Anda di halaman 1dari 6

Benign Prostate Hyperplasia (BPH)

-FlorenceCase pria usia tua, sulit buang air kecil

Definisi
Pembesaran jinak dari kelenjar prostat disebabkan oleh hiperplasi bukan hipertrofi karena ketidak
seimbangan kelenjar prostat. Hiperplasi ini terjadi pada kelenjar prostat yang meliputi ureter
sehingga menyebabkan terjadinya kompresi pada ureter
Epidemiologi
80% pria mengalami pembesaran prostat sebelum usia 80 tahun, 25%-30% memerlukan
prostatectomy. BPH biasanya terjadi setelah usia 50 tahun 65 tahun (kulit putih) dan 60 tahun
(kulit hitam). Hal ini merupakan hal yang umum dialami oleh semua pria dikatakan penyebabnya
adalah penuaan, hiperplasia kelenjar prostat dimulai dari usia 40-45 tahun.
Anatomi dan Patologi
Prostat terletak di pelvic meliputi uretra pada leher kandung kemih. Prostat dikelilingi oleh rectum,
kandung kemih, kompleks vena periprostatic dan vena dorsalis yang bertanggung jawab dalam
fungsi ereksi, dan sfingter ureter yang berfungsi untuk mengkontrol urin secara pasif. Prostat terdiri
dari kelenjar tubuloalveolar yang bercabang tersusun dalam lobulus dan dikelilingi oleh stroma
(otot). Tiap lobus terdiri dari unit acinal yang meliputi epitel, lapisan basal, sel neuroendokrin dan
stroma yang mencakup fibroblas dan sel otot halus. Tiap bagian dipisahkan oleh oleh membrana
basalis.

PSA (Prostate Spesific Antigen) dan fosfatase asam diproduksi dalam sel epitel. Baik sel epitel
prostat dan sel dtroma mengekspresikan reseptor androgen membutuhkan hormon androgen untuk
bertumbuh. Hormon androgen akan menghasilkan testosteron yang akan mengubah enzim 5reduktase menjadi dihidrotestosteron (DHT) yang berfungi dalam pembentukan kelenjar prostat.
Awalnya saat bayi ukuran prostat hanya sebesar kacang polong, akan meingkat ukurannya selama
masa pubertas hingga mencapai ukuran deawasa pada umur 30. Setelah usia 40-45 tahun terjadi
hiperplasia pada epitel terutama bagian transisi dari prostat yang mengelilingi ureter. Sebagian
besar kanker berkembang di bagian ini dan dapat teraba pada colok dubur.
Etiologi
Idiopatik Meningkatnya aktivitas 5-reduktase dalam stroma prostat menumpukknya DHT,
androstenediol dan 17-estradiol pada jaringan.
Bertambahnya usia ketidak seimbangan testosteron dan estrogen karena produksi testosteron
menurun dan konversi testosteron menjadi estrogen pada jaringan adiposa perifer ekspresi
faktor pertumbuhan fibroblas (FGF, TGF dan EGF) dan ekspresi proto-onkogen. Hasil dari aktivasi
faktor-faktor transkripsi menyebabkan aktivasi dari sel-sel otot polos proliferasi stroma.
Patofisiologi
BPH diawali dari kelenjar yang berada di periurethral, kelenjar ini mengalami nodular hiperplasi
(pembesaran kelenjar prostat yang membentuk suatu nodule) yang menonjol ke kandung kemih
dan hipertrofi (pembesaran sel granular).
Karena proses pembesaran prostat ini menyebabkan retensi pada leher vesika dan prostat, karena
retensi tersebut otot destrusor menebal sebagai kompensasi. Penonjolan destrusor pada kandung
kemih disebut trabekulasi

