

Semester Akhir
Tahun Akademik 2004 2005

KEGAWATDARURATAN DAN TRAUMATOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2005

PENDAHULUAN

Modul sesak napas ini diberikan pada anda yang mengambil mata kuliah
Emergensi dan traumatologi . Modul ini adalah merupakan bagian dari sistim
Emergensi dan traumatologi. TIU dan TIK disajikan pada permulaan buku modul ini
agar anda dapat mengerti secara menyeluruh tentang patomekanisme sesak napas .
Modul ini membicarakan insiden , patofisiologi hipoksia, hiperkarbia dan
asidosis yang terjadi pada sesak napas baik pada trauma maupu non trauma. Setiap
modul bisa terdiri dari beberapa skenario yang menunjukkan beberapa simptom
klinik yang bisa ditemukan pada beberapa penyakit. Diskusi bukan hanya difokuskan
pada inti permasalahan tetapi juga akan dibicarakan semua hal yang ada hubungannya
dengan hal tersebut. Anda diharapkan mampu menjelaskan semua aspek penilaian
awal dan pengelolaan sesak napas baik pada trauma maupun non trauma.
Sebelum menggunakan buku ini, tutor dan mahasiswa harus membaca TIU
dan TIK sehingga diharapkan diskusi tidak menyimpan dari tujuan, dan dapat dicapai
kompetensi minimal yang diharapkan . Peran tutor dalam mengerahkan tutorial
sangat penting . Bahan untuk diskusi bisa diperoleh dari bahan bacaan yang
tercantum pada akhir setiap unit. Kemungkinan seorang ahli dapat memberikan
kuliah dalam pertemuan konsultasi antara kelompok mahasiswa peserta diskusi
dengan ahli yang bersangkutan yang bisa diatur dengan dosen yang bersangkutan.
Penyusun mengharapkan buku modul ini dapat membantu mahasiswa dalam
memecahkan masalah sesak napas pada trauma maupun non trauma yang akan
disajikan.

Makassar, 20 Februari 2005


Tim Penyusun

PROBLEM TREE
PENYEBAB

TRAUMA

GEJALA

NONTRAUMA

Kepala dan maksilofasial Penyakir infeksi KV, paru,


Vertebra servikalis dan Dsb
leher
Immunologis
Toraks
kongenital
Abdomen
Tulang
belakang
dan
medulla spinalis
muskuloskeletal

AWAL/SEGERA

TANPA ALAT

ALAT/OBAT

SESAK NAPAS
TINDAKAN & PENGOBATAN

TETAP/LANJUT

BEDAH

NONBEDAH

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM ( TIU)


Setelah selesai mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan
bagaimana mengenal tanda-tanda kegawatan dan bagaimana cara memberikan
tindakan yang cepat dan tepat pada penderita sesak napas.
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah selesai mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat :
1. Menyebutkan dan menjelaskan berbagai penyebab sesak napas.
2. Menjelaskan gejala dan tanda sesak napas oleh berbagai sebab yang dapat
mengancam jiwa.
3. Menjelaskan bagaimana cara tindakan awal penanganan jalan napas dan
pernapasan pada penderita sesak napas tanpa alat.
4. Menjelaskan bagaimana cara tindakan awal penanganan jalan napas dan
pernapasan pada penderita sesak napas dengan alat.
5. Menjelaskan bagaimana cara pemberian oksigen.
6. Menjelaskan bagaimana cara memberikan tindakan lanjut apabila terjadi
kegagalan pada tindakan awal.
7. Menjelaskan bagaimana cara memberikan resusitasi apabila terjadi kegagalan
sirkulasi.
8. Menjelaskan bagaimana cara pemakaian obat-obat darurat.
9. Menjelaskan bagaimana cara menstabilisasi penderita sesak napas yang
disebabkan oleh trauma maupun nontrauma.
10. Menjelaskan syarat-syarat melakukan transportasi dan rujukan pada penderita.

SKENARIO
KASUS 1
Seorang laki-laki usia 25 tahun dibawa ke Puskesmas dengan keluhan sesak napas
penderita terlihat, pucat dan kebiruan. Nadi teraba cepat dan lemah.

