Anda di halaman 1dari 10

MANFAAT DAN DAMPAK SINAR-X BAGI MANUSIA

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Matemamatika-Fisika Dasar
Yang dibina oleh Ibu Arina Swastika Maulita, S.farm, Apt
oleh
Isnan Ary Suarhman
201310410311108
Kelas Farmasi C

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
JURUSAN FARMASI
Oktober 2013

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Diera yang serba canggih seperti sekarang ini, manusia atau tenaga medis akan
menggunakan teknologi canggih untuk menunjang keperluan pengobatan. Disisi lain
penggunaan teknologi canggih sebagai penunjang pekerjaan medis sering kali
menimbulkan efek samping. Keamanan teknologi terhadap makhluk hidup harus
diperhatikan agar tidak menggangu atau memperburuk keadaan pasien.
Banyak dari teknologi pengobatan yang dikembangkan menggunakan
gelombang elektromagnetik. Gelombang elektromagnetik merupakan gelombang yang
merambat tanpa membutuhakan medium. Gelombang elektromagnetik mampu
merambat pada ruang vakum. Gelombang elektromagnetik mempunyai daerah
frekuensi yang sangat besar,yaitu 101 sampai 1022 Hz (Sutrisno, Fisika Dasar
Gelombang dan Optik: 22). Salah satu jenis dari gelombang elektromagnetik yang
sering dijumpai untuk pengobatan adalah sinar-X.
Sinar-X mempunyai daya tembus yang cukup tinggi terhadap bahan yang
dilaluinya. Sifat inilah yang dimanfaatkan sebagai alat diagnosis dan terapi dibidang
kedokteran. Perangkat sinar-X untuk diagnosis dinamakan photo Rontgen dan seiring
kemajuan zaman berkembang menjadi CT.Scan (Computed Tomography Scan) yang
fungsinya lebih luas dari photo Rontgen. Untuk terapi yang menggunakan sinar-X
disebut linec (linier accelerator). Dengan adanya peralatan-peralatan canggih tersebut
mendiagnosis dan pengobatan suatu penyakit dapat dilakukan dengan baik, sehingga
akan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Namun dibalik kecanggihan dan keakuratan alat-alat tersebut, apakah tidak
memiliki efek samping yang ditimbulkan terhadap tubuh manusia. Mengingat sinar-X
memiliki daya tembus yang besar, apakah jaringan manusia tidak rusak apabila terlalu
lama terpapar sinar-X. Selain itu sinar-X juga merupakan salah satu gelombang
elektromagnetik yang dapat membahayakan manusia.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalah yang dapat diangkat antara lain:
1. Apa itu sinar-X ?
2. Bagaimana sinar-X dapat terbentuk?
3. Apa saja manfaat dari sinar-X ?
4. Apa dampak radiasi sinar-X terhadap tubuh manusia?
C. Tujuan Penulisan
2

Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain:


1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisika dan Matematika dasar, tahun ajaran
2013/2014 jurusan Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
2.
3.
4.
5.

Malang.
Untuk mengetahui apa itu sinar-X.
Untuk mengetahui bagaiman terbentukanya sinar-X.
Untuk mengetahui manfaat dari sinar-X.
Untuk mengetahui dampak radiasi sinar-X terhadap tubuh manusia.

D. Sistematika Penulisan
Agar terinci dengan baik, maka sistematika penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut:
1. Bab I. Pendahuluan. Berupa: latar belatar belakang penulisan, rumusan masalah,
tujuan penulisan, dan sistematika penulisan.
2. Bab II. Pembahasan. Berupa: Pembahasan.
3. Bab III. Penutup. Berupa: Kesimpulan dan Saran.

BAB II PEMBAHASAN
A. Definisi Sinar-X
Sinar-X atau sinar Rontgen adalah salah satu bentuk dari radiasi
elektromagnetik. Sinar-X memilki panjang gelombang yang cenderung sangat pendek,
akan tetapi memiliki energi yang sangat besar. Sinar-X memiliki spektrum yang
mencakup daerah panjang gelombang antara 10 sampai dengan 0,06 (Sutrisno,
Fisika Dasar Gelombang dan Optik: 24). Sinar-X memilki ferkuensi mulai dari 30
petaHertz sampai 30 exaHertz dan mempunyai energi mulai dari 120 elektroVolt
sampai dengan 120 kilo elektroVolt. Sinar-X memiliki daya tembus yang sangat tinggi,

