Anda di halaman 1dari 16

PERANAN GURU DAN TUNTUTAN PROFESIONALISME

(Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas pada Mata Kuliah Evaluasi Pendidikan)

DISUSUN OLEH :
NAMA

: MARIANTI ANDRIANI

NPM

: 412010022

KELAS/ SEMESTER

: A/ VI

PROGRAM STUDI TARBIYAH


FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BUTON
BAUBAU
2016

KATA PENGANTAR







Puji yukur kehadirat Allah SWT , karena berkat rahmat dan hidayah-Nya
penulis dapat menyelesaikan makalah Evaluasi Pendidikan dengan judul Peranan
Guru dan Tuntutan Profesionalisme dengan baik dan sesuai dengan batas waktu
yang telah ditentukan .
Ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Evaluasi
Pendidikan, yang telah membimbing penulis dalam penyelesaian makalah ini.
Makalah Peranan Guru dan Tuntutan Profesionalisme disusun dalam upaya
menunjang serta meningkatkan proses belajar mengajar , sehingga diharapkan
mencapai hasil yang maksimal .
Demikian makalah Peranan Guru dan Tuntutan Profesionalisme penulis
susun dengan sebaik mungkin. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Mohon
maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini ,
untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dalam upaya
meningkatkan mutu makalah kami selanjutnya .
Baubau, 23 April 2016
Penyusun

Marianti Andriani
NPM. 412010022

DAFTAR ISI

Hal
KATA PENGANTAR.........................................................................................1
DAFTAR ISI.......................................................................................................2
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang................................................................................3
B. Rumusan Masalah...........................................................................3
C. Tujuan.............................................................................................4

BAB II

PEMBAHASAN
A. Peran Guru Sebagai Seorang Pembelajar......................................5
B. Profesionalisme Guru.....................................................................8

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan.....................................................................................14
B. Saran...............................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................15

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebagai ikhtiar untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional seperti
yang telah diamanatkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu
mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya
maka sangat dibutuhkan peran pendidik yang profesional. Sesuai dengan
Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, jabatan guru sebagai pendidik merupakan jabatan
profesional. Oleh sebab itu guru dituntut agar terus mengembangkan
kapasitas dirinya sesuai dengan perkembangan jaman, ilmu pengetahuan dan
teknologi, serta kebutuhan masyarakat termasuk kebutuhan terhadap sumber
daya manusia yang berkualitas dan memiliki kapabilitas untuk mampu
bersaing baik di forum regional, nasional maupun internasional.
Namun pada kenyataanya, banyak ditemui menjadi guru seperti
pilihan profesi terakhir. Kurang bonafide, jika sudah tidak ada lagi pekerjaan
yang maka profesi sebagai guru yang menjadi pilihan. Bahkan guru ada yang
dipilih secara asal, yang penting ada yang mengajar. Padahal guru adalah
operator sebuah kurikulum pendidikan.Ujung tombak pejuang pemberantas
kebodohan. Bahkan guru adalah mata rantai dan pilar peradaban dan benang
merah bagi proses perubahan dan kemajuan suatu masyarakat atau bangsa.

B. Rumusan Masalah
Adapun materi mengenai profesionalisme yang akan diuraikan pada bab
pembahasan terbatas pada:
1. Apakah peran guru sebagai seorang pembelajar?
2. Apakah yang dimaksud dengan Profesionalisme Guru?
3. Apakah tugas profesional guru?
4. Apa saja kriteria Guru profesional?
C. Tujuan

Tujuan pengambilan tema Profesionalisme Guru dalam makalah ini yaitu


untuk menambah wawasan penulis dan pembaca dalam memahami :
1. Peran guru sebagai seorang pembelajar
2. Profesionalisme Guru
3. Tugas profesional guru
4. Kriteria Guru profesional

BAB II

PEMBAHASAN
A.