KASUS 2
Seorang perempuan usia 4 tahun dibawa ke Puskesmas dengan keluhan sesak
napas penderita terlihat, pucat dan kebiruan. Nadi teraba cepat dan lemah.
Penderita tidak batuk dan tidak demam.
TUGAS UNTUK MAHASISWA
1. Setelah membaca dengan teliti skenario diatas mahasiswa harus mendiskusikan
hal tersebut pada satu kelompok diskusi yang terdiri dari 12-15 orang, dipimpin
oleh seorang ketua dan seorang penulis yang dipilih oleh mahasiswa sendiri.
Ketua dan sekertaris ini sebaiknya berganti-ganti pada setiap kali diskusi. Diskusi
kelompok ini difasilitasi oleh seorang tutor.
2. Melakukan

aktifitas

pembelajaran

individual

di

perpustakaan

dengan

menggunakan buku ajar, majallah, slide, tape atau video, dan internet, untuk
mencari informasi tambahan.
3. Melakukan diskusi kelompok mandiri (tanpa tutor), melakukan curah pendapat
bebas antar anggota kelompok untuk menganalisa dan atau mensintese informasi
dalam menyelesaikan masalah.
4. Berkonsultasi pada nara sumber yang ahli pada permasalahan dimaksud untuk
memperoleh pengertian yang lebih mendalam ( Tanya pakar ).
5. Mengikuti kuliah khusus ( kuliah pakar) dalam kelas untuk masalah yang belum
jelas atau tidak ditemukan jawabannya.

PROSES PEMECAHAN MASALAH


Dalam diskusi kelompok dengan menggunakan metode curah pendapat, anda
diharapkan dapat memecahkan masalah yang terdapat dalam scenario ini, yaitu
dengan mengikuti 7 langkah penyelesaian masalah di bawah ini:
1. Mengklarifikasi istilah yang tidak jelas dalam scenario diatas, dan tentukan
kata /kalimat kunci dalam skenario diatas.
2. Mengidentifikasi problem dasar scenario diatas, dengan membuat pertanyaan
penting.
3. Menganalisa problem-problem tersebut dengan menjawb pertanyaan-pertanyaan
diatas.
4. Mengklasifikasi jawaban atas pertanyan-pertanyaan diatas.
5. Menentukan pembelajaran yang ingin dicapai oleh kelompok anda atas kasus
diatas.
Langkah 1 sd 5 dilakukan dalam diskusi tutorial pertama dengan fasilitasi seorang
tutor.
6. Secara individu anda diharapkan mencari informasi tambahan tentang kasus
diatas
7. Anda melaporkan hasil diskusi dan sintesis informasi informasi yang baru
ditemukan.
Langkah 7 dilakukan dalam kelompok diskusi dengan fasilitasi tutor.
Penjelasan
Bila dari hasil evaluasi laporan kelompok ternyata masih ada informasi yang
diperlukan untuk sampai pada kesimpulan akhir, maka proses 6 bisa diulangi, dan
selanjutnya dilakukan lagi langkah 7.
Kedua langkah diatas bias diulang-ulang diluar kelompok tutorial, dan setelah
informasi dirasa cukup maka laporan dilakukan dalam diskusi akhir, yang biasanya

dilakukan dalam bentuk diskusi panel dimana semua pakar duduk bersama untuk
memberikan penjelasan atas hal-hal yang masih belum jelas.
JADWAL KEGIATAN
1. Pertemuan pertama dalam kelas besar dengan tatap muka satu arah dengan
Tanya jawab. Tujuannya menjelaskan tentang modul dan cara menyelesaikan
modul, dan membagi kelompok diskusi. Pada pertemuan pertama buku kerja
modul dibagikan
2. Pertemuan kedua diskusi tutorial dipimpin oleh mahasiswa yang terpilih
menjadi ketua dan penulis kelompok. Tujuan untuk menyelesaikan langkah 1
sd 5.
3. Mahasiswa belajar mandiri baik sendiri-sendiri maupun berkelompok. Tujuan
untuk mencari informasi baru.
4. Pertemuan ketiga adalah diskusi kelompok mandiri (tanpa tutor). Tujuan
untuk melaporkan hasil diskusi lalu dan mensintesa informasi yang baru
ditemukan. Bila masih diperlukan informasi baru dilanjutkan lagi seperti no. 3
dan 4.
5. Pertemuan akhir dilakukan dalam kelas besar dengan bentuk diskusi panel
untuk melaporkan hasil diskusi masing-masing kelompok dan menanyakan
hal-hal yang belum terjawab pada ahlinya.
TIME TABLE
I
Pertemuan I
(Penjelasan)

