Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS JARINGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH PADA

KECAMATAN SIDIKALANG KABUPATEN DAIRI


Saur M F Purba1, Syahrizal2, Ivan Indrawan3
1

Departemen Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara, Jl. Perpustakaan No. 1


Kampus USU Medan
Email: spurba94@yahoo.com
2
Staf Pengajar Departemen Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara, Jl.
Perpustakaan No. 1 Kampus USU Medan
Email: syahrizal@usu.ac.id
3
Staf Pengajar Departemen Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara, Jl.
Perpustakaan No. 1 Kampus USU Medan
Email: ivanindrawan76@gmail.com

ABSTRAK
Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik
dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam
melakukan aktivitas sehari-hari termasuk diantaranya adalah sanitasi. Suplai
air bersih di Kecamatan Sidikalang dilayani oleh PDAM Tirta Nciho. Tujuan
penelitian ini untuk menganalisis jaringan dan sistem pendistribusian pada
daerah Kecamatan Sidikalang dengan menggunakan software Epanet 2.0.
Tahapan-tahapan dalam penyelesaian tugas akhir ini yaitu terlebih dahulu
mengumpulkan data yang dibutuhkan baik primer dan sekunder. Kemudian
menghitung banyaknya penduduk yang ada di daerah Kecamatan Sidikalang
tersebut. Tahapan berikutnya adalah menghitung kebutuhan air pada tiap titik
layanan pada daerah tersebut baik. Dari data yang ada dan dari hasil
perhitungan yang telah dilakukan, kemudian dilakukan evaluasi dengan
metode Hardy-Cross dengan mengambil sampel loop dalam jaringan
perpipaan. Setelah itu dilakukan pemodelan dan analisa dengan menggunakan
software EPANET 2.0. Berdasarkan hasil perhitungan didapat bahwa total
penggunan air untuk seluruh area Kecamatan Sidikalang sebesar 132345
m3/bulan. Selisih rata-rata perbandingan metode Hardy cross dengan software
Epanet 2.0 sebesar 0,035885 m3/dtk. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa
perhitungan manual dengan menggunakan metode Hardy cross dianggap
dapat mendekati analisis program Epanet 2.0, setelah dilakukan perbandingan
hasil analisa metode hardycross dengan analisis program Epanet 2.0.

Kata Kunci: Distribusi Air, Hardy Cross, EPANET 2.0

ABSTRACT
Clean water is one of the types of resources of good quality water-based and
commonly used by humans for consumption or in performing activities of
daily living including the sanitation. Clean water supply in the district served
by PDAM Tirta Sidikalang Nciho. The purpose of this study is to analyze the
network and distribution system in the District of Sidikalang using Epanet 2.0
software. The stages in the completion of this thesis is to first collect the data
needed for both primary and secondary. Then count the number of residents in
the District of Sidikalang the area. The next stage is to calculate the water
demand at each point of service in the area either. From the available data and
the results of the calculations have been done, and then be evaluated by the
method of Hardy-Cross by taking a sample loop in the piping network. After
that is done the modeling and analysis using EPANET 2.0 software. Based on
the calculation results obtained that the total use of water to all areas of the
District Sidikalang of 132345 m3 / month. Average difference Hardy cross
method comparison with Epanet 2.0 software for 0.035885 m3 / sec. This
study suggests that manual calculation using the Hardy Cross method is
considered to approach the analysis of the program Epanet 2.0, after the
comparison of the results of the analysis methods hardy-cross with Epanet 2.0
analysis program.
Keywords : Water Disribution, Hardy Cross, EPANET 2.0

