Anda di halaman 1dari 1

1.

1 Penilaian Klinis Bayi dan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Sianotik
Pada semua pasien, terutama pada neonatus, harus dibedakan apakah sianosis yang ada
merupakan sianosis sentral atau perifer. Sianosis sentral disebabkan oleh faktor jantung atau
bukan. Kebanyakan neonatus normal menunjukkan sianosis perifer pada tangan dan kaki
yang kadang cukup hebat terutama apabila udara diluar sangat dingin; biasanya ini
menghilang dalam 48 jam dan jarang nampak setelah 72 jam. Sianosis sentral pada saat lahir
pada umumnya disebabkan oleh penyakit jantung bawaan.
Pada neonatus dengan hipertensi pulmonal persisten, pirau kanan ke kiri melalui foramen
ovale atau duktus arteriosus tanpa kelainan jantung dapat mengakibatkan sianosis sentral.
Dalam mengevaluasi sianosis pada neonatus kita harus mengetahui bahwa janin dan neonatus
mempunyai kadar HbF yang tinggi dan keadaan ini menyebabkan bergesernya kurva disosiasi
hemoglobin-oksigen ke kiri. Ini berarti bahwa saturasi 95% dapat tercapai dengan PaO2 yang
rendah (45-50mmHg). Pada hari kedua PaO2 meningkat sampai 70-80 mmHg.
Penilaian klinis penyakit jantung bawaan sianotik meliputi anamnesis yang lengkap,
pemeriksaan fisis, foto toraks, EKG, pemeriksaan darah dan biokimia. Dalam anamnesis
hendaknya ditanyakan usia saat timbulnya sianosis, toleransi latihan, serangan sianotik
(mulainya, frekuensi, faktor pencetus, lama serangan), serta terdapatnya squatting.
Pada pemeriksaan fisis, perhatian pertama harus ditujukan terhadap tanda vital.
Terdapatnya disritmia, gagal jantung, dan takipnea, sangat mencurigakan anomali total
drainase vena pulmonalis. Nadi femoral yang keras mencurigakan terdapatnya trunkus
arteriosus. Tekanan darah harus diukur pada keempat ekstremitas. Perhatikan baik-baik suara
jantung, khususnya suara jantung II. Suara jantung II yang terbelah menyingkirkan
terdapatnya transposisi arteri besar dan obstruksi jalan keluar ventrikel yang berat; pada
kedua keadaan tersebut suara jantung hampir selalu terdengar tunggal. Bising jantung perlu
diidentifikasi dan dirinci, meskipun bising tidak tidak diagnostik; terdengarnya bising tidak
selalu berarti terdapat kelainan jantung, sebaliknya tidak adanya bising tidak menyingkirkan
kemungkinan kelainan jantung. Juga harus dipastikan status kardioviseral, yaitu letak jantung
relatif terhadap organ viseral. Adanya sianosis dengan corakan paru yang bertambah tanpa
bising mencurigakan transposisi arteri besar.