Anda di halaman 1dari 17

Dokumen Pedoman

Operasi dan Pemeliharaan Bangunan Pengamanan Pantai


Isi Pedoman
1. Ruang Lingkup
2. Acuan Normatif
3. Istilah dan Definisi
4. Penjelasan Umum
5. Bangunan Pengaman Pantai
6. Material Bangunan Pengaman Pantai
7. Sosialisasi Kebijakan Pemerintah
8. Inventarisasi
9. Pemantauan Kondisi Bangunan
10. Evaluasi Kondisi Bangunan
11. Pengoperasian Pompa Air dan Pintu Air
12. Pemeliharaan
13. Perhitungan Kebutuhan Daya
14. Daftar Pustaka
Pedoman bagi Balai Besra/Balai Wilayah Sungai dalam melakukan kegiatan O
& P bangunan pengaman pantai dalam wilayah kerjanya.
Dapat dipergunakan oleh Gubernur, Bupati/Walikota dalam melakkan kegiatan
O & P bangunan pengaman pantai yang menjadi kewenangannya.

Daftar Lampiran Surat Edaran


I
II
III
IV
V

Pedoman Operasi Dan Pemeliharaan Bangunan Pengaman Pantai


Kode Wilayah Menurut BPS Tahun 2007
Blanko Inventarisasi Bangunan Pengaman Pantai
Blanko Pemantauan & Blanko Evaluasi
Rekaman Data Bangunan Pengaman Pantai, dan Rekapitulasi Biaya

Pemeliharaan
VI Contoh Pemantauan dan Evaluasi
VII Kerangka Umum Pedoman Rinci Pemantauan, Evaluasi dan Pemeliharaan
Bangunan Pengaman Pantai

1. Lingkup
a. sosialisasi pengaman pantai

b. inventarisasi
c. pemantauan kondisi bangunan
d. evaluasi kondisi dan kinerja bangunan
e. pengoperasian pompa air dan pintu air
f. penentuan metde umum pemeliharaan
g. pemilihan cara pelaksanaan pemeliharaan
h. pemantauan pelaksanaan pemeliharaan
i. evaluasi pelaksanaan pemeliharaan
2. Acuan Normatif
a. UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air
b. PP No. 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara
Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi Dan Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota.
3. Istilah dan Definis
Bangunan Pengaman Pantai
Bangunan sipil yang dibangun untuk melindungi dan mengamankan pantai
dari erosi/abrasi dan banjir pantai/rob, menjaga stabilitas muara untuk mendukung
lalu lintas, navigasi, serta revitalisasi kawasan pantai.
4. Penjelasan Umum
Operasi dan Pemeliharaan Bangunan Pengaman Pantai
Operasi
Sosialisasi Kebijakan Pemerintah

Pemeliharaan
-

Larangan

Tatacara pemanfaatan sempadan pantai


Bangunan Pengaman Pantai
Inventarisasi

dilakkan SATU kali pada awal

Pemantauan

dilakkan 2 kali tiap tahun

Evaluasi
setiap akhir pemantauan
Bangunan Pendukung

Pemeliharaan/

Pengoperasian

Rehabilitasi

Pompa air
Pintu air

Sesuai manual operasi bangunan

5. Bangunan Pengaman Pantai

Bangunan Lain pada Pengaman Pantai


Bangunan pendukung
Pompa air
Pintu air

Bangunan pelengkap
Bangunan pendataran perahu
Shelter nelayan
Jalan setapak
Gazebo

6. Material Bangunan

Material Alam
Batu
Pasir
Bambu
Tanah

Material Bangunan
Pipa beton (buis)
Blok beton
Tiang beton

7. Operasi Bangunan Pengaman Pantai Sosialisasi Kebijakan Pemerintah

Sebagai landasan hukum agar pengamanan pantai dapat berjalan efektif

Bentuk edukasi bagi masyarakat

Jumlah kegiatan dan waktu disesuaikan dengan kebutuhan

Materi sosialisasi
Larangan penebangan penebangan hutan atau tanaman mangrove
Larangan penambangan di sempadan pantai
Tatacara pemanfaatan sempadan pantai

