Anda di halaman 1dari 27

BAB III

PELAKSANAAN RENCANA TINDAK KEPEMIMPINAN

A. Peningkatan Kompetensi.
1. Deskripsi hasil AKPK
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010, pada pasal (2)
menetapkan bahwa setiap calon kepala sekolah/madrasah harus memiliki sertifikat
sebagai calon kepala sekolah/madrasah. Salah satu tahapan dalam proses sertifikasi ini
adalah pelaksanaan Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK). AKPK
adalah instrumen berbentuk angket yang digunakan untuk memetakan keprofesian calon
kepala sekolah/madrasah. AKPK bersifat individual dan merupakan alat refleksi bagi
calon kepala sekolah/madrasah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pengalaman
yang sudah dimilikinya berkenaan dengan kompetensi calon kepala sekolah/madrasah.
Tujuan dilakukannya AKPK bagi calon kepala sekolah/madrasah adalah sebagai berikut:
a) Untuk mengidentifikasi bagian-bagian kompetensi yang telah dikuasai oleh calon
kepala sekolah/madrasah yang ditunjukkan melalui pengetahuan dan pengalamannya.
Data ini menunjukkan kekuatan calon kepala sekolah/ madrasah yang bersangkutan;
b) Untuk mengidentifikasi bagian-bagian kompetensi yang belum dikuasai oleh calon
kepala sekolah/madrasah dan memerlukan pendalaman pengetahuan dan pengalaman.
Hal ini akan menjadi bagian pengembangan lebih lanjut dalam diklat calon kepala
sekolah/madrasah.
c) Untuk merumusan program diklat bagi calon kepala sekolah/madrasah. Dalam
pengisian angket AKPK yang dilakukan penulis kemudian diolah oleh LPPKS,
hasilnya adalah : Kompetensi Kode Jumlah Kepribadian 1 76 Manajerial 2 67
Kewirausahaan 3 67 Supervisi 4 67 Sosial 5 60 Dari empat belas kompetensi dalam
manajerial, masih ada kompetensi yang perlu dikembangkan yaitu penyusunan
rencana pemanfaatan sarana dan prasarana sekolah.

2. Tahapan pelaksanaan peningkatan kompetensi.


Dalam usaha meningkatan Kompetensi Calon Kepala sekolah maka calon kepala
sekolah menyusun Rencana Tindak Kepemimpinan berdasarkan hasil isian AKPK,
kompetensi yang ingin ditingkatkan adalah kompetensi manajerial dengan judul Upaya
Peningkatan Kualitas Pembelajaran melalui Program Kelas Unggulan dan Peningkatan
Kompetensi Calon Kepala Sekolah dalam Pemanfaatan Sarana
Prasarana Sekolah. Tahapan yang dilaksanakan adalah :
a) Persiapan
Membuat RTK (Rencana Tindak Kepemimpinan).
Membuat Jadwal Pelaksanaan RTK.
Membuat Rencana Program Kelas Unggulan.
Membuat rencana program pemanfaatan sarana prasarana sekolah
Berkonsultasi dengan kepala sekolah

Page 3 of 21
6. Menginformasikan kepada pendidik, tenaga kependidikan, dan
siswa.
b. Pelaksanaan
1. Tahap Awal
Program Kegiatan OJL Skenario/Langkah-langkah
kegiatan
1. Identifikasinya Nilai UKK
Kelas VIII
1. Membuat Rekap Nilai UKK Kelas
VIII
2. Identifikasinya
Pemanfaatan TIK oleh

guru dalam Pembelajaran


2. Membuat Instrumen Identifikasi
terkait pemanfaatan TIK dalam
pembelajaran
3. Identifikasinya Sarana
Pendukung untuk
Pembelajaran
3. Membuat Instrumen Identifikasi
Sarana Pendukung Pembelajaran
4. Menyusun program kelas
Unggulan
4. Melakukan wawancara dengan
Kepala sekolah, guru, dan siswa
5. Berkonsultasi dengan kepala
sekolah dan wakil kurikulum
untuk menyusun program kelas
unggulan
2. Tahap Pelaksanaan
Program Kegiatan OJL Skenario/Langkah-langkah
kegiatan
1. Membuat Kelas Unggulan
(Kelas IX)
1. Membuat Kelas Unggulan