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Air bersih merupakan jenis sumber daya air bermutu baik biasa dimanfaatkan oleh
manusia untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci dan sebagainya. Di
sekitar kita banyak sumber air bersih yang bisa di manfaatkan secara langsung
penggunaannya. Salah satu diantaranya adalah air sungai.
Penanganan akan pemenuhan kebutuhan air bersih dapat dilakukan dengan
berbagai cara, disesuaikan dengan sarana dan prasarana yang ada. Di daerah
perkotaan, sistem penyediaan dan pendistribusian air bersih dilakukan dengan
sistem perpipaan dan non perpipaan.
Sistem distribusi air bersih merupakan suatu jaringan perpipaan yang tersusun atas
sistem pipa, pompa, reservoir dan perlengkapan lainnya. Sistem penyediaan air
bersih sering mengalami masalah dalam hal debit maupun tekanan yang berkaitan
dengan kriteria hidrolis yang harus dipenuhi dalam sistem pengaliran air bersih.
Sistem penyediaan air bersih di Kecamatan Sidikalang dikelola oleh perusahaan
air minum. Air diambil dari Sungai Lae Mbulan dan diproses di WTP (Water
Treatment Process) untuk selanjutnya didistribusikan kepada rumah-rumah

penduduk Kecamatan Sidikalang. Pada proses pendistribusiannya dilakukan


pengukuran terhadap penggunaan air pada tiap-tiap rumah di seluruh area lokasi
distribusi PDAM Sidikalang, sehingga dapat ditentukan kebutuhan air pada tiaptiap titik layanan di area tersebut.
Suatu model sistem jaringan pipa distribusi air melibatkan pengetahuan yang
menyangkut persamaan-persamaan dalam hidrolika saluran tertutup. Persamaan
dasar yang terkait dengan hidrolika ini adalah persamaan kontinuitas, kekekalan
energi dan kehilangan tekanan (headloss). Untuk menganalisa sistem jaringan ini
dapat diselesaikan dengan cara manual, namun untuk jaringan yang kompleks
perangkat lunak EPANET akan sangat membantu dalam menyelesaikan
permasalahan ini.

METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah terlebih dahulu mengumpulkan data
yang dibutuhkan baik primer dan sekunder. Kemudian menghitung banyaknya
penduduk yang ada di area perumahan tersebut. Tahapan berikutnya adalah
menghitung kebutuhan air pada tiap titik layanan pada area tersebut. Dari hasil
perhitungan yang telah dilakukan, kemudian dilakukan analisa perhitungan
manual menggunakan metode Hardy Cross dengan persamaan Hazen-Williams
dengan bantuan program Microsoft Excel 2007. Adapun Prosedur perhitungannya
adalah sebagai berikut :
1. Asumsikan pembagian debit aliran melalui tiap-tiap pipa Qo hingga
terpenuhi kontinuitas.
2. Hitung headloss (hf) pada tiap pipa, hf = k.Q1,85
3. Jaringan pipa dibagi menjadi sejumlah jaringan tertutup (tiap pipa minimal
masuk dalam satu jaringan.
4. Hitung hf tiap jaringan, jika pengaliran seimbang, hf = 0.

5. Hitung nilai total headloss persatuan laju aliran untuk tiap jaringan dan
tentukan jumlah besaran

6. Hitung koreksi debit aliran Q=

1,85

7.Koreksi debit aliran, Q = Qo + Q, Untuk pipa yang digunakan secara


bersama dengan loop lain, maka koreksi aliran untuk pipa tersebut adalah
harga netto dari koreksi untuk kedua loop.
8.Tuliskan aliran yang telah di koreksi pada diagram jaringan pipa seperti
pada langkah 1 untuk memeriksa koreksi pada langkah 7 perhatikan
kontinuitas pada setiap pertemuan pipa.
9.Ulangi langkah 1-6 hingga koreksi debit aliran Q 0.
Setelah dilakukan perhitungan menggunakan metode hardy cross maka dilakukan
analisis dengan program EPANET 2.0. Adapun tahapan dalam analisis Program
EPANET 2.0 adalah sebagai berikut :
1. Memilih dimensi yang digunakan yaitu meter, serta memilih Headloss
Formula yaitu Hazen-Williams
2. Menggambar Peta Jaringan pipa

