Anda di halaman 1dari 24

TUGAS SISTEMATIKA INVERTEBRATA

NAMA

: ANDI SYARIFAH ULIL ASMI

NIM

: H411 14 507

HARI/TANGGAL

: JUMAT, 11 DESEMBER 2015

KELAS

:A

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Karbohidrat merupakan salah satu senyawa organik makromolekul alam
yang banyak ditemukan dalam tanaman maupun hewan. Pada tanaman,
karbohidrat dibentuk melalui reaksi antara karbon dioksoda dan molekul air
dengan bantuan sinar matahari dalam proses fotosintesis pada sel tanaman yang
berklorofil (Tim Dosen Kimia, 2013).
Karbohidrat yang biasa disebut dengan gula, juga berperan dalam
molekul-molekul lain yang penting secara biologis, seperti asam nukleat (DNA
dan RNA), dan dalam bentuk-bentuk polimer, seperti selulosa (dinding sel) dan
glikogen (bentuk glukosa yang tersimpan dalam hati) (Bresnick, 2003).
Kentang merupakan sumber karbohidrat yang dimanfaatkan sebagai bahan
pangan, bahan baku industri, dan pakan ternak. Kentang sebagai komoditas
sayuran, selain dikonsumsi dalam bentuk segar, juga dimanfaatkan sebagai hasil
industri makanan olahan seperti pati (starch). Pati diperoleh melalui proses
ekstraksi karbohidrat yaitu setelah dilakukan pengecilan ukuran melalui grinding
(pemarutan) kemudian ekstrak dengan memakai pelarut (biasanya air) untuk
mengeluarkan kandungan patinya dengan cara sendimentasi atau pengendapan
yang selanjutnya dikeringkan pada suhu dengan lama waktu tertentu untuk
mendapatkan pati yang siap digunakan (Martunis, 2012).
Berdasarkan landasan teori diatas maka dilakukanlah percobaan yang
mengenai karbohidrat ini untuk mengetahui bagaimana cara mengisolasi kanji
(starch) dari kentang dan mengetahui reaksi uji dengan iodida.

1.2 Maksud dan Tujuan Percobaan


1.2.1 Maksud Percobaan
Maksud dari percobaan ini yaitu untuk mengetahui cara mengisolasi kanji
(starch) dari kentang dan mengetahui reaksi uji dengan iodida.
1.2.2

Tujuan Percobaan
Tujuan dilakukannya percobaan ini yaitu:

1.
2.

Untuk menentukan kadar strach (amilum) dari kentang.


Untuk menentukan reaksi amilum terhadap reaksi iodida

dalam suasana asam, basa dan netral.


1.3 Prinsip Percobaan
1.3.1 Isolasi kentang (starch) dari kentang
Penentuan kadar kanji pada kentang dengan mengisolasi berdasarkan
prinsip homogenasi, penyaringan suspensi dan dekantasi dengan menggunakan
pelarut air dan etanol.
1.3.2 Uji Iodida untuk Starch
Mereaksikan amilum dengan iodida dengan menambahkan pereaksi yang
bersifat asam, basa dan netral. Kemudian melihat perubahan warna yang terjadi
setelah dipanaskan dan didinginkan.