(Kelas IX) berdasarkan Nilai


UKK Kelas VIII
2. Pelatihan pemanfaatan
TIK untuk Pembelajaran.
2. Melaksanakan pelatihan :
a. Cara menggunakan LCD
b. Membuat presentasi/media
pembelajaran dengan
Microsoft Office
Powerpoint.
c. Memanfaatkan internet

Page 4 of 21
3. Memanfaatkan Sarana
Sekolah yang sudah ada (
Komputer, LCD, Speaker
aktif, internet)
3. Penataan Sarana Sekolah
yang sudah ada ( Komputer,
LCD, Speaker aktif, internet)
4. Melaksanakan program
jam tambahan
4. Melaksanakan program jam

tambahan
5. Menyusun Soal Ulangan
Harian
5. Menyusun Soal Ulangan
Harian
6. Pelaksanaan Ulangan
Harian
6. Pelaksanaan Ulangan Harian
c. Monitoring dan evaluasi
Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui:
1. Keterlibatan siswa dalam Program kelas unggulan.
2. Pemanfaatan sarana prasarana sekolah yang ada di kelas
(Komputer, LCD, Speaker aktif, internet) oleh guru dan siswa.
3. Kendala-kendala dalam pelaksanaan program kelas unggulan.
d. Refleksi.
1. Berdiskusi dan berkonsultasi dengan pembimbing dan kepala
sekolah, cermati masukan-masukannya.
2. Pikirkan kembali tentang tahapan langkah-langkah kegiatan yang
telah dilakukan, buat perbaikan pada langkah-langkah tersebut.
3. Beri kesempatan kepada guru dan siswa untuk mengajukan saran
dan masukan.
e. Hasil
1. Pembelajaran di kelas akan lebih berkualitas.

2. Sarana prasarana sekolah dimanfaatkan untuk mendukung


pembelajaran.
3. Hasil nilai siswa meningkat.
B. Peningkatan penyelenggaraan pendidikan.

Page 5 of 21
1. Deskripsi hasil EDS
Sekolah dalam memberikan pelayanan harus memenuhi standar
minimal seperti yang diamanatkan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mencakup Standar
kompetensi lulusan, Standar isi, Standar proses, Standar pendidik
dan tenaga kependidikan, Standar sarana dan prasarana, Standar
pengelolaan, Standar pembiayaan, Standar penilaian.
Evaluasi Diri Sekolah (EDS) merupakan dasar peningkatan mutu
dan penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) sekolah. EDS adalah
suatu proses yang memberikan tanggung jawab kepada sekolah untuk
mengevaluasi kemajuan mereka sendiri dan mendorong sekolah untuk
menetapkan prioritas peningkatan mutu sekolah. Kegiatan EDS
berbasis sekolah, tetapi proses ini juga mensyaratkan adanya
keterlibatan dan dukungan dari orang-orang yang bekerja dalam
berbagai tingkatan yang berbeda dalam sistem ini, dan hal ini tentu
saja membantu terjaminnya transparansi dan validitasi proses.
Tujuan utama EDS adalah:

a) Sekolah mengevalusi mutu pendidikan yang mereka berikan


berdasarkan indikator kunci untuk dapat mengetahui kelebihan
mereka dan mengidentifikasi bidang yang membutuhkan perbaikan
b) Informasi tersebut kemudian dipergunakan untuk perencanaan dan
memprioritaskan bidang untuk perbaikan dan pengembangan
sekolah
c) Proses ini menyediakan informasi mengenai tingkatan standar dan
mutu di sekolah yang dapat diberikan melalui sistem data yang
akan mengarahkan data tersebut untuk perencanaan pada tingkat
kabupaten, propinsi dan nasional.
d) Proses peningkatan mutu berkelanjutan sangat diperlukan bagi
akreditasi sekolah.