Peran Guru Sebagai Seorang Pembelajar


Peran pembelajar tidak hanya sebatas sebagai sumber belajar atau pengajar
yang memberikan materi ajar kepada peserta didiknya saja, namun peranan
pembelajar dapat dirinci lebih luas lagi, diantaranya akan diuraikan sebagai
berikut:
1. Peran pembelajar dalam proses belajar mengajar
Peranan dan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar meliputi
banyak hal, dan yang dianggap paling dominan, diklasifikasikan sebagai
berikut:
a. Sebagai demonstrator
Melalui peranannya sebagai seorang demonstator, pemelajar harus
mampu menguasai materi atau bahan pelajaran yang akan diajarkannya
kepada peserta didik. Selain itu harus mampu dan terampil dalam
menjelaskan materi ajarnya dengan cara yang professional, sehingga
peserta didik dapat menerima, memahami, dan menguasai ilmu
pengetahuan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Untuk menjadikan proses pembelajaran lebih terarah, maka seorang
pemelajar harus mampu merumuskan kurikulum, satuan pelajaran, dan
racangan pelaksaan pembelajaran, yang akan menjadi pendomannya
dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
b. Sebagai pengelola kelas
Dalam peranannya sebagai pengelola kelas (learning manager.
Pembelajar harus ampu mengelola kelas sebagai lingkungan yang
kondusif untuk terjadinya kegiatan belajar mengajar. Lingkungan ini
harus diorganisasi (diatur dan diawasi) agar kegiatan-kegiatan belajar
bisa lebih terarah kepada tujuan pendidikan. Tujuan umum
pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas
kelas unuk bermacam-macam kegiatan belajar dan menngajar agar
mencapai hasil yang maksimal. Sedangkan tujuan khususnya adalah
utnuk mengembangkan kemampuan dan kreatifitas siswa dalam

menggunakan media-media belajar yang tersedia, dengan cara


membuat kondisi yang memungkinkan peserta didik untuk dapat
bekerja dan belajar dengan menggunakan media-media tersebut, serta
membantu peserta didik dalam mencapai hasil yang diharapkan
c. Sebagai mediator dan Fasilitator
Sabagai

mediator

seorang

pembelajar

hendaknya

mamiliki

keterampilan dalam memilih, menggunakan dan mengusahakan media


belajar yang sesuai dengan tujuan, materi, dan evaluasi pembelajaran.
Sealin itu pembelajar harus memiliki keterampilan berkomuikasi,
sebab seorang mediator adalah seorang perantara dalam hubungan
antarmanusia. Sedangkan sebagai fasilitator, pembelajar hendaknya
mampu mengusahakan sumber belajar yang berguna serta menunjang
pencapaian tujuan dan proses belajar mengajar.
d. Sebagai elevator
Seperti yang kita ketahui segala sesuatu hal dapat dikatan sudah sesuai
atau belum dengan diadakannya evaluasi. Begitu pula dengan
pendidikan, adanya evaluasi terhadap hasil yang telah dicapai oleh
peserta didik ataupun pendidinya. Dengan adanya evalusi, pembelajar
dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran,
penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah disajikan, serta
ketepatan atau keefektifan metode belajar yang digunakan. Hasil dari
evaluasi inilah yang akan menjadi umpan balik yang akan dijadiakan
titik tolk utntuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar
mengajar selanjutnya untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.
2. Peran pembelajar dalam pengadministrasian
Dalam hubungannya dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru
dapat berperan sebagai berikut :
a. Pengambilan inisiatif , pengarah, dan penilaian kegiatan pendidikan.
b. Wakil masyarakat, yang dapat menyalurkan kemauan masyarakat
(dalam arti yang baik).
c. Penegak disiplin

