Anda di halaman 1dari 2

Siti Nurbaya di era modern, anak dipaksa

nikah karena masalah duit


Merdeka.com - Kisah bak cerita Siti Nurbaya terjadi di era modern seperti saat ini.
Anak dipaksa menikah lantaran orangtua terbelit masalah utang dan ekonomi.
Cerita pilu itu menimpa seprang ABG berumur 15 tahun melaporkan ibu
kandungnya ke Polda Metro Jaya karena dipaksa menikah dengan seorang pria yang
berusia 37 tahun. Gadis remaja itu juga telah menempati salah satu blok di
apartemen kawasan Jakarta Utara selama sebulan bersama pria tersebut.
"Korban ini dipaksa harus menikah secara agama dengan pria yang lebih tua 22
tahun oleh ibunya," kata Posbakum Advokat Indonesia Halim Rambe di Jakarta,
Selasa (5/4).
Diungkapkan Halim, pria 37 tahun tersebut telah memiliki istri dan anak. Selain itu,
pria itu memiliki usaha lapak judi yang berperan sebagai bos.
Halim menuturkan ibu korban memaksa putrinya itu menjalani prosesi pernikahan
secara agama dengan pria itu di salah satu klenteng kawasan Tangerang Banten.
"Pernikahannya hanya disaksikan kedua orangtua dan kakak kandung korban," tutur
Halim.
Selama tinggal di apartemen, Halim menjelaskan, pria itu melarang korban keluar
dari blok karena makanan dan kebutuhan lainnya sudah disiapkan. Pria tersebut
tidak setiap hari menginap di apartemen. Pria itu datang ketika akan berhubungan
intim dengan korban saja.
Karena tidak tahan dengan perlakuan tersebut, korban mengadu kepada kakak
kandung dan pamannya yang menjemput korban ke apartemen. "Namun ibunya
melaporkan kakak dan paman korban dugaan penculikan," ujar Halim.
Selanjutnya, kakak dan paman korban menemui Posbakum Advokat Indonesia guna
melaporkan orang tua, serta suami korban ke Polda Metro Jaya dengan Laporan
Polisi Nomor: LP/1573/IV/2016/PMJ/Ditreskrimum terkait dugaan perkawinan di
bawah umur dan eksploitasi anak.
Sementara itu, Kasubdit Reknata Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Suparmo
mengatakan, gadis itu dipaksa untuk menikah dengan orang yang tidak dicintainya

dan lebih tua 22 tahun umurnya. Melainkan dengan bos judi yang juga memberikan
pinjaman ke ibunya sebesar Rp 5 juta.
"Itu karena utang, utangnya sudah lama. Ya sebesar Rp 5 juta," ujar Suparmo saat
dihubungi merdeka.com, Jakarta, Selasa (5/4)..
Menurut Suparmo, pernikahan tersebut didasari oleh paksaan ibunya. Ibu kandung
gadis memiliki utang yang lumayan lama dan belum sanggup melunasinya. Selain
itu, pria pilihan ibu kandungnya itu memiliki usaha lapak judi yang berperan sebagai
bos.
"Alat bukti ada, tapi masih kurang lengkap. Kalau saksi kita sudah panggil,
kakaknya sama pelapor," jelasnya.