II
Pertemuan
II
(Brain
Stroming)

PERTEMUAN
III IV
V
Mandiri Pertemuan
III
(Laporan
CSL
& Diskusi)

VI
VII
Mandiri Pertemuan
Terakhir
CSL
(Laporan)

VII
Kuliah
kosultasi
(Pakar)

STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Diskusi kelompok difasilitasi oleh tutor.
2. Diskusi kelompok tanpa tutor.
3. Konsultasi pada pakar.
4. Kuliah khusus dalam kelas.
5. Aktifitas pembelajaran individual diperpustakaan dengan menggunakan buku ajar,
majalah, slide, tape atau video dan internet.
6. Latihan Keterampilan klinik: Air way managemen, IV canulation, CPR, needle
Thoracotomy, Needle Cricothyrotomy, Stabilization and Transportation.
BAHAN BACAAN DAN SUMBER-SUMBER LAIN
1. Buku ajar dan Jurnal
1. American college of surgeons, Advance Trauma Life Support Program for
Doctors, 6th edition, USA, 1997.
2. Rahardjo, Eddy, dkk, Seri PPDG Penanggulangan Penderita Gawat
Darurat/General Emergency Life Support (GELS), Materi Teknis Medis
Standar (ABCDE), Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Dept. Kesehatan RI,
2003.
3. Safar, Peter, Resusitasi Jantung Paru Otak, Dept. Kesehatan RI, 1984.
4. Tintinalli, JE. (ed), Kelen, GD., Stapczynski, JS., Emergency Medicine,
International ed., 5th edition, McGraw-Hill, 2000.
5. Kattwinkel, John (ed)., Textbook of Neonatal Resuscitation, 4th ed.,
American Academy iof Pediatrics, diterjemahkan dalam Buku Panduan
Resusitasi Neonatus, Edisi ke 4, Perinasia, Jakarta, 2001.
6. Guidelines 2000 for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency
Cardiovascular Care, volume 102, Number, August 22, 2000
2. Hand out atau Diktat kuliah
3. sumber lain : vcd, Internet, Tape, Slide

DOSEN PENGAMPU
NO NAMA

BAGIAN

Prof.Dr. A. Husni Tanra, Ph.D, Sp.AnKIC

Anestesiologi

Dr. Muh. Ramli, Sp.An

Anestesiologi

Dr. Abdul Wahab, Sp.An

Anestesiologi

Dr. Syafri K. Arif, Sp.AnKIC

Anestesiologi

Dr. Syamsul Hilal Salam, SpAn

Anestesiologi

Dr. Hisbullah, SpAnKIC

Anestesiologi

Prof. DR. Dr. Idrus A. Paturusi, Sp.B, Sp.BO

B. Orthopedi

Dr. Nuralim Mallapasi, Sp.BT

Bedah Toraks

Dr. A. Asadul Islam, Sp.BS

Bedah Saraf

10

Dr. Ahmad M. Palinrungi, Sp.U

B. Urologi

11

Dr. Murni Rauf, Sp.B, Sp.BD

B. Digestif

12

Dr. Junus Patau, Sp.PD, Sp.P

I. P. Dalam

13

Dr. Ali Aspar Mappahiya, Sp.PD, Sp.JP.KKV

I. P. Dalam

14

Dr. Halimah P., Sp.M

I. P. Mata

15

Dr. A. Qadar Punagi, Sp.THT

THT

16

Prof Dr. Arifin Limoa, Sp.S(K)

Neurologi

17

Dr. Idham Jaya Ganda, Sp.A(K)

I. K. Anak

18

Dr. Bachtiar Murtala, Sp. Rad

Radiologi

19

Dr. Andi Lawang, Sp.FK

Farmakologi

TLP.KANTOR/FLEXI/HP

PETUNJUK UNTUK TUTOR


KATA / KALIMAT KUNCI
KASUS I

KASUS II

1.