d. Untuk memperlancar kegiatan pendidikan, maka pembelajar harus


mampu melaksakan kegiatan administrasi.
e. Orang yang berpengetahuan, artinya ahli dalam mata pelajaran yang
hendak ia sampaikan. Sebab pembelajar bertanggung jawab dalam
mewariskan kebudayaan (pengetahuan) kepada peserta didiknya, guna
mempersiapkanmereka untuk menjadi anggota masyarakat yang
dewasa.
3. Peran pembelajar secara pribadi
Dilihat dari segi pribadi atau dirinya sendiri, pembelajar harus
berperan sebagai:
a. Petugas sosial yang dapat membantu kepentingan masyarakat.
b. Pelajar dan ilmuwan, walaupun pembejar telah berperan sebagai
pendidik, namun pembelajar harus terus menuntut ilmu pengetahuan
guna mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Jadi selain berperan
sebagai ilmuwan, pembeljar juga berperan sebagai pelajar.
c. Orang tua, yaitu mewakili orang tua murid di sekolah dalam memberi
pendidikan kepada anaknya. Pembelajar merupakan orangtua siswa di
sekolah.
d. Teladan, artinya pembelajar harus mampu menjadi teladan yang baik
bagi peserta didiknya.
e. Pencari keamanan, maksudnya senatiasa memberikan rasa aman bagi
peserta didiknya. Dalam hal ini menjadi tempat berlindung dan
bernaung.
4. Peran pembelajar secara psikologis
Secara psikologis guru memiliki peran sebagai berikut :
a. Ahli psiklogi pendidikan yang mampu melaksanakan tugasnya
berdasarkan prisip-prisip psikologi.
b. Artist in human relation, yaitu orang yang mampu menciptakan
hubungan antar manusia dengan tujuan dan teknik tertentu dalam
kegiatan pndidikan

c. Catalytic agent, yaitu orang yang mempunyai aspirasai dalam


pembaharuan.
d. Petugas kesehatan mental yang dapat membina kesehatan mental
peserta didik.
B.

Profesionalisme Guru
1. Guru Profesional
Kata profesional berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian tau orang
yang mempunyai keahlian.

Dengan kata lain pekerjaan yang bersifat

profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka


yang dipersiapkan untuk pekerjaan tersebut.
Guru adalah suatu sebutan bagi jabatan, posisi, dan profesi bagi seseorang
yang mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan melalui interaksi
edukatif secara terpola, formal, dan sistematis. Dalam UU Nomor 14
Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen (pasal 1) dinyatakan bahwa: Guru
adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengrahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta
didik pada jalur pendidikan formal, pada jenjang pendidikan dasar dan
pendidikan menengah. Guru professional akan tercermin dalam
penampilan pelaksanaan tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik
dalam materi maupun metode pembelajaran. Keahlian yang dimiliki oleh
guru profesional adalah keahlian yang diperoleh melalui suatu proses
pendidikan dan pelatihan yang diprogramkan secara khusus. Keahlian
tersebut mendapat pengakuan formal yang dinyatakan dalam bentuk
sertifikasi, akreditasi, dan lisensi dari pihak yang berwenang (dalam hal ini
pemerintah dan organisasi profesi).
Guru yang profesional adalah orang yang memilki kemapuan atau
keahlian khusus dalam bidan keguruan (pembelajaran) sehingga ia mampu
melakukan tugas dan fungsinya sebagai seorang pembelajar dengan
kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain pemelajar profesional adalah
orang yang terdidik dan terlatih dengan baik dan memiliki pengalaman

yang kaya dibidangnya, artinya seorang pembelajar telah memperoleh


pendidikan formal serta menguasai berbagai strategi dalam kegiatan
belajar mengajar,selain itu pemelajar yang profesional juga harus
menguasai landasan-landasan pendidikan yang tercantu dalam kompetensi.
Salah satu kewenangan guru adalah menghadapi peserta didiknya, untuk
itu ia harus memiliki kemampuan dan memiliki standar, dengan prinsif
mandiri (otonom) atas keilmuannya. Jadi untuk berprofesi sebagai seorang
guru perlu adanya kekuatan pengakuan formal melalui tiga tahap; yakni;
sertifikasi; regristrasi dan lisensi.
a. Sertifikasi adalah pemberian sertifikat yang menunjukkan kewenangan
seseorang anggota seperti ijasah tertentu.
Menteri Pendidikan akan mengeluarkan peraturan menteri nomor 18
tahun 2007 yang berisi kebijakan mengenai sertifikasi guru.
Berdasarkan peraturan tersebut, sertifikasi dilaksanakan dalam bentuk
penilaian portofolio yaitu pengakuan atas pengalaman professional guru
dalam

bentuk

penilaian

terhadap

kumpulan

dokumen

yang

mendeskripsikan: kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatiahan,


pengalaman mengajar, perencanan dan pelaksanaan pembelajaran,
penilaian dari atasan dan pengawas, prestasi akademik, karya
pengenbangan profesi, keikutsertaan dalam forum ilmiah, penglaman
organisasi dibidang kependidikan dan social, dan penghargaan yang
relevan dengan bidang pendidikan.
b. Regritasi mengacu kepada suatu pengaturan di mana anggota
diharuskan terdaftar namanya pada suatu badan atau lembaga
c. Lisensi

adalah

suatu

pengaturan

yang

menetapkan

seseorang

memperoleh izin dari yang berwajib untuk menjalankan pekerjaanya.

