Anda di halaman 1dari 8

SEORANG PRIA 15 TAHUN

DENGAN FRAKTUR HUMERI DEXTRA MEDIAL


TERTUTUP NON KOMPLIKATA
DAN CEDERA KEPALA RINGAN

Disusun oleh :
I Wayan Parna A.

G2A 001 090

Dewi Astri P.

G2A 001 053

Mario Simamora

G2A 001 117

Penguji
dr. Abdul Wahab, Sp.BO

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2005
0

I. IDENTITAS PENDERITA
Nama

Tn. Budi Saputro

Umur

15 tahun

Jenis Kelamin

Laki-laki

Agama

Islam

Alamat

Sumber Rejo RT 07 / RW 05, Karangawen - Demak

Suku

Jawa

Pekerjaan

Pelajar

Masuk RSDK

27 November 2005

No. CM

5190158

II. DAFTAR MASALAH


No
Masalah Aktif
1. Fraktur humeri dextra

Tanggal
29-11-2005

No

Masalah Pasif

Tanggal

medial
tertutup non komplikata
2.

Cedera kepala ringan

III. DATA DASAR


A.

Anamnesis (Alloanamnesis dengan ibu penderita tanggal 29


November 2005 pukul 10.30 WIB)

Keluhan Utama :
Nyeri pada lengan kanan

Riwayat Penyakit Sekarang :


12 jam sebelum masuk rumah sakit, penderita mengendarai sepeda
motor sendirian, tanpa menggunakan helm, dengan kecepatan sedang, di
jalan yang berbatu. Di depan pengendara melaju mobil kijang dengan
kecepatan sedang, penderita berusaha menyalip dari sebelah kanan, tibatiba dari arah berlawanan muncul minibus dengan kecepatan sedang.
Kecelakaan pun tak terhindarkan. Penderita jatuh ke sisi kanan, tangan
kanannya terbentur bodi minibus, kemudian penderita terlempar ke
sebelah kiri, kepalanya terbentur jalan yang berbatu. Penderita pingsan.
Penderita dibawa ke RS Pelita Anugerah Demak. Di RS tersebut

penderita diberi O2 10 liter/menit (masker), infus RL ditangan kiri ,


injeksi Kalnex 1 ampul, injeksi Neurotam 1 ampul, ATS 1 ampul i.m.
Penderita kemudian dirujuk ke RSDK. Waktu di UGD, penderita muntah
nyemprot 3 bengkok. Di UGD penderita dipasang cervical collar,
diberi O2 3 liter/menit ( dalam kanul nasal ), spalk dibuka dan diganti
yang baru.

Riwayat Penyakit Dahulu :


-

Riwayat patah tulang sebelumnya disangkal.

Riwayat nyeri sebelumnya di tempat fraktur disangkal.

Riwayat menderita tumor di sangkal.

Riwayat sering patah tulang pada waktu anak-anak


disangkal.

Riwayat Penyakit Keluarga :


Riwayat keluarga lahir mati dengan tulang patah-patah di sangkal.

Riwayat Sosial Ekonomi :


Penderita adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, ayah penderita bekerja
sebagai penjual sayur. Ibu penderita membuka warung kecil-kecilan.
Biaya perawatan ditanggung keluarga.
Kesan sosial ekonomi : kurang

B.

Pemeriksaan Fisik
Dilakukan tanggal 29 November 2005 pukul 10.30 WIB
Status Generalis
Keadaan Umum : tampak lemah, terpasang spalk di lengan kanan ,
terpasang infus RL di lengan kiri.
Kesadaran

compos mentis, GCS E4M6V5 = 15

Tanda Vital

: 20/60 mmHg

: 84 x/menit, isi dan tegangan cukup

RR : 20 x/menit
T

: 37,2C (Axiller)

Kulit

sawo matang, kulit kering (-)

Kepala

mesosefal, jejas (+), vulnus lascerasi di temporoparietal

dextra sudah dijahit. Vulnus lascerasi di regio occipital


sinistra tertutup kasa, rembesan (-)
Mata

conjungtiva palpebra pucat -/-, sklera ikterik -/-, pupil isokor


3 mm/3 mm, refleks cahaya +/+

Hidung

discharge (-), rhinorhe (-)

Telinga

discharge (-/-), otorhe (-/-)

Mulut

bibir sianosis (-), bibir kering (-), gusi berdarah (-)

Tenggorok :

T1-1, faring hiperemis (-)

Leher

simetris, pembesaran nnll -/-

Thorax

Pulmo :
I

: simetris statis dinamis

Pa : stem fremitus kanan = kiri


Pe : sonor seluruh lapangan paru
A : SD vesikuler, ST (-)

Cor

:
I : ictus cordis tak tampak
Pa : ictus cordis teraba di SIC V 2 cm medial
LMCS
Pe : konfigurasi jantung dbn
A : suara jantung I-II normal, bising (-), gallop (-)

Abdomen

I : datar, lemas
A : bising usus (+) normal
Pe : timpani, pekak sisi (+) normal, pekak alih (-)
Pa : nyeri tekan (-), hepar/lien tidak teraba

Extremitas

Superior
Inferior

Edema

+/-

-/-

Sianosis

-/-

-/-

Akral dingin

-/-

-/-

Capp. Refill

<2/<2

<2/<2

Sensibilitas

+N/+N

+N/+N

Motorik

- Gerak

sulit dinilai/+

+/+

- Kekuatan

sulit dinilai/5

5/5

- Tonus

sulit dinilai/+N

+N/+N

Status Lokalis
-

Regio humeri dextra


Inspeksi : tampak deformitas (angulasi (+)) pada medial humeri
dextra, luka (-), jejas (+), bengkak (+), warna kulit sekitar
fraktur dan distal fraktur sama seperti sekitarnya.
Palpasi : nyeri tekan (+) pada medial humeri dextra, nyeri sumbu
(+), sensibilitas (+), pemeriksaan krepitasi tidak dilakukan,
cappilary refill <2, pulsasi a. Brachialis (+), a. Radialis (+),
pulsasi a. Ulnaris (+).