Umur 25 tahun.

1. Umur 4 tahun.

2.

Sesak napas.

2. Sesak napas.

3.

Pucat, kebiruan.

4.

Nadi cepat, lemah.

3. Pucat, Kebiruan.
4. Nadi cepat dan lemah
5. Tidak demam dan tidak batuk

BEBERAPA PERTANYAAN PRINSIP DAN JAWABAN ALTERNATIFNYA


1. Sebutkan dan jelaskan berbagai penyebab sesak napas !
Sesak napas bisa disebabkan baik oleh trauma maupun nontrauma. Penyebab
trauma antara lain adalah : fraktur muskulofasial, fraktur iga, trauma tumpul
toraks, trauma tumpul abdomen. Sedangkan sesak napas nontrauma bisa
disebabkan oleh penyakit-penyakit infeksi, kongenital, dll.
2. Bagaimana mengenal gejala dan tanda sesak napas oleh berbagai sebab yang
dapat mengancam jiwa !
Apapun penyebab sesak napas yang diderita seseorang, tanda dan gejala yang
timbul pada umumnya sama, yaitu :
Melihat (Look) :
A : Buka mulut, lihat dan cari apakah ada benda asing (darah, sekret,
lidah, atau benda padat lainnya) yang merupakan penyebab sumbatan
jalan napas.
B : Amati ada tidaknya pengembangan dada, adekuat atau tidak, simetris
kiri = kanan.
C : Lihat perfusi jaringan di bibir, akral dan ujung ekstremitas.
Mendengar (Listen) :
Dengarkan bunyi napasnya, apakah ada bunyi tambahan yang menyertai
(snoring, gurgling, wheezing).

Meraba/merasakan (Feel) :
Rasakan hembusan napasnya, biak dari hidung maupun dari mulut.
Meraba; apakah ada fluktuasi, nyeri tekan dan pembengkakan.
3. Bagaimana cara tindakan awal penanganan jalan napas dan pernapasan pada
penderita sesak napas tanpa alat !

Membuka jalan napas; dapat dilakukan dengan head-tilt, chin-lift, jaw-trust.


Tetapi pada pasien dengan dugaan cedera leher dan kepala hanya dilakukan
jaw-trust dengan hati-hati dan mencegah gerakan leher yang berlebihan.

Membersihkan jalan napas dilakukan bila jalan napas tersumbat karena


adanya benda asing dalam rongga mulut belakang atau hipofarin (gumpalan
darah atau muntahan).

Abdominal-trust dilakukan pada penderita sadar dengan sumbatan jalan napas


parsial yaitu dengan merangkul korban dari belakang dengan kedua lengan
mempergunakan kepalan kedua tangan, hentakan mendadak pada ulu hati.

Back-blow, melakukan hentakan mendadak dan keras pada titik silang garis
antara belikat dan garis punggung tulang belakang.

Memberikan pernapasan buatan dengan cara; mulut ke mulut.

4. Bagaimana cara tindakan awal penanganan jalan napas dan pernapasan pada
penderita sesak napas dengan alat !

Dengan pemasangan pipa orofaring dan pipa nasofaring

Pengisapan benda cair dengan suctioning

Dengan pipa endotrakheal dan pipa nasotrakheal

Memberikan pernapasan buatan dari mulut ke masker atau dari bag-valve


mask ke mulut.

5. Bagaimana cara pemberian oksigen !


Oksigen diberikan sesuai dengan kebutuhan penderita. Berbagai alat yang
digunakan untuk memberikan oksigen mempunyai limitasi aliran udara yang
berbeda, sehingga kadar oksigen yang masuk ke paru-paru penderita juga
berbeda.

Kanula hidung
Dengan kanula hidung fraksi oksigen (FiO2) yang dapat dicapai 30-40 %.
Flow rate yang diberikan cukup 2-4 liter, sebab pemberian flow rate yang
lebih dari 4 liter tidak akan menambah FiO2 lebih dari 40 %, bahkan hanya
pemborosan okasigen, akan menyebabkan iritasi mukosa hidung dan kurang
nyaman bagi pasien.