BAB II

TINJAUN PUSTAKA

Karbohidrat merupakan persenyawaan antara karbon, hidrogen dan


oksigen yang terdapat dalam alam dengan rumus empiris Cn(H2O)n. Melihat rumus
empiris tersebut, maka senyawa ini pernah diduga sebagai hidrat dari karbon,
sehingga disebut karbohidrat. Sejak tahun 1880 telah disadari bahwa gagasan
hidrat dari karbon merupakan gagasan yang tidak benar, hal ini karena ada
beberapa senyawa yang mempunyai rumus empiris seperti karbohidrat, tetapi
bukan karbohidrat (Tim Dosen Kimia, 2013).
Karbohidrat (carbohydrate) mencakup gula sekaligus polimer-polimer
gula. Karbohidrat paling sederhana adalah monosakarida, dikenal juga sebagai
gula sederhana. Disakarida adalah gula ganda, terdiri dari dua monosakarida yang
digabungkan oleh reaksi dehidrasi. Karbohidrat yang mencakup makromolekul
yang disebut polisakarida, polimer yang tersusun dari banyak blok pembangun
gula (Campbell, dkk., 2010).
Karbohidrat sangat beranekaragam sifatnya. Misalnya, sukrosa (gula pasir
dan kapas, keduanya adalah karbohidrat. Salah satu perbedaan utama antara
berbagai tipe karbohidrat ialah ukuran molekulnya. Monosakarida (sering disebut
gula sederhana) adalah satuan karbohidrat yang tersederhana, mereka tak dapat
dihidrolisis menjadi molekul karbohidrat yang lebih kecil. Monosakarida dapat
diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer, trimer, dan sebagainya dan
akhirnya polimer. Dimer-dimer disebut disakarida. Sukrosa adalah suatu
disakarida yang dapat dihidrolisis menjadi satu-satuan glukosa dan satu satuan
fruktosa. Monosakarida dan disakarida larut dalam air dan umumnya terasa manis.
Karbohidrat yang tersusun dari dua sampai delapan satuan monosakarida dirujuk

sebagai oligosakarida (yunani, oligo- = beberapa). Jika lebih dari delapan satuan
monosakarida diperoleh dari hidrolisis, maka karbohidrat itu disebut polisakarida.
Contoh polisakarida adalah pati, yang dijumpai dalam gandum dan tepung jagung,
dan selulosa (cellulose), penyusun yang bersifat serat dari tumbuhan dan
komponen utama dalam kapas (Fessenden, 1994).
Karbohidrat sederhana dapat dipandang sebagai polihidroksi aldehida dan
keton. Karbohidrat paling sederhana adalah monosakarida. Bila suatu gula
mempunyai gugus aldehid, gula tersebut merupakan suatu aldosa. Namun, bila
gula tersebut mempunyai gugus keto, gula tersebut merupakan suatu ketosa
(Bresnick, 2003).
Monosakarida (monosaccharide, dari kata Yunani monos, tunggal, dan
sacchar, gula) umumnya memiliki rumus molekul yang merupakan kelipatan unit
CH2O. Glukosa (C6H12O6), monosakarida yang paling umum, memiliki posisi
sentral dalam kimia kehidupan (Campbell, dkk., 2010).
Disakarida (disaccharide) terdiri dari dua monosakarida yang digabungkan
oleh tautan glikosidik (glycosidic linkage), ikatan kovalen yang terbentuk antara
dua monosakarida melalui reaksi dehidrasi. Misalnya maltosa adalah disakarida
yang terbentuk dari pertautan dua molekul glukosa. Dikenal juga sebagai gula
malt, maltosa merupakan bahan yang digunakan dalam pembuatan bir. Disakarida
yang paling umum adalah sukrosa, yaitu gula pasir. Kedua monomernya adalah
glukosa dan fruktosa (Campbell, dkk., 2010).
Polisakarida (polysaccharide) adalah makromolekul, polimer dengan
beberapa ratus hingga beberapa ribu monosakarida yang digabungkan oleh tautan
glikosidik. Beberapa polisakarida berperan sebagai materi simpanan, yang
dihidrolisis apabila dibutuhkan untuk menyediakan gula bagi sel. Polisakarida lain