TRABEKULASI

NODULE

Mukosa dapat menerobos keluar dari serat destrusor tonjolan kecil disebut sakula bila besar
disebut divertikulum. Bila keadaan berlanjut destrusor akan melemah terjadi dekompensasi dan
otot tidak bisa berkontraksi Retensi urin
Pada retensi urin akan terasa tidak tuntas sehabis miksi jika keadaan ini berlanjut akan terjadi
kemacetan total maka pasien tidak dapat miksi tekanan vesika tinggi (urin terus diproduksi) lebih
tinggi dari tekanan sfingter dan obstruksi menyebabkan terjadinya Inkontinensia paradoks.
Komplikasi
Retensi kronik menyebabkan refluks vesiko-ureter, hidroureter, hidronefrosis, dan gagal
ginjal mudah infeksi urolithiasis
Usaha miksi terlalu keras hernia atau hemoroid
Sisa urin batu endapan di kandung kemih disuria makin parah hematuria
Batu tersebut dapat menyebabkan sistitis dan bila refluks bisa menjadi pielonefritis
Manifestasi klinik
Gejala obstruksi saluran kemih karena destrusor gagal berkontraksi (ga bisa kontraksi kuat atau
terputus-putus kontraksinya) :
-

Miksi terputus
Menetes pada akhir miksi
Pancaran miksi menjadi lemah
Terasa tidak tuntas setelah miksi

Gejala iritasi akibat hipersensitivitas otot destrusor pengosongan tidak sempurna saat miksi
vesika sering kontraksi walaupun belum penuh:

Bertambahnya frekuensi miksi


Nokturia
Miksi sulit ditahan
Disuria

Diagnosa
3

Anamnesa : gejala dan tanda


PF
Colok dubur
teraba benjolan dalam rektum dan prostat
konsistensi kenyal (benign)
asimetris atau tidak
ada nodul atau tidak
bagia atas bisa teraba atau tidak
DD dengan Ca prostat konsistensi keras, benjolan terasa lebih keras, asimetris.
RO :
- Lesi defek isian kontras pada dasar kandung kemih
- Gambaran sistogram tampak terangkat atau ujung distal ureter mebelok ke atas
-

berbentuk mata kail


Foto polos perut dan pielografi IV untuk melihat komplikasi (batu, hidronefrosis,

divertikulum)
Transrektal Ultrasonografi (TRUS) memeriksa kandung kemih, menentukan besar prostat
dan sisa urin
Pemeriksaan sisa urin pada kateter yang masi keluar >100cc indikasi intervensi
Melihat derajat obtruksi dengan uroflowmetri mengukur pancaran urin
Normal : 10-12ml/detik, max : 20 ml/detik
Ringan : 6-8ml/detik, max : 15ml/detik
Cek PSA untuk bedakan dengan Ca PSA rendah pada Ca 10ng/ml
DD

Kelemahan kontraksi destrusor


Kelainan neurologenik lesi medula spinalis
Neuropati DM
Pascabedah radikal di pelvis
Farmakologik (obat penenang, penghambat reseptor ganglion, parasimpatolitik)
Kekakuan leher kandung kemih
Fibrosis
Retensi urine
Hipertrofi prostat ganas
Tumor leher kandung kemih
Batu uretra
Striktur uretra

Treatment
Derajat
I

Colok dubur
Penonjolan prostat, batas

Sisa vol urine


< 50ml

atas mudah diraba

Treatment
Pengobatan konservatif : 1
adrenergic blocker relaksasi otot
atau

II
III
IV

Penonjolan prostat jelas,


batas atas dapat dicapai
Batas atas tidak dapat diraba

50-100ml

5-reduktase inhibitor
Trans Urethral Resection of Prostate

>100ml
Retensi urin total

(TURP) bisa juga konservatif dulu


Reseksi endoskopik / bedah terbuka
Bebaskan retensi urin
4

kateter/sistostomi
TUR, bedah terbuka
Klau tidak bisa op konsevatif
TURP

Prevention
Cek colok dubur annualy untuk pria diatas 40 tahun

Skema BPH