3. Masukkan data reservoir, panjang pipa dan junction sesuai kondisi di


lapangan.
4.Melakukan simulasi dengan perintah Run Analysis,
5.Setelah itu maka didapat hasil yaitu flow, headloss dan gambaran visual

Diagram alir Pengoperasian Program EPANET


ANALISA DAN PEMBAHASAN
Perhitungan Jumlah Pelanggan
Pendistribusian air bersih di Sidikalang dibagi menjadi empat wilayah, mulai dari
wilayah 01 hingga wilayah 04. Pembagian wilayah dan jumlah pelanggan akan
diperlihatkan pada tabel berikut:
Tabel 1. Pembagian Wilayah dan Jumlah Pelanggan PDAM Tirta Nciho
Wilayah
Alamat
Jumlah Pelanggan
1. SM.Raja Atas
2 Sudirman
3. Pembangunan
4. Empat Lima
5. Serbaguna
6. Pemuda

Wil 01

Wil 02

7. Dr.Fl.Tobing
8.S.Salak
9. Bambu Kuning
10. Nusa Indah
11. Runding
12. Air Bersih
13. Anggrek
14. Kemuning
15. Bouqenville
16. Palang Merah
17. Sentosa
18. Martabe
19. Dahlia
20. Flamboyan
21. Seroja
22. Cempaka
23. Sakura
24. Mawar
25. Anyelir
26. Sedap Malam
27. Raplesia
28. Melati Raya
29. Makmur
30. Asoka
31. Teratai
32. Panji
33. Aster
34. Gorat
1. SM. Raja Tengah
2. Lima
3. Kartini
4. Dwikora
5. Irian Jaya
6. Gereja
7. Nusantara
8. K.Jehe
9. Sitelunempu
10. D. Blang Malum
11. Ujung
12. Angkat
13. Bintang
14. RSU Lama
15. G.Nasional
16.D.Bintang
1.SM.Raja Bawah
2. Pakpak

2.928

825

3. B.Kapur
4. Merdeka
5. Simalungun
6. Karo
7. Tembakau
8. Nilam
9. Kopi
10. Kemenyan
Wil 03
1.510
11. Dairi
12. Sekolah
13. Pekan
14. Boang
15. Kelasen
16.Tapanuli
17. P.Lopian
18. Pentakosta
19. Ht. Gambir
20. Pendidikan
1.Trikora
2. Komp.GPKS
3. Terminal
4. HKBP
5. Kalang Baru
Wil 04
1.282
6. Km.2
7. Cipta
8. K.P.Karo
9. H.T.Rakyat
10. H.T. Imbaru
11. J.Salak
12. Perluasan
Berdasarkan tabel 1di atas maka total jumlah pelanggan = 2928 + 825 + 1510 +
1282 = 6546 pelanggan
Perhitungan Pemakaian Air Pelanggan
Tabel 2. Pemakain Air Per Wilayah
Wilayah

Pemakain air ( m3/bulan)

62553

20570

28302

20920

Sumber : PDAM Nciho

Berdasarkan tabel di atas maka total penggunaan air = 62553 + 20570 + 28302 +
20920 = 132345 m3/bulan.
Perhitungan Debit Dengan Metode Hardy Cross
Berikut adalah perhitungan metode Hardy cross pada loop I iterasi I sampai V :

Setelah Iterasi Kelima, nilai Q sudah mendekati nol dimana arah dan debit aliran
sudah konstan sehingga perhitungan hardy cross dihentikan pada itersi ini.

Pemodelan Jaringan Menggunakan Epanet


Berikut adalah gambar visual analisa program EPANET 2.0 pada Kecamatan
Sidikalang Kabupaten Dairi.

