Anda di halaman 1dari 1
Pendahuluan KARAKTERISTIK PETROLOGI ORGANIK BATUBARA SEBAGAI SERERVOAR GAS METANE BATUBARA DI FORMASI MUARA ENIM, SUMATERA

Pendahuluan

KARAKTERISTIK PETROLOGI ORGANIK BATUBARA SEBAGAI SERERVOAR GAS METANE BATUBARA DI FORMASI MUARA ENIM, SUMATERA SELTAN

OKE AFLATUN 03071181320010 TEKNIK GEOLOGI, UNIVERSITAS SRIWIJAYA

CORRESPENDING AUTHOR : oke.aflatun@gmail.com

SRIWIJAYA CORRESPENDING AUTHOR : oke.aflatun@gmail.com Cekungan Sumatera Selatan yang merupakan cekungan penghasil

Cekungan Sumatera Selatan yang merupakan cekungan penghasil batubara terbesar yang cukup signifikan, memiliki batubara yang cukup tebal dan juga menerus (continuous), serta terdapat ada kedalaman yang optimal, sehingga batubaranya memliki potensi cukup besar untuk dikaji dan dikembangkan untuk memproduksi Gas Metana Batubara(GMB)

Pada jurnal ini merujuk bebrapa jurnal dimana mendapatkan penelitian geokimia (Sorsowidjo M.B,2013) , penyelidikan geofisika batubara Dengan metoda well logging (djuanaedi, dkk,), .aplikasi penginderaan jauh untuk indentifikasi penyebran batuabara (Ambodo A.P ), organic petrology karakteristik sample pada cekungan sumatera selatan .(Hermiyanto M.H dkk.)

Penelitian ini dimaksudkan adalah untuk menggambarkan peta sebaran prospek gas metana batubara pada suatu wilayah kerja tambang batubara ditinjau dari berbagai aspek di daerah Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan. Lokasi daerah terletak pada daerah Muara Enim dan sekitarnya, CekunganLematang, Sumatera Selatan (Gambar 2 ). Berdasarkan peta topografi dan peta morfologi, daerah penelitian menempati dalam daerah perbukitan bergelombang landai,

menempati dalam daerah perbukitan bergelombang landai, Hasil dan Pembahasan Komposisi maseral batubara Muaraenim

Hasil dan Pembahasan

Komposisi maseral batubara Muaraenim terdiri dari vitrinite kelompok hingga 98,6% dalam

jumlah,dengan telocollinite (1,0-70,8%), desmokolinit (23,4-66,6%), corpocollinite (0-2%), dan

telinite (0,6-9,4%). Kelompok inertinit (0,4 - 8%) pada dasarnya terdiri dari sclerotinite (0-

5,2%),semifusinite (0-3%), inertodetrinite (0-1,0%), dan fusinite (0-0,4%). Kelompok exinite

(0,4-7%) Termasuk resinite (0-4%), sporinite (0-1,4%), Cutinite (0-0,6%), alginite (0-1,6%),

danliptodetrinite (0-1,4%). Nilai reflektansi vitrinit rata-rata batubara Muaraenim bervariasi

antara 0,42-0,45%. (Hermiyanto M.H dkk.2009) lihat table 1.

Hasil petrologi organik dan analisis RockEval dari sampel permukaan (Hermiyanto, dkk. 2009)

untuk mendukung data kematangan dan potensi sumber batu panas di Cekungan Sumatera

Selatan dan juga untuk mengetahui tingkat kematangan dan jenis maseral, yang keduanya

berkaitan dengan kehadiran hidrokarbon di mana didapatkan hasil Sementara Formasi

muaraenim cenderung mengandung kerogen tipe I dan III ini berdaasarkan dari organic

petrology. Yśʼn◘┼ś■ Ċ╜♫ś III ini dikarakterisasikan dengan rasio H/C relatif rendah (<01.0) rasio

O/C relatif rendah (0.2 – 0.3). Index hidrogen di bawah 300 dan index oksigen di atas 100. Tipe

kerogen ini juga disebut vitrinite. Sumber utamanya berupa tanaman darat yang ditemukan pada

sedimentasi detrital tebal sepanjang continental margin. Tipe hidrokarbon yang dihasilkan

utamanya adalah gas. tipe kerogen mengidinkasikan dengan meningkatnya tingkat kematangan

akibat dari suhu yang semakin meningkat, komposisi unsur nya akan mengalami perubahan

dengan bertambahnya unsur C, tapi kehilangan unsur H dan O karena mengeluarkan senyawa

H2O dan CH4. Oleh karena diman Formasi Muara Enim ini yang menunjukan bahwa adanya

potensi gas.

