Anda di halaman 1dari 6

Gangguan Kepribadian Antisosisal

Gangguan kepribadian anti sosial ditandai oleh tindakan antisosial atau kriminal
yang terus menerus, tetapi tidak sinonim dengan kriminalitas. Malahan,
gangguan ini adalah ketidakmampuan untuk memenuhi norma sosial yang
melibatkan banyak aspek perkembangan remaja dan dewasa pasien. Dalam
International Classification of Diesease revisi ke-10 (ICD-10), gangguan
dinamakan gangguan kepribadian dissosial.
Diagnosis
Pasien mungkin tampak tenang dan dapat dipercaya dalam wawancara. Tetapi,
di balik lapisan (atau, menggunakan istilah Hervey Cleckley, topeng kejiwaan),
terdapat ketegangan, permusuhan, sikap mudah tersinggung, dan kekerasan.
Wawancara stress, dimana pasien secara aktif dihadapkan dengan inkonsistensi
dalam riwayat penyakitnya, mungkin diperlukan untuk mengungkapkan patologi.
Bahkan klinisi yang paling berpengalaman telah ditipu pasien tersebut.
Suatu pemeriksaan diagnostik harus termasuk pemeriksaan neurologis yang
lengkap. Karena pasien seringkali menunjukkan hasil EEG yang abnormal dan
tanda neurologis lunak yang mengarahkan kerusakan otak minimal pada masa
anak-anak, temuan tersebut dapat digunakan untuk menegakkan kesan klinis.
Kriteria diagnostik DSM-IV dituliskan dalam tabel 26-4.
Tabel 26-4
Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Kepribadian Antisosial

A. Terdapat pola pervasif tidak menghargai dan melanggar hak orang lain
yang terjadi sejak usia 15 tahun, seperti yang ditunjukkan oleh tiga (atau
lebih) berikut:
1) Gagal untuk mematuhi norma sosial dengan menghormati perilaku
sesuai hukum seperti yang ditunjukkan dengan berulangkali
melakukan tindakan yang menjadi dasar penahanan.
2) Ketidakjujuran, seperti yang ditunjukkan oleh berulang kali
berbohong, menggunakan nama samaran, atau menipu orang lain
untuk mendapatkan keuntungan atau kesenangan pribadi
3) Impulsivitas atau tidak dapat merencanakan masa depan.
4) Iritabilitas dan agresivitas, seperti yang ditunjukkan oleh
perkelahian fisik atau penyerangan yang berulang
5) Secara sembrono mengabaikan keselamatan diri sendiri, atau
orang lain
6) Terus-menerus tidak bertanggung jawab, seperti ditunjukkan oleh
kegagalan berulangkali untuk mempertahankan perilaku kerja, atau
menghormati kewajiban finansial
7) Tidak adanya penyesalan, seperti yang ditunjukkan oleh acuh tidak
acuh terhadap atau mencari-cari alasan telah disakiti, dianiaya,
atau dicuri oleh orang lain,
B. Individu sekurangnya berusia 18 tahun

C. Terdapat tanda-tanda gangguan konduksi dengan onset sebelum usia 15


tahun.
D. Terjadinya perilaku antisosial tidak semata-mata selama perjalanan
skizofrenia atau suatu episode manik

Tabel dari DSM-IV, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, ed 4.


