Anda di halaman 1dari 8

Analisa

Pressure Build Up Pada Sumur Ind-01


Kelompok 1 : Teknik Industri B 2013
Arif Hidayat
Rezky Ansyari
Nia Vebri
Rahmat Hidayat
Ayu Varry Roring
Nur Rosyiddin
Mutiara Sanitri
Fat Sandria
Michridel longkutoy

Abstrak

Tujuan utama dari suatu pengujian sumur hydrocarbon, atau yang telah dikenal luas dengan sebutan Well Testing adalah untuk menentukan kemampuan su

lapisan atau formasi untuk berproduksi. Apabila pengujian ini dirancang secara baik dan memadai, kemuadian hasilnya dianalisa secara tepat, maka akan ban

sekali informasi-informasi yang sangat berharga akan didapatkan seperti : Permeabilitas efektif, Kerusakan atau perbaikan formasi disekeliling lubang bor ya
diuji, Tekanan reservoir, Bentuk radius pengurasan, Keheterogenan suatu lapisan

Sebenarnya prinsip dasar pengujian ini sangat sederhana yaitu kita memberikan suatu gangguan keseimbangan tekanan terhadap sumur yang diuji. In

dilakukan baik dengan memproduksi dengan laju alir yang konstan (drawdown) atau penutupan sumur (buildup). Dengan adanya gangguan ini imuls perubah
tekanan (pressure transient) akan disebarkan keseluruhan reservoir dan ini diamati setiap saat dengan mencatat tekanan lubang bor selama pengujian

berlangsung. Apabila perubahan tekanan tadi diplot dengan suatu fungsi waktu, maka akan dianalisa pola aliran yang terjadi dan juga besaran-besaran da
karakteristik formasi yang telah disebutkan diatas.

Sebagai titik tolak, akan dibahas persamaan-persamaan dasar yang menerapkan aliran fluida dimedia berpori yang akan menjadi basis transien tekana


PENDAHULUAN

Pressure build up adalah merupakan suatu teknik pengujian transien yang paling dikenal dan banyak dilakukan orang dimana prinsip pengujiannya dilaku

dengan cara memproduksi sumur selama suatu selang waktu tertentu dengan laju alir yang tetap, kemudian menutup sumur tersebut sehingga tekanan men

naik dan dicatat sebagai fungsi waktu (tekanan yang dicatat biasanya tekanan dasar sumur). Dari data tekanan yang didapat, kemudian dapat ditentu

permeabilitas formasi, daerah pengurasan saat itu, adanya karakteristik kerusakan atau perbaikan formasi, batas reservoir bahkan keheterogean suatu formas

Dasar analisa pressure ini diajukan oleh horner, yang pada dasarnya adalah memplot tekanan terhadap suatu fungsi waktu. Pada dasarnya sumur diproduks
dengan laju tetap (Q) selama waktu (t). Kemudian sumur ditutup selama waktu (t).

ISI

Sebelum Pressure Build Up Testing, sumur Ind-01 berproduksi selama 120 jam (5 hari) dengan total produksi sebesar 100 bbl dan di dapatkan laju alir 200 bbl/day. Sumur In
memiliki porositas 20%, compressibility 0.083, formation volume factor 1.13, production casing 5.5 inch, viscosity 0.5 cp, thickness 29.5 dan dilakukan shut in dalam 5 hari.




PERHITUNGAN
Sumur Ind-01 memiliki average pressure (P*) 3400 Psia, Pressure 1 hour (P 1hr) 2100 Psia dan m slope 28.82 di dapat dari grafik horner plot pwf vs (tp+dt)/dt.

162.6

162.6 200 0.5 1.13



28.82 29.5

= 21.61140451

= 1.151

= 1.151


+ 3.23

! ! ! !
2100 14.36
21.61140451

+ 3.23
28.82
0.2 0.5 0.083 0.229!

= 81.608048

()

= 0.89
= 0.89 28.82 81.608048
= 2046.191231

= 0.21 !!"#$
= 0.229 !!".!"#"$#
= 8.27772 10!!"

! !!"#! (!) !"#$


! !!"#

3400 14.36 2046.191231



3400 14.36

= 0.39562646 39.57%

1

0.39562646

= 2.527636799


=

200

3400 14.36 2046.191231

= 0.149315155 /

KESIMPULAN

Pressure buidup testing adalah suatu teknik pengujian transien tekanan, pengujian ini dilakukan dengan memproduksikan sumur selama suatu selang w

tertentu dengan laju aliran yang tetap, kemudian menutup sumur. Dasar analisa pressure build up ini dikemukakan oleh Horner, yang pada dasarnya ad
memplot tekanan terhadap suatu fungsi waktu.

Hasil yang di dapat dari Pressure Build Up Test pada sumur Ind-01 adalah permeabilitas = 21.61140451 , Skin Factor = 21.61140451, () = 2046.191
, effective wellbore radius = . ! ,efficiency flowing = = . %, Damage Ratio = 2.527636799, Productivity Index = 0.149315155 /,

Dari data PBU yang sudah kita plot memiliki pressure yang kecil sehingga dapat diketahui setidaknya beberapa kali dilakukan shut in untuk meningkatkan pres
yang turun akibat terlalu besarnya skin pada formasi sehingga pressure turun sangat cepat. Dari data pada waktu akhir akan terjadi penurunan pressure y
sangat drastis dan membuat melakukan shut in yang terakhir atau disebut juga titik pengurasan sampai pressurenya benar-benar turun.
Dari analisa menggunakan rumus =

!.!!"!# ! ! ! ! ! ( ! !!"#)
!" !!.!"!!
! ! !! !"!"

di dapatkan hasil 210.38 bbl/day yang mendekati laju alir yang di ketahui yaitu 200 bbl/

Menandakan bahwa permeability kecil karena ganguan dari skin.






REFRENSI
Ahmed, T. & Mckinney, P.D., 2005. Advanced Reservoir Engineering Handbook, first edition.

Siddiarta, Gede. 2011. Well Test Pada Sumur Minyak. http://gede-siddiarta.blogspot.co.id/2011/10/well-test-pada-sumur-minyak_27.html (Diakses pada 9 Juni 2016 P
10:60 WITA)