Inventarisasi

Pemasangan BM Acuan

Pembagian Ruas & Penomoran

Penempatan nomenklatur

Penentuan obyek yang dilindungi

Pengumpulan data teknis bangunan (skesta, catatan, foto)

Blanko Inventarisasi
Dibuat dalam 2 seri, untuk aplikasi sesuai jenis bangunan:
Seri I : Tembok laut, Revetmen, Groin, Pemecah Gelombang, Jeti, Tanggul Laut
Seri II : Pengisian Pasir
Inventarisasi
Penetapan Nomenklatur
No
Informasi
1
Provinsi/Kabupaten Kota
2
Nama Pantai
3
Kode Bangunan

Catatan:

Bentuk
Standar
Kode
Biro Pusat Statistik
Kode
Listing PU
Rv (Revetmen)
TL (Tembok Lain)
PG
(Pemecah
Gelombang)
Listing PU
Gr (Groin)
Jt (Jeti)
TaL (Tanggul Laut)
PP (Pengisian Pasir)

Penamaan pantai dan jenis bangunan dibuat dengan kode tertentu yang menjadi
daftar identifikasi milik PU
Inventarisasi
Identifikasi Obyek yang Dilindungi
Fungsi bangunan pengaman pantai adalah mengamankan pantai dan obyek di
belakangnya. Jenis obyek yang dilindungi:

Pulau Terluar

Jalan Raya Nasional/Provinsi/Kabupaten

Kawasan Pemukiman

Kawasan Wisata

Fasilitas Umum/Fasilitas Sosial

Lalu Lintas Navigasi (muara sungai)

Inventarisasi
Pengumpulan Data Teknis Bangunan

Data bangunan diperoleh dari:

Pengukuran lapangan

dilakukan pada setiap bangunan untuk

bentuk dan ukuran terkini

Dokumen pembangunan

Pengukuran bangunan mencakup

Panjang

Elevasi puncak

Lebar puncak

Lebar dasar

Kemiringan badan

lampiran dokumen inventarisasi

Pemantauan

Indikator

Kondisi Bangunan

Aksi gelombang

Kondisi fisik bangunan

Kinerja fungsi bangunan

Data dicatat dalam blangko pemantauan


Blangko pemantauan
Dibuat dalam 2 seri, untuk aplikasi sesuai jenis bangunan:
Seri I : Tembok laut, Revetmen, Groin, Pemecah Gelombang, Jeti, Tanggul Laut
Seri II : Pengisian pasir
Pemantauan
Indikator lingkungan

Tinggi gelombang
Ditaksir besarnya oleh petugas dengan bantuan perbandingan teradap
mistar duga atau benda lain yang terukur

Kondisi pasang surut (tinggi-sedang-surut)


Ditentukan pada kondisi tinggi, sedang atau surut, dengan pengukuran
atau perbandingan terhadap jejak air pada bangunan

Pemantauan
Kondisi Bangunan

Aksi gelombang
Pengamatan terhadap kemungkinangelombang mengakibatkan limpasan
pada puncak bangunan

Kondisi fisik

Pendataan kondisi fisik dengan pengukuran dan pengamatan terhadap


kondisi komponen bangunan dan pemberian nilai kondisinya.

Elevasi, ukuran, dan bentuk bangunan

Kondisi komponen bangunan

pengukuran

penilaian

Kinerja fungsi
Pengumpulan informasi meliouti obyek-obyek yang diamankan dan
direkam dalam bentuk sketsa, catatan dan foto

Evaluasi

Kondisi fisik

Kinerja fungsi bangunan

Pengamilan keputusan

Pengambilan keputusan tindak lanjut


harus
dilakukan
dengan
memperhatikan kondisi bangunan
secara menyeluruh, tidak hanya fisik
namun juga fungsinya.