2. Profesionalisme Dibangun Oleh Unsur Kompetensi

Seseorang dikatakan kompeten di bidang tertentu adalah sesorang yang


memiliki kecakapan kerja, atau keahlian khusus yang sesuai dengan
tuntutan bidang kerja yang bersangkutan.
W.R. Houston (Kuswana,WS, 1995) mengungkapkan bahwa;
kecakapan kerja diejawantahkan dalam perbuatan yang bermakna,
bernilai sosial, dan ekonomi, serta memenuhi standar (kriteria) tertentu
yang diakui dan disyahkan oleh kelompok profesinya atau oleh warga
masyarakat. Secara nyata orang kompeten mampu melakukan tugasnya di
bidangnya secara efektif dan efisien. Kadar kompetensi tidak hanya
menunjuk pada kuantitas tetapi sekaligus menunjuk pada kualitas kerja.
Jadi dapat dkatakan bahwa kompetensi dapat diklasifikasikan sebagai
berikut :
a. Kompetensi dasar
Kompetensi yang harus dimiliki untuk memilihara dan memenuhi
kebutuhan hidupnya. Meliputi :
i.

Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

ii.

Berperan dalam masyarakat sebagai warga negara berjiwa


pancasila

iii.

Mengembangkan sifat-sifat terpuji yang dipersyaratkan


bagi seorang guru

b. Kompetensi umum
Kompetensi yang harus dimiliki untuk bisa hidup bersama di
masyarakat, meliputi :
i. Berinteraksi

dengan

teman

sejawat

untuk

meningkatkan

kemampuan profesional
ii. Berinteraksi dengan masyarakat
c. Kompetensi teknis/keterampilan
Kompetensi yang harus dimiliki untuk melakukan suatu pekerjaan atau
kegiatan.
i. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan untuk siswa yang
mengalami kesulitan belajar dan utnuk siswa yang memiliki
kelainan (berkebuuhan khusus)

ii. Melaksanakan administrasi sekolah


iii. Melaksanakan penelitian sederhana untuk keperluan mengajar
d. Kompetensi profesional
Kompetensi profesional meliputi hal-hal :
i. Menguasai landasan pendidikan, yang meliputi :
Mengenal tujuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan
nasional.
Mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat, sebagai pusat
kebudayaan dan pendidikan.
Mengenal prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan
dalam proses belajar mengajar.
i. Menguasai bahan pengajaran

Menguasaibahan pengajaran dan kurikulum pendidikan dasar


dan menengah

Menguasai bahan pengayaan

ii. Menyusun progaram pengajaran

Menetapkan tujuan pembelajaran

Memilih dan mengembangkan bahan pelajaran yang sesuai


dengan tujuan pembelajaran

Memilihdan mengembangkan strategi belajar mengajar yang


tepat

Memilih dan mengembangkan media pengajaran yang sesuai

Memilih dan memanfaatkan sumber belajar dengan tepat

iii. Melaksanakan program pengajaran

Menciptakan suasana belajar yang kondusif

Mengatur ruang belajar (sarana dan prasarana)

Mengatur interaksi belajar mengajar

iv. Menilai hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan

Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran

Menilai proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan

10

3. Tugas Profesional
Orang yang profesianal dalam menjalankan tugasnya, adalah orang yang
memiliki:
a. Keahlian
Ahli dengan pengetahuan yang dimilikinya, terampil dalamdalam
bertindak, tepat waktu, tepat aturan dan tepat takaran atau ukuran
dalam mmenjalankan pekerjaannya.
b. Memiliki otonomi dan tanggung jawab
Memiliki otonomi dan tanggung jawab serta sikap kemandirian, ciricirinya yaitu dapat menentukan serta mengambil keputusan sendiri
dengan penuh tangung jawab atas keputusannya.
c. miliki rasa kesejawatan
Ahli memiliki rasa kesejawatan sehingga ada rasa bangga dan aman
melalui perlindungan atas pekerjaannya, dalam hal ini menjadi seorang
guru.
4. Kriteria Guru Profesional
Seorang guru yang profesional dalam bidangnya, yakni sebagai seorang
pembelajar

