Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM

PERENCANAAN SUMBERDAYA HUTAN

ACARA VII
PENYUSUNAN RTT (RENCANA TEKNIK TAHUNAN)
MODEL PERUM PERHUTANI

Disusun oleh:
Nama

: Imam Mulyono

NIM

: 14/366421/KT/07763

Shift

: Senin, 15.00

Co Ass

: Ratna Fitri Widyastuti

LABORATORIUM PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUTAN


DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2016

ACARA VII
PENYUSUNAN RTT (RENCANA TEKNIK TAHUNAN) MODEL PERUM
PERHUTANI

A. TUJUAN
1. Dapat memahami kedudukan RTT dalam perencanaan Sumberdaya Hutan dengan
kasus di Perum Perhutani
2. Dapat memahami tahapan proses penyusunan (sunlaisah) RTT
3. Dapat menyusun RTT dalam salah satu kegiatan pengelolaan Sumberdaya Hutan

B. DASAR TEORI
Perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan
menentukan

cakupan

pencapaiannya.

Merencanakan

berarti

mengupayakan

penggunaan sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan (Siswanto, 2005). Sistem


perencanaan hutan di Perum perhutani terdiri dari dua sub sistem, yaitu sub sistem
rencana perusahaan dan sub sistem perencanaan sumberdaya hutan. Sub sistem
perencanaan perusahaan meliputi rencana jangka panjang, rencana jangka menengah,
dan rencana jangka pendek. Sedangkan sub sistem perencanaan sumberdaya hutan
terdiri dari Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan (RKPH) dan Rencana Teknik
Tahunan (Tuga, 2009).
Perencanaan hutan pastinya akan mengarahkan strategi pengelolaan hutan pada
masa mendatang secara tertib, lestari, dan berkesinambungan. Penyusunan rencana
pengelolaan hutan Perum Perhutani unit II Jawa Timur KPH Madiun, terdiri dari
rencana pengaturan kelestarian hutan (RKPH), rencana teknik tahunan (RTT),
penyusunan nomor pekerjaan (nopek), dan rencana operasional.
Dalam setiap organisasi, perencanaan disusun dalam suatu hierarki yang sejajar
dengan struktur organisasi. Pada setiap hierarki umumya perencanaan memiliki dua
fungsi, yaitu menetapkan tujuan yang akan dicapai pada hierarki yang lebih rendah dan
sebagai alat untuk mencapai perangkat tujuan pada hierarki yang lebih tinggi
(Siswanto, 2005).
Stonner dan Wankel (1986) mengklasifikasikan rencana menjadi dua jenis utama,
yaitu rencana stategis (strategi plan) dan rencana operasional (operasional plan).
Rencana startegis dirancang untuk mencapai tujuan organisasi yang luas, untuk
melaksanakan visi dan misi yang merupakan satu-satunya alasan kehadiran organisasi

tersebut. Sedangkan rencana operasional memberikan deskripsi bagaimana rencana


strategis dilaksanakn.

C. ALAT DAN BAHAN


1. PK-20 atau bagan rencana tanaman dari acara sebelumnya yang berisis data petak
2. Tabel RTT yang berupa RTT persiapan tanaman, pelaksanaan tanaman, dan
persemaian
3. Data PDE bagian hutan Banyu Urip untuk kelerengan dan jenis agroforestry yang
digunakan
4. Alat tulis

D. CARA KERJA
Alat dan bahan disiapkan terlebih dahulu untuk memudahkan dalam
pekerjaan

Dari data PDE dan PK-20, dipilih 50 anak petak pertaman yang akan
diinput

Penyusunan RTT dilaksanakan mulai dari RTT persiapan Tanaman,


RTT pelaksanaan, dan RTT persemaian dengan beberapa tabel bantuan lainnya
untuk memudahkan penyusunan RTT

Dari RTT kemudian direkapitulasi dalam satu tabel untuk kemudian


disajikan dan dibahas dalam pembahasan

Deskripsi:
Dalam pengerjaan acara VII tentang penyusunan RTT (Rencana Teknik Tahunan)
model Perum Perhutani ini langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan
alat dan bahan terlebih dahulu untuk memudahkan dalam pekerjaan. Kemudian, dari data
PDE dan PK-20 dipilih 50 anak petak pertama yang akan diinput. Setelah itu, penyyusunan
RTT dilaksanakan mulai dari RTT persiapan Tanaman, RTT pelaksanaan, dan RTT
persemaian dengan beberapa tabel bantuan lainnya untuk memudahkan penyusunan RTT.
Dari RTT kemudian direkapitulasi dalam satu tabel untuk kemudian disajikan dan dibahas
dalam pembahasan.