Page 6 of 21
EDS memberikan sumbangan penting bagi sekolah sendiri
dan bagi pemerintah Kab/Kota yang memiliki kewenangan mengelola
pendidikan . Bagi sekolah EDS bermanfaat :
a. Sekolah dapat mengidentifikasikan kelebihan serta kekurangannya
sendiri dan merencanakan pengembangan ke depan
b. Sekolah dapat memiliki data dasar yang akurat sebagai dasar untuk
pengembangan dan peningkatan di masa mendatang
c. Sekolah dapat mengidentifikasikan peluang untuk meningkatkan
mutu pendidikan yang disediakan, mengkaji apakah inisiatif

peningkatan tersebut berjalan dengan baik dan menyesuaikan


program sesuai dengan hasilnya
d. Sekolah dapat memberikan laporan formal kepada pemangku
kepentingan demi meningkatkan akuntabilitas sekolah
Instrumen EDS didasarkan pada standar nasional dan akan
memberikan dua tujuan untuk menyediakan informasi bagi rencana
pengembangan sekolah, seiring dengan pemutakhiran sistem
manajemen informasi pendidikan nasional. Bidang dan pertanyaan inti
yang disediakan dalam instrumen tersebut merefleksikan aspek-aspek
yang penting bagi sekolah yang diperlukan untuk merencanakan
perbaikan sekolah. Karena itulah maka perlu diantisipasi agar sekolah
dapat melakukan proses ini dengan benar dan tidak memandangnya
sekedar sebagai kegiatan pengisian formulir. Yang penting untuk
ditekankan disini adalah sekolah harus melaporkan situasi nyata yang
ada di sekolah mereka dan kemudian, saat proses ini diulang, mereka
harus mampu menunjukkan adanya perbaikan seiring dengan waktu
yang berjalan.
Dalam Pengisian EDS sekolah harus menjawab pertanyaan- pertanyaan berikut :

Page 7 of 21
1. Standar Sarana dan Prasarana
1.1. Apakah sarana sekolah sudah memadai?
1.2. Apakah sekolah dalam kondisi terpelihara baik?

2. Standar Isi
2.1. Apakah kurikulum sudah sesuai dan relevan?
2.2. Bagaimana sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan
pribadi peserta didik?
3. Standar Proses
3.1. Apakah silabus sudah sesuai dan relevan?
3.2. Apakah RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif?
3.3. Apakah sumber belajar untuk pembelajaran dapat diakses
dan dipergunakan secara tepat?
3.4. Apakah pembelajaran menerapkan prinsip-prinsip
PAKEM/CTL?
3.5. Apakah sekolah memenuhi kebutuhan sarana peserta didik?
3.6. Bagaimana cara sekolah mempromosikan dan
mempertahankan etos pencapaian prestasi?
4. Standar Penilaian
4.1. Sistem apakah yang sudah tersedia untuk memberikan
penilaian bagi peserta didik, baik dalam bidang akademik
maupun non akademik?
4.2. Bagaimana penilaian berdampak pada proses belajar?
4.3. Apakah orang tua peserta didik terlibat dalam proses belajar
anak mereka?
5. Standar Kompetensi Lulusan
5.1. Apakah peserta didik dapat mencapai prestasi akademik yang

diharapkan?
5.2. Apakah peserta didik dapat mengembangkan potensi secara
penuh sebagai anggota masyarakat

Page 8 of 21
6. Standar Pengelolaan
6.1. Apakah kinerja pengelolaan berdasarkan kerja tim dan
kemitraan yang kuat, dengan visi dan misi yang jelas dan
diketahui oleh semua pihak?
6.2. Apakah ada tujuan dan rencana untuk perbaikan yang
memadai?
6.3. Apakah ada dampak rencana pengembangan sekolah/
rencana kerja sekolah terhadap peningkatan hasil belajar?
6.4. Bagaimanakah cara pengumpulan dan penggunaan data yang
handal dan valid?
6.5. Bagaimana cara memberikan dukungan dan kesempatan
pengembangan profesi bagi para pendidik dan tenaga
kependidikan?
6.6. Bagaimana cara masyarakat mengambil bagian dalam
kehidupan sekolah?
7. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
7.1. Apakah pemenuhan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan
lain sudah memenuhi?