Data dicatat dalam blangko evaluasi


Blangko Evaluasi
Dibuat dalam 2 seri, untuk aplikasi sesuai jenis bangunan:
Seri I : Tebok Laut, Revetmen, Groin, Pemecah Gelombang, Jeti, Tanggul Laut
Seri II : Pengisian Pasir
Evaluasi
Kondisi Fisik

Dinilai berdasarkan hasil pemantauan

Nilai kondisi diperoleh dengan perkalian terhadap bobot komponen

Bobot komponen berbeda-beda sesuai jenis bangunan

Hasil berupa nilai indeks kondisi bangunan berskala 1-4 (baik rusak
berat)

Evaluasi
Kinerja Fungsi Bangunan

Kinerja akan menentukan apakah bangunan bermanfaat atau tidak

Evaluasi berdasarkan informasi hasil peantauan

Informasi dicermati dengan memperhatikan gejala yang ditimbulkan


terhadap pantai dan obyek yang dilindungi (pulau terluar, jalan,
pemukima, wisata, fasum/fasos, alur navigasi)

Penilaian kinerja fungsi dibagi menjadi: Baik atau Tidak Baik

Evaluasi
Kinerja Fungsi Bangunan
Penentuan Kinerja Fungsi Bangunan
Obyek yang dilindungi
Pulau terluar

Kinerja Fungsi Bangunan


Baik
Tidak Baik
Pantai tidak terkikis atau pantai Garis pantai secara
bahkan

bertambah

lebar. Garis

mundur dari waktu ke waktu.

pantai bisa mundur namun di lain

Pohon-pohon

waktu

tumbang

maju

kembali

sehingga

konsisten

dan

di

tepi

pantai

sebagian

akar

Jalan Raya

seimbang sepanjang ahun


Jalan dalam keadaan utuh dan

terbongkar oleh gerusan air


Retak-rteak muncul karena fundasi

Nasional/Provinsi/Kabupaten

stabil.

jalan

jalan terganggu. Jalan mengalami

tertutup oleh pasir yang terhempas

penurunan atau terban. Sisi bahu

oleh gelombang pasang yang besar

jalan tampak tergerus dan semakin

hingga jauh di belankang bangunan


Pemukiman aman dan ombak dari

mendekati badan jalan.


Pemukiman terkena ombak, posisi

gelombang. Gundukan pasir bisa

garis pantai semakin mendekati

dibentuk dipinggir pantai

kawasan

Kawasan pemukiman

Ada

kemungkinan

pemukiman

sehingga

jalaran ombak yang pecah mencapai


rumah-rumah yang paling dekat
Kawasan wisata

Kawasan

wisata

aman

dari

dengan pantai.
Energi gelombang

dan

ombak

gangguan ombak dan gelombang.

masih mengganggu kawasan wisata.

Pada pantai dan keruntuhan tebing

Masih

tidak terjadi lagi. Pada pantai

keruntuhan tebing pada pantai yang

berpasir lebar terjaga atau bahkan

terjal. Pada pantai berpasir jumlah

bertambah

pasir semakin berkurang dan lebar

terjadi

gerusan

dan

pantai menyusut hingga tempat


Fasilitas umum/fasilitas sosial

Fasilitas umum dalam keadaan

wisata semakin sempit.


Bangunan pengaman tidak dapat

aman dan beroperasi dengan baik.

memperbaiki kondisi, kegiatan di

Lalu lintas navigasi (muara sungai)

Tingi gelombang yang mencapai

fasilitas bersangkutan terganggun

lokasi tidak melebihi perkiraan

oleh besarnya gelombang yang

rencana

datang

sehingga

tidak

atau

bahkan

fasilitas

erusakan

akibat

mengganggu aktifitas

mengalami

Kapal dapat melintasi alur dengan

gelombang.
Alur terlalu sempit dan dangkal

aman. Proses sedimentasi pada alur

untuk dilewati kapal secara wajar.

navigasi

Sedimentasi

seimbang

dengan

cenderung

perubahan musim penghujan dan

bertambah dan semakin parah pada

musim

musim kemarau.

kemarau,

atau

tingkat

sedimentasi terjadi sesuai perkiraan


dala perencanaan bangunan.

