Anda di halaman 1dari 12

BAB III

METODE PELAKSANAAN
1. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN.
a. Nama Kegiatan

: Mewarnai Gambar

b. Sasaran

: Anak dengan sakit typoid di RSND.

d. Metode

: 1) Ceramah.
2) Demonstrasi dan Simulasi.
3) Tanya jawab.

e. Media

: 1) Leaflet.
2) Laptop.
3) Power point.
4) Buku gambar.
5) Pensil warna dan crayon .

f. Rencana Pelaksanaan.
Hari / tanggal

: Sabtu, 4 Juni 2016.

Waktu

: Pukul 15.30 WIB.

Durasi

: 30 menit

Tempat

: RSND.

2. PENGORGANISASIAN.
Penyaji

Indun Candra Kirana


Misratul
Anastariva Ambar
M. Fikky Hafidz
Ika Rahmawati
Ragil Titi H
Intan Susmita
Yuni Purnama
Aulia Nur

3. SETTING TEMPAT.

Keterangan :

P
A&O

: Penyaji.
A & O : Anak dan Orang tua

4. STRATEGI PELAKSANAAN.
No
.
1.

Kegiatan Penyaji

Kegiatan Anak-Anak

Pembukaan :

5 menit.

Memberi salam kepada anak-anak dan

orang tua.

Menjawab salam Penyaji.


Mendengarkan, memperhatikan

Memperkenalkan diri dan membuka

dan memperkenalkan diri ke

acara.

Penyaji.
Menyepakati bersama kontrak

Menjelaskan kontrak waktu dan tujuan

waktu dan memperhatikan

pertemuan.

Mengkaji pengetahuan anak-anak

Penyaji.
Mengungkapkan pendapat
sepengetahuan anak-anak.

tentang mewarnai gambar dan cara

melakukannya.
Menyebutkan materi yang akan

Menyimak materi Penyaji dengan

diberikan.
Menanyakan permasalahan yang

baik.
Mengungkapkan pendapat yang

dirasakan saat ini.

Waktu

dirasakan anak.

2.

Pelaksanaan :
Menjelaskan tentang pengertian

mewarnai gambar.
Menjelaskan tentang tujuan dari

mewarnai gambar.
Menjelaskan tentang manfaat

mewarnai gambar.
Menjelaskan tentang persyaratan

mewarnai gambar.
Menjelaskan tata cara mewarnai
gambar dan mempraktekkannya.

20 menit.

Mendengarkan dan
memperhatikan secara seksama.

Mendengarkan dan

memperhatikan secara seksama.


Mendengarkan dan

memperhatikan secara seksama.


Mendengarkan dan

memperhatikan secara seksama.


Melihat, mendengarkan,
memperhatikan teknik mewarnai

Memberi kesempatan anak melakukan

mewarnai gambar.
Memberikan kesempatan anak-anak
dan orang tua bertanya.

gambar.
Mempraktekkan mewarnai
gambar.

Mengungkapkan pendapat kepada


Penyaji.

3.

Penutup :

Menanyakan perasaan yang dirasakan

setelah mengikuti mewarnai gambar.


Memberikan pertanyaan kepada anak.
Memberikan support mental untuk

5 menit

Mengungkapkan perasaan yang

dirasakan anak.
Menjawab pertanyaan Penyaji.
Mendengarkan dengan antusias

tetap semangat dan tidak cemas

dan senang hati.

menghadapi sakit typoid.


Menyimpulkan bersama anak-anak

Memperhatikan kesimpulan

dan orang tua.


Memberi salam.

Penyaji.
Menjawab salam.

5. URAIAN TUGAS.

Penyaji :

Mengkoordinasi persiapan, pelaksanaan dan penutupan kegiatan.


Memandu acara pelaksanaan Pendidikan Kesehatan dan Praktek Mewarnai Gambar.
Menjelaskan tujuan penyuluhan.
Membuat kontrak waktu.
Memberikan penyuluhan kepada anak-anak dan orang tua.
Mempraktekkan mewarnai gambar.
Menjawab pertanyaan anak-anak dan orang tua.
Memfasilitasi peserta untuk berperan aktif selama penyuluhan.
Menutup acara.
Membuat laporan hasil penyuluhan yang dilaksanakan.

6. KRITERIA HASIL.
a. Evaluasi struktur.

Anak-anak dan orang tua bersedia meluangkan waktu untuk mendengarkan

penyuluhan dan praktek mewarnai gambar.


Alat dan media sesuai dengan perencanaan.

b. Evaluasi proses.

Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan.