8. Standar Pembiayaan
8.1. Bagaimana sekolah mengelola keuangan?
8.2. Upaya apakah yang telah dilaksanakan oleh sekolah untuk
mendapatkan tambahan dukungan pembiayaan lainnya?
8.3. Bagaimana cara sekolah menjamin kesetaraan akses?
Dengan standar nilai seperti di bawah ini:
Nilai Deskripsi Hasil
4 Sangat baik (sangat utama, kekuatan utama)
3
Baik (kekuatan yang penting, tetapi masih ada ruang
untuk perbaikan)

Page 9 of 21
2
Cukup (ada beberapa kekuatan dan kelemahan, tetapi
masih sangat bisa ditingkatkan)
1
Tidak memuaskan (banyak kelemahan utama dan
membutuhkan perbaikan besar)
Hasil pengisian Instrumen EDS SMP 1 Wonokerto Tahun
2011/2012 hanya mendapat nilai rata-rata cukup artinya ada kekutan
dan kelemahan, tetapi masih sangat bisa ditingkatkan. Hal yang paling
perlu segera dilakukan adalah pengelolaan sarana prasarana sekolah

dan peningkatan perolehan nilai Ujian Nasional.


Atas dasar hal-hal tersebut di atas maka penulis dalam rangka
kegiatan OJL Calon Kepala Sekolah membuat Rencana Tindak
Kepemimpinan (RTK) dengan judul Upaya Peningkatan Kualitas
Pembelajaran melalui Program Kelas Unggulan dan
Peningkatan Kompetensi Calon Kepala Sekolah dalam
Pemanfaatan Sarana Prasarana Sekolah.
2. Pelaksanaan RTK 1.
Tahapan pelaksanaan peningkatan penyelenggaraan pendidikan
A. Persiapan
1. Membuat Kelas Unggulan.
Pada Rencana Tindak Kepemimpinan ini penulis hanya
membatasi pada Kelas IX khusunya Kelas IX-1 sebagai kelas
unggulan di SMP 1 Wonokerto Tahun 2012/2013. Pertimbangan
dibuatnya kelas unggulan adalah:
a. Guru mampu mengembangkan potensi siswa didik dikelas
unggulan menjadi maksimal, sehingga tercipta persaingan
yang ketat dalam perolehan nilai.

Page 10 of 21
b. Guru mampu mengadakan pengayaan peningkatan materi
ajar secara cepat.
c. Siswa didik tidak mudah bosan ( jika berada dikelas acak

,karena terpaksa menunggu siswa yang lambat dalam


menerima materi dari gurunya), melainkan semakin terpacu
untuk memperoleh nilai terbaik.
Dasar pembentukan kelas unggulan Kelas IX adalah hasil nilai
UKK (Ulangan Kenaikan Kelas) Tahun 2011/2012 Kelas VIII pada
Mata Pelajaran UN ( Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,
Matematika, dan IPA), dari nilai UKK tersebut kemudian di
ranking, diambil 25 nilai tertinggi untuk ditempatkan di Kelas IX1 SMP 1 Wonokerto. Penempatan 25 siswa di kelas unggulan itu
mengacu pada pengelolaan sekolah RSBI, Pedoman dari
Direktorat Pembinaan SMP Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan
Nasional bahwa RSBI jumlah rombel (kelas) minimal 9 dan
maksimal 27 dengan jumlah siswa per kelas maksimal 30 siswa
dan tidak double shift.
2. Penataan Sarana Ruang Kelas
Dalam penataan sarana ruang kelas penulis berusaha
memanfaatkan sarana yang ada dan bekerja sama dengan Wakil
Kepala Sarana Prasaran, kegiatan yang dilakukan adalah :
a. Menyediakan 25 meja kursi, dipilih meja kursi yang masih
bersih dan baik.
b. Memasang LCD (ada satu LCD yang jarang digunakan oleh
sekolah).

c. Memasang kipas angin (ada kipas angin di R. Kepala yang


jarang digunakan).