Evaluasi
Pengambilan Keputusan

Perlu diperhatikan kondisi bangunan secara menyeluruh: fisik dan


fungsinya.

Kinerja fungsi punya peran pokok

Kinerja fungsi baik

Kinerja fungsi tidak baik

putuskan tindakan
kaji ulang bangunan

Fungsi tidak baik karen bangunan sudah rusak

cari informasi kinerja

bangunan pada saat masih baik.

Berdasarkan Tabel Rekaman Data bila kondisi bangunan cenderung


menurun maka keputusan mengarah pada tindak pemeliharaan

Evaluasi
Pengambilan Keputusan
Kinerja Fungsi
Bangunan
Baik
Tidak Baik

terus

Fisik Bangunan Pengaman Pantai


Nilai Indeks
Kondisi
0,0 < nilai 1,5
Baik
1,5 < nilai 2,5
Cukup baik
2,5 < nilai 3,5
Perlu perbaikan
> 3,5
Rusak berat
0,0 < nilai 1,5
Baik
1,5 < nilai 2,5
Cukup baik
2,5 < nilai 3,5
Perlu perbaikan

Saran Tindakan
Pemantauan
Pemantauan
Pemeliharaan
Rehabilitasi
Kaji Ulang

> 3,5

Rusak berat

8. Pemeliharaan Bangunan Pantai

Melestarikan bangunan agar berfungsi seuai rencana.

Dokumen pedoman memberikan Metode Umum Pemeliharaan yang


disesuaikan dengan:

Jenis bangunan

Material penyusun bangunan

Metode Pemeliharaan
Revetmen
JENIS BANGUNAN/
MATERIAL

Rubble (Tumpukan)/Timbunan
Bahan alam (Batu)
Kondisi
Tindakan
Puncak turun Tambahkan
batu
pada bagian puncak
Geser, lepar,
cabut

Revetmen

Terkisis,
membulat

Kembalikan
batu
yang pindah ke
posisinya
Atur
kembali
susunan batu agar
saling mengikat

Tumit
tergerus

Tambah
batu
pelindung tumit

Pecah

Ganti dengan batu


ukuran
semula
(jarang/tidak pernah)

Metode Pemeliharaan

Blko Beton
Tindakan
Tambahkan
blok
beton pada bagian
puncak
Geser, lepar,
Atur
kembali
cabut
susunan agar blok
saling ikat
Terkisis,
Gantikan blk beton,
membulat
pindah blok yang
terkikis
dan
membulat ke bagian
atas atau benamkan
sebagai
pelindung
tumit
Tumit tergerus Tambahkan
blok
beton pada bagian
tumir
Pecah
Ganti blok beton
dengan yang baru
Kondisi
Puncak turun

Tembok Laut
Rigid (Kaku)
Tembok Beton
Retak

Pasangan Batu Kali

Sumbat dengan aspal emulsi.


Untuk retak progresive, lakukan
pengisian, penambalan, atau
rekonstruksi parsial.
Tambal tembok bagian luar
dengan adukan sehingga rata.
Rekonstruksi segmen yang rusak
berat.
Pemlesteran
kembali,
penambalan,
perawatan
permukaan, pelapisan dengan
synthetic resin.

Slar terlepas

Buat kembali siar baru setelah


alur bekas siar dipahat untuk
dudukan siar baru

Retak

Injeksi dengan adukan mortar

Berlubang

Tambal dengan mortar semen,


mortar plastik atau beton. Isi
dengan campuran aspal

Batu tercabut

Tembok/Fundasi Keropos

Bongkar dan tambal dengan


adukan beotn baru. Tambahkan
batu pelindung tumit, atur
kembali batu pelindung

Hancur terberai

Segmen
tembok
teratur, patah

tidak

Mengelupas, aus, agregat


terlepas

Patah,
jembult

pecah,

Bongkar bagian yang rusak.