Peserta penyuluhan tidak meninggalkan tempat saat kegiatan berlangsung.
Peserta berperan aktif selama jalannya diskusi dan mengajukan pertanyaan.

c. Evaluasi hasil.
Setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan dan praktek mewarnai gambar diharapkan
80% anak-anak mampu :

Menjawab pertanyaan Penyaji.


Melakukan mewarnai gambar dengan baik dan benar.
Badan dan pikiran peserta menjadi lebih segar, perasaan menjadi senang, dan

perasaan sedih anak ketika sakit dapat berkurang.


Mampu mengatasi stres dan keraguan dalam menghadapi suatu tugas baru.
Mampu menata pikiran dan beraktivitas dengan normal seperti semula.

7. Anggaran Dana
Barang

Harga satuan

Jumlah banyaknya
barang

Jumlah

Buku gambar
Pensil warna
Crayon

Rp 3.000,00
Rp12.000,00
Rp26.000,00

15
10
5

Rp 45.000,00
Rp120.000,00
Rp130.000,00

Penutup
Demikian proposal ini kami buat, sebagai kerangka umum pelaksaan agenda kegiatan
diatas. Semoga kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan jawdal dan dapat bermanfaat
bagi pasien. Kurang lebihnya mohon maaf dan terima kasih.
Semarang, 3 Mei 2016
Kepala Ruangan Anggrek

Ners. Kusuwati Wijayanti,S.Kep.

Ketua Pelaksana

M. Fikky Hafidz K.

Menyetujui,
Kepala Rumah Sakit Pelita Harapan

Dr. dr. Brasta Prasetyo,M.Kes.,Sp.S(K)

BAB I
PENDAHULUAN

B. LATAR BELAKANG.
Rekreasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang cukup penting. Rekreasi
berasal dari bahasa latin yaitu creature yang berarti

mencipta, lalu

diberi awalan re yang sehingga berarti pemulihan daya cipta atau


penyegaran daya cipta. Kegiatan rekreasi biasanya dilakukan diwaktu
senggang (leasuretime). Leasure berasal dari kata licere (latin) yang
berarti diperkenankan menikmati saat-saat yang bebas dari kegiatan
rutin untuk memulihkan atau menyegarkan kembali.
1. Rekreasi dapat diartikan sebagai kegiatan penyegaran kembali tubuh
dan pikiran; sesuatu yang menggembirakan hati dan menyegarkan
seperti hiburan; piknik. Sedangkan rekreatif berarti bersifat rekreasi.
2. Rekreasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyegarkan kembali
fisik

dan

mental

dari

kehidupan

sehari-hari,

sehingga

dapat

mempertinggi daya kreasi manusia dalam mencapai keseimbangan


bekerja dan beristirahat.
3. Rekreasi adalah kegiatan

yang

dilakukan

seseorang

untuk

mendapatkan kesenangan dan kepuasan.


4. Rekreasi merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkala, sebagai
kegiatan yang merupakan perubahan bentuk rutinitas dan kewajiban
seperti dalam kegiatan bekerja.

5. Rekreasi merupakan proses memenfaatkan kegiatan selama waktu


luang dengan seperangkat perilaku yang memungkinkan peningkatan
waktu luang.
6. Rekreasi adalah penyegaran bagi kekuatan dan semangat setelah
bekerja keras.
7. Rekreasi adalah kegiatan di waktu luang atau santai. Dari penjelasan
di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian rekreasi adalah
aktivitas yang dilakukan pada waktu senggang (lapang) yang
bertujuan untuk membentuk, meningkatkan kembali kesegaran fisik,
mental, pikiran dan daya rekreasi (baik secara individual maupun
secara kelompok) yang hilang akibat aktivitas rutin sehari-hari
dengan jalan mencari kesenangan, hiburan dan kesibukan yang
berbeda dan dapat memberikan kepuasan dan kegembiraan yang
ditujukan bagi kepuasan lahir dan batin manusia
Rekreasi diperlukan oleh setiap orang baik dalam kondisi sehat maupun sakit pada
anak, remaja maupun dewasa. Rekreasi pada setiap tahapan usia dan tingkat kesehatan
berbeda-beda. Rekreasi juga adalah aspek penting di dalam kehidupan sehari-hari pada
lansia, entah itu lasia sehat maupun sakit, bahkan pada lansia sakit seperti stroke. Selain
nutrisi, olahraga, rekreasi merupakan salah satu faktor pendukung gaya hidup sehat.
Meskipun terapi rekreasi (terapi non farmakologis) di Indonesia belum begitu terkenal
dibandingkan dengan terapi-terapi yang sudah ada saat ini tetapi terapi rekreasi sangat
digemari di negara maju sekarang ini karena bisa dikombinasikan dengan terapi-terapi lain,
seperti terapi lingkungan, terapi musik, terapi gerak dan terapi seni. Tujuan terapi rekreasi
ini memberikan stimulasi yang tepat, relaksasi, rekreasi secara aktif dan kesempatan
bergerak pada ibu hamil dan juga dapat meningkatkan kualitas hidup ibu hamil
primigravida.
Salah satu rekreasi yang dapat dilakukan pada anak typoid yaitu mewarnai gambar.
Tindakan relaksasi dan mewarnai gambar setiap hari berguna untuk seorang ibu hamil agar
dapat mempersiapkan tubuhnya untuk menghadapi persalinan serta dapat belajar bernafas
dan beristirahat pada waktu yang tepat selama persalinan untuk membantu kemajuan
persalinan yang alamiah.
(KEMBANGKAN SESUAI KASUS MASING MASING)