berperan sebagai materi pembangun bagi struktur-struktur yang melindungi sel


atau keseluruhan organisme. Arsitektur dan fungsi suatu polisakarida ini akan
ditentukan oleh monomer-monomer gulanya dan oleh tautan-tautan glikosidiknya
(Campbell, dkk., 2010)
Secara kimiawi, pati merupakan homopolimer glukosa dengan ikatan glikosidik. Pati terdiri dari dua fraksi yaitu fraksi terlarut disebut amilosa dan
fraksi tidak terlarut disebut amilopektin. Pemanfaatan pati dewasa ini adalah
sebagai bahan baku dalam industri makanan, obat-obatan serta produk non pangan
seperti tekstil, kemasan, deterjen, dan sebagainya (Martunis, 2012).
Pati adalah polisakarida yang merupakan kelompok utama penyimpanan
karbohidrat yang digunakan sebagai sumber makanan atau energi. Sedangkan
selulosa adalah polisakarida yang menjadi komponen utama karbohidrat pada
tumbuhan. Pada hewan tingkat tinggi, glukosa adalah komponen yang paling
penting dan glukosa merupakan karbohidrat sederhana yang paling banyak
diperlukan dalam tubuh manusia (Tim Dosen Kimia, 2013).
Amilosa, adalah polimer linier dari -D-glukosa, sekitar 50 sampai 300
unit-unit glukosa yang dihubungkan antara satu dengan lainnya melalui ikatan
1,4--glikosida. Dalam larutan, rantai amilosa berbentuk heliks menyerupai
kumparan, karena adanya ikatan dengan konfigurasi pada setiap unit glukosa.
Kumparan yang berbentuk

tabung ini memungkinkan terbentuknya senyawa

kompleks dengan molekul kecil yang dapat masuk ke dalam kumparannya. Warna
biru tua yang ditimbulkan pada penambahan yodium pada pati adalah contoh
pembentukan kompleks tersebut. Hidrolisis lengkap dari amilosa menghasilkan
hanya D-glukosa (Tim Dosen Kimia, 2013).
BAB III

METODE PERCOBAAN

3.1 Bahan Percobaan


Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini antara lain kentang
75 gram, etanol, aquadest, amilum 3 mL, larutan HCl, larutan NaOH, kertas
saring, larutan iod 0,01 M, kertas label, dan kain penyaring.
3.2 Alat Percobaan
Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah blender, pisau, batang
pengaduk, gelas piala, gelas ukur, corong, erlenmeyer, labu semprot, neraca
ohaus, tabung reaksi, pipet tetes, penangas air, sikat tabung, dan gegep.
3.3 Prosedur Percobaan
3.3.1 Isolasi Kanji Starch dari Kentang
Kentang dikupas lalu dipotong-potong, kemudian ditimbang sebanyak 75
gram. Kemudian dihomogenasikan dengan 50 mL air menggunakan blender
sampai semua kentang hancur. Campuran disaring melalui secarik kain putih..
Filtrat ditampung di dalam gelas piala, sedangkan residunya dibuang. Ke dalam
filtrat ditambahkan 50 mL air, cairan dikocok kemudian dibiarkan mengendap lalu
didekantasi lagi dengan 50 mL air kemudian didekantasi lagi dengan 25 mL
etanol. Kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring yang dimasukkan
pada corong buchner. Starch yang dihasilkan kemudian dikeringkan di dalam
oven hingga benar-benar kering lalu ditimbang dengan menggunakan neraca.

3.3.1 Uji Iodida untuk Starch

Disiapkan 3 buah tabung reaksi, masing-masing tabung diisi dengan 3 mL


amilum kemudian tabung pertama ditambahkan 2 tetes air, tabung kedua dengan 2
tetes HCl 6 M, dan tabung ketiga dengan 2 tetes NaOH. Setelah itu masingmasing tabung ditambahkan 1 tetes iod 0,01 M. Diperhatikan perubahan yang
terjadi pada tabung, yang mengalami perubahan warna kemudian dipanaskan,
catat perubahan yang terjadi, lalu dinginkan.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel hasil pengamatan


Perubahan

Tabung I
(air)

Tabung II
(HCl)

Tabung III
(NaOH)

Bening

Keruh

Keruh

Biru tua

Ungu

Bening

Keruh

Keruh

Bening

Keruh

Ungu muda

Bening

Warna sebelum
ditambahkan Iod 0.01
M
Warna setelah
ditambahkan Iod 0.01
M
Warna setelah
dipanaskan
Warna setelah
didinginkan
1.

Berat sampel (kentang) : 75 gram

2.

Kentang setelah diblender akan terjadi suspensi kental berwarna


putih kecoklat-coklatan.

3.

Amilum dalam suspensi alkohol berwarna agak putih keruh,


setelah kering berwarna putih menyerupai serbuk.

4.

Berat amilum setelah kering = 1,1 gram

5.