Terbentuk dan terakumulasinya gas pada Formasi Muara Enim di bawah permukaan harus

emenuhi beberapa syarat yang merupakan unsur-unsur petroleum system, yaitu adanya batuan

sumber (source rock), migrasi hidrokarbon (gambar 2.1) sebagai fungsi jarak dan waktu, batuan

reservoir, perangkap reservoir dan batuan penutup (seal). Petroleum system pada reservoir CBM

sama dengan reservoir migas konvensional, namun karena lapisan batubara merupakan batuan

sumber sekaligus sebagai reservoar

Daftar Pustaka

batuan sumber sekaligus sebagai reservoar Daftar Pustaka Metode Tahap-tahap yang dilakukan dalam pengerjaan

Metode

Tahap-tahap yang dilakukan dalam pengerjaan penelitian ini terdiri atas tahap persiapan, tahap pengumpulan data berupa data primer dan sekunder, tahap analisis data, dan tahap penulisan laporan.

Studi pustaka untuk mengumpulkan bahan bacaan yang berhubungan dengan penelitian berupa skripsi, tesis, majalah, jurnal dan buku-buku yang berkaitan dengan parameter-parameter yang digunakan dalam penelitian.

Pembutan junal ini menggunkan identifikasi litologi khususnya batubara Formasi Muara Enim, menentukan karakterisitik batubara sebgai resevoaw Gas Metana Batubara (CBM). Identifikasi litologi menggunakan data stratigrafi batubara pada Anggota Formasi Muara Enim dan dihitung jumlah ketebalan batubara tersebut. Selanjutnya melihat studi pustaka petrologi ornaik batubara. Kemudian untuk mengetahui rank batubara .

ornaik batubara. Kemudian untuk mengetahui rank batubara . Kesimpulan Data yang digunakan untuk melakukan evaluasi

Kesimpulan

Data

yang

digunakan

untuk

melakukan

evaluasi

potensi

Gas

Metana

Batubara

(GMB)

menggunakan analisis dari sampel batubara, seperti analisis maceral, vitrinite reflectance untuk

menentukan komposisi batubara yang mewakili arakter dari reservoar, dan pemetaan batubara

dipermukaan yang berfungsi untuk mengetahui distribusi dari lapisan batubara sebagai reservoar

gas metana batubara, berupa data log dan seimik

Muaraenim bahan organikkembali didominasi oleh kelompok vitrinit, pada dasarnya omposed

dari telinite dan desmokolinit, jarang mengurai inertinit, dengan exinite kecil dan mineral

masalah. Pada formasi muara in bertipe karogen tipe I dan III . ▓ś▓Ľĵ ĂĊ╫Ă♫Ăℓ╜ĊĂℓ ♫ś■Ŧ╜▓♫Ă■Ă■

dan generasi hidrokarbon potensial menguntungkan untuk pengembangan CBM;

Hermiyanto.

M.H

dan

Ningrum

N.

Sudini.2009.

Oraganic

petrology

and

Rock-Eval

characteristic in selscted surficial samples of the Tertiary Formation, South Sumatra

Selatan. Jurnal Geologi Indonesia, Vol No. 03 September 2009 : 215-227

Muhartanto Aristo dan Iskandar Erwin. 2006. Penentuan Peta Sebaran Potensi Gmb (Sweet pot Area) Di Daerah Bukit Asam, Sumatra Selatan. MINDAGI Vol. 10 No.1, Juni 2006

Sosrowidjojo L▓Ă▓ . ﻮﮭ ﮭ ﻵCoal Geochemistry Of The Unconventional Muaraenim Coalbed

Reservoir, South Sumatera Basin: A Case Study From The Rambutan Fieldgeokimia

Reservoar Non-Konvensional Batubara Muaraenim, Cekungan Sumatera Selatan: Studi

Kasus Lapangan Rambutan. IndonesIan MInIng JournalVol. 16, No. 2, June 2013 : 71 -

81