sehingga akan memberikan akibat drastis pada atom atau molekul yang di tembusnya,
seperti disosiasi atau ionisasi.
Sinar-X dapat menembus bahan, misalnya jaringan tubuh, air, kayu atau besi.
Kemampuan sinar-X inilah banyak digunakan dalam bidang kedokteran untuk
memotret kedudukan tulang atau organ dalam tubuh manusia. Dari hasil foto
pencitraan tersebut, dokter dapat melakukan diagnosis terhadap organ-organ dalam
tubuh manusia. Karena daya tembus yang besar inilah, jaringan tubuh manusia dapat
rusak akibat paparan radiasi sinar-X yang terlalu lama. Oleh karena itu, pemancaran
sinar-X pada pasien diusahakan sesingkat mungkin. Biasanya untuk melakukan foto
rontgen berikutnya pasien akan diberi jarak beberapa hari dari waktu foto rontgen
pertama kali. Hal itu dilakukan untuk mengurangi resiko dari radiasi sinar-X.
Sinar-X ditemukan pertama kali oleh Wilhelm Conrad Rontgen pada tahun
1895. Sinar-X terbentuk pada saat elektron elektron bebas melepaskan sebagian energi
saat terjalin interaksi dengan elektron lain yang mengorbit atau dengan inti atom.
Energi yang di lepaskan dari elektron ini berupa radiasi sinar-X.
Sinar-X memiliki beberapa karakteristik yang membedakan dengan jenis
gelombang elektromagnetik lainnya. Adapun karakteristik sinar-X adalah sebagai
berikut:
1. Memilki daya tembus yang sangat tinggi dan banyak dimanfaatkan untuk
proses radiogarafi.
2. Mempunyai panjang gelombang yang pendek yaitu 1/10.000 panjang
gelombang yang kelihatan.
3. Mempunyai efek fotografi. Sinar-X dapat menghitamkan emulsi film setelah
diproses di kamar gelap.
4. Mempunyai sifat ionisasi. Efek primer sinar-X apabila mengenai suatu bahan
atau zat akan menimbulkan ionisasi partikel terhadap zat yang ditembusnya.
5. Dapat menimbulkan efek biologis. Sinar-X apabila terkena jaringan hidup akan
menimbulkan perubahan-perubahan pada susunan jaringan atu gen dalam
tubuh.
B. Proses Terbentuknya Sinar-X
Pada awal penemuan sinar-X di tahun 1895, Rontgen tidak mengetahui sinar
apa yang ia temukan, karena sinar tersebut memiliki sifat aneh yang tidak sama dengan
sinar yang lain. Rontgen melakukan suatu percobaan pembangkitan sinar katoda.
Dalam percobaannya tersebut ia membungkus tabung dengan satu kertas hitam agar
tidak terjadi kebocoran fotoluminesensi dari dalam tabung keluar. Lalu ia membuat
ruang penelitian menjadi gelap. Pada saat membangkitkan sinar katoda, ia mengamati
4

sesuatu yang di luar dugaan. Pelat fotoluminesensi yang ada di atas meja mulai
berpendar di dalam kegelapan. Walaupun dijauhkan dari tabung, pelat tersebut tetap
berpendar. Dijauhkan sampai lebih 1 m dari tabung, pelat masih tetap berpendar.
Rontgen berpikir pasti ada jenis radiasi baru yang belum diketahui terjadi di dalam
tabung sinar katoda dan membuat pelat fotoluminesensi berpendar. Radiasi ini disebut
sinar-X yang maksudnya adalah radiasi yang belum diketahui.
Sinar-X terbentuk dengan cara menembakan elektron yang memilki energi
kinetik tinggi pada suatu target (anoda). Didalam tabung Rontgen ada anaoda dan
katoda. Apabila katoda dipanaskan hingga lebih dari 20.000 C sampai menyala dan
menghantarkan listrik dari transfomator, elektron-elektron yang ada pada katoda
(filament) akan terlepas karena panas. Kemudian elektron-elektron tersebut di percepat
menuju anoda target dengan diberi tegangan tinggi. Elektron yang melaju dengan
kecepatan tinggi dihentikan pada anoda target sehingga menimbulkan panas sebanyak
99% dan sinar-X 1%. Sinar-X dari tabung diarahkan