Hak cipta American Psychiatric Association, Washington, 1994. Digunakan
dengan izin.
Gambaran Klinis
Pasien dengan gangguan kepribadian antisosial seringkali menunjukkan kesan
luar yang normal dan bahkan hangat dan mengambil muka. Tetapi, riwayat
penyakitnya menemukan banyak daerah fungsi kehidupan yang mengalami
gangguan. Membohong, membolos, melarikan diri dari rumah, mencuri,
berkelahi, penyalahgunaan zat, dan aktivitas ilegal adalah pengalamantipikal
yang dilaporkan pasien berawal sejak masa anak-anak.
Seringkali, pasien gangguan kepribadian antisosial mengesankan klinisi dengan
jenis kelamin yang berlawanan dengan aspek kepribadian mereka yang
bermacam-macam dan mengoda, tetapi klinisi dengan jenis kelamin yang sama
mungkin memandangnya sebagai manipulatif dan menuntut. Pasien gangguan
kepribadian antisosial tidak menunjukkan adanya kecemasan atau depresi yang
mungkin sangat tidak sesuai dengan situasi mereka, dan penjelasan mereka
sendiri tentang perilaku antisosial menyebabkannya terasa tidak masuk akal .
ancaman bunuh diri dan preokupasi somatik mungkin sering ditemukan. Namun
demikian, isi mental pasien mengungkapkan sama sekali tidak ada waham dan
tanda lain pikiran irrasional. Pada kenyataannnya, mereka seringkali
mengesankan pengamat sebagai memiliki intiligensia verbal yang baik.
Pasien gangguan kepribadian antisosial adalah sangat diwakili oleh yang
disebut penipu. Pasien gangguan kepribadian antisosial tidak menceritakan
kebenaran dan tidak dapat dipercaya untuk menjalankan suatu tugas atau
terlibat dalam standar moralitas yang konvensional.
Perjalanan penyakit dan prognosis
Jika gangguan kepribadian antisosial berkembang, perjalanan penyakitnya tidak
mengalami remisi, dan puncak perilaku antisosial biasanya terjadi pada masa
remaja akhir. Prognosisnya adalah bervariasi. Beberapa laporan menyatakan
bahwa gejala menurun saat pasien menjadi semakin bertambah umur. Banyak
pasien memiliki gangguan somatisasi dan keluhan fisik multipel. Gangguan
depresif, gangguan penggunaan zat lainnya dalah sering.
Terapi
Psikoterapi

Jika pasien gangguan kepribadian antisosial diimobilisasi (sebagai contoh,


dimasukkan di dalam Rumah Sakit), mereka sering kali menjadi mampu
menjalani psikoterapi. Jika pasien merasa bahwa mereka berada di antara
teman-teman sebayanya, tidak adanya motivasi mereka untuk berubah
menghilang. Kemungkinan karena hal itulah kelompok yang menolong diri sendiri
(selfhelp group) adalah lebih berguna dibandingkan di penjara dalam
menghilangkan gangguan.
Sebelum terapi dimulai, batas-batas yang kuat adalah penting. Ahli terapi
harus menemukan suatu cara untuk menghadapi perilaku merusak diri sendiri
pada pasien. Dan untuk mengatasi rasa takut pasien gangguan kepribadian
antisosial terhadap keintiman, ahli terapi harus menggagalkan usaha pasien
untuk melarikan diri dari perjumpaan dengan orang lain. Dalam melakukan hal
itu, ahli terapi menghadapi tantangan memisahkan kendali dari hukuman dan
memisahkan pertolongan dan konfrontasi dari isolasi sosial dan ganti rugi.
Farmakoterapi
Farmakoterapi digunakan untuk menghadapi gejala yang diperkirakan
akan timbul, seperti kecemasan, penyerangan dan depresi, tetapi, karena pasien
seringkali merupakan penyalah gunaan zat, obat harus digunakan secara
bijaksana. Jika pasien menunjukkan bukti-bukti adanya gangguan defisitatensi/hiperaktivitas, psikostimulan seperti methylpenidate(ritalin), mungkin
digunakan. Harus dilakukan usaha untuk mengubah metabolisme katekolamin
dengan obat-obatan dan untuk mengendalikan perilaku impulsif dengan obat
antiepileptik, khususnya jika bentuk gelombang abnormal ditemukan pada E.E.G.

Gangguan kepribadian ambang


Pasien gangguan kepribadian ambang berada pada perbatasan antara neurosis
dan psikosis dan ditandai oleh afek, mood, prilaku, hubungan objek, dan citra diri
yang sangat tidak stabil. Gangguan ini juga telah dinamakan skizofrenia
ambulatorik, kepribadian seolah-olah (as if personality) (suatu istilah yang
diajukan oleh Helene Deutsch), skizofrenia pesudoneurotik (dijelaskan oleh Paul
Hoch dan Phillip Politan ), dan karakter psikotik (dijelaskan oleh John Frosch).
Diagnosis
Menurut DSM-IV, diagnosis gangguan kepribadian ambang dapat dibuat
pada masa dewasa awal jika pasien menunjukkan sekurangnya lima kriteria yang
tertulis di dalam tabel 26-5
Tabel 26-5
Kriteria Diagnostik untuk Gangguan kepribadian Ambang
Pola pervasif ketidak stabilan hubungan interpersonal, citra diri, dan afek, dan
impulsivitas yang jelas pada masa dewasa awal dan ditemukan dalam berbagai
konteks, seperti yang ditujukan oleh lima (atau lebih) berikut:

1) Usaha mati-matian untuk menghindari ketinggalan yang nyata atau


khayalan. Catatan: tidak termasuk perilaku bu uh diri atau mutilasi diri
yang ditemukan dalam kriteria 5.
2) Pola hubungan interpesonal yang tidak stabil dan kuat yang ditandai oleh
perubahan antara ekstren-ekstrem idealisasi dan develuasi.
3) Gangguan identitas: citra diri atau perasaan diri sendiri yang tidak stabil
secara jelas dan persisten.
4) Impulsivitas pada sekurangnya dua bidang yang potensial membahayakan
diri sendiri (misalnya, berbelanja, seks, penyalah gunaan zat, ngebut, gilagilaan, pesta makan).
Catatan: tidak termasuk perilaku bunuh diri atau mutilasi diri yang
ditemukan dalam kriteria 5.

5) Perilaku, isyarat, atau ancaman bunuh diri yang berulang kali, atau
perilaku mutilasi diri.
6) Ketidakstabilan afektif karena reaktivitas mood yang jelas (misalnya,
disforia episodik kuat, iritabilitas, atau kecemasan biasanya berlangsung
beberapa jam dan jarang lebih dari beberapa hari)
7) Perasaan kekosongan yang kronis
8) Kemarahan yang kuat dan tidak pada tempatnya, atau kesulitan dalam
mengendalikan kemarahan (misalnya, sering menunjukkan temper, marah
terus-menerus, perkelahian fisik berulang kali)
9) Ide paranoid yang transien dan berhubungan dengan stres, atau gejala
disosiatif yang parah.
Gambaran klinis
Pasien gangguan kepribadian ambang hampir selalu tampak berada dalam
keadaan krisis. Pergeseran mood sering dijumpai. Pasien dapat bersifat
argumentatif pada suatu waktu dan terdepresi pada waktu selanjutnya dan
selanjutnya mengeluh tidak memilii perasaan pada waktu lainnya. Perilaku
pasien ambang sangat tidak dapat diramalkan; sebagai akibatnya mereka jarang
mencapai tngkat kemampuan mereka. Sifat menyakitkan dari kehidupan mereka
dicerminkan oleh tindakan merusak diri sendiri yang berulang. Pasien tersebut
mungkin mengiris pergelangan tanganya sendiri dan melakukan tindakan
mutilasi diri lainn ya untuk mendapatkan bantuan orang lain, untuk
mengekspresikan kemarahanm atau untuk menumpulkan mereka snediri dari
afek yang melanda.
Karena mereka merasakan ketergantungan dan permusuhan, pasien gangguan
kepribadian ambang memiliki hubungan interpersonal yang rusuh.
Tetapi pasien gangguan kepribadian ambang tidak dapat mentoleransi keadaan
sendirian, dan mereka lebih senang mencari teman secara mati-matian, tidak
peduli bagaimana tidak memuaskannya, dibandingkan duduk sendirian.
Terapi