C. RUMUSAN MASALAH.
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka perlu dilakukan kegiatan Rekreasi
Mewarnai Gambar pada Anak Typoid di RSND pada tahun 2016
D. TUJUAN.
Tujuan dilakukan mewarnai gambar ini, anak-anak dapat mengimbangi dan
menyesuaikan diri dengan pertumbuhan janinnya. Selain itu juga untuk mempersiapkan
dirinya, baik persiapan fisik maupun persiapan mental untuk menghadapi dan
mempersiapkan persalinan yang cepat, aman, dan spontan. (Mellyna Hulliana,2007).

E. MANFAAT.
BAB II

1. Kegiatan Rekreasi
Anak yang sedang mengalami hospitalisasi sering merasakan kegelisahan dan
kecemasan karena harus menghadapi situasi baru dan beradaptasi terhadap lingkungan
baru. Anak sering mengalami kegelisahan dan kecemasan karena ketika dirumah sakit
anak dilarang untuk banyak beraktifitas dan harus sering beristirhat. Hal tersebut
menyebabkan anak stress dan cemas. Dampak ini berisiko dapat mengganggu tumbuh
kembang anak dan proses penyembuhan pada anak. Salah satu hal yang dapat dilakkan
untuk mengatasi kecemasan anak yaitu dengan terapi bermain. Terapi ini nanti dapat
menjadi sarana pendidikan dan terapeutik bagi perkembangan anak.
Kecemasan dan stress yang dapat dialami oleh anak saat hospitalisasi dipengaruhi
oleh beberapa faktor yaitu faktor dari petugas kesehatan (perawat, dokter dan tenaga
kesehatan lainnya), lingkungan baru dan keluarga yang mendampingi selama perawatan.
Kecemasan yang dialami oleh anak selama hospitalisasi dapat menimbulkan dampak

diantaranya proses penyembuhan anak dapat terhambat, menurunnya semangat untuk


sembuh dan tidak kooperatifnya anak terhadap tindakan perawatan.
Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara suka rela, dan tidak ada
paksaan atau tekanan dari luar atau kewajiban. Bermain merupakan cerminan
kemampuan fisik, intelektual, emosional dan sosial dan bermain merupakan media yang
baik untuk belajar karena dengan bermain anak-anak dapat berkata-kata (berkomunikasi),
belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan melakukan apa yang dapat dilakukan.
Bermain dapat dilakukan oleh anak yang sehat maupun sakit. Walaupun anak sedang
mengalami sakit, tetapi kebutuhan akan bermain tetap ada.
Bermain dapat digunakan sebagai media psiko terapi atau pengobatan terhadap
anak yang dikenal dengan sebutan Terapi Bermain . Adapun tujuan bermain bagi anak di
rumah sakit yaitu, mengurangi perasaan takut, cemas, sedih, tegang dan nyeri).
Menggambar atau mewarnai merupakan salah satu permainan yang memberikan
kesempatan anak untuk bebas berekspresi dan sangat terapeutik (sebagai permainan
penyembuh). Anak dapat mengekspresikan perasaan yang sedang dirasakannya dengan
cara menggambar, ini berarti menggambar bagi anak merupakan suatu cara untuk
berkomunikasi tanpa menggunakan kata-kata . Selain itu, dengan menggambar atau
mewarnai gambar juga dapat memberikan rasa senang kepada anak karena anak dapat
sangat aktif dan imajinatif selain itu anak masih tetap dapat melanjutkan perkembangan
kemampuan motorik halus dengan menggambar meskipun masih dan sedang menjalani
perawatan di rumah sakit. Salah satu permainan yang cocok dilakukan untuk anak yaitu
mewarnai gambar, dimana anak mulai menyukai dan mengenal warna serta mengenal
bentuk-bentuk benda di sekelilingnya .Mewarnai merupakan salah satu permainan yang
memberikan kesempatan pada anak untuk bebas berekspresi dan sangat terapeutik .