Movement :
1. ROM

: Gerak aktif humeri dextra : sulit dinilai


Gerak pasif humeri dextra : sulit dinilai

2. ROM

: Gerak aktif cubiti dextra : sulit dinilai


Gerak pasif cubiti dextra : sulit dinilai

3. Gerak abnormal : (+) medial humeri dextra

IV. RESUME
Seorang , 15 tahun, datang dengan keluhan utama nyeri pada lengan
kanan.
12 jam sebelum masuk rumah sakit, penderita mengendarai sepeda
motor sendirian, tanpa menggunakan helm, dengan kecepatan sedang, di
jalan yang berbatu. Di depan pengendara melaju mobil kijang dengan
kecepatan sedang, penderita berusaha menyalip dari sebelah kanan, tibatiba dari arah berlawanan muncul minibus dengan kecepatan sedang.
Kecelakaan pun tak terhindarkan. Penderita jatuh ke sisi kanan, tangan
kanannya terbentur bodi minibus, kemudian penderita terlempar ke
sebelah kiri, kepalanya terbentur jalan yang berbatu. Penderita pingsan.
Penderita dibawa ke RS Anugerah Demak. Di RS tersebut penderita
diberi O2 10 liter/menit (masker), infus RL ditangan kiri, injeksi Kalnex
1 ampul, injeksi Neurotam 1 ampul, injeksi ATS 1 ampul i.m.
Penderita kemudian dirujuk ke RSDK. Waktu di UGD, penderita muntah
nyemprot 3 bengkok. Di UGD penderita dipasang cervical collar,
diberi O2 3 liter/menit (dalam kanul nasal), spalk dibuka dan diganti yang
baru.
Pemeriksaan fisik
Keadaan Umum : tampak lemah, terpasang spalk di lengan kanan,
terpasang infus RL di lengan kiri.
Status generalis

: dalam batas normal, kecuali regio temporoparietal


dextra tampak luka tertutup kasa, rembesan (-). Luka di
regio occipital sinistra tertutup kasa, rembesan (-) dan
regio humeri dextra oedema (+)

Extremitas

Superior
Inferior

Motorik
- Gerak

:
sulit dinilai/+

+/+

- Kekuatan

sulit dinilai/5

- Tonus

5/5
sulit

dinilai/+N

+N/+N

Status Lokalis
-

Regio Humeri dextra


Inspeksi : tampak deformitas (angulasi (+)) pada medial humeri
dextra, luka (-), jejas (+), bengkak (+), warna kulit sekitar
fraktur dan distal fraktur sama seperti sekitarnya.
Palpasi : nyeri tekan (+) pada medial humeri dextra, nyeri sumbu
(+), sensibilitas (+), pemeriksaan krepitasi tidak dilakukan,
cappilary refill <2, pulsasi a. Brachialis (+), a. Radialis (+),
pulsasi a. Ulnaris (+).

Movement
1. ROM

: Gerak aktif humeri dextra : sulit dinilai


Gerak pasif humeri dextra : sulit dinilai

2. ROM

: Gerak aktif cubiti dextra : sulit dinilai


Gerak pasif cubiti dextra : sulit dinilai

3. Gerak abnormal : (+) medial humeri dextra


V. DIAGNOSIS
-

Fraktur medial humeri dextra tertutup non komplikata

Cedera kepala ringan

VI. RENCANA AWAL


IP Dx :

S :

O :

X-Foto humeri dextra AP/Lateral


CT- Scan kepala
Lab : darah rutin, urin rutin

IP Tx

: - Reposis
- Fixasi
- Imobilisasi
6

- Inj. Neurotam

4x3

- Inj. Kalnex

2 x 500 mg

- Inj. Tramadol

3x1

ampul

- Cefotaxim

2x1

gram

IP Mx :

IP Ex

Infus RL 20 tetes/menit
gram

KU, TV, tanda-tanda infeksi dan komplikasi fraktur

: - Menjelaskan kepada keluarga bahwa penderita mengalami patah


tulang tertutup pada lengan kanan atas.
-

Menjelaskan kepada keluarga penderita bahwa diperlukan


pemeriksaan penunjang X-Foto lengan kanan atas untuk
mengetahui lokasi patah tulang lebih tepat dan untuk menentukan
tindakan selanjutnya.

Menjelaskan kepada keluarga penderita bahwa apabila tidak


dilakukan pengelolaan yang baik bisa menyebabkan infeksi,
kelainan bentuk, kecacatan dan tidak dapat berfungsi seperti
sebelumnya.