Page 11 of 21
d. Memasang speaker aktif (ada speaker aktif yang jarang
digunakan).
e. Memasang tralis dan korden. Tralis hanya dari besi beton
batangan kemudian dipotong dan di klem di jendela kelas.
Besi dan korden beli baru. Pemasangan dilakukan oleh salah
satu penjaga malam sekolah.
f. Menata ulang jaringan hotspot internet sekolah untuk
memberikan akses internet di kelas IX-1(kelas unggulan).
3. Pembinaan dan Pelatihan Guru.
Dalam pembinaan dan pelatihan guru, kegiatan yang dilakukan
adalah :
a. Bersama kepala sekolah menyampaikan kepada guru dan TU
tentang adanya program kelas unggulan, tujuan, manfaat,
dan hasil yang diharapkan.
b. Melakukan pelatihan kepada guru tentang :
- Cara menggunakan LCD
- Membuat presentasi/media pembelajaran dengan Microsoft
Office Powerpoint.
- Memanfaatkan internet.

4. Sosialisasi kepada Siswa


Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan
pemahaman kepada siswa kelas IX-1(sebagai kelas unggulan)
terkait dengan adanya program kelas unggulan.
B. Pelaksanaan
1. Pembuatan Kelas Unggulan
Pembuatan kelas unggulan ini dilakukan pada saat liburan
kenaikan kelas, sebelum penulis mengikuti diklat in service-1,

Page 12 of 21
jadi sebenarnya program kelas unggulan ini sudah disepakati
oleh dewan guru SMP 1 Wonokerto pada saat rapat kenaikan
kelas tahun 2012/2013.
2. Penataan Sarana Ruang Kelas
- Penataan meja kursi siswa dilakukan oleh Waka Sarpras pada
saat liburan kenaikan kelas.
- Penataan dan pemasangan sarana yang lain dilakukan oleh
penulis bekerja sama dengan Waka Sarpras. Sesuai dengan
jadwal RTK yaitu tanggal 18 20 Juli 2012.
3. Pembinaan dan Pelatihan Guru.
a. Penulis bersama kepala sekolah menyampaikan kepada guru
dan TU tentang adanya program kelas unggulan, tujuan,
manfaat, dan hasil yang diharap. Kegiatan ini dilakukan

tanggal 18 Juli 2012 setelah KBM ( Kegiatan Belajar


Mengajar).
b. Melakukan pelatihan kepada guru tentang :
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan tanggal 19 dan 20 Juli
2012, setelah KBM. Dalam pelatihan ini hanya dikhususkan
kepada guru pengajar Mata Pelajaran UN ( Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA ) yang mengajar di
kelas IX-1.
Dalam kegiatan pelatihan ini, materi yang diberikan adalah:
- Cara menggunakan LCD
- Membuat presentasi/media pembelajaran dengan Microsoft
Office Powerpoint.
- Memanfaatkan internet.
Narasasumber kegiatan pelatihan ini adalah penulis sendiri.
5. Sosialisasi kepada Siswa dan Orang Tua Siswa.

Page 13 of 21
Sosialisasi program kelas unggulan di kelas IX-1
dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2012 oleh penulis. Penulis
menjelaskan tentang Program Kelas Unggulan, Latar belakang
tujuan, manfaat, hasil yang diharapkan, serta agenda kegiatan
yang akan dilaksnakan. Penulis juga menyampaikan jadwal
kegiatan kelas unggulan untuk diberikan kepada orang tua siswa

atau wali.
Program Kelas Unggulan SMP 1 Wonokerto di kelas IX-1 dimulai
tanggal 23 Juli 2012, sebagai bagian dari pelaksanaan RTK 1
sesuai jadwal yang sudah dibuat, penulis akan melakukan
monitoring dan evaluasi kegiatan kelas unggulan dari tanggal 23
Juli 4 Agustus 2012. Kegiatan yang akan diamati dan dicatat
adalah :
a. Pembelajaran Reguler.
Yang dimaksud pembelajaran reguler adalah pembelajaran
biasa di kelas unggulan sesuai dengan jadwal dan jam
pembelajaran kelas yang lain (jam 07.00 12.20) berhubung saat
dilaksanakan RTK ini adalah Bulan Ramadhan maka KBM
dilaksanakan dari jam 07.30 12.00 .
b. Pembelajaran Jam tambahan
Kegiatan jam tambahan meliputi :
- Kegiatan keagamaan sebelum KBM (sholat Dhuha, Tadarus,
Ceramah Agama) bekerja sama dengan guru PAI,
dilaksanakan jam 07.00-07.30.
- Kegiatan keagamaan setelah KBM ( sholat dhuhur berjamaah).
- Kegiatan Tambahan Keahlian (Komputer, Bahasa Inggris),
dilaksanakan jam 13.00-15.00 (untuk bulan Ramadhan jam
12.30 14.30)