Sungkup sederhana
Sungkup ini dirancang untuk menambah kadar oksigen pada udara pernapasan
pasien, umumnya untuk meningkatkan kadar oksigen dengan konsentrasi
sedang. Fraksi oksigen yang dapat dicapai yaitu 40 60 %. Flow rate yang
diberikan 4- 12 L/menit.

Sungkup dengan reservoir rebreathing


Seperti halnya sungkup sederhana namun dengan sungkup yang memakai
reservoir rebreathing diharapkan tekanan partial oksigen pada inspirasi dapat
lebih tinggi. Fraksi oksigen yang dapat dicapai yaitu 40-80 %. Flow rate yang
diberikan untuk mencapai FiO2 yang tinggi yaitu 10-12 L/menit.

Sungkup dengan resrvoir non rebreathing


Tidak berbeda dengan sungkup yang lain, hanya saja pada pemakaian
sungkup dengan reservoir non rebreathing ini dapat dicapai tekanan partial
oksigen pada inspirasi lebih tinggi yaitu 90 %. Digunakan aliran oksigen 1012 L/menit.

Sungkup venture

Umumnya diberikan untuk memberikan kadar oksigen

tinggi dengan

konsentrasi yang tetap. Biasansa hanya diberikan pada penderita tertentu


misalnya penderita penyakit paru obstruktif menahun. Fraksi oksigen yang
dicapai sesuai dengan ukuran dan warna yaitu 24 %, 28 %, 31 %, 35 %, 40 %
dan 60 %.
6. Bagaimana cara memberikan tindakan lanjut apabila terjadi kegagalan pada
tindakan awal !
Apabila terjadi sumbatan total dimana dengan alat tersebut diatas tidak membantu
maka dapat dilakukan krikotirotomi, dan dilanjutkan dengan trakheostomi.
Diberikan bantuan ventilator bila napas tidak spontan.
7. Bagaimana cara memberikan resusitasi apabila terjadi kegagalan sirkulasi !

Resusitasi Cairan
Pemasangan kanulasi intravena perifer, jika tidak berhasil, dilakukan
pemasangan kanulasi vena sentral, pada anak di bawah umur 6 tahun
dilakukan kanulasi vena intraosseus.
Pemberian pertama diberi cairan kristaloid 20-40 cc/kgBB, habis dalam 1
jam pertama. Bila belum ada perbaikan, bias diulangi sekali lagi.

Resusitasi Jantung Paru Otak


Pada pemberian RJPO, dilakukan pemberian napas buatan dan kompressi
jantung luar dengan perbandingan :
Tanpa intubasi 2 : 15
Dengan intubasi 1 : 5

8. Bagaimana cara pemakaian obat-obat darurat !

Adrenalin (epinephrine) meningkatkan perfusi otak dan koroner.

Atropin asistole dan bradikardia (sinus, atrial, nodal) yang disertai


hipotensi.

Lidokain VT dengan denyut nadi carotis masih teraba atau tekanan darah
memadai dan VF yang membandel setelah DC-shock.

Natrium Bikarbonat asidosis metabolik yang berat, hiperkalemia.

Dopamin Hipotensi yang bukan disebabkan oleh hipovolemia dan


meningkatkan diuresis.

Dobutamin Hipoptensi bukan karena hipovolemia; shock kardiogenik.

9. Bagaimana cara menstabilisasi penderita sesak napas yang disebabkan oleh


trauma dan nontrauma !

Trauma :
Pertahankan jalan napas tetap terbuka
Fraktur servikal pasang Colar neck
Trauma Tulang belakang long spine board, log roll, scoop
stretcher
Trauma musculoskeletal pemasangan gips (splinting)

Non trauma :
Pertahankan jalan napas tetap paten
Posisikan penderita dalam posisi yang paling nyaman

10. Jelaskan syarat-syarat melakukan transportasi dan rujukan pada penderita !

Jalan napas telah terkuasai dengan baik dan pertahankan tetap terbuka

IV line telah terpasang dan telah dilakukan resusitasi cairan

Pasang NGT (nasogastric tube)

Pasang kateter urine untuk evaluasi perfusi jaringan dan balance cairan
penderita

Transportasi yang memadai telah tersedia

Senter yang akan dituju telah diberitahu sehinggas emergency team telah siap