Tambal bagian setebal tembok
asli. Padatkan dan ratakan tanah
di belakang tembok sebelum
tambalan dipasang
Ganti dengan batu yang lebih
kecil, berikan mortar yang cukup
agar batu terkunci dengan baik
dalam mortar baru
Bongkar bagian yang hancur,
kosongkan tanah dibelakang
tembok. Rekontruksi tembok
sesuai lebar yang hancur. Isi
kembali tanah setelah kekuatan
tembok tercapai.

Metoda Pemeliharaan
Pemecah Gelombang (#1/2)
JENIS BANGUNAN/
MATERIAL
Pemecah Gelombang

Rubble (Tumpukan)/Timbunan
Bahan alam (Batu)
Kondisi
Tindakan
Puncak turun Tambahkan
batu
pada bagian puncak
Geser, lepas,
cabut

Terkikis
membulat

Tambahkan
batu
baru pada posisi
yang kosong. Atur
kembali agar batubatu
saling
mengunci
Atur
kembali
susunan batu agar
saling
mengunci.
Tambah batu bila
tinggi atau volume
penampang
berkurang
akibat
penyususnan ulang

Blok Beton
Tindakan
Tambahkan
blok
beton pada bagian
puncak
Geser, lepas
Tambabhkan
blok
beton pada bagian
yang kosong, susun
agar blok saling ikat
Kondisi
Puncak turun

Terkikis,
membulat

Gantikan blok beton,


pindah blok yang
terkikis
dan
membulat ke bagian
belakang
yang
terlindung
atau
benamkan
sebagai
pelindung tumit

Tumit
tergerus

Tambahkan
batu
pada bagian tumit

Tumit tergerus

Pecah

Ganti batu dengan


ukuran
semula,
rekontruksi (jarang).

Patah, pecah

Tambahkan
blok
beton pada bagian
tumit
Ganti blok beton
dengan yang baru

Metode Pemeliharaan
Pemecah Gelombang (#2/2)

Rigid (Kaku)
Tembok Beton
Retak

Pasangan Batu Kali

Sumbat dengan aspal emulsi.


Untuk retak progresive, lakukan
pengisian, penambalan, atau
rekonstruksi parsial.
Pemlesteran
kembali,
penambalan, pelapisan dengan
synthetic resin.

Retak

Injeksi dengan adukan mortar

Patah, pecah,

Bongkar bagian yang rusak. Isi


bagian yang patah/pecah dengan
adukan beton dan ratakan

Berlubang

Tambal dengan mortar semen,


mortar plastik atau beton.

Batu tercabut

Dinding tidak teratur, patah,


hilang.

Tambal dengan struktur rubble di


kiri-kanan dinding menggunakan
batu alam atau blok beton
Bongkar dan hancurkan segmen
yang rusak. Ganti dengan struktur
rubble batu alam atau blok beton.
Tambahkan batu pelindung.

Hancur terberai

Ganti dengan batu yang lebih


kecil, berikan mortar yang cukup
agar batu terkunci dengan baik
dalam mortar baru
Ganti bagian yang hancur dan
hilang dengan struktur rubble
dari batu alam atau blok beton

Mengelupas, aus, agregat


terlepas

Dinding fundasi keroopos

Metoda Pemeliharaan
Groin (#1/2)
JENIS BANGUNAN/
MATERIAL
Groin

Rubble (Tumpukan)/Timbunan
Bahan alam (Batu)
Kondisi
Tindakan
Puncak turun Tambahkan
batu
pada bagian puncak
Geser, lepas,
cabut

Kembalikan
batu
yang pindah ke
posisinya.
Atur
kembali agar batubatu
saling
mengunci

Blok Beton
Tindakan
Tambahkan
blok
beton pada bagian
puncak
Geser, lepas
Atur
kembali
susunan agar blok
saling ikat
Kondisi
Puncak turun

Terkikis
membulat

Atur
kembali
susunan batu agar
saling mengikat.