Page 14 of 21
C. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui:
1. Keterlibatan siswa dalam program kelas unggulan.
2. Pemanfaatan sarana prasarana sekolah yang ada di kelas
(Komputer, LCD, Speaker aktif, internet) oleh guru dan siswa.
3. Kendala-kendala dalam pelaksanaan program kelas unggulan.
Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan cara :
1. Pengamatan langsung.
2. Meniliti hasil dokumentasi.
3. Wawancara.
D. Refleksi
1. Berdiskusi dan berkonsultasi dengan pembimbing dan kepala
sekolah, cermati masukan-masukannya.
2. Pikirkan kembali tentang tahapan langkah-langkah kegiatan
yang telah dilakukan, buat perbaikan pada langkah-langkah
tersebut.
3. Beri kesempatan kepada guru dan siswa untuk mengajukan
saran dan masukan.
E. Hasil
Dari kegiatan monitoring dan evaluasi, pada tanggal 4 Agustus
2012 penulis menyimpulkan hasil dari RTK 1 adalah :
1. Keberhasilan.

1. Siswa bersikap aktif dan positif dalam mengikuti kegiatan


Program Kelas Unggulan, hal ini terlihat dari daftar hadir
siswa 100 % siswa hadir pada setiap kegiatan, keterlambatan
siswa hanya 5 %.
2. Dari hasil wawancara dengan guru, 75 % siswa sudah aktif
bertanya tentang materi pelajaran yang belum diketahui pada

Page 15 of 21
saat KBM, dan 100 % siswa telah mengerjakan tugas yang
diberikan guru.
3. Dari buku daftar nilai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA pada ulangan harian I
menunjukan peningkatan 3 5 % dari nilai UKK kelas VIII.
4. Hasil Jam tambahan tentang keahlian, siswa kelas IX-1 75 %
sudah dapat menjalankan internet dengan baik dan dapat
membuat email. Kemampuan bahasa Inggris juga bertambah
30 % siswa sudah dapat berpidato dengan bahasa Inggris.
5. Guru-guru merasa terbantu, dalam penyampaian materi lebih
mudah dan lebih jelas dengan adanya sarana (LCD, Speaker
aktif, dan Internet) yang ada di Ruang Kelas IX-1.
2. Kendala dan hambatan.
1. Ada beberapa siswa yang terlihat kelelahan, setelah ditanya
siswa menjawab karena bulan puasa. Begitu juga siswa yang

terlambat datang pada kegiatan keagamaan pagi hari juga


menjawab bangun kesiangan karena setelah sahur siswa
tidur lagi.
2. Penulis yang juga mengajar computer, merasa kesulitan
karena belum semua siswa memiliki/membawa
laptop/netbook sendiri. Akhirnya kegiatan pembelajaran
dipindah ke R. Lab Komputer.
3. Guru-guru pengajar Mata Pelajaran Mapel UN, meminta
diadakannya pelatihan penggunaan Microsoft Office
Powerpoint, karena merasa masih kesulitan.
4. Honor guru yang memberi jam tambahan keahlian
(komputer dan Bahasa Inggris tidak dapat dibayar dari dana
BOS)

Page 16 of 21
Hasil monitoring dan evaluasi, serta hasil refleksi digunakan sebagai
dasar/acuan untuk merencanakan RTK 2
3. Pelaksanaan RTK 2
A. Persiapan
1. Membuat RTK berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi serta
serta refleksi dari kegiatan-kegiatan sebelumnya.
2. Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan kepala sekolah.
3. Menyiapkan materi pelatihan untuk guru.