Terapi perilaku telah digunakan pada pasien gangguan kepribadian ambang


untuk mengendalikan impuls dan ledakan kemarahan dan untuk menurunkan
kepekaan terhadap kritik dan penolakan. Latihan keterampilan sosial, khususnya
dengan videotape, adalah membantu pasien untuk melihat bagaimana tindakan
mereka mempengaruhi orang lain dan dengan demikian untuk meningkatkan
perilaku interpersonal mereka.
Farmakoterapi
Farmakoterapi pada gangguan kepribadian ambang adalah berguna untuk
menghadapi ciri kepribadian tertentu yang mengganggu fungsi pasien secara
keseluruhan. Antipsikotik dapat digunakan untuk mengendalikan kemarahan,
permusuhan, dan episode psikotik singkat. Antidepresan memperbaiki mood
yang terdepresi yang sering ditemukan pada pasien. Inhibitor monoamin
oksidase (MAOI) adalah efektif dalam modulasi perilaku impulsif pada beberapa
pasien. Benzodiapine, khususnya alprazolam (Xanax), membantu kecemasan
dan depresi, tetapi beberapa pasien menunjukkan disinhibisi dengan kelas obat
tersebut. Antikonvulsan, seperti carbamazepine dapat meningkatkan fungsi
global pada beberapa pasien. Obat serotonegik seperti fluoxetine, adalah
membantu pada beberapa kasus.
Gangguan Kepribadian Histirionik
Gangguan kepribadian histrionik ditandai oleh perilaku yang bermacam-macam,
dramatik, ekstrovert pada orang yang meluap-luap dan emosional. Tetapi,
menyertai penampilan mereka yang flamboyan, seringkali terdapat
ketidakmampuan untuk mempertahankan perlekatan yang mendalam dan
berlangsung lama.
Diagnosis
Tabel 26-6
Kriteria diagnostik untuk gangguan kepribadian histrionik
Pola pervasif emosional dan mencari perhatian yang berlebihan, dimulai pada
masa dewasa muda dan tampak dalam berbagai konteks, seperti yang
ditunjukkan oleh liama (atau lebih) berikut:
1) Tidak merasa nyaman dalam situasi dimana ia tidak merupakan pusat
perhatian
2) Interaksi dengan orang lain sering ditandai oleh godaan seksuan yang
tidak pada tempatnya atau prilaku provokatif.
3) Menunjukkan pergeseran emosi yang cepat dan ekspresi yang dangkal
4) Secara terus-menerus menggunakan penampilan fisik untuk menarik
perhatian kepada dirinya
5) Memiliki gaya bicara yang sangat impresionistik dan tidak memiliki
perincian
6) Menunjukkan dramatisasi diri , treatikal dan ekspresi emosi yang
berlebihan
7) Mudah disugesti, yaitu mudah dipengaruhi oleh orang lain atau situasi

8) Menganggap hubungan menjadi lebih intim ketimbang keadaan


sebenarnya
Gambaran klinis
Pasien dengan gangguan kepribadian histrionik menunjukkan prilaku mencari
perhatian yang tinggi. Mereka cenderung memperbesar pikiran dan perasaan
mereka, membuat segala terdengar lebih penting dibanding kenyataannya.
Mereka menunjukkan temper tantrum, ketakutan, dan tuduhan jika mereka
bukan merupakan pusat perhatian atau tidak mendapatkan pujian atau
penghargaan.
Perilaku menggoda adalah sering ditemukan pada kedua jenis kelamin. Fantasi
seksual tentang orang yang terlibat dengan pasien adalah sering, tetapi pasien
tidak konsisten tentang memverbalisasikan fantasi tersebut dan mungkin malumalu atau genit, bukannya agresif secara seksual. Pada kenyataannya, pasien
histrionikmungkin memiliki disfungsi psikoseksual; wanita anorgasmik, dan lakilaki mungkin impoten.
Pertahanan utama pasien gangguan kepribadian histrionik adalah represi dan
disosiasi. (kaplan dan sadock)
Gangguan kepribadian narsistik
Terdapatnya pola kebesaran diri ( dalam fantasi atau perilaku), kebutuhan untuk
dikagumi atau disanjung , kurang mampu berempati. Bersifat pervasif, berawal
sejak usia dewasa muda dan nyata dalam pelbagai konteks
Pedoman diagnostik
1) Secara berlebih merasa dirinya sangat penting
2) Berpreokupasi dengan fantasi tentang sukses, kekuasaan, kehebatan,
kecantikan atau kekasih ideal
3) Merasa dirinya sebagai orang spesial dan unik yang hanya dapat
dimengerti oleh atau perlu berhubungan dengan orang lain atau institusi
yang spesial atau berkedudukan lebih tinggi
4) Membutuhkan pemujaan berlebihan
5) Merasa dirinya mempunyai hak istimewa
6) Dalam hubungan interpersonal bersifat eksploitatif, menggunakan orang
lain untuk kepentingan dirinya
7) Kurang atau tidak mampu berempati: tidak mau mengenal atau
beridentifikasi dengan perasaan atau kebutuhan orang lain
8) Sering iri hati pada orang lain, atau merasa bahwa orang lain iri hati
terhadapnya
9) Bersikap sombong.
(buku ajar psikiatri)