2. Konsep Typhoid
Demam Tifoid adalah jenis penyakit yang berkaitan dengan demam karena
adanya infeksi bakteri yang menyebar ke seluruh tubuh dan mempengaruhi banyak organ.

Tanpa pengobatan yang tepat maka penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius
dan bisa berakibat fatal. Orang awan menyebutnya dengan demam tifus atau tipes,
disebabkan oleh bakteri yang disebut Salmonella typhi, juga berhubungan dengan bakteri
yang menyebabkan keracunan makanan salmonella.
Demam tifoid sangat menular. Orang yang terinfeksi bisa menularkan bakteri dari
tubuh mereka misalnya melalui feses atauyang paling jarang dalam urin mereka. Jika
orang lain makan makanan atau minum air yang telah terkontaminasi dengan sejumlah
kecil kotoran atau urine yang terinfeksi, mereka dapat terinfeksi dengan bakteri dan
berkembang menjadi demam tifoid.
3. Konsep Mewarnai
Mewarnai bisa membantu perkembangan psikologi anak, terutama mengenal
objek tertentu. Melalui permainan mewarnai, tak hanya mereka mengetahui objek, tetapi
dengan permainan mewarnai ini bisa mengasah motorik halus anak, melatih konsentrasi,
ketekunan, kesabaran, dan mengenal bentuk serta garis bagi anak Anda. Mewarnai juga
dapat mengembangkan otak kanan pada anak . Di mana fungsi otak kanan bagi anak ialah
buat menyeimbangkan antara khayalan dan kreatifitas dengan lingkungan nyata.
Manfaat permainan mewarnai lainnya buat anak adalah:
1. Mengenalkan Warna-warna
Ketika mewarnai anak dihadapkan pada majemuk pilihan warna. Dari majemuk peralatan
mewarnai ini, anak diajarkan buat mengenali dan membedakan warna. Selanjutnya
dengan mengenali warna-warna ini tumbuh pula kreativitas anak untuk memadukan
warna-warna.
2. Mengenalkan Objek-objek
Dengan mewarnai berbagai macam objek anak selain belajar mengenal warna juga dapt
belajar mengenal objek.
3. Melatih Kesabaran dan Ketelitian
Anak dalam mewarnai akan dilatih tingkat kesadaran dan tingkat ketilitiannya. Meskipun
pada awalnya akan mengabaikan garis-garis batas pada objek, tapi dengan sering berlatih
dan seiring bertambah usia anak akan mengenali garis batas setiap objek.

4. Memupuk Rasa Tanggung Jawab dan Percaya Diri


Tugas-tugas nan mampu diselesaikannya akan menumbuhkan rasa percaya diri pada diri
anak bahwa dia mampu menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik.
5. Membantu Anak untuk Berkonsentrasi
Permainan mewarnai akan menyita perhatian anak. Bila seorang anak mampu
menyelesaikan tugas mewarnai nan diberikan kepadanya dan tak terusik dengan
keramaian di sekelilingnya, maka hal ini menunjukkan bahwa seorang anak sudah
memiliki konsentrasi pada tugasnya.
6. Media Hiburan
Mewarnai menjadi sebuah aktivitas menyenangkan yang dapat menghibur anak. Setelah
penat bermain, permainan mewarnai dapat membuat anak lebih santai. Selain itu,
permainan ini juga menjadi media buat mengekpresikan diri mereka. Saat marah atau
senang, anak-anak akan memilih warna-warna nan mewakili perasaan mereka. Dari cara
mewarnai nan dilakukan anak-anak pun bisa dilihat sifat mereka.
7. Mendorong Kreativitas
Mewarnai mendorong kreativitas anak. Sebab dalam permainan ini anak dapat
bereksperimen dengan majemuk warna. Secara tidak langsung permainan ini mendidik
anak untuk menciptakan dan menemukan sesuatu yang baru dan tak hanya menjiplak
semata dari contoh yang ada.

https://www.jevuska.com/2008/05/10/demam-tifoid-typhoid-fever/
http://www.hgwyes.com/tips-cara-mengajarkan-anak-menggambar.html
lppm.akperpamenang.ac.id/wp-content/uploads/2015/05/0207.pdf