Anda di halaman 1dari 4

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Teknologi pengelasan merupakan salah satu teknik penyambungan logam
yang paling efektif dalam bidang industri. Teknologi ini banyak dipakai sebagai
ganti dari teknologi keling dalam proses penyambungan pelat, profil, maupun
pembuatan suatu konstruksi di kapal (tangki-tangki tempat penyimpanan bahan
kimia).(Syaifuddin Abdillah, 2007). Proses pengelasan umumnya akan terjadi
deformasi, retak, porositas, ataupun cacat-cacat lain yang mengakibatkan adanya
perbaikan ataupun pengelasan ulang. Tetapi proses pengelasan mempunyai
dampak tersendiri terhadap penurunan sifat mekanis dilihat dari kampuh las HAZ
dan material dasar. Terutama terhadap material Aluminium yang telah mengalami
beberapa kali proses pengelasan, seperti proses penggantian atau perbaikan.
Aluminium paduan 5083 dipilih dalam penelitian ini mengingat jenis ini
memiliki kemampuan weldability, ketahanan korosi dan kekuatan mekanis yang
cukup baik, sehingga material jenis ini banyak sekali digunakan untuk
aplikasikan pada temperatur dibawah nol derajat (cryogenic), tangki-tangki LNG,
bejana tekan temperatur rendah (unfired pressure vessel), peralatan kelautan
(marine component), ring pengeboran dan struktur rangka bangunan. Proses
pengelasan ulang atau repair dapat terjadi pada material yang mengalami
pekerjaan replating dan pekerjaan ulang akibat kesalahan dalam pekerjaan dilapangan. Karena adanya proses ini sehingga mengakibatkan perubahan sifat
1

mekanik dan struktur mikro pada material. Panas pengelasan pada paduan
Aluminium akan menyebabkan terjadinya pencairan sebagian, rekristalisasi,
pelarutan padat atau pengendapan. Pada Aluminium umumnya sifat logam lasnya
lebih getas dari baja, sehingga perlu dilakukan pengujian ketangguhan untuk
mengetahui sampai batas berapa pengelasan ulang dapat dilakukan. Kuat tarik
material juga perlu diuji, karena kuat tarik selalu berbanding lurus dengan
ketangguhan material. Selain itu dari uji kuat tarik dapat diketahui cacat las yang
kadang tidak terlihat pada saat dilakukan uji radiography.
Pada penelitian sebelumnya telah dibahas pengaruh pengelasan ulang
pada baja tahan karat (AISI 304), dari analisa tugas akhir tersebut diketahui
bahwa pengelasan ulang mempengaruhi nilai ketangguhan dari material yaitu
semakin banyaknya jumlah pengelasan ulang maka nilai ketangguhan semakin
turun. Berdasarkan sifatnya, paduan aluminium kurang baik bila dibandingkan
baja. Namun perbedaan yang paling mendasar adalah nilai keuletan pada logam
las, dimana nilai keuletan logam las baja selalu lebih tinggi bila dibandingkan
logam induk, sedangkan pada aluminium nilai keuletan logam las cenderung
lebih kecil daripada nilai keuletan pada logam induk. Berdasarkan perbedaan
sifat tersebut, maka di Tugas Akhir ini akan di analisa pengaruh pengelasan ulang
terhadap nilai ketangguhan serta cacat di bawah permukaan yang mungkin timbul
akibat dilakukannya pengelasan ulang pada aluminium 5083. (Syaifuddin
Abdillah, 2007).
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka diambil perumusan masalah sebagai
berikut:

1. Bagaimana pengaruh pengelasan ulang pada Al-Mg seri 5083 terhadap


kekuatan tarik ?
2. Bagaimana pengaruh pengelasan ulang terhadap banyaknya cacat las
porositas yang timbul pada Al-Mg seri 5083 ?
3. Bagaimana struktur mikro Al-Mg seri 5083 setelah dilakukan variasi
pengelasan ulang tersebut ?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Tujuan penelitian
1. Mengetahui pengaruh pengelasan ulang pada Al-Mg seri 5083 terhadap
kekuatan tarik dan struktur mikro hasil pengelasan aluminium 5083.
2. Mengetahui cacat porositas yang timbul akibat proses pengelasan ulang.
1.3.2 Manfaat Penelitian
1. Untuk mengetahui pembuktian secara akademis akibat proses pengelasan
ulang pada Al-Mg seri 5083 terhadap cacat porositas yang ditimbulkan
dan mengetahui kekuatan tarik dan struktur mikro dari aluminium 5083.
2. Dari data-data ini dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya
tentang pengelasan ulang Aluminium.
3. Meningkatkan kemampuan rancang bangun dan manufaktur material
khususnya pengelasan Aluminium untuk menunjang pembangunan
industri dan kemandirian bangsa, khususnya dalam penguasaan ilmu
metalurgi.

1.4 Batasan Masalah


Agar dalam penyusunan Skripsi ini lebih mengarah ke tujuan penelitian
dengan membatasi pokok permasalahan sebagai berikut :
1. Menggunakan pengelasan GMAW.
2. Material las awal yang digunakan adalah Aluminium 5083 dengan
ketebalan 8 mm yang telah mengalami cacat porositas dan inklusi.
3. Logam pengisi yang digunakan adalah ER 5356 1.2 mm
4. Gas pelindung Argon 99 %.
5. Pengelasan menggunakan arus DC (+) atau polaritas balik dengan arus
180 A.
6. Pengelasan awal dilakukan 3 layer.
7. Variasi kedalaman untuk pengelasan ulang adalah 3 dan 6 mm.
8. Analisa cacat porositas menggunakan radiography test.
9. Penghitungan densitas dan persentase porositas.
10. Pengujian sifat mekanik dengan uji tarik dan struktur mikro