Terkikis,
membulat

Tumit
tergerus

Tambahkan
batu
pada bagian tumit

Tumit tergerus

Pecah

Ganti batu dengan


ukuran
semula,
rekontruksi
(jarang/tidak
pernah).

Patah, pecah

Gantikan blok beton,


pindah blok yang
terkikis
dan
membulat ke bagian
atas atau benamkan
sebagai
pelindung
tumit.
Tambahkan
blok
beton pada bagian
tumit
Ganti blok beton
dengan yang baru

Metode Pemeliharaan
Groin (#2/2)
Rigid (Kaku)
Tembok Beton
Retak

Pasangan Batu Kali

Sumbat dengan aspal emulsi.


Untuk retak progresive, lakukan
pengisian, penambalan, atau
rekonstruksi parsial.
Pemlesteran
kembali,
penambalan, pelapisan dengan
synthetic resin.

Retak

Injeksi dengan adukan mortar

Patah, pecah,

Berlubang

Tambal dengan mortar semen,


mortar plastik atau beton.

Batu tercabut

Dinding tidak teratur, patah,


hilang.

Tambal dengan struktur rubble di


kiri-kanan
bangunan
menggunakan batu alam atau
blok beton
Bongkar dan hancurkan segmen
yang rusak. Ganti dengan struktur
rubble batu alam atau blok beton.
Tambahkan batu pelindung tumit.

Hancur terberai

Bongkar bagian yang rusak.


Susun kembali batu dan isi
bagian yang patah/pecah dengan
adukan beton dan ratakan
Ganti dengan batu yang lebih
kecil, berikan mortar yang cukup
agar batu terkunci dengan baik
dalam mortar baru
Ganti bagian yang hancur dan
hilang dengan struktur rubble
dari batu alam atau blok beton

Mengelupas, aus, agregat


terlepas

Dinding fundasi keroopos

Metoda Pemeliharaan

Jeti (#1/2)
JENIS BANGUNAN/
MATERIAL

Rubble (Tumpukan)/Timbunan
Bahan alam (Batu)
Kondisi
Tindakan
Puncak turun Tambahkan
batu
pada bagian puncak
Geser, lepas,
cabut

Terkikis
membulat

Jeti

Tumit
tergerus
Pecah

Tambahkan
batu
yang pindah ke
posisinya.
Atur
kembali agar batubatu
saling
mengunci
Atur
kembali
susunan batu agar
saling
mengikat.tambah
batu bila tingi atau
volume penampang
berkurang
akibat
penyusunan ulang.
Tambahkan
batu
pada bagian tumit
Ganti batu dengan
ukuran
semula,
rekontruksi
(jarang/tidak
pernah).

Blok Beton
Tindakan
Tambahkan
blok
beton pada bagian
puncak
Geser, lepas
Tambahkan
blok
beton pada bagian
yang kosong, susu
agar blok saling ikat.
Kondisi
Puncak turun

Terkikis,
membulat

Gantikan blok beton,


pindah blok yang
terkikis
dan
membulat ke bagian
atas atau benamkan
sebagai
pelindung
tumit.

Tumit tergerus

Tambahkan
blok
beton pada bagian
tumit
Ganti blok beton
dengan yang baru

Patah, pecah

Metode Pemeliharaan
Jeti (#2/2)
Rigid (Kaku)
Tembok Beton
Retak

Pasangan Batu Kali

Sumbat dengan aspal emulsi.


Untuk retak progresive, lakukan
pengisian, penambalan, atau
rekonstruksi parsial.
Pemlesteran
kembali,
penambalan, pelapisan dengan
synthetic resin.

Retak

Injeksi dengan adukan mortar

Patah, pecah,

Berlubang

Tambal dengan mortar semen,


mortar plastik atau beton.

Batu tercabut

Dinding tidak teratur, patah,


hilang.

Tambal dengan struktur rubble di


kiri-kanan
bangunan
menggunakan batu alam atau

Hancur terberai

Bongkar bagian yang rusak.


