Anda di halaman 1dari 2

5. Jelaskan hubungan riwayat imunisasi dengan kejadian pada skenario?

Vaksinasi merupakan upaya pencegahan primer. Pencegahan primer merupakan


semua upaya untuk menghindari terjadinya sakit atau kejadian yang mengakibatkan
seseorang sakit atau menderita cedera atau cacat.
Penyakit campak adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus campak yang
sangat menular pada anak-anak, ditandai dengan panas, batuk, pilek, konjungtivitis dan
ditemukan spesifik enantem(Koplik spot), diikuti dengan erupsi makulopapular yang
menyeluruh.
Pada saat ini di negara yang sedang berkembang, angka kejadian campak masih tinggi
dan seringkali dijumpai penyulit, maka WHO menganjurkan pemberian imunisasi
campak pada bayi berumur 9 bulan. Untuk negara maju imunisasi campak (MMR)
dinajurkan pada anak berumur 12-15 bulan dan kemudian imunisasi kedua (booster) juga
dengan MMR dilakukan secar rutin pada umur 4-6 tahun.
Keberhasilan imunisasi tergantung pada beberapa faktor, yaitu status imun pejamu,
faktor genetik pejamu, serta kualitas dan kuantitas vaksin.
Pada analisis lanjut, penyakit campak juga ditemukan pada anak yang sudah
mendapatkan imunisasi campak walaupun demikian, kejadian penyakit campak pada
anak yang tidak mendapat imunisasi campak lebih tinggi dibandingkan anak yang
diimunisasi campak. Anak yang tidak diimunisasi campak berisiko kena penyakit
campak 1,5 kali dibandingkan dengan anak yang mendapat imunisasi campak.
Ariyasriwartana et all, 2004, menyatakan bahwa kemungkinan penyebab penyakit
campak pada anak yang sudah mendapat imunisasi campak adalah cakupan vaksinasi
yang rendah dan berkurangnya kekebalan pada anak yang lebih tua. Kegagalan vaksin
campak primer yaitu tidak terbentuknya antibodi yang cukup setelah vaksinasi atau
kegagalan sekunder yaitu antibodi rendah setelah vaksinasi beberapa tahun.
Kemungkinan lain adalah tidak terbentuknya antibody pada anak karena adanya kelainan
yang menyebabkan immunocompromise. Selain itu mungkin juga disebabkan
pengelolaan rantai dingin vaksin yang tidak tepat. Kegagalan vaksin di Indonesia dapat
pula disebabkan karena vaksin virus campak CAM-70 yang digunakan saat ini tidak
sesuai dengan jenis virus campak yang beredar di Indonesia.
Dan pada skenario dinyatakan bahwa si anak belum mendapat vaksinasi campak yang
kedua. Seharusnya pada usia 6 tahun sesuai jadwal imunisasi anak sudah harus
mendapatkan vaksinasi campak atau MMR yang kedua. Karena pembentukan antibodi
yang secara bertahap dan juga terjadi penurunan, dan cakupan vaksinasi anak rendah
kemungkinan itu yang juga menjadi salah satu kenapa anak menderita campak walaupun
sudah mendapat vaksinasi campak.

Referensi :
http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/viewFile/750/1684 (di akses 5 mei
2015)
Rezeki, sri. 2008. Pedoman Imunisasi Di Indonesia Edisi ketiga. Jakarta : Badan Penerbit
Ikatan Dokter Anak Indonesia