Gambar Gambar Visual Analisa EPANET 2.0

Perbandingan Metode Hardy Cross dengan Program Epanet 2.0


Hasil analisa jaringan perpipaan menggunakan program EPANET 2.0 ditunjukkan
pada tabel 6 berikut ini :
Tabel 3. Nilai Debit Dan Tekanan Output Software EPANET 2.0

Keterangan : Flow = Debit , Headloss = Kehilangan Tekanan

Table 4 Hasil Evaluasi Pemodelan Sofware Epanet 2.0 Dengan Metode Hardy
cross

Table 5 Perbandingan Debit Hasil Pemodelan Epanet 2.0 dan Debit Lapangan

KESIMPULAN
1. Kapasitas total air bersih untuk kebutuhan Kecamatan Sidikalang
Kabupaten Dairi adalah 132345 m3/bulan.
2. Total perbedaan hasil antara analisa dengan program Epanet 2.0dengan
metode Hardy Cross adalah 0,035885 m3/dtk.
3. Analisa distribusi air bersih dengan menggunakan software EPANET 2.0
dianggap dapat mendekati perhitungan manual dengan menggunakan
metode Hardy Cross. Hal ini disimpulkan setelah dilakukan evaluasi hasil
analisa EPANET 2.0 dengan menggunakan metode Hardy Cross.
4. Analisa perhitungan distribusi air bersih dilakukan dengan menggunakan
Hardy Cross Method dan Program Epanet.
SARAN
1. Pemodelan dengan Epanet 2.0 dapat membantu keputusan manajerial dalam
setiap kasus yang mungkin terjadi di lapangan. Untuk mendapatkan situasi
yang lebih sesuai dengan kenyataan dan semakin mendekati
kondisisebenarnya perlu dilakukan pengembangan programming yang lebih
intens. Bagaimanapun, software hanyalah sebuah program bantu analisis,
sementara keadaan sebenarnya dilapangan merupakan keadaan yang sangat
kompleks dan peluang setiap kejadian yang dimodelkan dapt terjadi secara
acak dan tidak mudah ditebak.
2. Perlu dilakukan pengkajian kembali sistem jaringan distribusi oleh PDAM
Tirta Nciho seperti survey kebocoran air pada pipa distribusi, dan juga
banyak meteran air pelanggan yang rusak ataupun meteran tersebut tidak
terbaca angkanya. Agar diperbaiki untuk mendapatkan pembacaan angka
meteran yang lebih akurat.

DAFTAR PUSTAKA
Dake, J.M.K dan Endang P.Tachyan dan Y.P. Pangaribuan. 1985. Hidraulika
Teknik Edisi II. Erlangga. Jakarta.
Gules, Ronald V.1996. Mekanika dan Hidrolika Teknik. Erlangga. Jakarta.
Gupta S, Ram. 1989. Hydrology & Hydraulic Systems. Prentice Hall. New Jersey.
Irfandi, 2009. Perancangan Sistem Distribusi Air Bersih Pada Komplek
Perumahan Karyawan PT. Pertamina. Teknik Mesin. Universitas Sumatera
Utara.
Noerbambang, Soufyan Moh. dan Takeo Morimura. 2005. Perancangan dan
Pemeliharaan Sistem Plumbing. PT Pradnya Paramita. Jakarta.
Linsey, Ray K dan Joseph B. Franzini. 1991. Teknik Sumber Daya Air Jilid II
Edisi III. Erlangga. Jakarta.
Kindler, J. And C.S. Russel. 1984. Modeling Water Demands. Academic Press
Inc. London.
Morimura, T. dan Noerbambang, S.M. 2005. Perancangan dan Pemeliharaan
Sistem Plumbing. PT. Pradnya PAramita Jakarta.
Houghtalen, Robert J. and Ned H. C. Hwang and A. Osman Akan. 2010.
Fundamental of Hydraulic Engineering Systems Fourth Edition.
Streeter, Victor L dan E. Bejamin Wylie. 1990. Mekanika Fluida Jilid 1 Edisi
VIII. Erlangga. Jakarta
Triatmadja, Radianta. 2009. Hidraulika Sistem Jaringan Perpipaan Air Minum.
Beta Offset. Yogyakarta.