keluar melalui jendela

diafragma dan panas yang dihasilkan dari tumbukan elektron didingankan oleh
radiator. Berkas sinar-X yang dihasilkan dapat terdiri atas dua jenis sinar-X. Jenis
pertama adalah sinar-x polikhromatik, yaitu sinarX yang berasal dari akibat
pengereman elektron oleh anoda. Berkas sinar-X jenis ini sering disebut sinar-X
bremsstrahlung (sebuah kata dalam bahasa Jerman yang berarti pengereman). Jenis
kedua adalah sinar-X monokhromatik, yaitu sinar-X yang berasal dari adanya transisi
eksitasi di dalam anoda.
C. Manfaat Sinar-X
Radiasi pada dasanya adalah suatu cara perambatan energi dari sumber energi
ke lingkungannya tanpa membutuhkan medium. Radiasi sinar-X yang memilki daya
tembus yang kuat ternyata banyak di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Sinar-X
memiliki peranan penting terutama dalam dunia kedokteran, karena sinar-X dapat
digunakan untuk melakukan diagnosis terhadap organ-organ dalam manusia bahkan
juaga dapat di manfaatkan untuk pengobatan. Tanpa sinar-X dokter tidak bisa
melakukan diagnosis secara pasti terhadap penyakit yang ada didalam tubuh.
Penggunaan sinar-X sebagai alat diagnosis merupakan terobosan besar dalam
dunia kedokteran. Penggunaan sinar-X didalam photo Rontgen sangat membantu dunia
medis dalam mengambil langkah-langkah pengobatan yang tepat. Pemanfaatan sinar-X
5

tidak hanya dimanfaatkan di bidang kedokteran atau medis, tetapi dapat pula
dimanfaatkan di bidang lainnya yang membutuhkan radiasi sinar tersebut. Berikut
beberapa bidang yang memanfaatkan sinar-X.
1. Bidang Kedokteran
a. Pemanfaatan sinar-X dalam bidang kedoteran seperti yang telah disebutkan
diatas memilki peranan yang sangat penting. Sinar-X dalam dunia kedokteran
tidak hanya digunakan dalam photo Rontgen atau sekarang yang lebih canggih
dimanfaatkan dalam CT.Scan, tetapi digunakan juga untuk terapi (pengobatan).
Dalam penggunaan diagnosis untuk mengetahui tulang yang patah, rusak, atau
cacat, serta mengetahui oragan-oragan dalam manusia. Hal ini dikenal dengan
radiograf.
b. Dalam pengobatan sinar-X digunakan untuk memusnahkan sel-sel kanker. Hal
ini dikenal sebagai radioterapi.
2. Dalam Bidang Industri
Dalam industri pemanfaatan sianr-X sangat diperlukan. Sinar-X digunakan untuk
mengetahui kesan atau pencitraan terhadap mesin, bodi atau yang lainnya. Berikut
manfaat sinar-X dalam industri.
a. Digunakan untuk mengetahui kesan kecacatan dalam struktur binaan atau
bagian-bagian dalam mesin.
b. Untuk mengetahui keretakan yang ada pada pipa logam, dinding beton dan
dandang bertekanan tinggi.
c. Sinar-X digunakan untuk menyelidiki struktur hablur dan jarak pemisahan
antara atom-atom dalam suatu bahan hablur.
D. Dampak Radiasi Sinar-X Terhadap Tubuh
Sinar-X memiliki manfaat besar

bagi

manusia

dalam

memudahkan

pekerjaannya. Sinar memiliki manfaat besar dalam dunia kedokteran dan industri.
Tanpa sinar-X mungkin diagnosis pasien luka dalam seperti patah tulang agak sulit
dilakukan. Namun dibalik besarnya manfaat sinar-X, sinar tersebut memiliki dampak
berbahaya bagi tubuh manusia.
Sinar-X yang merupakan gelombang elektromagnetik, apabila terpapar
radiasinya terlalu lama akan dapat merusak jaringan tubuh. Umumnya gelombang
elektromagnetik memilki radiasi yang cukup berbahaya bagi kesehatan manusia.
Radiasi yang timbul dari gelombang elektromagnetik umumnya dapat membangkitkan
sel kanker, merusak kualitas sel-sel reproduksi dan lain sebagainya.
Dalam

penggunaan

sinar-X

untuk

diagnosa

dan

pengobatan

harus

memerlukakan kehatia-hatian, karena tingginya resiko bahaya yang dapat ditimbulkan


6

dari penggunaannya atau hal lain yang diakibatkan radiasi ionisasi. Semua jaringan
pada hewan dan manusia peka terhadap radiasi. Penggunaan dosis minimum yang
berlebihan dapat membuat jaringan rusak atau mengalami perubahan struktur jaringan.
Jaringan yang sangat rentan terhadap bahaya radiasi antara lain adalah : kulit, limfatik,
hemopoetik, leukopoetik, glandula mamary, thyroid, tulang (pada pusat pertumbuhan
epifise), epitel germinal atau gonad. Efek radiasi pada objek yang terpapar sangat
berbahaya dan bersifat kumulatif dari penyinaran yang terus menerus. Efek yang sering
muncul antara lain erithema, alergi hingga mutasi genetik. Untuk itulah kehatia-hatian
yang tinggi dibutuhkan saat menggunakan sinar-X.