Susun kembali batu dan isi
bagian yang patah/pecah dengan
adukan beton dan ratakan
Ganti dengan batu yang lebih
kecil, berikan mortar yang cukup
agar batu terkunci dengan baik
dalam mortar baru
Ganti bagian yang hancur dan
hilang dengan struktur rubble
dari batu alam atau blok beton

Mengelupas, aus, agregat


terlepas

blok beton
Dinding fundasi keroopos

Bongkar dan hancurkan segmen


yang rusak. Ganti dengan struktur
rubble batu alam atau blok beton.
Tambahkan batu pelindung tumit.

Metoda Pemeliharaan
Tanggul Laut
JENIS BANGUNAN/
MATERIAL

Rubble (Tumpukan)/Timbunan
Bahan Alam (Tanah)
Kondisi
Tindakan
Puncak turun
Tambahkan
material
pada
bagian
puncak
dan padatkan

Badan tanggul
berlubang

Tanggul Laut

Lapis lindung
rusak/hilang

bocoran

Retak
memanjang/melintang,
Tebing runtuh

Bila lubang kecil


tutup
lubang
dengan tanah dan
padatkan.
Bila
lubang
besar,
bongkar bagian
yang berlubang
dan
padatkan
kembali timbunan
lapis per lapis
Kembalikan atau
tambahkan
material
lapis
lindung
(batu/blok beton)
pada posisinya
Selidiki sumber
bocoran. Tambal
dengan
lapisan
aspal pada bagian
muka
secara
merata.
Buat cofferdam
sekitar
bagian
yang
retak.
Bongkar bagian
retak/runtuh dan
padatkan kembali
lapis per lapis
dengan baik

Tembok Beton
Kondisi
Tindakan
Retak
Sumbat dengan
aspal
emulsi.
Untuk
retak
progresive,
lakukan
pengisian,
penambalan, atau
rekontruksi
parsial.
Segmen tembok Tambal tembok
tidak teratur,
bagian
luar
patah
dengan
adukan
sehingga
rata,
rekontruksi
segmen
yang
rusak berat.

Mengelupas,
aus, agregat
terlepas

Berlubang

Tembok/Fundasi
keropos

Pemlesteran
kembali,
penambalan,
perawatan
permukaan,
pelapisan dengan
synthetic resin
Tambal
dengan
mortar
semen,
mortar
plastik
atau beton. Isi
dengan campuran
aspal.
Bongkar
dan
tambal
dengan
adukan
beton
baru. Tambahkan
batu
pelindung
tumit.

Pohon & Sampah

Bersihkan
sampah
yang
tersangkut pada
badan
tanggul,
cabut pohon yang
tumbuh
dan
padatkan kembali
badan tanggul

Metoda Pemeliharaan
Pengisian Pasir
Rubble (Tumpukan)/Timbunan
Bahan alam (Pasir)
Kondisi
Tindakan
Puncak bukit turun, bukit Timbun kembali bukit
pasir runtuh
dengan lereng yang lebih
landai. Tanam vegetasi
untuk menjaga bentuk
bukit
Berm turun & melebar, Lakukan
pengisian
terdapat tumpukan pasir lanjutan mengembalikan
pada perairan dangkal.
elevasi berm
Pengisian Pasir
Lereng bukit menjadi Perbaiki
kemiringan
curam
lereng dengan melakukan
pengisian pasir lanjutan
sehingga lereng normal
Berm hilang
Lakukan pengisian ulang
pasir
hingga
profil
rencana tercapai kembali
9. Perhitungan Kebutuhan Biaya
Jenis
Bangunan/Material

Komponen pembiayaan

Biaya operasional

Biaya pemeliharaan

Operasional

= Insentif + Perjalanan dinas + operasional kantor + operasional

peralatan + sosialisasi kebijakan


Pemeliharaan = Jumlahkan biaya pekerjaan pemeliharaan sesuai usulan
Total Biaya O & P = O + Pm
Dimana:
O

= Operasi

Pm

= Pemeliharaan