Kadar amilum dalam contoh (kentang) :


(Berat kertas saring + Amilum) - (Berat kertas saring kosong)
(Berat Kentang)

gram+ ( 1,1 ) gram


( 1,5 ) ( 1,5 ) gram

x 100%

4.1.2 Pengamatan Uji Iodida

4.2 Reaksi
Uji Iodida
a. Amilum + H2O + I2
CH2OH

CH2OH

H
O

OH

H
O

OH

OH

OH

CH2OH

BENING
CH2OH

O
H

OH

OH

H
O

BENING

b. Amilum + HCl + I2

OH

OH

didinginkan

CH2OH

CH2OH

H
O

OH

OH

H
O

OH

OH

CH2OH

+ HCl+ nI2

BENING
CH2OH

O
H

OH

OH

I
O
I

H
OH

OH

HCl + nI2
dipanaskan

UNGU

CH2OH

CH2OH

H
O

OH

H
O

OH

OH

OH

CH2OH

BENING
CH2OH

O
H

OH

OH

H
O

BENING

c. Amilum + NaOH + I2

OH

OH

didinginkan

4.3 Pembahasan
4.3.1 Pengamatan Isolasi Starch dari Kentang
Kentang diblender dan dihomogenasikan dengan air kemudian dilakukan
dekantasi berulang kali bertujuan agar proses ekstraksi starch lebih mudah, karena
dekantasi dapat memisahkan residu dan filtratnya (endapan). Dilakukan proses
penjernihan terhadap larutan tersebut dengan cara pencampuran air dan
pencampuran alkohol dalam hal ini etanol ke dalam filtratnya. Pencampuran air
bertujuan melarutkan zat-zat kotor yang larut dalam campuran homogen tadi.
Sedangkan pencampuran etanol pada filtratnya bertujuan untuk penjernihan
terhadap zat-zat seperti lipid dan protein yang yang terkandung dalam starch.
Penjernihan dan dekantasi berulang dilakukan dengan maksud filtrat dijernihkan,
kemudian disaring untuk memisahkan zat-zat lain yang tidak dibutuhkan selain
pati dalam kentang.

Setelah diperoleh starch murni hasil ekstraksi beberapa kali, maka starch
tersebut dikeringkan. Pengeringan dilakukan agar zat-zat penjernih yaitu air dan
etanol menguap sehingga didapatkanlah starch yang benar-benar murni. Salah
satu alasan penggunaan air dan etanol sebagai zat penjernih karena keduanya
benar-benar

hanya

melarutkan

zat-zat

selain

amilum,

sedangkan

kita

membutuhkan amilum untuk diisolasi. Starch yang telah kering, kemudian


ditimbang untuk kemudian dihitung kadarnya.
Pada isolasi kanji (strach) dari kentang berat setelah kering diperoleh
1,1 gram yang kadarnya 1,52%. Hal ini membuktikan bahwa kentang
mengandung amilum. kecilnya kadar yang diperoleh disebabkan karena kualitas
kentang yang digunakan tidak terlalu baik. Hal ini disebabkan karena kentang
yang digunakan tidak terlalu bagus dan terjadi kesalahan pada saat pengeringan.
4.3.2 Pengamatan Uji Iodida
Tiga tabung yang berbeda diisi dengan 3 mL amilum untuk masing-masing
tabung, dimana tabung I diisi dengan 2 tetes air (suasana netral), tabung II dengan
2 tetes HCl 6 M (suasana asam), dan tabung III dengan 2 tetes NaOH 6 M
(suasana basa), dan ketiganya diisi dengan 1 tetes Iod 0,001 M.
Pada tabung I, terjadi perubahan warna dari putih keruh menjadi ungu,
tabung II terjadi perubahan warna dari putih keruh menjadi putih keruh keunguan
karena H2O dan HCl menyebabkan Iod bereaksi seperti Iod bebas sehingga
menimbulkan warna keunguan. Maka terjadilah adisi Iod oleh amilum dan
memberi warna putih keruh keunguan. Warna ungu menandakan bahwa yang
bereaksi dengan iod adalah Amilopektin, selanjutnya timbul warna putih keruh
keunguan, Warna putih keruh keunguan itu sendiri menandakan bahwa yang
bereaksi dengan Iod adalah Amilosa sebagai salah satu kandungan amilum. Pada