4. Membuat undangan kepada orang tua/wali siswa.


B. Pelaksanaan.
1. Koordinasi dengan kepala sekolah, tanggal 6 Agustus 2012
tentang :
a. Melaporkan hasil Program Kelas Unggulan dari tanggal 23 Juli
4 Agustus 2012.
b. Membahas tentang honor guru yang mengisi jam
pembelajaran tambahan.
c. Menyampaikan RTK 2 yang akan dilaksanakan tanggal 6
Agustus 11 Agustus 2012 dan tanggal 28 Agustus 2012
10 September 2012.
Hasil koordinasi dan konsultasi dengan kepala sekolah adalah
kepala sekolah berterima kasih dan akan sangat mendukung
kegiatan kelas unggulan ini. Terkait dengan pembayaran guru
yang mengisi jam pembelajaran tambahan, kepala sekolah akan
berkoordinasi dengan bendahara BOS dan berjanji guru tersebut
akan dibayar. Kepala sekolah juga menyetujui untuk
dilaksanakannya RTK yang kedua.

Page 17 of 21
2. Pelatihan guru membuat media pembelajaran.
Pelatihan pembuatan media pembelajaran dengan Microsoft
Powerpoint ini merupakan lanjutan dari pelatihan sebelumnya,

hal ini dilakukan atas permintaan dari guru Mata Pelajaran UN


yang mengajar di kelas IX-1. Pelatihan ditekan apada
pembuatan media pembelajaran dengan MS Powerpoint.
Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2012 setelah
KBM dan diikuti 4 Guru dengan narasumber penulis sendiri.
Hasil dari pelatihan 4 orang guru Mapel UN, menunjukkan
kemampuan yang meningkat dalam membuat media
pembelajaran dengan MS Powerpoint.
3. Mengundang orang tua/wali siswa.
Pada tanggal 7 Agustus 2012, penulis mengirimkan undangan
kepada orang tua/wali siswa kelas IX-1 untuk hadir di SMP 1
Wonokerto tanggal 8 Agustus 2012 jam 13.00 WIB, dengan
keperluan pelaporan hasil belajar siswa kelas IX-1.
Dari 25 orang tua/wali siswa kelas IX-1, yang bisa hadir di
sekolah pada tanggal 8 Agustus 2012 sebanyak 20 orang.
Bersama kepala SMP 1 Wonokerto, penulis menyampaikan
tentang adanya Program Kelas Unggulan yang sudah berjalan
dari tanggal 23 Juli 2012 sampai saat sekarang ( 8 Agustus
2012). Penulis juga menyampaikan hasil dan kendala dari
program kelas unggulan. Dalam sambutannya Kepala SMP 1
Wonokerto menyampaikan bahwa program ini bisa disamakan
dengan kelas RSBI, dan gratis orang tua tidak dipungut iuran
apapun, hanya sekolah sangat berharap bahwa orang tua untuk

mau mendukung dan mengusahakan agar anak-anak kelas IX-1


semuanya dapat membawa laptop/netbook.

Page 18 of 21
Hasil pertemuan dengan orang tua/wali kelas IX-1, terjadi
kesepakatan bahwa orang tua/wali kelas IX-1 berterima kasih
dan akan mendukung sepenuhnya program kelas unggulan ini
dan akan mengusahakan anaknya akan dibelikan
laptop/netbook. Bahkan ada orang tua yang mengungkapkan
bahwa ia merasa bangga bahwa anaknya ternyata bisa masuk di
kelas unggulan, dan beliau akan membelikan anaknya laptop
walaupun dengan cara kredit.
Seperti pelaksanaan RTK 1 penulis akan melakukan monitoring
dan evaluasi kegiatan kelas unggulan dari tanggal 6 Agustus 11
Agustus 2012 dan tanggal 28 Agustus 2012 10 September 2012.
Kegiatan yang akan diamati dan dicatat adalah :
b. Pembelajaran Reguler.
Yang dimaksud pembelajaran reguler adalah pembelajaran
biasa di kelas unggulan sesuai dengan jadwal dan jam
pembelajaran kelas yang lain (jam 07.00 12.20) berhubung saat
dilaksanakan RTK ini adalah Bulan Ramadhan maka KBM
dilaksanakan dari jam 07.30 12.00 .
b. Pembelajaran Jam tambahan