harus

memiliki

beberapa

karakteristik

yang

dapat

membedakannya dengan guru yang tidak memiliki profesionalisme dalam


bidangnya, karakteristik tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
a. Kompetensi konseptual
Seorang guru mempunyai dasar teori dari pekerjaan yang menjadi
konsentrasi

keahliannya

Misalnya,

seorang

dosen

Teknologi

Pendidikan harus menguasai teori dasar dari ilmu Teknologi


Pendidikan, sehingga ia dapat menjalankan tugasnya sebagai dosen
Teknologi Pendidikan dengan profesional.
b. Kompetensi teknis
Seseorang guru mempunyai kemampuan keterampilan dasar yang
dibutuhkan dari pekerjaan dan menjadi konsentrasi keahliannya.
Misalnya, seorang dosen Teknologi Pendidikan harus mampu dan

11

terampil dalam menggunakan media pembelajaran, khusunya dalam


menggunakan media yang berbasis high technology.
c. Kompetensi kontekstual
Seorang guru memahami landasan sosial, ekonomi, budaya profesi dan
menjaga kelestarian lingkungan hidup yang dikerjakan sesuai
konsentrasi keahliannya
d. Kompetensi adaptif
Seorang guru mempunyai kemampuan penyesuaian diri dengan kondisi
yang berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Jadi seorang guru harus dapat menyesuaikan dirinya dengan
perkembangan IPTEK, sehingga tidak gagap teknologi.
e. Kompetensi interpersonal
Seorang guru harus mampu menyampaikan informasi dengan efektif,
agar penerima ddapat menangkap tinformasi yang telah disampaikan
dengan baik.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

12

Sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003


tentang Sistem Pendidikan Nasional, jabatan guru sebagai pendidik
merupakan jabatan profesional. Oleh sebab itu guru dituntut agar terus
mengembangkan kapasitas dirinya sesuai dengan perkembangan jaman, ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan masyarakat termasuk kebutuhan
terhadap sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kapabilitas
untuk mampu bersaing baik di forum regional, nasional maupun internasional.
Guru adalah suatu sebutan bagi jabatan, posisi, dan profesi bagi
seseorang yang mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan melalui
interaksi edukatif secara terpola, formal, dan sistematis. Dalam UU Nomor 14
Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen (pasal 1) dinyatakan bahwa: Guru
adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengrahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik
pada jalur pendidikan formal, pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan
menengah. Guru professional akan tercermin dalam penampilan pelaksanaan
tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode
pembelajaran. Keahlian yang dimiliki oleh guru profesional adalah keahlian
yang diperoleh melalui suatu proses pendidikan dan pelatihan yang
diprogramkan secara khusus. Keahlian tersebut mendapat pengakuan formal
yang dinyatakan dalam bentuk sertifikasi, akreditasi, dan lisensi dari pihak
yang berwenang (dalam hal ini pemerintah dan organisasi profesi).
B. Saran
Apabila ada kesalahan dalam pembuatan serta penulisan makalah ini
kami selaku manusia biasa butuh saran dan kritikan yang sifatnya membangun
dalam meningkatkan mutu makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Davies, Ivor K.1991. Pengelolaan Belajar. Jakarta:CV Rajawali
Hernowo.2005.Menjadi Guru yang Mau dan Mampu Mengajar Secara

13

Menyenangkan.Bandung:MLC
http://geografi.upi.edu/?mod=article/view/12
Mudjito.1986.Guru Yang Efektif.Jakarta:Rajawali
Prawiradilaga, Dewi S.2008.Prinsip Desain Pembelajaran.Jakarta:Kencana
Sheel, Barbara B.,dkk.1994.Teknologi Pembelajaran.Jakarta:IPTPI
Usman, Moh. Uzer.2002.Menjadi Guru Profesional.Bandung:PT Remaja
Rosdakarya

14