Anda di halaman 1dari 3

EKSOSTOSIS

1. NAMA LAIN
Tidak diketemukan nama lainnya
2. DEFINISI
Eksostosis adalah pertumbuhan tulang kearah luar dari korteks luar
mandibula dan maksila yang tidak menimbulkan gejala (Langlais, Miller,
dan Gehric; 2014). Suatu penonjolan tulang, terlokalisir, dan timbul dari
permukaan luar tulang (Anonim, 2003). Pertumbuhan tulang bersifat jinak
di tulang wajah, yang muncul di maksila dan mandibula dan lebih sering
terlokalisir di regio premolar dan molar (Bansal, Rastogi, dan Sharma;
2013)
3. ETIOLOGI
Etiologi dari eksostosis masih kontroversial artinya masih terjadi
perdebatan antara ahli yang satu dengan ahli yang lainnya. Faktor
predisposisi diduga stress oklusal dari kekuatan kunyah ikut terlibat, selain
itu hypovitaminosis, bruxism, dan faktor herediter juga ikut terlibat.
(Anonim, 2003)
4. PATOGENESIS
Patogenesis dari eksostosis adalah:
Pertumbuhan eksostosis muncul pada saat dewasa, dan muncul terlokalisir.
Pada daerah tersebut terjadi hiperplasia dari tulang kortikal dan tulang
kanselus pada permukaan luar alveolar. Adanya faktor predisposisi diatas
akan merangsang proliferasi osteosit di tulang rahang dalam jangka waktu
yang lama, sehingga terjadi pembesaran dan penonjolan tulang rahang
5. GAMBARAN KLINIS
Gambaran klinis dari eksostosis adalah adanya pembesaran tulang
multiple, nodular, asimtomatik, dibawah lipatan mukolabial, dan kadangkadang terdapat di attached gingiva, tertutup oleh mukosa normal

Gambar diambil dari :


(www.dentalcare.com)
Oleh : dr Ramesh Nagar

6. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan penunjang tidak diperlukan (Ghom, 2010)
7. DIFERENSIAL DIAGNOSIS
Diagnosa banding dari eksostosis

adalah

osteosarkoma

dan

kondrosarkoma. Adapun gambarannya osteosarkoma adalah sebagai


berikut :
Gambar diambil dari :
Laskaris, 2014,p.319

Sedangkan untuk gambaran kondrosarkoma adalah sebagai berikut :


Gambar diambil dari :
www.contempclindent.org
Oleh Sanchita Kundu

8. PRINSIP TERAPI
Pada prinsipnya tidak ada terapi yang diperlukan, kecuali jika akan
dibuatkan protesa, maka terapi bedah diperlukan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Anonim. (2003). The Diagnosis : Exostoses . US Department of Defense
of The Army, Volume 71, p. 363-364
2. Bansal, Mansi., Rastogi, Sanjay., and Sharma , Anamika (2013). Multiple
Mandibular Exostoses : A Rare Case Report. The Journal of Clinical and
Diagnostic Research. Volume 7 (8),. p. 1802-1803
3. De Long, Leslie and Burkhart, Nancy W. (2008). General And Oral
Pathology for Dental Hygienist. Philadelpia (USA) : Lippincott Williams
& Wilkins. p. 427-428
4. Langlais, Robert P., Miller, Craig S., and Gehrig, Jill S Nield. (2014).
Atlas Berwarna Lesi Mulut Yang Sering Ditemukan Edisi 4. Jakarta :
Penerbit buku Kedokteran EGC.p. 76
5. Laskaris, G. (2014). Atlas Saku Penyakit Mulut. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC. p. 314
6. Ravishankar,Pl., and Vijayprasad, Koganti. (2013). Buccal Exostoses in
Upper Jaw : A Rare Case Report. Journal of Research and Advancement
in Dentistry. Volume 2:2.p.52-54
7. Ghom, Anil Govindrao. (2010). Textbook of Oral Medicine. New Delhi :
Jaypee Brothers Medical Publisher Ltd.p. 310

Anda mungkin juga menyukai