Kegiatan jam tambahan meliputi :


- Kegiatan keagamaan sebelum KBM (sholat Dhuha, Tadarus,
Ceramah Agama) bekerja sama dengan guru PAI,
dilaksanakan jam 07.00-07.30.
- Kegiatan keagamaan setelah KBM ( sholat dhuhur berjamaah).
- Kegiatan Tambahan Keahlian (Komputer, Bahasa Inggris),
dilaksanakan jam 13.00-15.00 (untuk bulan Ramadhan jam
12.30 14.30)

Page 19 of 21
C. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui:
1. Keterlibatan siswa dalam program kelas unggulan.
2. Pemanfaatan sarana prasarana sekolah yang ada di kelas
(Komputer, LCD, Speaker aktif, internet) oleh guru dan siswa.
3. Kendala-kendala dalam pelaksanaan program kelas unggulan.
Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan cara :
a. Pengamatan langsung.
b. Meniliti hasil dokumentasi.
c. Wawancara.
D. Refleksi
1. Berdiskusi dan berkonsultasi dengan pembimbing dan kepala
sekolah, cermati masukan-masukannya.

2. Pikirkan kembali tentang tahapan langkah-langkah kegiatan


yang telah dilakukan, buat perbaikan pada langkah-langkah
tersebut.
3. Beri kesempatan kepada guru dan siswa untuk mengajukan
saran dan masukan.
F. Hasil
Dari kegiatan monitoring dan evaluasi, pada tanggal 10 September
2012 penulis menyimpulkan hasil dari RTK 2 adalah :
1. Keberhasilan.
a. Siswa bersikap aktif dan positif dalam mengikuti kegiatan
Program Kelas Unggulan, hal ini terlihat dari daftar hadir
siswa 100 % siswa hadir pada setiap kegiatan, keterlambatan
siswa hanya 2 %.

Page 20 of 21
b. Dari hasil wawancara dengan guru, 85 % siswa sudah aktif
bertanya tentang materi pelajaran yang belum diketahui pada
saat KBM, dan 100 % siswa telah mengerjakan tugas yang
diberikan guru.
c. Dari buku daftar nilai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA pada ulangan harian I
menunjukan peningkatan 5 7 % dari nilai UKK kelas VIII.
d. Hasil Jam tambahan tentang keahlian, siswa kelas IX-1 95 %

sudah dapat membuat Blog. Kemampuan bahasa Inggris juga


bertambah 70 % siswa sudah dapat berpidato dengan bahasa
Inggris.
e. Guru-guru merasa terbantu, dalam penyampaian materi lebih
mudah dan lebih jelas dengan adanya sarana (LCD, Speaker
aktif, dan Internet) yang ada di Ruang Kelas IX-1.
f. Guru maple UN kelas IX-1 kesemuanya sudah dalam kategori
cukup mampu membuat dan menyampaikan media
pembelajaran dengan MS Powerpoint.
3. Kendala dan hambatan.
a. SMP 1 Wonokerto karena lokasinya dekat dengan pantai,
maka sering terjadi rob. Hal ini sedikit banyak mengganggu
proses KBM yang ada.
b. Adanya kegiatan guru, misalnya UKG (uji kompetensi guru)
yang dilaksankan pada pagi hari, sehingga terpaksa guru
harus meninggalkan tugasnya mengajar.
Kesimpulan dari pelaksanaan RTK di SMP 1 Wonokerto adalah :
1. Program Kelas Unggulan dapat dijadikan alternatif solusi dalam usaha
meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Page 21 of 21
2. Sarana prasarana sekolah harus lebih dimanfaatkan untuk mendukung
pembelajaran.

3. Hasil nilai siswa khususnya Mata Pelajaran UN ( Bahasa Indonesia,


bahasa Inggris, Matematika, IPA) meningkat.

CONTOH LAPORAN PELAKSANAAN RTK CALON KEPALA SEKOLAH.pdf

Page 1 of 21