tabung III tidak terjadi perubahan warna karena amilum tidak bereaksi dengan
basa.
Setelah dipanaskan, larutan dalam tabung I dan II berubah menjadi putih
keruh karena telah terjadi penguraian ion (pelepasan Iod dari amilum) bila
amilum-iod dipanaskan maka struktur spiral pati merenggang dan molekulmolekul Iod terlepas sehingga warna ungu menghilang dan hanya warna Iod yang
tampak kekuningan. Setelah didinginkan, larutan dalam tabung I, II dan III
kembali ke keadaan semula yaitu sebelum adanya penambahan iodid.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan data yang diperoleh, maka kesimpulan pada percobaan ini
yaitu:
1. Pada 75 gram kentang diperoleh kadar strach sebesar 1,52%.
2. Reaksi amilum dan iod terjadi dalam suasana asam dan netral dan tidak
bereaksi dengan basa.
5.2 Saran
5.2.1 Saran untuk Laboratorium
Fasilitas laboratorium sudah memadai dan menunjang keberhasilan dari
percobaan yang dilakukan.

5.2.2 Saran untuk Asisten


Sebaiknya saat praktikum berlangsung asisten ikut turut serta dalam
memperhatikan dan meninjau semua yang dilakukan praktikan agar praktikan
tidak salah dalam melakukan percobaan.

DAFTAR PUSTAKA

Bresnick, Stephen., 2003, High-yield organic chemistry/Intisari Kimia Organik,


Hipokrates, Jakarta.
Campbell, N.A, Recce, J.B, Urry, L.A, Cain, M.L, Wasserman, S.A, Minorsky,
P.V, Jackson, R.B., 2011. Biologi Edisi Kedelapan Jilid I. Erlangga.
Jakarta.
Fessenden, R.J., Joan, S.F., 1994, Kimia Organik, Erlangga, Jakarta.
Martunis., 2012, Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan Terhadap Kuantitas dan
Kualitas Pati Kentang Varietas Granola, diakses pada hari Senin, 20
Oktober 2014 pukul 22.15 WITA, Makassar
Tim Dosen Kimia., 2013, Kimia Organik, Universitas Hasanuddin, Makassar.

LEMBAR PENGESAHAN

Makassar, 28 Oktober 2015


Asisten

(HIKMAWATI )

Praktikan

(MELISA SAMBAN)

LAMPIRAN I
Bagan Kerja
1. Bagan Kerja Isolasi Starch Dari Kentang

Kentang
- dibersihkan, dipotong-potong
75 g kentang
- dihomogenasikan dengan 50 mL air
- disaring dengan kain putih
residu

Suspensi

- dibuang

- didekantasi dengan air 50 mL


- dikocok dan dibiarkan mengendap

filtrat
- dibuang

Residu
endapan
- didekantasi dengan air 50 mL
- dikocok dan dibiarkan mengendap

filtrat
- dibuang

Residu
endapan
- didekantasi dengan etanol 25 mL
- disaring

filtrat
- dibuang

starch
starch
- dikeringkan dalam inkubator
- setelah kering ditimbang
- dititrasi dengan iod
Data

2. Bagan Kerja Uji Iodida untuk Starch

Tabung reaksi I

Tabung reaksi II

Tabung reaksi III

3 ml Amilum

2 tetes Air

2 tetes HCl 6M

1 tetes Iod 0,01 M


-Diamati perubahan warna
-Dipanaskan, diamati
-perubahan warna
-Dinginkan, diamati
-perubahan warna
Hasil

2 tetes HCl 6M

LAMPIRAN III

Isolasi kanji (Starch) dari kentang


Uji Iodida untuk Starch
1. Sebelum pemanasan
Amilum + Air + Iod

Amilum + HCl + Iod

Amilum + NaOH + Iod

2. Setelah Pemanasan

Amilum + Air + Iod

Amilum + HCl + Iod

Amilum + NaOH + Iod

3. Setelah Pendinginan
Amilum + Air + Iod, Amilum + HCl + Iod, Amilum + NaOH + Iod