Gambar 1 Berbagai bentuk kerusakan yang diakibatkan oleh radiasi sinarX.


Dalam melakukan penyinaran sinar-X saat melakukan photo Rontgen,
pemotretan harus diusahakan secepat mungkin. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir
radiasi yang diterima oleh tubuh. Mengingat bahaya radiasi yang ditimbulkan sinar-X
bagi kesehatan tubuh, maka dalam melakukan diagnosa atau foto Rontgen pasien diberi
jarak 1 kali dalam 3 bulan.
Radiasi sinar-X juga juga dapat mengubah gen-gen yang ada dalam tubuh. Gengen yang berubah atau bermutasi memiliki sifat baru yang dihasilkan dari radiasi sinarX. Peristiwa mutasi disebut mutagenesis dan penyebab mutasi disebut mutagen.
Terjadinya mutasi oleh sinar-X diketahui pada tahun 1927 pada saat itu diketahui
bahwa sinar-X dapat mengionisasi gen sehingga sifatnya menjadi labil. Mutasi jarang
terjadi secara alami dan jika terjadi biasanya merugikan bagi makhluk hidup mutannya.
Individu yang telah mengalami mutasi biasanya rentan terserang penyakit.
Sistem imun mutan akan mengalami penurunan akibat radiasi sinar-X, hal itu
dikarenakan gen-gen penyusun tubuhnya telah mengalami perubahan yang mengarah
kearah merugikan. Radiasi sinar-X juga berbahaya bagi janin yang masih berada
didalam kandungan karena janin tersebut dapat mengalami kematian sebelum lahir atau
cacat saat lahir. Bukan hanya itu radiasi sinar-X dapat mengakibatkan kanker gans yang
dapat menyebabkan kematian. Akibat bahaya yang ditimbulkan dari radiasi sinar-X
sangat besar maka diharapkan penggunaan sinar-X harus sangat berhati-hati dan
memperhatikan keamanan lingkungan.

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpuluan bahwa sinar-X memiliki
manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Sinar-X telah banyak membantu manusia
yang pengaplikasiannya diterapkan dalam teknologi kesehatan dan industri. Untuk
menghasilakan sinar-X tersebut perlu adanya reaksi kimia-fisika antara elektron
terhadap anoda. Terjadinya reaksi tersebut membentuk radiasi elektromagnetik yang
kita kenal dengan sinar-X. Walaupun sinar-X memiliki manfaat yang besar, namun
radiasi yang dipancarkan sangat berbahaya bagi tubuh apabila terlalu lama terpapar
sinar-X. Dampak yang ditimbulkan radiasi sinar tersebut dapat merusak jaringan dan
merubah struktur DNA atau gen. Gen yang berubah atau telah bermutasi sering
merugikan bagi individu yang telah mengalami mutasi. Untuk itu penggunaan sianr-X
harus diperhatikan secara seksama dan hati-hati agar tidak merugikan manusia, hewan
dan lingkungan.
B. Saran
Sinar-X memiliki dampak yang berbahaya bagi tubuh manusia, untuk itu
penggunaanya harus dilakukan dengan hati-hati. Karena dampak yang berbahaya
tersebut dokter seharusnya jangan selalu menyarankan kepada pasien untuk melakukan
foto Rontgen, jika diagnosis tersebut dapat dilakukan tanpa melakukan foto Rontgen.
Begitupula pasien jangan selalu meminta foto Rontgen saat ingin melakukan diagnosis,
pasien harus meminta saran dokter atau petugas kesehatan saat melakukan foto
Rontgen, pasien juga harus mengetahui bahaya yang ditimbulkan oleh sinar-X tersebut
bagi tubuh.

DAFTAR PUSTAKA
Sutrisno.1979.Fisika Dasar Gelombang dan Optik.Bandung:Penerbit ITB
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._FISIKA/195905271985031KARDIAWARMAN/MAKALAH_SINAR-X.pdf
http://www.oocities.org/radiologi_vet/bab_11.pdf
http://ojs.unud.ac.id/index.php/JTE/article/download/1585/pdf
http://Kegunaan dan Bahaya Sinar-X _ Pustaka Belajar Ilmufajar.htm
http://SINAR-X DAN EFEK RADIASI SINAR-X UNTUK TUBUH MANUSIA _
Rubbina's Blog.htm

10

Anda mungkin juga menyukai